Anda di halaman 1dari 2

Buat menjadi 3 kelompok pada kasus di bawah ini :

Kelompok 1 membuat pengkajian


Kelompok 2 membuat analisa data, diagnosa dan skoring prioritas masalah
Kelompok 3 membuat rencana keperawatan keluarga
Catatan : silahkan tambahkan data-data kasusnya apabila ada yang kurang dan
masing-masing kelompok tugasnya diketik dan dipresentasikan tugasnya.

1. Tn.S 41 tahun adalah seorang ketua RT di lingkungan di daerah Rancaekek kab.
Bandung. Tn. S memiliki 4 orang anak, dimana usia anak tertua adalah 9 tahun dan
yang terkecil 3 tahun. Tahap perkembangan keluarga Tn. S telah terpenuhi. Ny. A
adalah istri Tn.S, usianya 40 Tahun, sudah sejak 4 tahun yang lalu Ny.A sering
merasakan kepala dan nyeri tengkuk. Pernah diperiksa 3 tahun yang lalu ke tempat
praktek bidan yang jaraknya kurang lebih 500 M dari rumahnya, TD Ny.A pada saat
diperiksa 145/95 mmHg. Namun sekarang Ny.A tidak memperdulikan mengenai
sakit kepala dan nyeri tengkuk yang sering datang menyerang. Ny.A sekarang
membiarkannya saja. Ny.A selama ini biasa mengkonsumsi ikan asin, dan selalu
menggunakan garam dan penyedap yang cukup banyak ketika memasak, karena
keluarganya menyukai rasa asin. Ibu dari Ny.A meninggal 2 tahun yang lalu karena
stroke. Anak-anak Ny.A semuanya menurut, dan jarang keluar rumah, ketika di
rumah hanya dihabiskan dengan menonton TV. Rumah Tn. S berada dilingkungan
yang jarang-jarang rumah-rumahnya. Rumah Tn.S cukup besar dan bersih. Di
lingkungan rumahnya terdapat pembuangan limbah yang tertutup. Pendidikan Tn. S
SMP dan Ny.A SD, meskipun pendidikan keduanya tidak terlalu tinggi, namun
keduanya mementingkan pendidikan anaknya. Silahkan tambahkan data yang
dirasa perlu, untuk melengkapi data pengkajian.

2. Tn. S dan Ny.X masing-masing berusia 28 tahun dan 24 tahun, memiliki seorang
putri bernama An.F berusia 5 tahun dan seorang putra bernama An.T berusia 4
bulan. Tipe keluarga Tn.S adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan 2
orang anak. Pada saat pengkajian secara umum kondisi keluarga dalam keadaan
sehat. Pada usia memasuki 4 bulan An.F pernah memiliki riwayat penyakit diare,
kemudian DBD sehingga harus dirawat inap di Puskesmas selama 12 hari. Pada saat
An.F berusia 2,5 tahun, anak kembali dirawat di puskesmas selama 23 hari, tetapi
karena tidak sembuh-sembuh sehingga orang tua membawa ke dokter praktek dan
dokter mendiagnosis radang yang menyebabkan anak panas. Setelah usia 4 tahun,
hingga sekarang 5 tahun, klien tidak pernah kambuh lagi, namun demikian orang
tua tetap khawatir kondisi anaknya memburuk lagi. Riwayat imunisasi An.F
lengkap. Pada saat ini An.F bersekolah di TK 0 kecil. Orang tua mengatakan klien
sangat hiperaktif layaknya anak seusianya, suka bermain sepeda meskipun kadang
dilarang oleh ibunya. Orang tua juga mengatakan An.F malas makan dikarenakan
sering mengkonsumsi jajanan.

3. Keluarga Tn, AS (37 tahun) tinggal di sebuah rumah panggung, yang terletak
dipinggir kanal kelurahan X dengan lima orang anggota keluarganya, istri dan
anak. Anak Tn. AS bayi baru lahir dengan BB 3 Kg, lahir spontan di ibu bidan
bernama An. G. Tn AS bekerja sebagai petugas kebersihan kota yang setiap hari
bertugas menyapu jalan raya di depan kantor balai kota, ia pernah mengenyam
pendidikan sampai SD. Istrinya bernama Ny. B (35 tahun). Istri Tn.AS menderita
Diabetes Melitus, ia mengeluh kram pada ekstremitas, sering buang air kecil, lemah,
letih. Kulit Nampak bersisik, sedang kapala keluarga sendiri mengeluh nyeri pada
lututnya yang dialaminya setiap hari terutama di pagi hari keluhan ini sudah dialami
sejak 3 minggu yang lalu. Ny. B masih merasa belum tahu dan ada rasa takut untuk
merawat bayinya karena pertama kali memiliki anak.







Written By : Tito Ahmad R