Anda di halaman 1dari 19

1

TUGAS AKHIR
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK








Disusun oleh :
1. Nur Chayati F0311088
2. Rahajeng Sekar Pramudita F0311096
3. Rossalina Christanti F0311104





FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014
2

PROFIL PERUSAHAAN
PT SEMEN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
PT Semen Indonesia diresmikan sebagai Holding Company pada tanggal 7 Januari
2013, sebelumnya perusahaan ini lebih dikenal dengan nama PT Semen Gresik. PT Semen
Gresik memutuskan untuk mengubah operasionalnya dari perusahaan korporasi menjadi
Strategic Holding Company. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengesahkan perubahan ini
sehingga menjadikan PT Semen Indonesia sebagai induk dari 4 anak perusahan yaitu; PT
Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Semen Padang, dan Thang Long Cement Company
(Vietnam). Pengukuhan ini dimaksudkan untuk mensinergikan seluruh korporasi dalam
rangka peningkatan kinerja PT Semen Indonesia dan anak perusahaannya.
Perubahan strategi ini terbukti berhasil. Pencapaian kinerja keuangan tahun 2013
mengalami pertumbuhan di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian
nasional tahun 2013 yang mengalami penurunan turut memberikan imbas pada
pertumbuhan penjualan semen. Jika pada tahun sebelumnya industri semen dapat tumbuh
sekitar 14,5% maka pada tahun 2013 turun dan hanya tumbuh 5,5%. meski demikian, di
tengah penurunan tersebut, kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mampu mencapai
pertumbuhan kinerja yang signifikan yaitu:
- Volume penjualan sebesar 27,8 juta ton atau meningkat 18,7% dibandingkan tahun
2012 sebesar 22,6 juta ton.
- Pendapatan sebesar Rp24,5 triliun atau meningkat 25,0% dibandingkan tahun 2012
sebesar Rp19,6 triliun.
- Laba bersih sebesar Rp5,4 triliun atau meningkat 10,8 % dibandingkan tahun 2012
sebesar Rp4,8 triliun.
- EBITDA sebesar Rp8,1 triliun atau meningkat 17,9% dibandingkan tahun 2012
sebesar Rp6,8 triliun.
Selain itu, pencapaian penting lain adalah berhasilnya proses akuisisi 70% saham Thang
Long Cement Company di Vietnam.

ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI
Perseroan memiliki entitas anak, entitas asosiasi maupun afiliasi yang bergerak dalam
bidang usaha terkait persemenan, dari produksi semen, distribusi hingga penggunaan
produk semen. Berikut kami sampaikan entitas anak Perseroan:

3

Perusahaan Langsung Tidak
Langsung
Kegiatan
PT Semen Padang 99,99% Produsen Semen
PT Semen Tonasa 99,99% Produsen Semen
PT Thang Long Joint Stock Company* 70,00% Produsen Semen
PT Thang Long Joint Stock Company 2 69,36% /
Melalui
TLCC
Produsen Semen
An Phu Cement Joint Stock Company 69,93% /
Melalui
TLCC
Produsen Semen
PT SGG Energi Prima (SEP) 97,00% Pertambangan, perdagangan
dan pengangkutan batubara.
PT SGG Prima Beton (SPB) 99,99% Produksi beton siap pakai
PT United Tractors Semen Gresik 55% Eksplorasi dan eksploitasi
bahan tambang darat kecuali
minyak dan gas bumi
PT Industri Kemasan Semen Gresik 60% Pengolahan bahan-bahan
pokok pembuat kemasan atau
kantong menjadi berbagi
kemasan atau kantong yang
mempunyai nilai ekonomi
tinggi.
PT Kawasan Industri Gresik 65% Penjualan tanah industri,
penjualan ruko, persewaan,
bangunan pabrik siap pakai,
persewaan gudang, persewaan
kantor, dan persewaan ruko.
PT Swadaya Graha 25% Developer, kontraktor sipil,
kontraktor mekanikal dan
elektrikal, bengkel dan
manufaktur, fabrikasi baja,
jasa penyewaan
dan pemeliharaan alat berat,
biro engineering, industri dan
perdagangan
PT Varia Usaha 24,95% Jasa
pengangkutan;perdagangan
umum, termasuk pula impor,
ekspor, ekspor, antar pulau
dalam negeri, juga bergerak
dalam keagenan, distributor,
dan usaha perdagangan
lainnya
PT Eternit Gresik 17,51% Memproduksi lembaran fiber-
semen, panel
dan bahan bangunan lain dari
fiber-semen
PT Varia Usaha Beton 16,66% Industri beton dan bahan-
bahan bangunan, yang terdiri
4

dari Unit Beton Siap
Pakai(batching plant & truck
mixer)

