Anda di halaman 1dari 19

- - 1 - -

KAJIAN MODEL PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TERPADU


Oleh :
Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air
E-mail : edieffendi@yahoo.com atau kehutanan@baenas.!o.id
ABSTRAK
Ka"ian ini bermaksud men!analisis sistem en!elolaan daerah aliran sun!ai #DAS$
den!an men!!unakan endekatan yan! menyeluruh den!an memerhatikan seluruh ihak dan
sektor yan! ada di dalam DAS. Ada ti!a sektor utama yan! dianalisis eranannya yaitu sektor
kehutanan% sektor sumber daya air% dan sektor ertanian. &etodolo!i yan! diakai adalah
analisa ekonometrik untuk men!etahui damak dari kebi"akan emban!unan dari keti!a sektor
yan! ada terhada kiner"a DAS. Studi ini "u!a memasukkan variabel-variabel tambahan seerti
ermukiman untuk me'akili sektor-sektor lain yan! ada di dalam DAS.
(erdaat ti!a sistem DAS yaitu% DAS )ili'un! di *a'a +arat% DAS *ratunseluna di
*a'a (en!ah% dan DAS +atan!hari di *ambi. Keti!a sistem DAS tersebut me'akili , kondisi
en!elolaan. -alauun keti!a DAS ini memunyai karakteristik yan! berbeda% tetai kiner"a
mereka hamer sama. &ereka me'akili !ambaran umum kondisi DAS di .ndonesia yan!
menun"ukkan de!radasi en!elolaan hutan dan lin!kun!an hidu.
+erdasarkan analisis% daat disimulkan bah'a kiner"a DAS tidak hanya dien!aruhi
oleh satu atau dua sektor tertentu% tetai alin! tidak keti!a sektor emban!unan yan! dianalisis
memberikan en!aruh secara bersamaan den!an intensitas yan! cuku si!nifikan. Alokasi dana
emban!unan untuk ke!iatan-ke!iatan di sektor kehutanan cenderun! memunyai en!aruh
yan! baik terhada kiner"a DAS. Demikian ula halnya investasi di sektor sumber daya air. Di
sisi lain% investasi di sektor ertanian cenderun! memerburuk kondisi DAS. Sebab% ke!iatan-
ke!iatan ertanian menambah embukaan lahan. +erdasarkan hasil-hasil analisis tersebut%
ka"ian ini merekomendasikan en!elolaan DAS teradu% artinya bukan hanya men!emban!kan
satu sektor sementara men!abaikan en!emban!an sektor lainnya. /en!elolaan DAS
seharusnya melibatkan seluruh sektor dan ke!iatan di dalam sistem DAS. +ila tidak% maka
kiner"a DAS akan memerburuk yan! ada akhirnya akan menurunkan tin!kat roduksi sektor-
sektor ter!antun! ada kiner"a DAS.
1. PENDAHULUAN
Se"ak tahun 1012-an de!radasi DAS berua lahan !undul tanah kritis% erosi ada
leren!-leren! curam baik yan! di!unakan untuk ertanian mauun untuk en!!unaan lain
seerti ermukiman dan ertamban!an% sebenarnya telah memeroleh erhatian emerintah
.ndonesia. 3amun roses de!radasi tersebut terus berlan"ut% karena tidak adanya keteraduan
tindak dan uaya yan! dilakukan dari sektor atau ihak-ihak yan! berkeentin!an den!an
DAS.
/endekatan menyeluruh en!elolaan DAS secara teradu menuntut suatu mana"emen
terbuka yan! men"amin keberlan!sun!an roses koordinasi antara lemba!a terkait. /endekatan
teradu "u!a memandan! entin!nya eranan artisiasi masyarakat dalam en!elolaan DAS%
mulai dari erencanaan% erumusan kebi"akan% elaksanaan dan emun!utan manfaat.
A'alnya erencanaan en!elolaan DAS lebih banyak den!an endekatan ada faktor
fisik dan bersifat sektoral. 3amun se"ak seuluh tahun yan! lalu telah dimulai den!an
endekatan holistik% yaitu den!an 4encana /en!elolaan DAS (eradu% antara lain dimulai di
- - 5 - -
15 DAS rioritas #+rantas% Solo% *ratunseluna% Serayu% )itanduy% )imanuk% )itarum%
)ili'un!% Asahan% +atan!hari% +illa -alanae% dan Sadan!$. 3amun urutan rioritas tersebut
dika"i ulan!% den!an ertimban!an seerti : #1$ urutan DAS rioritas erlu disesuaikan den!an
ertimban!an teknik yan! lebih ma"u dan ertimban!an kebi"akan yan! berkemban! ada saat
ini6 #5$ en!elolaan DAS "u!a memerlukan asas le!alitas yan! kuat dan men!ikat ba!i instansi
terkait dalam berkoordinasi dan merencanakan kebi"akan en!elolaan DAS6 dan #,$ erubahan
arah emerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi.
/entin!nya osisi DAS seba!ai unit erencanaan yan! utuh meruakan konsekuensi
lo!is untuk men"a!a kesinambun!an emanfaatan sumberdaya hutan% tanah dan air. Kuran!
teatnya erencanaan daat menimbulkan adanya de!radasi DAS yan! men!akibatkan buruk
seerti yan! dikemukakan di atas. Dalam uaya mencitakan endekatan en!elolaan DAS
secara teradu% dierlukan erencanaan secara teradu% menyeluruh% berkelan"utan dan
ber'a'asan lin!kun!an den!an memertimban!kan DAS seba!ai suatu unit en!elolaan.
Den!an demikian bila ada bencana% aakah itu ban"ir mauun kekerin!an% enan!!ulan!annya
daat dilakukan secara menyeluruh yan! meliuti DAS mulai dari daerah hulu samai hilir.
2. TUJUAN
(u"uan dari ka"ian ini adalah untuk memberikan alternatif model kebi"akan en!elolaan
DAS teradu dalam bentuk keran!ka ker"a yan! daat diimlementasikan dalam "an!ka 'aktu
tertentu% baik yan! bersifat umum untuk seluruh DAS mauun yan! bersifat khusus atas dasar
kelomok kriteria kekritisannya.
Adaun sasaran ka"ian ini adalah untuk: #1$ men!analisa DAS yan! dalam kondisi kritis
a!ar daat di"adikan model en!elolaannya secara teradu6 #5$ melakukan ka"i ulan! terhada
kebi"akan en!elolaan DAS antara lain dalam en!endalian bencana ban"ir dan kekerin!an6
dan #,$ menyusun keran!ka ker"a #frame work$ untuk erumusan model kebi"akan.
3. METODOLOGI
Ka"ian ini dilakukan melalui en!umulan% en!olahan dan analisis data secara rimer
dan sekunder% ka"i literatur ada universitas% lemba!a enelitian% lemba!a emerintah7non
emerintah yan! terkait% untuk mendaatkan referensi dan data mauun survei. /ada ka"ian ini%
data dan informasi bersumber dari data dan ka"ian rimer dan sekunder yan! selan"utnya
dianalisa den!an men!!unakan endekatan konse en!elolaan DAS teradu berdasarkan
sumber daya ada masin!-masin! 'ilayah yan! dilalui oleh DAS bersan!kutan.
3.1 Kerangka Ter!"!#
3.1.1 De$!n!#! DAS
Daerah Aliran Sun!ai #DAS$ secara umum didefinisikan seba!ai suatu hamaran
'ilayah7ka'asan yan! dibatasi oleh embatas too!rafi #un!!un! bukit$ yan! menerima%
men!umulkan air hu"an% sedimen dan unsur hara serta men!alirkannya melalui anak-anak
sun!ai dan keluar ada sun!ai utama ke laut atau danau. 8insley #1092$ menyebut DAS
seba!ai :A river of drainage basin in the entire area drained by a stream or system of
connecting streams such that all stream flow originating in the area discharged through a
single outlet;. Sementara itu .</4. #5225$ menyebutkan bah'a :A watershed is a geographic
- - , - -
area that drains to a common point, which makes it an attractive unit for technical efforts to
conserve soil and maximize the utilization of surface and subsurface water for crop
production, and a watershed is also an area with administrative and property regimes, and
farmers whose actions may affect each others interests;.
Dari definisi di atas% daat dikemukakan bah'a DAS meruakan ekosistem% dimana
unsur or!anisme dan lin!kun!an biofisik serta unsur kimia berinteraksi secara dinamis dan di
dalamnya terdaat keseimban!an inflow dan outflow dari material dan ener!i. Selain itu
en!elolaan DAS daat disebutkan meruakan suatu bentuk en!emban!an 'ilayah yan!
menematkan DAS seba!ai suatu unit en!elolaan sumber daya alam #SDA$ yan! secara
umum untuk mencaai tu"uan enin!katan roduksi ertanian dan kehutanan yan! otimum
dan berkelan"utan #lestari$ den!an uaya menekan kerusakan seminimum mun!kin a!ar
distribusi aliran air sun!ai yan! berasal dari DAS daat merata sean"an! tahun.
Dalam endefinisian DAS emahaman akan konse daur hidrolo!i san!at dierlukan
terutama untuk melihat masukan berua curah hu"an yan! selan"utnya didistribusikan melalui
beberaa cara seerti dierlihatkan ada Ga%&ar 1. Konse daur hidrolo!i DAS men"elaskan
bah'a air hu"an lan!sun! samai ke ermukaan tanah untuk kemudian terba!i men"adi air
larian% evaorasi dan air infiltrasi% yan! kemudian akan men!alir ke sun!ai seba!ai debit aliran.
