Anda di halaman 1dari 65

Muhammad Faizul Bin Ibrahim

11-2012-054
Dinilai pada pemeriksaan fisik kulit adalah :

*Kualitas
*Warna
*Lesi dan Efloresensi

*
Kelembaban
* Hiperhidrosis didapatkan pada hipertiroidisme, setelah serangan
malaria, tuberkulosis(keringat malam) , efek obat-obatan
(salisilat)
* Hipohidrosis didapatkan pada mixsedema, lepra (anhidrosis lokal,
tanda Gunawan) dan obat-obatan( atropin)

Elastisitas (turgor)
* Diperiksa di kulit dinding perut,kulit lengan dan kulit punggung
tangan
* Dengan cara mencubit
* Turgor menurun pada dehidrasi, kaheksia atau senilitas
* Bila kehilangan elastisitas kulit hanya sebagian tanpa disertai
perubahan berarti pada bagian kulit yang lain disebut
anetoderma, misalnya pada striae gravidarum.



Atrofi Kulit
*Penipisan kulit karena berkurangnya satu
lapisan kulit atau lebih
*Tampak pucat dan turgor menurun dan
dalam keadaan berat teraba keras.
*Dapat disertai meningkatnya tegangan
kulit, misalnya pada skleroderma(sklerosis
sistemik) atau tanpa tegangan kulit,
misalnya pada gangguan sirkulasi. Pada
sindrom Ehler-Danlos didapatkan atrofi
kulit dengan turgor yang meninggi.

Hipertrofi
*Penebalan kulit karena bertambah jumlah
sel pada satu lapisan kulit atau lebih. Bila
penebalan bertambah jelas disebut
likenifikasi misalnya pada neurodermatitis.
* Bila penebalan kulit terjadi pada lapisan
korneum disebut hiperkeratosis dan pada
lapisan spinosum disebut akantosis.

Melanosis
*Kelainan warna kulit
akibat berkurang/
bertambah pigmen
melanin pada kulit
*Bila produksi pigmen
bertambah disebut
Hipermelanosis
(melanoderma) dan bila
produksi pigmen
berkurang disebut
hipomelanosis
(leukoderma)

Albinisme (akromia
kongenital)
*Tidak ada pigmen
melanin di kulit,
rambut,mata
*dapat bersifat partial
atau generalisata
*Sensitif terhadap cahaya

Palor
*Warna kulit kepucatan
*Dapat terjadi akibat
gangguan vaskularisasi
Vitiligo
* hipomelanosis berbatas jelas
(sirkumskripta) biasanya disertai
tepi yang hiperpigmentasi.
*Rambut di daerah vitiligo dapat
tidak berwarna (akromik) dan
dapat pula berwarna seperti
biasa.

Piebaldisme ( albinisme partial)
*bercak kulit yang tidak
mengandung pigmen yang
ditemukan sejak lahir dan
menetap seumur hidup
Ikterus
*Warna kekuningan
*Biasanya mudah terlihat di
sklera dan di bawah sinar
matahari.
*Bermacam-macam ikterus
misalnya
i. kuning seperti jerami (ikterus
hemolitik, anemia pernisiosa)
ii. kuning kehijauan (ikterus
obstruktif)
iii. kuning keabu-abuan (sirosis
hepatis)
iv. kuning agak jingga (penyakit
Weil)




Pseudoikterus ( karotenosis)
* kulit berwarna kekuningan tetapi
sklera normal disebabkan oleh
hiperkarotenemia misalnya makan
wortel atau pepaya. Gejala ini
hilang sendiri dengan memperbaiki
dietnya


Klorosis
*warna kulit hijau kekuningan
biasanya terdapat pada orang yang
tidak pernah terpapar sinar
matahari (green sickness).
*Pada perempuan juga sering
diakibatkan dilatasi pembuluh
darah (chlorosis cum rubra)
Eritema

* Warna kemerahan pada kulit akibat
vasodilatasi perifer

* Bila ditekan,warna merah hilang. Didapatkan
pada berbagai infeksi sistemik, penyakit kulit
dan alergi.

* Bila bersifat temporer disebut flushing.
Eritema muka disebut eritema faciei misalnya
pada demam tinggi, stenosis mitral,
hipertensi, intoksikasi karbon monoksida.

* Pada perempuan berusia 40-60 tahun dapat
timbul eritema faciei yang disebut rosacea.

