Anda di halaman 1dari 2

Formulir Pendaftaran Sidang Sarjana Muda

Nama Raih Ilma Wafa


Angkatan 2010
NPM 21101113
E-mail raihilmawafa@yahoo.com
Pembimbing KTI (Lengkap
dengan gelar)
Ibu Ida Musfiroh, S. Si., M. Si., Apt.
JUDUL KTI ANALISIS KUANTITATIF KAFEIN DAN TEOBROMIN PADA
PRODUK COKLAT DENGAN METODE
SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF TEKNIK ZERO-
CROSSING
Abstrak (Indonesia) Kafein dan teobromin merupakan senyawa alkaloid yang
secara alami terkandung dalam biji kakao. Kafein
memberikan efek yang merugikan apabila dikonsumsi
secara berlebih yaitu gugup, gelisah, tremor, insomnia,
hiperestesia. Sedangkan teobromin menunjukkan efek
stimulasi yang sama seperti kafein, namun untuk tingkat
yang lebih rendah. Analisis kadar kafein dan teobromin
dalam coklat perlu ditentukan agar tidak memberi efek yang
merugikan. Kafein dan teobromin mempunyai panjang
gelombang yang berdekatan, yaitu 273 nm dan 274 nm. Hal
tersebut menghasilkan spectrum yang tumpang tindih jika
dilakukan pengukuran menggunakan spektrofotometri.
Spektrofotometri Derivatif Ultra Violet (SDUV) dengan teknik
zero-crossing dapat mengatasi masalah tersebut, dimana
panjang gelombang zero-crossing teobromin dilakukan
untuk analisis kadar kafein, sedangkan panjang gelombang
zero-crossing kafein dilakukan untuk analisis kadar
teobromin. Sehingga pengukuran kadar kafein dan
teobromin dalam produk coklat dapat ditentukan. Validasi
metode perlu dilakukan dengan menentukan parameter
validasi yaitu presisi, akurasi, linearitas, limit deteksi, dan
limit kuantisasi.
Abtract (english) Caffeine and theobromine an alkaloid compound that is
naturally contained in cocoa beans. Caffeine adverse
effects when consumed in excess, namely nervousness,
restlessness, tremors, insomniac, hiperestesia, while
theobromine showed the same stimulatory effect as
caffeine, but to a lesser extent. Analysis of levels of caffeine
and theobromine in chocolate needs to be determined so as
not to give adverse effects. Caffeine and theobromine
having adjacent wavelengths, ie 273 nm and 274 nm. This
produces a spectrum that overlaps when using
spectrophotometric measurements. Derivative
spectrophotometry Ultra Violet (SDUV) with the zero-
crossing technique can solve these problems, where the
zero-crossing wavelength of theobromine performed for
analysis of caffeine levels, while the zero-crossing
wavelength performed for analysis of caffeine levels of
theobromine. So that the measured levels of caffeine and
theobromine in chocolate products can be determined.
Validation needs to be done to determine the method
1
validation parameters namely precision, accuracy, linearity,
limit of detection, and limit of quantitation.
Pas Foto
1.jpg
2