Anda di halaman 1dari 24

INTEGRASI LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN

Mata Kuliah Perubahan Lingkungan Global
Dosen Prof. Dr. Ahmad Bey

OLEH :
KELOMPOK 2
Ita Junita Puspa Dewi (P062090151)
Fachrudin Majeri Mangunjaya (P06209091)
Puspita Deswina (P062090101)
Ali Zum Mashar (P062090131)

PSL 2009

[Type text] Page 1

DAFTAR ISI

I.PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Tujuan Penulisan
II. Hubungan Manusia dengan Lingkungan
1. Simbiosis Manusia dengan Alam
2. Periode Masteri terhadap alam
3. Material Growth
4. Pembangunan Berkelanjutan
4.1.Konsep Pembangunan berkekanjutan
4.1.1. Ekonomi
4.1.2. Sosial
4.1.3. Ekologi
4.2.Isu yang mendasari pemikiran pembangunan berkelanjutan.
5. Globalisasi
5.1.Isu global tentang perubahan lingkungan
5.1.1. Perubahan iklim
5.1.2. Keanekaragaman hayati
III. Upaya Integrasi Lingkungan dan Pembangunan
1. Interelasi unsur ekonomi dan sosial
2. Interelasi ekonomi dan lingkungan
3. Interelasi sosial dan lingkungan
IV. Kesimpulan
V. Pustaka

I. Pendahuluan

[Type text] Page 2

Hasil dari konferensi tersebut dibentuklah United Nations for Environmental Program (UNEP) yang pada tahun 1972. Setalah tahun tersebut UNEP dipimpin oleh Mustafa K Tolba. Latar Belakang Manusia memerlukan pembangunan sebagai bentuk pemenuhan hajat hidup untuk mengisi kebutuhan dari tingkatan primer (basic needs) misalnya pengolahan pangan. perlahan-lahan mulai disadari bahwa sebagai dampak intervensi pembangunan untuk keperluan manusia. pendidikan dan keperluan kesehatan. Semula pembangunan berjalan begitu saja tanpa memperhatikan lingkungan. ternyata lingkungan bertambah rusak. Begitu pula Indonesia dan Negara berkembang yang lain melihat pembangunan sebagai tujuan bersama dalam menuju kesejahteraan masyarakat dan pencapaian pendapatan (ekonomi) yang lebih baik. masalah lingkungan dilihat terpisah dari pembangunan. keperluan lain yang sangat vital sifatnya dalam kehidupan manusia adalah sektor energi yang sangat penting untuk menghidupkan segala bentuk pembangunan dan perekomian baik dalam tingkatan mikro hingga makro. Sebelum itu pula masalah lingkungan hidup dibahas hanya di kalangan terbatas para ilmuwan international. Sebelum tahun 1970an. mantan delegasi Mesir dalam konferensi 1972 itu. Sejalan dengan kebutuhan tersebut. 1. sandang (pakaian) dan papan. [Type text] Page 3 . Disamping itu ada pula keperluan sekunder dan tersier . Maurice Strong ditunjuk sebagai direktur eksekutifnya hingga tahun 1992. dan juga bergaung hanya dikalangan akademisi di Indonesia. Baru di bulan Juni 1972 dilangsungkan pertemuan United Nations Conference on Human Environment –yang dipimpin oleh Sekjen PBB Maurice Strong—yang membicarakan tentang pentingnya manusia memperhatikan lingkungannya. yang apabila tidak dipenuhi pun tidak menyebabkan dampak berarti pada kehidupan manusia. Namun berangkat pada fakta.

ditandai dengan maraknya dunia international mulai memperhatikan integrasi antara pembangunan dan lingkungan. sosial dan lingkungan. Simbiosis Manusia Dengan Alam [Type text] Page 4 . sehinggga program program lingkungan hidup banyak masuk dalam program pemerintahan di banyak Negara. Dan pada tahun 1984. II. Barulah dalam sidang khusus UNEP tahun 1982. serta inter -relasi antar ketiga komponen tersebut. Sepuluh tahun antara 1972 hingga 1982. sekjen PBB membentuk komisi persoalan lingkungan dan pembangunan. Dokumen tersebut diterima dalam sidang khusus UNEP dan diterjemahkan dalam resolusi Environmental Perfective to the Year 2000 and Beyond. lahirlah World Comission on Environmental and Development (WCED) yang melahirkan laporan dan rekomendasi degan judul Our Common Future (Masa Depan Kita Bersama). 2. Dalam perkembangan berikutnya upaya mengintegrasikan lingkungan dalam pembangunan ini kemudian dikenal dengan istilah pembangunan berkelanjutan. Hubungan Manusia dengan Lingkungan 1. Tujuan lain dari penulisan ini adalah dalam upaya supaya kita mampu memahami dan mampu menjelaskan konsep pembangunan berkelanjutan berdasarkan tiga komponen utama: ekonomi. September 1987 yang salah satu pokok laporan WECD adalah mengintegrasikan lingkungan dalam pembangunan. resolusi ini bersama dengan laporan WECD Our Common Future diajukan resmi dalam Sidang Umum PBB.Tujuan Penulisan Makalah ini dimaksudkan ingin mengkaji perkembangan hubungan manusia dan lingkungan dikaitkan dengan usaha pemenuhan kebutuhannya. termasuk pembentukan kementrian lingkungan hidup di banyak Negara.

