Anda di halaman 1dari 10

Klasifikasi

1
a. Berdasarkan perjalanan klinis
1. Acute Low Back Pain
Rasa nyeri yang menyerang secara tiba tiba, keluhan dirasakan kurang dari
6 minggu. Rasa ini dapat hilang atau sembuh. Acute Low Back Pain dapat
disebabkan karena luka traumatik seperti kecelakan mobil atau terjatuh, rasa
nyeri dapat hilang sesaat kemudian. Kejadian tersebut dapat merusak
jaringan, juga dapat melukai otot, ligamen dan tendon. Sampai saat ini
penatalaksanaan awal nyeri pingang akut terfokus pada istirahat dan
pemakain analgetik.
2. Chronic Low Back Pain
Rasa nyeri yang menyerang lebih dari 3 bulan atau rasa nyeri yang berulang
ulang atau kambuh kembali. Fase ini biasanya memiliki onset yang
berbahaya dan sembuh pada waktu yang lama. Chronic low back pain dapat
terjadi karena osteoartritis, rheumatoidarthritis, proses degenerasi discus
intervertebralis dan tumor.
b. Berdasarkan keluhan nyeri
Keluhan nyeri yang beragam pada pasien NPB dan nyeri diklasifikasikan
sebagai nyeri yang bersifat lokal, radikular, dan menjalar ( refered pain 0 atau
spasmodik :
1. Nyeri yang bersifat lokal
Nyeri lokal yang berasal dari proses patologik yang merangsang ujung
saraf sensorik, umumnya menetap , namun dapat pula interminten, nyeri
dipengaruhi perubahan posisi, bersifat tajam atau tumpul.
2. Nyeri radikular
Nyeri radikular berkaitan erat dengan distribusi radiks saraf saraf spinal
(spinal never root), dan keluhan ini lebih dirasakan berat pada posisi yang
mengakibatkan tarikan seperti membungkuk dan berkurang dengan
istirahat.
3. Nyeri menjalar (referred pain)
Nyeri alih atau menjalar dari pelvis visera umum yang mengenai
dermatom tertentu, bersifat tumpul dan terasa lebih dalam.
c. Berdasarkan karakteristik NPB
Nyeri punggung bawah disebabkan oleh berbagai kelainan atau perubahan
patologik yang mengenai berbagai macam organ atau jaringan tubuh.
1. NPB Viserogenik
NPB Viserogenik disebabkan oleh adanya proses patologik ginjal
atau visera didaerah pelvis, serta tumor retroperitonial. Riwayat nyeri
biasanya dapat dibedakan dengan NPB yang bersifat spondilogenik. Nyeri
viserogenik ini tidak bertambah berat dengan aktivitas tubuh, dan sebaliknya
tidak berkurang dengan istirahat. Penderita NPB viserogenik yang
mengalami nyeri hebat akan selalu menggeliat dalam upaya untuk
meradakan perasaan nyerinya. Sementara itu NPB spondilogenik akan lebih
memilih berbaring diam dalam posisi tertentu yang paling meredakan rasa
nyerinya.
Adanya ulserasi atau tumor didinding ventrikulus dan duodenum
akan menimbulkan induksi nyeri didaerah epigastrium. Tetapi bila dinding
bagian belakang turut terlibat dan terutama apabila ada perluasan
retroperitoneal, maka nyeri mungkin juga akan terasa di punggung. Nyeri
tadi biasanya terasa digaris tengah setinggi lumbal pertama dan dapat naik
sampai torakal ke-6.
2. NPB Vaskulogenik
Aneurisma atau penyakit vaskular perifer dapat menimbulkan nyeri
punggung atau nyeri menyerupai iskialgia. Aneurisma abdominal dapat
menimbulkan NPB dibagian dalam dan tidak ada hubungannya dengan
aktivitas tubuh. Insufisiensi arteria glutealis superior dapat menimbulkan
nyeri dibagian pantat, yang makin memperberat pada saat berjalan akan
mereda pada saat diam berdiri. Nyeri ini dapat menjalar kebawah, sehingga
mirip dengan iskialgia, tetapi nyeri ini tidak berpengaruh terhadap presipitasi
tertentu, misalnya membungkuk dan mengangkat benda berat.
Klaudikasio intermintens- nyeri interminten di betis sehubungan
dengan penyakit vaskular perifer, suatu saat akan sangat menyerupai
iskialgia yang disebabkan oleh iritasi radiks. Namun demikian, dengan
adanya riwayat yang khas ialah nyeri yang makin berat pada saat berjalan,
dan kemudian mereda pada saat diam berdiri, tetap memberikan gambaran
ke aarah insufiensi vaskular perifer.
3. NPB Neurogenik
Keadaan patologik pada saraf dapat menyebabkan NPB yaitu pada :
a. Neoplasma
Neoplasma intrakanalis spinal yang sering ditemukan adalah
neurinoma, hemangioma, ependimoma, dan meningioma. Nyeri yang
diakibatkan neoplasma ini sering sulit dibedakan dengan nyeri akibat
HNP. Pada umumnya gejala pertama adalah nyeri kemudian timbul
gejala neurologik yaitu gangguan motorik, sensibilitas, dan vegetatif.
Rasa nyeri sering timbul waktu sedang tidur sehingga membangunkan
penderita. Rasa nyeri berkurang kalau untuk berjalan. Dengan demikian
penderita cenderung bangkit dari tempat tidur untuk berjalan jalan.
b. Araknoiditis
Pada araknoiditis terjadi perlengketan-perlengketan. Nyeri timbul
bila terjadi penjepitan terhadap radiks oleh perlengketan tersebut.
c. Stenosis kanalis spinalis
Menyempitnya kanalis spinalis disebabkan oleh karena proses
degenerasi diskus intervetebralis dan biasanya disertai oleh ligamentum
flavum. Gejala klinik yang timbul ialah adalah klaudikasio interminten yang
disertai rasa kesemutan dan pada saat penderita istirahat maka rasa nyerinya
masih tetap ada. Bedanya dengan klaudikasio interminten pada penyumbatan
arteri ialah disini denyut nadi hilang dan tidak rasa kesemutan.
4. NPB Spondilogenik
NPB spondilogenik adalah suatu nyeri yang disebabkan oleh berbagai proses
patologik di kolumna vertebralis yang terdiri dari unsur tulang (osteogenik),
diskus intervertebralis (diskogenik) dan miofasial (miogenik) dan proses
patologik di artikulasio sakroiliaka.
