Anda di halaman 1dari 46

BAB I

PENDAHULUAN
Mioma uteri, dikenal juga dengan sebutan fibromioma, fibroid ataupun leiomioma,
merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang
menumpangnya.
1
Sering ditemukan pada wanita usia reproduksi, kejadiannya lebih tinggi pada usia
diatas 35 tahun. Tingginya kejadian mioma uteri antara usia 35 - 5 tahun, menunjukkan
adanya hubungan mioma uteri dengan estrogen. !i "ndonesia angka kejadian mioma uteri
ditemukan #,3$% - 11,&'% dari semua penderita ginekologi yang dirawat.
1,#
(alaupun biasanya asimptomatik, mioma dapat menyebabkan banyak problem
termasuk metrorrhagia dan menorrhagia, rasa sakit bahkan infertilitas. Memang, perdarahan
uteri yang sangat banyak merupakan indikasi yang paling banyak untuk dilakukan
histerektomi. )al ini menimbulkan masalah besar dalam kesehatan dan terapi yang paling
efektif belum didapatkan, karena sedikit sekali informasi mengenai etiologi mioma uteri itu
sendiri.
1,#,3,*

Salah satu diagnosis banding Mioma uteri adalah karsinoma ser+iks karena pada pada
kedua penyakit ini didapatkan perdarahan per+aginam diikuti dengan anemia. Sehingga
dibutuhkan anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang teliti serta ,ermat
untuk menyingkirkan dan menegakkan diagnosa.
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Mioma Uteri
2.1.1 Definisi
Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal,
batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel. Tumor ini juga
dikenal dengan istilah fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid. Mioma uteri
bukanlah suatu keganasan dan tidak juga berhubungan dengan keganasan. -terus
miomatosus adalah uterus yang ukurannya lebih besar daripada ukuran uterus yang normal
yaitu antara $-1# ,m, dan dalam uterus itu sudah ada mioma uteri yang masih ke,il.
5,.,'
2.1.2 Epidemioo!i
/erdasarkan otopsi, 0o+ak menemukan #'% wanita berumur #5 tahun mempunyai
sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan lebih banyak. Mioma uteri belum
pernah dilaporkan terjadi sebelum menarke, sedangkan setelah menopause hanya kira-kira
1% mioma yang masih bertumbuh. !iperkirakan insiden mioma uteri sekitar # 1 3% dari
seluruh wanita. !i "ndonesia mioma uteri ditemukan pada #,3$ 1 11,'% pada semua
penderita ginekologi yang dirawat. Tumor ini paling sering ditemukan pada wanita umur 35 1
*5 tahun 2kurang lebih #5%3 dan jarang pada wanita # tahun dan wanita post menopause.
(anita yang sering melahirkan akan lebih sedikit kemungkinan untuk berkembangnya
mioma ini dibandingkan dengan wanita yang tak pernah hamil atau hanya 1 kali hamil.
Statistik menunjukkan .% mioma uteri berkembang pada wanita yang tak pernah hamil atau
hanya hamil 1 kali. 4re+alensi meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras,
kegemukan dan nullipara.
&,$
2.1." Etioo!i
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan
penyakit multifaktorial. !iper,aya bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang
dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. Sel-sel tumor mempunyai
abnormalitas kromosom lengan 1#513-15. 6da beberapa faktor yang diduga kuat sebagai
faktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu 7
&
1. -mur
2
Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari # tahun, ditemukan sekitar 1% pada
wanita berusia lebih dari * tahun. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis
antara 35-*5 tahun.
#. 4aritas
8ebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanita yang relatif infertil, tetapi sampai
saat ini belum diketahui apakah infertil menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya
mioma uteri yang menyebabkan infertil, atau apakah kedua keadaan ini saling
mempengaruhi.
3. 9aktor ras dan geneti,
4ada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadiaan mioma uteri
tinggi. Terlepas dari faktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat
keluarga ada yang menderita mioma.
*. 9ungsi o+arium
!iperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana
mioma uteri mun,ul setelah menarke, berkembang setelah kehamilan dan mengalami
regresi setelah menopause.
2.1.# Patofisioo!i
Mioma merupakan mono,lonal dengan tiap tumor merupakan hasil dari penggandaan
satu sel otot. :tiologi yang diajukan termasuk di dalamnya perkembangan dari sel otot uterus
atau arteri pada uterus, dari transformasi metaplastik sel jaringan ikat, dan dari sel-sel
embrionik sisa yang persisten. 4enelitian terbaru telah mengidentifikasi sejumlah ke,il gen
yang mengalami mutasi pada jaringan ikat tapi tidak pada sel miometrial normal. 4enelitian
menunjukkan bahwa pada *% penderita ditemukan aberasi kromosom yaitu t21#;1*3
2515;5#*3.
Meyer dan !e Snoo mengajukan teori <ell 0est atau teori genioblast. 4er,obaan
8ips,hult= yang memberikan estrogen kepada kelin,i per,obaan ternyata menimbulkan tumor
fibromatosa baik pada permukaan maupun pada tempat lain dalam abdomen. :fek
fibromatosa ini dapat di,egah dengan pemberian preparat progesteron atau testoster.
4emberian agonis >n?) dalam waktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat
mengurangi ukuran mioma. :fek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan
dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain. Terdapat
bukti peningkatan produksi reseptor progesteron, faktor pertumbuhan epidermal dan insulin
like growth fa,tor 1 yang distimulasi oleh estrogen. 6nderson dkk, telah mendemonstrasikan
3
mun,ulnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada
miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma. 0amun bukti-bukti
masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang bermakna setelah
menopause sebagaimana yang disangka. 8ebih daripada itu tumor ini kadang-kadang
berkembang setelah menopause bahkan setelah ooforektomi bilateral pada usia dini.
&
2.1.$ Kasifi%asi
@lasifikasi mioma uteri berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena yaitu 7
1
1. 8okasi
a. <er+i,al 2#,.%3, umumnya tumbuh ke arah +agina menyebabkan infeksi.
b. "sthmi,a 2',#%3, lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius.
,. <orporal 2$1%3, merupakan lokasi paling la=im, dan seringkali tanpa gejala.
#. menurut letaknya dalam lapisan uterus
>ambar #.1 Aenis Mioma
4
a. Mioma uteri submukosa
/erada dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Aenis ini di
jumpai .,1% dari seluruh kasus mioma. Aenis ini sering memberikan keluhan gangguan
perdarahan. Mioma uteri jenis lain meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan
perdarahan, tetapi mioma submukosa, walaupun ke,il sering memberikan keluhan gangguan
perdarahan. Mioma submukosa umumnya dapat diketahui dari tindakan kuretase, dengan
adanya benjolan waktu kuret, dikenal sebagai <urrete bump. Tumor jenis ini sering
mengalami infeksi, terutama pada mioma submukosa pedinkulata. Mioma submukosa
pedinkulata adalah jenis mioma submukosa yang mempunyai tangkai. Tumor ini dapat keluar
dari rongga rahim ke +agina, dikenal dengan nama mioma geburt atau mioma yang di
lahirkan, yang mudah mengalami infeksi, ulserasi, dan infark. 4ada beberapa kasus, penderita
akan mengalami anemia dan sepsis karena proses di atas.
b. Mioma uteri subserosa
6pabila tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus
diliputi oleh serosa. Mioma subserosa dapat tumbuh diantara kedua lapisan ligamentum latum
menjadi mioma intraligamenter.
,. Mioma uteri "ntramural
Terdapat di dinding uterus diantara serabut miometrium. @arena pertumbuhan tumor,
jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuklah sema,am simpai yang mengelilingi
tumor. /ila didalam dinding rahim dijumpai banyak mioma, maka uterus akan mempunyai
bentuk yang berdungkul dengan konsistensi yang padat. Mioma yang terletak pada dinding
depan uterus, dalam pertumbuhannya akan menekan dan mendorong kandung kemih keatas,
sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi.
2.1.& 'e(aa Kinis
Tanda dan gejala dari mioma uteri hanya terjadi pada 35-5% pasien. >ejala yang
timbul sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada ser+iks, intramural,
submukus, subserosa, besarnya tumor, perubahan dan komplikasi yang terjadi. >ejala dan
tanda yang paling sering adalah
1#
1. 4erdarahan uterus yang abnormal
5
4erdarahan uterus yang abnormal merupakan gejala klinis yang paling sering
terjadi dan yang paling penting. gejala ini terjadi pada 3% pasien dengan mioma
uteri. (anita dengan mioma uteri mungkin akan mengalami siklus perdarahan haid
yang teratur atau tidak teratur. perdarahan abnormal ini dapat menyebabkan anemia
defisiensi besi.
Mekanisme perdarahan abnormal pada mioma uteri
1. 4eningkatan ukuran permukaan endometrium
#. 4eningkatan +askularisasi aliran darah ke uterus
3. >angguan kontraktilitas uterus
*. -lserasi endometrium pada mioma submukosum
5. kompresi pada pleksus +enosus didalam miometrium
Tabel #.1 mekanisme perdarahan mioma uteri
#. 0yeri panggul
Mioma uteri dapat menimbulkan nyeri panggul yang disebabkan oleh karena
degenerasi akibat oklusi +askuler, infeksi, torsi dari mioma yang bertangkai maupun
akibat kontraksi miometrium yang disebabkan oleh mioma subserosum. Tumor yang
besar dapat mengisi rongga pel+ik dan dapat menekan tulang pel+ik yang dapat
menekan saraf sehingga menyebabkan rasa nyeri yang menyebar ke bagian punggung
dan ekstremitas posterior.
3. 4enekanan
Mioma uteri yang besar dapat menimbulkan penekanan terhadap organ sekitar.
4enekanan mioma uteri dapat menyebabkan gangguan berkemih, defekasi, maupun
dispareunia 2nyeri yang timbul saat senggama3. Tumor yang besar juga dapat
menekan pembuluh darah +ena pada pel+ik sehingga menyebabkan kongesti dan
edema ekstremitas posterior.
