Anda di halaman 1dari 25

I.

Melakukan Koreksi Fiskal dan Menyusun Laporan Keuangan Fiskal


I.1 Koreksi Fiskal
A. Definisi dan Ruang Lingkup
Koreksi fiskal adalah koreksi perhitungan pajak yang diakibatkan oleh adanya
perbedaan pengakuan metode, manfaat, dan umur, dalam menghitung laba secara
komersial atau dengan secara fiskal. Koreksi fiskal dilakukan karena adanya
perbedaan antara laba atau rugi menurut perhitungan akuntansi komersial dengan
akuntansi fiskal ( berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 ahun 1!!" dan Undang-
Undang Nomor 1# ahun $000 %, maka sebelum menghitung &ajak &enghasilan yang
terutang, terlebih dahulu laba'rugi komersial tersebut harus dilakukan koreksi-koreksi
fiskal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1# ahun $000.
(engan demikian, untuk keperluan perpajakan )ajib pajak tidak perlu membuat
pembukuan ganda, melainkan cukup membuat satu pembukuan berdasarkan *tandar
+kuntansi Keuangan (*+K%, dan pada )aktu mengisi *& ahunan &&h terlebih
dahulu harus dilakukan koreksi-koreksi fiskal. Koreksi fiskal tersebut dilakukan baik
terhadap penghasilan maupun terhadap biaya-biaya (pengurang penghasilan bruto%.
B. Jenis-jenis Koreksi Fiskal
,enis koreksi fiskal di sini merupakan jenis - jenis perbedaan antara akuntansi
komersial dengan ketentuan fiskal (UU Nomor 10 +.UN 1!!" dan UU Nomor 1#
ahun $000%. *ecara umum terdapat dua perbedaan pengakuan baik penghasilan
maupun biaya antara akuntansi komersial dengan perpajakan (fiskal% yang
menyebabkan terjadinya koreksi fiskal, yaitu/
1. 0eda etap
0eda tetap merupakan perbedaan pengakuan baik penghasilan maupun biaya
antara akuntansi komersial dengan ketentuan Undang-undang &&h yang sifatnya
1
permanen artinya koreksi fiskal yang dilakukan tidak akan diperhitungkan dengan
laba kena pajak tahun pajak berikutnya.
(alam hal pengakuan penghasilan koreksi karena beda tetap terjadi karena /
a% 1enurut akuntansi komersial merupakan penghasilan, sedangkan menurut
Undang-undang &&h bukan merupakan penghasilan, contohnya di2iden atau
bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai 3ajib
&ajak dalam negeri, koperasi, 0adan Usaha 1ilik Negara, atau 0adan Usaha
1ilik (aerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan
bertempat kedudukan di 4ndonesia dengan syarat di2iden berasal dari
cadangan laba yang ditahan serta kepemilikan saham pada badan yang
memberikan di2iden paling rendah $56 (&asal " ayat 7 UU &&h%
b% 1enurut akuntansi komersial merupakan penghasilan, sedangkan menurut
Undang-undang &&h telah dikenakan &&h 8inal, contohnya/
1% 0unga (eposito dan abungan lainnya
$% &enghasilan berupa hadiah undian
7% &enghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan' atau
bangunan,
"% &enghasilan dari usaha jasa konstruksi dan
5% &enghasilan dari perse)aan tanah dan'atau bangunan
9% dan sebagainya (&asal " ayat $ UU &&h%
(alam hal pengakuan biaya'beban koreksi karena beda tetap terjadi karena
menurut akuntansi komersial merupakan biaya, sedangkan menurut Undang-
undang &&h bukan merupakan biaya yang dapat mengurangi penghasilan bruto,
misalnya/
2
a% 0iaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan :
1% yang bukan objek pajak
$% yang pengenaan pajaknya bersifat final
7% yang dikenakan pajak berdasarkan norma penghitungan penghasilan
b% &enggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang
diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan
c% &ajak &enghasilan
d% sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana
berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di
bidang perpajakan.
e% biaya-biaya lainnya yang menurut Undang-undang &&h tidak dapat
dibebankan (&asal ! ayat 1 UU &&h%
Koreksi atas beda tetap penghasilan akan menyebabkan koreksi negatif
atau koreksi positif. Koreksi negatif artinya penghasilan yang diakui oleh
akuntansi komersial namun secara fiskal harus dikoreksi baik itu karena bukan
merupakan objek pajak maupun karena telah dikenakan &&h final, menyebabkan
laba kena pajak berkurang yang akhirnya akan menyebabkan &&h terutang lebih
kecil. *edangkan koreksi atas beda tetap biaya akan menyebabkan koreksi positif
artinya biaya yang diakui oleh akuntansi komersial namun secara fiskal harus
dikoreksi, akan menyebabkan laba kena pajak bertambah yang akhirnya akan
menyebabkan &&h terutang menjadi lebih besar.
