Anda di halaman 1dari 25

C.

GOLONGAN
ALKALI
DAN ALKALI TANAH
Kelompok 2:
-Agung Tambara -Ersi Dwi Utami
-Bambang Swedy -Ita Putriani
-Eko Suryanto -Putri Ayu Suciati
Golongan ini bersifat :
- Unsur logam sangat aktif;
- Mengkilat, lunak, dan dapat ditempa;
- Titik lelehnya sangat rendah bila dibandingkan
dengan golongan logam lain;
- Penghantar panas dan listrik yang baik;
- Pada suhu kamar berupa zat padat;
- Dalam satu golongan dari atas ke bawah: titik
didih, titik lebur dan energi ionisasinya makin
berkurang, kereaktifannya semakin bertambah.
a. Sifat Periodik Logam Alkali
- Sulit mengalami reduksi dan mudah mengalami oksidasi
- Termasuk zat pereduksi kuat (memiliki 1 buah elektron)





Sifat
Unsur

Elektron
Valensi
Jari-Jari
Atom
Keelektro
negatifan
Energi
Ionisasi
Potensial
Reduksi
Li
Na
K
Rb
Cs
2s
1

3s
1

4s
1

5s
1

6s
1

1,52
1,86
2,27
2,47
2,65
0,98
0,93
0,82
0,82
0,79
520,2
495,8
418,8
403,0
375,7
-3,045
-2,7109
-2,924
-2,925
-2,923
Logam Logam Alkali Berbentuk Padat
Pada Suhu Ruangan
Lithium
Natrium
Rubidium
b. Sifat Fisik Logam Alkali
- Semua unsur berwujud padat pada suhu ruangan. Khusus Sesium
(Cs) berwujud cair pada suhu di atas 28
- Unsur Li, K, Na sangat ringan. Hal tersebut karena kerapatannya
lebih kecil dari 1,0 g/mL
Unsur Kerapatan Titik Leleh Titik Didih
Li
Na
K
Rb
Cs
0,534
0,971
0,862
1,532
1,878
180,54
97,81
63,65
38,89
28,40
1,347
903,8
774
688
678,4
C. Sifat Kimia Unsur Logam Alkali
1. Kereaktifan Logam Alkali
- Dengan Oksigen membentuk Oksida
4M + O
2
2M
2
O
- Membentuk Peroksida
2M + O
2
M
2
O
2
(dipanaskan dengan udara)
contoh : 4Na + O
2
2Na
2
O
- Dengan Halogen ( X
2
)
Membentuk Halida
2M + X
2
2MX
Contoh : 2Na + Cl
2
2NaCl
- Dengan Belerang
Membentuk Sulfida
2M + X
2
2MX
Contoh : 2Na + S Na
2
S
- Dengan Air
Air tereduksi menjadi H
2

dan hasilnya adalah
basa.
M + H
2
O H
2
+ MOH
Contoh : 2Na + H
2
O
H
2
+ NaOH
- Dengan Hidrogen
Membentuk Hidrida,
bilangan oksida H=-1
2M + H
2
2MH
Contoh : 2K + H
2
2KH




- Dengan Nitrogen
Membentuk Nitrida
6M + N
2
2M
3
N (
hanya Li)
Contoh : 6Li + N
2

2Li
3
N
- Dengan Asam
Larut dengan cepat
menghasilkan gas
M + 2H
+
M
+
+ H
2

Contoh : 2K + 2HCl
2KCl + H
2

2. Sifat Logam dan Sifat Basa Alkali
Logam alkali atau oksida alkali dapat
bereaksi dengan air membentuk senyawa
basa kuat LOH. Semakin kebawah sifat
logam alkali semakin kuat. Oleh karena itu,
sifat basa golongan alkali semakin kebawah
semakin kuat
3. Kelarutan Basa LOH
Basa senyawa alkali semuanya mudah larut
dalam air, kelarutannya dalam air semakin
kebawah semakin besar.



