Anda di halaman 1dari 2

Jenis Pajak : Gugatan

Masa Pajak : Januari sampai dengan Desember 2006



Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi materi pokok sengketa dalam sengketa banding ini
adalah penerbitan Keputusan Tergugat Nomor : KEP-
864/WPJ.07/BD.05/2009 tanggal 9 Agustus 2009 tentang Pengurangan
atau Penghapusan Sanksi Administrasi atas Surat Tagihan Pajak Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Penyerahan BKP/atau JKP Nomor :
00004/107/06/059/09 tanggal 25 Pebruari 2009 Masa Pajak Januari s.d
Desember 2006 sebesar Rp 219.815.520,00.

Menurut Tergugat;

bahwa timbulnya sanksi administrasi Pasal 9 ayat (2a) Undang-Undang KUP
terjadi karena adanya perbedaan pengakuan saat terutang atas penyerahan
Barang Kena Pajak berupa lahan antara Pemeriksa dengan Penggugat;


bahwa berdasarkan penelitian terhadap G/L Acc. No. Sales 4110.1100 Sales-
Land, diketahui bahwa Penggugat sudah mencatat 100% penjualan tanah Blok
Q2 kepada PT Sanghiang Perkasa (dengan full akrual method) sebagai Sales-
Land pada bulan Maret 2006;

bahwa berdasarkan penelitian terhadap PSAK Nomor 44 Paragraf 76,
dijelaskan bahwa pendapatan penjualan kapling tanah tanpa bangunan diakui
dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method) pada saat
pengikatan jual beli apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :
1) Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual
yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh
pembeli;
2) Harga jual akan tertagih;
3) Tagihan penjual tidak subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan
diperoleh pembeli di masa yang akan datang;
Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga
Surat Keterangan
Domisili Perusahaan
Kantor Kepala
Kelurahan/Desa setempat
a. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan
b. Fotocopy Izin Prinsip
c. Fotocopy Penanggungjawab perusahaan
d. Surat kuasa dan fotocopy KTP pemberi dan penerima kuasa

5 Hari kerja
Tanda Daftar
Perusahaan
Badan Penanaman Modal
dan Pelayanan Terpadu
a. KTP Pengurus
b. Foto berwarna Penanggungjawab 2 lembar
c. Fotocopy Akta Pendirian dan SK Kemenkumham
d. Fotocopy Izin Prinsip
7 hari kerja
1. Apabila timbul perselisihan yang terjadi antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA terkait dengan
perjanjian ini, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan sengketa tersebut secara musyawarah dan
mufakat;
2. Apabila dalam waktu 60 (enam puluh) hari sengketa tersebut tidak mencapai kata sepakat, maka PARA
PIHAK sepakat untuk menyelesaikan sengketa tersebut melalui gugatan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat;
PARA PIHAK sepakat bahwa dewan arbitrase terdiri dari 3 (tiga) arbiter yang masing-masing ditunjuk oleh
PIHAK PERTAMA dan PIHAK

Anda mungkin juga menyukai