Ga%&ar 1. Da'r H!(r)g! DAS
Sumber: =idrolo!i dan /en!elolaan DAS #)hay Asdak% 5225$.
Dalam memela"ari ekosistem DAS% daat diklasifikasikan men"adi daerah hulu% ten!ah
dan hilir. DAS ba!ian hulu dicirikan seba!ai daerah konservasi% DAS ba!ian hilir meruakan
daerah emanfaatan. DAS ba!ian hulu memunyai arti entin! terutama dari se!i erlindun!an
fun!si tata air% karena itu setia ter"adinya ke!iatan di daerah hulu akan menimbulkan damak
di daerah hilir dalam bentuk erubahan fluktuasi debit dan transort sedimen serta material
terlarut dalam sistem aliran airnya. Den!an erkataan lain ekosistem DAS% ba!ian hulu
memunyai fun!si erlindun!an terhada keseluruhan DAS. /erlindun!an ini antara lain dari
se!i fun!si tata air% dan oleh karenanya en!elolaan DAS hulu serin!kali men"adi fokus
erhatian men!in!at dalam suatu DAS% ba!ian hulu dan hilir memunyai keterkaitan biofisik
melalui daur hidrolo!i.
- - > - -
3.1.2 De$!n!#! DAS Ber(a#arkan *'ng#!
Dalam ran!ka memberikan !ambaran keterkaitan secara menyeluruh dalam en!elolaan
DAS% terlebih dahulu dierlukan batasan-batasan men!enai DAS berdasarkan fun!si% yaitu pertama
DAS ba!ian hulu didasarkan ada fun!si konservasi yan! dikelola untuk memertahankan kondisi
lin!kun!an DAS a!ar tidak terde!radasi% yan! antara lain daat diindikasikan dari kondisi tutuan
ve!etasi lahan DAS% kualitas air% kemamuan menyiman air #debit$% dan curah hu"an. Kedua DAS
ba!ian ten!ah didasarkan ada fun!si emanfaatan air sun!ai yan! dikelola untuk daat
memberikan manfaat ba!i keentin!an sosial dan ekonomi% yan! antara lain daat diindikasikan
dari kuantitas air% kualitas air% kemamuan menyalurkan air% dan ketin!!ian muka air tanah% serta
terkait ada rasarana en!airan seerti en!elolaan sun!ai% 'aduk% dan danau.Ketiga DAS ba!ian
hilir didasarkan ada fun!si emanfaatan air sun!ai yan! dikelola untuk daat memberikan manfaat
ba!i keentin!an sosial dan ekonomi% yan! diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air%
kemamuan menyalurkan air% ketin!!ian curah hu"an% dan terkait untuk kebutuhan ertanian% air
bersih% serta en!elolaan air limbah.
Keberadaan sektor kehutanan di daerah hulu yan! terkelola den!an baik dan ter"a!a
keberlan"utannya den!an didukun! oleh rasarana dan sarana di ba!ian ten!ah akan daat
memen!aruhi fun!si dan manfaat DAS tersebut di ba!ian hilir% baik untuk ertanian% kehutanan
mauun untuk kebutuhan air bersih ba!i masyarakat secara keseluruhan. Den!an adanya rentan!
an"an! DAS yan! be!itu luas% baik secara administrasi mauun tata ruan!% dalam en!elolaan
DAS dierlukan adanya koordinasi berba!ai ihak terkait baik lintas sektoral mauun lintas daerah
secara baik.
3.2 Kerangka Ana)!#!#
3.2.1 Kn#e+#! Penge))aan DAS Ter+a('
/en!elolaan DAS teradu men!andun! en!ertian bah'a unsur-unsur atau asek-asek yan!
menyan!kut kiner"a DAS daat dikelola den!an otimal sehin!!a ter"adi siner!i ositif yan!
akan menin!katkan kiner"a DAS dalam men!hasilkan outut% sementara itu karakteristik yan!
salin! bertentan!an yan! daat melemahkan kiner"a DAS daat ditekan sehin!!a tidak
meru!ikan kiner"a DAS secara keseluruhan.
Seerti sudah dibahas dalam bab-bab terdahulu% suatu DAS daat dimanfaatkan ba!i
berba!ai keentin!an emban!unan misalnya untuk areal ertanian% erkebunan% erikanan%
ermukiman% emban!unan /8(A% emanfaatan hasil hutan kayu dan lain-lain. Semua
ke!iatan tersebut akhirnya adalah untuk memenuhi keentin!an manusia khususnya
enin!katan kese"ahteraan. 3amun demikian hal yan! harus dierhatikan adalah berba!ai
ke!iatan tersebut daat men!akibatkan damak lin!kun!an yan! "ika tidak ditan!ani den!an
baik akan menyebabkan enurunan tin!kat roduksi% baik roduksi ada masin!-masin! sektor
mauun ada tin!kat DAS. Karena itu uaya untuk men!elola DAS secara baik den!an
mensiner!ikan ke!iatan-ke!iatan emban!unan yan! ada di dalam DAS san!at dierlukan
bukan hanya untuk keentin!an men"a!a kemauan roduksi atau ekonomi semata% tetai "u!a
untuk men!hindarkan dari bencana alam yan! daat meru!ikan seerti ban"ir% lon!sor%
kekerin!an dan lain-lain.
&en!in!at akan hal-hal tersebut di atas% dalam men!analisa kiner"a suatu DAS% kita
tidak hanya melihat kiner"a masin!-masin! komonen7aktifitas emban!unan yan! ada di
dalam DAS% misalnya men!ukur roduksi7roduktifitas sektor ertanian sa"a atau roduksi
hasil hutan kayu sa"a. Kita harus melihat keseluruhan komonen yan! ada% baik outut yan!
bersifat ositif #roduksi$ mauun damak ne!atif. Karena itu dalam ka"ian en!elolaan DAS
(eradu ini selain dilakukan analisis yan! bersifat kuantitatif% "u!a dilakukan analisis yan!






















- - ? - -
bersifat kualitatif. Analisis-analisis tersebut ada dasarnya didasarkan keada adanya
keterkaitan antara suatu sektor7ke!iatan emban!unan den!an ke!iatan emban!unan lain%
sehin!!a aa yan! dilakukan ada satu sektor7komonen akan memen!aruhi kiner"a sektor
lain.
@ntuk men!!ambarkan hubun!an keterkaitan antara berba!ai aktifitas7komonen
emban!unan yan! ada di dalam DAS di!unakan model seerti dalam !ambar 2. Dalam
dia!ram tersebut di!ambarkan keterkaitan antara berba!ai komonen yan! dalam analisis
kuantitatif akan di!unakan seba!ai variabel untuk men!ukur kiner"a DAS secara keseluruhan.
Ga%&ar 2 , M(e) Ke"erka!"an Ber&aga! Ak"!$!"a# (a)a% DAS
3.2.2 Ana)!#a K'an"!"a"!$
3.2.2.1 Pe%!)!-an Me"(e Regre#!
Analisis kuantitatif yan! di!unakan adalah analisis re!resi. Analisis re!resi
membedakan dua "enis varibel yaitu variabel bebas atau variabel rediktor dan variabel tak
bebas atau variabel reson. Aariabel yan! keberadaannya tidak ter!antun! keada variabel-
variabel lain di dalam sistem yan! dinilai serin! daat di!olon!kan ke dalam variabel bebas%
sedan!kan variabel yan! ter"adi karena variabel bebas meruakan variabel tak bebas. Aariabel
bebas dinyatakan den!an B1% B5% B,% C% Bk #k DE 1$ dan varibel tak bebas dinyatakan den!an
F. &elalui re!resi akan ditentukan hubun!an fun!sional yan! diharakan berlaku untuk
oulasi berdasarkan data samel yan! diambil dari oulasi yan! bersan!kutan% yan!
selan"utnya hubun!an tersebut dinyatakan dalam ersamaan re!resi. Selan"utnya di!unakan
analisis re!resi den!an variabel bebas bersifat multivariabel% sehin!!a di!unakan analisis
re!resi !anda den!an metode kuadrat terkecil. &etode ini beran!kal ada kenyataan bah'a
"umlah an!kat dua #kuadrat$ dariada "arak antara titik-titik den!an !aris re!resi yan! sedan!
dicari harus sekecil mun!kin.
3.2.2.2 Pe%!)!-an P+')a#! Da"a
&en!in!at terbatasnya data yan! ada untuk di!unakan dalam analisis ini% maka data
time series yan! di!unakan hanya terbatas 12 tahun yaitu 1090-1009. 8in!ku 'ilayah data
yan! di!unakan dalam analisis adalah 'ilayah roinsi di mana 'ilayah ka"ian berada. Adaun
Dana
4eboisasi
A/+3
Kehutanan
Dana
Sumber Daya Air
4eboisasi Konservasi
Kondisi =utan #(3% =utan Alam%
=(.% 8ahan Kritis% Konservasi
Sumber Daya Air$
/eneban!an
=utan
.ndustri
/erkayuan7
&asyarakat
/roduksi Kayu
(ata 4uan!