4. Warna Nyala Logam Alkali
Untuk mengetahui warna nyala dari logam-logam alkali, kita harus
mengeksitasikan unsur-unsur logam tersebut. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara membakar (uji nyala) senyawa-senyawanya.
2. Sifat Unsur Golongan Alkali Tanah
- Merupakan logam yang ringan dan sangat reaktif
- Berwarna putih keperak-perakan
- Titik didih dan titik lelehnya lebih tinggi dari logam alkali
- Dari satu golongan makin ke bawah :
- a. makin reaktif
- b. kelarutan M(OH)
2
dan MC
2
O
4
makin besar
- c. kelarutan garam SO
4

2-
, CrO
4

2-
, dan CO
3

2-
makin
kecil
- d. berilium bersifat amfoter
a. Sifat Periodik Alkali Tanah
mudah mengalami oksidasi
`
memiliki 2 buah elektron sehingga tidak sekuat
golongan alkali
b. Sifat Fisik Logam Alkali Tanah
Semua unsurnya berwujud padat pd suhu
ruangan
Kerapatan logam alkali tanah lebih besar,
sehingga logam alkali tanah lebih keras
Jika garam dari unsur-unsur logam di bakar, akan
memberi warna keras, seperti:
Kalsium (Ca) : jingga, merah
Stronsium (Sr) : Merah bata
Barium (Br) : Hijau


c. Sifat Kimia Alkali Tanah
1. Kereaktifan Alkali Tanah

Dengan Oksigen
Membentuk oksida
2L + O
2
-> 2LO
L logam alkali tanah
- Membentuk peroksida
L + O
2
-> LO
2

(Ba mudah, Sr dengan tekanan
tinggi, CaO
2
sulit)

Contoh :
2Ca + O
2
-> 2 CaO
2Mg + O
2
-> 2 MgO
(dipanaskan)
Ba + O
2
-> BaO
2

Dengan Halogen (X
2
)
Membentuk halida
L + X
2
-> LX
2

Contoh:
Ca + F
2
-> CaF
2



Mudah bereaksi dengan unsur non logam
Bersifat reaktif
- Dengan Belerang
Membentuk sulfida
L + X
2
-> LX
2

Contoh
Mg + S -> MgS


Dengan Air
Air tereduksi menjadi H
2
dan
hasil lainnya adalah basa
L + H
2
O -> H
2
+ L (OH)
2

Contoh
Ca + H
2
O -> H
2
+ Ca (OH)
2



Dengan Hidrogen
Membentuk hidrida, bilangan
oksida H = -1
L + H
2
-> LH
2

Contoh
Mg + H
2
-> MgH
2


Dengan Nitrogen
Membentuk nitrida
3L + N
2
-> L
3
N
2
(dengan
pemanasan)
Contoh:
3Mg + N
2
-> Mg
3
N
2
Larut
dengan cepat menghasilkan
gas.
L + 2H
+
-> L
2+
+ H
2

Contoh
Mg + 2HCl -> MgCl
2
+ H
2



2) Sifat Logam dan Sifat Basa L(OH)
2

Dari berilium ke barium, sifat logam dan sifat basa logam alkali tanah
semakin kuat. Logam berilium bersifat amfoter sehingga Be(OH)2 bersifat
amfoter pula, yaitu dapat bereaksi dengan asam maupun basa. Jika
bereaksi dengan asam maka akan membentuk basa dan juga sebaliknya.

3) Kelarutan Basa L(OH)
2

Sifat basa dari Be(OH)
2
ke Ba(OH)
2
semakin kuat. Hal ini berkaitan dengan
kelarutan basa dalam air dari Be(OH)
2
ke Ba(OH)
2
yang semakin besar.
Semakin banyak basa terlarut, kemungkinan ionisasi membentuk OH-
semakin besar sehingga basa semakin kuat.
Data Kelarutan Unsur Alkali Tanah










Senyawa L(OH)2 Kelarutan*
Be(OH)
2

Mg(OH)
2

Ca(OH)
2

Sr(OH)
2

Ba(OH
)2

**
0,001
0,17
0,77
3,7
Ket:
* :Kelarutan di ukur dari basa
anhidrat yang dilarutkan dalam
100ml air
** :nilai kelarutan Be(OH)
2
sangat
kecil
4) Sifat Diagonal
Logan alkali dan logam alkali tanah, serta logam alkali
tanah dan unsur golongan IIIA memiliki kemiripan sifat.
Misalnya, Li dan Mg serta Be dan Al. Sebagai contoh,
unsur Be dan Al keduanya bersifat amfoter.

5) Warna Nyala Alkali Tanah




Kekhasan warna nyala dari kation logam tersebut dapat
digunakan untuk mengidentifikasi (analisis kualitatif)
suatu senyawa.

