Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak dahulu hingga sekarang pendidikan adalah hal penting di dunia. Dari mulai
kecil, anak sudah mulai di didik oleh orang tuanya di lingkungan sekitar. Begitu pula
dengan sekolah, sekolah adalah suatu lembaga yang sangat berperan penting dalam
pendidikan anak dan kemampuan anak.
Pendidikan tidak muncul begitu saja dalam hal ini banyak orang atau ahli berperan
penting dalam dunia pendidikan diseluruh dunia. Tokoh pendidikan inilah yang membuat,
mencetuskan,dan mencerdaskan anak-anak diseluruh dunia dengan karya-karyanya. kita
tidak boleh melupakan hasil jerih payah beliau, kita harus menerapkan semuanya
dimasyarakat.
B. Rumusan Masalah
1. Siapakah tokoh-tokoh ilmu pendidikan yang berpengaruh dari luar negeri?
. Siapakah tokoh-tokoh ilmu pendidikan yang berpengaruh di !ndonesia?
C. Tujuan
Tujuan dibuat makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa luas pengetahuan
kita tentang tokoh-tokoh pendidikan yang berpengaruh baik di luar negeri maupun di
dalam negeri.
Serta sebagai bahan materi untuk penampilan diskusi kelompok " yang dibimbing
oleh Bapak Drs. #$man, %.Si. dalam mata kuliah Dasar-Dasar !lmu Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tokoh Pen!!kan "ang Ber#engaruh ar! Luar Neger!
$. Pestalo%%!
&ohann 'einrich Pestalo$$i lahir di (urich, S)it$erland pada tanggal 1 &anuari
1*+,. #yahnya meninggal ketika dia berumur lima tahun, dan ibunya membesarkannya
bersama adiknya sendiri. Pestalo$$i mulai mengenyam pendidikan -ormal pada umur
sembilan tahun, tetapi dia sukses menempuh pendidikan dengan tepat )aktu. Dia belajar
di .ni/ersitas (urich di mana dia bertemu dengan &ohann 0asper 1a/ater yang
mempengaruhi dia dalam dunia politik. 0ematian 1a/ater merubah pandangan dia dan
akhirnya dia memutuskan untuk mencurahkan hidupnya pada pendidikan 2'ea--ord,
1",*3.
&ohann 'einrich Pestalo$$i adalah seorang ahli dan pembaharu pendidikan S)iss
yang memberikan pengaruh besar pada pembangunan sistem pendidikan di 4ropa dan
#merika bahkan sampai sekarang. Tidak hanya karena dia seorang guru yang ino/ati-,
tetapi dia juga mempunyai komitmen untuk melakukan re-ormasi sosial, dan juga
melaksanakan proyek-proyek kemanusiaan yang melibatkan anak-anak yatim selama
perang. %etode pendidikannya menekankan pada pentingnya memberikan cinta dan
kasih sayang, menciptakan lingkungan kekeluargaan dimana anak dapat tumbuh dan
berkembang dengan alami menjadi a )hole person dengan keseimbangan intelektual,
-isik, dan kemampuan teknis, dan dengan pertumbuhan emosional, moral, etika, serta
agama.
%elalui asosiasinya dengan para re-ormis, Pestalo$$i menjadi sadar akan masalah-
masalah sosial, yang membantu dia dalam mengembangkan tiga hal, yaitu tujuan
pendidikan, metode pendidikan dan disiplin dalam kelas.
Pr!ns!# an Tujuan Pen!!kan
Tujuan pendidikan bukan untuk menanamkan pengetahuan, namun untuk
membentangkan kemampuan alami dan mengembangkan kemampuan yang tersembunyi
dalam setiap orang. Dengan kata lain, pendidik perlu mem-okuskan pada human being,
pada anak, dan bukan pada pendidikan itu sendiri.
Pendapat Pro-. Dr. Sodi5 #. 0untoro dalam makalah 6 Sketsa Pendidikan 'umanis
7eligius628893 tentang prinsip-prinsip pendidikan humanis sangat sejalan dengan
pandangan Pestalo$$i adalah sebagai berikut:
Tujuan pendidikan dan proses pendidikan berasal dari anak 2sis)a3. ;leh
karenanya kurikulum dan tujuan pendidikan menyesuaikan dengan kebutuhan,
minat, dan prakarsa anak.
Sis)a adalah akti- bukan pasi-. #nak memiliki keinginan belajar dan akan
melakukan akti/itas belajar apabila mereka tidak di-rustasikan belajarnya oleh
orang de)asa atau penguasa yang memaksakan keinginannya.
Peran guru adalah sebagai penasehat, pembimbing, teman belajar bukan
penguasa kelas. Tugas guru membantu sis)a belajar, sehingga sis)a memiliki
kemandirian dalam belajar. <uru berperan sebagai pembimbing dan yang
melakukan kegiatan mencari dan menemukan pengetahuan bersama sis)a.
Tidak boleh ada pembelajaran yang bersi-at otoriter, dimana guru sebagai
penguasa dan murid menyesuaikan.