/ermukiman
/en!elolaan
Sumber Daya
Air
Sarana
Sumber Daya
Air
(in!kat <luktuasi
Air /ermukaan
G+an"ir
G Kekerin!an
Sarana
/en!airan7
.ri!asi
A/+3
/ertanian
/en!elolaan
/ertanian
/roduksi
/ertanian
/enin!katan
/endaatan
Dana
4eboisasi
A/+3
Kehutanan
Dana
Sumber Daya Air
4eboisasi Konservasi
Kondisi =utan #(3% =utan Alam%
=(.% 8ahan Kritis% Konservasi
Sumber Daya Air$
/eneban!an
=utan
.ndustri
/erkayuan7
&asyarakat
/roduksi Kayu
(ata 4uan!
/ermukiman
/en!elolaan
Sumber Daya
Air
Sarana
Sumber Daya
Air
(in!kat <luktuasi
Air /ermukaan
G+an"ir
G Kekerin!an
Sarana
/en!airan7
.ri!asi
A/+3
/ertanian
/en!elolaan
/ertanian
/roduksi
/ertanian
/enin!katan
/endaatan

- - H - -
'ilayah ka"ian terilih adalah *a'a +arat% men!in!at data yan! tersedia dalam kurun 'aktu
tersebut hanya *a'a +arat.
Data yan! tersedia dan diilih seba!ai variabel tak bebas dalam analisis adalah data
nisbah. 3ilai nisbah men!!ambarkan kondisi sun!ai sekali!us men!isyaratkan kemamuan
lahan untuk menyiman air. Semakin tin!!i nilai nisbah% kondisi sun!ai semakin buruk. 3ilai
nisbah yan! tin!!i menun"ukkan bah'a nilai debit maksimum besar dan debit minimum kecil.
+ila kemamuan menyiman air dari suatu daerah masih ba!us maka fluktuasi debit air ada
musim hu"an dan kemarau adalah kecil. Kemamuan menyiman ini san!at ber!antun! ada
kondisi ermukaan lahan seerti kondisi ve!etasi% tanah% dan lain-lain. Kondisi DAS dikatakan
baik "ika memenuhi beberaa kriteria :
a. Debit sun!ai konstan dari tahun ke tahun
b. Kualitas air baik dari tahun ke tahun
c. <luktuasi debit antara debit maksimum dan minimum kecil. =al ini di!ambarkan den!an
nisbah.
d. Ketin!!ian muka air tanah konstan dari tahun ke tahun
3ilai nisbah yan! di!unakan adalah nilai nisbah Sun!ai )ili'un! berdasarkan debit
bulanan terukur setia tahunnya di +endun! Katulama.
Seba!ai variabel bebas diilih data A/+3. /emilihan data A/+3 dilakukan untuk
menilai se"auh aa en!aruh kebi"akan alokasi A/+3 sektor terkait yan! bersifat makro daat
memen!aruhi nilai nisbah Sun!ai )ili'un! yan! sifatnya mikro atau sesifik.
+erdasarkan en!ertian men!enai DAS% dimana DAS daat diba!i men"adi sub-DAS
=ulu% sub-DAS (en!ah dan sub-DAS =ilir. Sektor kehutanan diilih me'akili sub-DAS =ulu.
Alokasi A/+3 ada sektor ini berkaitan den!an seluruh alokasi dana sektor7ro!ram7royek
yan! ada ada Deartemen Kehutanan. Selan"utnya dana reboisasi #D4$ seba!ai variable
tambahan karena dana D4 meruakan sumber embiayaan emban!unan kehutanan yan!
"umlahnya cuku dominan. Dana D4 ini berasal dari setoran erusahaan =/= untuk reboisasi.
Aariabel ini diharakan mamu mendukun! variabel dana A/+3 ada sektor kehutanan.
&e'akili sub-DAS (en!ah dan sub-DAS =ilir adalah sektor ertanian dan sumberdaya
Air. A/+3 sektor ertanian mencaku sub-sektor tanaman an!an dan hortikultura% litban!
ertanian% diklat ertanian dan bimas% dimana alokasi A/+3 untuk sub-sektor ini diarahkan
untuk enin!katan roduksi tanaman an!an. Sedan!kan A/+3 di bidan! sumberdaya Air
meliuti sektor7ro!ram7royek berkaitan den!an en!airan dan iri!asi% dan enyelamatan
hutan% tanah dan air. Aariabel bebas lainnya adalah roduksi kayu dan "umlah enduduk.
/roduksi kayu diakai seba!ai proxy dari kondisi tutuan lahan.
3.2.2.3 H!+"e#a
+erdasarkan emilihan variabel tak bebas #nisbah$ den!an variabel bebas #A/+3
Kehutanan% D4% A/+3 /ertanian% A/+3 Sumberdaya Air% /roduksi Kayu dan *umlah
/enduduk$% dilakukan hiotesa a'al terhada hubun!an variabel bebas dan variabel tak bebas.
+erdasarkan metode re!resi yan! diilih% maka hubun!an fun!sional variabel tak bebas
terhada variabel bebas dirumuskan seba!ai berikut :
Nisbah = A1.Hutan(-1) + A2.DR(-1) + A3.SP(-1) + A4.SDAIR(-1) + A5.Proda!u
+ A".Pndd + #
dimana%
=utan #-1$ E A/+3 di bidan! kehutanan #"uta ruiah$ den!an A1 seba!ai koefisien
- - 1 - -
D4 #-1$ E Dana 4eboisasi #"uta ruiah$ den!an A5 seba!ai koefisien
S/ #-1$ E A/+3 di bidan! ertanian #"uta ruiah$ den!an A, seba!ai koefisien
SDA.4 #-1$ E A/+3 di bidan! sumber daya air #"uta ruiah$ den!an A> seba!ai
koefisien
/rodkayu E /roduksi kayu teban!an #m $ den!an A? seba!ai koefisien
,
/nddk E *umlah enduduk #"i'a$ den!an AH seba!ai koefisien
) E Konstan
#-1$ E 8a! time
Alokasi A/+3 di bidan! kehutanan diharakan daat menurunkan nilai nisbah% den!an
asumsi bah'a "ika investasi di bidan! ini dialokasikan secara teat% kondisi tutuan hutan akan
men"adi lebih baik. *ika hutan dalam kondisi yan! baik% kemamuannya untuk menyera air
hu"an akan besar. =utan memberikan kemun!kinan terbaik ba!i emulihan dan erbaikan sifat
lahan. =utan trois memunyai koefisien limasan 2.2,% artinya air hu"an yan! mamu disera
oleh hutan adalah sebesar 01I. /enyeraan air hu"an akan men!uran!i limasan lan!sun! di
ermukaan yan! akhirnya men!uran!i nilai nisbah.
Adanya dana reboisasi #D4$ diharakan daat men"adi tambahan sumber embiayaan
emban!unan di bidan! kehutanan% khususnya untuk ro!ram reboisasi karena nilainya yan!
dominan. /ro!ram reboisasi diharakan daat memerbaiki kondisi tutuan hutan yan! telah
!undul seba!ai akibat eneban!an yan! dilakukan oleh erusahaan =/=. /emanfaatan dana
D4 untuk reboisasi diharakan berkorelasi ne!atif terhada nisbah men!in!at reboisasi akan
memerbaiki kondisi tutuan lahan.
Alokasi A/+3 di bidan! ertanian berkaitan den!an enin!katan roduksi tanaman
an!an% dierkirakan berkorelasi ositif terhada nisbah. @aya enin!katan roduksi
ertanian akan menin!katkan aktifitas ertanian baik dalam bentuk erluasan lahan ertanian%
mauun intensitas en!elolaan lahan yan! akan memen!aruhi kebutuhan akan debit air iri!asi
ada satu sisi% ada sisi lain emilihan tie iri!asi% ola tanam dan "enis tanaman "u!a
memen!aruhi nisbah karena berkaitan den!an tutuan lahan.
Alokasi A/+3 di bidan! sumberdaya Air sektor en!airan dan iri!asi melalui sub
sektor7ro!ram7royek berkaitan en!airan dan iri!asi% enyelamatan hutan% tanah dan air
diharakan daat memerbaiki kondisi sun!ai yan! ada% sehin!!a kondisi aliran baik ada
debit maksimum mauun minimum daat terkendali. /ada kondisi debit maksimum diharakan
tidak menimbulkan bencana ban"ir mauun lon!sor melalui emban!unan 'aduk% normalisasi
sun!ai% erencanaan sistim iri!asi dan drainasi yan! baik. /ada kondisi debit minimum
diharakan tidak ter"adi bencana kekerin!an karena adanya cadan!an air melalui emban!unan
'aduk% bendun! mauun bendun!an beserta struktur endukun!nya.
*umlah roduksi kayu dierkirakan berkorelasi ositif terhada enin!katan nilai nisbah
karena ter"adi en!uran!an tutuan hutan. *ika luasan hutan berkuran! karena eneban!an
maka limasan lan!sun! air hu"an di ermukaan akan men"adi lebih besar dibandin! air hu"an
yan! terinfiltrasi ke dalam tanah. *umlah limasan lan!sun! akan menin!katkan nilai nisbah
karena menin!katnya nilai debit maksimum. Demikian ula den!an "umlah enduduk.
/enin!katan "umlah enduduk menin!katkan nilai nisbah% hal ini berkaitan den!an berba!ai
aktifitas keendudukan seerti ermukiman% embuan!an samah% industri% budidaya ertanian
dan enanaman tanaman bukan te!akan.