PT Waru Abadi 23,45 Perdagangan bahan bangunan,
angkutan & perdagangan, jasa
kontruksi & kayu olahan
PT Varia Usaha Bahari 15,97% Bongkar muat barang dari dan
ke kapal, serta sewa alat berat
dan rental kendaraan
PT Varia Usaha Dharma Segara 11,98% Ekspedisi Muatan Kapal Laut
(EMKL), meliputi: pengurusan
pengeluaran barang impor di
pelabuhan, pengurusan
pengiriman barang antar pulau,
pengurusan barang ekspor
melalui pelabuhan, angkutan
darat untuk jenis barang:
general cargo, bulk cargo,
container, heavylift.
PT Varia Usaha Lintas Segara 14,97% Bergerak dalam bidang
pelayaran dengan ruang
lingkup kegiatan perusahaan,
meliputi: bidang pelayaran,
keagenan, dan penyediaan
kapal
PT Swabina Gatra 1,67% Jasa pembersihan kantor
(cleaning service), persewaan
gudang dan kendaraan, travel
biro, produksi air mineral
dalam kemasan, serta taman
wisata Giri Wana Tirta
PT Sepatim Batamtama 97% / melalui
SP
Perdagangan umum,
pengantongan semen,
kontraktor, jasa dan
pengangkutan umum
PT Bima Sepaja Abadi 80% / melalui
SP
Perdagangan umum dan
peragenan, pengantongan
semen, dan kegiatan yang
berhubungan dengan
perdagangan semen

Catatan
(*) TLCC diakuisisi tgl 18 Des 2012, memiliki 2 anak perusahaan, yaitu
1. Thang Long Joint Stock Company 2 99,9% sahamnya dimiliki TLCC
2. An Phu Cement Joint Stock Company 99,9% sahamnya dimiliki TLCC Seluruh anak
perusahaan tersebut masih dalam proses persiapan untuk pengembangan pabrik
semen baru.


5

STUKTUR KEPEMILIKAN





























(**) TLCC diakuisisi tgl 18 Des 2012, memiliki 2 anak perusahaan, yaitu
3. Thang Long Joint Stock Company 2 99,9% sahamnya dimiliki TLCC
4. An Phu Cement Joint Stock Company 99, 9% sahamnya dimiliki TLCC Seluruh anak
perusahaan tersebut masih dalam proses persiapan untuk pengembangan pabrik
semen baru.












PEMERINTAH REPUBLIK
INDONESIA
(51, 01%)
MASYARAKAT

(48, 99%)
PT SEMEN PADANG
(99, 99%)

PT SEMEN TONASA
(99, 99%)

THANG LONG, VN**
70, 00%
(99,99%)

PT SEMEN GRESIK
(99, 23%)

4 ENTITAS ANAK
NON INDUSTRI
SEMEN

5 ENTITAS ANAK
NON INDUSTRI
SEMEN

6

A. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN TERKAIT LAPORAN
KEUANGAN KONSOLIDASI
1. DASAR KONSOLIDASI
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan
Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak).
Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk
mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk
memperoleh manfaat dari aktivitasnya.
Seluruh transaksi intra kelompok usaha, saldo, penghasilan dan beban intra
kelompok usaha dieliminasi pada saat konsolidasian.
Kepentingan nonpengendali pada entitas anak di identifikasi secara terpisah dan
disajikan dalam ekuitas. Kepentingan pemegang saham nonpengendali mungkin
awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan
nonpengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat diidentifikasi dari pihak yang
diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar akuisisi.
Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah
kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali
dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif entitas
anak tersebut diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan pada kepentingan
nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali
mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk
mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap
perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar
imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan pada pemilik entitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, keuntungan dan
kerugian diakui didalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i)
keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa
investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill) dan
liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan nonpengendali.
7


Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal
hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal
aset keuangan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2011), Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran atau, jika sesuai, biaya perolehan saat pengakuan awal
investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas.