Sekolah sebagai bentuk kecil dari masyarakat luas. Pendidikan seharusnya
tidak sekedar dibatasi sebagai kegiatan di dalam kelas dengan dibatasi empat
dinding sehingga terpisah dari masyarakat luas. 0arena pendidikan yang
bermakna adalah apabila pendidikan itu dapat diman-aatkan dalam kehidupan
masyarakat
#kti/itas belajar harus ber-okus pada pemecahan masalah, bukan sekedar
mengajarkan mata pelajaran. Pemecahan masalah adalah bagian dari kegiatan
kehidupan oleh karenanya pendidikan harus membangun kemajuan sis)a untuk
memcahkan masalah. 0egiatan pendidikan bukan sebagai pemberian in-ormasi
atau data dari guru pada sis)a yang terbatas sebagai akti/itas mengumpulkan
dan mengingat kembali pengetahuan statis.
!klim sekolah harus demokratis dan kooperati-. 0arena kehidupan di
masyarakat selalu hidup bersama orang lain, maka setiap orang harus mempu
membangun kooperasi dengan orang lain. =amun dalam realita pendidikan
tradisional sering sis)a dilarang untuk berbicara, berpindah tempat, atau
kerjasama dengan sis)a lain. !klim demokratis dalam kelas adalah dibutuhkan
agar sis)a dapat hidup secara demokratis di masyarakat.
Metoe Pen!!kan
Pestalo$$i menekankan bah)a pendidikan harus berpusat pada anak, bukan
pada kurikulum ataupun guru. 0arena pengetahuan terletak di dalam human being,
tujuan pembelajaran adalah untuk menemukan cara untuk membentangkan
pengetahuan yang tersembunyi. Pestalo$$i mendukung bah)a pengalaman langsung
adalah metode yang paling baik. Dia juga mendukung spontanitas dan akti/itas
pribadi> hal ini berla)anan dengan metode yang berbasis kurikulum, metode berpusat
pada guru yang dulu berlaku.
&eh!u#an &elas
Pestalo$$i menganjurkan agar kehidupan kelas seharusnya seperti kehidupan
keluarga. #tmos-er kelas harus mempunyai suasana lo/ing and caring. Sebagaimana
yang terjadi dalam keluarga, harus ada kerjasama, saling mencintai satu sama lain,
baik antara guru dengan sis)a maupun sis)a dengan sis)a.
.ntuk menciptakan kehidupan ruang kelas yang baik ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan guru, antara lain:
Pelajaran dilaksanakan dengan rambu-rambu kurikulum.
Sis)a diberi moti/asi agar mempunyai harapan tinggi dan diarahkan agar
berorientasi pada pelajaran.
Pelajaran jelas dan ter-okus, apabila sis)a tidak memahami, maka guru
mengulang kembali sampai sis)a paham.
?aktu di kelas digunakan untuk belajar dan tidak terlalu banyak
mengurusi masalah kedisiplinan.
0ehidupan kelas diciptakan agar sis)a senang dan melaksanakan kegiatan
dengan sukses dan e-isien.
0egiatan rutin dilaksanakan dengan e-isien dan!nteraksi antara guru dan
murid positi-.
!nsenti- dan re)ard bagi sis)a dilakukan untuk meningkatkan prestasi
#pabila kehidupan ruang kelas bisa baik maka diharapkan tujuan instruksional
bisa dicapai. #khirnya ter)ujud perubahan sis)a melalui proses yang berman-aat
bagi pertumbuhan dan perkembangan sis)a, sehingga sis)a bisa hidup dalam
masyarakat.
'. Mar!a Montessor!
%aria %ontessori lahir di @hiara/alle, #ncona, !talia, A1 #gustus
19*8 B meninggal di =oord)ijk, Belanda, , %ei 1"C pada umur 91 tahun adalah
seorang pendidik, ilmu)an, dokter !talia. !a mengembangkan sebuah metode pendidikan
anak-anak dengan memberi kebebasan bagi mereka untuk melakukan kegiatan dan
mengatur acara harian. %etode ini kelak dikenal dengan %etode %ontessor
%etode ini menyatakan bah)a anak memiliki kemampuan sendiri untuk belajar
sesuai dengan tingkat kematangannya dan anak belajar dengan cara yang berbeda dengan
orang de)asa. #da saat dimana anak akan sangat peka terhadap lingkungannya, saat
tersebut dinamakan %ontessori sebagai Sensiti/e periods.
Sensiti/e periodsc adalah suatu masa dimana anak-anak akan sangat mudah
menguasai tugas-tugas tertentu. #pabila anak dicegah untuk menikmati pengalaman-
pengalaman yang dipandu secara alamiah itu, maka kemampuan-kemampuan yang
harusnya dicapai pada masa peka itu tidak akan dimiliki dan hal ini akan mempengaruhi
perkembangan anak selanjutnya
@iri khas sekolah %ontessori dibanding sekolah kon/ensional, diantaranya:
0emandirian dan 0onsentrasi
%ontessori percaya bah)a anak-anak dapat belajar dengan sendirinya jika
mereka menemukan hal yang menarik bagi mereka. <uru-guru di sekolah
%ontessori hanya sebagai -asilitator dengan menyediakan material-material.
