Anda di halaman 1dari 12

ATRESIA ANI

A. Pengertian
Atresia ( Tresis ) berarti keadaan tdk ada
atau tertutupnya lubang badan normal
atau organ tubular secara kongenital di sbt
juga Clausura. Ani berarti anus
imperforate. Jadi Atresia Ani adalah bentuk
kelainan bawaan dimana tdk adanya
lubang dubur terutama pada bayi
Tidak adanya lubang tetap pada anus
( Ilyas J, et al 1992 : 95 )

B. Penyebab
Atresia dpt disebabkan oleh beberapa faktor,
antara lain :
1. Putusnya saluran pencernaan dari atas dgn
daerah dubur shg bayi lahir tanpa lubang
dubur
2. Kegagalan pertumbuhan pd saat bayi dlm
kandungan berusia 12 mgg atau 3 bln
3. Adanya ggn atau berhentinya perkembangan
embriologi di daerah usus, rektum bgn distal
serta traktus urogenital, yg terjadi antara
mgg ke 4 s/d mgg ke 6 usia kehamilan

C. Klasifikasi
Loqqd dan Gross pd th 1934 membagi 4 tipe
:
1. Tipe I : saluran anus atau rektum bgn bwh
mengalami stenosis dlm berbagai derajat
2. Tipe II : terdpt suatu membran tipis yg
menutupi anus krn menentapnya membran
anus
3. Anus tdk terbtk dan rektum berakhir sbg
suatu kantung yg buntu terletak pd jarak
tertentu dari kulit di daerah anus seharusnya
terbentuk (lekukan anus)

4) Tipe IV : saluran anus dan rektum bgn bwh
membentuk suatu kantung buntu yg
terpisah pd jarak tertentu dari ujung rektum
yg berakhir sbg suatu kantung buntu.

Jenis yg paling ditemukan adalah tipe III,
sementara tipe IV btk yg paling jarang
ditemui

D. Pengkajian fokus
1. Keluhan
a. 8 s/d 24 jam setelah lahir mengalami
distensi abdomen
b. 24 s/d 48 jam bayi mengalami muntah-
muntah dan tdk keluar mekonium krn
adanya fistula yg sempit/tdk ada fistula

2. Riwayat Penyakit
a. Biasanya pd kondisi Atresia Ani dijumpai keluhan
lain : Atresia Oesophagus atau kelainan
Traktus Urinarius
b. Pd bayi dgn Atresia Ani mengalami kelainan
kongenital krn adanya ggn pertumbuhan organ
yaitu dgn ggn invaginasi jaringan ( malformasi
kongenital )
3. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
1) Abdomen : tampak membesar
2) Anus : tdk ada/lubang sempit

3) Pd bayi P : dijumpai mekoneum keluar dari
vagina
4) Pd bayi L : dijumpai mekoneum pd urine
b. Auskultasi :
Bising usus : menunjukkan nada tinggi
c. Perkusi :
Abdomen terdengar bunyi pekak
d. Palpasi :
Abdomen menunjukkan adanya massa bila ada
penumpukan faeses

4. Pemeriksaan Diagnostik
Radiologi : pd posisi tegak dan terbalik
( dijungkir ) selama 5 mnt, maka akan
terlihat tinggi rendahnya sumbatan.
Rektum foto dilakukan setelah bayi
berumur lebih 24 jam, krn dlm keadaan
normal sesuai umur tsb seluruh traktur
digestivus sudah berisi udara

Kelaianan Yang Dijumpai :
a. Anomal Tinggi :
Agnesia anurectal dgn atau tanpa fistula dan
atresia rectal
b. Anomali Menengah :
Agnesis anal dgn atau fistula dan stenosis
anorectal
c. Anomali Rendah :
Tempat anal/anus perineal

5. Penatalaksanaan :
a. Dilakukan operasi dgn segera, bila tdk ada fistula
b. Bila keadaan tdk memungkinkan, sementara
dibuat kolostomi sampai tindakan definitif dpt
dilaksanakan
c. Bila ada fistula/sempit dilakukan dilatasi fistula
setiap hari dgn kateter uretra atau dilator Hegar
atau spekulum hidung yg kecil

Masalah yg mungkin terjadi
1. Sebelum Operasi
a. Ggn volume cairan : kurang
b. Ggn eliminasi usus
c. Ggn nutrisi
d. Kurangnya pengetahuan orang tua

2. Setelah Operasi
a. Resiko infeksi
b. Ggn nutrisi : kurang
c. Ggn volume cairan : kurang
d. Adanya nyeri
e. Ggn integritas kulit
f. Kurangnya pengetahuan orang tua