2. KOMBINASI BISNIS
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang
dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung
sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang
dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya
dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait
akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang
diukur sesuai dengan standar yang relevan.
Kepentingan nonpengendali diukur baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi
dari pihak yang diakuisisi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan
terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada
tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam
laba rugi.
Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang
sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke
laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.

3. ENTITAS ASOSIASI
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh
yang signifikan dan bukan merupakan entitas anak ataupun bagian
partisipasi dalam ventura bersama. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk
8

berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi
tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan
dalam laporan keuangan konsolidasian dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
sesuai dengan PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk
Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Investasi pada entitas asosiasi dicatat di
laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas aset bersih
entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Grup atas kerugian
entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup semua
kepentingan jangka panjang, secara substansi, merupakan bagian dari Perusahaan
dan nilai investasi bersih entitas anak dalam entitas asosiasi) diakui hanya sebatas
bahwa Grup telah mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atau
melakukan pembayaran atas kewajiban entitas asosiasi.
Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar
bersih dari asset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen asosiasi yang
diakui pada tanggal akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam
jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilai sebagai bagian dari investasi.
Setiap kelebihan dari kepemilikan Grup dari nilai wajar bersih dari aset yang
teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen atas biaya perolehan investasi,
sesudah pengujian kembali segera diakui di dalam laba rugi.

4. TRANSAKSI DAN PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM
MATA UANG ASING
Pembukuan tersendiri dari masing-masing entitas anak, kecuali TLCC,
diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsionalnya).
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan
kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs
9

yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi.
Pembukuan TLCC diselenggarakan dalam Dong Vietnam. Untuk tujuan
penyajian laporan Keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas TLCC pada
tanggal pelaporan dijabarkan masing-masing dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban
dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata pada tahun tersebut. Selisih
kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lain.

5. GOODWILL
Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada
tanggal diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur
sebagai selisih dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang
diakuisisi (jika ada) atas jumlah selisih bersih dari aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi.
Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Grup pada nilai wajar aset bersih
yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi melebihi dari imbalan yang
dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi dan nilai
wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada
pihak yang diakuisisi (jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau rugi
sebagai pembelian dengan diskon.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit
penghasil kas dari Grup yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi
kombinasi bisnis tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi
goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi
bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika jumlah terpulihkan dari unit
penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan
pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang
dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas
dasar jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang
diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.
10

Pada pelepasan entitas anak, jumlah yang dapat diatribusikan dari goodwill
termasuk dalam penentuan laba atau rugi atas pelepasan.
Menentukan apakah suatu goodwill turun nilainya mengharuskan estimasi nilai
pakai unit penghasil kas dimana goodwill dialokasikan. Perhitungan nilai pakai
mengharuskan manajemen untuk mengestimasi arus kas masa depan yang
diharapkan timbul dari unit penghasil kas yang menggunakan tingkat pertumbuhan
yang tepat dan tingkat diskonto yang sesuai untuk perhitungan nilai kini.


B. LAPORAN KEUANGAN DAN ELEMEN LAPORAN KEUANGAN
1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Statement of Financial Position)

11



2. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

12

3. Laporan Arus Kas Konsolidasian


C. DI SCLOSURE
1. KOMBINASI BISNIS TLCC
Pada tanggal 18 Desember 2012, Perseroan melakukan akuisisi 70% saham
Thang Long Cement Joint Stock Company ("TLCC") yang berdomisili di Vietnam
dan bergerak dalam bidang produksi semen. akuisisi ini dilakukan dalam rangka
memperkuat posisi di pasar regional dan memungkinkan Perseroan memiliki daya
saing yang lebih untuk mengantisipasi zona perdagangan bebas Asia yang akan
datang.
Total nilai akuisisi adalah sebesar VND 3.282 miliar (setara dengan Rp 1.518
miliar). Jumlah yang dibayarkan Perseroan di tahun 2012 sebesar VND 3.067
miliar (setara dengan Rp 1.419 miliar) dan sisanya sebesar VND 214 miliar (setara
dengan Rp 102 miliar) telah dibayarkan di tahun 2013.
Aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
Nilai wajar aset dan liabilitas TLCC yang dapat diidentifikasi pada tanggal
akuisisi adalah sebagai berikut:
13