karena manusia merupakan sub sistem yang tergantung dengan keadaan alam. Pada periode ini. juga ditemukan alat alat untuk mengolah. Manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan budidaya. Material Growth [Type text] Page 5 . Saat ini kondisi alam sama sekali tidak terpengaruhi oleh eksistensi manusia. Manusia pada periode ini mengikuti ritme alam dan tidak ada unsur eksploitasi. 2. kehidupan sosial manusia dimulai dengan mengelompok dan timbul kepercayaan terhadap kemurahan alam (everything is Gods). misalnya dengan pemahaman untuk beralih dari budaya pengumpul menjadi budidaya. Pada awalnya manusia merupakan makhluk yang sangat bergantung dengan alam dengan tersedianya segala sumberdaya yang ada. Periode I hubungan manusia dan linggkungan merupakan sebuah simbiosis. hidup menetap dan menciptakan peralatan dan teknologi sederhana untuk menunjang kehidupannya. 3. Periode ini diisi dengan kemampuan manusia mengembangkan keterampilan dalam budidaya guna menunjang pemenuhan kebutuhan primer dalam kehidupannya. pengetahuan manusia terhadap alam dan lingkungan semakin berkembang. Keberadaan manusia menyatu dengan unsur unsur yang ada di alam dengan memanfaatkan peralatan sederhana seperti tombak dan alat berburu yang terbuat dari batu dan tulang. Disini terjadi keseimbangan dimana manusia menyatu dalam jaring sistem mata rantai makanan yang sederhana. Kehidupan saat itu merupakan masa pengumpul dengan cara berburu dan meramu apa yang ada di alam. Masteri Terhadap Alam Periode berikutnya dengan perkembangan budaya dan kemajuan berfikir manusia. baik pada tanaman maupun domestikasi hewan. Dengan kondisi ini. Manusia tidak menetap dan menyesuaikan diri dengan ritme alam.

Selain itu. Kita dapat memahami bahwa alam menyediakan dan mendukung perekonomian dengan sumber daya alam berupa bahan baku dasar dan energi. perikanan) maupun yang tidak dapat diperbaharui (batubara. dsb. minyak bumi) yang menjadi input bagi mesin ekonomi. siklus nutrisi. operasi dari siklus air. Periode ini dimulai pada tahun 1850-an dimana industrialisasi dan eksplaitasi sumber daya dalam yang melebihi daya dukung lingkungan dimulai untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia pada sektor pendapatan ekonominya. Sistem ekonomi kemudian mentransformasikan input ini menjadi output untuk memenuhi kebutuhan manusia (kayu menjadi kertas. regulasi dari komposisi gas-gas di atmosfer. Berbagai isu masalah kemudian timbul dalam kontek pembangunan pada dimensi lingkungan dan sosial yang pada dasarnya tidak terlepas dari aktivitas yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya melalui system ekonominya dalam memproduksi barang dan jasa. Namun diikuti dampak negatif tingginya kerusakan lingkungan yang semakin menurunkan tingkat kemanfaatan peningkatan pendapatan manusia. sampah industri yang volumenya melebihi kemampuan daya dukung lingkungan setempat akibat industrialisasi di negara-negara maju dan kerusakan ekosistem dan lingkungan di negara yang melakukan eksploitasi pertambangan energi dan mineral berpengaruh nyata pada kerusakan lingkungan yang menjadi pemicu pada kerusakan lingkungan global yang serius. Periode III hubungan manusia dengan lingkungannya adalah “material growth”. alam juga memberikan manusia nilai [Type text] Page 6 . minyak bumi menjadi BBM). Berbagai masalah lingkungan seperti polusi udara. perkebunan. Eksploitasi sumberdaya alam menjadi lokomotif dalam pembangunan dan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Dukungan ini dapat berupa regulasi iklim. baik yang dapat diperbaharui (dari hasil kehutanan. pertanian. Manusia akan mendapatkan kesenangan atau kepuasan dengan melihat langsung atau menikmati pesona keindahan alam (flora dan fauna). alam juga memberikan servis dalam memungkinkan sistem ekonomi menjalankan aktivitasnya.

