Anda di halaman 1dari 17

1

Bab I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
Narkoba bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita. Kita telah sering
mendengar dan membaca berita tentang narkoba di media elektronik maupun media
cetak. Di Indonesia, peredaran obat terlarang ini sudah menjadi alah satu
permasalahan utama yang harus segera diatasi.
Meluasnya narkoba di Indonesia terutama di kalangan generasi muda karena
didukung oleh faktor budaya global. Budaya global dikuasai oleh budaya Barat
(baca Amerika Serikat) yang mengembangkan pengaruhnya melalui layar TV,
VCD, dan film-film. Ciri utama budaya tersebut amat mudah ditiru dan diadopsi
oleh generasi muda karena sesuai dengan kebutuhan dan selera muda.
Meningkatnya pengguna Narkoba sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi dimasa
informasi global ini semua informasi didunia dapat diakses dengan mudah
menyebabkan kita sebagai generasi muda harus lebih berhati-hati lagi terhadap apa
yang disebut Narkoba

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan masalahh tersebut dapat di rumuskan permasalahan sebagai berikut :
Apakah narkoba itu ?
Apa saja jenis-jenis narkoba ?
Bahaya apa yang diakibatkan dari narkoba ?
Dampak apa saja yang dapat ditimbulan oleh narkoba ?
Rentang usia berapa yang rawan untuk mengenal narkoba ?
Upaya apa yang dapat memecahkan masalah di Indonesia

1.3 Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan :
Dapat memberikan informasi terhadap masyarakat mengenai bahaya
narkoba
Mencoba memberikan solusi pemecahan masalah terkait masalah narkoba
Mencoba membantu pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mengurangi
penyebaran narkoba khususnya di wilayah Indonesia.
2

Bab II
Isi Makalah

2.1 Pengertian Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan
Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang
umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar
kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk
membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.
Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas
dosis.
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya
lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara
oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati
atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan
(adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-
Undang No. 22 tahun 1997).
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir
seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum
yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang
mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat
perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua,
ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit
kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa,
bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga
saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada
anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi
dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.


3


2.2 Jenis-Jenis Narkoba
Terdapat tiga jenis kategori yang tergolong narkoba :
1. Depresan
Obat-obatan ini memperlambat sistem saraf pusat. Obat ini bisa membuat orang
merasa santai, kurang tegang, dan kurang menyadari peristiwa sekelilingnya.
Contohnya adalah:
Heroin
Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid adalah derivatif
3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan
disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya
adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat
menyebabkan kecanduan.
Ganja
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya
penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada
bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat
membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan
tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana
Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari
dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua).
Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di
peguungan tropis dengan elevasi di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat.
Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain
itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap
arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.
Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk
derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap
Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.
Opium
Opium, poppy, atau candu adalah getah bahan baku narkotika yang
diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum)
yang belum matang.
Opium merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di
pegunungan kawasan subtropis. Tinggi tanaman hanya sekitar satu meter.
4

Daunnya jorong dengan tepi bergerigi. Bunga opium bertangkai panjang dan
keluar dari ujung ranting. Satu tangkai hanya terdiri dari satu bunga dnegan
kuntum bermahkota putih, ungu, dengan pangkal putih serta merah cerah.
Bunga opium sangat indah hingga beberapa spesies Papaver lazim dijadikan
tanaman hias. Buah opium berupa bulatan sebesar bola pingpong bewarna
hijau.
Produksi Opium
Buah opium yang dilukai dengan pisau sadap akan mengeluarkan getah kental
berwarna putih. Setelah kering dan berubah warna menjadi cokelat, getah ini
dipungut dan dipasarkan sebagai opium mentah.
Opium mentah ini bisa diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap
konsumsi. Kalau getah ini diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin. Morfin yang
diekstrak lebih lanjut akan menghasilkan heroin. Limbah ekstrasi ini kalau diolah
lagi akan menjadi narkotik murah seperti sabu.
Tanaman opium yang berasal dari kawasan pegunungan Eropa Tenggara ini
sekarang telah menyebar sampai ke Afganistan dan segitiga emas perbatasan
Myanmar, Thailand, dan Laos.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Afganistan saat ini merupakan penghasil
opium terbesar di dunia dengan 87%. Laos juga merupakan salah satu penghasil
terbesar.
Di Indonesia, bunga poppy yang tidak menghasilkan narkotik banyak ditanam di
kawasan pegunungan seperti Cipanas, Bandungan, Batu, dan Ijen.
Morfin
Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen
aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfina bekerja langsung pada
sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Efek samping morfina
antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan
penglihatan kabur. Morfina juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk,
dan meyebabkan konstipasi. Morfina menimbulkan ketergantungan tinggi
dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien ketergantungan morfina juga
dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
2.Stimulant
Obat ini dapat mempercepat sistem saraf pusat, dapat membantu orang merasa lebih
waspada dan meningkatkan kinerja fisik. Stimulant diambil untuk membuat orang
merasa senang dan penurunan nafsu makan. contoh adalah:
v Tembakau
5