6
*. !isfungsi reproduksi
)ubungan antara mioma uteri sebagai penyebab infertilitas masih belum jelas.
!ilaporkan sebesar #'-*% wanita dengan mioma uteri mengalami infertilitas.
Mioma yang terletak di daerah kornu dapat menyebabkan dapat menyebabkan
sumbatan dan gangguan transportasi gamet dan embrio akibat oklusi tuba bilateral.
Mioma uteri menyebabkan gangguan kontraksi ritmik uterus yang diperlukan oleh
motilitas sperma. 4erubahan bentuk ka+um uteri karena adanya mioma uteri dapat
menyebabkan disfungsi reproduksi. >angguan implantasi embrio pada keberadaan
mioma akibat perubahan histologi endometrium dimana terjadi atrofi karena kompresi
massa tumor.
Mekanisme gangguan fungsi reproduksi dengan mioma uteri
1. >angguan transportasi gamet dan embrio
#. 4engurangan kemampuan bagi pertumbuhan uterus
3. 4erubahan aliran darah +askuler
*. perubahan histologi endometrium
Tabel #.# Mekanisme gangguan fungsi reproduksi dengan mioma uteri
2.1.) Dia!nosis
1. 6namnesis
!alam anamnesis di,ari keluhan utama serta gejala klinis mioma lainnya, faktor
resiko serta kemungkinan komplikasi yang terjadi.
#. 4emeriksaan fisik
4emeriksaan status lokalis dengan palpasi abdomen. Mioma uteri dapat diduga
dengan pemeriksaan luar sebagai tumor yang keras, bentuk yang tidak teratur, gerakan bebas,
tidak sakit.
7
3. 4emeriksaan penunjang
a. 4emeriksaan laboratorium
6kibat yang terjadi pada mioma uteri adalah anemia akibat perdarahan uterus
yang berlebihan dan kekurangan =at besi. 4emeriksaaan laboratorium yang perlu
dilakukan adalah !arah 8engkap 2!83 terutama untuk men,ari kadar )b. 4emeriksaaan
lab lain disesuaikan dengan keluhan pasien.
b. "maging
13 4emeriksaaan dengan -S> akan didapat massa padat dan homogen pada uterus.
Mioma uteri berukuran besar terlihat sebagai massa pada abdomen bawah dan pel+is
dan kadang terlihat tumor dengan kalsifikasi.
#3 )isterosalfingografi digunakan untuk mendeteksi mioma uteri yang tumbuh ke arah
ka+um uteri pada pasien infertil.
33 M?" lebih akurat untuk menentukan lokasi, ukuran, jumlah mioma uteri, namun
biaya pemeriksaan lebih mahal.
2.1.* Dia!nosis Bandin!
1. 6denomiosis
#. @arsinoma ser+iks
3. @arsinoma :ndometrium
2.1.+ Penataa%sanaan
Tidak semua mioma uteri memerlukan terapi pembedahan. @urang lebih 55% dari
semua kasus mioma uteri tidak membutuhkan suatu pengobatan apapun, apalagi jika ukuran
mioma uteri masih ke,il dan tidak menimbulkan keluhan.
8
>ambar #. /agan 4enatalaksanaan Mioma -teri.
.
4enanganan mioma uteri tergantung pada usia, paritas, lokasi dan ukuran tumor,
dan terbagi atas 7
6. 4enanganan konser+atif
<ara penanganan konser+atif dapat dilakukan sebagai berikut 7
- Bbser+asi dengan pemeriksaan pel+is se,ara periodik setiap 3-. bulan.
- Monitor keadaan )b
- 4emberian =at besi
- 4enggunaan agonis >n?), agonis >n?) bekerja dengan menurunkan regulasi
gonadotropin yang dihasilkan oleh hipofisis anterior. 6kibatnya, fungsi o+arium menghilang
dan di,iptakan keadaan CmenopauseC yang re+ersibel. Sebanyak '% mioma mengalami
reduksi dari ukuran uterus telah dilaporkan terjadi dengan ,ara ini, menyatakan kemungkinan
manfaatnya pada pasien perimenopausal dengan menahan atau mengembalikan pertumbuhan
mioma sampai menopause yang sesungguhnya mengambil alih.
11
/. 4enanganan operatif
- "ndikasi operasi atau pembedahan pada penderita mioma uteri adalah 7
- 4erdarahan per+aginam abnormal yang memberat
- -kuran tumor yang besar
- 6da ke,urigaan perubahan ke arah keganasan terutama jika pertambahan
ukuran tumor setelah menopause
- ?etensio urin
- Tumor yang menghalangi proses persalinan
- 6danya torsi
11

Aenis operasi yang dilakukan pada mioma uteri dapat berupa 7
- Miomektomi
9
Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma tanpa pengangkatan
rahimDuterus.

Miomektomi lebih sering di lakukan. Suatu studi mendukung miomektomi
dapat dilakukan pada wanita yang masih ingin bereproduksi tetapi belum ada analisa pasti
tentang teori ini, tetapi penatalaksanaan ini paling disarankan kepada wanita yang belum
memiliki keturunan setelah penyebab lain disingkirkan.
11
- )isterektomi
)isterektomi adalah tindakan operatif yang dilakukan untuk mengangkat rahim,
baik sebagian 2subtotal3 tanpa ser+iks uteri ataupun seluruhnya 2total3 bersama ser+iks uteri.
11
. )isterektomi dapat dilakukan dengan 3 ,ara, yaitu dengan pendekatan
perabdominal 2laparotomi3, per+aginam, dan pada beberapa kasus se,ara laparoskopi.
Tindakan histerektomi pada mioma uteri sebesar 3% dari seluruh kasus. Tindakan
histerektomi pada pasien dengan mioma uteri merupakan indikasi bila didapatkan keluhan
menorrhagia, metrorrhagia, keluhan obstruksi pada traktus urinarius, dan ukuran uterus
sebesar usia kehamilan 1#-1* minggu.
1#
)isterektomi perabdominal dapat dilakukan dengan # ,ara, yaitu total abdominal
histerektomi 2T6)3 dan subtotal abdominal histerektomi 2ST6)3. Masing-masing prosedur
histerektomi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. ST6) dilakukan untuk menghindari
risiko operasi yang lebih besar, seperti perdarahan yang banyak, trauma operasi pada ureter,
kandung kemih dan rektum.
0amun dengan melakukan ST6) akan menyisakan ser+iks, dimana
kemungkinan timbulnya karsinoma ser+iks dapat terjadi. !engan menyisakan ser+iks,
menurut penelitian didapatkan data bahwa terjadinya dyspareunia akan lebih rendah
dibandingkan dengan yang menjalani T6) sehingga akan tetap mempertahankan fungsi
seksual. 4ada T6), jaringan granulasi yang timbul pada +agina dapat menjadi sumber
timbulnya sekret +agina dan perdarahan pas,a operasi dimana keadaan ini tidak terjadi pada
pasien yang menjalani ST6).
1#
Tindakan histerektomi juga dapat dilakukan melalui pendekatan +agina, dimana
tindakan operasi tidak melalui insisi pada abdomen. )isterektomi per+aginam jarang
dilakukan karena uterus harus lebih ke,il dari telor angsa dan tidak ada perlekatan dengan
sekitarnya. Se,ara umum, histerektomi +aginal hampir seluruhnya merupakan prosedur
operasi ekstraperitoneal, dimana peritoneum yang dibuka sangat minimal sehingga trauma
10
yang mungkin timbul pada usus dapat diminimalisasi. Selain itu, kemungkinan terjadinya
perlengketan paska operasi juga lebih minimal. Masa penyembuhan pada pasien yang
menjalani histerektomi +aginal lebih ,epat dibandingkan dengan yang menjalani histerektomi
abdominal.
1#
. @riteria menurut 6meri,an <ollege of Bbstetri,ians >yne,ologists 26<B>3
untuk histerektomi adalah sebagai berikut 7
11
- Terdapatnya 1 sampai 3 mioma asimptomatik atau yang dapat teraba dari
luar dan dikeluhkan oleh pasien.
- 4erdarahan uterus berlebihan, meliputi perdarahan yang banyak dan
bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari & hari dan anemia
akibat kehilangan darah akut atau kronis.
- ?asa tidak nyaman di pel+is akibat mioma uteri meliputi nyeri hebat dan
akut, rasa tertekan punggung bawah atau perut bagian bawah yang kronis dan
penekanan pada +esika urinaria mengakibatkan frekuensi miksi yang sering
2.1.1, Kompi%asi
4erubahan sekunder pada mioma uteri yang terjadi sebagian besar bersifat degenerasi. )al ini
oleh karena berkurangnya pemberian darah pada sarang mioma. 4erubahan sekunder tersebut
antara lain 7
'
a3 6trofi7 sesudah menopause ataupun sesudah kehamilan mioma uteri menjadi ke,il.
b3 !egenerasi hialin7 perubahan ini sering terjadi terutama pada penderita berusia
lanjut. Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen. !apat meliputi sebagian besar
atau hanya sebagian ke,il daripadanya, seolah-olah memisahkan satu kelompok serabut otot
dari kelompok lainnya.
,3 !egenerasi kistik7 dapat meliputi daerah ke,il maupun luas, dimana sebagian dari
mioma menjadi ,air, sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi seperti
agar-agar, dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan limfe sehingga
menyerupai limfangioma. !engan konsistensi yang lunak ini tumor sukar dibedakan dari
kistoma o+arium atau suatu kehamilan.
11
d3 !egenerasi membatu 2,al,ireous degeneration37 terutama terjadi pada wanita
berusia lanjut oleh karena adanya gangguan dalam sirkulasi. !engan adanya pengendapan
garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras dan memberikan bayangan pada
foto ?ontgen.
e3 !egenerasi merah 2,arneous degeneration37 perubahan ini biasanya terjadi pada
kehamilan dan nifas.
