Anda di halaman 1dari 25

Laporan Akhir Kimia Analitik 1

Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 33

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Prinsip Percobaan
Sejumlah sampel diidentifikasi jenis kationnya dengan cara sampel
direaksikan dengan pereaksi yang sesuai dengan sampel yang
bersangkutan.

1.2 Tujuan Percobaan
Untuk melakukan reaksi spesifik terhadap kation dengan menggunakan
reagensia yang khas untuk kation bersangkutan.














Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 34

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Dasar
Analisa kulitatif untuk kation melalui reaksi spesifik, kation harus
dalam keadaan tunggal tidak tercampur dengan kation lain, untuk
menghindari reaksi gangguan yang mungkin terjadi. Namun untuk
beberapa kation dapat dikerjakan dalam keadan tercampur paling banyak 2
atau 3 kation. Dalam pengambilan reagen pereaksi tidak boleh
menggunakan pipet yang sama untuk reagen yang berbeda, satu pipet
untuk satu reagen.

2.2 Teori Tambahan
Identifikasi kation banyak digunakan terhadap terutama sampel
yang berupa bahan garam yang mengandung banyak logam-logam,
misalnya pasir besi dan sebagainya. Dengan uji kation ini, bahan-bahan
galian tersebut dapat segera ditentukan tanpa memerlukan waktu yang
lama.
Dengan adanya suatu unsur berguna untuk memisahkan bahan
galian yang tercampur. Selain itu, dapat juga digunakan untuk kasus-kasus
keracunan logam berat, seperti Hg dan Pb. Identifikasi kation banyak
digunakan atau dilakukan, mengingat karena bahan-bahan tersebut
merupakan bagian bahan obat, bahan baku, dan sedian obat. Namun, dapat
juga sebagai pencemar yang perlu diketahui keberadaannya agar dapat
diantisipasi bila membahayakan.

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 35

Unsur logam dalam larutannya akan membentuk ion positif atau
kation, sedangkan unsur non logam akan membentuk ion negatif atau
anion. Banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis
kualitatif. Ion ion dapat diidentifikasi berdasarkan sifat fisika dan
kimianya.
Untuk tujuan analisis kualitatif sistematik kation-kation
diklasifikasikan dalam 5 golongan berdasarkan sifat-sifat kation terhadap
reagensia. Dengan memakai apa yang disebut reagensia golongan secara
sistematik dapat kita tetapkan ada tidaknya golongan-golongan kation dan
dapat juga memisahkan golongan-golongan ini untuk pemeriksaan lebih
lanjut. Umumnya ini dilakukan dengan dua cara yaitu pemisahan dan
identifikasi. Pemisahan dilakukan dengan cara mengendapkan suatu
kelompok kation dari larutannya. Kelompok kation yang mengendap
dipisahkan dari larutan dengan cara sentrifus dan menuangkan filtratnya ke
tabung uji yang lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar kation
kemudian diendapkan kembali membentuk kelompok kation baru. Jika
dalam kelompok kation yang terendapkan masih berisi beberapa kation
maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi kelompok kation
yang lebih kecil, demikian seterusnya sehingga pada akhirnya dapat
dilakukan uji spesifik untuk satu kation. Jenis dan konsentrasi pereaksi
serta pengaturan pH larutan dilakukan untuk memisahkan kation menjadi
beberapa kelompok. Suatu skema analisis standar untuk mengidentifikasi
25 kation dan 13 anion yang berbeda telah disusun. Skema analisis
tersebut terus dikembangkan sehingga sekarang orang dapat memilih
skema yang sesuai dengan kondisi yang ada dilaboratorium masing-
masing. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memodifikasi dan
mengembangkan sendiri skema tersebut.
Reagensia yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum
adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan amonium
karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 36

dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak.
Jadi dapat dikatakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum diasarkan
atas perbedaan kelarutan klorida, sulfida, dan karbonat dari kation
tersebut.