v Kokain
Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon
coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk
setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk
pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga
membantu. Kokaina diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan
morfina dan heroina karena efek adiktif.
Amphetamine
Methamphetamine

3. Hallucinogens
Obat ini kadang-kadang disebut mengubah pikiran atau halusinasi. Obat ini
dapat meningkatkan kesadaran seseorang dari pandangan, sentuhan, rasa dan
pendengaran. Dapat mendengar suara lembut. Hallucinogens juga dapat
merubah suasana hati seseorang. Contohnya adalah:
Marijuana
Ecstasy
LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
4. Jenis obat Lainnya
Steroid
Herbal
2.3 Bahaya yang di Timbulkan oleh Narkoba
Narkoba merupakan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan antara lain;
gangguan dalam otak sehingga menyebabkan pengulangan perilaku yang berlebihan
dari orang yang tidak atau susah berhenti terhadap obat-obatan walaupun dengan
resiko berbahaya bagi tubuhnya.
Jika mereka berhenti mengkonsumsi obat-obatan, maka tubuh dari si pecandu akan
menderita berlebih secara fisik dan mereka mau tidak mau harus memenuhi
perasaan ketagihan tersebut dengan cara apapun.
Seorang pecandu narkoba sudah tidak mampu lagi mengendalikan dirinya sendiri,
mereka hanya sendirian tanpa perlu berfikir akan teman, keluarga atau lingkungan
sekitarnya, banyak pecandu narkoba yang meninggal akibat penggunaan dosis yang
berlebih atau Over Dosis.
6

Tidak ada faktor tunggal yang dapat memprediksi apakah seseorang akan menjadi
seorang Pecandu Narkoba, namun biasanya dipengaruhi oleh faktor Biologi dan
lingkungan sosial, penjelasanya :
Dari faktor biologi, atau dari Gen yang dibawa dari lahir, jenis kelamin, etnis
dan gangguan mental pada diri seseorang.
Lingkungan, dari permasalahan keluarga, teman sekitar, dan status sosial
ekonomi.
Penggunaan bahan kimia narkoba dalam jangka waktu panjang akan mengganggu
sistem kerja syarat di otak, contohnya Glumate adalah neurotransmitter atau syarat
yang berfungsi untuk menangkap pembelajaran, memahami, memori dan prilaku
seseorang.
bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
1. Opium
depresi berat
apatis
rasa lelah berlebihan
malas bergerak
banyak tidur
gugup
gelisah
selalu merasa curiga
denyut jantung bertambah cepat
rasa gembira berlebihan
banyak bicara namun cadel
rasa harga diri meningkat
kejang-kejang
pupil mata mengecil
tekanan darah meningkat
berkeringat dingin
mual hingga muntah
luka pada sekat rongga hidung
kehilangan nafsu makan
turunnya berat badan
1. Kokain
denyut jantung bertambah cepat
gelisah
rasa gembira berlebihan
rasa harga diri meningkat
banyak bicara
kejang-kejang
7

pupil mata melebar
berkeringat dingin
mual hingga muntah
mudah berkelahi
pendarahan pada otak
penyumbatan pembuluh darah
pergerakan mata tidak terkendali
kekakuan otot leher
1. Ganja
mata sembab
kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
sering melamun
pendengaran terganggu
selalu tertawa
terkadang cepat marah
tidak bergairah
gelisah
dehidrasi
tulang gigi keropos
liver
saraf otak dan saraf mata rusak
skizofrenia
1. Ectasy
enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
berkeringat
sulit tidur
kerusakan saraf otak
dehidrasi
gangguan liver
tulang dan gigi keropos
tidak nafsu makan
saraf mata rusak
1. Shabu-shabu:
enerjik
paranoid
sulit tidur
sulit berfikir
kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa
sesak nafas
banyak bicara
denyut jantung bertambah cepat
8

pendarahan otak
shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
1. Benzodiazepin:
berjalan sempoyongan
wajah kemerahan
banyak bicara tapi cadel
mudah marah
konsentrasi terganggu
kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
2.4 Dampak yang di Timbulkan Oleh Narkoba
Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun
perilaku pemakainya.
1. Dampak Narkoba Terhadap Fisik
Pemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik sebagai berikut:
1. Berat badannya akan turun secara drastis.
2. Matanya akan terlihat cekung dan merah.
3. Mukanya pucat.
4. Bibirnya menjadi kehitam-hitaman.
5. Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah.
6. Buang air besar dan kecil kurang lancar.
7. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

