Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum Hari/Tanggal :Selasa /6 Mei 2014

Biokimia Klinis Waktu : 08.00-11.00 WIB


PJP : Saefudin, S.Si.,M.Si
Asisten : Rahma Dara
Riswan Dwi C.
M. Maftuchin S.
Siti Nuraeni



KREATININ DARAH
Kelompok 12

Kathirina B. Riwu Wolo G84110021
Isra Janatiningrum G84110031
Galih Tridarna Poetra G84110071












DEPARTEMEN BIOKIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014
PENDAHULUAN
Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir
metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir
konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang sama. Kreatinin
diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi dan sekresi, konsentrasinya
relatif konstan dalam plasma dari hari ke hari, kadar yang lebih besar dari nilai
normal mengisyaratkan adanya gangguan fungsi ginjal. (Sylvia & Lorraine 1994).
Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir
metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir
konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang sama. Kreatinin
diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi dan sekresi, konsentrasinya
relatif konstan dalam plasma dari hari ke hari, kadar yang lebih besar dari nilai
normal mengisyaratkan adanya gangguan fungsi ginjal. (Corwin 2001).
Pemeriksaan kreatinin darah dengan kreatinin urin bisa digunakan untuk
menilai kemampuan laju filtrasi glomerolus, yaitu dengan melakukan tes kreatinin
klirens. Selain itu tinggi rendahnya kadar kreatinin darah juga memberi gambaran
tentang berat ringannya gangguan fungsi ginjal. Hemodialisis dilakukan pada
gangguan fungsi ginjal yang berat yaitu jika kadar kreatinin lebih dari 7 mg / dl
serum.
Percobaan kali ini bertujuan mengerti prinsip kreatinin darah, dapat
melakukan pengujian kadar kreatinin dalam darah sehingga dapat menjelaskan
hubungan kadar kreatinin dalam darah dengan fungsi ginjal.

METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa 06 Mei 2014, pukul 08.00-
11.00 WIB, di laboratorium Departemen Biokimia.
Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi, pipet
volumetrik 0.1 mL, 1 mL, dan 10 mL, gelas piala, pipet tetes, corong plastik,
kertas saring, labu Erlenmeyer, kuvet, dan spektrofotometer.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain serum darah sapi, larutan asam
pikrat basa, lartan asam sulfat 0.67 N dan 10 %, larutan natrium wolframat 10 %,
larutan standar kreatinin, dan akuades.
Prosedur
Penyiapan serum bebas protein dilakukan dengan metode Folin Wu.
Pertama-tama dicampurkan 7 mL akuades, H
2
SO
4
0.67 N, Na-Wolframat 10%,
dan serum darah sapi masing-masing 1 mL. Kemudian divortex hingga tercampur
merata dan disaring hingga diperoleh filtrat jernih. Selanjutnya disiapkan tiga
tabung reaksi yang terdiri atas contoh, blanko, dan standar. Tabung reaksi contoh
diisi dengan filtrat sebanyak 2.5 mL, standar diisi dengan standar kreatinin 2.5
mL, dan blanko diisi dengan akuades 2.5 mL. Kemudian ketiga tabung reaksi
tersebut ditambah asam pikrat basa 1.25 mL secara bersamaan dan diinkubasi
dalam suhu ruang selama 20 menit. Akhirnya dapat ditentukan nilai absorbannya
pada panjang gelombang 540 nm.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kreatinin adalah zat racun dalam darah, terdapat pada seseorang yang
ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal. Kreatinin disintesis dalam hati,
pankreas, dan ginjal dari asam amino arginin, glisin, dan metionin. Senyawa ini
dihasilkan ketika terjadi kontraksi pada otot. Dalam darah, kreatinin dihilangkan
dengan proses filtrasi melalui glomerulus ginjal dan disekresikan dalam bentuk
urin. Ginjal yang sehat menghilangkan kreatinin dari darah dan memasukkannya
pada urin untuk dikeluarkan dari tubuh. Analisis kadar kreatinin dalam tubuh
merupakan indeks medis yang penting untuk mengetahui kondisi laju filtrasi
glomerulus, keadaan ginjal, dan berfungsinya kerja otot (Corwin 2001).
Analisis kadar kreatinin menggunakan uji reaksi Jaffe. Pada reaksi jaffe
terjadi pembentukan tautomer kreatinin pikrat yang berwarna merah bila kreatinin
direaksikan dengan larutan pikrat alkalis. Warna ini akan berubah menjadi kuning
apabila larutan diasamkan. Berdasarkan percobaan, diperoleh kadar kreatinin yang
berbeda-beda untuk ketiga sampel. Sampel 1 mempunyaikonsentras kreatinin
0.0394 mg/dL, sampel 2 sebesar 0.0145 mg/dL, dan sampel 3 sebesar 0.0469
mg/dL. Rata-rata konsentrasi kreatinin untuk ketiga sampel yaitu 0.0336 mg/dL.
Kadar normal kreatinin dalam darah yaitu 0.6-1.3 mg/dL untuk laki-laki dan
0.5-1.0 mg/dL untuk perempuan (Sacher 2004). Kadar kreatinin pada wanita
cenderung lebih sedikit daripada laki-laki karena massa otot perempuan lebih
rendah daripada laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa kadar kreatinin dalam
ketiga sampel sangat rendah dari batas normal.
Tabel 1 Konsentrasi kreatinin darah
Tabung Absorban (A) [Kreatinin] (mg/dL) Rata-rata (mg/dL)
Blanko 0 0 -
Standar 0.241 1 -
Sampel 1 0.095 0.0394
0.0336 Sampel 2 0.035 0.0145
Sampel 3 0.113 0.0469
Contoh perhitungan:
Sampel 1
[Kreatinin] =


