Anda di halaman 1dari 17

PENGGUNAAN MAPLE DALAM OPERASI FUNGSI

LAPORAN PRAKTIKUM MATEMATIKA DASAR





Oleh
Berta Yuda Sisilia Putri
NIM 131810301051








LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2013


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman di mana dunia teknologi semakin maju, daya saing
semakin tinggi dan semakin mengglobalisasi. Termasuk aplikasi komputer yang
semakin canggih. Di desain untuk membantu menyelesaikan masalah sehari-hari.
Salah satunya yaitu software maple ini.
Maple dalam praktikum ini tidak hanya untuk operasi aljabar sederhana
saja, melainkan bisa menyelesaikan persoalan tentang fungsi invers. Sehingga
dalam praktikum ini akan membahas operasi fungsi invers dengan maple.
Terkadang kita menemui kesulitan dalam mengerjakan rumus fungsi invers dan
juga kesulitan dalam menggambarkan grafik fungsinya. Sehingga praktikum ini
penting dilakukan agar praktikan mengerti cara menggunakan maple dalam
menyelesaikan permasalahan soal fungsi invers juga grafiknya menggunakan
maple. Apalagi Fungsi atau invers dapat berguna dalam kehidupan keseharian.
1.2 Rumusan masalah
Adapun beberapa rumusan masalah dalam praktikum kali ini, yaitu :
a. Bagaimana penerapan fungsi padaMaple 13?
b. Bagaimanacara menuliskan fungsi invers pada Maple 13?
c. Bagaimana cara menuliskan fungsi komposisi pada Maple 13?

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dilakukannya praktikum kali ini adalah:
a. Mengetahui penerapan fungsi pada Maple 13
b. Mampu menuliskan fungsi invers pada Maple 13
c. Mampu menuliskan fungsi komposisi pada Maple 13


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Fungsi
Fungsi merupakan kejadian khusus dari suatu relasi. Dalam
pengoperasianya maple dapat digunakan untuk mendefinisikan sebuah fungsi.
Bentuk operasi yang akan ditampilkan dalam program Maple tidaklah serumit dan
sekompleks fungsi itu sendiri. Fungsi pada Maple yang telah di definisikan akan
terlihat lebih sederhana dan memudahkan dalam penulisan rumus operasi
matematika lainnya. Contohnya, untuk menuliskan f(x) = x
2
+3x+2 pada
worksheet Maple,kita cukup menuliskan sebagai berikut:
>f:=(x)->x^2+3*x+2;
>g:=(x)->2*x^2+4*x+3;
Jika telah didefinisikan seperti contoh diatas maka untuk menuliskan rumus
operasi matematik lainnya kita hanya perlu maenuliskan f(x) atau g(x) saja. Hal
itu dikarenakan fungsi sudah didefinisikan, maka secara otomatis komputer akan
membaca f(x) ataupun g(x) dengan sesuai fungsi diatas.
Berikut adalah contoh operasi pengurangan dan penambahan:
>f(x)+g(x);
>g(x)-f(x);
Fungsi menurut buku lain adalah suatu persamaan dimana mempunyai dua
buah variabel atau lebih yang masing masing variabel tersebut nilainya saling
mempengaruhi ( Suprapto kartono SE,1983:2 ).





2.2 Sifat-Sifat Fungsi
a. Fungsi Injektif (fungsi satu-satu / into)
Misalkan f ; A B, f disebut fungsi
satu-satu jika f memasangkan setiap
anggota A dengan tepat satu anggota
B. (anggota B tidak ada yang
mendapat pasangan di A lebih dari
satu ).
Gambar 1.a : Fungsi Injektif Jika
) ( ) ( , ,
2 1 2 1 2 1
a f a f maka a a A a a = = e

b. Fungsi Surjektif (fungsi onto).
Misalkan f ; A B, f disebut
fungsi surjektif jika f memasangkan
setiap anggota B dengan anggota A
(semua anggota B mendapat
pasangan di A sekurang-kurangnya
satu elemen).
Gambar 1.b : Fungsi Surjektif Jika dan hanya jika daerah hasil
fungsi f sama dengan himpunan B
(daerah kawan).
c. Fungsi Into

Jika dan hanya jika daerah hasil
fungsi f merupakan himpunan
bagian dari himpunan B.

Gambar 1.c : Fungsi Into





d. Fungsi Bijektif (korespondensi satu-satu)
Misalkan f ; A B, f disebut fungsi
bijektif jika dan hanya jika f bersifat
injektif dan surjektif


Gambar 1.d : Fungsi Bijektif
(Korespondensi satu-satu).