Unsur Warna
Ca
Sr
Ba
Jingga merah
Merah bata
Hijau
Warna Nyala Alkali Tanah
Stronsium
Kalsium
6) Kelarutan dan Pengendapan Senyawa Alkali Tanah
a) Kelarutan
Pengendapan suatu garam yang sukar larut dalam air dapat digunakan
untuk analisis kualitatif yaitu mengidentifikasi suatu kation logam alkali
tanah. Untuk garam yang memiliki harga Ksp kecil (sukarlarut),jika kationnya (misal Ba

+
) dicampurdengan anion (misal SO4) akan membentukendapan BaSO4. Beberapa
endapan memilikiwarna dan intensitas warna yang berbeda sehingga data tersebut
dapat digunakan untuk analisis kuantitatif.

Senyawa

Ion L
2+

L(OH)
2
LSO
4
LCO
3
LCrO
4
LCO
3

Mg
2+

Ca
2+

Sr
2+

Ba
2+

1 x 10
-3

0,17
0,77
3,7
35,43
0,20
1,1 x 10
-2

2,3 x 10
-4

0,1
1,3 x 10
-3

1,1 x 10
-3

2,3 x 10
-3

73,0
0,40
0,12
3,8 x 10
-4

2,03
5,6 x 10
-4

4,6 x 10
-3

8,6 x 10
-3

b. Pengendapan

Pengendapan suatu garam yang sukar larut,
dalam air dapat digunakan untuk analisis kualitatif,
yaitu mengidentifikasi suatu kation logam alkali
tanah. Untuk garam yang memiliki harga Ksp kecil
(sukar larut), jika kationnya (misal Ba
2+
) dicampur
dengan anion (misal, SO
4
2-
) akan membentuk
endapan BaSO
4.
Beberapa endapan memiliki
warna dan intensitas warna yang berbeda
sehingga data tersebut dapat digunakan untuk
analisis kualitatif.

Air Sadah adalah air yang mengandung
kation alkali tanah seperti : Mg
2+
, Ca
2+
atau
bermuatan 2+, (Fe
2+
, Mn
2+
). Penyebab kesadahan
air adalah Karena Kation Logam multivalen
dapat bereaksi dengan sabun membentuk suatu
endapan sehingga mengurangi kemampuan
sabun. Dan kation tersebut dengan adanya
anion yang terlarut dalam air akan
menyebabkan terjadinya kerak.

a. Jenis Kesadahan Air

1) Kesadahan Sementara

Jika mengandung ion bikarbonat (HCO
3
-
)
Senyawa Ca(HCO
3
)
2
atau Mg(HCO
3
)
2

Dapat dihilangkan secara fisika dengan pemanasan sehingga air
terbebas dari ion Ca
2+
atau Mg
2+

Ca(HCO
3
)
2
(aq)
dipanaskan
CaCO
3

(s)
+ H
2
O
(aq)
+ CO
2

(q)


2) Kesadahan Tetap

Jika mengandung anion bikarbonat (dari kation Ca
2+
atau Mg
2+
),
berupa : Cl
-
, NO
3
-
, dan SO
4
2-

Dapat dihilangkan melalui reaksi kimia dan pereaksi yang
digunakan adalah larutan karbonat, yaitu : Na
2
CO
3

(aq)
Atau K
2
CO
3

(aq)

Mg(NO
3
)
2
(aq) + K
2
CO
3

(aq)
MgCO
3

(s)
+ 2KNO
3

(aq)


b. Pelunakan Air Sadah Dalam Industri

1. Resin pengikat kation dan anion.
Kesadahan ini umumnya dihilangkan menggunakan resin
penukar ion. Resin pelunak air komersial dapat digunakan
dalam skala kecil, meskipun demikian tidak efektif digunakan
untuk sekala besar. Resin adalah zat yang punya pori yang
besar dan bersifat sebagai penukar ion yang berasal
dari polysterol, atau polyakrilatyang berbentuk granular atau
bola kecil dimana mempunyai struktur dasar yang bergabung
dengan grup fungsional kationik, non ionik/anionik atau asam.
Sering kali resin dipakai untuk menghilangkan molekul yang
besar dari air misalnya asam humus, liqnin, asam sulfonat.
Untuk regenerasi dipakai garam alkali atau larutan natrium
hidroksida, bisa juga dengan asam klorida jika dipakai resin
dengan sifat asam. Dalam regenerasi itu dihasilkan eluen
yang mengandung organik dengan konsentrasi tinggi. Untuk
proses air minum sampai sekarang hunya dipakai resin
dengan sifat anionik.