a. NPB Osteogenik sering disebabkan:
- Radang atau infeksi, misalnya osteomielitis vertebral dan spondilitis
tuberkulosa.
- Trauma yang menyebabkan fraktur maupun spondilositesis
(bergesernya korpus vertebra terhadap korpus vertebra di bawahnya)
- Keganasan, dapat bersifat primer (terutama mieloma multipleks)
maupun sekunder/metastatik yang berasal dari proses keganasan di
kelenjar tiroid, paru paru, payudara, hati, prostat dan ovarium.
- Kongenital, misalnya skoliosis dan lumbal. Nyeri yang timbul
disebabkan oleh iritasi dan peradangan selaput artikulasi posterior
satu sisi.
- Metabolik, misalnya osteoporosis, osteofibrosis.
b. NPB Diskogenik :
- Spondilosis, ini disebabkan oleh proses degenerasi yang progresif
pada diskus intervertebralis, yang mengakibatkan makin
menyempitnya jarak antar vertebra sehingga mengakibatkan
terjadinya osteofit, penyempitan kanalis spinalis dan foramen
intevertebrale dan iritasi persendian posterior. Rasa nyeri pada
spondilosis ini disebabkan oleh terjadinya osteoartritis dan
tertekannya radiks oleh kantung duramater yang mengakibatkan
iskemia dan radang. Pada foto rontgen lumbal orang usia lanjut
sering ditemukan gambaran spondilosis mskipun tidak ada keluhan
NPB. Oleh karena itu, bila pada manusia usia lanjut ada keluhan NPB
dan ditemukan spondilosis, maka masih perlu dicari kemungkinan
penyebab yang lain. Gejala neurologiknya timbul karena gangguan
pada radiks , yaitu gangguan sensabilitas dan motorik (paresis,
fasikulasi dan mungkin atrofi otot). Nyeri akan bertambah apabila
tekanan cairan serebrospinal dinaikkan dengan cara mengejan
(percobaan Valsava) atau dengan menekan kedua vena jugularis
(percobaan Naffziger).
- Hernia nukleus pulposus (HNP), ialah keadaan dimana nukleus
pulposus keluar menonjol untuk kemudian menekan ke arah kanalis
spinalis melalui anulus fibrosus yang robek. Penonjolan dapat terjadi
di bagian lateral dan ini yang banyak terjadi, disebut HNP lateral,
dapat pula di bagian tengah dan disebut HNP sentral.
Dasar terjadinya HNP ini adalah proses degenerasi diskus
intervertebralis, maka banyak terjadi pada usia pertengahan. Pada
yang berusia muda mungkin ada faktor penyebab yang lain. Ada
umumnya HNP didahului oleh aktivitas yang berlebihan misalnya
mengangkat benda berat (terutama secara mendadak), mendorong
benda berat. Laki laki banyak mengalami HNP daripada wanita.
Gejala yang timbul pertama kali adalah rasa nyeri di punggung
bawah disertai nyeri di otot otot sekitar lesi dan nyeri tekan di
temapt tadi. Hal ini disebabkan oleh spasme otot dan spasme ini
menyebabkan mengurangnya lordosis lumbal dan terjadi skoliosis.
HNP sentral akan menimbulkan paraparese flaksid, parestesi dan
retensi urin. HNP lateral kebanyakan terjadi pada L5-S1 dan L4-L5.
Pada HNP lateral L5-S1 antara rasa nyeri terdapat di punggung
bawah, di tengah tengah antara kedua pantat dan betis, belakang
tumit, dan telapak kaki. Di tempat tempat tersebut akan terasa nyeri
bila ditekan. Kekuatan ekstensi jari ke V kaki berkurang dan refleks
achiles negatif. Pada HNP latelar L4 L5 rasanyeri dan nyeri tekan
didapatkan di punggung bawah, bagian lateral pantat, tungaki bawah
bagian lateral, dan di dorsum pedis. Kekuatan ekstensi ibu jari kkai
berkurang dan refleks patela negatif. Sensabilitas pada dermatom
yang sesuai dengan radiks yang terkena menurun.
- Spondilitis ankilosa, proses ini biasanya mulai dari sendi sakroiliaka
yang kemudian menjalar ke atas, daerah leher, gejala permulaan
berupa rasa kaku di punggung bawah waktu bangun tidur dan hilang
setelah mengadakan gerakan. Pada foto rontgen terlihat gambaran
yang mirip dengan ruas ruas bambu sehingga bamboo spine.
c. NPB Miogenik : disebabkan ketegangan otot, spasme otot, defisiensi otot,
otot yang hipersensitif.
- Ketegangan otot,disebabkan oleh sikap tegang yang konstan atau
berulang ulang pada posisi yang sama akan memendekkan otot
yang akhirnya akan menimbulkan perasaan nyeri. Keadaan ini tidak
akan terlepas dari kebiasaan buruk atau sikap tubuh yang tidak atau
kurang fisiologik. Pada struktur yang normal, kontraksi otot otot
menjadi lelah, maka ligamentum yang kurang elastis akan menerima
beban yang lebih berat. Rasa nyeri timbul oleh karena iskemia ringan
pada jaringan otot, regangan yang berlebihan pada perlekatan
miofasial terhadap tulang, serta regangan pada kapsula.
- Spasme otot atau kejang, disebabkan oleh gerakan yang tiba tiba
dimana jaringan otot sebelumnya dalam kondisi yang tegang atau
kaku atau kurang pemanasan. Spasme otot ini memberi gejala khas,
ialah dengan adanya kontraksi otot ini memberikan gejala yang khas,
ialah dengan adanya kontraksi otot yang disertai nyeri yang hebat.
Setiap gerakan akan memperberat rasa nyeri sekaigus menambah
kontraksi.
- Defisiensi otot, disebabkan oleh kurang latihan sebagai akibat dari
mekanisme yang berlebihan, tirah baring yang terlalu lama maupun
karena mobilisasi.
- Otot yang hipersensitif, akan menciptakan satu daerah kecil yang
apabila dirangsang akan menimbulkan rasa nyeri dan menjalar ke
daerah tertentu (target area). Daerah kecil tadi disebut sebagai noktah
picu, dalam pemeriksaan klinik terhadap penderita NPB, tidak jarang
dijumpai adanya noktah picu ini. Tidak ini apabila ditekan dapat
menimbulkan rasa nyeri bercampur rasa sedikit nyaman.