- - 9 - -
.. HASIL KAJIAN
..1 Ha#!) S"'(! L!"era"'r M(e) Penge))aan DAS
/en!elolaan DAS ada dasarnya ditu"ukan untuk ter'u"udnya kondisi yan! otimal dari
sumberdaya ve!etasi% tanah dan air sehin!!a mamu memberi manfaat secara maksimal dan
berkesinambun!an ba!i kese"ahteraan manusia. Selain itu en!elolaan DAS diahami seba!ai
suatu roses formulasi dan imlementasi ke!iatan atau ro!ram yan! bersifat maniulasi
sumberdaya alam dan manusia yan! terdaat di DAS untuk memeroleh manfaat roduksi dan
"asa tana menyebabkan ter"adinya kerusakan sumberdaya air dan tanah% yan! dalam hal ini
termasuk identifikasi keterkaitan antara tata!una lahan% tanah dan air% dan keterkaitan antara
daerah hulu dan hilir suatu DAS #)hay Asdak% 5225$% seerti yan! tertera ada Ga%&ar 3.
Ga%&ar 3. H'&'ngan B!$!#!k an"ara DAS &ag!an -')' (an -!)!r
Sumber: =idrolo!i dan /en!elolaan DAS #)hay Asdak% 5225$.
Dalam men"abarkan model en!elolaan DAS maka setia unit DAS% secara substansi
dan strate!inya% serta bentuk-bentuk DAS harus diela"ari den!an seksama. =al ini erlu
dilakukan karena bentuk DAS meruakan refleksi kondisi bio-fisik dan meruakan 'u"ud dari
roses alamiah yan! ada. .mlikasi dari hal tersebut adalah memerlihatkan bah'a en!elolaan
DAS meruakan suatu sistem hidrolo!i dan sistem roduksi% dan hal ini membuka ter"adinya
konflik keentin!an antar institusi terhada en!elolaan komonen-komonen sistem DAS.
DAS ba!ian hulu memunyai eran entin!% terutama seba!ai temat enyedia air
untuk dialirkan ke ba!ian hilirnya. Oleh karena itu ba!ian hulu DAS serin!kali men!alami
konflik keentin!an dalam en!!unaan lahan% terutama untuk ke!iatan ertanian% ari'isata%
ertamban!an% serta ermukiman. &en!in!at DAS ba!ian hulu memunyai keterbatasan
kemamuan% maka setia kesalahan emanfaatan akan berdamak ne!atif ada ba!ian hilirnya.
/ada rinsinya% DAS ba!ian hulu daat dilakukan usaha konservasi den!an mencaku asek-
asek yan! berhubun!an den!an sulai air. Secara ekolo!is% hal tersebut berkaitan den!an
ekosistem tan!kaan air #catchment ecosystem$ yan! meruakan ran!kaian roses alami daur
hidrolo!i.
- - 0 - -
/ermasalahan en!elolaan DAS daat dilakukan melalui suatu en!ka"ian komonen-
komonen DAS dan enelusuran hubun!an antar komonen yan! salin! berkaitan% sehin!!a
tindakan en!elolaan dan en!endalian yan! dilakukan tidak hanya bersifat arsial dan
sektoral% tetai sudah terarah ada enyebab utama kerusakan dan akibat yan! ditimbulkan%
serta dilakukan secara teradu. Salah satu ersoalan en!elolaan DAS dalam konteks 'ilayah
adalah letak hulu sun!ai yan! biasanya berada ada suatu kabuaten tertentu dan mele'ati
beberaa kabuaten serta daerah hilirnya berada di kabuaten lainnya. Oleh karena itu% daerah-
daerah yan! dilalui harus memandan! DAS seba!ai suatu sistem terinte!rasi% serta men"adi
tan!!un! "a'ab bersama.
&enurut Asdak #1000$% dalam keterkaitan biofisik 'ilayah hulu-hilir suatu DAS% erlu
adanya beberaa hal yan! men"adi erhatian% yaitu seba!ai berikut :
#1$ Kelemba!aan yan! efektif seharusnya mamu merefleksikan keterkaitan lin!kun!an
biofisik dan sosial ekonomi dimana lemba!a tersebut beroerasi. Aabila aktifitas
en!elolaan di ba!ian hulu DAS akan menimbulkan damak yan! nyata ada lin!kun!an
biofisik dan7atau sosial ekonomi di ba!ian hilir dari DAS yan! sama% maka erlu adanya
desentralisasi en!elolaan DAS yan! melibatkan ba!ian hulu dan hilir seba!ai satu
kesatuan erencanaan dan en!elolaan.
#5$ Eksternalities% adalah damak #ositif7ne!atif$ suatu aktifitas7ro!ram dan atau kebi"akan
yan! dialami7dirasakan di luar daerah dimana ro!ram7kebi"akan dilaksanakan. Damak
tersebut serin!kali tidak terinternalisir dalam erencanaan ke!iatan. Daat dikemukakan
bah'a negative externalities daat men!!an!!u tercaainya keberlan"utan en!elolaan
DAS ba!i : #a$ masyarakat di luar 'ilayah ke!iatan #spatial externalities$% #b$ masyarakat
yan! tin!!al ada eriode 'aktu tertentu setelah ke!iatan berakhir #temporal
externalities$% dan #c$ keentin!an berba!ai sektor ekonomi yan! berada di luar lokasi
ke!iatan #sectoral externalities$.
#,$ Dalam keran!ka konse :externalities;% maka en!elolaan sumberdaya alam daat
dikatakan baik aabila keseluruhan biaya dan keuntun!an yan! timbul oleh adanya
ke!iatan en!elolaan tersebut daat ditan!!un! secara roorsional oleh ara aktor
#or!anisasi emerintah% kelomok masyarakat atau eroran!an$ yan! melaksanakan
ke!iatan en!elolaan sumberdaya alam #DAS$ dan ara aktor yan! akan mendaatkan
keuntun!an dari adanya ke!iatan tersebut.
/ada enan!anan DAS ba!ian hulu diarahkan ada ka'asan budidaya #ertanian$
karena secara otensial roses de!radasi lebih banyak ter"adi ada ka'asan ini. @ntuk itu a!ar
roses tereliharanya sumberdaya tanah #lahan$ akan ter"amin% maka setia ka'asan ertanian
atau budidaya tersedia kelas-kelas kemamuan dan kelas kesesuaian lahan. Den!an tersedianya
kelas kemamuan dan kelas kesesuaian ini% emanfaatan lahan yan! melebihi kemamuannya
dan tidak sesuai "enis en!!unaannya daat dihindari.
/ada salah satu bentuk model en!elolaan DAS% en!elolaan DAS hulu-hilir yan!
dikaitkan den!an masalah ekonomi-sosial-budaya% en!emban!an 'ilayah dalam bentuk
ekolo!is mauun adminstratif% yan! menu"u ada otimalisasi en!!unaan lahan dan
men!efisienkan emanfaatan sumber daya air melalui erbaikan kelemba!aan% teknolo!i% serta
enyediaan endanaan% yan! daat di"abarkan oleh Ga%&ar . berikut.




- - 12 - -
Ga%&ar .. M(e) Penge))aan DAS
Selama ini metodolo!i erencanaan DAS secara teradu kuran! memerhatikan asek-
asek yan! men!inte!rasikan berba!ai keentin!an ke!iatan emban!unan% misalnya antara
keentin!an en!emban!an ertanian% keentin!an industri% keentin!an daya dukun!
lin!kun!an #ecological demands$. /erkemban!an emban!unan di bidan! ermukiman%
ertanian% erkebunan% industri% eksloitasi SDA berua enamban!an% dan eksloitasi hutan
menyebabkan enurunan kondisi hidrolo!is suatu DAS yan! menyebabkan kemamuan DAS
untuk berfun!si seba!ai enyiman air ada musim hu"an dan kemudian dier!unakan meleas
air ada musim kemarau. Ketika air hu"an turun ada musim en!hu"an air akan lan!sun!
men!alir men"adi aliran ermukaan yan! serin!kali menyebabkan ban"ir dan sebaliknya ada
musim kemarau aliran air men"adi san!at kecil bahkan ada beberaa kasus sun!ai tidak
terdaat aliran air.
/entin!nya osisi DAS seba!ai unit en!elolaan yan! utuh meruakan konsekuensi
lo!is untuk men"a!a kesinambun!an emanfaatan sumberdaya hutan% tanah dan air. Kuran!
teatnya erencanaan daat menimbulkan adanya de!radasi DAS yan! men!akibatkan lahan
men"adi !undul% tanah7lahan men"adi kritis dan erosi ada leren!-leren! curam. /ada akhirnya
roses de!radasi tersebut daat menimbulkan ban"ir yan! besar di musim hu"an% debit sun!ai
men"adi san!at rendah di musim kemarau% kelembaban tanah di sekitar hutan men"adi
berkuran! di musim kemarau sehin!!a daat menimbulkan kebakaran hutan% ter"adinya
erceatan sedimen ada 'aduk-'aduk dan "arin!an iri!asi yan! ada% serta enurunan kualitas
air.
/ada rinsinya kebi"akan en!elolaan daerah aliran sun!ai #DAS$ secara teradu
meruakan hal yan! san!at entin! dalam ran!ka men!uran!i dan men!hadai ermasalahan
sumberdaya air baik dari se!i kualitas dan kuantitasnya. Kebi"akan ini oleh karenanya
meruakan ba!ian terinte!rasi dari kebi"akan lin!kun!an yan! didasarkan ada data akademis
mauun teknis% bera!amnya kondisi lin!kun!an ada beberaa daerah dan erkemban!an
ekonomi dan sosial seba!ai seba!ai suatu keseluruhan dimana erkemban!an daerah. Den!an
bera!amnya kondisi% maka bera!am dan sesifik "u!a solusinya. Kebera!aman ini harus
dierhitun!kan dalam erencanaan dan en!ambilan keutusan untuk memastikan bah'a
erlindun!an dan en!!unaan DAS secara berkelan"utan ada dalam suatu ran!kaian keran!ka
ker"a #framework$.