2. Dampak narkoba terhadap emosi
Pemakai narkoba akan mengalami perubahan emosi sebagai berikut:
1. Sangat sensitif dan mudah bosan.
2. Jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan sikap
membangkang.
3. Emosinya tidak stabil.
4. Kehilangan nafsu makan.
3. Dampak narkoba terhadap perilaku
Pemakai narkoba akan menunjukkan perilaku negatif sebagai berikut:
1. malas
2. sering melupakan tanggung jawab
9

3. jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
4. menunjukan sikap tidak peduli
5. menjauh dari keluarga
6. mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
7. menggadaikan barang-barang berharga di rumah
8. sering menyendiri
9. menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di
kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
10. takut akan air
11. batuk dan pilek berkepanjangan
12. bersikap manipulatif
13. sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
14. sering menguap
15. mengaluarkan keringat berlebihan
16. sering mengalami mimpi buruk
17. Mengalami nyeri kepala
18. Mengalami nyeri/ngilu di sendi-sendi tubuhnya
2.5 Gejala yang di Timbulkan Oleh Narkoba
Gejala Kecanduan Narkoba terhadap seorang Pecandu narkoba antara lain :
Gelisah dan sulit untuk tidur
Keringat berlebih
Bulu kuduk berdiri ( seperti melihat hantu)
Pilek
Keram perut atau Diare
Pupil mata membesar
Mual dan ingin muntah
Peningkatan tekanan darah, nadi dan suhu tubuh.
Narkoba telah merebak di lingkungan sosial kita di Indonesia. KArena tidak sedik
yang telah menjadi korbannya. Tidak hanya orang dewasa ataupun remaja, anak-
anak pun kini telah menjadi sasaran bagi narkoba
Dibawah ini adalah gejala & perubahan sikap yang mesti diwaspadai pada
anak-anak, terhadap penggunaan obat terlarang :
Perubahan sikap anak diantara sesama temannya
Pendiam
Jauh dari rumah, atau bebasnya bergaul
Suka berbohong
Suka mencoba untuk mencuri
Keterlibatan dengan hukum
Bermasalah didalam lingkungan keluarga
Nilai, kinerja di sekolah turun atau jelek.
10


Bab III
Upaya Penangan Masalah
3.1 Penanganan Masalah Narkoba
Mengingat sudah menjamurnya pengaruh Narkoba diberbagai kalangan maka
Penanggulangan Narkoba sangatlah penting, guna untuk menjaga generasi penerus
bangsa.
Cara terbaik untuk mencegah kecanduan terhadap Narkoba adalah dengan tidak
mengkonsumsi kembali obat-obat terlarang, perlunya pihak dokter, layanan
masyarakat, keluarga memberikan penjelasan secara detail efek dari obat terlarang
dalam dosis berlebih terhadap tubuh kita.
3.2 Penanganan Melalui Orang-Orang Terdekat
Orang terdekat seperti orang tua, sahabat, keluarga merupakan penanganan yang di
percaya dapat lebih efektif dalam usaha penyembuhan bahaya narkoba. Cara yang
dapat dilakukan antara lain :
Komunikasi, sering berbicara antar orang tua dan anak, dengan memberikan
informasi tentang resiko penggunaan dan penyalahgunaan Narkoba atau
obat-obat terlarang.
Dengarkan, Jadilah pendengar yang baik bagi orang tua bila anak-anak
sedang berbicara mengenai tekanan antar sebaya mereka, maka anak akan
mendukung dalam penolakan terhadap Narkoba.
Jadilah Contoh Yang baik, mencontohkan pengaruh buruk terhadap anak,
khususnya ketergantungan kepada obat terlarang, akan berdampak sangat
buruk bagi perkembangan hidupnya, dan efeknya akan lebih cepat untuk
kecanduan Narkoba.
Jagalah keharmonisan keluarga, memperkuat hubungan dalam keluarga
itu sangat diperlukan, karena bila anak dikucilkan dalam keluarga, maka dia
akan merasa asing, sendirian dan biasanya obat terlaranglah sebagai
penghilang rasa sakit yang diderita oleh si anak.
Konseling , pasien atau keluarga melakukan konsultasi kepada psikolog,
atau psikiater, kegiatan ini dapat membantu si pasien terhindar dari
kecanduan obat-obatan, kebiasaan atau prilaku terapi yang dijalankan akan
membantu si pasien apabila terjadi kambuh atau penarikan kembali terhadap
obat-obatan.
Program Perawatan, program perawatan ini termasuk pendidikan umum
dan sesi terapi yang difokuskan pada pembentukan ketenangan dan
pencegahan kecanduan kembali.
Self help groups meeting, seperti pertemuan kelompok khusus untuk
ketergantungan obat Narkoba tingkat satu. Dengan sharing secara personal
11

