Anda di halaman 1dari 30

Mengenal tanda-tanda Irab

Adapun Bagi rafa mempunyai Empat Alamat yaitu :


harkat dhammah
Huruf waw
Huruf alif
dan Huruf Nun

Alamat Pada I'rab Rafa

Adapun Harakat Dhammah menjadi Alamat bagi I'rab rafa Berada pada empat tempat :
Pada Isim Mufrad,(makna Tunggal)
Jamak taktsir (makna banyak yang diberubah melalui bentuknya)
Jamak muannas salim,(Makna Jamak untuk Perempuan)
fi'il mudhari yang tidak ditempeli sesuatu pada akhir hurufnya

Adapun waw,menjadi alamat bagi I'rab rafa pada dua tempat :
Pada jama mudzakkar salim, dan
Isim-isim lima (Isim Isim Lima)
Asmaul-Khamsah(Isim Ism Lima) Diantaranya:
Abuuka (bapakmu)
Akhuuka (saudaramu)
Hamuuka (pamanmu)
Fuuka Mulutmu)
Dzuumalin (yang Memiliki Harta)

Adapun alif, menjadi alamat bagi I'rab rafa Khusus hanya pada isim-isim tatsniyyah saja.

Adapun Nun, menjadi alamat bagi I'rab rafa berada pada :
fiil mudhari yang bersambung dengan dhamir tatsniyah, dhamir jama,
dan dhamir muannats mukhatabah.

Alamat Bagi I'rab Nashab

Bagi Nashab Memiliki Lima Alamat, yaitu :
Fathah,
alif
kasrah
ya
hadzfunnuun (membuang nun).

Adapun fathah menjadi tanda bagi I'rab nashab berada pada tiga tempat :
Pada Isim Mufrad (makna Tunggal)
Jama taksir ( Makna Banyak)
fiil Mudhari yang apabila masuk kepadanya Faktor(amil)yang menashobkannya dan tidak menempel
pada akhirnya sesuatu.

adapun alif, menjadi alamat bagi nashab berada pada Asmaul-Khamsah (isim-isim yang lima) seperti
contoh lapaz :.(

) "aku melihat bapakmu dan saudaramu". Dan apa yang menyerupai


contoh tersebut.

Adapun kasrah, menjadi alamat bagi nashab berada pada jama muannats salim Makna jamak yang
menunjukan perempuan).

Adapun ya,menjadi alamat bagi I'rab nashab berada pada :
Tatsniyah (makna Ganda)
Jamak (Makna Banyak)

Adapun Hadzfunnuun,menjadi alamat bagi I'rab nashab berada pada Afalul-Khamsah (fiil-fiil yang lima)
yang ketika rafanya dengan Tsubuutu-Nun (tetap nun)

Alamat Bagi I'rab Khafadh

Bagi Khafadh atau jar Memiliki 3 alamat, yaitu :
kasrah
ya
fathah.

Adapun kasrah,menjadi alamt bagi khafadh berada pada tiga tempat, yaitu :
Isim Mufrad yang bertanwin tanwin
jamak taksir yang bertanwin tanwin
jamak muannats salim

adapun ya, menjadi alamat bagi I'rab khafadh berada pada tiga tempat:
Pada isim-isim yang lima
Isim Tatsniyah, dan
jama

Adapun Fathah, menjadi alamat bagi I'rab khafadh berada pada isim-isim yang bertanwin



Alamat Bagi Jazm

Bagi jazm memiliki 2 alamat, yaitu
sukun
al-hadzfu (membuang).

Adapun sukun, menjadi alamat bagi I'rab jazm berada pada fiil yang sehat akhirnya

Adapun al hadzfu, menjadi alamat bagi I'rab jazm berada pada fiil mudhari yang mutal akhirnya dan fiil-
fiil yang rafanya dengan "tsubuutu-Nun" (tetap nun)
https://www.facebook.com/permalink.php?id=309991625746085&story_fbid=378689212209659
Irab terbagi atas empat macam, yaitu: irab rafa, irab nashab, irab khafad, dan irab jazm. Di antara
empat macam irabtersebut, yang bisa masuk pada isim hanyalah irab rafa, irab nasab, dan irab
khafad. Sedangkan yang bisa masuk pada fiiladalah irab nashab dan jazm. Dengan demikian,
maka irab nashab dan rafa bisa masuk pada isim dan fiil. Namun jarrkhusus
pada isim dan jazm khusus pada fiil.
Adapun tanda-tanda (alamat) irab adalah sebagai berikut:
Irab rafa memiliki empat tanda rafa, yaitu dhammah, wawu, alif,dan nun.
dhammah, menjad alamat pokok (tanda asli) irab rafa pada empat tempat, yaitu: isim mufrad, jama
taksir, jama muannats al-salim, dan pada fiil mudhari. Wawu,sebagai pengganti dhammah menjadi
tanda bagi rafa pada dua tempat, yaitu jama mudzakkar al-salimdan asma al-khamsah. Alif, sebagai
pengganti dhammah menjadi tanda rafa hanya pada isim mutsanna. Nun, sebagai
pengganti dhammah menjadi tanda rafa pada afal al-khamsah. Irab nashab mempunyai lima alamat,
yaitu: fathah, alif, kasrah, ya, dan menghilangkan huruf nun.
Fathah, menjadi alamat pokok (tanda asli) irab nasab pada tiga tempat, yaitu isim mufrad, jama
taktsir, fil mudhari jika dibubuhi huruf lan atau an.
Alif, sebagai pengganti fathah yang menjadi alamat nashab hanya pada afal al-
khamsah. Kasrah, sebagai penganti fathah hanya pada muannats al-salim. Ya, juga sebagai
pengganti fathah pada jama mudzakkar al-salim dan isim tatsniyah. Membuang huruf nun sebagai
alamat irab nashab pada afal al-khamsah.
Irab khafad atau jarr mempunyai tiga alamat (tanda), yaitu kasrah, ya, dan fathah. Kasrah, menjadi
tandairab khafad atau jarr pada tiga tempat, yaitu isim mufrad munsarif, jama taktsir, dan jama
muannats al-salim. Ya, menjadi tanda bagi khafad atau jarr pada tiga tempat, yaitu isim mutsanna,
afal al-khamsah dan pada jama mudzakkar al-salim. Fathah, menjadi tanda irab khafad.
Irab jazm mempunyai dua alamat (tanda), yaitu sukun dan
pembuangan (hadzf). Sukun pada fiil mudhari shahih.Pembuangan jazm (hazaf), yang menjadi
alamat pada dua tempat yaitu, pembuangan huruf illat ( , dan ) dan pembuangan huruf nun pada
huruf mudhari.
http://www.referensimakalah.com/2012/02/tanda-tanda-alamat-i-alamat-al-i_3221.html?m=0