* Pada pasien sirosis hepatis, dapat didapatkan
eritema pada permukaan tenar dan hipotenar
telapak tangan yang disebut eritema palmaris
(palmar erythem)


*Eritema dengan bentuk beragam, timbul
serentak dengan kecenderungan melebar
ke perifer dan menipis ditengahnya
disebut eritema multiforma.

*Bila eritema disertai nodus di bawah kulit,
berukuran 2-4 cm dan nyeri maka disebut
eritema nodosum. Kedua jenis eritema
tersebut dapat ditemukan pada sindrom
Steven Johnson, lupus eritematosus,
artritis reumatoid dan juga tuberkulosis.

*Pada penyakit jantung reumatik, dapat
ditemukan eritema berbentuk cincin yang
tidak menimbul dan tidak nyeri disebut
eritema marginatum.
Sianosis
*Warna biru pada kulit
*Akibat darah banyak mengandungi
reduced-Hb
*Dapat bersifat umum (sianosis
sentral) misalnya sianosis pulmonal
akibat gangguan ventilasi alveoli
pada PPOK dan sianosis kardial
misalnya pada penyakit jantung
kongenital.
*Dapat juga bersifat lokal (sianosis
perifer) biasanya disebabkan oleh
sirkulasi perifer yang buruk.
*Sianosis yang disebabkan
peningkatan kadar red-Hb disebut
sianosis vera sedangkan bila
penyebabnya adalah peningkatan
kadar sulf-Hb atau met-Hb disebut
sianosis spuria (palsu)





















*Kulit coklat disebabkan
peningkatan pigmen dalam kulit
misalnya akibat terlalu sering
terpapar sinar matahari atau pada
penyakit Addison. Pada intoksikasi
Arsen (melanosis Arsen) atau
intoksikasi perak(argirosis), kulit
akan berwarna coklat keabu-
abuan

*Melasma (kloasma) pigmentasi
kulit yang tak berbatas tegas
umumnya pada muka dan simetrik
disertai hiperpigmentasi areola
payudara dan genitalia eksterna.
Dapat bersifat idiopatik atau
akibat kehamilan (kloasma
gravidarum)
*Poikiloderma of civatte pigmentasi retikuler pada muka, leher,
bagian atas dada dan bersifat simetrik. Terdapat pada keadaan
menopause akibat gangguan endokrin.





*Dermatografia warna kemerahan yang menimbul akibat suatu iritasi
misalnya goresan benda tumpul. Hilang dalam 3-4 minit.
Caf au lait patches
*Bercak-bercak berwarna seperti kopi
*Permukaan rata, dapat berukuran beberapa
sentimeter
*Misalnya terdapat pada penyakit von
Recklinghausen

Efloresensi primer :
Makula
* Perubahan warna semata-mata
yang berbatas tegas
(sirkumskripta)

Papula
* Benjolan padat berbatas tegas
* Menonjol di permukaan kulit
dengan ukuran milier (seujung
jarum pentul), lentikuler ( sebesar
biji jagung) atau kurang dari 1 cm.
* Bila ukuran lebih 1cm (numuler)
disebut tuber. Bila ukurannya lebih
dari 1 cm dan permukaannya datar
disebut plakat (plaque)

Makula
Papula

*Benjolan padat berbatas tegas
*Letak lebih dalam dari papula
sehingga tidak menonjol. Bila
ukurannya lebih kecil disebut
nodulus.




*Edema setempat yang timbul
mendadak dan hilang perlahan-
lahan

*Vesikel gelembung berisi cairan serosa yang
mempunyai atap dan dasar dengan ukuran
kurang dari 1 cm. Bila berisi pus disebut
pustula dan bila berisi darah disebut vesikel
hemoragik.

*Bula gelembung berisi cairan serosa,
mempunyai atap dan dasar dengan ukuran
lebih dari 1 cm. Bila berisi pus disebut bula
purulen dan bila berisi darah disebut bula
hemoragik

*Kista rongga berkapsul berisi cairan atau
massa lunak
Efloresensi sekunder

Skuama penggelupasan
lapisan korneum. Bila
penggelupasan lebar
seperti daun disebut
eksfoliasi. Skuama yang
berbentuk lingkaran
(circiner) disebut colorette.