1. Model pembangunan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia dengan mengeksploitasi sumber daya alam yang bellebihan sudah tidak cocok kehidupan manusiakedepan.1. Sejarah Pembangunan Berkelanjutan Pada awal periode 1970-an perhatian dunia tertuju pada kerusakan lingkungan biofisik seperti pengelolaan satwa liar. apalagi sampai mampu menjalankan sistem ekonomi. cair maupun gas. kerusakan lingkungan mulai terjadi karena menggunakan alam sebagai tempat sampah. Ini semua adalah nilai kepuasan yang ditawarkan oleh alam. 4. Namun sebaliknya. degradasi lahan dan desertifikasi yang kemudian berkembang pada isu lingkungan global. definisi pembangunan berkelanjutan yang telah dikenal oleh masyarakat luas yang dituangkan dalam Our Common Future atau Brundtland Report (WCED 1987:43): “Development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs”. sampai pada aktivitas konsumsi. yang dimulai dari eksploitasi sumber daya alam (material dan energi) untuk dijadikan bahan baku. Padahal tanpa adanya berbagai dukungan ini (basic life support) mustahil kelangsungan hidup manusia dapat terjaga. Diawali oleh terbitnya Brundtland Report pada tahun 1980. Pembangunan Berkelanjutan 4. konservasi tanah dan polusi air. [Type text] Page 7 . proses produksi. Dilanjutkan konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup yang diadakan di Stockholm Tahun 1972 dan suatu Deklarasi Lingkungan Hidup KTT Bumi di Rio de Janeiro Tahun 1992 yang menyepakati prinsip dalam pengambilan keputusan pembangunan harus memperhatikan dimensi lingkungan dan manusia serta KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg Tahun 2002 yang membahas dan mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan hidup.kepuasan/kebahagiaan yang dapat dinikmati secara langsung (amenity values). yang kesemuanya menghasilkan sampah baik sampah padat.

Pilar sosial unsur didalamnya meliputi masalah-masalah sosial. PBB pada tahun 2002 kembali menyelenggarakan konferensi di Johannesburg dengan judul “The 2002 World Summit for Sustainable Development” untuk mengevaluasi perkembangan penerapan visi pembangunan berkelanjutan di dunia. Forum for the Future. pertumbuhan ekonomi dan pendapatan serta stabilitas. masalah valuasi terhadap sumber daya. kriteria optimal dan efisiensi ekonomi. UK. pencegahan konflik. menjaga kelenturan sistem sosial dan budaya. dan (3) meninggalkan sumber daya alam yang baik bagi generasi yang akan datang. keadilan (equity). Development = path of human progress. mengakomudasi keragaman pan partisipasi dalam pembuatan keputusan. 2003:13): Sustainable = capacity to continue. Jadi sustainable development adalah (Forum for the Future. Pilar ekonomi unsur yang terkandung di dalamnya adalah efisiensi. Sepuluh tahun setelah Rio Conference. Secara prinsip penterjemahan difinisi dari pembangunan berkelanjutan di atas mengandung tiga unsur utama yaitu: (1) Peningkatan kualitas hidup secara kontinyu. Pendekatan yang digunakan adalah: people oriented (keragaman. (2) penggunaan sumber daya alam pada intensitas rendah. Pendekatan dalam Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas dari itu. 4. pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan (selanjutnya disebut 3 pilar unsur Pembangunan berkelanjutan). Pendekatan yang digunakan adalah konsep aliran pendapatan. memberikan gambaran untuk memahami pembangunan berkelanjutan sebagai berikut (Forum for the Future. Perbincangan dan perdebatan mengenai pembangunan berkelanjutan melahirkan Agenda 21 yang ditandatangani oleh 178 kepala negara sebagai langkah konkret bagi implementasi pembangunan berkelanjutan pada skala global. pemberdayaan masyarakat. Pilar ekologi unsur didalamnya seperti [Type text] Page 8 .2. 2003:13): “A path for human progress that has the capacity to continue”. partisipasi). multikultur dan konflik sosial.1. modal terjaga. pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi.

sumber daya alam. politik. Keberlanjutan Pertahanan Keamanan Otto Soemarwoto (2003) memberikan enam tolok ukur pembangunan berkelanjutan secara sederhana yang dapat digunakan baik untuk pemerintah pusat maupun di daerah untuk menilai keberhasilan [Type text] Page 9 . dan budaya. interaksi antara pilar ekonomi dan lingkungan akan menghasilkan isu seperti valuasi in ternalisasi dapak lingkungan. Interaksi antara pilar ekonomi dan sosial menghasilkan isu seperti equity intragenerasi (dalam satu generasi) menyangkut distribusi pendapatan dan kesempatan kerja. Keberlanjutan Sosial dan Budaya 4. polusi. menyatakan bahwa dalam pembangunan yang berkelanjutan terdapat aspek keberlanjutan yang perlu diperhatikan. maka diperlukan indikator-indikator pembangunan berkelanjutan yang tidak akan terlepas dari aspek-aspek tersebut diatas. Keberlanjutan Politik 5. yaitu: 1. Ketiga pilar tersebut memiliki interaksi yang saling mempengaruhi dan resultan antar pilar tersebut akan menimbulkan isu yangmenjadi bahasan dalam pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan konsep pembangunan agar dapat terukur. Keberlanjutan di Bidang Ekonomi 3. yaitu aspek ekonomi. Seputar Pemikiran Surna Tjahja Djajadiningrat. Menurut Djajadiningrat (2005) dalam buku Suistanable Future: Menggagas Warisan Peradaban bagi Anak Cucu. Pendekatan yang digunakan adalah menjaga kelenturan sistem biologi dan fisik terhadap perubahan. sosial. serta interaksi pilar sosial dan lingkungan akan menghasilkan isu seperti equity intragenerasi yaitu antar generasi sekarang dan yang akan datang dan juga isu partisipasi akar rumput. dan lain-lain. Keberlanjutan Ekologis 2.keragaman hayati. bukan konservasi yang statis. menjaga kelenturan dan kapasitas dinamis sistem unuk beradaptasi terhadap perubahan. ekologi.