5. NPB Psikogenik
Pada umumnya disebabkan oleh ketegangan jiwa atau kecemasan, dan
depresi atau campuran antara kecemasan dan depresi. Pada anamnesis akan
terungkap bahwa penderita mudah tersinggung, sulit tertidur atau mudah
terbangun di malam hari tetapi akan sulit untuk tidur kembali, kurang tenang
atau mudah terburu buru tanpa alasan yang jelas.
II.9 Tanda dan Gejala
2
Berdasarakan pemeriksaan yang cermat, LBP dapat dikategorikan ke dalam
kelompok:
a. Simple Back Pain (LBP sederhana) dengan karakteristik :
1. Adanya nyeri pada daerah lumbal atau lumbosacral tanpa penjalaran atau
keterlibatan neurologis
2. Nyeri mekanik, derajat nyeri bervariasi setiap waktu, dan tergantung dari
aktivitas fisik
3. Kondisi kesehatan pasien secara umum adalah baik.
b. LBP dengan keterlibatan neurologis, dibuktikan dengan adanya 1 atau lebih
tanda atau gejala yang mengindikasikan adanya keterlibatan neurologis
- Gejala : nyeri menjalar ke lutut, tungkai, kaki ataupun adanya rasa baal
di daerah nyeri
- Tanda : adanya tanda iritasi radikular, gangguan motorik maupun
sensorik/refleks.
c. Red flag a LBP dengan kecurigaan mengenai adanya cedera atau kondisi
patologis yang berat pada spinal. Karakteristik umum :
- Trauma fisik berat seperti jatuh dari ketinggian ataupun kecelakaan
kendaraan bermotor
- Nyeri non mekanik yang konstan dan progresif
- Ditemukan nyeri abdomen dan atau thoracal
- Nyeri hebat pada malam hari yang tidak membaik dengan posisi
terlentang
- Riwayat atau adanya kecurigaan kanker, HIV, atau keadaan patologis
lainnya yang dapat menyebabkan kanker
- Penggunaan kortikosteroid jangka panjang
- Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya, menggigil dan
atu demam
- Fleksi lumbal sangat terbatas dan persisten
- Saddle anestesi, dan atau adanya inkonentinensia urin
- Risiko terjadinya kondisi yang lebih berat adalah awitan NPB pada
usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 55 tahun.