$. 0eda 3aktu
0eda 3aktu merupakan perbedaan pengakuan baik penghasilan maupun biaya
antara akuntansi komersial dengan ketentuan Undang-undang &&h yang sifatnya
sementara artinya koreksi fiskal yang dilakukan akan diperhitungkan dengan laba
kena pajak tahun-tahun pajak berikutnya.
(alam hal pengakuan penghasilan koreksi karena beda )aktu terjadi karena /
3
&enerimaan penghasilan cash basis untuk lebih dari satu tahun. *ecara
akuntansi komersial penghasilan tersebut harus dialokasi sesuai dengan masa
perolehannya sesuai dengan prinsip matching cost )ith re2enue. *edangkan
menurut Undang-undang &&h, penghasilan tersebut harus diakui sekaligus pada
saat diterima.
(alam hal pengakuan biaya koreksi karena beda )aktu terjadi karena /
a. &erbedaan metode penyusutan, dimana menurut Undang-undang &&h metode
penyusutan yang diperbolehkan hanya metode garis lurus dan saldo menurun
b. &erbedaan metode penilaian persediaan, dimana menurut Undang-undang
&&h metode penilaian persediaan yang diperbolehkan hanya metode rata-rata
dan 848;
c. &enyisihan piutang tak tertagih, dimana menurut Undang-undang &enyisihan
piutang tak tertagih tidak diperkenankan kecuali untuk usaha-usaha tertentu
dan sebagainya
Koreksi atas beda )aktu penghasilan akan menyebabkan koreksi positif
pada saat penghasilan diterima dan akan menyebabkan koreksi negatif pada
tahun-tahun berikutnya. Koreksi positif ini akan menyebabkan laba kena pajak
akan bertambah, sedangkan koreksi negatif tahun-tahun berikutnya akan
menyebabkan laba kena pajak akan berkurang.
Koreksi atas beda )aktu biaya dapat menyebabkan koreksi positif maupun
koreksi negatif tergantung dari metode yang digunakan.
1% Koreksi &ositif
Koreksi positif adalah koreksi fiskal yang mengakibatkan adanya pengurangan
biaya yang telah diakuai dalam laporan laba rugi secara komersial menjadi
semakin kecil apabila dilihat secara fiskal, atau yang akan mengakibatkan adanya
penambahan &enghasilan Kena &ajak. koreksi fiskal positif diantaranya/
a% 0iaya yg dikeluarkan untuk kepentingan pemegang saham
b% &embentukan atau pemupukan dana cadangan
4
c% &engeluaran dalam bentuk natura
d% ,umlah yang melebihi ke)ajaran yang dibayarkan kpd pemegang saham
e% *umbangan atau bantuan
f% &ajak &enghasilan
g% *anksi administrasi (&ajak%
h% &enyusutan'amortisasi
i% (an lain - lain
$% Koreksi Negatif
Koreksi negatif adalah koreksi fiskal yang mengakibatkan adanya penambahan
biaya yang telah diakui dalam laporan laba rugi secara komersial sehingga
semakin besar apabila dilihat secara fiskal, atau yang akan mengakibatkan adanya
pengurangan &enghasilan Kena &ajak. Koreksi fiskal negatif diantaranya/
a. &enyusutan'amortisasi
b. &enghasilan yang ditangguhkan pengakuannya
c. (an lain - lain
&enyustan bisa menimbulkan koreksi negatif atau positif tergantung hasil
perhitungan apa lebih besar atau malah lebih kecil.
Untuk lebih mendalami koreksi fiskal kita dapat juga membaca laporan audit
akuntan publik atas laporan keuangan suatu perusahaan. *etiap perusahaan akan
mempunyai pos yang berbeda atas koreksi fiskalnya.
C. eknik Rekonsiliasi Fiskal
eknik rekonsiliasi fiskal dilakukan dengan cara sebagai berikut/
1. ,ika suatu penghasilan diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui menurut
fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah penghasilan
tersebut dari penghasilan menurut akuntansi, yang berarti mengurangi laba
menurut akuntansi.
$. ,ika suatu penghasilan tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui menurut
fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan sejumlah penghasilan
5
tersebut pada penghasilan menurut akuntansi, yang berarti menambah laba
menurut akuntansi.