Catatan:
Untuk mengetahui apakah suatu relasi dari A ke B merupakan fungsi atau
bukan, cukup memperhatikan himpunan A (domain). Anggota A dipasangkan
dengan tepat satu pasangan di anggota B, maka relasi tersebut disebut fungsi.
Untuk mengetahui apakah sifat-sifat fungsi f : A B merupakan injektif (satu-
satu), surjektif (onto dan pada) atau bijektif (korespondensi satu-satu), cukup
dengan memperhatikan himpunan B ( Sugondo, 2011 ).
2.2 Fungsi Invers
Dua fungsi f dan g yang sedemikian rupa sehingga g(f(x))= x dan f(g(y))= y
disebut sebagai fungsi invers, fungsi invers membalikkan pengaruh dari fungsi
lainnya. Misalnya jika f(a) = b, maka g(b) = a. Penandaan invers f ditulis sebagai
f
-1.
Jika y = f(x), kita sering menulisnya x = f
-1
(y), jika f terdefinisikan seperti
biasa kita tuliskan dy/dx untuk turunan f x, dan dx/dy untuk turunan (f
-1
)(y)
( Ayres, 2004 ).









Gambar 2.2 : Fungsi Invers.

2.3 Fungsi Komposisi
Penggabungan operasi dua fungsi secara berurutan yang akan menghasilkan
sebuah fungsi baru disebut dengan fungsi komposisi. Dalam maple fungsi
komposisi dapat dituliskan seperti dibawah ini:
>a:=(x)->3*x+4;
>b:=(x)->5*x+2;
>a(b(x));
>b(a(x)); (Baisuni, 1986:8).

2.4 Beberapa Jenis-Jenis Fungsi
a. Fungsi eksponen
Fungsi eksponen adalah fungsi yang mempuyai bentuk umum f(x) = a
x
,
dengan bilangan a adalah konstanta positif. Penulisan dalam maple seperti aljabar
sederhana sebelumnya.
b. Fungsi Trigonometri
Fungsi trigonometri terdiri dari: fungsi Sinus. Bentuk umum: y = f(x) = sin
x, x dalam radian. Daerah asal dan daerah hasil: Df = R, Wf = [-1,1], fungsi
Cosinus. Bentuk umum: y = f(x) = cosx, x dalam radian. Daerah asal dan daerah
hasil: Df = R, Wf = [-1,1], fungsi Tangen. Bentuk umum: ()

dalam radian. Daerah asal: Df = R -{/2 + n|n}. Daerah hasil:


Wf = R.

c. Fungsi Pilonomial
Fungsi polynomial adalah fungsi polinomial yang berderajat n dengan
bentuk
d. Fungsi Hiperbolik







Gambar : Fungsi hiperbolik.
e. Fungsi Logaritma
Fungsi Logaritma adalah jika a>0 dan a1, maka fungsi eksponensial
f(x)=a merupakan fungsi satu satu. Fungsi inversnya disebut fungsi logaritma
dengan bilangan pokok (dasar) a dan ditulis dengan f(x) =log
a
x.Jadi, log
a
= y
a
y
= x ( Heri, 2005).




BAB 3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
a. Laptop dengan spesifikasi :
Toshiba satellite C800
b. Software Classic worksheet maple 15
3.2 . Prosedur
a. Menghidupkan laptop dengan menekan tombol on
b. Menunggu hingga keluar tampilan desktop
c. Meng-klik icon maple 15 untuk menjalankan software maple-15.
d. Tunggu hingga muncul worksheet.
e. Melakukan operasi fungsi invers.


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan yaitu penggunaan maple
dalam operasi fungsi, dimana fungsi yang dipakai diantaranya adalah fungsi
eksponen, logaritma, fungsi trigonometri dan fungsi hiperbolik. Pengoperasian
praktikum ini seperti biasa denagn diawali dengan restart dan titik koma karena
untuk memulai lembar kerja baru dan diakhiri dengan titik koma (;) dan enter.
Hasil selengkapnya praktikum tentang fungsi yaitu:
Fungsi eksponen adalah fungsi yang mempuyai bentuk umum f(x) = a
x
,
dengan bilangan a adalah konstanta positif. Penulisan dalam maple seperti aljabar
sederhana sebelumnya. Contoh F(x) = x
2
+ 4x + 5 , e
x
adalah sebagai berikut :
> a:=x^2+4*x+5;

> e^x;

> 2*e(3/2);