Krusta
* Cairan tubuh yang
mengering di atas kulit
* Serum kuning muda
* Darah merah tua/hitam
* Pus- kuning tua atau
coklat
* Jaringan nekrotik- hijau



*Erosi hilangnya jaringan kulit yang tidak
melampaui lapisan basal, pada permukaannya
tampak serum


*Ekskoriasi kehilangan jaringan kulit yang telah
melewati lapisan basal, pada permukaannya
tampak darah

*Ulkus - Kehilangan jaringan kulit yang dalam
sehingga tampak tepi,dinding,dasar dan isi


*Fisura(rhagade) belahan kulit tanpa
kehilangan jaringan kulitnya


*Sikatrik jaringan parut ,permukaan licin
mengkilat. Bila tampak cekung disebut sikatriks
atrofik, sedangkan bila menonjol disebut
sikatriks hipertrofik.




*Keloid sikatriks hipertrofik yang
pertumbuhannya melampaui batas luka
Edema
*Akumulasi eksesif dari cairan di dalam rongga jaringan yang
jarang

*Penyebabnya bermacam-macam misalnya ekstravasasi ( akibat
tekanan intravaskular yang meningkat), vaskulitis, alergi
(peningkatan permeabilitas kapiler akibat histamin), tekanan
koloid menurun ( hipoproteinemia).

*Awal edema seringkali tampak di daerah palpebra biasanya
didapatkan pada kelainan ginjal seperti sindrom nefrotik.

*Bila edema bersifat merata di seluruh tubuh disetai efusi pleural
asites dan kadang-kadang efusi perikardial disebut edema
anasarka.

Pitting
kulit mengkilat,bila ditekan melekuk





Non pitting
tidak melekuk ditekan. Pada limfedema misalnya
filariasis

*Emfisema subkutis akumulasi udara atau gas
pada jaringan kulit. Keadaan ini dapat
menyerta pneumotoraks, pneumomediastinum
atau tindakan yang mengenai kulit dan jaringan
subkutis yang lama misalnya trakeostomi,
pemasangan WSD (water seal drainage) atau
dapat juga ditemukan pada gas gangren.
Pruritus
*Rasa gatal tanpa kelainan kulit yang nyata
*Dapat disebabkan oleh ikterus hemolitik,DM tidak
terkontrol, usia tua (pruritus senilis, terutama di
daerah anogenital), penyakit kulit atau
psikogenik. Kelainan kulit yang ditandai rasa
gatal dengan efloresensi papula dan bersifat
kronik dan rekurens disebut prurigo.

Purpura

*Ekstravasasi darah ke dalam kulit/mukosa.Bila
ditekan warna merah tidak hilang.

*Tergantung ukuran : sejarum pentil disebut
petekie,2-5 mm purpuric spot,lebih besar lagi
ekimoses, dan apabila besar dan menonjol di
permukaan kulit disebut hematoma

*Dapat disebabkan oleh trombositopenia (purpura
trombositopenik) misalnya pada trombositopenia
idiopatik (ITP), Lupus eritematosus sistemik
(SLE), sepsis, lekemia dan sebagainya.

*Dapat juga terjadi tanpa disertai
trombositopenia (purpura non-trombositopenik)
misalnya pada purpura Henoch- Schonlein


petekie
ekimoses
hematoma
Xanthoma
*Deposit lipid yang sirkumkripta
dengan ukuran 1mm- 2cm dengan
warna merah kekuningan
berhubungan dengan gangguan
metabolisme lipid.
*Biasanya ditemukan di kelopak
mata (xanthoma palpebrarum)
atau telapak tangan (xanthoma
planum) atau siku atau bokong
(xanthoma tuberosum) atau pada
sarung tendon Achilles (xanthoma
tendinosum).
*Xanthoma dapat hilang timbul
tergantung pada kadar lipid di
dalam darah dan disebut
xanthoma eruptif.



*Komedon gumpalan bahan sebasea dan
keratin yang berwarna putih kehitaman yang
menyumbat folikel pilosebasea. Penyakit kulit
yang disebabkan penyumbatan folikel
pilosebasea disebut akne (jerawat). Bila akne
timbul pada masa remaja dan dapat sembuh
sendiri disebut akne vulgaris.

*Miliaria kelainan kulit akibat retensi keringat
ditandai adanya vesikel milier berukuran 1-2
mm pada bagian badan yang banyak
berkeringat. Pada keadaan yang lebih berat
dapat timbul papul merah atau papul putih.