I'rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan menghilangkan huruf nun yang menjadi tanda
i'rab rafa'.
Maksudnya: I'rab nashab itu mempunyai lima tanda, yaitu:
1. Fathah, menjadi alamat pokok (tanda asli) i'rab nashab, contoh:

= aku telah mengenal Bakar;
= aku telah melihat Zaid.
2. Alif sebagai pengganti fathah, contoh:

= aku telah mengenal saudaramu;
= aku telah melihat ayahmu.
3. Kasrah sebagai pengganti fathah, contoh:

= aku telah mengenal guru-guru wanita;
= aku telah melihat wanita-wanita muslim.
4. Ya juga sebagai pengganti fathah, contoh:

= aku telah melihat Zaid-Zaid;
= aku telah melihat dua Zaid.
5. Menghilangkan huruf nun, contoh:

= kamu (seorang perempuan) tidak akan dapat berbuat;
= kalian tidak akan dapat berbuat;
= mereka tidak akan dapat berbuat;
= kamu berdua tidak akan dapat berbuat;
= mereka berdua tidak akan dapat berbuat.
Kata nazhim:

I'rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan membuang (menghilangkan) huruf nun.

Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai fathah

Fathah menjadi alamat bagi i'rab nashab berada pada tiga tempat, yaitu pada isim mufrad, jamak taksir dan fi'il
mudhari' bilamana kemasukan padanya amil yang me-nashab-kan dan pada akhir kalimatnya tidak bertemu dengan
sesuatu pun (dari alif tatsniyah, wawu jamak, nun taukid dan sebagainya).
Maksudnya: Fathah menjadi tanda bagi i'rab nashab itu berada pada tiga tempat, yaitu pada:
1. Isim mufrad, seperti dalam contoh:

= aku telah melihat Zaid;
= aku telan membeli sebuah kitab;
= aku telah belajar ilmu syar'i.
2. Jamak taksir, seperti dalam contoh:

= aku telah melihat Zaid-Zaid;
= aku telah membeli beberapa buah kitab;
= aku telah belajar beberapa ilmu.
3. Fi'il mudhari', yaitu yang kemasukan amil yang me-nashab-kan dan akhir fi'il itu tidak bertemu dengan alif dhamir
tatsniyah, wawu jamak, ya muannats mukhathabah dan nun taukid, seperti dalam contoh:

= dia tidak akan dapat berbuat;
= kamu tidak akan dapat berbuat;
= kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini... (Thaha: 91).
Kata nazhim:

Nashab-kanlah dengan fathah lafazh yang di-rafa'-kan dengan dhammah, kecuali pada lafazh seperti
(jamak muannats salim), maka tidak boleh di-nashab-kan dengan fathah.

Lafazh-Iafazh yang di-nashab-kan dengan memakai alif

Alif menjadi alamat bagi i'rab nashab berada pada asmaul khamsah, contoh: (aku telah melihat
ayahmu dan saudaramu); dan lafazh yang menyerupainya.
Maksudnya: Alif menjadi tanda bagi i'rab nashab itu hanya terdapat pada asmaul khamsah saja.
Kata nazhim:

Jadikanlah alif sebagai alamat untuk me-nashab-kan asmaul khamsah.
Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai kasrah

Kasrah menjadi alamat i'rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim saja.
Contohnya seperti: (bentuk jamak dari lafazh: ). (bentuk jamak dari
lafazh: )
Kata nazhim:

Nashab-kanlah dengan kasrah jamak muannats salim yang telah diketahui.
Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai ya

Ya menjadi alamat bagi i'rab nashab pada isim tatsniyah dan jamak (mudzakkar salim).
Contoh yang berada pada isim tatsniyah seperti:
= aku telah membaca dua buah kitab.
Huruf ya yang di-sukun-kan dan huruf yang sebelumnya di-fathah-kan.
Contoh yang berada pada jamak mudzakkar salim seperti:
= aku telah melihat guru-guru.
Huruf ya yang di-sukun-kan dan huruf sebelumnya di-kasrah-kan.
Kata nazhim:

Alamat nashab pada isim yang telah di-tatsniyah-kan dan pada jamak tadzkir dianggap shahih dengan memakai ya.