Pilihan Bebas
Pilihan bebas biasanya memba)a anak-anak kepada pengerjaan tugas-tugas
yang paling berkesan bagi anak. <uru percaya kalau anak-anak akan
memilih dengan bebas tugas-tugas yang sesuai dengan kebutuhan batiniah
mereka pada saat itu. Selain itu tugas guru juga memperkenalkan tugas baru
yang disesuaikan dengan kesiapan anak-anak.
'ukuman dan Penghargaan
%ontessori berpendapat bah)a otoritas dari luar justru akan mengganggu
proses belajar mandiri anak, anak-anak akan belajar dengan dorongan
sempurna sesuai dengan kapasitasnya jika mereka menemukan material-
material yang sesuai.
%empersiapkan untuk mempelajari keterampilan
0eterampilan yang lebih sulit membutuhkan beberapa keahlian untuk
dikuasai, %ontessori mengembangkan material-material yang
memungkinkan anak mempelajari suatu keterampilan secara bertahap.
%embaca dan %enulis
#nak-anak akan diajari membaca dan menulis secara bertahap, anak akan
diajari menulis pada saat berada di masa peka terhadap bahasa. anak-anak
tidak akan diberikan buku sebelum bisa membaca, hal ini untuk
menghindari rasa -rustasi membaca buku.
%enekan prilaku yang tidak diharapkan
?alaupun hukuman dan penghargaan diharapkan tidak ada, tetapi
Penghargaan terhadap material pelajaran dan penghargaan terhadap anak
lain berusaha dikembangkan secara alamiah, jika seorang anak menggangu
anak lain, maka anak itu akan ditinggalkanDtak diacuhkan agar secara tak
sadar anak itu belajar menghargai keinginan anak lain untuk tidak diganggu,
terkadang guru turut campur dengan mengisolasi anak itu.
@iri dari metode ini adalah penekanan pada akti/itas pengarahan diri pada
anak dan pengamatan klinis dari guru 2sering disebut EdirekturF atau EpembimbingF3.
%etode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan
tingkat perkembangannya, dan peran akti/itas -isik dalam menyerap konsep akademis
dan keterampilan praktik. @iri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak
2koreksi diri3 untuk memperkenalkan berbagai konsep.
B. Tokoh Pen!!kan "ang Ber#engaruh ! Inones!a
$. &! Hajar De(antara
0i 'ajar De)antara 1ahir di Gogyakarta pada tanggal %ei 199". Terlahir
dengan nama 7aden %as Soe)ardi Soeryaningrat. !a berasal dari lingkungan keluarga
kraton Gogyakarta. 7aden %as Soe)ardi Soeryaningrat, saat genap berusia +8 tahun
menurut hitungan Tahun @aka, berganti nama menjadi 0i 'adjar De)antara. Semenjak
saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsa)anan di depan namanya. 'al ini
dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara -isik maupun
hatinya.
Perjalanan hidupnya benar-benar di)arnai perjuangan dan pengabdian demi
kepentingan bangsanya. !a menamatkan Sekolah Dasar di 41S 2Sekolah Dasar Belanda3
0emudian sempat melanjut ke ST;H!# 2Sekolah Dokter Bumiputera3, tapi tidak sampai
tamat karena sakit. 0emudian ia bekerja sebagai )arta)an di beberapa surat kabar antara
lain Sedyotomo, %idden &a/a, De 4Ipress, ;etoesan 'india, 0aoem %oeda, Tjahaja
Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal.
Tulisan-tulisannya sangat komunikati-, tajam dan patriotik sehingga mampu
membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Selain ulet sebagai seorang
)arta)an muda, ia juga akti- dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1"89, ia
akti- di seksi propaganda Boedi ;etomo untuk mensosialisasikan dan menggugah
kesadaran masyarakat !ndonesia pada )aktu itu mengenai pentingnya persatuan dan
kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. 0emudian, bersama Dou)es Dekker 2Dr.
Danudirdja Setyabudhi3 dan dr. @ipto %angoenkoesoemo, ia mendirikan !ndische Partij
2partai politik pertama yang beraliran nasionalisme !ndonesia3 pada tanggal C Desember
1"1 yang bertujuan mencapai !ndonesia merdeka. %ereka berusaha menda-tarkan
organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda.
Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui <ubernur &endral !denburg berusaha
menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak penda-taran itu pada tanggal 11 %aret
1"1A.
Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari
alat perjuangan meraih kemerdekaan. !a mendirikan sebuah perguruan yang bercorak
nasional, =ationaal ;nder)ijs !nstituut Tamansis)a 2Perguruan =asional Tamansis)a3
pada A &uli 1". Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada
peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk
memperoleh kemerdekaan. Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia
pendidikan di Tamansis)a, ia juga tetap rajin menulis.