4atogenesis7 diperkirakan karena suatu nekrosis subakut sebagai gangguan
+askularisasi. 4ada pembelahan dapat dilihat sarang mioma seperti daging mentah berwarna
merah disebabkan oleh pigmen hemosiderin dan hemofusin. !egenerasi merah tampak khas
apabila terjadi pada kehamilan muda disertai emesis, haus, demam ringan, kesakitan, tumor
pada uterus membesar dan nyeri pada perabaan. 4enampilan klinik ini seperti pada putaran
tangkai tumor o+arium atau mioma bertangkai.
f3 !egenerasi lemak7 jarang terjadi, merupakan kelanjutan degenerasi hialin.
@omplikasi yang terjadi pada mioma uteri 7
'
1. !egenerasi ganas.
Mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya ,3#-,.% dari seluruh
mioma; serta merupakan 5-'5% dari semua sarkoma uterus. @eganasan umumnya baru
ditemukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat. @e,urigaan akan
keganasan uterus apabila mioma uteri ,epat membesar dan apabila terjadi pembesaran sarang
mioma dalam menopause.
#. Torsi 2putaran tangkai3.
Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbul gangguan sirkulasi akut
sehingga mengalami nekrosis. !engan demikian terjadilah sindrom abdomen akut. Aika torsi
terjadi perlahan-lahan, gangguan akut tidak terjadi.
3. 0ekrosis dan infeksi.
Sarang mioma dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan karena
gangguan sirkulasi darah padanya.
2.2 Karsinoma Ser-i%s
12
2.2.1 Definisi
!efinisi @anker Ser+ik @anker ser+iks adalah penyakit akibat tumor ganas pada
daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol
dan merusak jaringan normal di sekitarnya.
13
2.2.2 Etioo!i
:tiologi langsung dari kanker ser+iks uteri masih belum diketahui. Tetapi ada
beberapa faktor ekstrinsik yang mempengaruhi insidensi kanker ser+iks uteri yaitu 7
1*
a. )ubungan seksual pertama kali pada usia dini 2umur E 1. tahun3.
b. (anita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali 2multiparitas3.
,. Aarak persalinan terlalu dekat.
d. )ygiene seksual yang jelek.
e. Sering berganti-ganti pasangan 2multipatner seF3.
f. "nfeksi )uman 4apilloma Girus 2)4G3 tipe 1. dan 1&.
g. "nfeksi )erpes Simpleks Girus 2)SG3 tipe #
h. (anita merokok, karena hal tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh
2.2." Stadi.m
13
Tabel #.3 Stadium @arsinoma ser+iks menurut 9">B, #
15
2.2.# Kasifi%asi Pert.m/.0an Se Kan%er Ser-i%s
Mikroskopis 7
a. !isplasia
!isplasia ringan terjadi pada sepertiga bagian basal epidermis. !isplasia berat terjadi
pada dua pertiga epidermis in+asi tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu.
b. Stadium karsinoma in situ
4ada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis
menjadi karsinoma sel skuamosa. @arsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoser+iks,
peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel ,adangan endoser+iks.
,. Stadium karsinoma mikroin+asif
14
4ada karksinoma mikroin+asif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel
meningkat juga sel tumor menembus in+asi+e basalis dan in+asi pada stoma sejauh tidak
lebih 5 mm dari in+asi+e basalis, biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada
skrining kanker.
d. Stadium karsinoma in+asi+e
4ada karsinoma in+asi+e perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan
bentuk sel ber+ariasi. 4etumbuhan in+asi+e mun,ul diarea bibir posterior atau anterior ser+iks
dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior, jurusan parametrium
dan korpus uteri.
e. /entuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma ser+iks 7
1. 4ertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kol, mulai dari S<A tumbuh kearah
lumen +agina dan dapat mengisi setengah dari +agina tanpa infiltrasi kedalam
+agina, bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan.
#. 4ertumbuhan endofilik, mulai dari S<A tumbuh kedalam stroma ser+iks dan
,enderung untuk mengadakan ilfiltrasi menjadi ulkus. Tumbuh progesif meluas
ke forniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium.
3. -lseratif, mulai dari S<A dan ,enderung merusak struktur jaringan ser+iks
dengan melibatkan awal fornises +agina untuk menjadi ulkus yang luas.
Makroskopis 7
a. Stadium preklinis Tidak dapat dibedakan dengan ser+isitis kronik biasa.
b. Stadium permulaan Sering tampak sebagian lesi sekitar ostium eFternum
,. Stadium setengah lanjut Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir
porsio
d. Stadium lanjut Terjadi perusakan dari jaringan ser+iks, sehingga tampaknya
seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah.
2.2.$ Tanda dan 'e(aa
a. >ejala
15
13 Metroragi
#3 @eputihan warna putih atau in+asi+e yang berbau dan tidak gatal
33 4erdarahan pas,a koitus
*3 4erdarahan spontan
53 /au busuk yang khas
.3 <epat lelah
'3 @ehilangan berat badan
&3 6nemia
b. Tanda
13 4emeriksaan fisik
a3 Ser+iks dapat teraba membesar, ireguler, teraba lunak
b3 /ila tumor tumbuh eksofitik maka terlihat lesi pada porsio atau sudah sampai
+agina.
#3 4emeriksaan in spekulo 7
a3 6danya portio ulseratif
b3 6danya fluor albus
,3 Mun,unya darah jika lesi tersentuh 2lesi rapuh3
d3 Terdapat gambaran seperti bunga kol pada stadium lanjut
33 4emeriksaan bimanual 7
a3 6danya fluor albus
b3 6danya massa benjolan ataupun erosi ataupun ulkus pada portio uteri
16
!iagnosis harus dipastikan dengan pemeriksaan histologi dan jaringan yang diperoleh
dari biopsi.
1.
2.2.& Pemeri%saan Pen.n(an!
a. Sitologi, dengan ,ara tes pap
Tes 4ap 7 Tes ini merupakan penapisan untuk mendeteksi infeksi )4G dan
prakanker ser+iks. @etepatan in+asi+e sitologinya $% pada in+asi+e keras
2karsinoma in situ3 dan '.% pada dysplasia ringan Dsedang. !idapatkan hasil
negatif palsu 5-5% sebagian besar disebabkan pengambilan sediaan yang
tidak adekuat. Sedangkan hasil positif palsu sebesar 3-15%.
b. @olposkopi
,. Ser+ikografi
d. 4emeriksaan +isual langsung
e. >ineskopi
f. 4ap net 24emeriksaan terkomputerisasi dengan hasil lebih sensiti+e3
1'
2.2.) Penataa%sanaan
4engobatan prakanker atau kanker tergantung dari tingkat penyakitnya. 4ada
prakanker pengobatan dari sekedar destruksi in+asi+e misalnya kauterisasi sampai dengan
pengangkatan in+asi+e sederhana 2histerektomia3. Sedang pada kanker in+asi+e umumnya
pengobatan adalah operasi, radiasi, kemoterapi atau kombinasi. Bperasi dilakukan pada
stadium awal 2"a-"ia3, radiasi dapat diberikan pada stadium awal atau lanjut tetapi masih
terbatas di panggul, sedang kemoterapi diberikan pada stadium lanjut dan sudah menyebar
jauh atau dapat diberikan bila terjadi residif atau kambuh.
/iopsi keru,ut
)isterektomi trasns+aginal
17
" a /iopsi keru,ut
)isterektomi trasns+aginal
" b dan "" a )isterektomi radikal dengan limfadenektomi panggul dan
e+aluasi kelenjar limfe paraorta 2bila terdapat metastasis
dilakukan radiologi pas,a pembedahan3
"" b, """ dan "G )isterektomi trans+aginal
"G a dan "G b ?adioterapi
?adiasi paliatif
@emoterapi
Tabel #.* 4enatalaksanaan @arsinoma ser+iks menurut tingkatannya
1&
2.2.* Pro!nosis
@arsinoma ser+iks yang tidak dapat diobati atau tidak memberikan respons terhadap
pengobatan $5% akan mengalami kematian dalam # tahun setelah timbul gejala. 4asien yang
menjalani histerektomi dan memiliki rasio tinggi terjadinya rekurensi harus terus diawasi
karena lewat deteksi dini dapat diobati dengan radioterapi. Setelah histerektomi radikal,
terjadinya &% rekurensi dalam # tahun.
1&
Tingkat % )arapan )idup
H "6 1 %
H "/ &5 %
H ""6 '%
H ""/ .5%
H """ 3%
Tabel #.5 6ngka harapan hidup 5 tahun untuk pasien 1 pasien kanker ser+iks
2." Kista o-ari.m
2.".1 Definisi
@ista adalah kantong berisi ,airan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh dimana
saja dan jenisnya berma,am-ma,am. @ista yang berada di dalam atau permukaan o+arium
2indung telur3 disebut kista o+arium atau tumor o+arium.
1$
18
2.".2 Kasifi%asi
/erdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu nonneoplastik dan
neoplastik. @ista nonneoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah #
hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun
tergantung pada ukuran dan sifatnya.
1$
@ista o+arium jinak
a. @istik tumor o+arium non neoplastik7
@ista folikel
@ista ini berasal dari folikel de >raaf yang tidak sampai bero+ulasi, namun tumbuh
terus menjadi kista folikel, atau dari beberapa folikel primer yang setelah bertumbuh
dibawah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang la=im, melainkan
memebesar menjadi kista.
@ista @orpus luteum
!alam keadaan normal korpus luteum lambat laun menge,il dan menjadi korpus
albikans. @adang-kadang korpus luteum mempertahan diri, perdarahan yang sering
terjadi didalamnya menyebabkan terjadinya kista, berisi ,airan yang berwarna merah
,okelat karena darah tua.
@ista inklusi germinal
@ista ini terjadi karena in+aginasi dan isolasi bagian-bagian ke,il dari epitel
germinati+um pada permukaan o+arium.
@ista teka lutein
!isebabkan karena meningkatnya kadar )<> terdapat pada mola hidatidosa.