Lafazh yang di-nashab-kan dengan membuang (menghilangkan) huruf nun

Membuang (menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i'rab nashab pada af'alul khamsah yang di-rafa'-kannya
dengan memakai nun itsbat (tetap).
Seperti lafazh:
= hendaknya mereka berdua mengetahui;
= hendaknya kamu berdua mengetahui;
= hendaknya mereka mengetahui;
= hendaknya kalian mengetahui;
= hendaknya engkau (perempuan) mengetahui.
Kata nazhim:

Af'alul khamsah bilamana di-nashab-kan maka membuang huruf nun tanda rafa' secara mutlak adalah wajib.

http://sepercik-ilmu-nahwu.blogspot.com/2013/02/tnada-tanda-irob-nasob.html
TANDA I'ROB NASHAB ('alamat Nashob)

Irab nashab mempunyai lima tanda:
1. Fathah
2. Alif
3. Kasroh
4. Ya
5. Hilangnya 'nun'

1. Fathah menjadi tanda irab nashab pada 3 tempat, yaitu pada :
1) Isim mufrad seperti contoh

(aku telah melihat zaid)


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Isim Mufrod yang berkedudukan sebagai
Maful Bih [1]dan tanda nasabnya menggunakan fathah.

2) Jamak taksir , contoh :

(aku telah melihat beberapa orang laki-laki)


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Jama Taksir yang berkedudukan sebagai
Maful Bih dan tanda nasabnya menggunakan fathah.
3) Fi'il mudhari' bila dimasuki amil nashab (pelaku yang menashabkan) dan pada (huruf)
akhirannya tidak bersambung, contoh :


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Fiil Mudhori yang kemasukan amil
nashab dan tanda nasabnya menggunakan fathah.

2. Adapun alif Menjadi tanda irob nashab pada isim-isim asmaul khomsah. Seperti contoh
:


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Asmaul Khomsah yang berkedudukan
sebagai Maful Bih dan tanda nasabnya menggunakan Alif.

3. Adapun Kasroh menjadi tanda irob nashab pada Jama Muanas Salim seperti contoh :


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Jama Muannas Salim yang berkedudukan
sebagai Maful Bih dan tanda nasabnya menggunakan Kasroh.

4. Adapun ya' menjadi tanda irob nashab yaitu pada 2 tempat :
1) Isim Tasniyah contoh :

(aku telah melihat dua zaid)


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Isim Tasniyah yang berkedudukan sebagai
Maful Bih dan tanda nasabnya menggunakan ya.
2) Jamak mudzakar salim, contoh :

(aku telah melihat beberapa zaid)


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Jama Mudzakar Salim yang berkedudukan
sebagai Maful Bih dan tanda nasabnya menggunakan ya.

5. Adapun Tanda Irob nashab yang kelima yaitu hilangnya nun, maka ia menjadi tanda bagi
i'rob nashab pada Afalul Khomsah (fiil fiil yang irab rafa' menggunakan tanda tetap nya nun).
Contoh :


Lafadz yang bergaris bawah yang dinamakan Afalul Khomsah dan tanda nasabnya
membuang nun (yang menjadi gantinya fathah).
http://irone88.blogspot.com/2011/02/tanda-irob-nashab-alamat-nashob.html
Macam-macam I'rab dan Tanda-tandanya

Isim tatsniyah, ialah:
Lafazh yang menunjukkan dua dengan memakai alif dan nun pada huruf akhirnya, yaitu bila dalam keadaan rafa;
sedangkan ya dan nun bila dalam keadaan nashab dan jar.
Contoh yang di-nashab-kan, seperti:
Aku telah melihat dua Zaid.
Aku telah mengetahui du a orang guru.
Contoh yang dijar-kan, seperti:
Aku telah bertemu dengan dua Zaid.
Aku telah belajar dari dua orang guru.
Alif sebagai pengganti dhammah, dan ya sebagai pengganti fathah atau kasrah, sedangkan nun sebagai pengganti
tanwin.
Kata nazhim:
Dan pada . mutsanna (isim tatsniyah) dengan memakai alif, contoh: dua Zaid. (Alif-nya adalah alamat rafa').
Lafazh-lafazh yang di-rafa'- kan dengan memakai nun
Nun menjadi alamat bagi i'rab rafa' pada fi'il mudhari' bilamana bertemu dengan dhamir tatsniyah atau dhamir jamak
mudzakkar atau dhamir muannats mukhathabah.
Maksudnya: Nun menjadi tanda bagi i'rab rafa' itu pada fi'il mudhari' yang bertemu dengan dhamir tatsniyah, seperti:
mereka berdua (laki-laki) sedang melakukan (sesuatu).
kamu berdua sedang melakukan (sesuatu) atau dengan dhamir jamak, seperti:
mereka (laki-laki) sedang melakukan (sesuatu). kalian (laki-laki) sedang melakukan (sesuatu) atau dengan dhamir
muannats mukhathabah, seperti: (seorang perempuan) sedang melakukan (sesuatu).
Kata nazhim:
Dan nun pada fi'il mudhari' yang telah diketahui (menjadi alamat i'rab rafa').
Yaitu dengan tuazan yafalaani, tafalaani (dhamir mukhathabah) antumaa. Dan yafaluuna, tafaluuna disertai yafalaani
dan tafalaani.
Demikian pula tapaliina seperti halnya perkataan tarhamiina haalii (kamu - seorang perempuan - kasih sayang
kepada keadaanku). Wazan-zuazan tersebut terkenal dengan sebutan afaalul khamsah.
Kesimpulan:
1. Tanda rafa' dengan alif hanya terdapat pada isim tatsniyah.
2. Tanda i-afa' dengan nun hanya terdapat pada afalul khamsah.