7. ,ika suatu biaya' pengeluaran diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui sebagai
pengurang penghasilan bruto menturt fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan
mengurangkan sejumlah biaya' pengeluaran tersebut dari biaya menurut
akuntansi, yang berarti menambah laba menurut akuntansi.
". ,ika suatu biaya' pengeluaran tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui sebagai
pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan
menambahkan sejumlah biaya' pengeluaran teersebut pada biaya menurut
akuntansi yang berarti mengurangi laba menurut akuntansi.
D. For!a" Rekonsiliasi Fiskal
<ontoh format =ekonsiliasi 8iskal.
>aba menurut >aporan Keuangan komersial ?????.. =p @@@
Koreksi #osi"if $Di"a!%a&'
&engeluaran yg tidak dapat dikurangkan??????.. =p @@@
&engeluaran berkaitan penghasilan yang bukan objek pajak =p @@@
&engel. berkaitan pengh. yg telah dikenakan pjk brsfat final =p @@@.
0eda penghitungan antara &*+K dan &&h ????. =p @@@.
otal koreksi positif =p @@@
Koreksi (ega"if $Dikurangi'
&enghasilan yang bukan objek pajak ???????? =p @@@
&enghasilan yang telah dikenakan pajak bersifat final?. =p @@@
0eda penghitungan antara &*+K dan &&h???...??? =p @@@
6
otal koreksi negatif =p. @@@
&enghasilan Kena &ajak menurut fiskal?????????. =p @@@
&&h terutang???????????????????? =p @@@
La%a se"ela& ##&))))))))))))))).)). Rp. *++
#er%edaan di!asukkan se%agai koreksi posi"if apa%ila,
1. &endapatan menurut fiskal lebih besar dari pada menurut akuntansi atau suatu
penghasilan diakui menurut fiskal tetapi tidak diakui menurut akuntansi.
$. 0iaya' pengeluaran menurut fiskal lebih kecil dari pada menurut akuntansi
atau suatu biaya' pengeluaran tidak diakui menurut fiskal tetapi diakui
menurut akuntansi
#er%edaan diakui se%agai koreksi nega"if apa%ila,
1. &endapatan menurut fiskal lebih kecil dari pada menurut akuntansi atau suatu
penghasilan tidak diakui menurut fiskal (bukan objek pajak% tetapi diakui
menurut akuntansi.
$. 0iaya atau pengeluaran menurut fiskal lebih besar dari pada menurut
akuntansi atau suatu biaya' pengeluaran diakui menuruttt fiskal tetapi tidak
diakui menurut akuntansi.
7. *uatu pendapatan telah dikenakan pajak penghasilan bersifat final.
I.- Laporan Keuangan Fiskal
A. #enger"ian Laporan Keuangan Fiskal
7
>aporan Keuangan yang disusun sesuai peraturan perpajakan dan digunakan
untuk keperluan perhitungan pajak. =ekonsiliasi fiskal dilakukan oleh 3ajib
&ajak karena terdapat perbedaan perhitungan, khususnya laba menurut akuntansi
(komersial% dengan laba menurut perpajakan (fiskal%. >aporan keuangan
komersial atau bisnis ditujukan untuk menilai hasil usaha (Income statement) dan
keadaan keuangan (Balance Sheet) dari satu entitas, sedangkan laporan keuangan
fiskal ditujukan untuk menghitung penghasilan kena pajak dan beban pajak yang
harus dibayar ke Negara. &endekatan penyusunan laporan keuangan fiscal sebagai
solusi antara ketentuan akuntansi dan pajak yaitu /
1. Ketentuan pajak secara dominan me)arnai praktek akuntansi, (alam
pendekatan ini laporan keuangan fiscal murni disusun atas dasar perpajakan.
(engan demikian dalam melakukan pembukuan perusahaan menyusun
laporan harus menurut ketentuan perpajakan dan menurut praktek pembukuan.
$. Ketentuan pajakuntuk tujuan penyusunan laporan keuangan merupakan standar
indepensi dari prinsip akuntansi, dalam pendekatan ini perusahaan bebas
untuk menyelenggarakan pembukuan berdasarkan prinsif dan metode
akuntansi.
7. Ketentuan pajak merupakan sisipan terhadap standar akuntansi, pendekatan ini
laporan keuangan atas dasar standar akuntansi. etapi preferensi di berikan
kepada ketentuan pajak apabila tidak sesuai dan sejalan dengan standar
akuntansi.