Nilai wajar aset dan liabilitas TLCC yang dapat diidentifikasi tersebut
ditentukan berdasarkan laporan Penilaian yang diterbitkan oleh KJPP Ruky,
Safrudin dan Rekan, penilai independen, bertanggal 6 Februari 2013.
Nilai wajar piutang usaha dan piutang lain-lain sebesar Rp 131.373.945,
termasuk di dalamnya piutang usaha dengan nilai wajar sebesar Rp 56.580.735.
Jumlah kontraktual bruto piutang usaha sebesar Rp 59.914.308, dimana sebesar Rp
3.333.573 diperkirakan tidak dapat ditagih.
Kepentingan nonpengendali telah diakui sesuai dengan proporsi aset yang
diakuisisi. Goodwill sebesar Rp 122.455.452 merupakan nilai sinergi yang
diharapkan timbul dari akuisisi melalui perolehan skala ekonomis dan aset yang
sebelumnya tidak diakui misalnya tenaga kerja. Goodwill yang diakui tidak
diharapkan dapat dikurangkan untuk keperluan pajak. Sejak tanggal akuisisi di
2012, TLCC memiliki kontribusi pendapatan masing-masing sebesar Rp
31.975.761 dan rugi sebesar Rp 4.760.218 terhadap laba neto sebelum pajak. Biaya
terkait akuisisi sebesar Rp 16.274.655 telah dibebankan dan termasuk dalam biaya
umum dan administrasi pada tahun 2012.


14

2. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya pada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk terdiri atas:
a. Kas entitas anak (SP) sebesar Rp 32.710.243, termasuk pendapatan bunga
sebesar Rp 2.710.243 (2012: Rp 32.180.469, termasuk pendapatan bunga
sebesar Rp 2.180.469) sehubungan dengan permasalahan Surat Kredit
Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) (Catatan 50).
b. Rekening penampungan entitas anak (ST) sebesar Rp 476.449, USD 1.833 dan
EUR 445 (2012: Rp 6.607.587, USD 2.836 dan EUR 335) dalam rangka
pendanaan untuk pembangunan fasilitas pendukung Tonasa V dan pembangkit
tenaga listrik berdasarkan perjanjian kredit sindikasi (Catatan 21).






15

3. ASET TIDAK BERWUJUD

Merek dan lisensi merupakan aset takberwujud yang diakui sehubungan dengan
akusisi TLCC (Catatan 5). Piranti perangkat lunak merupakan biaya
pengembangan sistem informasi akuntansi dan manajemen yang diamortisasi
selama lima tahun.
Biaya pengurusan perpanjangan hak atas tanah diamortisasi sesuai umur
perpanjangannya. Beban amortisasi aset takberwujud seluruhnya dicatat pada
beban penjualan dan beban umum dan administrasi dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

4. INVESTASI JANGKA PENDEK
Grup memiliki investasi yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia
untuk dijual:
- Investasi saham dengan kepemilikan modal kurang dari 20% dan tidak tersedia
nilai wajarnya dinyatakan sebesar biaya perolehan, dikurangi penurunan nilai.
- Investasi reksadana dan obligasi yang nilai wajarnya tersedia dan dicatat
sebesar nilai wajarnya.


16

5. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

Entitas asosiasi:
- PT Swadaya Graha (Kontraktor dan persewaan alat-alat berat)
- PT Varia Usaha Jasa (Distribusi dan pengangkutan)
- PT Igasar (Distribusi semen)
Rincian total aset dan liabilitas pada tanggal 31 Desember 2013, serta total
pendapatan dan laba tahun jalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
tersebut dari masing-masing entitas asosiasi adalah sebagai berikut:

Persentase kepemilikan entitas anak (SP) pada PT Igasar kurang dari 20%
namun kepemilikan tersebut diklasifikasi sebagai investasi pada entitas asosiasi
karena SP mempunyai pengaruh signifikan pada PT Igasar melalui Koperasi
Keluarga Besar Semen Padang.


17

6. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan nonpengendali atas ekuitas entitas anak


Bagian laba/(rugi) yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali





















18

7. INFORMASI SEGMEN (ELIMINASI)



SUMBER:

Laporan Keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Entitas Anak 2013 (Audited)
(http://www.idx.co.id)
Laporan Tahunan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Entitas Anak Tahun 2013
(http://www.idx.co.id)



19






LAMPIRAN
LAPORAN KEUANGAN
PT SEMEN INDONESIA TBK