Pengelolaan
Ekosistem DAS
Ekonomi, Sosial,
Budaya
Hulu Hilir
DAS
Batas Ekologi/
Administrasi
Teknologi Pendanaan Kelembagaan
Lahan/Air
Pengelolaan
Ekosistem DAS
Ekonomi, Sosial,
Budaya
Hulu Hilir
DAS
Batas Ekologi/
Administrasi
Teknologi Pendanaan Kelembagaan
Lahan/Air
- - 11 - -
..2 Ga%&aran U%'% DAS (! In(ne#!a
Keberadaan DAS secara yuridis formal tertuan! dalam /eraturan /emerintah 3o. ,,
(ahun 1012 tentan! /erencanaan =utan. Dalam eraturan emerintah ini DAS dibatasi
seba!ai suatu daerah tertentu yan! bentuk dan sifat alamnya sedemikian rua sehin!!a
meruakan suatu kesatuan den!an sun!ai dan anak sun!ainya yan! melalui daerah tersebut
dalam fun!si untuk menamun! air yan! berasal dari curah hu"an dan sumber air lainnya%
enyimanannya serta en!alirannya dihimun dan ditata berdasarkan hukum alam
sekelilin!nya demi keseimban!an daerah tersebut.
/erkemban!an emban!unan di bidan! ermukiman% ertanian% erkebunan% industri%
eksloitasi sumber daya alam berua enamban!an% dan ekloitasi hutan menyebabkan
enurunan kondisi hidrolo!is suatu daerah aliran sun!ai #DAS$. Je"ala enurunan fun!si
hidrolo!is DAS ini daat di"umai di beberaa 'ilayah .ndonesia% seerti di /ulau *a'a% /ulau
Sumatera% dan /ulau Kalimantan% terutama se"ak tahun dimulainya /elita . yaitu ada tahun
1015. /enurunan fun!si hidrolo!is tersebut menyebabkan kemamuan DAS untuk berfun!si
seba!ai enyiman air ada musim kemarau dan kemudian dier!unakan meleas air seba!ai
:base flow; ada musim kemarau% telah menurun. Ketika air hu"an turun ada musim
en!hu"an air akan lan!sun! men!alir men"adi aliran ermukaan yan! kadan!-kadan!
menyebabkan ban"ir dan sebaliknya ada musim kemarau aliran :base flow; san!at kecil
bahkan ada beberaa sun!ai tidak ada aliran sehin!!a ribuan hektar sa'ah dan tambak ikan
tidak mendaat sulai air ta'ar.
-alauun masih banyak arameter lain yan! daat di"adikan ukuran kondisi suatu
daerah aliran sun!ai% seerti arameter kelemba!aan% arameter eraturan erundan!-
undan!an% arameter sumber daya manusia% arameter letak !eo!rafis% arameter iklim% dan
arameter teknolo!i% akan tetai arameter air masih meruakan salah satu inut yan! alin!
relevan dalam model DAS untuk men!etahui tin!kat kiner"a DAS tersebut% khususnya aabila
dikaitkan den!an fun!si hidrolo!is DAS. +erdasarkan ertimban!an hal tersebut maka
embahasan kondisi DAS dalam makalah ini memakai hidro!raf aliran dan an!kutan sedimen
seba!ai ukuran tin!kat kiner"a DAS.
/eran strate!is DAS seba!ai unit erencanaan dan en!elolaan sumberdaya semakin
nyata ada saat DAS tidak daat berfun!si otimal seba!ai media en!atur tata air dan
en"amin kualitas air yan! dicerminkan den!an ter"adinya ban"ir% kekerin!an dan sedimentasi
yan! tin!!i. Dalam rosesnya% maka ke"adian-ke"adian tersebut meruakan fenomena yan!
timbul seba!ai akibat dari ter!an!!unya fun!si DAS seba!ai satu kesatuan sistem hidrolo!i
yan! melibatkan komleksitas roses yan! berlaku ada DAS. Salah satu indikator dominan
yan! menyebabkan ter!an!!unya fun!si hidrolo!i DAS adalah terbentuknya lahan kritis. Dari
hasil inventarisasi lahan kritis menun"ukkan bah'a terdaat K 1>%> "uta hektar di luar ka'asan
hutan dan K 9%, "uta hektar di dalam ka'asan hutan #/asaribu% 1000$.
Selain itu bencana ban"ir% tanah lon!sor% dan berba!ai ke"adian alam yan! melanda
.ndonesia tidak terleas dari kerusakan ekolo!i. +entuk kerusakan ekolo!i ini didominasi oleh
kerusakan hutan. +erba!ai bencana akibat kerusakan ekolo!i yan! melanda .ndonesia di tahun
5225 dia'ali oleh ban"ir besar yan! menen!!elamkan seba!ian besar 'ilayah *akarta ada
a'al <ebruari 5225. Dalam eristi'a tersebut% yan! diindikasikan karena rusaknya ka'asan
hutan di daerah +o!or% /uncak dan )ian"ur #+oun"ur$% tidak hanya men!akibatkan keru!ian
harta dan benda% melainkan "u!a nya'a.

- - 15 - -
..3 Ha#!) Ana)!#!# Regre#! L!n!er
+erdasarkan hasil re!resi linier !anda multivariabel% dieroleh hubun!an fun!sional
antara variabel takbebas dan variabel bebas terilih seba!ai berikut :
Nisbah = $.$$%&$2 Hutan(-1) -$.$$3$%5 DR(-1) + $.$$1$13 SP(-1) -5.5'1$
-5
SDAIR(-1)
+ 2.33'1$
-5
Proda!u + 2.2'1$
-5
Pndd ( 1$4.2)""
a. @"i re!resi linier !anda
=asil u"i koefisien determinasi !anda #4-sLuared$ men!hasilkan nilai sebesar 2.001,>5
yan! berarti ada korelasi lan!sun! antara variabel bebas terhada variabel takbebas. 3ilai <-
statistik sebesar ,9.1HHH D >.1H #berdasarkan daftar distribusi < den!an E 2.1$ menun"ukkan
bah'a re!resi linier variabel nisbah terhada variabel A/+3 Kehutanan% D4% A/+3 /ertanian
#roduksi tanaman an!an$% A/+3 Sumberdaya Air% roduksi kayu dan "umlah enduduk
bersifat nyata. /ersamaan re!resi daat diterima.
b. @"i koefisien
Dari ersamaan tersebut di atas dieroleh koefisien untuk A1%A5%A,%A>%A?%AH masin!-
masin! adalah 0.00!0"# $0.00%0&# 0.00'0'%# $&.&x'0 # ".%%x'0 # "."x'0 . @"i koefisien
$& $& $&
den!an tin!kat E 2%1 menun"ukkan bah'a koefisien A1%A5%A,%A> si!nifikan terhada
variabel tak bebas. Koefiesien A? dan AH tidak si!nifikan meskiun menun"ukkan korelasi
ositif sesuai den!an hiotesa a'al.
+erdasarkan hubun!an fun!sional re!resi linier di atas daat ditarik beberaa kesimulan
seba!ai berikut :
a. Setia investasi A/+3 di bidan! kehutanan sebesar 1 unit #"uta ruiah$ menin!katkan nilai
nisbah sebesar 2.221925. +eberaa faktor enyebab korelasi ositif ini diantaranya adalah
belum teatnya alokasi A/+3 di bidan! kehutanan% belum teatnya erencanaan
ro!ram7royek sehin!!a alokasi dana yan! ada belum teat sasaran dalam emban!unan
kehutanan. Analisa trend menun"ukkan bah'a ada kurun 'aktu ? tahun terakhir #100>-
1009$ alokasi A/+3 menurun "ika dibandin!kan den!an alokasi ada kurun 'aktu ? tahun
sebelumnya #1090-100,$. =in!!a saat ini investasi di bidan! kehutanan khususnya untuk
rehabilitasi hutan diandan! seba!ai investasi yan! beresiko dan hasilnya tidak dieroleh
dalam "an!ka endek seba!aimana bidan! lainnya. /aradi!ma lama emban!unan yan!
men!edeankan indikator ekonomi menematkan hutan seba!ai temat eksloitasi kayu
dalam ran!ka men!e"ar tar!et roduksi yan! men"adi tuntutan industri kayu dalam ne!eri
dan luar ne!eri. /ada sisi lain ke!iatan konversi lahan berve!etasi hutan "u!a menin!kat
yan! akan men!uran!i kemamuannya dalam menyera air hu"an. /adahal hutan
memberikan kemun!kinan terbaik ba!i emulihan dan erbaikan sifat lahan.
b. Kenaikan Dana 4eboisasi /roinsi *a'a +arat sebesar 1 unit #"uta ruiah$ akan
menurunkan nisbah sebesar 2.22,21?. Sesuai den!an hiotesa a'al% keberadaan dana D4
diharakan daat men"adi alternatif embiayaan emban!unan kehutanan khususnya untuk
ke!iatan reboisasi hutan. Ke!iatan reboisasi diharakan daat memerbaiki kondisi tutuan
hutan yan! telah !undul atau dalam keadaan kritis seba!ai akibat eneban!an kayu hutan.