B. #er%edaan .rien"asi #elaporan
(alam system perpajakan, Negara mempunyai instrument untuk mencapai dua
tujuan utama yaitu menutup kebutuhan financial dan memepengaruhi kehidupan
social ekonomi nasional. *ecara budgetair pajak merupakan alat untuk
mentransfer sumberdaya dari masyarakat kepada Negara. Negara lebih
memperhatikan laporan keuangan dilampirkan dalam *& yang meliputi unsur/
1. >aba tahun berjalan
$. (istribusi laba
7. &eredaran
8
". &engeluaran untuk karya)an dan pembelian jasa yang lain.
C. #rinsip Akun"ansi /e%agai /u%jek #er%edaan .rien"asi
Kemampuan pajak untuk mempengaruhi perilaku pengusaha umumnya dianggap
suatu alasan pendukung penyimpangan dari prinsip dan praktek akuntansi
komersial. &rinsip-prinsip akuntansi yang sering menjadi focus perbedaan
orientasi antara pelaporan keuangan fiscal dan pelaporan keuangan komersial
seperti diba)ah ini /
1. &rinsip pemadanan (matching% biaya dan manfaat
Untuk keperluan komersial, prinsip ini menghendaki pengakuan pendapatan
pada saat realisasi transaksi pertukaran dan pembebanan biaya atau beban
dalam masa yang sama dengan pengakuan penghasilan. 1eskipun dalam
prinsip perpajakan (fiscal% menggaris ba)ahi prinsip tersebut, sering kali
kebijakan tersebut dihiraukan dan terjadi penyimpangan seperti/
a. &erlakuan pembayaran kenikmatan karya)an sebagai beban pengurang
penghasilan meskipun secara ekonomis pengeluaran tersebut
merupakan unsure biaya yang dapat menghasilkan profit bagi
perusahaan.
b. &enyusutan asset mulai tahun pengeluaran )alaupun harta itu belum
dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan.
c. 4mputansi penghasilan bentuk usaha tetap (0U% atas dasar force of
attraction )alaupun secara legal penghasilan itu tidak diperolehnya
dan secara nyata tidak dicatat dalam pembukuan.
$. Konsistensi
1etode ini digunakan untuk menilai kinerja bisnis dari tahun ke tahun. 1aka
dari itu metode ini penerapan nya secara tata asas, kecuali apabila terdapat
bukti dan alasan yang kuat untuk melakukan penggantian metode. 1issal
terhadap berbagai kelompok kelompok dipakai metode penilaian dan
pembukuan yang berbeda. &ada dasarnya laporan fiscal juga menganut system
9
ini. api, dalam konsepsional ketentuan perpajakan dapat menentukan lain,
misalnya pengakuan hasil bisnis mancanegara.
7. Konser2atisme
Aang dimaksud dengan laporan keuangan fiscal yang konser2atisme yaitu
laporan keuangan dalam suatu transaksi yang belum menjadi fakta harus
diteliti kebenarannya. (alam akuntansi perusahaan memiliki anggaran untuk
pembentukan poenyisihan atau resiko kerugian yang mungkin diderita seperti
cadangan kerugian piutang dan penghapusan piutang. (alam kasus ini
administrasi pajak kurang tertarik dengan perhitungan- perhitungan yang
belum terjadi secara nyata. &erhitungan pajak lebih cenderung kepada keadaan
nyata atau sedang berlangsung dan sudah terjadinya transaksi dengan meneliti
elemen yang dikenakan pajak.
". *ubstansi mengesampingkan bentuk formal
(alam konsep ini laporan keuangan fiscal menitikberatkan kepada substansi
ekonomi daripada bentuk formal tiap transaksi atau fakta bisnis. Kadangkala
ketentuan tersebut dikesampingkan dan lebih mengutamakan benrtuk formal
dalam kasus tertentu seperti leasing.
D. #enyusunan Laporan Keuangan
*usunan laporan keuangan fiscal /
1. Input berupa dokumen dasar
$. (icatat dalam buku harian jurnal
7. (iklasifikasikan dengan pencatatan posting pada buku besar
". Untuk penga)asan, konfirmasi, dan klarifikasi maka di buat buku tambahan,
seperti piutang, hutang dll
5. +khir periode akuntansi di susun neraca percobaan yang di sesuaikan terhadap
fakta pada akhir tahun dan catatan penutup.
9. (ari neraca percobaan tersebut dibuat laporan keuangan komersial
10
#. =ekonsiliasi antara laporan keuangan komersial dan fiscal di atur dalam
ketentuan perpajakan
B. *etelah laporan keuangan diatur dalam kketentuan perpajakan akan
menghasilkan laporan keuangan fiskal.