Fungsi Logaritma adalah jika a>0 dan a1, maka fungsi eksponensial
f(x)=a merupakan fungsi satu satu. Fungsi inversnya disebut fungsi logaritma
dengan bilangan pokok (dasar) a dan ditulis dengan f(x) =log
a
x.Jadi, log
a
= y
a
y
= x. Untuk penulisan di maple diberi kurung siku setelah kata logsebagai
berikut :
> log[10];

> log[2];
:= a + + x
2
4 x 5
e
x
2
|
\

|
.
|
|
e
3
2
log
10

> log[2][4];

Fungsi trigonometri dalam menuliskan di dalam maple adalah seperti
biasanya, kemudian jika ingin menampilkan hasil maka menggunakan rumus
evalf sebelum fungsi trigonometri, seperti :
> cos(60);

> evalf(cos(60));

Jika menginginkan hasil dalam bentuk derajat maka sudut dalam fungsi
trigonometri dikalikan dengan (Pi/180), maka akan menghasilkan data akurat
seperti :
> evalf(cos(60*Pi/180));

Fungsi hiperbolik adalah fungsi yang berpangkat bilangan riil dan fungsi
yang mirip trigonometri hanya saja ditambah huruf h pada fungsinya dan
mempunyai hubungan dengan hiperbola. Dalam maple cara penulisannya seperti :
> sinh(x);

> arcsinh(x);

> arccosh(x);

Fungsi polynomial adalah fungsi polinomial yang berderajat n dengan
bentuk . Untuk penulisannya pada maple
seperti berikut :
log
2
log
2
4
( ) cos 60
-0.9524129804
0.5000000000
( ) sinh x
( ) arcsinhx
( ) arccoshx
> polynomial:=24*x^5+105*x^4-10*x^2+17*x-10;

Untuk penyelesaian fungsi polinomial di atas, jika (x = -5..5 ) yang berarti rentang
antara -5 hingga 5 menggunakan fsolve yaitu penyelesaian dengan menampilkan
hasil berupa desimal, seperti :
> fsolve(polynomial,x = -5..5);

Penyelesaian model soal fungsi lain seperti a = (x+4)
3
jika ingin
menyelesaikan soal tersebut untuk menampilkan hasilnya dalam maple maka
mengunakan rumus expand dan untuk menyederhanakan lagi dalam bentuk
semula menggunakan rumus simplify , seperti :
> a:=(x+4)^3;

> expand(a);

> simplify(a);

Untuk penyeleaian soal dengan menginginkan hasil berupa faktor =faktor/
pemfaktoran, maka menggunakan rumus factor dan untuk menampilkan hasil
faktor tersebut maka menggunakan rumus solve dan menggunakanfsolve jika
menginginkan hasil berupa desimal, seperti :
> b:=x^2+3*x+2;

> factor(b);

> solve(b);

> fsolve(b);

:= polynomial + + 24 x
5
105 x
4
10 x
2
17 x 10
, , -4.343092665 -0.7577682339 0.4425545605
:= a ( ) + x 4
3
+ + + x
3
12 x
2
48 x 64
( ) + x 4
3
:= b + + x
2
3 x 2
( ) + x 2 ( ) + x 1
, -1 -2
, -2.000000000 -1.000000000
> w:=x^2-3;

> solve(w);

> fsolve(w);

Dapat pula menggunakan bentuk persamaan pada maple dengan cara penulisan
rumus seperti berikut :
> Pers_1 :=2*x+3*y=5;

> Pers_2:=x-2*y=6;

Untuk menyelesaikan persamaan tersebut, yaitu jika menampilkan hasil x
dan y, maka menggunaka rumus solve dengan cara seperti berikut :
> solve({Pers_1,Pers_2},{x,y});

Untuk penyelesaian soal berupa subtitusi, langkah pertama seperti biasa
menuliskan persamaanya terlebih dahulu kemudian dalam penyelesaiannya
menggunakan rumus subs, seperti :
> c:=4*x^3+5*x-9;

> d:=2*x-5;

> subs(x=d,c);


> x^((2*x^2-n)/((cos^2)*x))/exp(i*(log[2](x^2)));

