Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MIKROPALEONTOLOGI

OLEH :

NAMA : BARA JATI PRIBADHI
NIM : 410012001
KELAS : 01







JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA

BIOGRAFI CHEVALIER DE LAMARCK



Jean-Baptiste-Pierre-Antoine de Monet, Chevalier de Lamarck, lebih dikenal
sebagai Jean-Baptiste Lamarck, adalah seorang ahli biologi Perancis legendaris
yang menganjurkan bahwa karakter diakuisisi adalah diwariskan. Meskipun teori
keturunan telah disangkal oleh genetika modern dan teori evolusi, namun
Lamarck secara luas dianggap sebagai salah satu naturalis paling berpengaruh dan
pelopor penting evolusi.


Kehidupan Awal dan Karir
Jean-Baptiste Pierre Antoine de Monet, Chevalier de Lamarck (lahir
di Bazentin, Picardie, 1 Agustus 1744 meninggal di Paris, 18 Desember 1829
pada umur 85 tahun) adalah biologiwan Perancis yang dikenal karena
pendapatnya dalam teori tentang evolusi kehidupan.
Sebagai seorang ilmuwan, jalan hidupnya luar biasa menurut ukuran masa
kini. Ia lahir sebagai anak bungsu keluarga miskin dan masih
keturunan bangsawan. Pendidikan dasar dan menengah ditempuhnya di suatu
sekolah Jesuit di Amiens. Segera setelah ayahnya meninggal di saat ia 17 tahun, ia
menjadi tentara dan berpangkat letnan dalam Perang Tujuh Tahun. Lamarck
pernah berjuang dalam Perang Pomeranian melawan Prusia. Saat ditugaskan di
Monaco, Lamarck kemudian tertarik pada sejarah alam dan belajar
mengenai obat-obatan. Ketertarikan studi medis tersebut kemudian dilanjutkannya
setelah pensiun pada 1766. Di masa kedinasan militer ini ia mulai belajar botani,
yang segera dilanjutkannya dengan belajar Kedokteran dan Botani selama
empat semester di Paris. Untuk menunjang hidup ia bekerja sebagai asisten
penjualan (marketing). Tahun 1779 terbit buku pertamanya, Flore francoise. Buku
ini menarik perhatian pemimpin Jardin du Roi ("Kebun Kerajaan"), Georges-
Louis de Buffon, yang lalu menariknya menjadi pembantunya di Museum
Nasional Paris untuk Sejarah Alam. Sejak 1786 ia menjadi kurator Jardin du
Roi dan 1793, setelah Revolusi Perancis, ia menjadi profesor untuk
hewan avertebrata. Kehidupannya penuh kesulitan. Ia beberapa kali kawin-cerai,
kemiskinan selalu menyertai sepanjang hidupnya, dan bahkan sejak 1818
ia buta total.
Dalam kariernya ia telah menulis buku di bidang yang cukup luas, mulai
dari zoologi, botani, meteorologi, dan kimia, namun sebetulnya minat utamanya adalah
hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya (ekologi). Ia memberi dasar
klasifikasi baru bagi hewan, dengan pertama-tama memisahkan dalam dua kelompok
besar: hewan bertulang belakang (Vertebrata) dan tak bertulang belakang (Avertebrata).
Hal ini dikemukakannya dalam buku karangannya "Filsafat Zoologi" (1809).
Lamarck sangat serius mengembangkan botani dan zoologi, bahkan setelah ia
menerbitkan tiga volume karyanya yang berjudul Flora Francaise, ia resmi
mendapatkan keanggotaan dari Akademi Sains Prancis pada 1779. Ia juga
diangkat menjadi ketua botani satu tahun kemudian. Dan saat Museum Nasional
d'Histoire Naturelle didirikan pada 1793, Lamarck dianugerahi gelar profesor
zoologi. Pada era modern, Lamarck diingat terutama untuk teori pewarisan
karakter, yang dinamakan Lamarckisme. Menurut Lamarck , bagian tubuh
makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya karena pengaruh
lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau sering
digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah sehingga sesuai untuk
digunakan pada lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak pernah
atau jarang digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter). Bagian
tubuh yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai dengan lingkungannya
dikatakan bagian yang telah beradaptasi pada lingkungan. Bagian yang telah
beradaptasi tersebut memiliki ciri atau karakter yang berbeda dengan aslinya.
Bagian ini dinamakan ciri atau karakter atau sifat perolehan. Sifat perolehan
tersebut akan diwariskan kepada keturunannya dari generasi ke generasi.
Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat nanti muncul makhluk hidup yang
lebih maju daripada moyangnya. Teorinya juga dikenal dengan paham use and
disuse yang dituangkan dalam buku Philosophie Zoologique . Walaupun akhirnya
teori tersebut banyak ditolak, Lamarck dianggap telah memberikan kontribusi
penting terhadap sejarah teori evolusi.
Dalam bukunya lamarck menjelaskan teorinya dengan inti sari sebagai berikut di
bawah ini :
1. Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang
sempurna / modern dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
2. Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitarnya dengan menggunakan organ tubuhnya.
3. Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf
yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah
digunakan akan menghilang.
4. Perubahan organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi berikutnya
atau keturunannya.