Patofisiologi low back pain
3
Fungsi utama discus adalah bekerja secara mekanik, discus menyebarkan
beban yang ada di sepanjang tulang belakang dan membuat tulang belakang dapat
menekuk dan berputar. Beban pada discus datang dari berat badan dan aktivitas otot,
dan perubahan postur tubuh. Selama aktivitas sehari-hari, discus intervertebal
menjadi subjek dari berbagai beban yang komplek. Extensi atau flexi dari tulang
belakang, akan memberikan tekanan kepada discus, yang akan meningkat bebannya
kepada tulang belakang, tergantung perbedaan berat badan dan geometri. Memutar
tulang belakang juga dapat menghasilkan tekanan yang menyilang pada discus.
1

Discus selalu dalam tekanan, yang bervariasi sesuai posisi dan beban yang
ada. Tekanan yang ada terutama dari tekanan air disekitar inti dan bagian dalam dari
discus yang normal. Ketika beban pada discus meningkat, tekanan yang ada
disebarkan secara merata ke arah bawah dan melalui discus.
1

Low back pain selalu dikaitkan dengan sering mengangkat, membawa,
menarik dan mendorong benda berat. Dorongan yang tinggi langsung mengenai otot
dan ligamen, dan tekanan yang tinggi mengenai tulang dan sendi. Dorongan ini dapat
menimbulkan kerusakan mekanik pada tulang belakang, discus intervertebra, ligamen
dan bagian posterior dari tulang belakang. Kerusakan ini dapat disebabkan pemberian
beban berlebih yang tiba-tiba atau kelelahan akibat dari pembebanan berulang.
1
Patofisiologi Pada sensasi nyeri punggung bawah dalam hal ini kolumna
vertebralis dapat dianggap sebagai sebuah batang yang elastik yang tersusun atas
banyak unit vertebrae dan unit diskus intervertebrae yang diikat satu sama lain oleh
kompleks sendi faset, berbagai ligamen dan otot paravertebralis. Konstruksi
punggung yang unik tersebut memungkinkan fleksibilitas sementara disisi lain tetap
dapat memberikan perlindungan yang maksimal terhadap sum-sum tulang belakang.
Lengkungan tulang belakang akan menyerap goncangan vertical pada saat berlari
atau melompat. Batang tubuh membantu menstabilkan tulang belakang. Otot-otot
abdominal dan toraks sangat penting ada aktifitas mengangkat beban. Bila tidak
pernah dipakai akan melemahkan struktur pendukung ini. Obesitas, masalah postur,
masalah struktur dan peregangan berlebihan pendukung tulang belakang dapat
berakibat nyeri punggung.

Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia bertambah
tua. Pada orang muda, diskus terutama tersusun atas fibrokartilago dengan matriks
gelatinus. Pada lansia akan menjadi fibrokartilago yang padat dan tak teratur.
Degenerasi diskus intervertebra merupakan penyebab nyeri punggung biasa. Diskus
lumbal bawah, L4-L5 dan L5-S6, menderita stress paling berat dan perubahan
degenerasi terberat. Penonjolan diskus atau kerusakan sendi dapat mengakibatkan
penekanan pada akar saraf ketika keluar dari kanalis spinalis, yang mengakibatkan
nyeri yang menyebar sepanjang saraf tersebut.



Tabel 3.1
Dari gambar diatas, terlihat bahwa beban yang dialami oleh bagian tulang
lumbal 25% lebih besar saat duduk dibandingkan berdiri.





Dafpus :
1. 1. Bratton, Robert L. Assessment And Management Of Acute Low Back Pain. The
American academy of family physician. (online www.aafp.org 18 Mei 2014)
2. P. croft, A .Papageorgius, R.McNelly. Low Back Pain. HCNA chap.3. 2008
3. Stellman, Jeanne Mager et all.( 2009).Encyclopaedia of occupational health
and safety, International Labour Organization,6.6 6.13