:= w x
2
3
, 3 3
, -1.732050808 1.732050808
:= Pers_1 = + 2 x 3 y 5
:= Pers_2 = x 2 y 6
{ } , = x 4 = y -1
:= c + 4 x
3
5 x 9
:= d 2 x 5
+ 4 ( ) 2 x 5
3
10 x 34
x
|
\

|
.
|
|
|
|
2 x
2
n
cos
2
x
e
|
\

|
.
|
|
|
i ( ) ln x
2
( ) ln 2

BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini, yaitu :
a. Fungsi yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu fungsi eksponen,
logaritma, fungsi trigonometri, fungsi polynomial dan fungsi hiperbolik.
b. Beberapa rumus dalam penyelesaian soal dalam maple, untuk
menjabarkan menggunakan rumus expand, untuk memnyederhanakan
menggunakan rumus simplify, memfaktorkan menggunakan rumus
factor, mensubtitusikan menggunakan rumus subs, untuk menampilkan
hasil menggunakan rumus solve, menampilkan hasil secara desimal
menggunakan rumusfsolve

5.2 Saran
Untuk memasukkan beberapa rumus dalam maple perlu pemahaman
rumus dalam penggunaanya. Bagi praktikan selanjutnya diharapkan supaya lebih
teliti dalam memakai beberapa rumus, karena kurang ketelitian dalam rumus bisa
menyebabkan error maupun hasil yang tidak valid.


DAFTAR PUSTAKA

Ayres, Frank et al. 2004. Schaums Easy Outlines. Jakarta : Erlangga.
Baisuni, hasyim. 1986. Kalkulus. Jakarta : Universitas Indonesia
Heri, Robertus. 2005. Buku Ajar Kalkulus 1. Semarang : Universitas
Diponegoro.
Kartono, Suprapto. 1983. Penerapan Fungsi Dalam Ekonomi. Jakarta :
Universitas Indonesia.
Sugondo, dkk. 2011. Tim Penyusun Modul Pembelajaran. Jawa Timur.


LAMPIRAN
Nama : Berta Yuda Sisilia Putri
NIM : 131810301051
Jurusan : Kimia

SOAL
1. Tuliskan fungsi berikut dalam maple :
A) (
(

=
B)

=
C)

))

=
D)

()

=
2. A= x
4
5x
2
+ 4 =
a). Faktorkan
b). Selesaikan Persamaan
3. Uraikan fungsi berikut :
( 2x
3
-

+ 5ax + b )
2
=
4. B= 2a + b
C= 4d
Subtitusikan B-C ke Pers A


Jawaban :
1. A. > A:=(e^(((2*x+cosx)/(sin2x))^a)/(2*x))^2;

B. > b:=(sin^2*x+cos^2*x)/(1-cos^2*x)+
((2*x^2+5)/(6));

C. >c:=(sqrt(e^(2*a))^(log[2]*e^((2*x+5)/(2)))+2*x^
(2/3))/(2*a^((cos^2*x+sin*x^2)^(1/3)));


D. >d:=sqrt((2*e*((1/4)*((2*x^3)/(a+b)))^(1/(2*x
)))^(1/(m+n)))^(1/3);


2.
> A:=x^4-5*x^2+4;

> factor(A);


> solve(A);

:= A
|
\

|
.
|
|
|
e
|
\

|
.
|
|
|
|
\

|
.
|
|
+ 2 x cosx
sin2x
a
2
4 x
2
:= b + +
+ sin
2
x cos
2
x
1 cos
2
x
x
2
3
5
6
:= c
1
2
+ ( ) e
( ) 2 a
|
\

|
.
|
|
log
2
e
( ) + x / 5 2
2 x
( ) / 2 3
a
|
\

|
.
|
|
( ) + cos
2
x sin x
2
( ) / 1 3
:= d
|
\

|
.
|
|
|
|
|
|
|
|
\

|
.
|
|
|
|
|
2 e
|
\

|
.
|
|
x
3
2 ( ) + a b
|
\

|
.
|
|
1
2 x
|
\

|
.
|
|
1
+ m n
( ) / 1 6
:= A + x
4
5 x
2
4
( ) x 1 ( ) x 2 ( ) + x 2 ( ) + x 1
, , , 1 2 -2 -1
3.
> P:=(2*x^3-1/4*x^2+5*a*x+b)^2;

> expand(P);


4.
> B:=2*a+b;

> C:=4*d;

> Pers_A:=x^4-5*x^2+4;

> subs(x=B-C,Pers_A);



:= P
|
\

|
.
|
|
+ + 2 x
3
1
4
x
2
5 a x b
2
+ + + + + + 4 x
6
x
5
20 x
4
a 4 x
3
b
1
16
x
4
5
2
x
3
a
1
2
x
2
b 25 a
2
x
2
10 a x b b
2
:= B + 2 a b
:= C 4 d
:= Pers_A + x
4
5 x
2
4
+ ( ) + 2 a b 4 d
4
5 ( ) + 2 a b 4 d
2
4

Anda mungkin juga menyukai