@ista endometrium
@ista ini endometriosis yang berlokasi di o+arium
@ista stein le+enthal
!isebabkan karena peningkatan kadar 8) yang menyebabkan hiperstimulio+arium.
b. @ista o+arium neoplastik
@istoma o+arii simpleks
@ista ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
billateral, dan dapat menjadi besar
@istadenoma musinosum
19
6sal tumor ini belum diketahui pasti namun diperkirakan berasal dari suatu teratoma
dimana dalam pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen-elemen lain.
@istadenoma serosum
4ara penulis berpaendapat bahwa kista ini berasal dari epitel permukaan o+arium
2germinal epithelium3.
@ista endometroid
@ista ini biasanya unilateral dengan permukaan li,in, pada dinding dalamterdapat satu
lapisan sel-sel, yang menyerupai lapisan epitel endometrium.
@ista dermoid
Sebenernya kista dermoid adalah satu teratoma kistik yang jinak di manastruktur-
struktur ektodermal dengan diferensiasi sempurna, seperti epitel kulit,rambut, gigi,
dan produk glandula sebasea.
2."." 1a%tor resi%o
4enyebab kista o+arium dan beberapa faktor resiko berkembangnya o+arium adalah
wanita yang biasanya memiliki7
1$
?iwayat kista o+arium terdahulu
Siklus haid tidak teratur
4erut bun,it
Menstruasi di usia dini 211 tahun atau lebih muda3
Sulit hamil
4enderita )ipotiroid
4enderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi.
2.".# Etioo!i
Siklus menstruasi berlangsung selama #& hari, dimulai dengan hari pertama
menstruasi dan berakhir sebelum periode menstruasi. Setengah dari siklus ini
dinamakan fase folikuler dan ditandai dengan peningkatan Follicle-Stimulating
Hormone 29S)3 dan menyebabkan matangnya folikel primer. 4ada o+arium yang
berfungsi normal, produksi estrogen pada folikel primer tersebut menyebabkan
peningkatan Luteinizing Hormone 28)3, menyebabkan terjadinya o+ulasi dan keluarnya
20
folikel primer dari o+arium. Setelah o+ulasi, sisa-sisa folikel membentuk korpus luteum
yang memproduksi progesteron. )al ini menyebabkan keluarnya o+um dan men,egah
produksi 9S) dan 8). @etika tidak terjadi kehamilan, terjadi degenerasi luteal dan
le+el progesteron menurun, 9S) dan 8) mulai naik sebelum permulaan periode
menstruasi selanjutnya.
1$
a. @ista 9olikular
/erma,am kista o+arium dapat terbentuk selama siklus ini. 4ada fase
folikuler, kista folikular didapatkan dari pelepasan fisiologik yang lemah dari
o+um karena stimulasi 9S) yang berlebihan dan kekurangan peningkatan 8)
yang normal sebelum o+ulasi. Stimulasi hormonal menyebabkan kista tersebut
terus tumbuh. @ista folikular biasanya berdiameter lebih dari #,5 ,m dan
bermanifestasi sebagai rasa tidak enak di daerah pel+is dan rasa berat di perut.
Sel granulosa yang mengelilingi folikel biasanya tetap ada, menyebabkan
produksi estradiol berlebihan, sehingga menurunkan frekuensi menstruasi dan
menorrhagia.
1$
b. @ista <orpus 8uteal
/ila tidak terjadi kehamilan, korpus luteum dapat bertahan hingga 1* hari.
Aika terjadi fertilisasi pada o+um, korpus luteum terus mensekresi progesteron
selama 5-$ minggu, sampai akhirnya terdisolusi pada minggu ke 1*, ketika kista
menyebabkan perdarahan sentral. @egagalan dalam disolusi menyebabkan kista
korpus luteum yang dapat membesar dengan diameter hingga 3 ,m. @ista ini
dapat menyebabkan nyeri di daerah pel+is dan dapat terjadi ruptur, yang
menyebabkan nyeri akut dan kehilangan darah yang masif.
1$
,. @ista The,a-8utein
@ista the,a-lutein disebabkan oleh luteinasi dan hipertrofi dari lapisan sel
the,a interna sebagai respon atas stimulasi berlebihan h<>. @ista ini akan
,enderung terjadi torsio, perdarahan, dan ruptur.
1$
2.".$ Manifestasi %ini%
21
Sebagian besar kista o+arium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang
tidak berbahaya. Tetapi adapun kista yang berkembang menjadi besar dan menimbulkan
nyeri yang tajam. 4emastian penyakit tidak biasa dilihat dari gejala-gejala saja karena
mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul,
kehamilan ektopik 2di luar rahim3 atau kanker o+arium. Meski demikian, penting untuk
memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh anda untuk mengetahui gejala mana
yang serius.
1$
>ejala-gejala berikut yang mun,ul bila anda mempunyai kista o+arium7
4erut terasa penuh, berat, kembung.
Tekanan pada dubur dan kandung kemih 2sulit buang air ke,il3.
)aid tak teratur.
0yeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar kepanggul bawah
dan paha.
0yeri senggama.
Mual, ingin muntah, atau pergeseran payudara mirip seperti pada saat hamil.
2.".& Dia!nosis
6namnesa
4ada anamnesa rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah. ?asa sakit
tersebut akan bertambah jika kista tersebut terpuntir atau terjadi ruptur. Terdapat juga rasa
penuh di perut. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya dapat menyebabkan rasa tidak
nyaman, gangguan miksi dan defekasi.!apat terjadi penekanan terhadap kandung kemih
sehingga menyebabkan frekuensi berkemih menjadi sering.
4emeriksaan 9isik
@ista yang besar dapat teraba dalam palpasi abdomen. (alau pada wanita premonopause
yang kurus dapat teraba o+arium normal tetapi hal ini adalah abnormal jika terdapat pada
wanita postmenopause. 4erabaan menjadi sulit pada pasien yang gemuk. Teraba massa yang
kistik, mobile, permukaan massa umumnya rata. <er+iF dan uterus dapat terdorong pada satu
sisi. !apat juga teraba, massa lain, termasuk fibroid dan nodul pada ligamentum uterosakral,
ini merupakan keganasan atau endometriosis. 4ada perkusi mungkin didapatkan as,ites yang
pasif.
1$
22
4emeriksaan 4enunjang
1. -S>
Merupakan alat terpenting dalam menggambarkan kista o+arium.!engan pemeriksaan ini
dapat ditentukan letak batas tumor, apakah tumor berasal dari uterus, atau o+arium, apakah
tumor kistik atau solid dan dapat dibedakan pulaantara ,airan dalam rongga perut yang bebas
dan tidak. !apat membantu mengidentifikasi karakteristik kista o+arium.
#. 9oto ?oentgen
4emeriksaan ini bertujuan untuk menentukan adanya hidrotoraks. 4emeriksaan pielogram
inra+ena dan pemasukan bubur barium pada kolon dapat untuk menentukan apakah tumor
bearasal dari o+arium atau tidak, misalnya tumor bukan dari o+arium yang terletak di daerah
pel+is seperti tumor kolon sigmoid.
3. 4engukuran serum <6-1#5
Tes darah dilakukan dengan mendeteksi =at yang dinamakan <6-1#5, <6-1#5
diasosiasikan dengan kanker o+arium. !engan ini diketahui apakah massa ini jinak atau
ganas.
*. 8aparoskopi
4erut diisi dengan gas dan sedikit insisi yang dibuat untuk memasukan laparoskop.
Melalui laparoskopi dapat diidentifikasi dan mengambil sedikit ,ontoh kista untuk
pemeriksaan 46.
2.".) Penataa%sanaan
!apat dipakai prinsip bahwa tumor o+arium neoplastik memerlukan operasi dan tumor
non neoplastik tidak. Tumor non neoplastik biasanya besarnya tidak melebihi 5 ,m. Tidak
jarang tumor-tumor tersebut mengalami penge,ilan se,ara spontan dan menghilang. Tindakan
operasi pada tumor o+arium neoplastik yang tidak ganas adalah pengangkatan tumor dengan
mengadakan reseksi pada bagian o+arium yang mengandung tumor. Tetapi jika tumornya
besar atau ada komplikasi perlu dilakukan pengangkatan o+arium, disertai dengan
pengangkatan tuba.
Seluruh jaringan hasil pembedahan perlu dikirim ke bagian patologi anatomi untuk
diperikasa. 4asien dengan kista o+arium simpleks biasanya tidak membutuhkan terapi.
23
4enelitian menunjukkan bahwa pada wanita post menopause, kista yang berukuran kurang
dari 5 ,m dan kadar <6 1#5 dalam batas normal, aman untuk tidak dilakukan terapi, namun
harus dimonitor dengan pemeriksaan -S> serial. Sedangkan untuk wanita premenopause,
kista berukuran kurang dari & ,m dianggap aman untuk tidak dilakukan terapi. Terapi bedah
diperlukan pada kista o+arium simpleks persisten yang lebih besar 1 ,m dan kista o+arium
kompleks. 8aparoskopi digunakan pada pasien dengan kista benigna, kista fungsional atau
simpleks yang memberikan keluhan. 8aparotomi harus dikerjakan pada pasien dengan resiko
keganasan dan pada pasien dengan kista benigna yang tidak dapat diangkat dengan
laparaskopi. :ksisi kista dengan konser+asi o+arium dikerjakan pada pasien yang
menginginkan o+arium tidak diangkat untuk fertilitas di masa mendatang.4engangkatan
o+arium sebelahnya harus dipertimbangkan pada wanita post menopause, perimenopause,
dan wanita premenopasue yang lebih tua dari 35 tahun yang tidak menginginkan anak lagi
serta yang beresiko menyebabkan karsinoma o+arium.!iperlukan konsultasi dengan ahli
endokrin reproduksi dan infertilitas untuk endometrioma dan sindrom o+arium polikistik.
@onsultasi dengan onkologi ginekologi diperlukan untuk kista o+arium kompleks dengan
serum <61#5 lebih dari 35 -Dml dan pada pasien dengan riwayat karsinoma o+arium pada
keluarga.Aika keadaan meragukan, perlu pada waktu operasi dilakukan pemeriksaan sediaan
yang dibekukan 2fro=en se,tion3 oleh seorang ahli patologi anatomik untuk mendapat
kepastian tumor ganas atau tidak.