Angioma

tumor yang berasal dari sistem pembuluh darah
(hemangioma) atau dari pembuluh limfe (limfangioma).
Hemangioma yang berasal dari kapiler disebut hemangioma
kapilaris, biasanya terdapat pada anak-anak, berwarna
kemerahan, di daerah pangkal hidung, kelopak mata atas
atau leher.
Yang lebih besar disebut hemangioma kavernosa terdapat di
kulit atau di bawah kulit bersifat merata dan luas.

*Teleangiektasis pelebaran pembuluh darah
kapiler yang menetap di kulit

*Nevus pigmentosus daerah hiperpigmentasi
yang menetap, kadang-kadang disetai
pertumbuhan rambut, nyeri dan ulserasi.

*Spider naevi adalah arteriol yang menonjol
dan kemerahan serta bercabang-cabang dengan
diameter 3-10 mm. Banyak didapatkan pada
orang hamil, sirosis hepatis. Bila pusatnya
ditekan dengan ujung yang runcing, maka
cabang-cabangnya akan menghilang.
Striae
*Garis putih kemerahan dari daerah
kulit yang atrofik yang dikelilingi
oleh kulit normal
*Banyak pada perempuan
hamil,orang gemuk dan sindrom
Cushing


Eksantema
*Kelainan kulit timbul dalam waktu
singkat,biasanya di dahului demam
misalnya morbili.
*Bentuk lentikuler (eksantema
morbiliformis),difus dan terlokalisir
disebut eksantema skarlatiniformis
*Bila kelainan timbul pada mukosa
disebut enantema.

*Gumma infiltrat lunak, berbatas tegas, kronik
dan destruktif yang di kemudian hari dapat
mengalami ulserasi dan membentuk ulkus
gummosum. Kelainan ini hanya terdapat pada 4
penyakit kulit yaitu sifilis, frambusia tropika,
tuberkulosis kulit dan mikosis dalam.
sifilis
Tuberculosis kulit
Frambusia tropika
Mikosis dalam
Bentuk Otot
eutrofi (normal)
hipertrofi (membesar)
atrofi (mengecil)

Tonus otot

diperiksa secara pasif yaitu dengan mengangkat lengan atau
tungkai pasien kemudian dijatuhkan.
Pada keadaan hipotonus, anggota gerak tadi akan jatuh
dengan cepat sekali.
hipertonus (spastisitas) dapat diperiksa dengan cara
memfleksikan atau mengekstensikan lengan atau tungkai
akan terasa tahanan yang bila dilawan terus akan
menghilang dan disebut fenomena pisau lipat.



Rigiditas dimana pada pemeriksaan seperti spastisitas akan
terasa tersendat-sendat dan disebut fenomena roda bergerigi.
5 tingkat kekuatan otot

Derajat 5 : normal, dapat melawan tahanan yang diberikan
Derajat 4 : Masih dapat meawan tahan yang ringan
Derajat 3 : hanya dapat melawan gaya berat
Derajat 2 : otot hanya dapat digerakan bila tidak ada gaya berat
Derajat 1 : kontraksi minimal, tidak menimbulkan gerakan
Derajat 0 : tidak ada kontraksi sama sekali

Inspeksi, palpasi dan lingkup geraknya

sendi bahu
siku
pergelangan tangan
metakarpofalangeal
interfalang proksimal
interfalang distal
panggul
lutut
pergelangan kaki
metatarsofalangeal

*Perhatikan secara keseluruhan bentuk badan,
asimetris atau deformitas. Tes keseimbangan
(tes romberg) dengan cara pasien disuruh
berdiri dengan kedua kaki rapat kemudian
disuruh menutup mata, bila pasien jatuh maka
dikatakan tes Romberg positif.

*Pasien disuruh berjalan pada satu garis lurus, mula-
mula membuka mata kemudian dengan mata
tertutup.
*Langkah ayam, berjalan dengan mengangkat kaki
setinggi mungkin supaya jari-jari kaki yang masih
tertinggal menyentuh tanah dapat terangkat,
kemudian pada waktu kaki dijatuhkan jari-jari kaki
akan lebih dulu menyentuh tanah. Keadaan ini pada
pasien polineuritis
*Langkah mabuk, pasien berjalan dengan kedua kaki
terpisah jauh (wide based gait) dan bila disuruh
berjalan lurus pasien terhuyung jatuh ke satu sisi.
Pada penyakit ataksia serebeler

