Anda di halaman 1dari 6

POTENSIOMETRI

Potensiometri adalah suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda


potensial sel dari suatu sel elektrokimia. Metode potensiometri digunakan untuk
menentukan konsentrasi suatu ion (ion selective electrode), pH suatu larutan, dan
menentukan titik akhir titrasi.
Alat-alat yang diperlukan dalam metode potensiometri adalah :
. !lektrode pembanding (re""erence electrode)
#. !lektroda indikator (indicator electrode)
3. Alat pengukur potensial
!lektroda $ndikator terdiri dari :
!lektroda ion logam
Paling umum digunakan adalah elektroda logam perak
%espon baik untuk ion perak (Argentometri)
%espon lain terhadap ion-ion yang membentuk senya&a perak yang sukar larut
!lektroda lembam ($nert)
'iasanya menggunakan platina
(igunakan untuk mengukur reaksi redoks
)urang baik untuk reduktor kuat
!lektroda selaput* selekti" ion
Hanya peka pada salah satu ion sa+a
Paling banyak digunakan adalah indikator gelas untuk pengukuran pH
)elemahan : muncul kesalahan alkali, kesalahan ini timbul karena elektroda gelas
memberikan respon terhadap konsentrasi ion alkali dalam larutan yang bersi"at
basa.
Potensiometri adalah satu cara elektrokimia untuk analisa ion secara
kuantitati" berdasarkan pengukuran potensial dari elektroda yang peka terhadap
ion yang bersangkutan. Potensiometri digunakan untuk menentukan konsentrasi
suatu ion, pH larutan, dan titik akhir titrasi.
!lemen yang digunakan dalam potensiometri adalah elektroda pembanding,
elektroda $ndikator, ,embatan garam dan larutan yang dianalisis. !lektroda
pembanding dibagi men+adi dua, yaitu elektroda pembanding primer dan elektroda
pembanding sekunder (elektroda kalomel dan elektroda perak).
!lektroda $ndikator dibagi men+adi dua, yaitu elektroda logam dan elektroda
membran. !lektroda -ogam terdiri dari tiga macam, antara lain elektroda +enis
pertama, kedua, dan ketiga. .edangkan elektroda membran dibagi men+adi
elektroda membran kaca, elektroda membran padat, elektroda membran cair dan
elektroda membran gas.
Proses titrasi potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda
indikator dan elektroda pembanding yang sesuai. /ara potensiometri ini berman"aat
bila tidak ada indikator yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi.
Potensiometri catatankecilduniaku.html
Potensiometri merupakan metode analisis kimia berdasar hubungan antara potensial elektroda
relatif dengan konsentrasi larutan dalam suatu sel kimia. Metode ini berguna untuk menentukan
titik setara suatu titirasi secra instrumental sebagai pengganti indikator visual. Alat yang
digunakan untuk melakukan percobaan ini adalah potensiometri atau pH meter dengan elektroda
kerja dan referensi yang tercelup dalam larutan yang diukur. Hasil pengukuran berupa harga
potnsional elektroda yang dapat dibuat kurva hubungan antara potensial (E) dan volume
pereaksinya (Sumar, 1994).
Potensiometri merupakan salah satu cara pemeriksaan fisik kimia yang menggunakan peralatan
listrik untuk mengukur potensial elektroda besarnya potensial elektroda ini tergantung pada
kepekatan ion!ion tertentu dalam larutan karena itu dengan memakai persamaan "ernst #
E $ E
o
% k log (c)
&imana # E $ sel potensial yang diukur
E
o
$ konstan selama pemberian suhu
' $ konsentrasi yang ditentukan
Potensial suatu elektroda tidak dapat diukur tersendiri tetapi dapat ditentukan dengan
menggunakan elektroda indikator dengan elektroda pembanding yang hanya memiliki harga
potensial yang tetap selama pengukuran. Elektroda pembanding yang diambil sebagai baku
international adalah elektroda hidrogen baku. Harga potensial elektroda ini ditetapkan nol pada
kesadahan baku ( H
%
)$ ( M tekanan gas H
)
$ ( atm dan suhu )*
o
' sedangkan gaya gerak
listrik ( ++, ) pasangan elektroda itu diukur dengan bantuan potensiometer yang sesuai dan