permasalahan yang terjadi dapat meningkatkan harga diri dari si pasien,
sehingga dapat mencegah dari kecanduan Narkoba.
3.3 Rehabilitasi
Rehabilitasi adalah program untuk membantu memulihkan orang yang memilki
penyakit kronis baik dari fisik ataupun psikologisnya. Program Rehabilitasi individu
adalah program yang mencangkup penilaian awal, pendidikan pasien, pelatihan,
bantuan psikologis, dan pencegahan penyakit.
Pusat Rehabilitasi menggunakan berbagai metode yang berbeda terhadap si pasien,
perawatan pun disesuaikan menurut penyakit si pasien dan seluk-beluk dari awal
terhadap si pasien tersebut. Waktu juga menentukan perbedaan perawatan antar
pasien. Dan pengobatan rawat jalan adalah program yang sangat bermanfaat bagi
para pasien di tahap awal, khususnya bagi pasien yang kecanduan atau addiction.
3.4 Program yang dilakukan Pemerintah
Untuk mengatasi masalah narkoba yang telah lama ada dalam negara ini,
pemerintahpun telah berupaya dengan segala program-programnya antara lain :
Hukum Narkoba
Fungsi dari hukum narkoba dalam suatu Negara untuk membatasi penyalahgunaan
Narkoba sehingga lingkungan masyarakat menjadi yang aman dan nyaman.
Beberapa fungsi dari hukum Narkoba :
Melindungi banyak orang dari bahaya.
Menghukum para penjahat yang memperdagangkan atau menggunakan obat-
obat terlarang.
Meminimalis dampak negatif dari Narkoba dalam masyarakat.
Hukum bersifat kompleks dan terus berubah, karena disesuaikan dengan jenis dan
tindah kejahatan obat terlarang. Begitupun dengan tingkat hukuman yang dijatuhkan
sesuai dengan jenis kejahatan yang dilakukan.
Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan tingkat kasus Narkoba diantaranya :
Kejahatan Narkoba tingkat A atau kelas 1, nah tingkatan kasus obat yang
paling berbahaya, dan hukuman pun paling serius, contoh Narkoba yang
disalahgunakan adalah: Opium, Morfin, Heroin, Methadone,
Dextromoramide, Methylamphetamin, Kokain, Ecstasy, dan LSD.
Kejahatan Narkoba tingkat B atau kelas 2, nah tingkatan kasus obat yang
dianggap tidak terlalu berbahaya atau lebih rendah dari tingkat A, dan
hukumannya lebih ringan. Contoh Narkoba yang disalahgunakan adalah:
Kodein, Ampetamin, barbiturates dan dihydrocodeine.
12