Tantangan dalam Pilar Pembangunan Berkelanjutan Dimensi tantangan seputar isu dari tiga pilar pembangunan di era globalisasi digambarkan sebagai berikut: 2.1 Dimensi Ekonomi Masalah utama pada dimensi ekonomi adalah perubahan global dan globalisasi yaitu perubahan keadaan lingkungan hidup (ekologi) global. Keenam tolok ukur itu meliputi: a) pro lingkungan hidup. Globalisasi yang muncul sejak tahun 1990-an.1. b) pro rakyat miskin. c) pro kesetaraan jender.seorang Kepala Pemerintahan dalam pelaksanaan proses pembangunan berkelanjutan.1.3. globalisasi ekonomi. komunikasi dan telekomunikasi serta transportasi semakin mendukung arus globalisasi sehingga hubungan ekonomi antar negara dan region menjadi sangat mudah. d) pro penciptaan lapangan kerja. kolusi serta nepotisme. tidak dapat dibendung kehadirannya dan mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap negara. 1. 2002).3. Kemajuan teknologi. e) pro dengan bentuk negara kesatuan RI dan f) harus anti korupsi. Dukungan pemerintah melalui kemudahan bea cukai semakin mendorong perdagangan bebas (Enquete Commission. perubahan budaya dan konflik utara-selatan. [Type text] Page 10 .

semua negara harus mempersiapkan diri setangguh mungkin agar tidak terlindas oleh negara yang lebih kaya dan maju. Selama 50 tahun terakhir telah dapat dibuktikan bahwa pemanasan global yang sekarang ini kita rasakan terjadi terutama karena ulah manusia sendiri. Konsentrasi gas CO2 di atmosfer naik 30% selama 150 tahun terakhir. degradasi tanah ini juga disebabkan oleh penggunaan zat-zat kimia (pestisida) (WRI. zat makanan pada tanah. dan 34% ikan (Le Monde diplomatique 2003. Hilang atau punahnya keanekaragaman biologis tidak hanya berarti sumber daya alam yang tidak ternilai yang dapat digunakan untuk obat-obatan dan [Type text] Page 11 . 2. Penyebab hilangnya kesuburan tanah lainnya adalah hilangnya lapisan humus dan mikro organisme. Kenaikan jumlah emisi CO2 ini terutama disebabkan karena pembakaran sumber energi dari bahan fosil (antara lain minyak bumi). Selain itu. Ini dapat diakibatkan oleh erosi akibat air dan angin.Dalam era globalisasi. TIME Magazine 2006). 25% mamalia. WRI 2000). penggaraman dan pengasaman tanah. dan kemampuan tanah menguraikan sampah/limbah.1. Selain diakibatkan erosi oleh air dan angin. 2000).2. Masalah ekologi lainnya adalah degradasi tanah atau hilangnya kesuburan tanah. dll. Dimensi Lingkungan Salah satu tema/masalah pokok dalam dimensi ini adalah perubahan iklim. Setiap tahunnya 6000 jenis hewan punah yang terdiri dari 13% unggas. Emisi dari gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan N2O dari aktivitas manusia adalah penyebabnya. Terancamnya kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati oleh tangan manusia juga menjadi masalah ekologi lainnya.3. UBA 2002. perubahan dalam penggunaan sumber daya alam lainnya juga memberikan kontribusi pada kenaikan jumlah CO2 di atmosfer: 15% oleh penggundulan dan pembakaran hutan dan lahan untuk diubah fungsinya (misalnya dari hutan lindung menjadi hutan produksi) (WRI 2000.

Konsumsi air dari tahun ke tahun juga terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk. kemiskinan. tidak memadainya jaminan sosial pada negara yang bersangkutan. budaya dan agama/kepercayaan. Kesenjangan antara negara miskin dan kaya juga semakin besar pada tahun-tahun [Type text] Page 12 . Pencemaran air dan tanah ini terutama disebabkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida untuk pertanian dan perkebunan. 2002). Dalam kurun waktu seratus tahun terakhir. Pencemaran air dan tanah semakin memperburuk ketersediaan air bersih bagi kelangsungan hidup manusia. Diperkirakan jumlah penduduk dunia akan naik sampai 7. mengancam kemampuan alam sebagai penyedia sumber daya untuk produksi (fungsi ekonomis) dan dalam melakukan fungsi regulasinya. industri dan usaha-usaha di sektor pertanian. Faktor-faktor diatas menimbulkan tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. dimana 6. misalnya rendahnya tingkat pendidikan. Saat ini lebih dari setengah milyar manusia hidup tanpa akses pada air bersih dan 2.5 milyar manusia hidup tanpa prasarana sanitasi (kebersihan) yang layak (UNDP.7 milyar orang hidup di negara berkembang. Dari total konsumsi air di seluruh dunia.8 milyar orang pada tahun 2025. dan diskriminasi terhadap wanita (Enquete Commission. pertumbuhan penduduk melonjak cepat terutama pada negara berkembang (UNDP. dan kekurangan air yang tentunya berujung pada masalah kekurangan gizi pada manusia. 2002). Dimensi Sosial Masalah utama dalam dimensi ini adalah pertumbuhan jumlah penduduk dunia. tapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem secara keseluruhan. 2.1.3. Kenaikan jumlah penduduk ini antara lain disebabkan oleh beberapa faktor. Akibatnya adalah penyakit dan kematian sekitar 5 juta manusia setiap tahunnya. urbanisasi. 2002).tempat berekreasi hilang.3. sekitar 70% digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian.