Tanda i'rab Nashab
I'rab' nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan menghilangkan huruf nun yang menjadi
tanda i'rab rafa'.
Maksudnya: I'rab nashab itu mempunyai lima tanda, yaitu:
1. Fathalz, menjadi alamat pokok (tanda asli) i'rab nashab, - contoh:
aku telah mengenal Bakar. aku telah melihat Zaid.
2. Alif sebagai pengganti fathah, contoh: aku telah mengenal saudaramu.
aku telah melihat ayahmu.
3. kasrah sebagai pengganti fathah, contoh: aku telah mengenal guru-guru wanita. aku telah melihat wanita-wanita
muslim.
4. Ya juga sebagai pengganti fathah, contoh: aku telah melihat Zaid-Zaid. aku telah melihat dua Zaid.
5. Menghilangkan huruf nun, contoh: kamu (seorang perempuan) tidak akan dapat berbuat. kalian tidak akan dapat
berbuat. mereka tidak ahan dapat berbuat. kamu berdua tidak akan dapat berbuat.mereka berdua tidak akan dapat
berbuat.
Kata nazhim
I'rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya, dan membuang (menghilangkan) huruf nun.
I'rab khafadh mempunyai tiga alamat, yaitu: kasrah, ya, dan fathah.
Kasrah, yaitu yang menjadi alamat pokok i'rab khafadh,
contoh: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ya , sebagai pengganti kasrah, contoh: aku telah berjumpa dengan ayahmu.
aku telah bersua dengan Ahmad.
Fathah, sebagai pengganti kasrah, contoh: aku telah berdua dengan Zaid.
aku telah berjumpa dengan dua Zaid.
aku telah berjumpa dengan Zaid/Zaid itu.
aku telah salat di beberapa masjid.
Alamat khafadh yang telah ditentukan ialah, kasrah, ya dan fathah saja.
Lafazh-lafazh yang di-khafadh-kan atau di jar-kan dengan memakai harakat kasrah
Kasrah menjadi alamat bagi i'rab khafadh pada tiga tempat, yaitu pada isim mufrad yang menerima tanwin, jamak
taksir yang menerima tanwin, dan jamak muannats salim.
Contoh isim mufrad, yang menerima tanwin, seperti: aku telah berdua dengan zaid, aku telah menulis
dengan pena. aku telah salat di dalam masjidil Haram.
Contoh jamak taksir yang menerima tanwin, seperti: aku telah berjumpa dengan beberapa lelaki. aku telah
mengambil ilmu-ilmu itu dari beberapa kitab.
Contoh jamak muannats salim, seperti: aku telah berjumpa dengan uuanita-wanita Muslim. Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi... (Ali Imran: 190)
Kata nazhirn:
hafadh-kanlah (jar-kanlah) dengan harakat kasrah isim-isim yang telah diketahui dalam keadaan rafa'-nya dengan
dhammah bilamana munsharif (menerima tanwin).
isim mufrad bertanwin
http://110.138.206.53/bahan-
ajar/modul_online/agama/agama_islam/kaidah_bhs_arab/materi/bab6.htm

I'RAB ROFA
I'rab rafa mempunyai empat macam tanda, yaitu:


Dlommah

))
Dlommah menjadi tanda bagi I'rab rafa pada empat golongan kata:
Isim mufrad
Contoh Isim Mufrad yang sedang rafa'

Jama' taktsir
Contoh Jama' taktsir yang sedang rafa'


Jama' Muannats Salim
Contoh Jama' Muannats Salim yang sedang rafa'

Fiil Mudlori yang huruf akhirnya belum berhubungan dengan sesuatupun, yakni
dlomir alif tasniyah, wau jamak dan ya muannats mukhatabah, dan juga huruf akhirnya
tidak terdiri dari salah satu huruf Ilat ( ). Fiil mudhari semacam ini suka disebut:

Contoh yang sedang rafa':


Wau
Wau menjadi tanda bagi I'rab rafa' pada dua golongan kata:
Jama' mudzakar salim
Contoh jama' mudzakar salim yang sedang rafa'


Isim-isim lima
Contoh isim lima yang sedang rafa'


Alif
Alif menjadi tanda bagi I'rab rafa hanya pada satu golongan kata yaitu pada isim
tasniyah. Contoh:


Nun
Nun menjadi tanda bagi irab rafa pada fiil mudlori yang huruf akhirnya telah
berhubungan dengan dlomir alif tasniyah, wau jamak dan ya muannats mukhatabah, baik
yang shahih akhir ataupun yang mu'tal akhir. Fiil mudlori semacam ini suka disebut

. Contoh:

I'RAB NASHAB
I'rab nashab mempunyai lima macam tanda, yaitu:
1.

2.

3. 4. 5.


Fathah
Fathah menjadi tanda bagi I'rab nashab pada tiga golongan kata, yaitu:
Isim mufrad
Contoh isim mufrad yang sedang nashab

Jama taktsir
Contoh jama' mudzakar salim yang sedang nashab

. Contoh:


Alif
Alif menjadi tanda bagi I'rab nashab pada satu tempat yaitu

. Contoh:

Kasrah
Kasrah bisa menandai suatu kalimat yang sedang nashab jika kalimat tersebut berbentuk
jama' muannats salim. Contoh:

Ya
Ya menjadi tanda bagi I'rab nashab pada dua golongan kata, yaitu:
I sim Tasniyah
Contoh isim tasniyah yang sedang nashab

J ama' mudzakar salim


Contoh jama' mudzakar salim yang sedang Nashab

Membuang Nun (

)
Membuang nun ini menjadi tanda bagi I'rab nashab dalam fiil-fiil lima yang
tanda rafa'nya dengan tetapnya nun. Contoh:

I'RAB KHAFADL
Tanda I'rab khafadl itu ada tiga, yaitu:
1. 2. 3.