Kejahatan Narkoba tingkat C, atau kelas 3, tingkatan kasus obat yang tidak
berbahaya atau lebih rendah tingkatannya dari kelas B, tentu saja hukuman
pun paling ringan, diantara lainnya. Contoh Narkoba yang disalahgunakan
adalah: obat resep seperti Tranquillisers ( obat rasa cemas, depresi dan
insomnia), Ketamine (obat bius yang berefek halusinogen dan melumpuhkan
semua indera) , GHB (obat penenang) dan cannabis (jenis tanaman untuk
penenang).
Di Indonesia ada 2 undang-undang yang digunakan untuk permasalahan
Narkoba yaitu :
- Undang-undang no. 22 tahun 1997 tentang Narkotika dan
- Undang-undang no. 5 tahun 1997 tentang psikotropika
Organisasi Pemerintah
Gerakan Anti Narkoba (GRANAT)
Gerakan anti narkoba atau sering kita dengar GRANAT, adalah gerakan yang
paling menonjol yang dilakukan pemerintah untuk usaha pencegahan Narkoba di
kalangan masyarakat, mereka menyatakan bahwa pengguna heroin dan kokain
mulai meningkat, khususnya di wilayah Jakarta, walapun pemerintah sudah
berkomitment bahwa Indonesia akan menjadi daerah yang bebas dari Narkoba pada
tahun 2015.
BKNN (Badan Koordinasi Narkotika Nasional)
Dengan dibentuknya BKNN (Badan Koordinasi Narkotika Nasional) yang
kemudian diubah menjadi BNN (tahun 2002), yang lebih bersifat operasional, maka
terlihat jelas bahwa penanganan kasus penyalagunaan Narkoba menjadi lebih
terkoordinasi, lebih banyak kasus terungkap dan juga lebih banyak barang bukti
dapat disita. Dan yang lebih penting lagi adalah akan lebih banyak lagi generasi
muda terselamatkan dari bahaya Narkoba.

13

Bab IV
Penutup

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian terdahulu maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Narkoba merupakan salah satu musuh bangsa Indonesia yang masih harus di
perangi hingga saat ini. Bagaimana tidak, hal narkba ini telah ada baerabad-abad
lamanya di negara ini. Bagai jalan yang tak berujung begitupun masalah narkoba
ini.
Telah begitu banyak korban; anak bangsa yang meninggal dnia akibat narkoba.
Bahkan jaman sekarang ini tidak hanya orang dewasa ataupun remaja yang menjadi
korbannya, anak-anakpun kini menjadi sasaran dari narkoba.
Menyadari bahwa penyalahgunaan Narkoba ini sama halnya dengan penyakit
masyarakat lainnya seperti perjudian, pelacuran, pencurian dan pembunuhan yang
sulit diberantas atau bahkan dikatakan tidak bisa dihapuskan sama sekali dari muka
bumi, maka apa yang dapat kita lakukan secara realistik hanyalah bagaimana cara
menekan dan mengendalikan sampai seminimal mungkin angka penyalahgunaan
Narkoba serta bagaimana kita melakukan upaya untuk mengurangi dampak buruk
yang diakibatkan oleh penyalahgunaan Narkoba ini.
Dengan demikian perlu dicari upaya yang paling ideal, efektif dan aplikatif serta
realistik dalam penanggulangan masalah Narkoba ini dengan melibatkan semua
potensi baik dari unsur pemerintah, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh
masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat umum perorangan maupun kelompok
4.2 Saran
Menghindari pergaulan dengan orang yang memakai narkoba
Mendekatkan diri pada keluarga dan Tuhan YME, karena lingkungan yang
sehat dapat membantu seseorang terhindar dari penaruh narkoba.


14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dari Bapak
Emond Supadli, s.Pd tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini belumlah sempurna, oleh sebab itu bila ada salah
ketik maupun ejaan kami mohom maaf. Besar harapan kami semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang telah membacanya.
Bila ada kritik dan saran yang berhubungan dengan makalah ini dapat
disampaikan langsung kepada penulis. Dan akan menjadi pertimbangan penulis
pada masa yang akan dating. Semoga Tuhan selalu memberikan rahmat dan berkat-
Nya kepada kita semua.


Batanghari, Februari 2014
Penyusun,


15

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..
Daftar Isi ..

BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan ..


1
1
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Narkoba
2.2 Jenis-Jenis Narkoba .
2.3 Bahaya yang di Timbulkan oleh Narkoba ..
2.4 Dampak yang di Timbulkan Oleh Narkoba
2.5 Gejala yang di Timbulkan Oleh Narkoba

2
3
5
8
9

BAB III UPAYA PENANGANAN MASALAH
3.1 Penanganan Masalah Narkoba .
3.2 Penanganan Melalui Orang-Orang Terdekat
3.3 Rehabilitasi
3.4 Program yang dilakukan Pemerintah



10
10
11
11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .
B. Saran


13
13



16

Makalah
NARKOBA
(NARKOTIKA & OBAT BERBAHAYA)


Penyusun :
1. Riska
2. Fitrireningsih
3. Fira Safitri
Guru Pembimbing : Emond Supadli, S.Pd


SMP N 1 BATANGHARI
TAHUN AJARAN : 2013/2014
17