*Langkah menggeser, pasien berjalan dengan
langkah pendek dan kaki menyeret ke tanah,
hampir tidak pernah terangkat. Bila langkah
makin cepat dan pendek, pasien cenderung
jatuh ke depan (propulsion) atau ke belakang
(retropulsion). Keadaan ini terdapat pada
penyakit parkinsonisme
*Langkah spastik, pasien berjalan dengan cara
melempar tungkainya keluar sehingga
membentuk setengah lingkaran. Lengan serta
tangan dan jari-jari ipsilateral dalam keadaan
fleksi. Pada pasien paralitik spastik akibat
stroke.
*Berjalan dengan mengangkat pinggul, terdapat
pada pasien poliomielitis

*Tremor, gerakan involunter bolak-balik pada anggota tubuh,
sehingga tampak seperti gemetar.Pada pasien parkinsonisme
tremor ini kasar sehingga ibu jari bergerak-gerak seperti gerakan
menghitung uang. Biasanya trmor tampak waktu istirohat dan
hilang waktu bekerja.
*Atetosis, gerakan involunter pada otot lurik yang terjadi pada
bagian distal dan terjadi perlahan-lahan
*khorea, gerakan involunter yang tidak teratur, tanpa tujuan,
asimetris, tiba-tiba, dan cepat.
*Balismus, gerakan involunter yang sangat kasar, sebentar,
berulang-ulang dan kuat sehingga anggota tubuh seakan-akan
berputar tidak teratur
*Spasme, ketegangan otot yang menyebabkan pergerakan yang
terbatas
*Tes jari-hidung-jari
*Tes jari hidung, pasien dengan posisi lengan dan
tangan ekstensi diminta menunjuk hidungnya
berulang kali, mula-mula lambat kemudian cepat.
*Tes pronasi supinasi, pasien dalam posisi duduk,
meletakkan tangannya diatas paha dan melakukan
gerakan pronasi dan supinsai berulang-ulang dengan
cepat.
*Tes tumit-lutut pasien dalam posisi berbaring
diminta meletakan tumit kanan pada lutut kiri
kemudian disuruh menggeser tumit kanannya
sepanjang tibia kiri ke arah dorsum pedis kiri
berulang-ulang bergantian untuk kedua tungkai.


Tes Jari-Hidung-Jari Tes jari hidung
Tes pronasi supinasi
Tes tumit-lutut
*Refleks biseps, lengan bawah
pronasi rileks diatas paha,
kemudian ibu jari pemeriksa
menekan tendon biseps
diatas fosa kubiti dan
diketok, positif jika fleksi
lengan bawah











*Refleks brakioradialis,
lengan bawah pasien posisi
diantara pronasi dan
supinasi kemudian ujung
distal radius diketok sambil
dirasakan adanya kontraksi.
Yang melibatkan fleksi dan
supinasi lengan bawah

*Refleks triseps, posisi pasien masih sama sperti diatas
kemudian diketok pada tendon triseps dari belakang 5 cm
diatas siku, amati adanya kontraksi triseps



*Refleks patela (kneepessreflex,KPR), pasien dalam posisi
duduk, tungkai bawah tergantung, atau pasien dalam posisi
tidur dengan posisi tungkai bawah rileks difleksikan,
kemudian dilakukan ketokan pada tendon patela, positif bila
ekstensi tungkai bawah dan kontraksi kuadriseps femoris



*Refleks Achiles, pasien dalam posisi duduk
dengan kaki dorso fleksimaksimal secara pasif,
kemudian dilakukan ketokan pada tendon
achiles, bila (+) akan tampak kontaksi m.
gastroknemius dan gerakan plantar fleksi






*Refleks kremaster, dilakukan pada posisi pasien
telentang dengan paha sedikit abduksi,
kemudian permukaan dalam paha digores
dengan benda tajam, + bila kontraksi m.
kremaster

Babinsky
Cara : penggoresan telapak kaki bagian lateral dari posterior ke
anterior
Respon : ekstensi ibu jari kaki dan pengembangan jari kaki lainnya

Chaddock
Cara : penggoresan kulit dorsum pedis bagian lateral sekitar
maleolus lateralis dari posterior ke anterior


Oppenheim
Cara : pengurutan permukaan kulit di atas tibia dari lutu ke bawah


Gordon
Cara : penekanan m.gastrocnemius secara keras


Schaeffer
Cara : memijit tendon achilles secara keras






Rossolimo
Cara : pengetukan pada bagian basis telapak jari-jari kaki
Respon : fleksi jari-jari kaki