%endekati proses pendidikan dalam sebuah pemikiran cerdas untuk mendirikan
sekolah taman sis)anya, jauh sebelum !ndonesia mengenal arti kemerdekaan. 0onsepsi
Taman Sis)a pun coba dituangkan 0i 'ajar De)antara dalam solusi menyikapi
kegelisahan-kegelisahan rakyat terhadap kondisi pendidikan yang terjadi saat itu,
sebagaimana digambarkan dalam asas dan dasar yang diterapkan Taman Sis)a. ;rientasi
#sas Dan Dasar Pendidikan Dari 0i 'ajar De)antara diupayakan sebagai asas
perjuangan yang diperlukan pada )aktu itu menjelaskan si-at pendidikan pada umumnya.
Pengaruh pemikiran pertama dalam pendidikan adalah dasar kemerdekaan bagi tiap-tiap
orang untuk mengatur dirinya sendiri. Bila diterapkan kepada pelaksanaan pengajaran
maka hal itu merupakan upaya di dalam mendidik murid-murid supaya dapat berperasaan,
berpikiran dan bekerja merdeka demi pencapaian tujuannya dan perlunya kemajuan sejati
untuk diperoleh dalam perkembangan kodrati. 'ak mengatur diri sendiri berdiri
2(el-beschikkingsrecht3 bersama dengan tertib dan damai 2orde en /rede3 dan bertumbuh
menurut kodrat 2natuurlijke groei3.
0etiga hal ini merupakan dasar alat pendidikan bagi anak-anak yang disebut
Eamong metodeF 2sistem-among3 yang salah satu seginya ialah me)ajibkan guru-guru
sebagai pemimpin yang berdiri di belakang tetapi mempengaruhi dengan memberi
kesempatan anak didik untuk berjalan sendiri. !nilah yang disebut dengan semboyan ETut
?uri 'andayaniF. %enyinggung masalah kepentingan sosial, ekonomi dan politik
kecenderungan dari bangsa kita untuk menyesuaikan diri dengan hidup dan penghidupan
ke barat-baratan telah menimbulkan kekacauan. %enurut 0ihajar De)antara Sistem
pengajaran yang terlampau memikirkan kecerdasan pikiran yang melanggar dasar-dasar
kodrati yag terdapat dalam kebudayaan sendiri. Sementara hal yang menyangkut tentang
dasar kerakyatan untuk memepertinggi pengajaran yang dianggap perlu dengan
memperluas pengajarannya. dan memiliki pokok asas untuk percaya kepada kekuatan
sendiri. Dalam dunia pendidikan mengharuskan adanya keikhlasan lahir-batin bagi guru-
guru untuk mendekati anak didiknya. Sesungguhnya semua hal tersebut merupakan
pengalaman dan pengetahuan 0i 'ajar De)antara tentang pendidikan barat yang
mengusahakan kebahagian diri, bangsa dan kemanusiaan.
'. Mohamma S"a)e!
%ohammad Sya-ei lahir tahun 19"A di 0etapang 20alimantan Barat3 dan
diangkat jadi anak oleh !barahim %arah Sutan dan ibunya #ndung @halijah, kemudian
diba)ah pindah ke Sumatra Barat dan menetap Bukit Tinggi. %arah Sutan adalah
seorang pendidik dan intelektual ternama. Dia sudah mengajar di berbagai daerah di
nusantara, pindah ke Bata/ia pada tahun 1"1 dan akti- dalam !ndische Partij.
Pendidikan yang ditempuh %oh. Sya-ei adalah sekolah raja di Bukit tinggi, dan
kemudian belajar melukis di Bata/ia 2kini &akarta3, sambil mengajar di Sekolah 0artini.
Pada tahun 1" %oh. Sya-ei menuntut ilmu di =egeri Belanda dengan biaya sendiri. Di
sini ia bergabung dengan 6Perhimpunan !ndonesia6, sebagai ketua seksi pendidikan.
Di negeri Belanda ini ia akrab dengan %oh. 'atta, yang memiliki banyak
kesamaan dan karakteristik dan gagagasan dengannya, terutama tentang pendidikan bagi
pengembangan nasionalisme di !ndonesia. Dia berpendapat bah)a agar gerakan
nasionalis dapat berhasil dalam menentang penjajahan Belanda, maka pendidikan rakyat
haruslah diperluas dan diperdalam. Semasa di negeri Belanda ia pernah dita)ari untuk
mengajar dan menduduki jabatan di sekolah pemerintah. Tapi Sya-ei menolak dan
kembali ke Sumatara Barat pada tahun 1"C. !a bertekad mendirikan sebuah sekolah yang
dapat mengembangkan bakat murid-muridnya dan disesuaikan dengan kebutuhan rakyat
!ndonesia, baik yang hidup di kota maupun di pedalaman.