Secara prinsip, zat yang akan diidentifikasi dilarutkan kemudian
ditambahkan pereaksi tertentu yang sesuai, yang akan mengendapkan
segolongan kation sebagai garam yang sukar larut atau hidroksidanya.
Pereaksi haruslah sedemikian rupa sehingga pengendapan kation golongan
kation selanjutnya tidak terganggu atau sebelumnya dapat dengan mudah
dihilangkan dari larutan yang hendak dianalisis.
Untuk identifikasi senyawa organik, pada umumnya didasarkan
atas kelarutannya dalam air. Jika senyawa tidak larut dalam air, maka
harus dilakukan destruksi. Cara destruksi tergantung dari senyawa yang
hendak dianalisis dan ditentukan dengan bantuan percobaan pendahuluan.
Prinsip destruksi ini terdiri dari pelelehan campuran senyawa yang sukar
larut dalam pereaksi yang sesuai dalam jumlah yang berlebih. Akibatnya
reaksi akan digeser sempurna ke arah reaksi.
Kation digolongkan dalam 5 golongan. Kelima golongan kation
dan ciri-ciri khas golongan-golongan ini adalah sebagai berikut:
Golongan Kation
Pereaksi
Pengendapan/kondisi
1 Ag
+
, Hg
+
, Pb
2+
HCl 6 M
2 Cu
2+
, Cd
2+
, BI
3+
, Hg
2+
, Sn
4+
, Sb
3+
H2S 0,1 M pada pH 0,5
3 Al
3+
, Cr
3+
, Co
2+
, Fe
2+
, Ni
2+
, Mn
2+
, Zn
2+
H
2
S 0,1 M pada pH 9
4 Ba
2+
, Ca
2+
, Mg
2+
, Na
+
, K
+
, NH
4
Tidak ada pereaksi
pengendap golongan

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 37

1. Golongan I : Kation-kation golongan ini membentuk endapan putih
dengan asam klorida (HCl)encer. Kation-kation golongan ini adalah
timbal (Pb), merkurium I (Hg
+
) dan perak (Ag
+
).
2. Golongan II : kation-kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam
klorida (HCl) tetapi memebentuk endapan sulfide dengan hydrogen
sulfida (H
2
S) dalam suasana asam mineral encer. Kation-kation
golongan ini dibagi dalam 2 sub golongan, yaitu :
II A (Golongan tembaga)
1. Merkurium II (Hg
2+
)
2. Tembaga II (Cu
+2
)
3. Bismut (Bi)
4. Kadmium (Cd
2+
)
II B (Golongan Arsen)
1. Arsenik III (As
3+
)
2. Arsenik V (As
3+
)
3. Stribium (Sb
5+
)
4. Timah II (Sn
2+
)
5. Timah V (Sn
5+
)
3. Golongan III : Kation-kation golongan ini tidak bereaksi dengan HCl
encer atau dengan H
2
S. Dalam suasana asam mineral encer, melainkan
membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana netral
atau sedikit basah.
4. Golongan IV : Golongan ini tidak beraksi dengan reagensia golongan
I, II, III. Kation-kation ini membentuk endapan karbonat dengan
(NH
4
)
2
CO
3
dengan adanya NH
4
Cl dalam suasana netral atau sedikit
asam.
5. Golongan V : Kation-kation golongan ini disebut kation golongan
sisa,karena tidak membentuk endapan dengan reagensia sebelumnya.

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 38

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat
Tabung reaksi

Rak tabung reaksi

Batang pengaduk

Plat tetes

Pipet tetes


Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 39

Gelas kimia 100, 250 ml

Spatula

Kaki tiga + kasa asbes

Pembakar bunsen

Kaca arloji

Penjepit tabung


Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 40

Botol semprot

Gelas ukur 10, 25 ml

Kaca kobalt

Kertas saring





Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 41

3.2 Bahan
Aquadest MnCl 2M
AgNO
3
2M NH
4
Ac 6M
HCl 2M Aluminon
(NH
4
)
2
CO
3
(NH
4
)
2
CO
3

HNO
3
2M Morin
KBr 1M Na
2
CrO
4
2M
PbNO
3
2M Pb Acetat 1M
K
2
CrO
4
1M Ni (NO
3
)
2
2M
NaOH 2M Na.Acetat 1M
H
2
SO
4
2M Dimetylglioksin
SnCl
2
1M Co(NO
3
)
3
2M
Anilin KSCN padat
Lempengan Cu Amilalkohol
Cu(NO
3
)
2
2M -nitoso -napthol
Benzoinoxim Kloroform
K
4
Fe(CN)
6
Zn(NO
3
)
2
2M
Cd(NO
3
) 2M Ca(NO
3
)
2
2M
Chinconine Na-dihidroxytartarat
KI (NH
4
)
2
C
2
O
4
1M
Bi(NO
3
)
2
2M Ba(NO
3
)
2
2M
As(NO
3
)
3
2M K
2
CrO
4
1M
NaOH 6M As.Asetat 1M
Serbuk Al Cr(NO
3
)
3
2M
HgCl
2
1M Mg(NO
3
)
2

