Anda di halaman 1dari 10

Motor Induksi Tiga Fasa

Merawat Memperbaiki Peralatan Listrik Rumah Tangga




Disusun : Deden Darmawan ( 09 )
: Defka Ramadhani ( 10 )
: Deni Hermawan ( 11 )
: Dian Agoes Putra ( 12 )

SMK Negeri 1 Semarang
2014

Daftar Isi

Kata Pengantar
Bab I : Pendahuluan
Tujuan
Rumusan Masalah
Isi
Penutup

Kata Pengantar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami
kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun
tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan
kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "Motor Induksi tiga Fasa", yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun
dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang Motor Induksi Tiga Fasa . Karena motor induksi sering digunakan untuk
berbagai macam peralatan rumah tangga. Walaupun isi makalah ini kurang sempurna dan memerlukan
perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca
yang membangun. Terima kasih.



20 Mei 2014
Penyusun


( Semua Anggota )

Bab I
Pendahuluan
Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang paling luas digunakan. Penamaannya
berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus
rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai
akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar ( rotating magnetic field ) yang
dihasilkan oleh arus stator .
Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di industri maupun di rumah tangga.
Hal ini disebabkan karena motor induksi memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan motor listrik
yang lain, yaitu diantaranya karena harganya yang relatif murah, konstruksinya yang sederhana dan kuat
serta karakteristik kerja yang baik.
Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi 3-fase dan motor induksi 1-fase. Motor induksi
3-fase dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri
dengan kapasitas yang besar. Motor induksi 1-fase dioperasikan pada sistem tenaga 1-fase dan banyak
digunakan terutama untuk peralatan rumah tangga seperti kipas angin, lemari es, pompa air, mesin cuci
dan sebagainya karena motor induksi 1-fase mempunyai daya keluaran yang rendah.

Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu :
1. Mengerti dan memahami konsep untuk analisis motor induksi 3 fasa
2. Dapat memahami tentang aplikasi motor induksi 3 fasa di dalam dunia industri
3. Dapat memahami prinsip kerja dan kontruksi dari motor listrik 3 fasa
Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah
ini adalah :
1. Apa itu motor listrik 3 fasa?
2. Bagaimana Wujud dan Perkembangannya?
3. Bagaimana aplikasinya?


Pengenalan Motor Induksi Tiga Fasa
Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan
gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi 3-fase
dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri dengan
kapasitas yang besar. Bentuk gambaran motor induksi 3 fasa diperlihatkan padagambar 2.1, dan contoh
penerapan motor induksi ini di industri diperlihatkan pada gambar 2.2.

Gb. Bentuk Fisik Motor Tiga Fasa

Gb. Penerapan Motor Tiga Fasa Pada Industri

Motor induksi 3 phase memiliki keunggulan diantaranya handal, tidak ada kontak antara stator
dan rotor kecuali bearing, tenaga yang besar, daya listrik rendah dan hampir tidak ada perawatan. Akan
tetapi motor induksi 3 phase memiliki kelemahan pada pengontrolan kecepatan. Kecepatan putar motor
induksi bergantung pada frekuensi input, sedangkan sumber listrik memiliki frekuensi konstan. Untuk
mengubah frekuensi input lebih sulit daripada mengatur tegangan input. Dengan ditemukannya
teknologi inverter maka hal tersebut menjadi lebih mudah dan mungkin dilakukan.
Dalam beberapa tahun yang lalu F. Blaschke telah mempublikasikan mengenai field oriented
control (FOC) untuk motor induksi. Teori ini telah lengkap dikembangkan dan banyak digunakan dalam
proses industri. Kemudian teknik baru telah dikembangkan yaitu teknik kontrol torsi dari motor induksi
oleh I. Takahashi yang dikenal dengan Direct Torque Control (DTC). Dengan DTC dimungkinkan
mengontrol torsi dengan performi yang baik tanpa menggunakan tranduser mekanik pada poros motor,
sehingga DTC dapat dikatakan sebagai teknik kontrol type sensorless . Dengan menggunakan sensor
putaran rotor motor akan mengakibatkan stabilitas yang rendah dan ada noise, sehingga dalam
pengemudian motor induksi dengan pemakaian khusus menggunakan sensor mekanik akan
menyulitkan.
Untuk mengontrol kecepatan motor induksi 3 phase menggunakan metode Direct Torque Control
memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah :
1. Tidak membutuhkan transformasi koordinat.
2. Tidak membutuhkan pembangkit pulsa PWM.
3. Tidak membutuhkan regulator arus.
4. Kurang bergantung pada parameter mesin.
Metode Direct Torque Control merupakan tipe kontrol close loop. Kontrol close loop umum digunakan di
dalam pengaturan kecepatan motor induksi karena memberikan respon kecepatan yang lebih baik dari
pada open loop. Kontrol close loop disebut juga kontrol umpan balik yang menjadikan output sebagai
perbandingan dengan input (referensi) untuk memperoleh suatu error. Didalam suatu sistem yang
handal, adanya error merupakan suatu kerugian. Oleh karena itu, digunakan control PI yang diharapkan
dapat menekan error sampai nilai minimal. Namun hal ini membutuhkan perhitungan matematik yang
rumit dan komplek dalam menentukan Kp dan Ki yang sesuai, agar diperoleh kinerja motor yang bagus.