-ntuk tumor ganas o+arium, pembedahan merupakan pilihan utama. 4rosedurnya
adalah total abdominal histerektomi, bilateral salfingo-ooforektomi,dan appendiktomi
2optional3. Tindakan hanya mengangkat tumornya saja 2ooforektomi atau ooforokistektomi3
masih dapat dibenarkan jika stadiumnya iamasih muda, belum mempunyai anak, derajat
keganasan tumor rendah seperti pada fow potential malignan,y 2borderline3. ?adioterapi
hanya efektif untuk jenis tumor yang peka terhadap radisi, disgerminoma dan tumor sel
granulosa. @emoterapi menggunakan obat sitostatika seperti agens alkylating
2,y,lophosphamide, ,hlorambu,yl3 dan antimetabolit 2adriamy,in3. 9o"low up tumor ganas
sampai 1 tahun setelah penanganan setiap # bulan, kemudian * bulan selama 3 tahun setiap .
bulan sampai 5 tahun dan seterusnya setiap tahun sekali.
2.# Anemia
2.#.1 Definisi
24
6nemia se,ara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit 2red
,ell mass3 sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah
yang ,ukup ke jaringan perifer.
#1
2.#.2 Kriteria
4arameter yang paling umum untuk menunjukkan penurunan massa eritrosit adalah
kadar hemoglobin, disusul oleh hematokrit dan hitung eritrosit. )arga normal hemoglobin
sangat ber+ariasi se,ara fisiologis tergantung jenis kelamin, usia, kehamilan dan ketinggian
tempat tinggal. @riteria anemia menurut ()B adalah7
#1
0B @:8BM4B@ @?"T:?"6 60:M"6
1. 8aki-laki dewasa E 13 gDdl
#. (anita dewasa tidak hamil E 1# gDdl
3. (anita hamil E 11 gDdl
Tabel #.. @riteria 6nemia
2.#." Dera(at
!erajat anemia antara lain ditentukan oleh kadar hemoglobin. !erajat anemia perlu
disepakati sebagai dasar pengelolaan kasus anemia. @lasifikasi derajat anemia yang umum
dipakai adalah sebagai berikut
#1
!:?6A6T ):MB>8B/"0
?ingan sekali 1 gDdl 1 ,ut off point
?ingan & gDdl 1 $,$ gDdl
Sedang . gDdl 1 ',$ gDdl
/erat E . gDdl
Tabel #.' derajat 6nemia
#1
2.#.# Etioo!i
Menurut etiologinya, anemia dapat diklasifikasikan menjadi 3 ma,am yaitu gangguan
produksi sel darah merah pada sumsum tulang 2hipoproliferasi3, gangguan pematangan sel
darah merah 2eritropoiesis yang tidak efektif3, dan penurunan waktu hidup sel darah merah
2kehilangan darah atau hemolisis3.
25
1. )ipoproliferatif
)ipoproliferatif merupakan penyebab anemia yang terbanyak. 6nemia
hipoproliferatif ini dapat disebabkan karena7
a. @erusakan sumsum tulang @eadaan ini dapat disebabkan oleh obat-obatan,
penyakit infiltratif 2,ontohnya7 leukemia, limfoma3, dan aplasia sumsum
tulang.
b. !efisiensi besi
,. Stimulasi eritropoietin 2:4B3 yang inadekuat @eadaan ini terjadi pada
gangguan fungsi ginjal
d. Supresi produksi :4B yang disebabkan oleh sitokin inflamasi 2misalnya7
interleukin 13
e. 4enurunan kebutuhan jaringan terhadap oksigen 2misalnya pada keadaan
hipotiroid3
4ada jenis ini biasanya ditemukan eritrosit yang normokrom normositer, namun dapat
pula ditemukan gambaran eritrosit yang hipokrom mikrositer, yaitu pada defisiensi besi
ringan hingga sedang dan penyakit inflamasi. @edua keadaan tersebut dapat dibedakan
melalui pemeriksaan persediaan dan penyimpanan =at besi.
#. >angguan pematangan
4ada keadaan anemia jenis ini biasanya ditemukan kadar retikulosit yang IrendahC,
gangguan morfologi sel 2makrositik atau mikrositik3, dan indeks eritrosit yang abnormal.
>angguan pematangan dapat dikelompokkan menjadi # ma,am yaitu7
a. >angguan pematangan inti
4ada keadaan ini biasanya ditmukan kelainan morfologi berupa makrositik. 4enyebab
dari gangguan pematangan inti adalah defisiensi asam folat, defisiensi +itamin /1#, obat-
obatan yang mempengaruhi metabolisme !06 2seperti metotreksat, alkylating agent3, dan
myelodisplasia. 6lkohol juga dapat menyebabkan gangguan pematangan inti, namun keadaan
ini lebih disebabkan oleh defisiensi asam folat.
b. >angguan pematangan sitoplasma
4ada keadaan ini biasanya ditmukan kelainan morfologi berupa mikrositik dan
hipokromik. 4enyebab dari gangguan pematangan sitoplasma adalah defisiensi besi yang
26
berat, gangguan sintesa globin 2misalnya pada thalasemia3, dan gangguan sintesa heme
2misalnya pada anemia sideroblastik3
#. 4enurunan waktu hidup sel darah merah
6nemia jenis ini dapat disebabkan oleh kehilangan darah atau hemolisis. 4ada kedua
keadan ini akan didapatkan peningkatan jumlah retikulosit. @ehilangan darah dapat terjadi
se,ara akut maupun kronis. 4ada fase akut, belum ditemukan peningkatan retikulosit yang
bermakna karena diperlukan waktu untuk terjadinya peningkatan eritropoietin dan proliferasi
sel dari sumsum tulang. Sedangkan pada fase kronis gambarannya akan menyerupai anemia
defisiensi besi. >ambaran dari anemia hemolitik dapat berma,am-ma,am, dapat akut maupun
kronis. 4ada anemia hemolisis kronis, seperti pada sferositosis herediter, pasien datang bukan
karena keadaan anemia itu sendiri, melainkan karena komplikasi yang ditimbulkan oleh
peme,ahan sel darah merah dalam jangka waktu lama, seperti splenomegali, krisis aplastik,
dan batu empedu. 4ada keadaan yang disebabkan karena autoimun, hemolisis dapat terjadi
se,ara episodik 2self limiting3.
2.#.$ Kasifi%asi
6nemia dapat diklasifikasikan berdasarkan morfologi dan etiologi. @lasifikasi
morfologi didasarkan pada ukuran dan kandungan hemoglobin.
0o Morfologi Sel @eterangan Aenis 6nemia
1. 6nemia makrositik
- normokromik
/entuk eritrosit yang besar
dengan konsentrasi
hemoglobin yang normal
- 6nemia 4ernisiosa
- 6nemia defisiensi folat
#. 6nemia mikrositik
- hipokromik
/entuk eritrosit yang ke,il
dengan konsentrasi
hemoglobin yang menurun
- 6nemia defisiensi besi
- 6nemia sideroblastik
- Thalasemia
3. 6nemia normositik
- normokromik
4enghan,uran atau penurunan
jumlah eritrosit tanpa disertai
kelainan bentuk dan
konsentrasi hemoglobin
- 6nemia aplastik
- 6nemia posthemoragik
- 6nemia hemolitik
- 6nemia Si,kle <ell
27
- 6nemia pada penyakit
kronis
Tabel #.& @lasifikasi 6nemia
#1
2.#.& Anemia Defisiensi Besi
a. Definisi
6nemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat berkurangnya penyediaan
besi untuk eritropoietik , karena ,adangan besi kosong, sehingga pembentukan hemoglobin
berkurang. @elainan ini ditandai dengan anemia hipokromik mikrositer, besi serum menurun,
T"/< 2 Total Iron Binding Capacity) meningkat, saturasi transferrin menurun, penge,atan
besi sumsum tulang negati+e dan adanya respon terhadap preparat besi.
#1
/. Epidemioo!i 2
6nemia defisiensi besi 26!/3 merupakan jenis anemia yang paling banyak diderita
oleh penduduk di negara berkembang, termasuk di indonesia. Sebanyak 1.-5 % laki-laki
dewasa di "ndonesia menderita 6!/ dengan penyebab terbanyak yaitu infeksi ,a,ing
tambang 25*%3 dan hemoroid 2#'%3. #5-*& % perempuan dewasa di "ndonesia menderita
6!/ dengan penyebab terbanyak menorraghia 233%3 , hemoroid 21'%3 dan infeksi ,a,ing
tambang 21'%3. *.-$# % wanita hamil di "ndonesia menderita 6!/.
3. Etioo!i
6nemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan besi, gangguan
absorbsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan kronik 7
1. 9aktor nutrisi
kurangnya jumlah besi atau bioa+ailabilitas 2 kualitas 3 besi dalam asupan makanan
misalnya ; makanan banyak serta, rendah daging, rendah +itamin <.