H
2
O
2
3% NH
4
Cl 2M
HNO
3
pekat NH
4
OH pekat
Mo(NO
3
)
2
1M Titan Yellow
HgCl
2
1M Na
2
HPO
4
1M

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 42

Cacoteline KNO
3
2M
SnCl
2
1M Na
2
CO(NO
3
)
6
pekat
Rhodamine B NaCl 2M
KNO
3
padat NaNO
3

Na.Acetat 6M Zn Uranil Acetat
Na
2
S
2
O
3
padat

NH
4
(NO
3
)
KSCN 2M NaOH 6M
K
4
Fe(CN)
6
NaBiO
3
padat


HNO
3
6M FeCl
3
2M















Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 43

3.3 Diagram Alir
Reaksi spesifik kation kelompok I




















Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 44

Reaksi spesifik kation kelompok II





















Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 45

Reaksi spesifik kation kelompok III





















Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 46

3.4 Cara Kerja
1. Menyiapkan 10 tabung reaksi bersih dan kering.
2. Melakukan reaksi spesifik kation kelompok I, Ag
+
, Pb
2+
, Hg
2+
, Cu
2+
,
Cd
2+
, Bi
3+
, As
3+
, Sb
3+
.
3. Melakukan uji masing-masing kation dengan reagen spesifik yang
sesuai.
Ag
+

Menambahkan HCl 2 M ke dalam sampel, terjadi endapan putih
AgCl. Mencuci endapan dengan H
2
O. Endapan larut dengan
(NH
4
)
2
CO
3
2M.
a. Mengambil setetes larutan diatas, menambah setetes KBr 1M
terjadi endapan kuning AgBr.
b. Mengambil setetes larutan di atas, menambah setetes HNO
3

2M, terjadi endapan putih AgCl.
Pb
2+

1. Menambah setetes larutan K
2
CrO
4
1 M pada setetes sampel,
terjadi endapan kuning PbCrO
4
yang larut dalam NaOH 2M.
2. Menambah setetes H
2
SO
4
2 M dan setetes alkohol pada
setetes sampel terbentuk endapan puti PbSO
4
.
Hg
2+

a. Menambah setetes larutan K
2
CrO
4
1 M pada setetes sampel,
terjadi endapan kuning HgCrO
4
yang larut dalam NaOH 2M.
b. Menambah setetes sampel pada sekeping tembaga(yang
bersih) terlapis dengan Hg(abu-abu), yang jika digosok
dengan kertas saring akan mengkilat
Cu
2+

1. Meneteskan sampel pada kertas saring kemudian menambah
setetes benzoinxim dan mengenakan kertas pada uap NH
3
.
Warna biru menandakan Cu.
2. Menambah setetes HCl 2 M pada setetes sampel, kemudian
menambahkan setetes K
4
Fe(CN)
6.
Endapan merah coklat
dari Cu
2
Fe(CN)
6
.
Cd
2+

Menambah setetes air H
2
S pada 1 atau 2 tetes sampel, terjadi
endapan kuning.
Bi
3+

Membasahi sepotong kertas saring dengan setetes pereaksi
cinchonin KI, kemudian memberi setetes sampel. Noda jingga
merah menandakan Bi.

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 47

As
3+

Reaksi Gutzeit:
1. Menambah 10 tetes NaOH 6 M dan beberapa potong kecil Al
pada 5 tetes sampel dalam tabung reaksi. Membasahi
sepotong kertas dengan larutan HgCl
2
, kemudian
meletakkan di mulut tabung timbul warna jingga/coklat.
2. Menambah 10 tetes H
2
O
2
3% pada 5 tetes sampel dan
memanaskannya hingga semua H
2
O
2
hilang, kemudian
menambahkan 5 tetes HNO
3
pekat dan 10 tetes pereaksi
molibdat terjadi endapan putih.
Sb
3+


a. Menambah 2 tetes reagen rhodamine dan beberapa hablur
KNO
2
pada

2 tetes sampel. mengaduk dengan batang
pengaduk kaca timbul warna ungu.
b. Menambah 10 tetes NaOAc 6 M dan sebutir Na
2
S
2
O
3
pada

5
tetes sampel. Memanaskan diatas penangas air 3-5 menit
akan terjadi warna merah.