Prinsip Kerja Motor Induksi Tiga Fasa
Bila sumber tegangan tiga fasa dipasang pada kumparan stator, maka pada kumparan stator
akan timbul medan putar dengan kecepatan, ns = 120f/P , ns = kecepatan sinkron, f = frekuensi
sumber, p = jumlah kutup
Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor, akibatnya pada
kumparan rotor akan timbul tegangan induksi ( ggl ) sebesar E2s = 44,4fn. Keterangan : E =
tegangan induksi ggl, f = frekkuensi, N = banyak lilitan, Q = fluks
Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup, maka tegangan induksi akan
menghasilkan arus ( I ).
Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor.
Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya F pada rotor cukup besar untuk memikul torsi beban,
maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator.
Untuk membangkitkan tegangan induksi E2s agar tetap ada, maka diperlukan adanya perbedaan
relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan putar rotor (nr).
Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan dengan
Persamaan S = ns-nr/ns (100%)
Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan demikian tidak
ada torsi yang dapat dihasilkan. Torsi suatu motor akan timbul apabila ns > nr.
Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak atau
asinkron.
Konstruksi Motor Induksi Tiga Fasa
Sebagaimana mesin pada umumnya menunjukkan bahwa motor induksi juga memiliki
konstruksi yang sama baik motor DC maupun AC. Konstruksi dimaksud terdiri dari 2 bagian
utama yaitu stator dan rotor. Secara lengkap dan detail dari kedua konstruksi dapat dilihat pada
gambar 1 berikut :

Gb. Konstruksi Utama Stator dan Rotor
Stator pada motor induksi adalah sama dengan yang dimiliki oleh motor sinkron dan generator
sinkron. Konstruksi stator terbuat dari laminasi-laminasi dari bahan besi silikon dengan
ketebalan (4 s/d 5) mm dengan dibuat alur sebagai tempat meletakan belitan/kumparan, secara
detail ditunjukan pada gambar 2 berikut.

Gb. Stator
Dalam alur-alur stator diletakkan belitan stator yang posisinya saling berbeda satu dengan
lainnya, sesuai dengan fase derajat listrik yaitu 120 antar fase (motor 3 fase). Jumlah gulungan
pada stator dibuat sesuai dengan jumlah kutub dan jumlah putaran yang diinginkan atau
ditentukan. Khusus untuk Stator pada motor-motor listrik dengan ukuran kecil dibentuk dalam
potongan utuh. Sedangkan untuk motor-motor dengan ukuran besar adalah tersusun dari
sejumlah besar segmen-segmen laminasi.
Rotor adalah bagian yang berputar dari motor. Seperti dengan stator atas, rotor terdiri dari satu
set laminasi baja beralur ditekan bersama dalam bentuk jalur magnetik silinder dan sirkuit listrik.