%ohamad Sya-ei mendirikan sebuah sekolah yang diberi nama !ndonesische
=ederland School 2!=S3 pada tanggal A1 oktober 1",. Di 0ayu Tanam, sekitar ,8 km di
sebelah .tara 0ota Padang. Sekolah ini didirikan di atas lahan seluas 19 hektar dan
dipinggir jalan raya Padang Bukit Tinggi. !a menolak subsidi untuk sekolahnya, seperti
halnya Tha)alib dan Diniyah, tapi ia membiaya sekolah itu dengan menerbitkan buku-
buku kependidikan yang ditulisnya. Sumber keuangan juga berasal dari sumbangan-
sumbangan yang diberikan ayahnya dan simpatisan-simpatisan serta dari berbagai acara
pengumpulan dana seperti mengadakan pertunjukan teater, pertandingan sepak bola,
menerbitkan lotere dan menjual hasil karya seni buatan murid-muridnya. Pengajaran di
dalam kelas menggunanakan bahasa !ndonesia dan bahasa !nggris sebagai pelajaran
bahasa asing yang pokok, ditekan pada pelajaran-pelajaran yang akan terpakai oleh
murid-murid apabila mereka kelak kembali.
Prinsip pertama yang dipegang teguh oleh %. Sya-ei dalam pendidikannya adalah
6belajar, bekerja, dan berbuat6. #pabila murid hanya mendengarkan saja ilmu
pengetahuan yang diajarkan guru melalui kata-kata yang kadang-kadang tidak
dimengerti, tidak akan berguna bagi murid karena mereka tidak tahu dan tidak akan
pandai mempergunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupannya atau untuk
memperbaiki tingkat kehidupannya kelak di kemudian hari sesudah tamat belajar. %urid
hanya akan dipenuhi oleh bermacam pengetahuan yang tinggi dan muluk-muluk, tetapi
apabila sudah memasuki kehidupan masyarakat yang sesungguhnya mereka akan bingung
dan serba tanggung, sebab mereka tidak pandai mempergunakan ilmu yang banyak
mereka miliki itu. Dengan demikian ilmu yang telah diperoleh tidak berman-aat bagi
murid, dan orang lain, ibarat sepotong emas yang terbenam di dalam lumpur.
Sistem pendidikan yang demikian hanya akan membuat murid menjadi orang
suka meniru, karena sudah dibiasakan barang siapa yang pandai menirukan apa yang
dikatakan gurunya, dialah yang akan mendapatkan nilai yang tinggi atau dianggap tinggi
prestasinya. ;rang yang berprestasi demikian di dalam kelas, dalam masyarakat belum
tentu berhasil. Pendidikan yang demikian akan melahirkan bangsa yang suka meniru
tanpa berpikir dan bangsa itu tidak akan dapat menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang
demikian tergantung hidupnya terhadap bangsa lain, tidak dapat mengambil inisiati-
sendiri.
%. Sya-ei menghendaki supaya pendidikan itu didapat melalui pengalaman yang
terus-menerus untuk dapat membentuk kebiasaan. Supaya kebiasaan yang akan diperoleh
murid sesuai dengan yang diharapkan, maka pendidikan yang akan dialaminya itulah
yang diarahkan. 0urikulum sekolah harus disesuaikan dengan kebiasaan murid yang
diharapkan itu. 0ebiasaan yang sudah membaku pada diri seorang murid, menyebabkan
mereka terbiasa pula berpikir secara terpola, karena kebiasaan yang sudah membaku itu
didapatnya melalui pengalaman yang sudah direncanakan terlebih dahulu. &adi, dengan
memberikan pengalaman dengan berulang-ulang akan menimbulkan kebiasaan dan
kebiasaan ini akan menimbulkan cara berpikir yang lebih akti-, karena pikirannya sudah
biasa dilatih melalui pengalaman yang terarah secara terus-menerus.
Dalam sistem pendidikan semacam ini tugas guru hanya sebagai pengontrol saja
sesudah memberi tahukan bagaimana proses mengerjakannya, sedangkan dalam proses
pengerjaannya seluruhnya tergantung kepada akti/itas murid sendiri. %urid diberikan
kebebasan untuk mengerjakan, boleh sama dengan yang diajarkan guru dan boleh juga
berbeda sama sekali. Gang penting adalah bah)a proses pengerjaannya harus benar dan
tepat. Dengan demikian murid akan terbiasa bekerja secara akti-, e-ekti-, dan e-isien
mengingat )aktu yang diberikan untuk mengerjakan sesuatu terbatas.
Dengan sistem yang demikian %. Sya-ei berusaha menanamkan )atak yang
teguh dan pendirian yang kuat terhadap murid-muridnya serta merupakan pekerja yang
ulet dan pantang menyerah. 'al demikianlah yang menyebabkan tamatan !=S selalu
berhasil dalam setiap bidang usahanya dalam masyarakat.
*. &.H. Ahma Dahlan
0.'. #hmad Dahlan lahir di Gogyakarta, 1 #gustus 19,9 dan meninggal di
Gogyakarta, A Jebruari 1"A pada umur C+ tahun adalah seorang Pahla)an =asional
!ndonesia. !a adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga 0.'. #bu Bakar.