sering digunakan peralatan elektronik (Underwood, 1998).
Potensial dalam titrasi potensiometri dapat diukur sesudah penambahan sejumlah kecil
volume titran secara berturut-turut atau secara kontinu dengan perangkat automatik. Presisi dapat
dipertinggi dengan sel konsentrasi. Elektroda indikator yang digunakan dalam titrasi
potensiometri tentu saja akan bergantung pada macam reaksi yang sedang diselidiki. .adi untuk
suatu titrasi asam basa elektroda indikator dapat berupa elektroda hidrogen atau sesuatu
elektroda lain yang peka akan ion hidrogen untuk titrasi pengendapan halida dengan perak
nitrat atau perak dengan klorida akan digunakan elektroda perak dan untuk titrasi redoks
(misalnya besi(//)) dengan dikromat digunakan ka0at platinum semata-mata sebagai elektroda
redoks (1hopkar (223)
Potensiometri merupakan aplikasi langsung dari persamaan "erst dengan cara
pengukuran potensial dua elektroda tidak terpolarisasi pada kondisi arus nol. Persamaan "ersnt
memberikan hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya
yang sesuai dalam larutan. &engan pengukuran potensial revensibel suatu elektroda maka
perhitungan aktivitas atau konsentrasi suatu komponen dapat dilakukan. .ika dua elektroda yang
sama diletakkan pada silinder berisi larutan yang sama (tetapi berbeda konsentrasi) serta
dihubungkan dengan suatu jembatan garam maka potensial diantara dua lektroda sesuai dengan
perbandingan kedua konsentrasinya tersebut. /ni diketahui sebagai sel konsentrasi (Khopkar,
2003).
&alam suatu titrasi potensiometri titik akhir ditemukan dengan menentukan volume yang
menyebabkan perubahan relative besar dalam potensial apabila titran ditambahakan beberapa
metode menyalurkan beberapa data titrasi dapat digunakan untuk semua reaksi digunakan untuk
tujuan titrimetri asam basa reaksi pengendapan dan pembentukan kompleks. &ipilih suatu alat
elektroda indicator yang tepat untuk suatu elektroda pembanding seperti kalomel untuk
melengkapi sel titrasi potensiometri dapat digunakan dengan tangan ataupun dengan
potensioautomatik penekanan kurva titrasi secara automatic pada titik akhir
(Underwood, 1998).
4ejak permulaan abad ini metode potensiometri telah digunakan untuk mendeteksi titik akhir
titrasi. 4ekarang meode ini dapat digunakan secara langsung untuk menentukan konsentrasi suatu
ion (ion selective electrode). Alat-alat yang diperlukan dalam metode potensiometri adalah #
(. Elektroda pembanding
). Elektroda indikator
5. Alat pengukur potensial
Elektroda Pembanding
Elektroda pemanding adalah suatu elektroda dengan harga potensial setengah sel yang diketahui
konstan dan sama sekali tidak peka terhadap komposissi larutan yang sedang disilidiki.
Pasangan elektroda pembanding adalah elektroda eektroda indikator yang potensialnya
tergantung pada konsentrasi 6at yang sedang diselidiki. 7ebrapa contoh elektroda pembanding #
- Elektroda 1alomel
4etengah sek elektoda kalomel dapat ditunjukkan sebagai #
ll Hg
)
'l
)
(sat8d) 1'l (9M) l Hg
&engan 9 meunjukkan konsentrasi 1'l didalam larutan. :eaksi elektroda dapat dituliskan
sebagai
Hg
)
'l
)
% )e
-
)Hg % )'l
-
Potensial sel ini akan bergantung pada konsentrasi klorida 9 dan harga konsentrasi ini harus
dituliskan untuk memperjelas elektroda.
- Elektroda Perak ; Perak 1lorida
Elektroda pembanding yang mirip dengan elektroda adalah terdiri dari suatu perak yang
dicelupkan kedalam larutan 'l yang dijenuhkan dengan Ag'l. 4etengah sel elektroda perak
dapat ditulis
ll Ag'l (sat8d) 1'l (9M) l Hg
:eaksi setengah selnya adalah
Ag'l % e
<
Ag % 'l
-
7iasanya elektroda ini terbuadari suatu larutan jenuh atau 5*M 1'l yang harga potensialnya
adalah 3.(22 = (jenuh) dan 3.)3* = (5*M) pada )*
3
'. Elektroda ini dapat digunakan pada suhu
yag lebih tinggi sedangkan elektroda kalomel tidak (Sumar, 1994).

