Anda di halaman 1dari 6

Tahiyyat dalam Shalat

Tahiyyat dalam Shalat
Pramudya Yanuanto

Disusun sebagai bahan diskusi untuk internal Alumni Smandel

Segala puji bagi Allah
yang nilai-Nya tak dapat diuraikan oleh para pembicara,
yang nikmat-nikmat-Nya tak terhitung oleh para penghitung,
yang hak-hak-Nya (atas ketaatan) tak dapat dipenuhi oleh orang-orang yang berusaha
menaati-Nya; orang yang tinggi kemampuan akalnya tak dapat menilai, dan penyelam
pengertian tak dapat mencapai-Nya

Silahkan copy dan sebarkan jika dianggap bermanfaat bagi kemashlahatan umat.
Jika menemukan kesalahan atau fakta yang bermanfaat dapat memberitahukan pada
email kami. Kesalahan menjadi tanggung jawab kami pribadi sebagai penulisnya..

1 Pramudya Yanuanto

Duduki telapak kaki dengan punggung tegak lurus 4. Cara duduk Tahiyyat: Berdasarkan cara duduknya. Bangkit dari sujud dengan bertakbir 2.Tahiyyat dalam Shalat Pendahuluan Tahiyyat dalam shalat diajarkan oleh Nabi SAW dalam beberapa hadistnya. cara diuduk tahiyyat dibagi dua yaitu: 1. Dalam pembahasan ini kami tidak membicarakan tentang shalawat yang terdapat dalam tahiyyat. Tahiyyat adalah posisi duduk dalam shalat sesudah sujud kedua dalam rakaat 2. Ashar. Telapak kaki kanan tetap tegak berdiri dengan jari-jari menghadap kiblat 3. Kaki kiri diselempangkan sampai di bawah kaki kanan 4. Tahiyyat itu sendiri diajarkan oleh nabi sebagaimana nabi mengajarkan Al Qur’an Hukum tahiyyat awal berdasarkan Mazhab Hambali dan Syi’ah Imamiyyah adalah wajib sedangkan Syafi’i. Sahalwat akan dibahas secara terpisah. 125). Julusul iftirasy untuk tahiyyat awal 2. Maliki. Pantat duduk di tanah dengan punggung tegak lurus 2 Pramudya Yanuanto . dan Hanafi sunnah (Bidayatul Mujtahid Jilid 1 hal. dan Isya) Tahiyyat dalam shalat dibagi menjadi 2 yaitu yang diakhiri dengan salam (tahiyyat akhir) dan yang tidak diakhiri dengan salam (tahiyyat awal). Syi’ah Imamiyyah adalah wajib sedangkan menurut Maliki. Tangan kanan menunjukkan jari telunjuk menghubungkan jari tengah dengan ibujari dan memberikan isyarat (dibahas tersendiri) Cara duduk tahiyyat akhir (Julusut tawarruk): 1. Hukum tahiyyat akhir berdasarkan Mazhab Hambali. Disebut juga sebagai tasyahhud karena adanya ucapan syahadat dalam bacaannya. Hukum Tahiyyat Hukum membaca tahiyyat berdasarkan jenisnya pada beberapa mazhab. dan Hanafi sunnah. Julusut tawarruk untuk tahiyyat akhir Cara duduk tahiyyat awal (Julusul iftirasy): 1. Insya Allah. Telapak tangan kiri di atas lutut.3 (untuk maghrib. Telapak kaki kanan tetap tegak berdiri dengan jari-jari menghadap kiblat 3. Hamparkan kedua tangan di atas paha. Bangkit dari sujud dengan bertakbir 2. dan 4 (untuk Zhuhur.

Ada perbedaan penafsiran tentang kapan kita mulai menunjukkan tangan dan bagaimana kita menggerakkannya. dan beliau meletakkan ibu jarinya di atas jari tengahnya.” (HR Muslim) 3 Pramudya Yanuanto . Gambar diambil dari Flying-Book-141-a karya KH Fahmi Basya Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh ia lebih kuat dari besi terhadap setan. dan Ia isyarat dengan jari yang di sebelah ibu jari. Tangan kanan menunjukkan jari telunjuk menghubungkan jari tengah dengan ibujari dan memberikan isyarat (dibahas tersendiri) Perhatikan bahwa cara duduk di seluruh posisi dalam shalat adalah Iftirasy kecuali untuk duduk tahiyyat akhir. Telah berkata Ibnu Umar: “Adalah Rasulullah SAW apabila beliau duduk di shalat.” (HR Ahmad. Telapak tangan kiri di atas lutut. dia berkata: “Rasulullah SAW apabila beliau duduk berdoa (tahiyyat). Ia letakkan tangan kanannya di atas paha kanannya. Syarah Muslim 5:79) Dalam riwayat ini jari sudah menunjuk ketika awal mulai duduk.” (HR Muslim. ia keluarkan kakinya yang kiri dan Ia duduk miring di atas punggungnya. dan ia genggam sekalian jarinya. Bazzar. dan meletakkan tapak tangan kirinya di atas lututnya. dan ia letakkan tangan kirinya di atas paha kirinya.Tahiyyat dalam Shalat 5. Hamparkan kedua tangan di atas paha. yaitu jari telunjuk. dan beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuknya. dan tangan kirinya di atas paha kirinya. Abu Daud) Dalil tentang Isyarat Telunjuk Isyarat telunjuk dan waktu mulainya. Dalil duduk tawarruk: Telah berkata Abu Humaid: “Adalah Rasulullah SAW apabila berdiri shalat … hingga apabila sampai di raka’at yang penghabisan.” (HR Ahmad. beliau biasa meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya. dan Baihaqi) Isyarat telunjuk dan waktu mulainya akan ditunjukkan dengan beberapa dalil naqli berikut ini: Dari Ibnu Zubair.

Beliau meletakkan lengannya yang kanan di atas pahanya yang kanan sambil mengangkat jari telunjuknya. dan tangannya yang kiri di atas pahanya yang kiri. dan Baihaqi) Telah berkata Wail: “ Adalah Nabi SAW apabila shalat …maka Ia letakkan tapak tangannya yang kiri di atas paha dan lututnya yang kiri. dan Ia isyarat dengan telunjuknya. dan mengikat lima puluh tiga (53). dan Ia gemnggam ibu jari dan jari tengahnya. kemudian Ia genggam 2 dari jari-jarinya. “Apabila Rasulullah SAW duduk membaca tasyahhud. Muslim. dan Ibnu Khusaimah) Arah pandangan mata beliau tidak melampaui telunjuknya. Ia letakkan tangannya yang kanan di atas pahanya yang kanan. Ibnu Majah. Abu Dawwud. serta berisyarat dengan telunjukknya. (HR Muslim) Ketika menunjuk jari agak sedikit membengkok (membungkuk) Numa’ir Al Khuza’I berkata: “Aku melihat Rasulullah SAW sedang duduk shalat. Nasa’i. dengan membungkukkannya sedikit sambil berdoa. maka saya lihat Ia goyang-goyangkan (HR Ahmad) Telah berkata Ibnu Zubair: “Adalah Rasulullah SAW apabila Ia duduk berdoa (At tahiyyat).Tahiyyat dalam Shalat Dari Ibnu Umar: “Adalah Rasulullah SAW apa bila beliau duduk dalam syahadat meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya. Ibnu Khusamah. Nasa’I.. sedangkan pandangan matanya tidak melampaui isyaratnya.” (HR Abu Daud. dan Nasa’i) 4 Pramudya Yanuanto .” (HR Ahmad. kemudian Ia angkat jari (telunjuk)nya. dan tangan kanan nya di atas lutut kanannya. dan berisyarat dengan jari telunjuknya (HR Muslim Bab tentang shalat) Gambar diambil dari Flying-Book-141-a karya KH Fahmi Basya Wail bin Hujr berkata: “ … Nabi SAW kemudian mengangkat jari telunjuknya kemudian aku melihat beliau menggerak-gerakkannya sambil berdoa dengannya” (HR Ahmad. dan Ia letakkan ujung sikunya yang kanan di atas pahanya yang kanan. beliau meletakkan tangannya yang kanan di atas pahanya yang kanan dan tangannya yang kiri di atas pahanya yang kiri.

Tahiyyat dalam Shalat Lafazh tahiyyat Lafazh ini menggunakan yang paling umum dari tiap mazhab Lafazh tahiyyat menurut Hanafi Lafazh tahiyyat dari mazhab Hanafi adalah sebagai berikut: Attahiyyatulillahi wash shalawatu wath thayyibatu was salamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu Assalamu alaina wa ala ibadilahish shalihin Asyhadu ala ilaha ilallahu Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasulu (HR Bukhari & Muslim) Lafazh tahiyyat menurut Maliki Lafazh tahiyyat dari mazhab Maliki adalah sebagai berikut: Attahiyyatulillahiz zakiyyatulillahith thayyibatush shalawatulillahi Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu Assalamu alaina wa ala ibadilahish shalihin Asyhadu ala ilaha ilallahu wahdahu laa syarikalahu Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasulu Lafazh tahiyyat menurut Syafi’i Lafazh tahiyyat dari mazhab Syafi’i adalah sebagai berikut: Attahiyyatul mubarakatush shalawatuth thayyibatu lillahu Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu Assalamu alaina wa ala ibadilahish shalihin Asyhadu ala ilaha ilallahu Wa asyhadu anna sayyidana Muhammadan rasulullahu Atau dalam riwayat lain Attahiyyatul mubarakatush shalawatuth thayyibatu lillahu Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu Assalamu alaina wa ala ibadilahish shalihin Asyhadu ala ilaha ilallahu Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasulu (HR Muslim. dan Syafi’i) Lafazh tahiyyat menurut Hambali Lafazh tahiyyat dari mazhab Hambali adalah sebagai berikut: Attahiyyatulillahi wash shalawatu wath thayyibatu was salamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu Assalamu alaina wa ala ibadilahish shalihin Asyhadu ala ilaha ilallahu wahdahu laa syarikalahu 5 Pramudya Yanuanto . Abu Daud.

Semoga bermanfaat 6 Pramudya Yanuanto .Tahiyyat dalam Shalat Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasulu Allahumma shalli ala Muhammad Lafazh tahiyyat menurut Syi’ah Imamiyyah Lafazh tahiyyat dari mazhab Syi’ah adalah sebagai berikut: Asyhadu ala ilaha ilallahu wahdahu laa syarikalahu Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasulu Allahumma shalli ala Muhammadin wa ali muhammad Catatan : Semua lafazh tentang Nabi Muhammad yang berasal dari beliau tidak mengandung kata Sayyidina.