[standar kreatinin]
=

0.100 mg/dL
= 0.0394 mg/dL
Rata-rata =


=
( )


= 0.0336 mg/dL
Senyawa-senyawa yang dapat mengganggu pemeriksaan kadar kreatinin
darah hingga menyebabkan overestimasi nilai kreatinin sampai 20 persen adalah :
Aseton, Asam askorbat, Bilirubin, Asam urat, Asam aceto acetat, Piruvat,
Barbiturat, sefalosporin, metildopa. Senyawa-senyawa tersebut dapat member
reaksi terhadap reagen kreatinin dengan membentuk warna yang serupa kreatinin
sehingga dapat menyebabkan kadar kreatinin tinggi palsu. Akurasi atau tidaknya
hasil pemeriksaan kadar kreatinin darah juga sangat tergantung dari ketepatan
perlakuan pada pengambilan sampel, ketepatan reagen, ketepatan waktu dan suhu
inkubasi ( Sodeman,1995 )

SIMPULAN
Kreatinin adalah zat racun dalam darah, terdapat pada seseorang yang
ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal. Berdasarkan percobaan, diperoleh
kadar kreatinin yang berbeda-beda untuk ketiga sampel. Sampel 1
mempunyaikonsentras kreatinin 0.0394 mg/dL, sampel 2 sebesar 0.0145 mg/dL,
dan sampel 3 sebesar 0.0469 mg/dL. Rata-rata konsentrasi kreatinin untuk ketiga
sampel yaitu 0.0336 mg/dL.

DAFTAR PUSTAKA
Corwin Elizabeth J. 2001. Buku Saku Patafisiologi (hands book of
pathophysiologi). Jakarta: EGC.
Sacher RA dan RA McPherson. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan
Laboratorium. Edisi 11. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta.
Sodeman, W.A dan Sodeman T.M. (1995). Sodeman Patofisiologi. Edisi 7. Jilid
II. Penerjemah: Andry Hartono. Jakarta: Hipokrates.
Sylvia & Lorraine. 1994. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses Penyakit. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran, EGC.