pada saat ini juga menggunakan parameter pembangunan berkelanjutan dalam membuat keputusan investasi (Cahyandito 2005).8 milyar manusia hanya memperoleh 2 US Dollar untuk hidup tiap harinya. 2. Kelebihan dari perusahaan yang menerapkan manajemen konsep pembangunan berkelanjutan ini tercermin pada Dow Jones Sustainability Index (DJSI).2 milyar lainnya bahkan harus hidup hanya dengan 1 US Dollar. Kesenjangan ini tidak hanya terjadi antara negara kaya dan miskin/berkembang. Beberapa investor penting. Lingkungan menjadi berarti dalam mempengaruhi ekonomi yang tampak dalam pembangunan pasar finansial dunia yang menuntut informasi mengenai kinerja lingkungan dan sosial perusahaan karena semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa kinerja yang baik di bidang lingkungan dan sosial kan menuntun pada kinerja keuangan yang lebih baik. seperti pension funds di Eropa dan Amerika Utara. 1. Cost Effective Analysis.belakangan ini (UNDP. Dalam hal ini pertimbangan equity sosial juga dimasukkan ke dalam proses pembuatan keputusan dengan penekanan pada aspek biaya dan manfaat yang ditanggung masyarakat miskin. Oleh karena itu pembangunan berkelanjutan metode valuasi menjadi penting dalam membuat keputusan dan menentukan pilihan. Data pada tahun 1999. Metode valuasi ini mendasarkan pada pertimbangan-pertimbangan seperti Benefit Cost Analysis. di negara miskin. Pada dasarnya keputusan dalam kontek pembangunan umumnya didasarkan pada efisiensi ekonomi hingga memunculkan bidang baru yaitu ekonomi lingkungan yang memungkinkan kerangka konseptual integrasi ketiga pendekatan tersebut. Perbandingan antara Dow Jones Global Index (DJGI) dan DJSI antara periode Januari 1997 dan April 2002 menunjukkan bahwa index pembangunan berkelanjutan secara signifikan lebih tinggi dibanding DJGI. bahkan kesenjangan pendapatan ini juga terjadi di dalam satu negara sendiri). [Type text] Page 13 . 2002). Analisis multi kriteria (non economic entities) dan decesion Analysis (uncertainties).

Globalisasi juga mengakibatkan memberikan kemudahan akses terhadap pengelolaan sumberdaya alam diakibatkan mudahnya interaksi antar para pemilik modal (capital) atau investor dengan kawasan kawasan lain yang membuka lahan untuk investasi. Globalisasi ditandai dengan anggapan semakin sempitnya bumi diakibatkan arus informasi yang sangat mudah diperoleh akibat dihubungkan oleh teknologi informasi dan kemudahan lain dalam jaringan infomasi antar bangsa yang ditunjang oleh jaringan internet dan era digital. Sebagai contoh ketika ketika terjadi protes masyarakat Papua terhadap tambang Freefort di Timika. maka pemerintah pengambil kebijakan (pemerintah) di Indonesia [Type text] Page 14 . Isu penting dalam globalisasi ini juga berkait dengan liberalisasi ekonomi dan pedagangan yang juga mempunyai dampak pada cepatnya pengurasan sumber daya alam. Oleh sebab itu diperkirakan dampak negative globalisasi lingkungan dapat memperburuk kualitas lingkungan di Negara kawasan selatan akibat peraturan tentang dan pengendalian lingkungan yang lemah.5. globalisasi menyebabkan kesadaran yang cukup komprehensi pada problem lingkungan dan planet bumi dengan sumber daya dan daya dukung yang terbatas. Dampak positive globalisasi dapat juga dilihat dengan mudahnya informasi diperoleh ketika industri Negara kaya bermasalah dalam implementasi industri mereka di dunia selatan. Globalisasi Lingkungan Globalisasi merupakan kata yang sangat popular pada abad 21. sehingga public dapat segera mengetahui dan ini mempengaruhi pasar dan konsidi saham global industri yang tidak ramah lingkugan tersebut. Dilain pihak. Globalisasi memberikan kesempatan yang luas dimana para pialang (investor indurstri) di negara negara miskin –diakibatkan peraturan dan pengawasan lingkungan yang lemah membuka kesempatan pada investor (kapitalistik) negara kaya untuk mengalihkan teknologi mereka yang tidak ramah lingkungan.