0' #bu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di %asjid Besar 0asultanan
Gogyakarta pada masa itu, dan ibu dari 0.'. #hmad Dahlan adalah puteri dari '. !brahim
yang juga menjabat penghulu 0esultanan =gayogyakarta 'adiningrat pada masa itu
%enurut 0'. #hmad Dahlan, upaya strategis untuk menyelamatkan umat islam
dari pola berpikir yang statis menuju pada pemikiran yang dinamis adalah melalui
pendidikan. Pendidikan hendaknya ditempatkan pada skala prioritas utama dalam proses
pembangunan umat.
Pendidikan !slam yang dalam hal ini di)akili oleh pondok pesantren telah
tersebar sebelum kedatangan penjajah kolonial Belanda ke !ndonesia. !a merupakan
lembaga pendidikan tingkat menengah dan tinggi. Pendidikan !slam untuk tingkat
permulaan diberikan di masjid, langgar, musallah atau surau. Santri diberi kebebasan
memilih bidang studi dari guru yang diingininya. #da santri senior yang diberi )e)enang
untuk mengajar. sorogan dan bandongan atau )eton. Di pondok pesantren tidak ada
sistem kelas, tidak ada ujian atau pengontrolan 2e/aluasi proses belajar3 kemajuan santri
dan tidak ada batas lamanya belajar KkelasL. Penekanannya pada kemampuan mengha-al
saja, tidak merangsang santri untuk berdiskusi dengan sesama santri. @abang-cabang ilmu
yang dipelajari terbatas pada ilmu-ilmu agama !slam yang meliputi hadits, musthalah
hadits, -ikih sunnahDushul -ikih, ilmu tauhid, ilmu tasau-, ilmu mantik, ilmu -ala5 dan
bahasa #rab.
0yai #hmad Dahlan, melihat kondisi sosial pendidikan umat !slam pada )aktu
itu, tergerak untuk melakukan akti/itas yang menerapkan sistematika kerja organisasi ala
Barat. %elalui pelembagaan amal usahanya, 0yai #hmad Dahlan melakukan
penangkalan kultural 2budaya3 atas penetrasi pengaruh kolonial Belanda dalam
kebudayaan, peradaban dan keagamaan, utamanya adalah intensi-nya upaya 0ristenisasi
yang dilakukan misi $ending dari Barat.
.saha-usaha pembaharuan !slam bidang pendidikan yang dilakukan 0yai #hmad
Dahlan dan para pemimpin persyarikatan %uhammadiyah meliputi dua segi yaitu segi
cita-cita dan tehnik pendidikan dan pengajaran.
0yai #hmad Dahlan dianggap sebagai tokoh pembaharuan !slam yang cukup
unik,dan dikagumi karena usaha pembaharuan !slamnya merupakan upaya terobosan-
terobosan terhadap masalah-masalah umat yang mendesak untuk diatasi. !a juga tidak
memiliki background pendidikan Barat, tetapi gagasannya yang maju membuka lebar-
lebar pintu ijtihad, 2kesungguhan perubahan dalam !slam3 dan melarang pengikutnya
bertaklid, 2mengikuti tanpa mengetahui alasan dalilnya yang tepat3. Jormat pembaharuan
dalam !slam persyarikatan %uhammadiyah dalam bidang pendidikan !slam, tercermin
dan dapat dilihat dari ide-ide dasar yang merupakan cita-cita penyelenggaraan
pendidikan, seperti yang dituturkan pendirinya yaitu konsepsi kyai intelek dan intelek
kyai
.saha modernisasi dan pembaharuan dalam bidang pendidikan !slam yang
dilakukan persyarikatan %uhammadiyah pada a)al kelahiran organisasi ini, nampak dari
pengembangan kurikulum melalui dua jalan yaitu :
%endirikan tempat-tempatpendidikan dimana ilmu agama dan ilmu umum
diajarkan bersama-sama.
%emberikan tambahan pelajaran agama pada sekolah-sekolah umum yang
sekuler.
.ntuk mengaktualisasikan gagasan besarnya dalam dunia pendidikan tersebut,
#hmad Dahlan langsung mengaplikasikannya sebagai praktisi dalam tindakan dan
karya nyata. &ika ditelisik sepak terjang #hmad Dahlan dalam dunia pendidikan,
setidaknya ada poin poin penting dalam konsep pemikiran pendidikannya berkait
dengan lembaga pendidikan:
Lanasan Pen!!kan
Pelaksanaan pendidikan hendaknya didasarkan pada landasan yang kokoh. 1andasan
ini merupakan kerangka -iloso-is dalam merumuskan konsep dan tujuan ideal
pendidikan !slam, baik secara /ertikal 2#l-0hali53 maupun hori$ontal 2makhluk3.
Dalam pandangan !slam, paling tidak ada dua sisi tugas penciptaan manusia, yaitu
sebagai Mabdullah 2hamba #llah3 dan khali-ah -il ardh 2pemimpin di bumi3.