2. Menggunakan Zeolit.
Zeolit memiliki rumus kimia Na
2
(Al2SiO
3
O
10
).2H
2
O
atau K
2
(Al
2
SiO
3
O
10
).2H
2
O. zeolit mempunyai struktur
tiga dimensi yang memiliki poripori yang dapat dikewati
air. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan ditukar dengan ion Na+
dan K+ dari zeolit, sehingga air tersebut terbebas dari
kesadahan.
Cara paling mudah untuk mengetahui air yang
selalu anda gunakan adalah air sadar atau bukan
dengan menggunakan sabun. Ketika air yang anda
gunakan adalah air sadah, maka sabun akan sukar
berbiuh, kalaupun berbuih, berbuihnya sedikit. Kemudian
untuk mengetahui jenis kesadahan air adalah dengan
pemanasan. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan,
sabun tetap sukar berbuih, berarti air yang anda
gunakan adalah air sadah tetap.

Jawaban Pertanyaan
1. Dikatahui Ksp Ca(OH)
2
= 3,7 x 10-6 dan Ksp Ba(OH)
2

= 5 x 10-2. Berdasarakan data di antara keduanya
yang memiliki sifat basa yang paling kuat?
Jwb:
Dari data diketahui bahwa kelarutan Ba(OH)2 lebih
besar daripada Ca(OH)2. Jika kelarutan suatu zat
semakin besar, berarti semakin banyak zat tersebut
yang larut dan kemungkinan terionisasi juga semakin
besar. Semakin ion OH- yang dihasilkan, berarti sifat
basa semakin kuat. Maka diantara keduanya yang
lebih kuat sifat basanya adalah Ba(OH)2.
2. Suatu larutan yang mengandung ion logam alkali
ditempatkan dalam empat buah tabung reaksi. Ke
dalam tabung reaksi pertama ditambahkan larutan KOH
0,1 M, tabung reaksi kedua ditambah larutan K2SO4 0,1
M, tabung reaksi ketiga ditambah larutan Na2CrO4 0,1
M, dan tabung reaksi keempat ditambahkan larutan
K2CO3 0,1 M.
Dari percobaan tersebut, diperoleh data sebagai berikut.






Jawaban:
Kesimpulan : Larutan yang diuji mengandung ion Mg2+
Tabung Reaksi Hasil
Pengamatan
1
2
3
4
Endapan Putih
Bening
Bening
Endapan Putih
3. a. Apakah yang dimaksud dengan air sadah dan apa akibatnya dari
adanya air sadah?
Jawaban:
Air sadah (hard water) adalah air yang mengandung kation
Ca2+ atau Mg2+. Kesadahan air, biasanya dinyatakan sebagai
massa CaCO3 (mg) dalam 1L air. Jika kadar Ca2+ tinggi, biasanya
secara fisik air tersebut tampak keruh. Batasan kesadahan air
adalah 500 bpj (500 mg CaCO3 dalam 1L air)
Akibat dari adanya air sadah adalah air sadah dapat
mengendapkan sabun sehingga sabun kurang berbusa.
b. Kerugian apa yang ditimbulkan apabila menggunakan air sadah?
Jawaban:
Sabun menjadi kurang berbusa karena ion Ca2+ atau ion
Mg2+ bereaksi dengan sabun membentuk endapan. Ca2+ +
2RCOONa -> Ca(RCOO)2 + 2Na+. Air sadah tidak boleh ada sama
sekali pada industri pencucian tekstil atau kertas. Jika terjadi
pengendapan dengan sabun, pewarnaan kain atau kertas menjadi
tidak merata.
Air sadah dapat menyebabkan pembentukan kerak pada ketel
uap (steam boiler) dan pipa uap sehingga untuk menguapkan air
tersebut diperlukan pemanasan yang lebih lama. Hal ini merupakan
pemborosan energi. Selain itu, adanya kerak pada pipa uap juga
dapat menyebabkan penyumbatan sehingga dikhawatirkan pipa
tersebut akan meledak.