/erbaikan terhada kondisi tutuan hutan akan men!uran!i limasan lan!sun!
diermukaan yan! akhirnya akan men!uran!i nilai nisbah.
c. Kenaikan alokasi A/+3 sektor ertanian /roinsi *a'a +arat setia 1 unit #"uta ruiah$
akan menaikkan nilai nisbah sebesar 2.22121,. =al ini daat diahami karena investasi
- - 1, - -
untuk ke!iatan enin!katan roduksi tanaman an!an akan menin!katkan kebutuhan akan
debit air iri!asi seba!ai endukun!. Analisa trend menun"ukkan alokasi A/+3 untuk sektor
ertanian untuk enin!katan roduksi men!alami kenaikan terus-menerus dari tahun 1090
hin!!a 1009% meskiun alokasi dana sektor kehutanan "u!a men!alami kenaikan% namun
nilainya masih diba'ah alokasi dana sektor ertanian dan sumber daya air. /adahal hutan
memunyai eranan yan! entin! seba!ai enyan!!a sistim DAS karena keberadaannya
seba!ai en!atur tata !una air% sementara sektor sumberdaya air bereran dalam
endistribusian air melalui embuatan sistim iri!asi. Ke!iatan investasi di sektor ertanian
berkaitan den!an enin!katan roduksi tanaman an!an seharusnya diirin!i den!an
emilihan tie iri!asi dan drainase yan! teat% hal ini akan memen!aruhi karakteristik
aliran lan!sun! di ermukaan. .ri!asi yan! baik akan memun!kinkan air terdistribusi
den!an baik dan memerbesar kaasitas infiltrasi. Drainase yan! baik akan men!hambat
terba'anya artikel-artikel tanah ke dalam sun!ai yan! akan menyebabkan endan!kalan
sun!ai. /emilihan ola tanam dan emilihan "enis tanaman akan memen!aruhi keadaan
tutuan lahan yan! selan"utnya beren!aruh ada aliran lan!sun! di ermukaan. +udidaya
di lahan ertanian secara intensif harus memberikan ruan! untuk konservasi air. Selain
dariada itu dierlukan ula erubahan ola ikir dan ersesi tentan! erlunya reorientasi
sistem roduksi ertanian nasional dari paddy field oriented men"adi upland agriculture
development oriented melalui en!!unaan lahan kerin!. 8ahan kerin! san!at men"an"ikan
dalam menoan! roduksi ertanian nasional. Selain karena hemat air% roduksi an!an
lahan kerin! "u!a daat mendekati lahan sa'ah aabila iri!asi suplementer daat
dikemban!kan.
d. Kenaikan alokasi A/+3 bidan! sumberdaya air sektor en!airan dan iri!asi% enyelamatan
hutan% tanah dan air setia 1 unit #"uta ruiah$ akan menurunkan nilai nisbah sebesar $
&.&x'0 . =asil u"i koefisien den!an tin!kat
$&
E 2%1 menun"ukkan bah'a alokasi A/+3
ada bidan! sumberdaya air sesuai sektor tersebut di atas memunyai nilai yan! si!nifikan
terhada enurunan nisbah. Keteatan en!alokasian dana% erencanaan ro!ram7royek
secara teat meruakan faktor yan! akan beren!aruh ada nilai korelasi ini.
e. Setia teban!an kayu di *a'a +arat sebesar 1 m akan menin!katkan nilai nisbah di Sun!ai
,
)ili'un! sebesar ".%%x'0 % namun kenaikan ini tidak si!nifikan. Sedan!kan kenaikan
$&
setia 1222 "i'a enduduk di *a'a +arat akan menaikkan nisbah Sun!ai )ili'un! sebesar
"."x'0 % kenaikan ini "u!a tidak si!nifikan. Koefisien A? berkorelasi ositif% hal ini
$"
menu"ukkan bah'a ke!iatan eneban!an hutan daat menyebabkan menurunnya luasan
tutuan hutan yan! berakibat ada menin!katnya nisbah. Demikian ula den!an berba!ai
aktifitas yan! diakibatkan oleh enin!katan "umlah enduduk seerti ke!iatan ermukiman%
enanaman tanaman bukan te!akan% industri% erkantoran% embuan!an samah% aktifitas di
bantaran sun!ai dan emban!unan sarana dan rasarana fisik daat menyebabkan
enin!katan nilai nisbah.
/ersamaan re!resi diatas menun"ukkan bah'a alokasi A/+3 setia 1 unit #"uta ruiah$
untuk masin!-masin! sektor di atas masih memun!kinkan kenaikan nilai nisbah sebesar 2.22?.
Analisa trend "u!a menun"ukkan bah'a nilai nisbah memunyai kecenderun!an menin!kat.
+erdasarkan analisa di atas daat ula disimulkan bah'a erencanaan DAS tidak
daat dilakukan melalui endekatan sektoral sa"a% keterkaitan antar sektor yan! me'akili
masin!-masin! sub-DAS% dari sub-DAS hulu hin!!a ke hilir erlu men"adi fokus erhatian
den!an bere!an! ada rinsi Mone river one management. Keterkaitan antar sektor meliuti
erencanaan A/+3% erencanaan sektor7ro!ram7royek hin!!a ada tin!kat koordinasi semua
instansi atau lemba!a terkait dalam en!elolaan DAS. Sun!ai seba!ai ba!ian dari 'ilayah DAS





- - 1> - -
meruakan sumberdaya yan! men!alir #flowing resources$% dimana emanfaatan di daerah hulu
akan men!uran!i manfaat di hilirnya. Sebaliknya erbaikan di daerah hulu manfaatnya akan
diterima di hilirnya. +erdasarkan hal tersebut dierlukan suatu erencanaan teradu dalam
en!elolaan DAS den!an melibatkan semua sektor terkait% seluruh stakeholder dan daerah yan!
ada dalam lin!ku 'ilayah DAS dari hulu hin!!a ke hilir.
/endekatan dalam erencanaan DAS daat ula dilakukan melalui endekatan inut-roses-
outut. Semua inut di sub-DAS hulu akan diroses ada sub-DAS tersebut men"adi outut.
Outut dari sub-DAS hulu men"adi inut ba!i sub-DAS ten!ah% dan melalui roses yan! ada
men"adi outut dari sub-DAS ini. Selan"utnya outut ini men"adi inut ba!i sub-DAS hilir.
/roses yan! ada ada sub-DAS hilir men!hasilkan outut terakhir dari DAS. /ada masa ke
dean nanti bukan hal yan! tidak mun!kin "ika outut dari sub-DAS hilir men"adi inut ba!i
sub-DAS di hulunya. =al ini daat ter'u"ud melalui mekanisme subsidi hilir-hulu den!an
eneraan Muser pays principleN mauun Mpolluter pays principleN.
... Ha#!) Ana)!#!# *r+nd
Analisa trend alokasi dana /roinsi *a'a +arat menun"ukkan bah'a alokasi dana untuk
sektor kehutanan "auh lebih kecil "ika dibandin!kan den!an sektor ertanian dan sumberdaya
Air den!an rata-rata er tahunnya 9.15H "uta ruiah% dimana dana ini terdiri dari dana A/+3
dan Dana 4eboisasi #D4$. =asil analisa trend alokasi dana /roinsi *a'a (en!ah dan *ambi
"u!a menun"ukkan hal serua seba!aimana di /roinsi *a'a +arat. Di /roinsi *a'a (en!ah
alokasi dana A/+3 untuk sektor sumberdaya Air menin!kat ta"am dari tahun ke tahun seirin!
menin!katnya alokasi dana di sektor ertanian dalam ran!ka enin!katan roduksi tanaman
an!an. Demikian ula di /roinsi *ambi. 3amun trend hasil roduksi tanaman an!an #adi$
baik di /roinsi *a'a +arat% *a'a (en!ah mauun /roinsi *ambi men!alami fluktuasi setia
tahunnya% hal ini menun"ukkan bah'a uaya enin!katan roduksi tanaman an!an #adi$
belum berhasil seenuhnya% sementara "umlah enduduk terus menin!kat dari tahun ke tahun.
Sedan!kan untuk sektor kehutanan meskiun alokasi dana setia tahunnya men!alami kenaikan
namun nilainya masih "auh diba'ah sektor ertanian dan sumberdaya Air% meskiun telah
mendaat kontribusi dari dana reboisasi. Secara lebih len!ka hasil analisa trend tersebut
disa"ikan ada tabel berikut ini :
Ta&e) ..1 , A)ka#! Dana Sek"r Ke-'"anan/ Per"an!an (an S'%&er(a0a A!r/ 112131112 (R+.