Bila telah selesai kelompok I, maka melanjutkan pemeriksaan pada
kelompok II.
4. Melakukan reaksi spesifik Kation kelompok II, Sn
2+
, Fe
3+
, Mn
2+
,Al
3+
,
Cr
3+
, Ni
2+
,Co
2+
, Zn
2+
, Ca
2+
.
5. Melakukan uji masing-masing kation dengan reagensia spesifik yang
sesuai.
Sn
2+

a. Menambah setetes larutan HgCl
2
pada 3 tetes larutan
terbentuk endapan putih.
b. Membubuhi setetes Cacotheline pada sepotong kertas saring
dan menambahkan setetes sampel terjadi warna merah/ungu
Fe
3+


1. Menambah setetes KSCN 2 M pada 1 & 2 tetes larutan
terjadi warna merah darah.
2. Menambah setetes K
4
Fe(CN)
6
pada 1 & 2 tetes larutan
terjadi warna biru.
Mn
2+

Menambah 5 tetes HNO
3
6 M pada 1 & 2 tetes larutan,
kemudian sedikit NaBiO
3
padat. Lalu memanaskannya timbul
warna ungu.

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 48

Al
3+

1. Menambah 2 tetes NH
4
Ac 6 M dan 3 tetes pereaksi
aluminon pada 5 tetes larutan, memanaskan 5 menit ,
menambahkan (NH
4
)
2
CO
3
sampai larutan basa,
menambahkan 3 tetes lagi terjadi endapan merah.
2. Reaksi morin: Menambah pereaksi morin pada 3 tetes
larutan terjadi fluorosensi hijau.
Cr
3+

a. Menambah Na
2
CrO
4
dan setetes larutan AgNO
3
pada setetes
larutan terjadi endapan merah.
b. Menambah setetes PbOAc pada setetes larutan terjadi
endapan kuning.
Ni
2+

Menambah setetes NaOAc dan setetes dimetilglioksin pada
setetes larutan terjadi endapan merah.
Co
2+

1. Menambah sedikit KSCN padat dan setetes amilalkohol
pada 2 tetes larutan, kemudian mengaduknya, timbul warna
biru dan mengencerkannya, melihat perubahan warnanya.
2. Menambah setetes HCl 2 M, 2 tetes pereaksi -nitroso -
napthol dan 3 tetes CHCl
3
pada 2 tetes larutan,
mengaduknya, timbul warna merah.
Zn
2+

Menambah K
4
Fe(CN)
6
pada setetes sampel terjadi endapan
putih.
Ca
2+

1. Menambah (NH
4
)
2
C
2
O
4
pada setetes sampel terjadi endapan
putih.
2. Melakukan reaksi nyala.

Bila telah selesai kelompok II, maka melanjutkan pemeriksaan pada
kelompok III.
6. Melakukan reaksi spesifik Kation kelompok III, Ba
2+
, Sr
2+
, Mg
2+
, K
+
,
Na
+
,NH
4
+
.
7. Melakukan uji masing-masing kation dengan reagen spesifik untuk
kation yang sesuai.
Ba
2+

1. Menambah setetes HOAc 2 M dan setetes K
2
CrO
4
0.5 M
pada setetes sampel terjadi endapan kuning.
2. Melakukan reaksi nyala.

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 49

Sr
2+
Melakukan reaksi nyala.
Mg
2+

1. Menambah 2 tetes NH
4
Cl 2 M dan beberapa tetes NH
4
OH
hingga bersifat basa serta 2 tetes Na
2
HPO
4
pada 2 tetes
sampel terjadi endapan putih, bila tidak muncul endapan,
menggosok dinding bagian dalam dengan batang pengaduk.
2. Menambah setetes peraksi Titan Yellow dan setetes NaOH
2 M pada setetes sampel terjadi endapan merah.
K
+
Melakukan reaksi nyala.
Na
+

1. Membubuhi setetes larutan Zn uranil asetat pada setetes
sampel, terjadi endapan warna kuning, dapat melihat hablur
dibawah mikroskop.
2. Melakukan reaksi nyala.
NH
4
+

Memanaskan sedikit sampel dengan 0,5 ml NaOH 6 M dalam
tabung reaksi, tercium bau yang keluar.
a. Membasahi sepotong kertas saring dengan air dan
meletakkan di mulut tabung, melihat apa yang terjadi.
b. Membasahi sepotong kertas saring dengan pereaksi nessler
dan meletakkan di mulut tabung, menjadi kuning coklat.









Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 50

BAB IV
HASIL DAN PERCOBAAN

4.1 Data Percobaan
Reaksi spesifik kation kelompok I:
Tidak terjadi reaksi secara spesifik, semua reaksi negatif terhadap
sampel no. 17.
a) Uji Ag
+
: negatif
b) Uji Pb
2+
: negatif
c) Uji Hg
2+
: negatif
d) Uji Cu
2+
: negatif
e) Uji Cd
2+
: tidak diuji karena sifat reagen H
2
S yang beracun,
sehingga tidak disediakan reagen H
2
S.
f) Uji Bi
3+
: negatif
g) Uji As
3+
: negatif
h) Uji Sb
3+
: negatif
Reaksi spesifik kation kelompok II:
Terjadi reaksi secara spesifik terhadap sampel no.17.
a) Uji Sn
2+
: negatif
b) Uji Fe
3+
: positif
- Setelah larutan sampel ditambah setetes KSCN 2M
terjadi warna merah darah.
Reaksi:
Fe
3+
+ 3 KSCN Fe(SCN)
3
+ 3K
+

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 51

- Setelah larutan sampel ditambah setetes K
4
Fe(CN)
6
,
warna larutan menjadi biru.

Reaksi:
Fe
3+
+ 3 K
4
Fe(CN)
6
K
4
{Fe(CN)
6
}
2
biru + 3K
+
c) Uji Mn
2+
: negatif
d) Uji Al
3+

: negatif
e) Uji Cr
3+
: negatif
f) Uji Ni
2+
: negatif
g) Uji Co
2+
: negatif
h) Uji Zn
2+
: negatif
i) Uji Ca
2+
: negatif
Reaksi spesifik kation kelompok II:
Terjadi reaksi secara spesifik terhadap sampel no.17.
a) Uji Ba
2+
: negatif
b) Uji Sr
2+
: negatif
c) Uji Mg
2+
: positif
- Setelah 2 tetes larutan sampel ditambahkan 2
tetes NH
4
Cl 2M dan beberapa tetes NH
4
OH
hingga bersifat basa dan 2 tetes Na
2
HPO
4
terjadi
endapan putih.
- Setelah setetes larutan sampel ditambahkan
setetes pereaksi Titan Yellow dan setetes NaOH
2M terjadi endapan merah.
Reaksi:
Mg
2+
+ 2 NaOH Mg(OH)
2
putih + 2 Na
+


Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 52

Mg
2+
+ 2 NH
4
OH Mg(OH)
2
tetap + 2 NH
4
+

3 Mg
2+
+ Na
3
CO(NO
2
)
6
Mg
3
{CO(NO
2
)
6
} + 3Na
+

larutan merah darah
d) Uji K
+
: negatif
e) Uji Na
+
: negatif
f) Uji NH
4
+
: negatif

4.2 Pembahasan
Pada pecobaan ini, yaitu melakukan percobaan Uji Kualitatif
Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik. Reaksi reagen
spesifik kation, berarti mengidentifikasi suatu unsur atau senyawa dari
suatu sampel dengan cara direaksikan dengan zat lain yang nantinya akan
muncul hasil atau produk yang khas.
Pada percobaan ini kation positif yang ditemukan terdapat dua
kation. Pada percobaan kation kelompok I tidak ditemukan hasil yang
positif. Semuanya tidak bereaksi dengan reagennya masing-masing
membentuk endapan ataupun perubahan warna. Dengan kata lain,
semuanya negatif terhadap sampel. Hal ini menunjukkan bahwa dalam
sampel tersebut memang tidak terdapat jenis kation-kation yang ada pada
kation kelompok I, yaitu Ag
+
, Pb
2+
, Hg
2+
, Cu
2+
, Cd
2+
, Bi
3+
, As
3+
, maupun
Sb
3+
.
Pada percobaan kation kelompok II ditemukan satu hasil yang
positif, yaitu Fe
3+
. Untuk uji Fe
3+
, pertama larutan sampel ditambahkan 1
tetes KSCN 2M dan larutan berubah menjadi merah darah yang berarti
positif. Reaksinya adalah :
Fe
3+
+ 3KSCN Fe(SCN)
3
+ 3K
+

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 53

Kedua larutan sampel ditambah setetes K
4
Fe(CN)
6
, warna larutan menjadi
biru.

