Anda di halaman 1dari 9

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS

Oleh : A Arya Abikara


Pendahuluan
Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah
bantalan diantara tubuh vertebra. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan
dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus
pulposus. HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus. (Brunner & uddarth! "##"$
Hernia Nukleus Pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau ba%ahnya! bisa
&uga langsung ke kanalis vertebralis. (Priguna idharta! '((#$
Anatomi
)*Diskus intervertebralis menghubungkan korpus vertebra satu sama lain dari servikal
sampai lumbal+sa,ral. Diskus ini berfungsi sebagai penyangga beban dan peredam ke&ut
(shock absorber$.
Diskus intervertebralis terdiri dari dua bagian utama yaitu-
.nulus fibrosus! terbagi men&adi / lapis-
0apisan terluar terdiri dari lamella fibro kolagen yang ber&alan menyilang
konsentris mengelilingi nu,leus pulposus sehingga bentuknya seakan1akan
menyerupai gulungan per (coiled spring$
0apisan dalam terdiri dari &aringan fibro kartilagenus
Daerah transisi.
)*Mulai daerah lumbal ' ligamentum longitudinal posterior makin menge,il sehingga
pada ruang intervertebre 021' tinggal separuh dari lebar semula sehingga
mengakibatkan mudah ter&adinya kelainan didaerah ini.
)*Nukleus Pulposus adalah suatu gel yang viskus terdiri dari proteoglycan (hyaluronic
long chain) mengandung kadar air yang tinggi (3#4$ dan mempunyai sifat sangat
higroskopis. Nu,leus pulposus berfungsi sebagai bantalan dan berperan menahan
tekanan+beban.
)*5emampuan menahan air dari nu,leus pulposus berkurang se,ara progresif dengan
bertambahnya usia. Mulai usia "# tahun ter&adi perubahan degenerasi yang ditandai
dengan penurunan vaskularisasi kedalam diskus disertai berkurangnya kadar air dalam
nu,leus sehingga diskus mengkerut dan men&adi kurang elasti,.
ebagian besar HNP ter&adi pada 06102 dan 021' karena-
'. Daerah lumbal! khususnya daerah 021' mempunyai tugas yang berat! yaitu
menyangga berat badan. Diperkirakan 724 berat badan disangga oleh sendi 021
'.
". Mobilitas daerah lumabal terutama untuk gerak fleksi dan ekstensi sangat tinggi.
Diperkirakan hamper 274 aktivitas fleksi dan ekstensi tubuh dilakukan pada
sendi 021'
/. Daerah lumbal terutama 021' merupakan daerah ra%an karena ligamentum
longitudinal posterior hanya separuh menutupi permukaan posterior diskus.
.rah herniasi yang paling sering adalah postero lateral.
Patofisioloi
Protrusi atau ruptur nukleus pulposus biasanya didahului dengan perubahan
degeneratif yang ter&adi pada proses penuaan. 5ehilangan protein polisakarida dalam
diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Perkembangan pe,ahan yang
menyebar di anulus melemahkan pertahanan pada herniasi nukleus. etela trauma
&atuh! ke,elakaan! dan stress minor berulang seperti mengangkat$ kartilago dapat
,edera.
Pada kebanyakan pasien! ge&ala trauma segera bersifat khas dan singkat! dan
ge&ala ini disebabkan oleh ,edera pada diskus yang tidak terlihat selama beberapa bulan
maupun tahun. 5emudian pada degenerasi pada diskus! kapsulnya mendorong ke arah
medula spinalis atau mungkin ruptur dan memungkinkan nukleus pulposus terdorong
terhadap sakus dural atau terhadap saraf spinal saat mun,ul dari kolumna spinal.
Hernia nukleus pulposus ke kanalis vertebralis berarti bah%a nukleus
pulposus menekan pada radiks yang bersama1sama dengan arteria radikularis berada
dalam bungkusan dura. Hal ini ter&adi kalau tempat herniasi di sisi lateral. Bilamana
tempat herniasinya ditengah1tengah tidak ada radiks yang terkena. 0agipula!oleh karena
pada tingkat 0" dan terus keba%ah sudah tidak terdapat medula spinalis lagi! maka
herniasi di garis tengah tidak akan menimbulkan kompresi pada kolumna anterior.
etelah ter&adi hernia nukleus pulposus sisa duktus intervertebralis
mengalami lisis sehingga dua korpora vertebra bertumpang tindih tanpa gan&alan.
Pada trauma berulang robeknya tersebut dapat men&adi lebih lebar atau
meluas dan di samping itu ter&adi pula robekan1robekan bersifat radial. Bila hal ini
ter&adi maka men&ebolnya nukleus pulposus hanya menunggu %aktu sa&a.