J'"a)
/roinsi *a'a +arat /roinsi *a'a (en!ah (ropinsi )ambi
3ilai
Kehutanan /ertanian
Sumber
Daya Air
Kehutanan /ertanian
Sumber
Daya Air
Kehutanan /ertanian
*umbe
+aya Air
4ata5 9.15H 1>.>?2 12.,>5 ,.,20 12.551 02.H,5 5.0HH H.?09 '0.,%-
&aks 1,.9H? 5?.221 1>?.>22 H.91H 10.>91 151.>50 ?.0?? 0.092 "'.&00
.in ".%&, %.0&' '.''% !0 ".&0 ',.%,% !& '.0'' '.00'
)atatan : Dana sektor kehutanan terdiri dari A/+3 dan Dana 4eboisasi #D4$









- - 1? - -
Jrafik >.1 Alokasi Dana *a'a +arat Jrafik >.5 Alokasi Dana *a'a (en!ah Jrafik >., Alokasi Dana *ambi
Jrafik >.> /roduksi /adi *a'a +arat Jrafik >.? /roduksi /adi *a'a (en!ah Jrafik >.H /roduksi /adi *ambi
=al ini menun"ukkan bah'a sektor ermukiman dan rasarana 'ilayah masih men"adi
rioritas dalam emban!unan dibandin!kan den!an sektor kehutanan. .ndikator emban!unan
baran!kali lebih mudah dilihat den!an berhasil diban!unnya berba!ai sarana fisik% sementara
emban!unan di bidan! kehutanan masih diandan! seba!ai investasi yan! beresiko dan
hasilnya dieroleh dalam "an!ka 'aktu yan! lama. /ada satu sisi sarana iri!asi diban!un
seba!ai enun"an! uaya enin!katan roduksi tanaman an!an di sektor ertanian% namun
ada sisi lain kemamuan hutan seba!ai enyan!!a sistem DAS semakin menurun den!an
menin!katnya nilai nisbah sun!ai. /eneban!an hutan terus berlan"ut seba!ai uaya memenuhi
roduksi kayu hutan. Akibatnya ada musim hu"an air berlimah sehin!!a men"adi bencana
ban"ir% dan ada musim kemarau air surut sehin!!a timbul bencana kekerin!an. /ada musim
kerin! banyak sarana iri!asi yan! kerin! sehin!!a roduksi tanaman an!an ter!an!!u. /rend
roduksi adi di keti!a roinsi menun"ukkan bah'a roduksi adi berfluktuasi dari tahun ke
tahun% artinya uaya enin!katan roduksi belum berhasil. Sementara itu endekatan yan!
diakai dalam enyelesaiaan masalah bencana ban"ir dan kekerin!an selama ini tamaknya
lebih banyak berorientasi ada enyelesaian yan! bersifat :fisik; yaitu den!an memban!un
rasarana en!endali ban"ir yan! sekali!us daat berfun!si seba!ai enamun! air ba!i
enyediaan air iri!asi di musim kemarau. /adahal hal ini serin!kali bersifat symtomatik hanya
sekedar menan!ani !e"ala yan! timbul tetai kuran! memerhatikan akar ermasalahannya.
+erdasarkan hal tersebut di atas% tamaknya alokasi dana A/+3 yan! ada untuk sektor
kehutanan ditambah den!an dana reboisasi #D4$ belum mamu memerbaiki kondisi hutan.
=utan terus terde!radasi sehin!!a kemamuannya seba!ai enyan!!a sistem DAS terus
menurun% dan damaknya dirasakan oleh seluruh sub-sistem DAS dari hulu hin!!a ke hilir
!"""""
#"""""
$"""""
%"""""
&"""""""
&"!"""""
&"#"""""
&"$"""""
&"%"""""
&&""""""
&
%
&
"
&
&
&
!
&
'
&
#
&
(
&
$
&
)
&
%
Tahun
P
r
odu
k
s
i
(
Ton )
)""""""
)!"""""
)#"""""
)$"""""
)%"""""
%""""""
%!"""""
%#"""""
%$"""""
%%"""""
&
%
&
"
&
&
&
!
&
'
&
#
&
(
&
$
&
)
&
%
Tahun
P
r
od
uk
s
i
(
Ton)
"
&"""""
!"""""
'"""""
#"""""
("""""
$"""""
)"""""
&% &"&& &!&' &#&( &$&) &%
Tahun
P
r
od
uk
s
i
(
T
on )
"
!""""
#""""
$""""
%""""
&"""""
&!""""
&#""""
&$""""
&
%
&
"
&
&
&
!
&
'
&
#
&
(
&
$
&
)
&
%
Tahun
Al
o
k
as
i
D
a
n
a
*
+
ut
a
,
u-i
ah
.
Kehutanan
Pertanian
Kim-ras/ il
"
&""""
!""""
'""""
#""""
(""""
$""""
)""""
%""""
""""
&"""""
&&"" ""
&!""""
&'""""
&%

&
"
&
&
&
!
&
'
&
#
&
(
&
$
&
)
&
%
Tahun
A
l
ok
as i
Dana
*
+
ut
a
,u-i
ah.
Kehutanan
Pertanian
Kim-ras/il
"
("""
&""""
&("""
!""""
!("""
&%

&
"
&
&
&
!
&
'
&
#
&
(
&
$
&
)
&
%
Tahun
A
l
o
k
as i
D
a
na
*
+
ut
a ,
u-i
ah.
Kehutanan
Pertanian
Kim-ras/il
- - 1H - -
khususnya sektor ermukiman 'ilayah dan sektor ertanian dalam bentuk bencana ban"ir dan
kekerin!an.
4. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. /en!elolaan Daerah Aliran Sun!ai #DAS$ adalah suatu bentuk en!emban!an 'ilayah
yan! menematkan DAS seba!ai suatu unit en!elolaan% den!an daerah ba!ian hulu dan
hilir memunyai keterkaitan biofisik melalui daur hidrolo!i. Oleh karena itu erubahan
en!!unaan lahan di daerah hulu akan memberikan damak di daerah hilir dalam bentuk
fluktuasi debit air% kualitas air dan transort sedimen serta bahan-bahan terlarut di
dalamnya. Den!an demikian en!elolaan DAS meruakan aktifitas yan! berdimensi
biofisik #seerti% en!endalian erosi% ence!ahan dan enan!!ulan!an lahan-lahan kritis%
dan en!elolaan ertanian konservatif$6 berdimensi kelemba!aan #seerti% insentif dan
eraturan-eraturan yan! berkaitan den!an bidan! ekonomi$6 dan berdimensi sosial yan!
lebih diarahkan ada kondisi sosial budaya setemat% sehin!!a dalam erencanaan model
en!emban!an DAS teradu harus memertimban!kan aktifitas7teknolo!i en!elolaan
DAS seba!ai satuan unit erencanaan emban!unan yan! berkelan"utan.
5. Oerasionalisasi konse DAS teradu seba!ai satuan unit erencanaan dalam
emban!unan selama ini masih terbatas ada uaya rehabilitasi dan konservasi tanah dan
air% sedan!kan or!anisasi masih bersifat ad.hoc% dan kelemba!aan yan! utuh tentan!
en!elolaan DAS belum terola. A!ar en!elolaan DAS daat dilakukan secara otimal%
maka erlu dilibatkan seluruh eman!ku keentin!an dan direncanakan secara teradu%
menyeluruh% berkelan"utan dan ber'a'asan lin!kun!an den!an DAS seba!ai suatu unit
en!elolaan.
,. +erdasarkan hasil analisa data diatas% erencanaan DAS tidak daat dilakukan melalui
endekatan sektoral sa"a% melainkan erlu adanya keterkaitan antar sektor yan! me'akili
masin!-masin! sub DAS% dari sub-DAS hulu hin!!a ke hilir yan! men"adi fokus
erhatian den!an bere!an! ada rinsi Mone river one management. Keterkaitan antar
sektor meliuti erencanaan A/+3% erencanaan sektor7ro!ram7royek hin!!a ada
tin!kat koordinasi semua instansi atau lemba!a terkait dalam en!elolaan DAS. Sun!ai
seba!ai ba!ian dari 'ilayah DAS meruakan sumberdaya yan! men!alir #flowing
resources$% dimana emanfaatan di daerah hulu akan men!uran!i manfaat di hilirnya.
Sebaliknya erbaikan di daerah hulu manfaatnya akan diterima di hilirnya. +erdasarkan
hal tersebut dierlukan suatu erencanaan teradu dalam en!elolaan DAS den!an
melibatkan semua sektor terkait% seluruh stakeholder dan daerah yan! ada dalam lin!ku
'ilayah DAS dari hulu hin!!a ke hilir.
>. /endekatan dalam erencanaan DAS daat ula dilakukan melalui endekatan inut-
roses-outut. Semua inut di sub-DAS hulu akan diroses ada sub-DAS tersebut
men"adi outut. Outut dari sub-DAS hulu men"adi inut ba!i sub-DAS ten!ah% dan
melalui roses yan! ada men"adi outut dari sub-DAS ini. Selan"utnya outut ini men"adi
inut ba!i sub-DAS hilir. /roses yan! ada ada sub-DAS hilir men!hasilkan outut
terakhir dari DAS. /ada masa ke dean nanti bukan hal yan! tidak mun!kin "ika outut
dari sub-DAS hilir men"adi inut ba!i sub-DAS di hulunya. =al ini daat ter'u"ud
melalui mekanisme subsidi hilir-hulu den!an eneraan Muser pays principleN mauun
Mpolluter pays principleN.