termasuk terjadi kepunahan terhadap keanekaragaman hayati yang menjadi adanya pendukung kehidupan. PBB misalnya menyetujui dan mengeluarkan beberapa konvesi di tingkat global yang dianjurkan [Type text] Page 15 . Industrialiasi membawa pada abad modern tetapi ternyata tidak mendukung pada keberlanjutan kehidupan. terjadi kegagalan reproduksi. terutama burung-burung yang kemudian menghilang. Isu Global Tentang Perubahan Lingkungan Pembangunan yang pesat dan berawal dari industrialisasi abad 18 di Eropa dan Amerika Serikat membawa dampak signifikan terhadap kehidupan manusia. Publikasi ini mengemukakan fakta tentang lingkungan yang berubah diakibatkan oleh industrialisasi pertanian dan penggunaan pestisida jenis DDT (dichlorodiphenyltrichloroethane) di kawasan Amerika Utara. Perubahan lingkungan global pun terjadi akibat adanya kesenjangan antara perhatian terhadap lingkungan dan pesatnya pemanfaatan sains dan teknologi tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan.1. Perkembangan sains dan teknologi yang pesat dibarengi dengan penemuan baru hasil hasil rekayasa teknologi juga mempengaruhi lingkungan. Carson mengemukakan bahwa ternyata pemanfaatan perstisida berlebih mengganggu keseimbangan alam. Sebagai akibat dari hal tersebut maka persoalan lingkungan menjadi pembicaraan dan keperdulian di tingkat global. DDT dapat memutus mata rantai ekologi dan mematikan fungsi ekosistem untuk tetap bertahan dalam keberlanjutan. Kesadaran pertama kali tentang dampak lingkungan secara regional diungkap oleh Rachel Carson(1962) dalam bukunya Silent Spring (Musim Semi yang Bisu).dan Amerika terpaksa segera turun tangan untuk memberikan response pada persoalan tersebut. akibat serangga banyak yang mati dan telur burung menipis. 5. Pesatnya eklpoitasi umpamanya dapat mengakibatkan keseimbangan ekosistem berubah.

dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup (Gambar 1).untuk diratifikasi dalam skala nasional untuk dijadikan undang-undang dalam menanggulangi krisis lingkungan global ini. Beberapa konvensi yang telah dikeluarkan oleh PBB terkait dengan pengaturan tentang lingkungan yang terkait dengan persoalan global antara dan hanya ada dua konvensi yang sangat menonjol dalam implementasinya: 1. dan Protocol Kyoto yang diratifikasi oleh menjadi UU RI pada tahun 2004.1. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga [Type text] Page 16 .1. 5. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas- gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat. Perubahan Iklim Perubahan iklim merupakan fenomena perubahan lingkungan global yang diakibatkan oleh gas buang atau emisi yang dibuat oleh manusia. 2. United Nation Framework on Climate Change Convention (UNFCCC). Gas gas tersebut disebut dengan gas-gas rumah kaca (GRK). United Nation Convention on Biological Diversity (UNCBD) undang undang ini diratifikasi oleh Pemerintah RI menjadi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1994.

Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Molekul N2O bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 296 kali dari molekul CO2. [Type text] Page 17 . Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah karbon dioksida (CO2). aliran panas dan dingin yang ekstrem. maka bencana perubahan iklim akan semakin parah. termasuk curah hujan yang tidak menentu.kehidupan di dalamnya. Fenomena ini mengakibatkan banyaknya frekwensi bencana yang terjadi akhir akhir ini. Dampaknya adalah terjadi fenomena cuaca yang kacau. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon. Tanpa keberadaan gas rumah kaca. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 72 kali dari molekul CO2. planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius. bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak). dan sebagainya. dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Sebagai perbandingan. dan dikhawatirkan apabila tidak ada perubahan signifikan terhadap upaya pengurangan emisi (mitigasi). Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda beda. arah angin yang berubah drastis. Akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer yang mengakibatkan perubahan iklim dunia. Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2.

keong 20000 jenis. yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya. Ganggang 7800 jenisjamur 72 000 jenis. spesies tumbuhan. lumut 7500 jenis. • Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity).50 juta). (Sastra pradja.2. hewan.1. hanya 1. Keanekaragaman habitat. dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya.4 juta yang baru dipelajari. Amfibi 1000 jenis. Indonesia memiliki 420 specis burung [Type text] Page 18 . yaitu mencakup gen. Burung 7500 jenis. 1989). Dari berbagai bentuk keanekaragama hayati tesebut. hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi. Irian Jaya dan di pulau Mentawai. komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer. Istilah keanekaragaman hayati biasanya mencakup semua bentuk kehidupan.5. karena Negara ini sangat kaya dengan Keanekaragaman hayati baik pada tingkat genetic. terutama di pulau Sulawesi. Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati merupakan keberagaman kehidupan (diversity of life) yang dimiliki oleh planet bumi. Tumbuhan biji 25000 jenis. spesies maupun eksosistem. serangga 250000 jenis. Beberapa pulau di Indonesia memiliki spesies endemik. Reptil 2000 jenis. • Keanekaragaman spesies (species diversity). Menurut IBSAP (2009). dapat dikategorikan sebagai berikut: • Keanekaragaman genetik (genetic diversity). Jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan. Indonesia merupakan salah satu penandatangan konvensi PBB. Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 . bakteri dan ganggang biru 300 jenis. paku pakuan 1250 jenis. perkiraan jumlah jenis kelompok utama makhluk hidup sebagai berikut: Hewan menyusui 300 jenis. Ikan 8500 jenis.