Mendel-Beckhterew
Cara : pengetukan dorsum pedis pada daerah os coboideum
Respon : seperti rossolimo

Hoffman
Cara : goresan pada kuku jari tengah pasien
Respon : ibu jari, telunjuk dan jari lainnya fleksi






Rossolimo Mendel-Beckhterew
Hoffman
Trommer
Cara : colekan pada ujung jari tengah pasien
Respon : seperti hoffman

Leri
Cara : fleksi maksimal tangan pada pergelangan tangan, sikap lengan
diluruskan dengan bagian ventral menghadap ke atas
Respon : tidak terjadi fleksi di sendi siku

Mayer
Cara : fleksi maksimal jari tengah pasien ke arah telapak tangan
Respon : tidak terjadi oposisi ibu jari

Klonus : tungkai dalam posisi rileks, kemudian menyentak kaki ke arah
dorsofleksi secara tiba-tiba, bila positif akan timbul gerakan plantar
fleksi kaki berulang-ulang. Dapat juga dilakukan dengan mendorong
patela secara tiba-tiba ke bawah, bila positif akan timbul gerakan
patela ke atas yang berulang-ulang.


Reseptor Eksteroseptif

*Pemeriksaan rasa raba
Periksa seluruh tubuh dan bandingkan bagian-bagian yang
simetris dengan cara menggoreskan kapas ke tubuh

*Pemeriksaan rasa nyeri
Tusukan hendaknya cukup kuat hingga betul-betul dirasakan rasa
nyeri dan bukan rasa sentuh atau rasa raba. Periksa seluruh tubuh
dan bagian yang simetris dan bandingkan

*Pemeriksaan rasa suhu
Diperiksa menggunakan tabung reaksi berisi air panas dan dingin
secara bergantian ke tubuh penderita.


Reseptor Proprioseptif

Pemeriksaan rasa gerak dan rasa sikap/ posisi
Gerakkan salah satu jari pasien secara pasif, dengan cara
memegang jarinya pada bagian lateral dan usahakan tidak
menyentuh jari yang lainnya.

Tanyakan apakah pasien dapat merasakan gerakan tersebut
serta mengetahui arahnya

Pemeriksaan rasa getar

Getarkan garpu tala
Tempatkan pada ibu jari, maleolus lateral dan medial kaki,
tibia, spina iliaka anterior superior, sakrum, prosesus spinosus
vertebra, sternum, kalvikula, prosesus stiloideus radius, ulna
dan jari-jari tangan.
Tanyakan apakah pasien merasa getarannya dan ia disuruh
memberitahukan apabila ia mulai tidak merasakan getarannya
lagi

Pemeriksaan rasa tekan (rasa raba kasar)
Menekan tendon atau kulit pasien dengan jari atau benda tumpul.
Tekanan tidak boleh terlalu kuat karena akan menimbulkan nyeri.

Pemeriksaan rasa nyeri dalam
Menekan otot atau tendon pasien dengan keras atau menekan bola
mata atau menekan testis.

*Nyeri adalah rasa dan pengalaman emosional yang tidak nyaman
yang berhubungan dengan kerusakan jaringan. Nyeri merupakan
sensasi dan reaksi terhadap sensasi tersebut.
*Toleransi nyeri adalah tingkat nyeri tertinggi yang dapat diterima
oleh seseorang.
*Toleransi nyeri berbeda-beda antara satu individu dengan
individu lain dan dapat dipengaruhi oleh pengobatan

*Alodinia, nyeri yang dirasakan oleh pasien akibat rangsangan
yang pada orang normal tidak menimbulkan nyeri. Misalnya
neuralgia pasca herpetik, sindrom nyeri regional kronik dan
neuropati perifer lainnya.

*Hiperpatia, nyeri yang berlebihan yang ditimbulkan oleh
rangsangan berulang. Respon berlebihan terhadap rangsang
multiple. Kadang-kadang disebut disestesi sumasi

*Disestesi, parestesi yang nyeri. Keadaan ini dapat ditemukan
pada neuropati perifer alkoholik atau neuropati diabetik di
tungkai. Disestesi kibat kompresi nervus femoralis lateralis
akan dirasakan pada sisi lateral tungkai dan disebut neuralgia
parestetika.
*Parestesi, rasa seperti tertusuk jarum atau titik-titik yang dapat
timbul spontan atau dicetuskan. Misalnya ketika saraf tungkai
tertekan. Parestesi tidak selalu disertai nyeri dan bila disertai
nyeri disebut disestesi.