- - 11 - -
Dalam ran!ka memulihkan dan mendaya!unakan sun!ai dan emeliharaan kelestarian
DAS% maka rekomendasi ke dean erlu disusun kebi"akan #eraturan$ emerintah yan!
men!atur tentan! en!elolaan DAS teradu% yan! antara lain daat memuat :
1. /en!elolaan DAS teradu yan! meliuti :
a. Keteraduan dalam roses erencanaan% yan! mencaku keteraduan dalam
enyusunan dan enetaan rencana ke!iatan di daerah aliran sun!ai.
b. Keteraduan dalam ro!ram elaksanaan% yan! meliuti keteraduan enyusunan
ro!ram-ro!ram ke!iatan di daerah aliran sun!ai% termasuk memadukan 'aktu
elaksanaan% lokasi dan endanaan serta mekanismenya.
c. Keteraduan ro!ram-ro!ram ke!iatan emerintah usat dan daerah yan! berkaitan
den!an daerah aliran sun!ai% se"alan den!an adanya erundan!an otonomi daerah.
d. Keteraduan dalam en!endalian elaksanaan ro!ram ke!iatan yan! meliuti roses
evaluasi dan monitorin!.
e. Keteraduan dalam en!endalian dan enan!!ulan!an erosi% ban"ir dan kekerin!an.
5. =ak dan ke'a"iban dalam en!elolaan DAS yan! meliuti hak setia oran! untuk
men!elola sumber daya air den!an memerhatikan ke'a"iban melindun!i% men"a!a dan
memelihara kelestarian daerah aliran sun!ai.
,. /emba!ian ke'enan!an yan! "elas antara daerah kabuaten7kota% daerah roinsi den!an
emerintah usat dalam men!elola DAS secara teradu.
>. +adan en!elola daerah aliran sun!ai #asek kelemba!aan$ daat berua badan usaha atau
badan7instansi emerintah. +adan-badan tersebut ditetakan oleh emerintah baik usat
mauun daerah sesuai den!an ke'enan!an yan! berlaku.
?. Kebi"akan emerintah ini selain men!atur tentan! eran serta masyarakat dalam
en!elolaan DAS teradu% "u!a men!atur sanksi #hukuman$ ba!i masyarakat yan! tidak
men!indahkan eraturan emerintah dalam en!elolaan DAS teradu baik ada DAS
lokal% re!ional mauun nasional.
- - 19 - -
DA*TAR PUSTAKA
Asdak% ). 1000. :DAS seba!ai Satuan &onitorin! dan Evaluasi 8in!kun!an: Air seba!ai .ndikator Sentral;%
Seminar Sehari/E4SAK. DAS seba!ai Satuan /erencanaan (eradu dalam /en!elolaan Sumber DayaAir% 51
Desember 1000. *akarta.
+adan /usat Statistik. 522,. *tatistik 0ndonesia "00". *akarta.
+aeda Kabuaten +atan!hari dan +adan /usat Statistik Kabuaten +atan!hari. 522,. 1atanghari dalam
Angka "00". +atan!hari.
+aeda Kabuaten +atan!hari dan +adan /usat Statistik Kabuaten +atan!hari. 522,. (roduk +omestik
2egional 1ruto Kabupaten 1atanghari menurut 3apangan 4saha /ahun "000$"00". +atan!hari.
+aeda Kabuaten +o!or dan +adan /usat Statistik Kabuaten +o!or. 5221. Kabupaten 1ogor dalam
Angka "000. +o!or.
+aeda Kabuaten +o!or dan +adan /usat Statistik Kabuaten +o!or. 522,. Kabupaten 1ogor dalam
Angka "00". +o!or.
+aeda Kota +o!or dan +adan /usat Statistik Kota +o!or 5221. Kota 1ogor dalam Angka "000. +o!or.
+aeda Kota +o!or dan +adan /usat Statistik Kota +o!or 5225. Kota 1ogor dalam Angka "00". +o!or.
+aeda Kota Deok dan +adan /usat Kota Deok 5222. +epok dalam Angka '---. *akarta.
+aeda /rovinsi DK. *akarta dan +adan /usat Statistik /rovinsi DK. *akarta. 5222. )akarta dalam Angka
'---. *akarta.
+aeda /rovinsi DK. *akarta dan +adan /usat Statistik /rovinsi DK. *akarta. 522,. )akarta dalam Angka
"00". *akarta.
+aeda /rovinsi DK. *akarta dan +adan /usat Statistik /rovinsi DK. *akarta. 5225. )akarta dalam
Angka"00'. *akarta.
+aeda /rovinsi *ambi dan +adan /usat Statistik /rovinsi *ambi. 1000. )ambi dalam Angka '--!. *ambi.
+aeda /rovinsi *ambi dan +adan /usat Statistik /rovinsi *ambi. 5221. )ambi dalam Angka "00'. *ambi.
+aeda /rovinsi *ambi dan +adan /usat Statistik /rovinsi *ambi. 5222. )ambi dalam Angka '---. *ambi.
+aeda /rovinsi *ambi. 522>. +ata (okok (rovinsi)ambi /ahun "00%. *ambi.
+aeda /rovinsi *a'a (en!ah dan +adan /usat Statistik /rovinsi *a'a (en!ah. 522,. )awa /engah dalam
Angka "00". Semaran!.
+/-DAS +atan!hari. 5225. +ata 1ase dan 0nformasi Kegiatan 2ehabilitasi 3ahan dan (erhutanan *osial di
5ilayah 1alai (engelolaan +A* 1atanghari. *ambi.
+/-DAS /emali *ratun. 5225. +ata 0nalkatif 3ahan Kritis Kabupaten6Kota dalam +A* se$5ilayah 1alai
(engelolaan +A* 1atanghari. *ambi.
Deartemen Kehutanan. 109?. (rosiding 3okakarya (engelaolaan +aerah Aliran *ungai /erpadu. *akarta
Deartemen Kehutanan. 100,. 2encana (engelolaan +A* /erpadu 1atanghari. *akarta.
Deartemen /emukiman dan /rasarana -ilayah. 5222. *tudi (endahuluan (enanganan Konservasi dan
(engembangan *umberdaya Air di 5ilayah *ungai 7iliwung 87isadane. *akarta.
Dinas /eker"aan @mum /en!airan /rovinsi *a'a (en!ah. 5222. 3aporan Akhir 2encana (engembangan
*umber +aya Air 5ilayah *ungai )ratunseluna. Semaran!.
Dinas /eker"aan @mum /en!airan /rovinsi *a'a (en!ah. 5221. (engembangan dan (engelolaan *umber
+aya Air di (rovinsi )awa /engah. Semaran!.
Dinas /en!elolaan Sumber Daya Air /rovinsi *a'a (en!ah. 522,. (otensi Ketersediaan Air dalam 2angka
.endukung Antisipasi Kekeringan (rovinsi )awa /engah. Semaran!.
Direktorat *enderal /enataan 4uan! dan /en!emban!an -ilayah% Deartemen Kimras'il. 5225. 1asin
5ater 2esources .anagement 4nit 7omponent of )ava 0rigation 0mprovement and 5ater 2esources
.anagement (ro9ect, 1asin 5ater 2esources .anagement$ :inal 2eport ;7entral )ava and +0<=. *akarta.
=arid"a"a% O. 1002. (engembangan (ola 4saha /ani 7ampuran pada 3ahan Kering yang 1erwawasan
3ingkungan di Kabupaten *ukabumi. +o!or: *urusan .lmu (anah <akultas /ertanian% ./+.
A!riculture =andbook. 3o. ?,1
- - 10 - -
./+ /ress. 1090. Konservasi /anah dan Air. +o!or.
Kartodihard"o% =.% K. &urtilaksono% =.S. /asaribu. et.all. 5222. Ka9ian 0nstitusi (engelolaan +A* dan
Konservasi /anah. +o!or: K,S+.
Kodoatie% 4.*. et.all. 5221. (engelolan *umber +ayaAir dalam >tonomi +aerah. Fo!yakarta: Andi.
8insley% 4ay K.et.all. 1092. Applied ?ydrology. 3e' Delhi: (ata &cJra' =ill /ublication. )o.
3otohadira'iro. 1090. :/ertanian 8ahan Kerin! di .ndonesia: /otensi% /rosek% Kendala dan
/en!emban!annya;% &akalah 8okakarya Evaluasi /en!emban!an /ala'i"a S<)D/-@SA.D% +o!or 10
Desember 1000.
/asaribu% =.S. 1000. :DAS seba!ai Satuan /erencanaan (eradu dalam Kaitannya den!an /en!emban!an
-ilayah dan /en!emban!an Sektoral +erbasiskan Konservasi (anah dan Air%; Seminar Sehari /E4SAK.
DAS seba!ai Satuan /erencanaan (eradu dalam /en!elolaan Sumber Daya Air% 51 Desember 1000. *akarta.
/erusahaan @mum *asa (irta .. 5225. 2eview *tudi Kelayakan (engelolaan *umber +aya Air ;*+A= di
5ilayah *ungai ;*5=)ratunseluna. &alan!.
/royek /en!endalian +an"ir dan /en!amanan /antai. 5225. 0nformasi +ata (engembangan *umber +aya
Air (rovinsi )ambi. *ambi.
Sar"adi% Soe!en!. 5221. >tonomi$(otensi .asa +epan 2epublik 0ndonesia. *akarta: /( Jramedia /ustaka
@tama.
Society of American <orester. 10?9. :orest /erminology, a @lossary of /erms used on :orestry.
-ashin!ton D).
Sub +alai 4ehabilitasi 8ahan dan Konservasi (anah DAS )ili'un!-)iu"un!. 109H. 2encana /eknik
3apangan 2ehabilitasi 3ahan dan Konservasi /anah +A* 7iliwung ?ulu. /emda (K. ... +o!or% +o!or.
Suriin. 5221. (elestarian *umber +aya /anah dan Air. Fo!yakarta: /enerbit A3D..
-ischmeier% -.=. and D.D. Smith. 1019. (redicting 2ainfall Arosion 3osses. @S Det.