Anda di halaman 1dari 4

Skenario Dua: Serangan Nuklir China terhadap Kota-Kota Besar di

Amerika Serikat
Berbagai analisis terhadap spesifikasi dan karakteristik dari
kekuatan nuklir strategis China yang ada dalam skenario ini memunculkan
pertanyaan, seberapa besarkah kapabilitas senjata nuklir strategis China
untuk menjangkau target-targetnya di daratan Amerika Serikat? Dari
perbandingan kekuatan senjata nuklir antara China dan Amerika Serikat
secara kasar memang jelas terlihat bahwa Amerika Serikat lah yang
memenangkan superioritas senjata nuklir strategis, seperti yang sudah
dijelaskan di bagian-bagian sebelumnya. Namun apakah kemudian
superioritas senjata nuklir Amerika Serikat dapat menghancurkan dan
meredam semua kapabilitas nuklir yang dimiliki China?
Seperti yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya, China
memiliki kurang lebih 20 Inter-Continental Ballistic Missile (ICBM) tipe DF-
5A yang mempunyai kapabilitas untuk menyerang kota-kota besar di
Amerika Serikat.
1
Setelah serangan pertama yang dijalankan Amerika
Serikat, seperti yang dijelaskan pada skenario satu, terhadap instalasi silo
China yang terletak di Luoning, fakta di lapangan kemudian menunjukkan
bahwa China memasang beberapa "decoy" silos yang ternyata kosong
untuk mengelabui serangan Amerika Serikat. Berkat strategi China
tersebut, beberapa DF-5A berhasil selamat dari serangan nuklir Amerika
Serikat dan masih mempunyai kapabilitas untuk menyerang daratan
Amerika Serikat.
Kekuatan deterrence nuklir China terhadap Amerika Serikat
memang sangat berbeda jauh, karena tidak terlepas dari doktrin nuklir
China yang mengatakan bahwa senjata nuklir China is one of no-first-use,
dan China sangat konsisten dengan kebijakannya tersebut.
2
Kapabilitas
senjata nuklir China untuk mengancam kekuatan nuklir Amerika Serikat

1
Simulated US and Chinese Nuclear Strike. Hal 173 (ini pdf 1 yang dikirim Anggika, gatau detil
penulis dll nya)
2
Ibid. hal 186
memang tidak mencukupi dalam hal kuantitas dan akurasi, tetapi hal ini
juga merupakan sebuah "keuntungan" bagi China karena dapat dengan
mudah mengenai target-target yang berpopulasi tinggi, seperti perkotaan
di Amerika Serikat.
Sebagai gambaran, jarak maksimal yang dapat ditempuh dari DF-
5A China adalah sejauh 13000 km.
3
Jika diluncurkan dari silo yang
terletak di Luoning, dan menghitung pula lintasan circumpolar yang
menjadi ciri khas ICBM, maka hanya dibutuhkan sekitar 11000 km untuk
menghancurkan kota-kota yang terletak di bagian West Coast dan wilayah
utara hingga tengah dari daratan Amerika Serikat. Jarak 12000 km sudah
cukup untuk mencapai bagian East Coast, termasuk di dalamnya kota
New York dan Washington DC. Dan jika DF-5A berhasil mencapai jarak
maksimalnya, yaitu 13000 km,
4
maka seluruh daratan Amerika Serikat
dapat menjadi target. Tetapi hal ini kemudian akan menjadi dilema karena
lintasan tersebut akan melalui wilayah udara Rusia dan dapat
mengaktifkan early warning system yang dimiliki Rusia. Sebagai catatan,
Rusia bersama Suriah dan China serta Amerika Serikat sendiri
merupakan negara dengan sistem pertahanan udara yang tercanggih di
dunia. Butuh rudal berkecepatan hipersonik yang terbang dengan
kecepatan Mach 5 (6125 km/jam) sampai Mach 10 (12250 km/jam) untuk
dapat melewati sistem pertahanan udara Rusia tanpa terdeteksi
sedikitpun.
5
Namun DF-5A milik China belum memiliki spesifikasi
hipersonik tersebut, dan jika memlilih jalur lintasan tanpa melewati wilayah
udara Rusia, yang berarti harus melalui Samudera Pasifik, maka akan
memakan jarak lebih dari 17000 km, jauh melampaui jarak maksimal DF-
5A.

3
Ibid. Hal 187
4
Ibid.
5
Pentagon Butuh Senjata Hipersonik untuk Mengalahkan Sistem Pertahanan Udara Rusia.
Dikutip dari http://www.artileri.org/2014/03/pentagon-butuh-senjata-hipersonik-untuk-
kalahkan-rusia.html pada 8 April pukul 21.00
Hulu ledak nuklir yang dibawa oleh DF-5A dipercaya dapat
mencapai 3 megaton hingga 5 megaton,
6
lebih tinggi dari hulu ledak nuklir
yang dimiliki Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, hulu ledak nuklir
yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada masa perang dunia
kedua hanya sebesar 15 kiloton, dan sudah menimbulkan dampak yang
sangat luar biasa bagi Jepang pada masa itu. Berdasarkan simulasi
komputer yang mengkalkulasi seberapa parah dampak hulu ledak nuklir
DF-5A, pada ground zero hingga sejauh 10 km akan terjadi kehancuran
total, dan blast effect akan menghancurkan lebih dari radius 35 km, jika
hal ini terjadi terjadi pada kota New York maka seluruh kota akan hancur
dengan seketika dan membunuh 2 juta jiwa di dalamnya.
7
Seluruh
skenario di atas terlepas dari peranan sistem pertahanan udara Amerika
Serikat.
Terlepas pula dari skenario-skenario di atas, dalam kenyataan saat
ini memang hubungan kedua negara tersebut mulai memanas seiring
dengan berpindahnya counter-hegemony ke kawasan Asia Pasifik,
terutama China dengan berbagai sengketanya. John Mearsheimer
mengatakan bahwa kemungkinan Amerika Serikat dan China berperang di
masa depan lebih besar daripada konflik Uni Soviet dan NATO selama
perang dingin. Dia mengatakan bahwa pusat gravitasi dari Perang Dingin
Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah di daratan Eropa tengah. Hal ini
menciptakan situasi yang cukup stabil, menurut Mearsheimer, siapapun di
seluruh Eropa Tengah akan paham bahwa perang dingin akan cepat
berubah menjadi perang nuklir yang akan menghancurkan semuanya. Hal
ini memberikan kesadaran kuat pada kedua belah pihak untuk
menghindari konflik nuklir di Eropa Tengah. Berbeda dengan persaingan
strategis Amerika Serikat dengan China, Mearsheimer mengidentifikasi
beberapa titik potensial di mana ia percaya bahwa Amerika Serikat dan

6
Op. Cit. Hal 187
7
Ibid. Hal 189
China bisa terlibat perang, yaitu Semenanjung Korea, Selat Taiwan dan
Laut Cina Timur dan Selatan.
8


8
RIvalitas AS-China Lebih Berbahaya dari Perang DIngin. Dikutip dari
http://www.artileri.org/2014/01/rivalitas-as-china-lebih-berbahaya-dari-perang-dingin.html pada
8 April pukul 23.00