8ergantung triger sehingga dapat menyebabkan daya mekanik yang berat
pada diskus9 seperti mengangkat beban berat dengan posisi yang tidak benar! menarik
beban yang berat maka hernia nukleus pulposus dapat ter&adi ke berbagai arah9
'. Bila men&ebolnya nukleus ke arah anterior! hal ini tidak mengakibatkanya
mun,ulnya ge&ala yang berat ke,uali rasa nyeri.
". Bila menon&olnya nukleus ke arah dorsal medial maka dapat menimbulkan
penekanan medulla spinalis dengan akibatnya gangguan fungsi motorik
maupun sensorik pada ektremitas! begitu pula gangguan miksi dan defekasi
yang bersifat :MN.
/. Bila menon&olnya ke arah lateral atau dorsal lateral! maka hal ini dapat
menyebabkan tertekannya radiks saraf tepi yang keluar dari sana dan
menyebabkan ge&ala neuralgia radikuler.
6. 5adangkala protrusi nukleus ter&adi ke atas atau ke ba%ah masuk ke dalam
korpus vertebral dan disebut dengan nodus ,hmorl.
HNP termasuk sakit pinggan gyang diskogenik yang berarti nyeri yang
disebabkan karena gangguan diskus interverteralis. Protrusi atau herniasi diskus dapat
ter&adi dalam beberapa tingkat keparahan tergantung dengan &auhnya penon&olan. HNP
paling sering ter&adi di daerah lumbalis (7#1(# 4$ sedangkan HNP di daerah servikalis
sebanyak '# persen di daerah thora; sangat &arangn sekitar ' persen.
!aktor Resiko
<aktor risiko yang tidak dapat dirubah
'. :mur- makin bertambah umur risiko makin tinggi
". =enis kelamin- laki1laki lebih banyak dari %anita
/. >ia%ayat ,edera punggung atau HNP sebelumnya
<aktor risiko yang dapat dirubah
'. Peker&aan dan aktivitas- duduk yang terlalu lama! mengangkat atau menarik
barang1barang berta! sering membungkuk atau gerakan memutar pada
punggung! latihan fisik yang berat! paparan pada vibrasi yang konstan seperti
supir.
". ?lahraga yang tidak teratur! mulai latihan setelah lama tidak berlatih! latihan
yang berat dalam &angka %aktu yang lama.
/. Merokok. Nikotin dan ra,un1ra,un lain dapat mengganggu kemampuan diskus
untuk menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam darah.
6. Berat badan berlebihan! terutama beban ekstra di daerah perut dapat
menyebabkan strain pada punggung ba%ah.
2. Batuk lama dan berulang
"anifestasi Klinis
Nyeri dapat ter&adi pada bagian spinal manapun seperti servikal! torakal (&arang$
atau lumbal. Manifestasi klinis bergantung pada lokasi! ke,epatan perkembangan (akut
atau kronik$ dan pengaruh pada struktur disekitarnya. Nyeri punggung ba%ah yang
berat! kronik dan berulang (kambuh$.
Peneakkan #ianosis
'. .namnesa
5eluhan utama! ri%ayat pera%atan sekarang! >i%ayat kesehatan dahulu! >i%ayat
kesehatan keluarga
". Pemeriksaan <isik
Pengka&ian terhadap masalah pasien terdiri dari a%itan! lokasi dan penyebaran nyeri!
parestesia! keterbatasan gerak dan keterbatasan fungsi leher! bahu dan ekstremitas
atas. Pengka&ian pada daerah spinal servikal meliputi palpasi yang bertu&uan untuk
mengka&i tonus otot dan kekakuannya.
/. Pemeriksaan Penun&ang
Pemeriksaan #ianostik
'. @1>ay pinal - Memperlihatkan perubahan degeneratif pada tulang belakang
". M > I - untuk melokalisasi protrusi diskus ke,il sekalipun terutama untuk
penyakit spinal lumbal merupakan pemeriksaan baku emas untuk
penegakkan diagnosis HNP
/. A8 ,an dan Mielogram &ika ge&ala klinis dan patologiknya tidak terlihat
pada M > I
6. Blektromiografi (BMC$ - untuk melokalisasi radiks saraf spinal khusus yang
terkena.
2. Diskografi - 8erutama berguna pada fase a%al HNP dimana pada M>I sulit
dinilai
Penatalaksanaan
'. Pembedahan
8u&uan - Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan
mengubah defisit neurologik.
Ma,am -
Disektomi - Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus
intervertebral
0aminektomi - Mengangkat lamina untuk mema&ankan elemen neural pada
kanalis spinalis! memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis
spinalis! mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan
kompresi medula dan radiks
0aminotomi - Pembagian lamina vertebra.
Disektomi dengan peleburan.
". Immobilisasi
Immobilisasi dengan mengeluarkan kolor servikal! traksi! atau bra,e.