Keuntungan Penggunaan Motor Tiga Fasa
Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar.
Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi.
Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil.
Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak diperlukan.
Kerugian Penggunaan Motor Tiga Fasa
Kecepatan tidak mudah dikontrol
Power faktor rendah pada beban ringan
Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal

a. Mechanical failure;
Kerusakan mekanis bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk karena kurang pelumasan, vibrasi yang
berlebihan dan tidak imbang, atau karena misalignment. Dan semua penyebab-penyebab itu memiliki
kesamaan, yaitu mereka terjadi secara bertahap dan menunjukkan tanda-tanda peringatan. Bunyi
gangguan (noise) dapat mengindikasikan adanya awal dari kerusakan mekanis. Analisa terhadap sampel
oli dapat pula menunjukkan hal yang sama. Tindakan korektif segera dapat mencegah kerusakan pada
motor yang selain akan berbiaya besar juga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
Secara praktis, kerusakan mekanis masih bisa dicegah lewat kegiatan preventive maintenance regular,
misalnya penggantian oli teratur, pemantauan tekanan oli dan lain-lain.
b. Over-current
Over-current terjadi seringkali karena kondisi operasi yang mengakibatkan motor menarik arus lebih
besar dari kemampuannya (rated capacity). Biasanya terjadi tiba-tiba dan sulit diprediksi kapan akan
terjadi. Namun untungnya, seperti disebutkan di awal tadi, ada banyak piranti yang mampu membatasi
atau mencegah over-current ini. Sebut saja seperti overload, phase failure relay, under voltage relay,
fuse dan sebagainya. Piranti ini sekarang menjadi hal yang wajib ada di setiap instalasi motor. Bahkan
ada piranti pengaman yang didesain khusus untuk motor-motor tertentu, misalnya INT69 untuk motor
yang digunakan kompresor refrigerasi.
c. Low insulation resistance
Tahanan isolasi dari lilitan motor listrik akan menurun (degradasi) seiring dengan waktu. Misalnya,
sebuah motor baru atau baru digulung biasanya memiliki tahanan isolasi (diukur dengan megger) diatas
1000 megohm. Selama motor itu bekerja maka nilai tahanan isolasi akan menurun hingga batas
terendah yang tidak memungkinkan motor bekerja (short). Secara umum disepakati bahwa nilai tahanan
isolasi kurang dari 1 megohm adalah batas aman dimana motor harus segera direfurbish.
Banyak faktor yang mempengaruhi laju penurunan tahanan isolasi ini, sebagian bisa kita kendalikan dan
sebagiannya lagi tidak. Yang paling jelas tentu saja adalah suhu motor itu sendiri. Suhu motor dapat
tergantung dari lingkungan (ambient) atau dari beban. Sebagai rule of thumb adalah setiap kenaikan 10
derajat celcius maka nilai tahanan isolasi akan turun 50%.
Faktor lingkungan tentunya yang paling mudah adalah memperhatikan ventilasi ruang motor, apakah
telah sesuai dengan standar air change rate atau tidak. Dari beban, kita dapat memeriksa apakah sistem
pendinginan motor bekerja dengan baik. Pendinginan motor dapat berupa radiator, injection cooling
(pada kompresor refrigerasi) atau kipas yang ikut berputar bersama shaft motor. Selain itu, terdapat
juga pengaruh dari ketidakseimbangan tegangan suplai (supply voltage) ke motor pada motor fasa tiga.
Lagi-lagi sebagai rule of thumb perlu diperhatikan bahwa suhu pada lilitan motor akan naik (secara
prosentase %) sebanding dengan dua kali kwadrat dari ketidakseimbangan tegangan. Jadi
ketidakseimbangan tegangan sebesar 5% saja akan mengakibatkan suhu lilitan naik 50%.
Kesimpulan
Motor induksi 3 fasa merupakan motor yg paling banyak d gunakan dalam bidang
industri, karena memiliki keunggulan yang handal, tidak ada kontak antara rotor dan stator
kecuali bearing, tenaga yang besar, daya listrik yang rendah dan perawatan yang minim.selain itu
kontruksinya sangat sederhana sehingga tidak terlalu sulit dalam perbaikannya apabila terjadi
kerusakan pada motor sehingga tidak menggangu jalannya produksi pada industri.

Penutup
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para
pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang
jelas, dimengerti, dan lugas. Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan
kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya.