Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Littri 13(1), Maret 2007. Hal. 28-33 JURNAL LITTRI VOL 13 NO.

1, MARET 2007, 28 - 33
ISSN 0853-8212

KANDUNGAN ASAM LAURAT
PADA BERBAGAI VARIETAS KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKU VCO

HENGKY NOVARIANTO dan MEITY TULALO

Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain
Jl. Raya Mapanget, Kotak Pos 1004, Manado 65001

ABSTRAK prossesing technology of VCO used step heating, and some samples also
used fermentation. The VCO samples of 35 coconut varieties was sent to
Integrated Laboratory of IPB Bogor to find out the content of fatty acids.
Peluang pengembangan agribisnis kelapa dengan produk bernilai The purpose of the study was to know the variability of fatty acid contents,
ekonomi tinggi sangat besar, antara lain Virgin Coconut Oil (VCO). Mutu especially for lauric acid content in various coconut varieties as raw
produk dari VCO di antaranya ditentukan dari kandungan asam lemak materials for VCO. The research result showed that the content of MCFA
rantai medium, MCFA (C6-C12) dan asam laurat (C12:0). Penelitian and lauric acid was influenced by coconut varieties, altitude of coconut
analisis keragaman asam lemak pada koleksi plasma nutfah kelapa telah palm growth, processing technology of VCO and defferent laboratories for
dilakukan pada 35 varietas kelapa yang ditanam di Kebun Percobaan analysis the fatty acids. The result of fatty acids analysis of VCO from 35
Mapanget, Balitka tahun 2005. Teknologi proses VCO sebagai sampel coconut accessions of ICOPRI germplasm collection found that total of
menggunakan proses pemanasan bertahap, dan sebagian sampel meng- MCFA content on tall coconut is higher than dwarf coconut. Total of
gunakan cara fermentasi. Sampel VCO dari 35 varietas kelapa ini dikirim MCFA content on tall coconut ranges 47.35%-57.89%, whereas on dwarf
ke Laboratorium Terpadu IPB Bogor untuk dianalisis kadar asam coconut it ranges of 45.45%-55.68%. From 35 coconut accessions, there
lemaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman were 10 accessions that showed total MCFA higher than 56% namely:
kandungan asam lemak, khususnya asam laurat pada berbagai varietas Kinabuhutan Tall, Tontalete Tall, Kalasey Tall, Wusa Tall, Pungkol Tall,
kelapa yang cocok untuk bahan baku VCO. Hasil penelitian menunjukkan Mapanget 55 Tall and Mapanget 99 Tall from North Sulawesi, and then
bahwa keragaman kandungan MCFA dan kadar asam laurat dipengaruhi Lubuk Pakam Tall from North Sumatera, Banyuwangi Tall from East Java,
oleh varietas kelapa, tinggi tempat tumbuh, teknologi proses VCO dan and Palu Tall from Central Sulawesi. Lauric acid content of VCO of tall
tempat analisis laboratorium. Hasil analisis asam lemak dari VCO pada 35 coconut was higher 2%-3% compared to dwarf coconut. Lauric acid
aksesi kelapa koleksi Balitka Manado diperoleh bahwa total kandungan content of 35 coconut accessions varied from the lowest 36.04% on Nias
MCFA pada kelapa Dalam lebih tinggi dari kelapa Genjah. Total Green Dwarf from North Sumatera, up to the highest 44.19% on
kandungan MCFA kelapa Dalam antara 47,35% sampai 57,89%, Kinabuhutan Tall from North Sulawesi. Coconut accessions that have
sedangkan pada kelapa Genjah antara 45,45% sampai 55,68%. Dari 35 lauric acid content higher than 43% were Kinabuhutan Tall, Totalete tall,
aksesi kelapa ini diperoleh bahwa total MCFA di atas 56% ditemukan Lubuk Pakam Tall, Wusa Tall and Mapanget 55 Tall. The same varieties
pada 10 aksesi kelapa Dalam, yaitu Dalam Kinabuhutan, Dalam Tontalete, of tall and hybrid coconut planting on two different altitudes showed the
Dalam Kalasey, Dalam Wusa, Dalam Pungkol, Dalam Mapanget 55 dan lauric acid content of copra on lowland plain (80 m above sea level) was
Dalam Mapanget 99 asal Sulawesi Utara, lalu Dalam Lubuk Pakam asal higher between 1.78% to 3.94% compared to the same varieties on upland
Sumatera Utara, Dalam Banyuwangi asal Jawa Timur, dan Dalam Palu plain (450 m above sea level). The fermentation processing technology of
asal Sulawesi Tengah. Kandungan asam laurat (C12:0) pada VCO dari VCO has resulted average of lauric acid content are higher between 2.03%
kelapa Dalam lebih tinggi sekitar 2%-3% dibandingkan dengan kelapa to 3.48% on four varieties of coconut tall, from the five varieties. In the
Genjah. Kadar asam laurat pada 35 aksesi kelapa beragam antara terendah future it is necessary to develope the protocol of VCO which is matched
36,04% pada kelapa Genjah Hijau Nias asal Sumut, sampai tertinggi with Indonesian National Standardization of VCO.
44,19% pada kelapa Dalam Kinabuhutan asal Sulut. Aksesi kelapa yang
mengandung kadar asam laurat di atas 43% adalah kelapa Dalam Key words: Coconut, Cocos nucifera, variety, pest harvest, fatty acid,
Kinabuhutan, Dalam Tontalete, Dalam Lubuk Pakam, Dalam Wusa dan lauric acid, coconut oil, North Sulawesi
Dalam Mapanget 55. Kelapa yang sama varietasnya dan ditanam pada dua
lokasi yang berbeda tinggi tempatnya diperoleh kadar asam laurat pada
kopra di dataran rendah (80 m dpl.) ternyata lebih tinggi antara 1,78%
sampai 3,94% dibandingkan yang berasal dari dataran tinggi (450 m dpl.). PENDAHULUAN
Teknologi fermentasi menghasilkan kandungan asam laurat rata-rata lebih
tinggi antara 2,03% sampai 3,48% pada empat varietas kelapa Dalam dari
lima varietas yang diuji. Peluang pengembangan agribisnis kelapa dengan
Kata kunci : Kelapa, Cocos nucifera, varietas, pasca panen, asam lemak, produk bernilai ekonomi tinggi sangat besar. Alternatif
asam laurat, minyak kelapa, Sulawesi Utara produk yang dapat dikembangkan antara lain virgin coconut
oil (VCO), oleochemical (OC), dessicated coconut (DC),
ABSTRACT
coconut milk/cream (CM/CC), coconut charcoal (CCL),
activated carbon (AC), brown sugar (BS), coconut fiber
Lauric acid profile of various coconut varieties as raw
(CF) dan coconut wood (CW), yang diusahakan secara
material for VCO
parsial maupun terpadu. Pelaku agribisnis produk-produk
Coconut agribusiness development has large opportunity to produce tersebut mampu meningkatkan pendapatannya 5-10 kali
high value coconut product, such as Virgin Coconut Oil (VCO). The dibandingkan dengan bila hanya menjual produk kopra
quality of VCO is determined by the content of medium chain fatty acid,
MCFA (C6-C12) and lauric acid (C12:0). Analysis of fatty acid variation (ALLORERUNG, et al., 2005).
from coconut germplasm collection was done on 35 coconut varieties Salah satu produk kelapa yang populer beberapa
planted at Mapanget Experimental Garden, ICOPRI in 2005. The tahun terakhir ini adalah minyak kelapa murni atau Virgin

28

. dan analisis DNA. D. 2006). oleat yang banyak terdapat pada minyak kelapa sawit dan minyak kedelai serta asam lemak tidak jenuh jamak (poly unsaturated fatty acids. asam aksesi kelapa dari berbagai daerah di Indonesia. misalnya asam lemak BAHAN DAN METODE linoleat dan linolenat yang banyak terdapat pada minyak kedelai.03%. Hasil evaluasi yang telah 0. Evaluasi keragaman genetik dengan air susu ibu (ASI) yaitu sebagai antivirus. Sedangkan asam kelapa ini dikumpulkan dari Sumatera Utara. Asam lemak rantai sedang (Medium Chain Fatty karaktersitik bahan baku yang digunakan. 1999). bening dan berbau harum serta berdaya simpan 6-8 dilakukan pada beberapa aksesi kelapa menunjukkan bulan (RINDENGAN et al. MUFA). Sebanyak 35 aksesi kelapa diantaranya telah berbuah.02%. enzim. Jawa Barat. MCFA). khususnya asam dikategorikan sebagai asam lemak rantai panjang (Long laurat dari VCO pada setiap aksesi tersebut. 1996). khususnya asam laurat dapat digolongkan sebagai asam lemak tidak jenuh tunggal pada berbagai varietas kelapa yang cocok untuk bahan baku (mono unsaturated fatty acids. lemak tak jenuh hanya terdiri atas asam oleat (C18:1). jagung sehingga aksesi kelapa ini yang digunakan untuk meng- dan minyak bunga matahari adalah minyak tak jenuh dan evaluasi keragaman kadar asam lemak. minyak kelapa dikategorikan sebagai minyak berantai Koleksi kelapa ini ditanam sejak tahun 1977 sampai tahun karbón sedang (Medium Chain Fatty Acid. PUFA). Koleksi palmitat (C16:0) dan asam stearat (C18:0). Di dalam tubuh asam laurat perakitan kelapa unggul. Hasil analisis kelapa segar. Koleksi plasma Acid. 2005). Bali. asam miristat (C14:0). 2004). kanola. asam Jawa Tengah. plastik sebanyak masing-masing 50 ml. Dibandingkan dengan minyak kelapa yang komposisi asam lemak kelapa Khina-1 menunjukkan bahwa diolah secara tradisional maka VCO memiliki keunggulan. asam lemak keragaman kandungan asam lemak. cara basah yang diikuti dengan pemanasan bertahap karbohidrat. 1999.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui C24). VCO yang digunakan kan bahan baku berbagai produk makanan dan bukan untuk analisis asam lemak menggunakan teknologi proses makanan. agronomi. kadar asam lemak bebas bulan (RINDENGAN et al. Dengan demikian pemanfaatan dan pengem- ternyata VCO mempunyai khasiat yang besar bagi bangan berbagai produk kelapa dapat disesuaikan dengan kesehatan. kelapa telah dilakukan selama ini untuk pemanfaatan dalam antibakteri dan antiprotozoa. Meskipun tergolong minyak jenuh. tapi Sulawesi Tengah. asam yang dilaporkan sebagai salah satu faktor penentu kualitas lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak berantai produk VCO yang baik. HENGKY NOVARIANTO dan MEITY TULALO : Kandungan asam laurat pada berbagai varietas kelapa sebagai bahan baku VCO Coconut Oil (VCO). misalnya asam VCO. Kalimantan Selatan. yang sampai saat ini telah ditanam sebanyak 80 (C10:0).. 2004). kelapa sebagai materi. Sulawesi Utara dan Maluku Utara. kimia. dan lemak yang sangat penting untuk metabolisme tubuh. dan dikirim ke Laboratorium Terpadu IPB- 29 . Kandungan asam lemak ternyata bisa beragam pada ini sangat penting untuk pemanfaatan langsung varietas berbagai varietas kelapa. Mapanget yang terletak pada ketinggian 80 m dpl. fisiko- berfungsi dalam menjaga kesehatan manusia (WIBOWO. linoleat (C18:2). MCFA) pada minyak kelapa lebih khusus asam laurat nutfah kelapa di Kebun Percobaan Mapanget. Database plasma nutfah 2006). medium (C6-C12) dan asam lemak berantai panjang (C14. dan sebagian sampel provitamin A. Dari 35 aksesi kelapa yang dianalisis terdiri dari 25 Buah kelapa adalah komponen utama yang merupa- kelapa Dalam dan 10 kelapa Genjah. Evaluasi keragaman genetik pada akan merubah bentuk menjadi monolauin agar lebih kelapa dilakukan berdasarkan morfologi. Sekitas 90% asam lemak dalam daging buah menggunakan teknologi fermentasi. maupun kegiatan pemuliaan lanjut Asam lemak dibedakan menurut derajat ketidak dalam perakitan kelapa unggul. Setiap sampel VCO kelapa adalah asam lemak jenuh dan sisanya 10% adalah dan duplonya dari tiap varietas kelapa dikemas dalam botol asam lemak tak jenuh (KAROUW dan TENDA. yang diproses langsung dari buah dan umur buah (RINDENGAN et al. SAFA). Minyak nabati lain seperti minyak kedele.. Jawa Timur. Berdasarkan derajat ketidakjenuhan. Asam Mapanget ini merupakan kebun koleksi plasma nutfah lemak jenuh terdiri atas asam kaprilat (C8:0). dan 35 varietas diantaranya telah menghasilkan pada minyak kelapa ternyata memiliki khasiat yang sama buah (NOVARIANTO. dan K serta (RINDENGAN dan NOVARIANTO. serta vitamin A. Kebun adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Kemudian sampel Evaluasi terhadap buah kelapa hibrida menunjukkan bahwa asam lemak ini diberi nomor tanpa nama varietas sifat fisikokimia daging buah kelapa dipengaruhi oleh jenis kelapanya. termasuk asam laurat karbonnya. Chain Fatty Acid. asam laurat (C12:0). Salah satu evaluasi kimia jenuhan ikatan atom karbon dan panjang rantai atom adalah keragaman kadar asam lemak. dengan Asam lemak yang terkandung dalam daging buah curah hujan rata-rata 3000-3500 mm/tahun. LCFA). Minyak kelapa tergolong asam lemak jenuh Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan (saturated fatty acids. Berdasarkan jumlah atom karbonnya. E. Produk VCO menjadi keragaman yang cukup tinggi terhadap karakteristik nutrisi makin dicari konsumen dan harganya cukup tinggi karena buah kelapa. asam kaprat kelapa. Balitka telah ditanam sebanyak 80 aksesi kelapa dari berbagai daerah di yang merupakan asam lemak dominan yang terkandung Indonesia.02-0. Daging buah kelapa mengandung protein. jenis asam lemak meningkat pada umur buah 11 sampai 12 yaitu kadar air rendah 0.

63 2.36 4.27 0.26 2.82 5. lalu Dalam Lubuk tak jenuh.46 1.54 7.44 40.04 33 Genjah Merah Malaysia 5.19 16. Jika dilihat dari total kandungan asam lemak rantai HASIL DAN PEMBAHASAN sedang.53 1.02 2.95 7.87 5.87 7.78 1.51 4.44 39.03 3 Dalam Sea 7.22 5.06 30 Genjah Kuning Bali 7.19 2.12 0.67 4.18 2.59 16.83 7. Dalam 35 aksesi kelapa tersebut memperlihatkan bahwa umumnya Wusa.29 7.07 7.57 2.66 5.41 5. yaitu Dalam Hasil analisis keragaman kandungan asam lemak VCO dari Kinabuhutan.04 0.01 4 Dalam Pandu 7.23 41.01 19 Dalam Marinsow 5. yakni antara 0.87 1. 28 .24 15.06 0 12 Dalam Banyuwangi 8.38 0.53 4.91 42.56 4.14 0 32 Genjah Hijau Jombang 5.60 4.32 4.18 40.59 2. 56% ditemukan pada 10 aksesi kelapa Dalam.40 4.65 2.41 0. Sedangkan dari 10 kelapa Genjah Hasil analisis asam lemak pada 35 aksesi kelapa dari diperoleh total MCFA antara 45.61 15.47 4.42 6.29 1.12 0 14 Dalam Mapanget 55 8.12 5.76 37.1.77 1.46 4.21 41.68%.47 2.81 1.14 1.43 7.90 15.3 4.27 0.13 2.07 0 25 Dalam Sawarna 6.19 15.30 43.95 2.35 1.27 4.04 17.48 4.16 2.44 2.53 4.20 13.39 15.50 5.43 3.02 6.34 0 29 Genjah Tebing Tinggi 4.10 0 23 Dalam Tenga 6.46 1.38 5.13 0 15 Dalam Jepara 8.83 8.25 1.11 0 21 Dalam Mapanget 99 7.69 41.19 2.08 0.96 4. seperti kelapa Dalam Kinabuhutan.39 7.33 2.67 4.97 0.14 0 26 Genjah Orange Sagerat 7.80 5.13 6.10 0.42 7.45% sampai 55. Balitka.64 42.05 0.37 0.32 41.31 16.98 5.93 16.49 4.36 7. yaitu menggunakan teknik analisis Gas Kromatografi.74 4.03 6.19 1.81 3.01 KK CV (%) 14.22 41.42 5.06 1.92 1.51 4.69 42.23 39.42 1.56 3.24 42.96 7.30 10.63 2.84 10.93 43. JURNAL LITTRI VOL 13 NO.03 10 Dalam Talise 6.32 5.43 7. Sulawesi Utara disajikan pada Tabel 1.35 2.85 43.96 1.61 7.58 2.01 0.60 5.52 15.63 17.59 15.15 40.76 5.23 17.88 7.05 39.29 4.13 5.61 1.99 5.83 16.64 15.09 1.24 1.03 20 Dalam Bali 7.37 16.18 6.43 2.04 0.72 42.73 7.34 9.59 6.43 16.77 5.93 0.40 5.84 3.34 7.39 2.73 1.72 7.80 15.52 0.04 0 27 Genjah Raja 6.99 1.59 3.02 7 Dalam Paslaten 7.17 2.57 15.20 3.06 0. Fatty acid content of 35 coconut accessions Kaprilat Kaprat Laurat Miristat Palmitat Stearat Oleat Linoleat Arahidat Aksesi C8:0 C10:0 C12:0 C14:0 C16:0 C18:0 C18:1 C18:2 C20:0 No Accessions (%) (%) (%) (%) (%) (%) (%) (%) (%) 1 Dalam Kinabuhutan 7.65 1.03 5. Dalam Tontalete.67 42.55 4.13 2.16 2.19 15. Kegiatan terdeteksinya asam lemak Arahidat (C20:0).66 6.01 0.64 2.01% sampai 0.82 16.35 4.64 8.59 5.21 5.05 39.28 40.84 4.07 1.46 41. Tetapi pada 13 aksesi Timur.01 36.11 0.48 7.32 4.03 11 Dalam Wusa 7.34 41.89% pada kelapa Dalam Tontalete.14 16.31 7.24 15.16 7. dan Dalam Palu asal Sulawesi Tengah.06 0.39 0 X 7.83 7.18 41.29 3.44 17.23 0 35 Genjah Waingapu 5.73 1.86 4. Dalam Mapanget 55 dan Dalam minyak kelapa tersusun atas 8 jenis asam lemak jenuh dan Mapanget 99 asal Sulawesi Utara.41 15.31 0.94 7.10 0 24 Dalam Mapanget 2 7.62 4.19 41.72 159 30 . MCFA (C6-C12) diperoleh bahwa umumnya kelapa Dalam mengandung MCFA lebih tinggi dari kelapa Genjah.78 42.50 14.38 17.74 1.04 4.93 15.09 5.94 2.25 38.03 1.38 5.06%. Dalam Kalasey.58 4.45 41. MARET 2007.74 5.99 2.37 5.88 7.73 4.33 Bogor untuk dianalisis kadar asam lemaknya dengan kelapa lainnya mengandung 9 jenis asam lemak.05 15.26 4.93 2.14 0 9 Dalam Ilo-Ilo 7.39 2.52 1.5 5.65 1.45 2.80 5. Kadar asam lemak 35 aksesi kelapa Table 1.32 16.35% pada kelapa Dalam Marinsow dan tertinggi 57.15 5.05 16.44 5.87 6.51 4.56 8.85 5.06 34 Genjah Salak 5.47 8.29 4. Hasil Analisis Keragaman Asam lemak Total kandungan MCFA kelapa Dalam terendah 47.47 4.00 43.78 5. Dalam Banyuwangi asal Jawa dan kelapa Genjah Orange Sagerat.99 0. walaupun ini dilaksanakan pada tahun 2005.23 18.87 0 17 Dalam Mapanget 83 6.12 0 13 Dalam Pungkol 8.63 44.09 5.41 15.43 39.38 9.03 0 28 Genjah Kuning Nias 5.02 0 5 Dalam Kalasey 8. Dalam Pandu Pakam asal Sumatera Utara.04 18.02 16 Dalam Mapanget 32 6.94 0 18 Dalam Takome 7.32 2.51 15.17 6. Tabel 1.24 2.11 0 31 Genjah Hijau Nias 5.14 16. Dari koleksi plasma nutfah yang ditanam di Kebun Percobaan 35 aksesi kelapa ini diperoleh bahwa total MCFA di atas Mapanget. kadarnya sangat rendah. seperti kelapa Dalam Sea dan kelapa Genjah Tebing Tinggi.02 6 Dalam Aertembaga 7.65 5.07 7.36 5.86 10.02 38.56 1.02 8 Dalam Lubuk Pakam 8.99 0 22 Dalam Palu 7. Dalam Pungkol.56 18.31 7.65 42.98 0 2 Dalam Tontalete 7.

57 Linoleat C18:2 (%) 1.56 4. Varietas kelapa yang Kinabuhutan. yaitu berbeda antara 2.35 42.80 6. kandungan minyak juga lebih (DTA) asal Sulut.08 42. sentrifuse.72 17.53 4. sampai perorangan. tetapi VCO menggunakan teknologi pemanasan bertahap dan untuk bahan baku VCO mungkin perlu ada pertimbangan teknologi fermentasi pada varietas kelapa yang sama.09 4. Dalam Mapanget (DMT) asal Sulut.48%.11 4.59 42.14% pada teknologi Diperkirakan saat ini terdapat lebih dari 200 pemanasan bertahap. yakni: kelapa Dalam DTA. Para produsen VCO ini juga sangat beragam. yaitu: kelapa Dalam berada pada dataran tinggi. fermentasi. HENGKY NOVARIANTO dan MEITY TULALO : Kandungan asam laurat pada berbagai varietas kelapa sebagai bahan baku VCO Selanjutnya.. teknologi proses VCO dapat dilihat pada Table 2.59 7. Produksi dari pinggir pantai sampai ketinggian 500 m dpl.26 Stearat C18:O (%) 2.49 2.51 4.49 2.94% (Tabel 3). sampai pada kelapa yang sama varietasnya di dua tinggi tempat tertinggi 44. dan pemanasan bertahap.82 6. kandungan asam laurat (C12:0) sebagai Hasil Analisis Pada Tinggi Tempat Berbeda komponen penting pada VCO memperlihatkan bahwa perbedaan antara kelapa Dalam dan kelapa Genjah tidak terlalu besar. DBI. Sulawesi Utara dikeluarkan APCC. Balitka yang telah dirilis. Sulteng ternyata teknologi pemanasan bertahap lebih tinggi. rendah yakni 53. Keragaman Kualitas VCO di Pasaran rata menghasilkan kadar total MCFA lebih tinggi pada semua varietas kelapa.03% dan teknologi proses yang digunakan adalah menggunakan kelapa DSA berbeda 2.94 5. baik lokal. dua jenis kelapa hibrida. atau berbeda 1.07 7. dan DPU.09 1.44 5.29 2. yaitu kelapa DTA berbeda 2.86%.87 7.10 1. Dalam Palu (DPU) asal Sulteng. Dalam Tontalete.65 7. sedangkan lokasi kedua. Jika menggunakan standardisasi VCO yang rendah. serta Dalam Wusa dan Dalam Mapanget 55.13 Arachidat C20:O (%) 0 0 0 0 0 ttd ttd ttd ttd 0. Dalam Lubuk Pakam.19 16. sedangkan teknologi fermentasi lebih produsen VCO yang beredar di pasaran.07 16.26 2.05 4. Kadar asam Hasil analisis asam lemak dari kopra pada beberapa laurat pada 35 aksesi kelapa beragam antara terendah varietas kelapa Dalam dan kelapa Hibrida telah dilakukan 36.90%.31 Miristat C14:O (%) 16. Umumnya DMT berbeda 3.41 4.39 6.94 7. maupun produsennya. yaitu: Kelapa Dalam Tenga Selain kadar asam laurat.83 7. maka dari hasil analisis ini.14 1.29 8. yakni hanya sekitar 2%-3%. Hal yang sama ditemukan pada regional.04 7.54 16. pengepresan kering. Fatty acid content of VCO from several coconut varieties used different technology process Asam lemak Pemanasan bertahap Fermentasi alami Fatty acid Step heating Natural fermentation DTA DMT 32 DPU DBI DSA DTA DMT 32 DPU DBI DSA Kaprilat C8:O (%) 6. yakni KHINA-1 dan KHINA-2 terdapat pada kedua lokasi tersebut. kelapa.23 5. tinggi pada dataran rendah dibandingkan dataran tinggi. dimana teknologi fermentasi rata. jika ingin mendapatkan kualitas VCO analisis pada lima varietas kelapa dengan dua macam lebih baik. kelapa DBI berbeda 2. Perbedaan kadar asam laurat antara 1.04 Kaprat C10:O (%) 5.36 16.37 39. nasional. Hasil lokasi bahan baku.23 43.26 2.48 2. kecuali kelapa DPU asal minyak pancing. Jawa Barat kelapa yang memenuhi syarat. Lokasi pertama yang dikategorikan dataran Sulut. Produsennya mulai dari tingkatan yakni kadar asam lauratnya 42. yaitu Kebun Percobaan Mapanget.12 0. kecuali kelapa DPU diperoleh 56.10 0. Hasil analisis asam lemak memperlihatkan bahwa Kemudian untuk melihat pengaruh teknologi kadar asam laurat pada kelapa yang berasal dari dataran proses VCO terhadap kandungan asam lemak.24 7.75%. maupun yang diekspor keluar negeri.42 15.83 40. Kadar asam lemak VCO beberapa varietas kelapa dengan teknologi proses yang berbeda Table 2. 450 m dpl.13 7. maka telah rendah (Mapanget) rata-rata lebih tinggi daripada kelapa dilakukan analisis dari 5 varietas kelapa Dalam unggul yang sejenis tetapi tumbuh pada dataran tinggi (Pakuwon). kandungan asam laurat.48 5. baik dilihat rata lebih tinggi.19% pada kelapa Dalam Kinabuhutan asal yang berbeda. dengan berbagai Tabel 2.75 6.56 2.11 1.65 5.78% sampai Hasil Analisis Perbedaan Teknologi Proses VCO 3.41 2.03 31 . Hasil analisis memperlihatkan bahwa berdasarkan total kan- dungan MCFA ternyata bahwa teknologi fermentasi rata.08% industri.45 5. dan umur tanamannya sama. kelompok tani pada teknologi fermentasi. Dalam Bali (DBI) asal Walaupun secara agronomi tanaman kelapa dapat ditanam Bali dan Dalam Sawarna (DSA) asal Jawa Barat.08 1.65 4.55 2.56 Oleat C18:1 (%) 5.97 15.78 15.66 7.81%.32 39.07 41. digunakan.90%. yaitu kadar asam laurat harus antara terletak pada ketinggian 80 m dpl. koperasi.43%-3.46 5.87 1.71 7.50 6. kelapa dari teknologi prosesnya.45 7.69 Palmitat C16:O (%) 7. 43%-53%..94 1.44 5.15 5.31 4.83% berbanding 41.43 16.39 Laurat C12:O (%) 40.41 43. hanya 5 aksesi yaitu di Kebun Percobaan Pakuwon. Sukabumi.04% pada kelapa Genjah Hijau Nias asal Sumut. pengusaha menengah sampai kecil.

Ada yang mencantumkan angka range.40 (MCFA) 91.69 2.46% dan lauric acid 49.66 2.10 15. apotik.99 Oleat (C18 : 1) 5.86 Kaprat (C-10) 6.88%.60 nama produk Absulute VCO yang diproses melalui cold.52 produsen bahwa VCO nya mengandung asam laurat di atas Vico Bagoes 48.77 lebih tinggi. di kedua laboratorium ini ternyata cukup besar perbedaan 55 % (Tabel 4). yaitu Dalam Mapanget. Laboratorium Balai Besar Industri Agro Bogor.83 Virgin Coconut Oil VCO 52.28 34. Visio Premium Virgin Coconut Oil 48 .58 10.52 7.71 5.98 Stearat (C-18) 2. Salah satu produk VCO dari negara Filipina.20%. pada akhirnya sebagian konsumen menjadi Kalimantan Barat.71 2.34 36.96 15. dosen.54 2.74 5. Kadar asam laurat beberapa produk VCO yang beredar di pasaran syarat standardisasi VCO yang dikeluarkan APCC.24 34.) Note : R = Low altitude (80 m above sea level). Proses pembuatan VCO menggunakan bingung. dokter.15 2.79 10.08 37. dan lain-lain bisa maka perlu ada pembenahan.84 7.96 38.06 6.86 4.16 Cococsbran VCO 50.) .76 8. toko buku.14 2. ataupun yang pernah dilaporkan beberapa Vitco Virgin Coconut Oil 48 . Produk mana yang disebut VCO yang teknologi pemanasan bertahap.56 Laurat (C-12 36.01 2. beragamnya pro.12 33.08 6. tetapi yang jelas ada juga tanpa angka range.98 1.34 pressed dan centrifuge processed. tercantum saturated Java tradition Virgin Coconut Oil 55.76 5. dan total MCFA 58. yaitu Table 4.78 10.50 Laurifera Virgin Coconut Oil 44 .33 38.36 2. Sebelumnya pada tahun 2005 dari varietas pertokoan.78 10. 28 .22 9. Lacoco Virgin Coconut Oil 45 .40 5. bahkan menyatakan lebih dari kedua laboratorium ini telah terakreditasi.08 10.56 16.73 2. dan semuanya menyatakan produk VCO nya yang Bogor.24 5. laurat 55.64 Sumber : NOVARIANTO (1994) Keterangan : R = Dataran rendah (80 m dpl.90%.14 2.52 Hasil penelitian Balitka terakhir ini.58 4. teknologi proses.75 8.46 4. ternyata bervariasi antara 44 . dan dianalisis di Laboratorium sampai lorong perumahan. T = High altitude (450 m above sea level) profesi.51 Kadar asam laurat VCO di pasaran ini jika MKM Virgin Coconut Oil 48. ibu rumah tangga. total kandungan MCFA sebesar 61. sekian persen. di mal-mal. Virgin 48.83 15.90 13. jenis kelapa.38 8.31 11. bahkan ada yang lebih Merk dagang Kadar asam laurat (%) Market mark Lauric acid content (%) dari 53%. dan lain-lain.20% dan kadar asam yakni dijual mulai dari diekspor.50 6.1 .95 7. bahkan kelapa yang sama.11 36. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh bahan Virco Virgin Coconut Oil 48. dengan tekno- di Sulawesi Utara dapat ditemukan di pinggir jalan raya logi proses yang sama.10 11. yaitu dilakukan salah satu produsen VCO asal terbaik.34 38.1.38 2.59 7. petani kelapa.56 15.61 7.34 baku. Tentu saja sumber bahan baku.26 5.34 7. untuk tidak merugikan pihak konsumen cara penyiapan bahan baku. Tetapi kandungan asam laurat dari 15 jenis VCO ini telah memenuhi salah satu Tabel 4. Lauric acid content on several products of VCO in the market kadar asam laurat antara 43%-53%. dan lain-lain. MARET 2007.42 1. tapi angkanya dari varietas kelapa yang sama.56 1.65 6.38 7.13 1. Hasil analisis laurat pada label produknya.53 8.19 15.0 60%. Fatty acid content of several tall and hybrid coconut at different altitudes Varietas Jenis asam lemak Varieties Kinds of fatty acid DTA DBI DPU KHINA-1 KHINA-2 R T R T R T R T R T g asam lemak/100 g minyak Kaprilat (C-8) 8. tempat analisis laboratorium. Hasil yang mendekati sama dengan analisis beragamnya teknologi yang digunakan.98 7. sedangkan bahan baku VCO sebenarnya? dari kelapa Dalam Lokal Kalimantan Barat. jika dilihat dari kadar asam laurat sebesar 52%. T = Dataran tinggi (450 m dpl. dengan Virjint Exclusive 48. terutama keterkaitan dengan berbeda antar produk-produk ini. Hasilnya Hasil kutipan dari 15 jenis produk VCO yang dilaporkan bahwa produk VCO nya memiliki kadar asam dipromosi di majalah Trubus. yaitu tahun 2006 pada Virgino dan Natural Zest > 45 kelapa Dalam varietas Mapanget yang diproses dengan Sumber : TRUBUS (2005) 32 . seperti: pengusaha. jauh Tropico Extra Virgin Tropical Coconut Oil 48. Kandungan asam lemak beberapa varietas kelapa Dalam dan Hibrida pada daerah dataran rendah dan dataran tinggi Table 3.53 Minyak Mentawai Virgin Coconut Oil 44.76 11.62 1.70 1. diperoleh Produk VCO inipun sangat mudah diperoleh konsumen. sampel Balitka di Laboratorium Balai Besar Industri Agro dusen.50 Palmitat (C-16) 7.00 Linoleat (C 18 : 2) 1. diperoleh kadar asam laurat di bawah Demikian banyaknya jenis produk VCO yang dijual. atau laboratorium yang digunakan.68 12. peneliti.81 dibandingkan dengan hasil penelitian Balitka Manado. warung. supermarket. Ke depan. teknologi proses VCO yang dan VCO Indonesia dapat lebih bersaing di luar negeri.18 Miristat (C-14) 14.33 Tabel 3. sarjana teknologi pemanasan bertahap dan dianalisis di hukum.88 15.54 1. Terpadu IPB-Bogor. digunakan. JURNAL LITTRI VOL 13 NO. 43% (Tabel 2).64 5.14 7.

Departemen Pertanian. Minyak kelapa murni (Virgen Coconut Oil): Teknologi fermentasi menghasilkan kandungan asam laurat Pengolahan.9-19. yang sesuai dengan SNI VCO nanti.WAHYUDI. LUNTUNGAN. 2004. kelapa ini diperoleh bahwa total MCFA di atas 56% dite. Kadar RINDENGAN B. Dari 35 aksesi Lain. lingkungan tumbuh dan kesehatan. A. NOVARIANTO. standardisasi laboratorium yang digunakan. A. Dalam RINDENGAN B. Manado.35% sampai 57. Komposisi asam lemak dan asam Tontalete. XX (3-4): 61-68 kelapa Genjah. total kandungan MCFA pada kelapa Dalam lebih tinggi dari Jurnal Pemberitaan Puslitbangtri.41-47. 2005. sekitar 2%-3% dibandingkan dengan kelapa Genjah. 16-18 Mei 2006. H. TENDA.94% dibanding. teknologi proses 2006 di Gorontalo. HENGKY NOVARIANTO dan MEITY TULALO : Kandungan asam laurat pada berbagai varietas kelapa sebagai bahan baku VCO Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) VCO yang sedang DAFTAR PUSTAKA dalam proses.S.19% pada kelapa Dalam Kinabuhutan asal pemanfaatannya. NOVARIANTO dan Z. HANDONO. 2005. ALLORERUNG. H. 2006. Prosiding Simposium Hasil pada dua lokasi yang berbeda tinggi tempatnya diperoleh Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain. Daging buah kelapa : Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman sumber asam lemak dan asam amino essensial.p. 79p. sedangkan pada kelapa Kelapa.. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. KAROUW dan R. sebaiknya WIBOWO. G. MAHMUD. Prospek dan arah pengembangan agribisnis KESIMPULAN kelapa. sehingga untuk mendapatkan VCO yang baik. Jurnal Penelitian Tanaman Industri Sulut. 10 Maret 1999. pemanfaatan dan peluang pengem- rata-rata lebih tinggi antara 2. LAY H. 8p.P. KAROUW. sampai fisikokimia daging buah kelapa Irbid dan tertinggi 44. MAHMUD. Balai empat varietas kelapa Dalam dari lima varietas yang diuji. dan H.) Manado. dan D. NOVARIANTO. 33 .32-51.48% pada bangannya. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Genjah antara 45.04% pada kelapa Genjah Hijau Nias asal Sumut.89%.. 84p.78% sampai 3. tinggi tempat tumbuh. Kandungan minyak dan protein serta lemak dari VCO pada 35 aksesi kelapa diperoleh bahwa komposisi asam lemak dari beberapa tipe kelapa.45% sampai 55. RINDENGAN B. H. T. S. teknologi proses.03% sampai 3.. Dalam Lubuk Pakam. D. p. 1994. Kandungan asam Oil. 2004. Virgin Coconut mukan pada 10 aksesi kelapa Dalam. Ke depan diperlukan suatu protokol VCO VI. Kelapa yang sama varietasnya dan ditanam tingkat umur buah. kan yang berasal dari dataran tinggi (450 m dpl. Total kandungan MCFA kelapa Dalam NOVARIANTO. Monograf Pasca Panen Kelapa. dan akan menetapkan standar bahan baku.T. di atas 43% adalah kelapa Dalam Kinabuhutan. kandungan MCFA dan kadar asam laurat dipengaruhi oleh Makalah disampaikan pada KNK VI. Aksesi kelapa yang mengandung kadar asam laurat I(6): 263-277. 2006. asam laurat pada 35 aksesi kelapa beragam antara terendah 1996. VCO dan tempat analisis laboratorium.68%. Penelitian Tanaman Kelapa dan palma Lain. Plasma Nutfah dan Pemuliaan antara 47. ternyata lebih tinggi antara 1. Hasil analisis asam NOVARIANTO H. RINDENGAN B. S. Pembuatan dan pemanfaatan minyak kelapa laurat (C12:0) pada VCO dari kelapa Dalam lebih tinggi murni. Seri Agritekno. S dan E. dan sebagainya. 1999.EFFENDI.). Pengaruh jenis dan umur buah terhadap sifat 36. p. Dalam Wusa dan Dalam amino daging buah kelapa Khina-1 pada berbagai Mapanget 55. S. Z. Gorontalo. Prosiding Konperensi Nasional kelapa teknologi proses.T. penyiapan bahan baku. 12 -14 Mei varietas kelapa. Manfaat Virgin Coconut Oil untuk memperhatikan varietas kelapa. HUTAPEA. kadar asam laurat pada kopra di dataran rendah (80 m dpl.