Anda di halaman 1dari 13

SISTEM SIRKULASI LUMPUR PEMBORAN

RIG MSH 2000/30






PT. PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA ONSHORE DRILLING AREA
JAWA

AREA JAWA-KTI


REZA PAHLEVI
101101051

SISTEM SIRKULASI (CIRCULATING SYSTEM)

Tujuan utama dari sistem sirkulasi pada suatu
operasi pemboran adalah untuk mensirkulasikan fluida
pemboran (lumpur bor) ke seluruh sistem pemboran,
sehingga lumpur bor mampu mengoptimalkan
fungsinya.
Sistem sirkulasi pada dasarnya terdiri dari empat
komponen, yaitu :
Fluida pemboran (lumpur bor),
Tempat persiapkan ,
Peralatan sirkulasi, dan
Conditioning area.


Fungsi lumpur

Mengangkat cutting kepermukaan
Mendinginkan dan melumasi bit
Memberi dinding lubang bor dengan mud cake
Mengontrol tekanan formasi
Menahan cutting dan material pemberat saat
sirkulasi dihentikan
Melepaskan pasir dan cutting di permukaan
Menahan sebagian DP dan Casing (effek Bouyance)
Mengurangi efek negatif pada formasi
Mendapatkan informasi (mud log, sample log)
Media logging



PREPARATION AREA

Ditempatkan pada sistem sirkulasi yaitu dekat dengan pompa lumpur. Tempat
persiapan lumpur pemboran terdiri dari peralatan-peralatan yang diatur untuk
memberikan fasilitas persiapan atau treatment lumpur bor. Preparation area
ini meliputi

Mud house, merupakan gudang untuk menyimpan additives.
Mud hose digunakan oleh mud engineer dan mud boy sebagai ruangan untuk
berteduh saat menghitung dan merencanakan komposisi lumpur yang akan
digunakan pada operasi pemboran.


Steel mud pits/tank
merupakan bak penampung lumpur di permukaan yang
terbuat dari baja




Mixing hopper
merupakan peralatan yang digunakan untuk menambah additives
kedalam lumpur. Peralatan ini berbentuk seperti corong sebagai alat untuk
memudahkan saat memasukkan additive lumpur yang bersifat solid/padat.
Chemical mixing barrel
merupakan bak tempat membuat/mendesain lumpur dengan
mencampurkan bahan-bahan atau material pada lumpur dengan
menggunakan mixxing hopper. Bak ini biasanya bersebelahan dengan tangki
slug dan tangki aktif.
Slugging pit/tanki slug
merupakan peralatan untuk persiapan membuat lumpur berat
dengan menambahkan bahan-bahan kimia (chemicals) pemberat kedalam
lumpur ke dalam tangki ini. Lumpur yang telah disetting kemudian dicampur di
bak ini. Bak ini digunakan untuk membuat lumpur baru saat diperlukannya
lumpur dengan SG yang berbeda. Biasanya pada saat sebelum tripping





Peralatan Sirkulasi (Circulating Equipment)

Peralatan sirkulasi terdiri dari beberapa komponen khusus,yaitu
Mud pump
merupakan pompa yang berguna untuk memompakan lumpur dari mud
pits ke rangkaian drill string. Biasanya ada lebih dari satu mud pump. Hal ini
mencegah jika pompa tidak bekerja dengan baik serta lebih menambah
efisiensi kerja pompa dan mendapatkan tekanan yang lebih besar.
Pump discharge and return lines, merupakan
pipa yang menghubungkan tangki aktif
dengan mud pump dan mud pump dengan
rangkaian stand pipe


Stand pipe, merupakan pipa yang
mengantarkan lumpur ke rangkaian drill string
melalui rotary hose/kelly hose


Rotary hose/kelly hose, merupakan
pipa/selang lentur yang didalamnya terdapat
besi atau baja
`Rotary Hose, 2 (dua) unit Rotary hose 3 ID 6000 psi WP< panjang
75 ft, lengkap dengan unioncoupling.


KOMPONEN PERALATAN SIRKULASI

Sirkulasi
Pompa lumpur pipa tekan stand pipe
rotary house swivel head kelly cock
kelly DP DC pahat annulus DC dengan
dinding bor annulus DP dengan dinding
lubang bor BOP stack flow line shale
shaker desander desilter degasser
mud pit
PROSES PENGEBORAN
1. Mud pit
2. Pump
3. Injection line
4. Injection head
5. Drilling pipes
6. Descending mud (in
pipes)
7. Returning mud (in
annular space)
8. Filter
9. Mud return for
recycling


TERIMA KASIH