#. @ebutuhan besi meningkat
prematuritas, anak dalam masa petumbuhan dan kehamilan
3. >angguan absorbsi besi
28
gastrektomi, ,olitis kronik
*. 4erdarahan kronik
saluran ,erna ; tukak pepti,, konsumsi 0S6"!, salisilat, kanker kolon, kanker
lambung, di+ertikulosis, infeksi ,a,ing tambang, hemoroid
saluran genitalia wanita ; menoraghia, mtroraghia
saluran kemih ; hematuria
saluran nafas ; hemoptoe
d. Meta/oisme Besi
>ambar * Metabolisme /esi
e. Pato!enesis dan Patofisioo!i 2
29
>ambar 3 4atogenesis dan 4atofisiologi
f. Manifestasi Kini% 2
30
Iron Depleted Stated
Cadangan besi menurun
namun, eritropoietik belum
terganggu
Perubahan ungsional !nemia
Perubahan ungsional "on#!nemia
Iron Deficient Eritropoietic
Cadangan besi kosong dan
eritropoietik terganggu namun,
ge$ala anemia belum mani%es
Iron Deficiency Anemia
&ritropoietik sangat terganggu,
kadar 'b menurun sehingga
ge$ala anemia bermani%es
%eritin serum l
penge(atan besi pada
sumsum tulang negati%
absorbsi besi melalui
usus l
!nemia
)e%isiensi *esi
ree protophor%irin l
+,*C l
!nemia hipokrom
mikrositer
-e$ala klinik anemia
Sistem Neuromuskuler
l e l mioglobin, en.im sitokrom, glisero%os%at
gangguan gilkolisis l asam laktat kelelahan otot
Gangguan mental dan kecerdasan
l e gangguan en.im aldehidoksidase / en.im
monoaminooksidase l serotonin / katekolamin di otak
Gangguan imunitas dan ketahanan terhadap infeksi
l e l en.im untuk sintesis )"! dan en.im
mieloperoksidase netro%il l imunitas seluler
Gangguan terhadap ibu hamil dan janin yang dikandung
l e l angka kematian maternal, gangguan partus, risiko
prematuritas, morbiditas / mortalitas %etus
>ejala umum anemia
o >ejala ini baru akan timbul apabila terjadi penurunan kadar hemoglobin
hingga '-& grDdl
o 8emah, lesu, lelah, mata berkunang-kunang dan telinga berdenging
>ejala khas defisiensi besi
o Koilonichya 2poon nail3 yaitu kuku yang ,ekung seperti sendok, memiliki
garis-garis +ertikal dan rapuh
o 6trofi papil lidah sehingga permukaan lidah menjadi li,in dan mengkilap
o Stomatitis angularis 2cheiloi3 yaitu adanya radang pada sudut mulut berupa
ber,ak keputihan
o !isfagia
o 6trofi mukosa gaster
o 4i,a ; keinginan makan makanan yang tidak la=im seperti tanah liat, lem dll
>ejala penyakit dasar
o >ejala tergantung penyebab dasar yang menimbulkan anemia
o 4ada infeksi ,a,ing tambang terdapat gejala dispepsia, parotis yang
membengkak dan kulit telapak tangan berwarna kuning seperti jerami
o 6nemia akibat kanker kolon dapat disertai oleh gangguan /6/
##
!. Pene!a%an Dia!nosis
1. 4enentuan adanya anemia
6nemia se,ara klinis dapat memberikan beberapa gambaran, yang disebut sebagai
sindroma anemia yakni badan lemah, letih, leu, ,epat lelah, mata berkunang-kunang,
telinga sering berdenging. 0amun, biasanya, gejala simptomatis ini ditemukan apabila
kadar )b E ' gDdl.4ada pemeriksaan fisik ditemukan anemis pada konjuti+a dan
jaringan bawah kuku.
#. 4enentuan defisiensi besi sebagai penyebab anemia
Manifestasi klinis yang khas untuk anemia defisiensi besi adalah ;
6trofi papil lidah ; permukaan lidah li,in, mengkilap karena papil lidah hilang
Stomatitis angularis ; radang pada sudut mulut
!isfagia akibat kerusakan epitel hipofaring
31
Koilonichya ; kuku sendok 2 poon nail 3! kuku rapuh, bergaris-garis +erti,al
dan menjadi ,ekung sehingga mirip sendok
6trofi mukosa gaster
4i,a ; makan yang tidak la=im seperti tanah liat, es, lem dll
Se,ara laboratorium, untuk menegakan diagnosis defisiensi besi 2modifikasi
kriteri @erlin, et al 3 yaitu 7
6nemia hipokrom mikrositik pada )apusan darah tepi, atau M<G E & fl, dan
M<)< E 31 % dengan salah satu dari kriteria berikut 7
# dari 3 parameter berikut 7
/esi serum E 5 mgDdl
T"/< J 35 mgDdl
Saturasi transferin E 15 %
9eritin serum E # mgDl
4enge,atan besi sumsum tulang negati+e
4emberian S9 3F# mgDhari selama * minggu dapat meningkatkan )b J #
gr.dl
3. 4enentuan penyebab dasar timbulnya anemia defisiensi besi
>ejala klinis tergantung pada penyakit dasar yang menyertai.
##
0. Terapi
1. Memberikan diet kaya kalori, protein dan =at besi
#. Memberikan preparat besi
4reparat besi oral7
- sulfas ferrosus * F 1 tab
- 9errous fumarat * F 1 tab dan ferrous glukonat 3 F 1
4emberian preparat besi ini dilanjutkan *-. bulan sesudah hb normal. Bbat ini
aman digunakan, hanya kadang-kadang dapat memberikan efek samping berupa
nyeri epigastrium, konstipasi dan diare.
4emberian preparat besi parentaral
32
)anya dianjurkan pada penderita yang mengalami intoleransi
gastrointestinalberupa mual muntah. 4reparat besi parenteral yang la=im digunakan
adalah interferon, je,tofer, +enofer.
3. Mengatasi penyebabnya.
##
BAB III
LAP45AN KASUS
".1 STATUS PASIEN
A. IDENTITAS
0ama 4asien 7 0y. T
-sia 7 5 th
6lamat 7 !usun kelor desa 4ohsangit 8or, 4robolinggo
4ekerjaan 7 "bu rumah tangga
4endidikan 7 Tidak tamat S!
6gama 7 "slam
Suku /angsa 7 Aawa
tanggal periksa 7 3 maret #1*
B. ANAMNESIS
- @eluhan -tama 7 @eluar darah dari kemaluan
- ?iwayat 4enyakit Sekarang 7
4asien datang dengan keluhan keluar darah dari kemaluan sejak lima bulan yang lalu,
awalnya keluar sedikit-sedikit. Mulai # hari ini darah yang keluar semakin banyak sehingga
pasien mengganti pembalut hingga # kali 2K 1 ,,3. !arah yang keluar berwarna merah
segar disertai dengan gumpalan. @eluhan ini disertai nyeri perut bagian bawah yang terjadi
33
terus menerus. Sejak 1 tahun terakhir ini pasien mengalami menstrusi yang tidak teratur dan
keputihan yang berbau amis.
Selama # hari ini pasien mengeluh kepalanya pusing, terutama saat bangun dari
tempat tidur, berjalan sepoyongan, dan badannya lemas sehingga pasien tidak dapat bangun
dari tempat tidur. Tidak didapatkan keluhan saat buang air ke,il dan besar. Tidak didapatkan
keluah saat berhubungan dengan suami. Terakhir berhubungan 5 bulan yang lalu saat mulai
keluarnya darah dari kemaluan.
- ?iwayat 4enyakit !ulu 7
4asien mengaku tidak mempunyai riwayat penyakit seperti )ipertensi, !iabetes
mellitus, dan 6sma. 4asien juga tidak pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya
- ?iwayat 4engobatan 7
4asien mengaku tidak mempunyai alergi obat bahkan jarang meminum obat
- ?iwayat @eluarga 7
@eluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan seperti pasien. !i keluarga pasien
tidak terdapat riwayat )ipertensi, !iaabetes mellitus, dan asma.
- ?iwayat )aid 7
)aid pertama umur 1' tahun, Sirkulasi haid sebelumnya 7
i. Siklus 7 Teratur, #. hari
ii. 8amanya 7 . hariDbulan
iii. /anyaknya 7 #-3 ganti pembalutD 15 ,,
i+. Sakit saat haid 7 2 - 3
- ?iwayat Bbstetri 7
4## 6b 1. 6nak pertama usia #& tahun, kehamilan kedua mengalami abortus saat
usia kehamilan 3 bulan dan anak kedua usia #5 tahun.
-?iwayat @eluarga /eren,ana
4asien tidak menggunakan @/
34
6. PEME5IKSAAN 1ISIK
Status "nterna
- @eadaan -mum 7 /aik
- Gital Sign 7
T! 7 11D' mm)g
)? 7 & FDmenit
?? 7 # FDmenit
T

7 3.,'

<
- @epala-8eher 7 aDiD,Dd 7 LD-D-D-
- )idung 7 Simetris, deformitas 2-3, sekret 2-3
- Mulut 7 Sianosis 2-3
- 8eher 7 deformitas 2-3, pembesaran @>/ 2-3
- ThoraF 7 <B? 7 S1 S# tunggal, regular
4aru 7 Gesikuler LDL
- 6bdomen 7 heparDlien tidak teraba, nyeri tekan bagian bawah 2L3
- :kstremitas 7 edema 2-3, akral hangat, pu,at
Status Bbstetri 7 -
Status >inekologi 7
- 4emeriksaan 8uar7
35
"nspeksi 7 4erut tampak datar, tidak ada tanda-tanda radang dan bekas operasi,
terdapat perdarahan per+aginam
4alpasi 7 teraba massa # jari diatas symphisis, konsistensi padat lunak, nyeri
tekan 2L3
- 4emeriksaan dalam
Teraba porsio berdungkul, 6dneFa, parametrium deFtra et sinistra dan ,a+um
douglasi tidak ada kelainan. Terdapat darah 2L3
D. PEME5IKSAAN PENUNJAN'
4emeriksaan laboratorium pada tanggal 3 maret #1*
)b 7 5,1 gDdl
8eukosit 7 1.* D,mm
)t 7 1& %
Trombosit 7 31.D ,mm
>!6 7 1.' mgDdl
E. DIA'N4SIS 2
!iagnosis awal 7 Suspe,t @arsinoma ser+iks dengan 6nemia /erat
!iagnosis 6khir 7 Mioma -teri dan Simple o+arium kista
1. PLANNIN' 2
M?S
"nfus ?8 # tpm
"nj 6sam traneFamat 3F5 mg
36
"nj <eftriaFone 1F1 g dalam p= 1 ml
4ro transfusi 4?<
/iopsi jaringan yang di,urigai sebagai kanker
9ollow up
31 maret #1*
S 4 A P
- 4asien mengeluh
nyeri yang amat sangat
pada perut bagian bawah
- masih terdapat darah
yang keluar dari
kemaluan.
- 4asien masih
merasa lemah
- keluhan pusing,
/6/, /6@ 2-3
- 4asien
ditransfusikan 4?< #
kolf dan tidak ada reaksi
transfusi.
