Anda di halaman 1dari 4

Isomerisasi

Contoh yang paling umum dalam isomerisasi adalah konversi normal


butana menjadi isobutana dan konversi parafin menjadi isoparafin.
Isomerisasi parafin dan naften merupakan reaksi reversibel orde satu
yang dibatasi oleh kesetimbangan termodinamika. Reaksi ini pada
umumnya merupakan reaksi eksotermis dan tidak dapat terjadi reaksi
secara nyata tanpa adanya bantuan katalis.
Katalis yang bisa digunakan antara lain adalah alunimium klorida yang
dipromosi dengan asam klorida, serta katalis padatan mengandung
platinum.

Jenis-Jenis Isomerisasi

1. Isomerisasi dengan Katalis aluminium Klorida
Proses yang biasa dilakukannya adalah Isomerisasi Butana
menjadi Isobutana, Pentana menjadi Isopentana, Nafta atau fraksi n-
Heksana menjadi Isoheksana.
2. Isomerisasi dengan Katalis logam mulia
Katalis yang digunakan adalah platina atau logam-logam lain
berada dalam unggun tetap dan dapat diregenerasi.



Reaksi Isomerisasi


Proses Isomerisasi

Proses isomerisasi katalitik ditujukan untuk mengkonversi umpan
nafta ringan (C5C6) berangka oktana rendah (RON 6570) menjadi
produk isoparafin berangka oktana tinggi (RON 8792) dengan
sensitivitas (RONMON) rendah (baik) dengan bantuan katalis
bifungsional. Umpan normal parafin dan isoparafin bercabang tunggal
mengalami isomerisasi menjadi isoparafin bercabang banyak,
berangka oktana tinggi.