Tujuan Pen!!kan
%enurut 0'. #hmad Dahlan, pendidikan !slam hendaknya diarahkan pada usaha
membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, alim dalam agama, luas
pandangan dan paham masalah ilmu keduniaan, serta bersedia berjuang untuk
kemajuan masyarakatnya.
Mater! #en!!kan
0urikulum atau materi pendidikan hendaknya meliputi:
Pendidikan akhla5, yaitu sebagai usaha menanamkan karakter manusia yang
baik berdasarkan #l-NurOan dan Sunnah.
Pendidikan indi/idu, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran
indi/idu yang utuh lagi berkesinambungan antara perkembangan mental dan
gagasan, antara keyakinan dan intelektual serta antara dunia dengan akhirat.
Pendidikan kemasyarakatan, yaitu sebagai usaha untuk menumbuhkan
kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat.
Moel Mengajar
Dalam menyampaikan pelajaran agama, 0'. #hmad Dahlan tidak menggunakan
pendekatan yang tekstual melainkan kontekstual. 0arena pelajaran agama tidak cukup
hanya diha-alkan atau dipahami secara kogniti-, tetapi harus diamalkan sesuai situasi
dan kondisi.
Ijt!ha S!stem Pengajaran
.paya mengaktualisasikan gagasan tersebut bukan merupakan hal yang mudah,
terutama bila dikaitkan dengan kondisi objekti- lembaga-lembaga pendidikan !slam
tradisional )aktu itu. Proses perumusan kerangka ideal yang demikian, menurut
#hmad Dahlan disebut sebagai proses ijtihad, yaitu mengarahkan otoritas intelektual
untuk sampai pada suatu konklusi tentang berbagai persoalan. Dalam konteks ini,
pendidikan merupakan salah satu bentuk artikulasi tajdid 2modernisasi3 yang strategis
dalam memahami ajaran !slam yang bersumber dari #l-NurOan dan Sunnah secara
proporsional.
+. Rahmah El ,unus!ah
7ahmah 4l-Gunusiah adalah anak bungsu dari lima bersaudara, lahir dari
pasangan %uhammad Gunus bin !manuddin dan 7a-iah, pada " Desember 1"88 D1
7ajab 1A19 ', di Bukit Surungan, Padang Panjang.
Pada 1 =o/ember 1"A dia mendirikan sekolah untuk kaum perempuan dengan
nama %adrasah Diniyah lil al-Banat yang dipimpin selama +, tahun. !a juga mendirikan
Diniyah School Putri di 0)itang dan Tanah #bang pada dan * September 1"AC, di
&atinegara dan 7a)asari, &akarta, pada 1"C8. Tidak saja untuk pendidikan dasar, tapi
berlanjut sampai perguruan tinggi.
7ahmah memandang mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Perempuan
adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak yang akan menjadi generasi penerus
bangsa. #tas dasar itu, untuk meningkatkan kualitas dan memperbaiki kedudukan
perempuan diperlukan pendidikan khusus kaum perempuan yang diajarkan oleh kaum
perempuan sendiri. Dalam hal ini perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan
kaum perempuan, baik di bidang intelektual, kepribadian ataupun keterampilan.
@ita-cita pendidikan 7ahmah di)ujudkannya dengan mendirikan Diniyah Putri
pada 1"A. %elalui lembaga pendidikan ini 7ahmah el-Gunusiyah, memperluas misi
kaum modernis untuk menyediakan sarana pendidikan bagi kaum perempuan yang akan
menyiapkan mereka menjadi )arga yang produkti- dan muslim yang baik. !a
menciptakan )acana baru di %inangkabau dan meletakkan tradisi baru dalam pendidikan
bagi kaum perempuan di kepulauan !ndonesia. Diniyah Putri adalah akademi agama
pertama bagi putri yang didirikan di !ndonesia.
7ahmah merasa bah)a pendidikan bersama 2campuran3 membatasi kemampuan
kaum perempuan untuk menerima pendidikan yang cocok dengan kebutuhan mereka.
7ahmah ingin mena)arkan kepada anakBanak perempuan pendidikan sekuler dan agama
yang setara dengan pendidikan yang tersedia bagi kaum lakiBlaki, lengkap dengan
program pelatihan dalam hal keterampilan yang berguna sehingga kaum perempuan dapat
menjadi anggota masyarakat yang produkti-.