@- 7 lemah
@esadaran 7 <M
TTG
T 7 11D'
0adi 7 .& FDmenit
?? 7 #FDmenit
Suhu 7 3.,3 M <
@D8 7 aDiD,Dd 7 LD-D-D-
6bd 7 nyeri tekan 2L3
teraba massa # jari
atas symp
/- 2L3
>enetalia eksterna 7
!arah 2L3
Suspe,t @arsinoma ser+iks
dengan anemia berat
- "nfus ?8 # tpm
- "nj 6sam traneFamat
3F5 mg
- "nj <eftriaFone 1F1g
dalam p= 1 ,,
- <ek )b
- 4ro transfusi
4?<
1 6pril #1*
S 4 A P
- 4asien mengeluh
nyeri pada perut bagian
bawah
- masih terdapat darah
yang keluar dari
@- 7 lemah
@esadaran 7 <M
TTG
Suspe,t @arsinoma ser+iks
dengan anemia ringan
- "nfus ?8 # tpm
- "nj 6sam traneFamat
3F5 mg
- "nj <eftriaFone 1F1g
37
kemaluan.
- 4asien merasa
lebih segar dibandingkan
kemarin
- keluhan pusing,
/6/, /6@ 2-3
- 4asien
ditransfusikan 4?< 1
kolf dan tidak ada reaksi
transfusi.
T 7 1#D&
0adi 7 '* FDmenit
?? 7 1$ FDmenit
Suhu 7 3.,5 M <
@D8 7 aDiD,Dd 7 LD-D-D-
6bd 7 nyeri tekan 2L3
teraba massa # jari
atas symp
/- 2L3
>enetalia eksterna 7
!arah 2L3
)b 7 &, g D dl
dalam p= 1 ,,
- <ek )b
- 4ro transfusi
4?<
- 4asang
tampon
# 6pril #1*
S 4 A P
- 4asien mengeluh
nyeri pada perut bagian
bawah
- darah yang keluar dari
kemaluan berkurang
- 4asien tidak
merasa lemah lagi
- keluhan pusing,
/6/, /6@ 2-3
- 4asien
ditransfusikan 4?< 1
kolf dan tidak ada reaksi
transfusi.
@- 7 lemah
@esadaran 7 <M
TTG
T 7 11D&
0adi 7 '# FDmenit
?? 7 1& FDmenit
Suhu 7 3.,5 M <
@D8 7 aDiD,Dd 7 -D-D-D-
6bd 7 nyeri tekan 2L3
teraba massa # jari
atas symp
/- 2L3
Suspe,t @arsinoma ser+iks
dengan anemia ringan
- "nfus ?8 # tpm
- "nj 6sam traneFamat
3F5 mg
- "nj <eftriaFone 1F1g
dalam p= 1 ,,
- <ek )b
- 4ro transfusi
4?<
- ?en,ana
biopsy besok
38
>enetalia eksterna 7
!arah 2L3
)b 7 &,. g D dl
3 6pril #1*
S 4 A P
- 4asien mengeluh
nyeri pada perut bagian
bawah
- Tidak ada darah yang
keluar dari kemaluan
- 4asien merasa
enakan
- keluhan pusing,
/6/, /6@ 2-3
- 4asien
ditransfusikan 4?< 1
kolf dan (/ 1 kolf, tidak
ada reaksi transfusi.
@- 7 <ukup
@esadaran 7 <M
TTG
T 7 1#D&
0adi 7 '& FDmenit
?? 7 # FDmenit
Suhu 7 3.,5 M <
@D8 7 aDiD,Dd 7 -D-D-D-
6bd 7 nyeri tekan 2L3
teraba massa # jari
atas symp
/- 2L3
>enetalia eksterna 7
!arah 2-3
)asil "nspikulo 7
@esan mioma uteri
/iopsi tidak dilakukan
Suspe,t @arsinoma ser+iks
dengan anemia ringan
- "nfus ?8 # tpm
- "nj 6sam traneFamat
3F5 mg
- "nj <eftriaFone 1F1g
dalam p= 1 ,,
- <ek )b
- 4ro transfusi
4?<
- -S>

39
* 6pril #1*
S 4 A P
- 4asien
mengatakan nyeri pada
perut bagian bawah
berkurang
- Tidak ada darah yang
keluar dari kemaluan
- 4asien merasa
enakan
- keluhan pusing,
/6/, /6@ 2-3
@- 7 <ukup
@esadaran 7 <M
TTG
T 7 1#D&
0adi 7 ' FDmenit
?? 7 # FDmenit
Suhu 7 3.,5 M <
@D8 7 aDiD,Dd 7 -D-D-D-
6bd 7 nyeri tekan 2L3
teraba massa # jari
atas symp
/- 2L3
>enetalia eksterna 7
!arah 2-3

)b 7 11,3 g D dl
-S> 7
- Mioma submukosa
23,' F *,33
- Simple o+arium kista
posterior 25,3 F 3,$3

Mioma -teri dan Simple
o+arium @ista
4asien pulang paksa
40
BAB I7
PEMBAHASAN
#.1. Anamnesa
!ari anamnesa didapatkan data bahwa pasien keluar darah dari kemaluan sejak lima
bulan yang lalu, awalnya keluar sedikit-sedikit. Mulai # hari ini darah yang keluar semakin
banyak sehingga pasien mengganti pembalut hingga # kali 2K 1 ,,3. !arah yang keluar
berwarna merah segar disertai dengan gumpalan. 6danya keluhan keluarnya darah dari
kemaluan ini menandakan pasien mempunyai kelainan pada organ genetalia interna. 4ada
karsinoma ser+iks adanya perdarahan biasanya terjadi pada stadium lanjut. Terjadi kerusakan
jaringan ser+iks, sehingga tampak seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah
berdarah. @eluhan perdarahan ini terjadi pada '5 1 &% pasien @arsinoma ser+iks yang
biasanya terjadi segera setelah senggama, tapi pada pasien ini tidak terdapat keluhan tersebut.
/ila dibandingkan dengan Mioma uteri, pada 3 % pasien dengan mioma uteri juga
akan terdapat perdarahan. 4erdarahan abnormal berupa hipermenorhea dapat disebabkan oleh
beberapa faktor antara lain 4eningkatan ukuran permukaan endometrium, peningkatan
+askularisasi aliran darah ke uterus, gangguan kontraktilitas uterus, ulserasi endometrium
pada mioma submukosum, dan kompresi pada pleksus +enosus didalam myometrium.
@eluhan pasien lainnya adalah nyeri perut bagian bawah yang terjadi terus menerus.
4ada karsinoma ser+iks stadium dini, nyeri ini tidak didapatkan, ke,uali bila stadium sudah
lanjut atau terdapat trauma pada ser+iks ,ontohnya saat senggama. Sedangkan pada mioma
uteri bila sudah menimbulkan nyeri maka kemungkinannya karena degenerasi akibat oklusi
+askuler, infeksi, torsi dari mioma yang bertangkai maupun akibat kontraksi miometrium
yang disebabkan oleh mioma subserosum.
4asien juga mempunyai keluhan berupa keputihan yang berbau amis. @eputihan
adalah salah satu tanda @arsinoma ser+iks yang patut diwaspadai sejak dini. )anya saja tidak
ditanyakan lebih detail keputihannya sejak kapan, seperti apa gambarannya 2warna dan
41
konsistensinya3, dan apakah terdapat rasa gatal atau darah yang menyertainya. @arena
6namnesa yang tidak lengkap sehingga tidak dapat dipastikan karena selain @arsinoma
ser+iks, keputihan pada wanita juga dapat disebabkan karena mikroorganisme seperti bakteri,
jamur, parasit, +irus dan faktor psikologis. Siklus menstruasi yang tidak teratur pada 1 tahun
ini merupakan fa,tor resiko terbentuknya @ista o+arium.
Selama # hari ini pasien mengeluh kepalanya pusing, terutama saat bangun dari
tempat tidur, berjalan sepoyongan, dan badannya lemas sehingga pasien tidak dapat bangun
dari tempat tidur. "ni merupakan tanda-tanda akibat perdarahan yang keluar melalui
kemaluannya.
@eluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa. ?iwayat keluarga penting untuk
diketahui karena terdapat fa,tor keturunan pada karsinoma ser+iks dan mioma uteri. 4ada
riwayat obstetri didapatkan pasien mempunyai # orang anak, yang pertama usia #& tahun, dan
anak kedua usia #5 tahun. 4ada pasien ini tidak didapatkan faktor resiko untuk terjadinya
karsinoma ser+iks ataupun mioma uteri bila dilihat dari segi obstetrik, pada karsinoma
ser+iks fa,tor resikonya adalah wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali 2multiparitas3
sementara faktor resiko terjadinya mioma uteri terdapat pada pasien yang mengalami
nullipara atau yang kurang subur.
4ada anamnesa tidak ditanyakan dengan detail mengenai fa,tor resiko karsinoma
ser+iks lainnya seperti umur berapa pasien pertama kali melakukan hubungan seksual,
kebersihan organ kewanitaan sebelum, saat dan sesudah melakukan hubungan, dan riwayat
infeksi pada organ kewanitaan sebelumnya.
#.2. Pemeri%saan 1isi%
/erdasarkan pemeriksaan fisik, didapatkan konjungti+a anemis, hal ini disebabkan
oleh adanya perdarahan per+aginam yang banyak sehingga pasien mengalami anemia. Selain
itu juga pada pemeriksaan laboratorium didapatkan )b pasien 5,1 grDdl yang juga disebabkan
oleh perdarahan uterus yang berlebihan, hal ini mendukung diagnosa mioma uteri. 4ada
pemeriksaan ginekologi luar, pada "nspeksi didapatkan perut tampak datar, tidak ada tanda-
tanda radang dan bekas operasi, dan terdapat perdarahan per+aginam, pada palpasi teraba
massa # jari diatas symphisis, konsistensi padat lunak, dan terdapat nyeri tekan. hal ini
memperkuat diagnosis mioma uteri karena teraba adanya massa pada uterus. Tapi, pada
pemeriksaan dalam didapatkan porsio berdungkul, 6dneFa, parametrium deFtra et sinistra
42
dan ,a+um douglasi tidak ada kelainan. Terdapat darah 2L3. 4orsio yang berdungkul ini
adalah tanda dari karsinoma ser+iks, sehingga pasien didiagnosa awal dengan suspe,t
karsinoma ser+iks dengan anemia berat tanpa dilakukan -S> terhadap massa # jari di atas
symphisis. )al ini dikarenakan pasien datang dengan keluhan anemia berat karena
perdarahan, sehingga diutamakan terlebih dahulu perbaikan keadaan umum pasien, setelah
keadaan umum membaik, maka diren,anakan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan
diagnosis.