Kasrah
Kasrah menjadi tanda bagi I'rab khafadl pada tiga tempat, yaitu:
I sim mufrad
Contoh isim mufrad yang sedang khafadl

J ama' taktsir
Contoh Jama' taktsir yang sedang khafadl

J ama' muannats salim


Contoh Jama' muannats salim yang sedang khafadl

Ya
Ya menjadi tanda bagi I'rab khafadl pada tiga golongan kata, yaitu:
I sim-isim lima
Contoh isim lima yang sedang khafadl:


I sim tasniyah
Contoh Isim tasniyyah yang sedang khafadl:

J ama mudzakar Salim


Contoh jama' mudzakar salim yang sedang khafadl:
.

Fathah
Fathah menjadi tanda bagi I'rab khafadl khusus pada isim ghair munsharif saja, (
) . Contoh:

I'RAB JAZM
Jika suatu kalimat sedang berhukum I'rab jazm, maka tandanya ada yang dengan sukun
dan ada yang dengan hadzfu (), yakni membuang nun atau huruf akhir.
Sukun
Sukun menjadi tanda bagi I'rab jazm pada fiil mudlari

Contoh:

Membuang ()
Yang dimaksud dengan () disini ada dua macam, yaitu:
Membuang nun (

)
Membuang nun menjadi tanda bagi I'rab jazm di dalam fiil-fiil lima. Contoh:

Membuang huruf akhir ( )


Membuang huruf akhir menjadi tanda bagi I'rab jazm di dalam

yang akhirnya berupa , dan .


Contoh yang huruf akhirnya berupa ( ).

Contoh yang huruf akhirnya berupa (

).

Contoh yang huruf akhirnya berupa (

).

By:
Salman Hakim
Copyright: Pesantren Yayasan KH. Zainal Musthafa Sukamanah
Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia
http://www2.pstkhzmusthafa.or.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=60
TANDA I'RAB NASHAB
Tanda Irab Nashab

Irab nashab mempunyai lima alamat, yaitu
1. Fathah menjadi alamat pokok Irab nashab
Contoh:
2. Alif sebagai pengganti fathah
Contoh:
3. Kasrah sebagai pengganti fathah
Contoh:
4. ya sebagai pengganti alif
contoh:
5. menghilangkan huruf nun
contoh:


Kata nazhim


Lafazh yang di-nashab-kan dengan fathah


Fathah menjadi tanda Irab nashab pada tiga tempat:
1. isim mufrad
2. jamak taksir
3. fiil mudhari yang kemasukan amil yang menashabkan dan akhir fiil itu tidak bertemu dengan alif
dhamir tatsniyah, wawu jamak, ya muannats mukhotobah dan nun taukid.


Kata nazhim


Lafazh yang di-nashab-kan dengan alif

Alif menjadi alamat bagi Irab nashab pada asmaul khomsah

Kata nazhim


Lafazh yang di-nashab-kan dengan kasrah

Kasrah menjadi tanda Irab nashab pada jamak muannats salim

Kata nazhim


Lafazh yang di-nashab-kan dengan ya


Ya menjadi tanda Irab pada
1. isim tasniyah
2. jamak mudakkar salim

kata nazhim


Lafazh yang di-nashab-kan dengan membuang huruf nun

Membuang nun menjadi tanda Irab nashab pada afalul khomsah yang di-rafa-kan dengan memakai nun
itsbat (tetap).

Kata nazhim

http://cahayacep.blogspot.com/2010_07_11_archive.html


ALAMAT FAR'IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)


Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda
asli (pokok) dari I'rab yaitu baris Dhammah untuk I'rab Rafa', baris Fathah untuk I'rab
Nashab, dan baris Kasrah untuk I'rab Jarr.

Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari
Alamat Ashliyyah untuk menunjukkan I'rab Rafa', Nashab atau Jarr tersebut, karena
bentuknya yang khas, mereka menggunakan Alamat Far'iyyah yaitu:

1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual).
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Alif-Nun :
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun :

= datang dua orang lelaki


= aku melihat dua orang lelaki


= aku memberi salam kepada dua orang lelaki



2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan).
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau-Nun :
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun :

= datang kaum muslimin


= aku melihat kaum muslimin


= aku memberi salam kepada kaum muslimin



3) Al-Asma' al-Khamsah (

) atau "isim-isim yang lima"


yakni:

(=ayah),

(=saudara),

(=ipar),

(=pemilik) dan

(=mulut). Isim-isim
ini memiliki perubahan bentuk yang khas sebagai berikut:

a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau ( ) di akhirnya
b. I'rab Nashab ditandai dengan huruf Alif ( ) di akhirnya
c. I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya ( ) di akhirnya

= datang Abubakar

= aku melihat Abubakar


= aku memberi salam kepada Abubakar



Hafalkanlah kelompok-kelompok Isim yang mempunyai tanda-tanda I'rab yang khas ini,
sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.
http://belajarbahasaarab.blogspot.com/2011/06/25-alamat-fariyyah.html
I'rab Dalam bahasa Arab


I'RAB ISIM


I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan kedudukan kata
tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami tiga macam I'rab yaitu:

1. I'RAB RAFA' (

) atau Subjek; dengan tanda pokok: Dhammah ( )


2. I'RAB NASHAB (

) atau Objek; dengan tanda pokok: Fathah ( )


3. I'RAB JARR (

) atau Keterangan; dengan tanda pokok: Kasrah (

)

Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:

= datang siswa-siswa

= aku melihat siswa-siswa


= aku memberi salam kepada siswa-siswa



Isim

(=siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:





Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah (

) atau tanda-tanda asli (pokok).



Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata.
Dalam hal ini, Isim terbagi dua:

1) ISIM MU'RAB (

) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim adalah Isim
Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya, tergantung kedudukannya dalam kalimat.

2) ISIM MABNI (

) yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Yang termasuk Isim
Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk), Isim Maushul (Kata Sambung), Isim
Istifham (Kata Tanya).

Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:

= datang (mereka) ini


= aku melihat (mereka) ini


= aku memberi salam kepada (mereka) ini



Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah

(=ini) tidak mengalami I'rab atau


perubahan baris/bentuk di akhir kata, meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-ubah, baik
sebagai Subjek, Objek maupun Keterangan. Isim Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.

Bila anda telah memahami baik-baik tentang pengertian I'rab dan tanda-tanda aslinya, marilah kita
melanjutkan pelajaran tentang Isim Mu'rab.


I'RAB FI'IL MUDHARI'


Fi'il Mudhari' juga mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata bila didahului oleh harf-harf
tertentu. Fi'il Mudhari mengenal tiga macam I'rab:

1) I'RAB RAFA' ialah bentuk asal dari Fi'il Mudhari' dengan alamat (tanda):

a. Baris Dhammah:


b. Huruf Nun:



2) I'RAB NASHAB bila dimasuki Harf Nashab. Alamatnya adalah:

a. Baris Fathah:


b. Hilangnya huruf Nun:



Adapun yang termasuk Harf Nashab ialah:

(=bahwa),

(=tidak akan),

(=kalau
begitu),

(=supaya),

(=hingga), (=untuk).

Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:



3) I'RAB JAZM (

) bila dimasuki Harf Jazm. Alamatnya ada tiga:



a. Baris Sukun:


b. Hilangnya huruf Nun:


c. Hilangnya huruf 'Illat (

) atau "huruf penyakit" yaitu / /



Adapun yang termasuk Harf Jazm terbagi dalam dua kelompok:

1. Harf Jazm yang men-jazm-kan satu fi'il saja yaitu:

(=tidak),

(=belum),

/untuk perintah
(=hendaklah),

untuk larangan (=jangan).



Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat:



2. Harf Jazm yang men-jazm-kan dua fi'il
yaitu:

(=jika),

(=siapa),

(=apa),

(=jangan),

(=kapan),

(=kapan),

(=dima
na),

(=dimana saja),

(=darimana),

(=darimana saja),

(=bagaimana
saja),

(=yang mana).

Contoh I :


(=engkau mengerjakan suatu pekerjaan; engkau akan dibalas dengannya)


(=jika engkau mengerjakan suatu pekerjaan, engkau akan dibalas dengannya)

Contoh II :


(=dia beriman kepada Allah; Allah menunjuki hatinya)


(=siapa yang beriman kepada Allah, Dia akan menunjuki hatinya)

Contoh III :


(=kalian melakukan suatu kebaikan; Allah mengetahuinya)


(=kebaikan apa saja yang kalian lakukan, Allah mengetahuinya)

Contoh IV :


(=kalian bertaqwa kepada Allah; kalian beruntung)


(=kapan kalian bertaqwa kepada Allah, kalian bertuntung)

Contoh V :


(=mereka berdua pergi; mereka berdua dilayani)


(=kemana saja mereka berdua pergi, akan dilayani)

Contoh VI :


(=engkau membaca sebuah buku; engkau memperoleh manfaat darinya)


(=buku apa saja yang engkau baca, engkau akan memperoleh manfaat)

Hafalkan dan fahamkan baik-baik jenis-jenis I'rab Fi'il di atas!


ALAMAT FAR'IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)


Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda asli (pokok)
dari I'rab yaitu baris Dhammah untuk I'rab Rafa', baris Fathah untuk I'rab Nashab, dan baris Kasrah untuk
I'rab Jarr.

Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari Alamat Ashliyyah
untuk menunjukkan I'rab Rafa', Nashab atau Jarr tersebut, karena bentuknya yang khas, mereka
menggunakan Alamat Far'iyyah yaitu:

1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual).
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Alif-Nun :
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun :

= datang dua orang lelaki


= aku melihat dua orang lelaki


= aku memberi salam kepada dua orang lelaki



2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan).
a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau-Nun :
b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun :

= datang kaum muslimin


= aku melihat kaum muslimin


= aku memberi salam kepada kaum muslimin



3) Al-Asma' al-Khamsah (

) atau "isim-isim yang lima"


yakni:

(=ayah),

(=saudara),

(=ipar),

(=pemilik) dan

(=mulut). Isim-isim ini memiliki


perubahan bentuk yang khas sebagai berikut:

a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Wau ( ) di akhirnya
b. I'rab Nashab ditandai dengan huruf Alif ( ) di akhirnya
c. I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya ( ) di akhirnya

= datang Abubakar

= aku melihat Abubakar


= aku memberi salam kepada Abubakar



Hafalkanlah kelompok-kelompok Isim yang mempunyai tanda-tanda I'rab yang khas ini, sebelum
melangkah ke pelajaran selanjutnya.



ISIM MARFU'


Isim yang mengalami I'rab Rafa' dinamakan Isim Marfu' yang terdiri dari:

1) Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal). Perhatikan contoh-
contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini:

= rumah itu besar


= rumah itu besar (lagi) indah


= rumah besar itu indah


= rumah besar itu indah (lagi) luas



Dalam contoh di atas terlihat bahwa semua Isim yang terdapat dalam Jumlah Ismiyyah adalah Marfu'
(mengalami I'rab Rafa'), tandanya adalah Dhammah.

2) Fa'il (Subjek Pelaku) atau Naib al-Fa'il (Pengganti Subjek Pelaku) pada Jumlah Fi'liyyah (Kalimat
Verbal). Contoh:

= Muhammad datang

= Umar menang

= orang kafir itu dikalahkan


= syaitan itu dilaknat



(=Muhammad) --> Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah


(=Umar) --> Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah


(=orang kafir) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.

(=syaitan) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.



Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke
pelajaran selanjutnya.