Tujuan pendidikan perempuan menurut 7ahmah adalah meningkatkan kedudukan
kaum perempuan dalam masyarakat melalui pendidikan modern yang berlandaskan
prinsipBprinsip !slam. !a percaya bah)a perbaikan posisi kaum perempuan dalam
masyarakat tidak dapat diserahkan kepada pihak lain, hal ini harus dilakukan oleh kaum
perempuan sendiri. %elalui lembaga seperti itu, ia berharap bah)a perempuan bisa maju,
sehingga pandangan lama yang mensubordinasikan peran perempuan lambat laun akan
hilang dan akhirnya kaum perempuan pun akan menemukan kepribadiannya secara utuh
dan mandiri dalam mengemban tugasnya sejalan dengan petunjuk agama. 7ahmah selalu
memohon petunjuk kepada #llah perihal citaBcitanya itu, sebagaimana tertuang dalam
doanya yang ditulis di buku catatannya:
@ita B citanya dalam bidang pendidikan perempuan adalah agar semua
perempuan !ndonesia memperoleh kesempatan penuh menuntut ilmu pengetahuan yang
sesuai dengan -itrah )anita sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehariBhari dan
mendidik mereka sanggup berdiri sendiri di atas kekuatan kaki sendiri, yaitu menjadi ibu
pendidik yang cakap dan akti- serta bertanggung ja)ab kepada kesejahteraan bangsa dan
tanah air, dimana kehidupan agama mendapat tempat yang layak 7ahmah merumuskan
cita-cita pendidikanya menjadi tujuan Perguruan Diniyah Putri yang didirikannya, yaitu:
E%elaksanakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan ajaran !slam dengan tujuan
membentuk putri yang berji)a !slam dan !bu Pendidik yang cakap, akti- serta
bertanggung ja)ab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air dalam pengabdian
kepada #llah subhanahu )a taPalaF.
<agasan 7ahmah untuk mendirikan pendidikan bagi kaum perempuan sempat
dirundingkannya dengan temanBtemannya di Persatuan %urid-murid Diniyah School
2P%DS3 yang ia pimpin, merekapun menyetujui dan mendukung gagasan itu. %aka pada
tanggal 1 =o/ember 1"A, sekolah itu di buka dengan nama %adrasah Diniyah lil alB
Banat, dipimpin oleh 7angkayo 7ahmah elBGunusiyah, yang oleh muridBmuridnya dari
angkatan tiga puluhan akrab dipanggil E 0ak #mahF. %urid angkatan pertama terdiri dari
kaum ibu muda berjumlah *1 orang, dengan menggunakan %esjid Pasar .sang sebagai
tempat belajar. Pada )aktu itu proses belajar berlangsung dengan sistem hala5ah, dan
hanya mempelajari ilmuBilmu agama dan gramatika bahasa #rab.
Tampaknya pikiran 7ahmah el-Gunusiyah setengah abad yang lalu sejalan
dengan pendapat kaum )anita de)asa ini yaitu: Emembangun masyarakat tanpa
mengikutsertakan kaum )anita adalah sebagai seekor burung yang ingin terbang dengan
satu sayap saja. %endidik seorang )anita berarti mendidik seluruh manusia
BAB III
PENUTUP
A. &es!m#ulan
Tujuan pendidikan di !ndonesia tertuang dalam ..D 1"+C 2/ersi #mendemen3,
Pasal A1, ayat A menyebutkan, 6Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu
sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketak)aan serta ahlak
mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-
undang.6 Pasal A1, ayat C menyebutkan, 6Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk
kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.6
&abaran ..D 1"+C tentang pendidikan dituangkan dalam .ndang-.ndang =o.
8, Tahun 88A. Pasal A menyebutkan, 6Pendidikan nasional ber-ungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk )atak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertak)a kepada Tuhan Gang %aha 4sa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreati-, mandiri, dan menjadi )arga negara yang
demokratis serta bertanggung ja)ab.6
Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam dunia pendidikan baik di dalam maupun di
luar negeri sama-sama bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar
mereka menjadi generasi yang berilmu dan berpengetahuan.
B. Saran
.ntuk melengkapi pengetahuan pembaca dalam mengetahui tokoh-tokoh
pendidikan sebaiknya silahkan membaca sumber yang kami ambil dikarenakan masih
banyaknya tokoh-tokoh pendidikan yang berpengaruh baik itu di dalam maupun di luar
negeri.
DA-TAR PUSTA&A
http:DDsya-ieh.blogspot.comD81AD8Dpemikiran-pendidikan-rahmah-el-yunusia.html
http:DD))).anekamakalah.comD81D8,Dki-hajar-de)antara-tokoh-pendidikan.html
http:DD))).pendidikan-diy.go.idDdinasQ/+D?/ie)R/QartikelSidR*
http:DDma$kah-co.blogspot.comD81D8ADbiogra-i-dr-maria-montessori.html
http:DDid.)ikipedia.orgD)ikiD&ohannQ'einrichQPestalo$$i
http:DDne)indonesiaonline.)ordpress.comD81D89DA1Ddr-maria-montessori-ilmu)an-dan-
pendidik-anakD
http:DDnanayuli.)ordpress.comD818D81D8CDpestalo$$iD
http:DD))).anneahira.comDtokoh-tokoh-pendidikan-indonesia.htm
http:DDasepyana,,,.blogspot.comD81AD8Dpendidikan-menurut-mohammad-sya-ei.html
http:DDasipansa.blogspot.comD81AD8ADmakalah-tokoh-pendidikan-kh-ahmad-dahlan.html