Lamarck melakukan pengamatan dan berpendapat bahwa perubahan yang
terjadi pada organ hewan disebabkan karena beradaptasi dengan perubahan
dialam. Lamarck menerangkan mekanisme perubahan tersebut dalam hukumnya
yaitu digunakan dan tidak digunakan (used and disused), artinya akibat ada
perubahan lingkungan, maka ada organ yang sering digunakan maka akan
berkembang dengan baik, sedangkan yang tidak akan mengalami atrofi atau
penyusutan. Lamarck memberikan contoh kasus pada leher yang panjang pada
jerapah, menurut Lamarck dahulu jerapah berleher pendek namun karena sering
menjangkau daun di pohon yang tinggi, maka lama-kelamaan leher jerapah
memanjang disesuaikan dengan keadaan setempat, oleh karenanya leher jerapah
memanjang dan perubahan ini diturunkan pada keturunannya.
Contoh lainnya yang digunakan Lamarck untuk memperkuat teorinya adalah
pada binatang / hewan menjangan. Pada awal mula ceritanya menjangan tidak
punya tanduk. Tetapi karena kepalanya sering digunakan untuk beradu kepala
antara menjangan yang satu dengan yang lain, maka tumbuh tanduk panjang.
Semakin sering beradu pala, semakin panjang tanduknya.
Persamaan teori Lamarck dengan teori Darwin adalah evolisi sama-sama
terjadi karena pengaruh faktor lingkungan. Sedangkan perbedaannya adalah pada
yang menyebabkan perubahan makhluk hidup, di mana Lamarck disebabkan oleh
kuantitas penggunaan organ tubuh, sedangkan Darwin pada seleksi alam.
Implikasi dari teori evolusi melalui alamnini sangat luas, tidak hanya mencakup
bidang filsafat namun juga social-ekonomi dan budaya:
Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi.
Paham creationisme berkurang pengaruhnya.
Penolakan terhadap teleology kosmis.
Penjelasan desain di dunia oleh proses materialistic seleksi alam, proses
yang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan
reproduksi yang sukses bersifat oportunistik yang sepenuhnya jauh dari
dogma agama.
Penggatian pola pikir Essensialisme oleh pola pikir populasi.
Memberikan inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik
seperti gerakan Nazi di Jerman, Musolini di Italia, kebijakan eugenic di
Singapura di masa Lee Kuan Yu dan berkembangnya ekonomi liberal
yang dikemas dengan label Social-Darwinian.






Pemikiran
Lamarck dikenal sebagai penggagas suatu bentuk teori evolusi kehidupan,
yang kemudian dikenal sebagai Lamarckisme. Ia percaya akan adanya
perubahan linear pada makhluk hidup dari bentuk tersederhana menuju bentuk
yang lebih canggih. Walaupun demikian, ia mendasarkan pada pendapat yang
telah berlaku sejak masa Yunani Kuno yang menyatakan bahwa setiap
spesies sudah ada sejak penciptaan kehidupan. Pemikiran ini bertentangan dengan
banyak pendapat sarjana Perancis sezamannya, yang lebih condong pada
perkembangan spesies: spesies-spesies terbentuk dalam perkembangan proses
kehidupan, tidak "langsung jadi" begitu saja. Perubahan terjadi pada spesies
sebagai akibat reaksi mereka terhadap lingkungan (adaptasi). Anggota tubuh yang
terlatih akan menguat, sementara yang tidak terpakai akan melemah dan tereduksi.
Hasil adaptasi ini lalu diwariskan secara turun-temurun kepada anaknya.
Semenjak Charles Darwin dan Alfred Wallace mengemukakan teori
mereka, teori Lamarck sering kali disitir untuk menyanggah
pendapat Darwinisme tentang seleksi alam. Pertentangan pemikiran ini baru
tuntas setelah genetika semakin dikenal orang pada abad ke-20. Konsep-konsep
genetika banyak memberi dukungan pada Darwinisme.
Tragedi akibat Lamarckisme
Para pendukung materialisme dialektika, pemikiran yang berkembang pesat
di akhir abad ke-19, menganggap Lamarckisme sesuai dengan ideologi mereka,
dan melahirkan Neo-Lamarckisme. Kaum ini menolak teori evolusi Darwin,
mengadopsi Lamarckisme, dan bahkan mempraktekkannya dalam
program pertanian di negara-negara komunis. Vernalisasi (perlakuan suhu rendah)
terhadap benih gandum dianggap dapat "melatih" tanaman sehingga tahan
menghadapi musim dingin. Pendapat ini dipercaya karena hasil penelitian Ivan
Mitschurin, seorang pemulia tanaman Rusia, menunjukkan hal itu. Penentang-
penentangnya, di antaranya N.I. Vavilov, ditangkap dan diasingkan ke Siberia.
Eksperimen yang disokong Stalin ini membawa kehancuran pertanian Rusia,
karena tanaman gagal panen.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Jean-Baptiste_de_Lamarck
http://www.famousscientists.org/jean-baptiste-lamarck/

http://4213unik.blogspot.com/2012/11/10-tokoh-ilmuan-biologi-
paling-terkenal.html
http://roybayunegara.blogspot.com/2010/04/tugas-biologi-nama-
anggota-roy-bayu.html
http://www.4shared.com/web/preview/doc/bgsoOYHC
http://andrevalerian.blogspot.com/2009/10/teori-evolusi-jean-baptiste-
lamarck.html