1urva diatas menunjukkan gambar keiringan kurva titrasi yaitu perubahan potensial
dengan perubahan volume >E;>= terhadap volume titran. 1urna naik sampai pada titik ekivalen
yang maksimum. =olume pada titik ekivalen ditentukan dengan menarik garis vertical dari
puncak ke sumbu volume. 4emakin kompleks reaksinya makin tajam puncaknya sehingga
makin teliti letak titik ekivalen. ?entu saja masih ada sesuatu ketidakpastian dalam mencari letak
puncak kurva (@nder0ood (22A).
Penambahan asam maka pH menjadi turun dan harga E naik. Hal ini disebabkan karena dengan
bertambahnya asam iob H
%
semakin banyak. /ni membuktikan bah0a larutan semakin asam
maka pH semakin kecil dan semakin banyak H
%
maka muatan ion semakin positif dan tentunya
potensial semakin besar. 7egitu sebaliknya jika adanya penambahan basa maka pH menjadi naik
dan harga E turu. /ni menyebabkan pH semakin besar dan semakin banyak BH
-
maka muatan ion
semakin negatif dan tentunya potensial semakin kecil.

&ari gambar diatas dapat diketahui bah0a E berbanding terbalik dengan pH. 4edangkan untuk
proses titrasi jika 6at penitrannya bersifat basa maka pH 6at titran akan naik. 4ebaliknya jika 6at
penitrannya bersifat asam maka pH 6at titran akan turun (@nder0ood (22*).
1elebihan utama potensiometer adalah pada saat potensial dibaca tidak ada arus yang
mengalir dalam larutan (arus residual akibat tanan sel dan efek polarisasi dapat diabaikan). 4el
standar yang biasanya digunakan untuk mengkalibrasi potensiometer adalah sel Ceston jenuh
dengan potensial (3(ADE = pada )3
3
' yang berkurang sebanyak EF(3
-*
= tiap kenaikan
temperatur (
3
'. 4uatu pH meter adalah seperangkat alat pengukur potensial elektroda tanpa
aliran arus dan sekaligus menguatkan sinyal yang ditimbulkan pada elektroda gelas dengan suatu
tabung vakum elektrik. 4uatu pH meter dengan tipe defleksi paling tidak mempunyai tipe panel
kendali berupa tombol operasi tombol standarisasi dengan beffer standar tombol kompensator
temperatur yang memungkinkan untuk memperbaiki kepekaannya berdasarkan ketergantungan
potensial "erst terhadap temperatur. 7eberapa model dilengkapi juga dengan suatu tombol
seleksi skala dan ini dikenal sebgai pH meter dengan skala diperluas (Khopkar, 2003).
Elektroda indikator dibagi menjadi dua kategori elektroda logam dan elektroda elektroda
membran. Elektroda logam dapat dikelompokkan kedalam elektroda jenis pertama jenis kedua
jenis ketiga dan elektroda redoks (Sumar, 1994).
- Elektroda ,ogam
7eberapa logam seperti perak raksa tembaga dan timbal dapat bekerja sebagai elektroda
indikator apabila berhubungan dengan suatu larutan dari ionnya. Misalnya potensial yang
ditimbulkan pada sepotong ka0at perak yang tercelup dalam suatu larutan perak nitrat berubah-
ubah dengan aktivitas ion perak sesuai dengan ramalan persamaan "ernst. 1iranya pemindahan
elektron reversibel terjadi antara permukaan logam dan ion-ion di dalam larutan. Elektroda jenis
ini yang ionnya dapat bgertukar secara langsung dengan logam disebut Gelektroda jenis pertamaH
(Underwood, 1998).
Elektroda perak-perak klorida sebagai suatu elektroda pembanding merupakan suatu
contoh Gelektroda jenis keduaH. Pada suatu elektroda jenis kedua ion dalam larutan tidak
bertukar eletron secara langsung dengan elektroda logam.
4uatu Gelektroda jenis ketigaH yang secara luas dipakai adalah elektroda raksa ! E&?A. ?elah
diamati oleh :eilley dan 4chmid bah0a potensial elektroda suatu raksa bersangkut secara
reversibel dengan ion-ion logam lain dalam larutan dengan adanya kompleks raksa (Underwood,
1998).
- Elektroda Membran
Elektroda membran berbeda dalam pokoknya dari elektroda logam yang telah dibahas. ?idak ada
elektron yang diberikan oleh atau kepada membran. .ustru sebuah membran membiarkan jenis-
jenis ion tertentu untuk menembusnya tetepi menahan yang lain. Elektroda gelas yang
digunakan untuk menentukan pH merupakan contoh elektroda membran yang paling luas
dikenal (Underwood, 1998).
pH meter
pH meter merupakan contoh aplikasi elektroda membran yang berguna untuk mengukur
pH larutan. pH meter dapat juga digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi asam basa
pengganti indikator. Alat ini dilengkapi dengan elektroda gelas dan elektroda kalomel (4'E)
atau gabungan dari keadaan (elektroda kombinasi). &iagram pH meter ditunjukkan (Sumar,
1994).
Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan elektroda-elektroda ialah cairan dalam
elektroda adalah cairan dalam elektroda harus selalu dijaga lebih tinggi dari larutan yang diukur.
Peringatan ini dimaksudkan untuk mencegah kontaminasi larutan elektroda atau penyumbatan
penghubung karena reaksi ion-ion analit dengan ion raksa atau ion perak (Sumar, 1994).