Reaksinya adalah:

Fe
3+
+ 3 K
4
Fe(CN)
6
K
4
{Fe(CN)
6
}
2
biru + 3K
+

Hal ini menunjukkan bahwa larutan sampel tersebut dapat bereaksi
sempurna dengan reagen yang ditambahkan sebab dalam larutan sampel
tersebut terdapat kandungan Fe
3+
yang spesifik terhadap KSCN dan
K
4
Fe(CN)
6
.
Percobaan selanjutnya yakni kation kelompok III, berhasil
ditemukan satu hasil yang positif, yaitu pada uji Mg
2+
. Untuk uji Mg
2+
,
pertama

larutan sampel ditambahkan setetes pereaksi Titan Yellow dan
NaOH 2M yang menghasilkan endapan berwarna merah yang berarti
positif. Kedua larutan sampel ditambahkan 2 tetes NH
4
Cl 2M dan
beberapa tetes NH
4
OH hingga bersifat basa dan 2 tetes Na
2
HPO
4
terjadi
endapan putih. Reaksinya adalah :
Mg
2+
+ 2 NaOH Mg(OH)
2
putih + 2 Na
+

Mg
2+
+ 2 NH
4
OH Mg(OH)
2
tetap + 2 NH
4
+

3 Mg
2+
+ Na
3
CO(NO
2
)
6
Mg
3
{CO(NO
2
)
6
} + 3Na
+

larutan merah darah
Hal ini menunjukkan bahwa larutan sampel tersebut dapat bereaksi
sempurna dengan reagen yang ditambahkan sebab dalam larutan sampel
tersebut selain terdapat kandungan Fe
3+
, juga terdapat kandungan Mg
2+
yang spesifik terhadap Titan yellow dan NaOH.
Secara teoritis sebenarnya cukup besar kemungkinan terdapat
kation-kation dalam sampel yang diberikan oleh asisten (sampel no. 17)
yang diuji sebab sampel tersebut kemungkinan besar diambil dari daerah
terbuka yang berinteraksi langsung dengan berbagai aktivitas lain di alam
secara natural. Jadi tidak mungkin larutan sampel benar-benar netral atau
tidak mengandung zat-zat kontaminan lain. Tidak terbacanya kandungan
kation-kation lain di dalamnya kemungkinan besar disebabkan kurangnya

Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 54

kadar kation-kation tersebut dalam larutan sampel sehingga tidak dapat
dianalisis dengan metode sederhana yang digunakan dalam percobaan
analisis kualitatif reaksi spesifik kation seperti ini.




















Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 55

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil percobaan, maka kita mengetahui bahwa:
Sampel yang diuji (sampel no. 17) mengandung 2 kation, yaitu Fe
3+
dan Mg
2+

karena positif spesifik terhadap reagen-reagen yang ditambahkannya.
Reagensia yang khas untuk kation Fe
3+
dan Mg
2+
tersebut adalah:
Fe
3+
: terjadi perubahan warna larutan sampel menjadi warna merah
darah dengan penambahan KSCN 2M.
terjadi perubahan warna larutan sampel menjadi warna biru
dengan penambahan K
4
Fe(CN)
6
.
Mg
2+
: mengendap menjadi endapan putih dengan penambahan NH
4
Cl
2M, NH
4
OH, dan Na
2
HPO
4
.
mengendap menjadi endapan merah dengan penambahan
pereaksi Titan yellow dan NaOH 2M.








Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 56

DAFTAR PUSTAKA

A, Day, N dan AL Anderwood. 1986. Analisa Kimia Kuantitatif edisi ke lima.
Jakarta: Erlangga.
Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta: Gramedia.
http://chokodot21d21s.blogspot.com/2013/01/reaksi-spesifik-untuk-kation.html
(diakses 25 Oktober 2013).
http://pharmacist-bobone.blogspot.com/2012/10/identifikasi-kation-golongan-4-
dan-5.html (diakses 25 Oktober 2013).
http://www.academia.edu/4031937/laporan_lengkap_kation (diakses 25 Oktober
2013).
http://www.scribd.com/doc/113470782/Lap-KA-I-Lengkap (diakses 25 Oktober
2013).
Muchtar, Rusvirman, Drs., Msc. 2012. Petunjuk Praktikum Kimia Analitik 1.
Cimahi: Laboratorium Kimia Analitik FMIPA Unjani.
. 2013. Pokok-Pokok Bahasan Kimia Analitik 1
Bahan Semester Ganjil. Cimahi: Jurusan Kimia FMIPA Unjani.
Vogel. 1990. Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.






Laporan Akhir Kimia Analitik 1
Modul 2 | Uji Kualitatif Reaksi Reagen Spesifik Kation untuk Sampel Anorganik
Unjani | Kimia FMIPA 2013 2014 57

LAMPIRAN

Foto-foto hasil percobaan:

( Uji Fe
3+
)

( Uji Mg
2+
)