/. 8raksi
8raksi servikal yang disertai dengan penyanggah kepala yang dikaitkan pada katrol
dan beban.
6. Meredakan Nyeri
5ompres lembab panas! analgesik! sedatif! relaksan otot! obat anti inflamasi dan &ika
perlu kortikosteroid.
"asalah
'. Nyeri - 5ompresi saraf! spasme otot
". Cangguan mobilitas fisik karena nyeri! spasme otot! terapi restriktif dan
kerusakan neuromuskulus
/. .nsietas karena tidak efektifnya koping individual
6. 5urang pengetahuan karena kurangnya informasi mengenai kondisi! prognosis
dan tindakan pengobatan.
$era%i Konse&atif
'( Nyeri karena kom%resi saraf) s%asme otot
5a&i keluhan nyeri! lokasi! lamanya serangan! faktor pen,etus + yang
memperberat. 8etapkan skala # * '#
Pertahankan tirah baring! posisi semi fo%ler dengan tulang spinal! pinggang
dan lutut dalam keadaan fleksi! posisi telentang
Cunakan logroll (papan$ selama melakukan perubahan posisi
bra,e + korset
Batasi aktifitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan
*( +anuan mobilitas fisik karena nyeri) s%asme otot) tera%i restriktif dan
kerusakan neuromuskular
Berikan + bantu pasien untuk melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif
Bantu pasien dalam melakukan aktivitas ambulasi progresif
Berikan pera%atan kulit dengan baik! masase titik yang tertekan setelah
rehap perubahan posisi. Periksa keadaan kulit diba%ah bra,e dengan periode
%aktu tertentu.
,( Ansietas
8entukantingkat ansietas pasien
Berikan informasi yang akurat
Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan masalah seperti
kemungkinan paralisis! pengaruh terhadap fungsi seksual! perubahan peran
dan tanggung &a%ab.
-( Kuran %enetahuan karena kurannya informasi menenai kondisi)
%ronosis
=elaskan kembali proses penyakit dan prognosis dan pembatasan kegiatan
Berikan informasi mengenai mekanika tubuh sendiri untuk berdiri!
mengangkat dan menggunakan sepatu penyokong
Diskusikan mengenai pengobatan dan efek sampingnya.
.n&urkan untuk menggunakan papan + matras yang kuat! bantal ke,il yang
agak datar diba%ah leher! tidur miring dengan lutut difleksikan! hindari
posisi telungkup.
#A!$AR PUS$AKA

'. Bu,ho%ski =M! .nderson P.! ekhon 0! >ie% 5D.Aervi,al dis, arthroplasty
,ompared %ith arthrodesis for the treatment of myelopathy. urgi,al te,hniDue.J
Bone Joint Surg Am.?,t ' "##(9(' uppl "-""/1/".
". Aarragee B=! Don .! Hur%itE B0! Auellar =M! Aarrino =! HerEog >. "##(
I0 PriEe Finner- Does dis,ography ,ause a,,elerated progression of
degeneration ,hanges in the lumbar dis,- a ten1year mat,hed ,ohort study. Spine
(Phila Pa 1976).?,t ' "##(9/6("'$-"//3162.
/. M,Cirt M=! Busta,,hio ! Garga P! Gilende,i, M! 8rummer M! Corensek M! et
al. . prospe,tive ,ohort study of ,lose interval ,omputed tomography and
magneti, resonan,e imaging after primary lumbar dis,e,tomy- fa,tors asso,iated
%ith re,urrent dis, herniation and dis, height loss. Spine (Phila Pa 1976). ep '
"##(9/6('($-"#6612'.
6. <ish DB! 5obayashi HF! Ahang 80! Pham H. M>I predi,tion of therapeuti,
response to epidural steroid in&e,tion in patients %ith ,ervi,al radi,ulopathy. Am
J Phys ed !ehabil. Mar "##(933(/$-"/(16I.
2. Hirs,h =.! ingh G! <al,o <=! Benyamin >M! Man,hikanti 0. .utomated
per,utaneous lumbar dis,e,tomy for the ,ontained herniated lumbar dis,- a
systemati, assessment of eviden,e. Pain Physician. May1=un "##(9'"(/$-I#'1
"#.
I. Boos N! Feissba,h ! >ohrba,h H! et al. Alassifi,ation of age1related ,hanges in
lumbar intervertebral dis,s- "##" Golvo .%ard in basi, s,ien,e. Spine. De, '
"##"9"7("/$-"I/'166.
Path.ays
:&ung saraf spinal tertekan
Nukleus Pulposus 8erdorong
H N P
Cangguan Mobilitas <isik
Penurunan 5er&a reflek
Nyeri
Perubahan sensasi
Proses degenerative
(IDD$
5ehilangan protein polisakarida
5andungan air menurun
8rauma tress ?kupasi