*Hipoestesia, turunnya sensitifitas terhadap rangsangan nyeri.
Area hipoestesia dapat ditimbulkan dengan anestesi lokal.

*Analgesia, hilangnya sensasi nyeri pada rangsangan nyeri yang
normal. Secara konsep,analgesia merupakan kebalikan dari
alodinia.

*Anastesia dolorosa, nyeri yang timbul didaerah yang hipoestesia
atau daerah yang didesensitisasi

* neuralgia, nyeri yang timbul sepanjang distribusi suatu
persyarafan
*Nyeri tabetik, nyeri neuropatik yang timbul sebagai komplikasi dari
sifilis

*Nyeri sentral, nyeri yang diduga berasal dari otak atau medula
spinalis.

*Nyeri pindah (referred pain), nyeri yang dirasakan ditempat lain,
bukan ditempat kerusakan jaringan yang menyebabkan nyeri

*Nyeri Fantom, nyeri yang dirasakan pada bagian tubuh yang baru
diamputasi sehingga masih merasakan bagian yang diamputasi masih
ada.

*Substansia Algogenik, substansia yang dilepaskan oleh jaringan yang
rusak atau dapat juga diinjeksi subkutaneus dari luar.


*Nyeri akut, nyeri yang timbul segera setelah rangsangan dan
hilang setelah penyembuhan

*Nyeri kronik, nyeri yang menetap lebih dari 3 bulan walaupun
proses penyembuhan sudah selesai

Perasaan somestesia luhur ialah perasaan yang
mempunyai sifat deskriminatif dan sifat tiga dimensi.
Rasa diskriminasi adalah kemampuan
membedakan 2 titik yang berbeda pada tubuh
*Barognosia
Adalah kemampuan untuk mengenal berat benda yang
dipegang atau kemampuan membeda-bedakan berat
benda
*Stereognosia
Adalah kemampuan untuk mengenal bentuk benda
dengan meraba, tanpa melihat.

*Topognosia
Adalah kemampuan untuk melokalisasi tempat dengan
cara meraba.

*Grafestesia
Adalah kemampuan untuk mengenal huruf atau angka
yang dituliskan pada kulit dengan mata tertutup.
*Jari tabuh (clubbing fingers,
Hippocratic fingers), ujung jari
mengembung termasuk kuku
yang berbentuk konveks;
terdapat pada penyakit paru
kronik dan kelainan jantung
kongenital
*Koilonikia (spoon nails), kuku
tipis dan cembung dengan tepi
yang meninggi terdapat pada
gangguan metabolisme besi dan
sindrom Plummer Vinsen
*onikauksis, kuku menebal tanpa
kelainan bentuk, terdapat pada
akromegali, psoriasis

*Onikogrifosis, kuku berubah
bentuk, menebal seperti
cakar, biasanya disebabkan
pemotongan kuku yang tidak
teratur.




*Anonikia, tidak tumbuknya
kuku, biasanya berhubungan
kelainan kongenital, iktiosis ,
infeksi berat dan fenomena
Raynaud


*Onikoatrofi, kuku menjadi tipis dan
lebih kecil biasanya berhubungan
dengan kelainan vaskuler,
epidermolisis bulosa dan liken
planus



*Onikolisis, terpisahnya kuku dari
dasarnya terutama bagian distal
dan lateral biasanya berhubungan
dengan infeksi jamur, trauma atau
zat kimia. Bila disebabkan infeksi
Pseudomonas aeruginosa, maka
warna kuku akan berubah menjadi
hijau.
*Pakionikia, penebalan lempeng kuku berhubungan dengan
hiperkeratosis dasar kuku





*Kuku Psoriasis, kelainan kuku pada pasien psoriasis yang
ditandai oleh warna kuku yang menjadi putih (leukonikia) dan
adanya terowongan dan cekungan transversal (Beaus line) yang
berjalan dari lunula ke arah distal sesuai dengan pertumbuhan
kuku.

*Paronikia, reaksi inflamasi yang meliputi
lipatan kulit disekitar kuku, biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur





*Onikomikosis, infeksi jamur pada kuku