Kegiatan pembangunan. guna mencapai pertumbuhan yang optimal bagi kesejateraan masyarakat. Sinergi yang dicapai antar sektor dan aktor pembangunan menjadi dasar bagi pertumbuhan dan berkelanjutan. modal/kredit.Pemanfaatan sumberdaya alam dan pembangunan harus dilandasi dengan pendekatan pendayagunaan sumberdaya alam secara optimal dan lestari. merupakan hubungan atau interaksi antara manusia dan lingkungannya.endemik yang tersebar di 24 lokasi. Pembangunan berkelanjutan memerlukan proses integrasi ekonomi dan ekologi melalui upaya perumusan paradigma dan arah kebijakan yang bertumpu pada kemitraan dan partisipasi para pelaku pembangunan dalam mengelola sumberdaya yang seoptimal mungkin dapat dimanfaatkan. dan hasil pembangunan. [Type text] Page 19 . Upaya Integrasi Pembangunan dan Lingkungan Pembangunan di Indonesia selama ini lebih berorientasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi (economic growth development). Pemerataan (equity) merupakan isu strategis menyangkut aset. Pembangunan yang bereorientasi ekonomi cenderung bersifat eksploitatif dan mengabaikan kaidah-kaidah kelestarian. baik itu ekonomi maupun sosial budaya. Dalam sustainabilitas ini yang diharapkan adalah pemerataan. Berbagai pandangan mengenai pembangunan dan lingkungan merupakan suatu proses yang alamiah. Sebagaimana konsep tentang pembangunan yang berkelanjutan ini sangat beragam atau bervariasi yang dipengaruhi kondisi pembangunan maupun kepentingan suatu negara dan kelompok tertentu. III. konservasi dan keberlanjutan. informasi dan kesempatan usaha yang didukung kebijakan dan kepastian hukum sebagai modal dasar pembangunan. Pemerataan aset-aset produksi seperti lahan. teknologi. proses. pertumbuhan dan sustainabilitas itu sendiri. Pertumbuhan (growth) merupakan isu strategis dalam mengembangkan potensi dan mengakselerasikan dinamika pembangunan dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya dan inovasi.

Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek yang lainnya. Interelasi unsur ekonomi dan sosial Pembangunan yang berlangsung lebih dari setengah abad sejak perang dunia II telah mampu meningkatkan pendapatan yang cukup tinggi pada hampir semua negara didunia. Tidak hanya masing-masing bidang namun juga antara bidang satu dengan bidang lainnya. 1. Perkembangan teknologi membawa dunia dalam era baru sehingga terjadi interelasi dalam hampir seluruh bidang kehidupan. Kemajuan teknologi mampu menghasilkan berbagai macam kebutuhan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dan bervariasi dan kualitas yang jauh lebih tinggi. Keadaan ini berlangsung sebagai akibat dari perkembangan teknologi. bidang produksi dengan bidang poduksi dan bidang pemerintahan dengan kehidupan masyarakat. Kepala Eksekutif lembaga Lingkungan hidup Inggris Barbara Young meluncurkan laporan yang bunyinya bahwa bisnis dan industri yang bersahabat dengan lingkungan (enviromentally-friendly) mampu memberi [Type text] Page 20 . 2. Tetapi diukur pada penguasaan dan kemampuan memanfaatkan informasi yang mendukung kegiatan ekonomi dan bisnis skala internasional. Nilai kemakmuran seseorang atau suatu masyarakat tidak lagi diukur berdasarkan jumlah kekayaan (property) seperti halnya pada era pertanian.Bidang ekonomi dalam hal ini bidang bisnis terkait erat dengan bidang keuangan. Keberlanjutan merupakan isu strategis dalam mengharmoniskan daya dukung lingkungan dan dinamika pembangunan agar dapat dicapai manfaat antar kelompok masyarakat maupun antar generasi secara adil. Pemerintah tidak dapat menutup diri mengambil keputusan atau membuat kebijakan terlepas dari rakyat. atau kepemilikan modal (the accumlation of capital) pada era industri. Proses integrasi antar negara dan masyarakat diseluruh dunia yang disebut globalisasi membawa dampak baik positif maupun negatif. Interelasi ekonomi dan lingkungan Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaitan.

namun mencakup luas melewati aspek ekosistem biofisik dan abiotik-fisik atau zat (matter). yaitu sistem sosial. Manusia dan perilakunya. pencemaran udara dan sebagainya. selain mempunyai dapak positif juga dapak negatif. Keselarasan antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pembangunan berkesinambungan yang ditandai dengan tidak terjadinya kerusakan sosial dan alam. keseimbangan alam dalam melakukan eksploitasi/eksplorasi nilai-nilai. diantaranya ekslploitasi sumberdaya alam.filosofi hidup dan kehidupan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat. Untuk itu pembangunan ekonomi diharapkan berwawasan lingkungan tidak hanya berorientasi pada hasil untuk saat ini juga berorientasi pada masa depan dengan titik fokus pada keberlangsungan pelestarian lingkungan. tidak bisa disangkal sebagai bagian dari lingkungan hidup. Dari segi positif sudah jelas bahwa pembangunan ekonomi akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional. Namun. Masyarakat merupakan bagian dari ekosistem. dimana perubahan dari subsistem akan mempengaruhi sistem yang lain.keuntungan dan menghemat miliaran pounsterling. Analisis ini menunjukan bahwa praktik bisnis dan industri yang bersahabat dengan lingkungan menjanjikan kesejahteraan dan menghemat biaya. ekonomi dan sistem fisik atau lingkungan fisik. Di Indonesia sendiri pembangunan ekonomi bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. abiotik atau zat saja. Intervensi pembangunan secara menyeluruh (holistic/comprehensip) hendaknya memperhatikan aspek-aspek kebutuhan (need. drive and motive) masyarakat. Inter relasi sosial dan lingkungan Lingkungan hidup tidak hanya sebatas pada aspek kebendaan yakni biotik.emosi. [Type text] Page 21 . 3.perasaan. hubungan inter relasi manusia dengan sesamanya dan lingkungan. berdampak negatif bagi kelestarian alam.

sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan adanya kesimbangan antara ekonomi sosial dan lingkungan.id. Diakses dari http://perubahaniklim. Kesimpulan Dalam interaksi unsur ekonomi dan sosial menghasilkan isu equity intragenerasi dan kesempatan kerja. 2009. 2009.htm. Indikatornya adalah kesimbangan antara sosial. selalu membutuhkan hubungan sosial dengan manusia lainnya juga dengan alam. 17 2009. Integrasi pembangunan dan lingkungan terjadi karena adanya keterkaitan dan ketergantungan.Bapenas. 17 october. Pembangunan : Globalisasi dan Ketergantungan. unsur ekonomi dan lingkungan menghasilkan isu valuasi dan internalisasi dampak lingkungan. Ketiga aspek ini memiliki keterkaitan dan ketergantungan (interrelasi dan interdepedensi).Kualitasnya serta seberapa besar pengaruh lingkungan dan faktor-faktor alam lainnya.Diakses dari http://www. October. Abidin. Proses pembangunan menghasilkan output yang tentunya tergantung input. 2009.SA. Tujuan akhir pembangunan adalah kesejahteraan rakyat. Manusia sebagai sasaran dan pelaku pembangunan merupakan fokus dan lokus dari pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat (sosial welfare). [Type text] Page 22 .net/apa-itu-perubahan-iklim. IV. sedangkan unsur sosial dan lingkungan menghasilkan isu equity antargenerasi. Perubahan Iklim. ekonomi dan lingkungan. Manusia sebagai perencana dan pelaksana pembangunan dan manusia juga sasaran dari pembangunan itu sendiri. Manusia sebagai makhluk sosial bersifat dinamis yang tidak dapat hidup sendiri.po. DAFTAR RUJUKAN Anonimous.

Kementrian Lingkungan Hidup . Jakarta Pramono HS. LH.. Pembangunan Kawasan Ekonomi sebuah Pengantar . Laporan Pencapaian Millennium Development Goals Indonesia. Jakarta. 2009. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 2009. 1997.com/2009/04/23/pembangunan- berkelanjutan).org/wiki/Silent_Spring October. Jakarta. Menuju Jogya Propinsi Ramah Lingkungan Hidup.. Silent Spring. 1997.net/oktavilia October. M. http/www. Chapter 1. Sumarwoto. 2001. 2009 Widodo. Perubahan Lingkungan Global. [Type text] Page 23 . Our Common Future. Switzerland. Diakses dari : http://en.id/node/82/410/ibsap-chapter-1- introduction/ Octpober 17 2009. SustainableDevelopment Reporting – Striking a Balance. 1987. Pengantar Dalam Bumi Wahana. United Nations. Yogyakarta 8 September 2001 Sutamihardja. diakses dari. Diakses dari (www. 2005. R. 1997. Keanekaragaman Hayati. WBCSD Report. Agenda 21 Indonesia.Carson. 2003. Atar Roro Presse. Jakarta Oktavilia Shanty. Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP). UNDP. World Business Council for Sustainable Development (WBCSD).bappenas. 17 2009. Pembangunan Berkelanjutan (http://tirtaamartya. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan. Melarutkan Lingkungan Dalam Pembangunan. 2009.slidehare. Strategi Menuju Kehidupan yang Berkelanjutan. Anonim. Agenda 21 Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Daerah Istimewa Yogyakarta. 1962. Balai Pustaka. 17 2009.elrst. Salim. UNEP & WWF.Oxford University Press. World Commission on Environment and Development (WCED).wordpress. KTT Dunia Pembangunan Berkelanjutan 2002 Peluang dan Tantangan bagi Indonesia Baru dalam World Summit on Sustainable Development. O (ed). 2009.com/.( terjemahan: Caring for The Earth A Strategy for Sustainable Living) IUCN./08/sustainable-development). Oktober. Jakarta.wikipedia. Gramedia. http://www. Agenda 21 Strategi Naasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan.go. Hidup Bersama dengan Lingkungan. 17 2009. 2007.Jakarta Anonious. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan WilayahPerbatasan. 2002. Emil 1993. Oxford.

C. Washington D. [Type text] Page 24 .World Resource Institute (WRI). World Resources 2000-2001: People and Ecosystems– The Fraying Web of Life. 2000.