ISIM MANSHUB


Isim yang terkena I'rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim
selain Fa'il atau Naib al-Fa'il dalam Jumlah Fi'liyyah.

1) MAF'UL (

) yakni Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita).



= Muhammad membaca al-Quran



(= al-Quran) --> Maf'ul --> Manshub dengan tanda fathah.



2) MASHDAR (

) yakni Isim yang memiliki makna Fi'il dan berfungsi untuk menjelaskan atau
menegaskan (menguatkan) arti dari Fi'il.

= Muhammad membaca al-Quran dengan tartil (perlahan-lahan)



(= perlahan-lahan) --> Mashdar --> Manshub dengan tanda fathah.



3) HAL (

) ialah Isim yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan Fa'il atau Maf'ul ketika
berlangsungnya pekerjaan.

= Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu'


(= orang yang khusyu') --> Hal --> Manshub dengan tanda fathah.

4) TAMYIZ (

) ialah Isim yang berfungsi menerangkan maksud dari Fi'il dalam hubungannya
dengan keadaan Fa'il atau Maf'ul.

= Muhammad membaca al-Quran sebagai suatu ibadah



(= ibadah) --> Tamyiz --> Manshub dengan tanda fathah.



5) ZHARAF ZAMAN (

) atau Keterangan Waktu dan ZHARAF MAKAN (

) atau
Keterangan Tempat.

= Muhammad membaca al-Quran pada suatu malam



(= malam) --> Zharaf Zaman --> Manshub dengan tanda fathah.



Diantara Zharaf Zaman:

(=pada hari),

(=pada hari ini),

(=pada malam
hari),

(=pada siang hari),

(=pada pagi hari),

(=pada sore
hari),

(=besok),

(=sekarang), dan sebagainya.



Diantara Zharaf Makan:

(=di depan),

(=di belakang),

(=di balik),

(=di
atas),

(=di bawah),

(=di sisi),

(=di sekitar),

(=di antara),

(=di sebelah), dan


sebagainya.

6) Mudhaf yang berfungsi sebagai MUNADA (

) atau Seruan/Panggilan.

(=Rasul Allah) adalah Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bila berfungsi sebagai Munada, maka
kata

(=Rasul) sebagai Mudhaf menjadi Manshub.



= Wahai Rasul Allah



Sedangkan bila Munada itu adalah Isim Mufrad yang bukan merupakan Mudhaf-Mudhaf Ilaih, maka Isim
tersebut tetap dalam bentuk Marfu'. Contoh:

= Wahai Muhammad

7) MUSTATSNA (

) atau Perkecualian ialah Isim yang terletak sesudah ISTITSNA (

)
atau Pengecuali. Contoh:

= para siswa telah hadir kecuali Zaid



(=kecuali) --> Istitsna (Pengecuali).


(=Zaid) --> Mustatsna (Perkecualian) --> Manshub dengan tanda Fathah



Kata-kata yang biasa menjadi Istitsna antara lain:


Semuanya biasa diterjemahkan: kecuali, selain.

Isim yang berkedudukan sebagai Mustatsna tidak selalu harus Manshub. Mustatsna bisa menjadi Marfu'
dalam keadaan sebagai berikut:

a) Bila berada dalam Kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya disebutkan. Maka Mustatsna
boleh Manshub dan boleh Marfu'. Contoh:

= para siswa tidak berdiri kecuali Zaid

= para siswa tidak berdiri kecuali Zaid



Kalimat di atas adalah Kalimat Negatif (ada kata: tidak) dan disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya
yaitu

(=para siswa) maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh pula Marfu' (

atau

).

b) Bila Mustatsna berada dalam kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya tidak disebutkan
sedangkan Mustatsna itu berkedudukan sebagai Fa'il maka ia harus mengikuti kaidah I'rab yakni menjadi
Marfu'. Contoh:

= tidak berdiri kecuali Zaid



Mustatsna menjadi Marfu' karena berkedudukan sebagai Fa'il (

) dan berada dalam Kalimat Negatif


yang tidak disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya.


ISIM MAJRUR


Isim yang terkena I'rab Jarr disebut Isim Majrur yang terdiri dari:

1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang termasuk Harf Jarr
adalah: (=dengan),

(=untuk),

(=di,
dalam),

(=atas),

(=ke), (=dari),

(=bagai),

(=hingga),

untuk sumpah (=demi


...).

Perhatikan contoh-contoh berikut:

= aku berlindung kepada Allah


= aku shalat di masjid


= demi masa!

/ pada kalimat-kalimat di atas adalah Isim Majrur karena didahului/dimasuki oleh


Harf Jarr. Tanda Majrurnya adalah Kasrah.

2) Termasuk dalam Mudhaf Ilaih adalah Isim yang mengikuti Zharaf.

= mereka duduk-duduk di depan rumah


= aku berdiri di bawah pohon



Dalam contoh di atas, Isim

(=rumah) dan Isim

(=pohon) adalah Isim Majrur dengan


tanda Kasrah karena terletak sesudah Zharaf

(=di depan) dan

(=di bawah). Dalam hal ini,


kedua Zharaf tersebut merupakan Mudhaf sedang Isim yang mengikutinya merupakan Mudhaf Ilaih.

3) Isim yang berkedudukan sebagai Mudhaf Ilaih. Contoh:

(=Rasul Allah) -->

[Mudhaf], [Mudhaf Ilaih]


(=ahlul kitab) -->

[Mudhaf],

[Mudhaf Ilaih]

Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) bisa dalam bentuk Marfu',
Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam kalimat. Perhatikan contoh-contoh kalimat di
bawah ini:

= berkata Rasul Allah


= saya mencintai Rasul Allah


= kami beriman kepada Rasul Allah



Dalam contoh-contoh di atas, Isim

merupakan Mudhaf dan bentuknya bisa Marfu' (contoh


pertama), Manshub (contoh kedua) maupun Majrur (contoh ketiga). Adapun kata sebagai Mudhaf
Ilaih selalu dalam bentuk Majrur.

