Anda di halaman 1dari 1

Dx.

Pre Op: G
II
P10001 Part. 41-42 Minggu T/H + Kala 1 Fase Aktif
+ Arrest of Descent
Dx. Post Op: G
II
P10001 Part. 41-42 Minggu T/H + Kala 1 Fase
Aktif + Arrest of Descent
Jenis Pembedahan : LSCS + IUD

1. Pasien tidur miring ke kiri dengan kaki ditekuk dan kepala di
dada Dilakukan antisepsis di punggung Dilakukan SAB di
L4.
2. Pasien tidur terlentang di meja operasi Antisepsis dan
demarkasi dengan doek steril.
3. Incisi midline lapis demi lapis sampai cavum abdomen terbuka.
4. Bladder flap dilindungi dengan speculum.
5. Incisi SBR 1 cm di bawah bladder flap.
6. Ketuban keruh Mekoneal.
7. Bayi dilahirkan meluksir kepala Tali pusat dipotong
Plasenta dilahirkan dg tarikan ringan.
8. Eksplorasi Bersih Pasang IUD
9. Jahit SBR dengan delujur feston 2 lapis.
10. Reperitonealisasi
11. Evaluasi : Adnexa D/S dBN , Kontraksi uterus Baik,
Perdarahan (-)
12. Cuci dengan WI
13. Luka dijahit lapis demi lapis dari otot Fascia Otot Kulit
(jahit matras).
14. Operasi selesai.


Dx. Pre Op: G
IV
P30003 Part. 41-42 Minggu T/H + Kala 1 Fase Aktif
+ Letsu + Bekas SC
Dx. Post Op: G
IV
P30003 Part. 41-42 Minggu T/H + Kala 1 Fase
Aktif + Letsu + Bekas SC
Jenis Pembedahan : LSCS + MOW

1. Pasien tidur miring ke kiri dengan kaki ditekuk dan kepala di dada
Dilakukan antisepsis di punggung Dilakukan SAB di L4.
2. Pasien tidur terlentang di meja operasi Antisepsis dan
demarkasi dengan doek steril.
3. Incisi midline lapis demi lapis sampai cavum abdomen terbuka.
4. Bladder flap dilindungi dengan speculum.
5. Incisi SBR 1 cm di bawah bladder flap.
6. Ketuban jernih
7. Bayi dilahirkan meluksir bokong Tali pusat dipotong
Plasenta dilahirkan dg tarikan ringan.
8. Eksplorasi Bersih
9. Jahit SBR dengan delujur feston 2 lapis.
10. Reperitonealisasi
11. Evaluasi : Adnexa D/S dBN Dilakukan tubektomi Poomery
Bilateral, Kontraksi uterus Baik, Perdarahan (-)
12. Cuci dengan WI
13. Luka dijahit lapis demi lapis dari otot Fascia Otot Kulit
(jahit matras).
14. Operasi selesai.

Dx. Pre Op: G
II
P10001 Part. 41-42 Minggu T/H + Kala 1 Fase Aktif
+ Bekas SC + Secondary Arrest
Dx. Post Op: G
II
P10001 Part. 41-42 Minggu T/H + Kala 1 Fase
Aktif + Bekas SC + Secondary Arrest
Jenis Pembedahan : LSCS
Anastesi : SAB

1. Pasien tidur miring ke kiri dengan kaki ditekuk dan kepala di
dada Dilakukan antisepsis di punggung Dilakukan SAB di
L4.
2. Pasien tidur terlentang di meja operasi Antisepsis dan
demarkasi dengan doek steril.
3. Incisi pfannensteil dari kulit fascia, sampai cavum abdomen
terbuka.
4. Bladder flap.
5. Incisi SBR 1 cm di bawah bladder flap.
6. Ketuban jernih.
7. Bayi dilahirkan meluksir kepala Tali pusat dipotong
Plasenta dilahirkan dg tarikan ringan.
8. Eksplorasi Perdarahan aktif dari SBR posterior Dilakukan
cross satu-satu.
9. Jahit SBR dengan delujur feston 2 lapis.
10. Reperitonealisasi
11. Evaluasi : Adnexa D/S dBN , Kontraksi uterus Baik,
Perdarahan (+) dirawat
12. Cuci dengan WI
13. Luka dijahit lapis demi lapis dari otot Fascia lemak Kulit
(jahit subkutikuler ).
14. Operasi selesai.