#.". Pemeri%saan Pen.n(an!
4asien ini didiagnosa awal dengan suspe,t @arsinoma ser+iks karena pada
pemeriksaan dalam didapatkan porsio berdungkul, sehingga diren,anakan biopsi dan ternyata
saat diperiksa menggunakan inspikulo dan pemeriksaan dalam ulang didapatkan kesan bukan
suatu keganasan, sehingga biosi tidak jadi dilakukan. Sehingga diagnose akhir adalah Mioma
-teri dan Simple o+arium kista berdasarkan pemeriksaan -S>.
#.#. Dia!nosa
4ada pasien ini di diagnosa berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang. @arsinoma ser+iks ditegakkan dari anamnesa yaitu adalah
perdarahan dan pada pemeriksaan dalam yang didapatkan portio berdungkul, sedangkan
diagnose Mioma uteri ditegakkan dari 6namnesa adanya perdarahan per+aginam dan rasa
nyeri, sedangkan dari pemeriksaan fisik adalah terabanya massa padat lunak # jari diatas
symphisis dan pemeriksaan inspikulo dan pemeriksaan dalam ulang didapatkan kesan mioma
uteri.
!iagnose pasti berdasarkan hasil -S> yaitu ditemukan adanya Mioma -teri dan
Simple o+arium kista.
#.$. Penataa%sanaan
4enatalaksanaan mioma uteri berdasarkan besar ke,ilnya tumor, ada tidaknya keluhan,
umur dan paritas penderita. Nang lebih penting adalah penanganan konser+atif untuk
memperbaiki keadaan umum. 4ada pasien ini diperbaiki terlebih dahulu 6nemia beratnya
dengan mengurangi perdarahan dan menaikkan hemoglobin. Setelah keadaan umum pasien
membaik, diren,anakan dilakukan tindakan operatif mengingat pasien memiliki keluhan
43
utama berupa perdarahan per+aginam abnormal yang berat namun pasien pulang paksa
sebelum dilakukan tidakan tersebut. Sedangkan untuk kista o+arium simpleks biasanya tidak
membutuhkan terapi. Terapi bedah diperlukan pada kista o+arium simpleks persisten yang
lebih besar dari 1 ,m.
/6/ "G
4:0-T-4
*.1 ?angkuman
4ada pasien ini awalnya di didiagnosa dengan suspe,t @arsinoma ser+iks dengan
anemia berat sebelum diagnose akhir yaitu Mioma -teri dan Simple o+arium kista
berdasarkan hasil pemeriksaan penujang yaitu -S>. !iagnose awal tersebut dikarenakan
adanya keluhan perdarahan per+aginam dan didapatkan portio berdungkul pada pemeriksaan
dalam. Tapi pada saat akan dilakukan biopsy, dari pemeriksaan menggunakan inspikulo dan
dilakukan pemeriksaan dalam ulang didapatkan kesan berupa Mioma uteri, sehingga
dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosanya. /iopsy tidak jadi
dilakukan
*.# Saran
Seharusnya pada pasien ini ditanyakan lebih detail mengenai fa,tor-faktor resiko
terjadinya karsinoma ser+iks dan keputihan yang dialami pasien, sejak kapan, seperti apa
gambarannya 2warna dan konsistensinya3, dan apakah terdapat rasa gatal atau darah yang
menyertainya. Sehingga bila data anamnesa yang didapatkan tidak memenuhi kemungkinan
karsinoma ser+iks, dapat dipikirkan kemungkinan lainnya. Selain itu terabanya massa dua
jari di atas symfisis pubis seharusnya tidak diabaikan, karena dapat menunjang kemungkinan
diagnose yang lebih signifikan.
44
!69T6? 4-ST6@6
1. Thomas :A. The aetiology and phatogenesis of fibroids. "n 7 Shaw ?(. eds. 6d+en,es in
reprodukti+e endo,rinology uterine fibroids. :ngland 1 0ew Aersey 7 The 4hartenon
4ublishing >roup, 1$$# ; 1 1 &. !iakses 5 april #1*.
http7DDdigilib.unsri.a,.idDjurnalDhealth-s,ien,esDmioma-uteriDmrdetailD$.D
#. /a=iad 6. 4engobatan medikamentosa mioma uteri dengan analog >n?). !alam 7
:ndokrinologi ginekologi edisi kedua. Aakarta 7 Media 6es,ulapius 9@-", #3; 151 1
15.. !iakses 5 april #1*. http7DDdigilib.unsri.a,.idDjurnalDhealth-s,ien,esDmioma-
uteriDmrdetailD$.D
3. /radley A, Goorhis G. Management options for uterine fibroids, "n 7 Marie <hesmy,
)eather (hary eds. <lini,al obstetri, and >yne,ology. 4hiladelphia 7 8ippin,ott
(illiams and (ilkins, #1 ; 31* 1 315. !iakses 5 april #1*.
http7DDdigilib.unsri.a,.idDjurnalDhealth-s,ien,esDmioma-uteriDmrdetailD$.D
*. S,hwart= MS. :pidermiology of uterine leiomiomata. "n 7 <hesmy M, )eather, (hary
eds. <lini,al Bbstetri, and >ine,ology. 4hiladelphia 7 8ippin,ott (illiams and (illkins,
#1 ; 31. 1 31&. !iakses 5 april #1*. http7DDdigilib.unsri.a,.idDjurnalDhealth-
s,ien,esDmioma-uteriDmrdetailD$.
5. Nuad )., #'. "iomectomi #ada Kehamilan. !iakses 5 april #1* dari 7
http7DDwww.ksuheimi.blogspot.,om.
.. Suwiyoga @, #3. "ioma $teru dalam Bu%u #edoman &iagnoi-Terapi dan Bagan
'lir #elayanan #aien. SM9 Bbsgin 9@ -0-! ?S Sanglah, !enpasar. #1-#.
'. Sutoto A. S. M., #5. Tumor (ina% pada 'lat-alat )enital dalam Bu%u Ilmu Kandungan.
Nayasan /ina 4ustaka Sarwono 4rawirodihardjo, Aakarta.33&-3*5
45
&. Santoso, #'. "ioma $teri. !iakses 5 april #1* dari 7
http7DDwww.pinker===3.blogspot.,om..
$. Ae+uska B, #'. "ioma )eburt. !iakses 5 april #1* dari7
http7DDwww.on,eje+uska.blogspot.,om.
1. 6nonim, #&, /iomolekuler mioma uteri. !i akses 31 Auli #1# dari7
http7DDdigilib.unsri.a,.idf.
11. Mu=akir. #&. 4rofil 4enderita Mioma -teri di ?S-! 6rifin 6,hmad 4ro+insi ?iau
4eriode 1 Aanuari-31 !esember #..
120 )adibroto /?, #5. Mioma -teri. Majalah @edokteran 0usantara Gol. 3& 0o. 3
September #5. !epartemen Bbstetri dan >inekologi 9akultas @edokteran -ni+ersitas
Sumatera -tara, ?S-! ). 6dam Malik Medan. !iakses 5 april #1* dari7
http7DDrepository.usu.a,.idDbitstreamD1#3*5.'&$D155'.D1Dmkn-sep#5-%#2$3.pdf
13. ?asad S. #5. ?adiologi !iagnostik :disi @edua, editor7 ekayuda ". Aakarta7 9@-". ##
1*. Mo,htar, ?ustam. 1$&$ . Synopsis obstetri,. Aakarta 7 :><. 3*-3.
15. 8iewellyn, !erek dan Aones. #1. !asar-!asar Bbstetri dan >inekologi. :disi ..
Aakarta7 :><. 11-1'
1.. Mardjikoen 4raswoto. Tumor >anas 6lat >enital. !alam "lmu @andungan ed.#.
Nayasan /ina 4ustaka Sarwono 4rawirahardjo. Aakarta, 1$$$; 1*73&-3$.
1'. 6rif Mansjoer dkk.#. @apita Selekta @edokteran. :disi 3 , Ailid 1. :>< 7 Aakarta. .&
1&. 6=i=, M.farid ./uku 6,uan B0@B8B>" >"0:@B8B>" . :disi * <etakan 1. #..
Aakarta7 Nayasan /ina 4ustaka Sarwono 4rawirohardjo 2/4-S43. $&-113
1$. (iknjosastro ). Tumor Ainak 4ada 6lat >enital !alam /uku "lmu @andungan:disi #.,
editor7 Saifuddin 6./,dkk. Aakarta7 Nayasan /ina 4ustakaSarwono 4rawirohardjo.#57
3*5-3*..
#. Sastrawinata, Sulaiman. dkk. #*. "lmu @esehatan ?eproduksi7 Bbstetri 4atologi.:disi
#. Aakarta7 :>< hal 71*
#1. /akta, " Made dkk. 6nemia !efisiensi /esi. !alam 7 /uku 6jar "lmu 4enyakit !alam.
6ru ( Sudoyo 2:ditor3. /alai 4enerbit -". Aakarta, #.. $-3$
##. Tjokroprawiro, 6skandar, dkk. /uku 6jar 4enyakit !alam . 9akultas @edokteran
-ni+ersitas 6irlangga ?S 4endidikan !r. Soetomo Surabaya. 6irlangga -ni+ersity
4ress. #'. 1*3-1**
46