Catatan Penting: Bila Mudhaf berupa Isim Mutsanna atau Jamak Mudzakkar Salim maka huruf Nun di
akhirnya dihilangkan.





ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin)


Dalam kaitannya tentang Alamat I'rab Far'iyyah (tanda-tanda I'rab cabang), kita harus mempelajari
golongan Isim yang huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah (hanya menerima baris
dhammah dan fathah).

Isim-isim ini dinamakan ISIM GHAIRU MUNAWWAN yang terdiri dari:

1) Semua Isim 'Alam (Nama) yang diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah Mudzakkar).
Misalnya:

(=Fatimah),

(=Aminah),

(=Makkah),

(=Muawiyah),

(=Hamz
ah), dan sebagainya.

2) Semua Isim 'Alam Muannats (meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah).
Misalnya:

(=Khadijah),

(=Saudah),

(=Zainab),

(=Bagdad),

(=Dama
skus), dan sebagainya.

3) Isim 'Alam yang merupakan kata serapan atau berasal dari bahasa 'ajam (bukan Arab).
Misalnya:

(=Ibrahim),

(=Dawud),

(=Yusuf),

(=Fir'aun),

(=Qarun
), dan sebagainya.

4) Isim 'Alam yang menggunakan wazan (pola/bentuk) Fi'il.
Misalnya:

(=Yazid),

(=Ahmad),

(=Yatsrib), dan sebagainya.



5) Isim 'Alam yang menggunakan wazan

. Misalnya:

(=Umar),

(=Zuhal),

(=Juha),
dan sebagainya.

6) Semua Isim, baik Isim 'Alam maupun bukan, yang diakhiri dengan huruf Alif-Nun.
Misalnya:

(=Utsman),

(=Sulaiman),

(=Ramadhan),

(=lapar),

(=marah), dan sebagainya.



7) Semua Isim yang menggunakan wazan (pola/bentuk)

. Misalnya:

(=lebih
utama),

(=lebih besar),

(=hitam), dan sebagainya.



8) Isim Jamak yang mempunyai wazan yang di tengahnya terdapat Mad Alif. Misalnya:

(=surat-
surat),

(=nasyid-nasyid),

(=jalan-jalan),

(=suku-suku), dan sebagainya.



9) Isim 'ADAD (

) atau Bilangan dari satu sampai sepuluh yang menggunakan


wazan

atau

.
Misalnya:

(=tiga),

(=empat),

(=lima),

(=kelompok), dan sebagainya.



10) Isim

(=yang lain) yang merupakan bentuk Jamak dari

.

11) Isim yang huruf akhirnya berupa Alif Mamdudah (

) atau Alif Lurus ( ).


Misalnya:

(=yang berkilau),

(=orang-orang berilmu),

(=teman-teman), dan
sebagainya.

Seperti dinyatakan di awal tadi, Isim-isim di atas huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin dan kasrah.
Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan I'rab, Isim Ghairu Munawwan mempunyai alamat atau tanda-
tanda I'rab sebagai berikut:

a. I'rab Rafa' dan I'rab Nashab tetap menggunakan Alamat Ashliyyah yakni baris Dhammah untuk I'rab
Rafa' dan baris Fathah untuk I'rab Nashab.

b. I'rab Jarr tidak menggunakan baris Kasrah melainkan baris Fathah.

= datang Sulaiman

= aku melihat Sulaiman


= aku memberi salam kepada Sulaiman



Sebagai perkecualian, bila Isim-isim tersebut menggunakan awalan Alif-Lam Ma'rifah, maka ia menerima
baris kasrah bila terkena I'rab Jarr. Perhatikan:

= aku memberi salam kepada suku-suku


= aku memberi salam kepada suku-suku itu


= aku memberi salam kepada para ulama


= aku memberi salam kepada para ulama itu



Masih ada lagi kelompok Isim Ghairu Munawwan yang huruf akhirnya selalu tetap, tidak mengalami
perubahan baris apapun. Yaitu:

12) Isim-isim yang huruf akhirnya Alif Maqshurah (

) atau Alif Bengkok ( tanpa titik


dua). Misalnya:

(=Musa),

(=Isa), (=petunjuk),

(=Thuwa: nama bukit), dan


sebagainya.

Isim-isim ini huruf akhirnya tidak pernah berubah, dalam keadaan I'rab apapun.

= datang Musa

= aku melihat Musa

= aku memberi salam kepada Musa



Hafalkanlah istilah-istilah tata bahasa Arab yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke
pelajaran selanjutnya.




"INNA" DAN "KANA" SERTA "KAWAN-KAWANNYA"


Kata

(=sesungguhnya) dan

(=adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah kaidah I'rab


yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut:

1) Bila Harf

(=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun


Jumlah Fi'liyyah maka Mubtada' atau Fa'il yang asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub.
Perhatikan contoh di bawah ini:



Yang termasuk kawan-kawan

antara lain:

(=bahwasanya),

(=seolah-olah),

(=akan tetapi),

(=agar
supaya),

(=andaisaja),

(=tidak, tidak ada).



2) Bila Fi'il

(=adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah maka Khabar yang
asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub.



Adapun yang termasuk kawan-kawan

(=adalah) antara lain:


(=menjadi),

(=senantiasa),

(=selama),

(=tidak),

(=tidak).
http://tsaubanabqorie19.blogspot.com/2013/09/irab-dalam-bahasa-arab.html