II. Menjelaskan Ko!pensasi Kerugian Fiskal
Kompensasi kerugian dalam &ajak &enghasilan diatur dalam &asal 9 ayat ($% Undang-
undang &ajak &enghasilan. +dapun beberapa point penting yang perlu diperhatikan
dalam hal kompensasi kerugian ini adalah sebagai berikut /
1. 4stilah kerugian merujuk kepada kerugian fiskal bukan kerugian komersial.
Kerugian atau keuntungan fiskal adalah selisih antara penghasilan dan biaya-
biaya yang telah memperhitungkan ketentuan &ajak &enghasilan.
$. Kompensasi kerugian hanya diperkenankan selama lima tahun ke depan secara
berturut-turut. +pabila pada akhir tahun kelima ternyata masih ada kerugian yang
tersisa maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan.
7. Kompensai kerugian hanya untuk 3ajib &ajak, baik badan maupun orang pribadi,
yang melakukan kegiatan usaha yang penghasilannya tidak dikenakan &&h 8inal
dan perhitungan &ajak &enghasilannnya tidak menggunakan norma penghitungan.
". Kerugian usaha di luar negeri tidak bisa dikompensasikan dengan penghasilan
dari dalam negeri.
*ebagai contoh, misalnya )ajib pajak & + mengalami kerugian fiskal tahun pajak
$00#, maka kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan neto atau
laba fiskal tahun $00B, $00!, $010, $011, dan $01$. ,ika setelah kerugian tersebut
dikompensasikan sampai dengan tahun $01$ masih tersisa kerugian yang belum
dikompensasikan, maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan
dengan penghasilan neto atau laba fiskal tahun $017 atau sesudahnya.
11
*ebagai ilustrasi misalkan & + dalam tahun $00# mengalami kerugian fiskal
=p1.$00.000.000,00. (alam lima tahun berikutnya rugi laba fiskal & + sebagai
berikut /
$00B / laba fiskal =p$00.000.000,00
$00! / rugi fiskal =p700.000.000,00
$010 / laba fiskal N4.4>
$011 / laba fiskal =p100.000.000,00
$01$ / laba fiskal =pB00.000.000,00
Kompensasi kerugian dilakukan sebagai berikut /
ahun $00B /
Kompensasi kerugian =p$00.000.000,00 sehingga sisa rugi tahun $00# tinggal
=p1.000.000.000,00. &enghasilan Kena &ajak menjadi nihil dan &&h terutang juga
nihil.
ahun $00! /
ak ada kompensasi kerugian dari tahun $00# karena tahun $00! juga mengalami
kerugian. &enghasilan Kena &ajak menjadi nihil dan &&h terutang juga nihil.
ahun $010 /
ak ada kompensasi kerugian dari tahun $00# karena tahun $010 laba fiskal nihil.
&enghasilan Kena &ajak menjadi nihil dan &&h terutang juga nihil.
ahun $011 /
Kompensasi kerugian =p100.000.000,00 sehingga sisa rugi tahun $00# tinggal
=p!00.000.000,00. &enghasilan Kena &ajak menjadi nihil dan &&h terutang juga
nihil.
ahun $01$ /
Kompensasi kerugian =pB00.000.000,00 sehingga sisa rugi tahun $00# tinggal
=p100.000.000,00. &enghasilan Kena &ajak menjadi nihil dan &&h terutang juga
12
nihil. *isa kerugian =p100.000.000,00 ini tidak dapat lagi dikompensasikan ke
tahun $017 atau setelahnya.
&engertian dan ketentuan Kompensasi Kerugian 8iskal dalam Undang-Undang No.79
ahun $00B tetang &ajak &enghasilan diatur sebagai berikut /
a. Kompensasi kerugian fiskal timbul apabila untuk tahun pajak sebelumnya
terdapat kerugian fiskal (*& ahunan dilaporkan Nihil'>ebih 0ayar tetapi ada
kerugian% .
b. Kerugian 8iskal timbul apabila penghasilan bruto yang dikurangi oleh
pengurangan yang diperbolehkan mengalami kerugian,
c. Kerugian 8iskal tersebut dikompensasikan dengan penghasilan neto fiskal atau
laba neto fiskal dimulai tahun pajak berikutnya sesudah tahun didapatnya
kerugian tersebut berturut-turut sampai dengan 5 (lima% tahun.
d. Ketentuan jangka )aktu pengakuan kompensasi kerugian fiskal berlaku untuk
tahun pajak mulai tahun $00!, untuk tahun pajak sebelumnya berlaku ketentuan
Undang-undang no.1# ahun $000 tentang &ajak &enghasilan.
III. Meng&i"ung dan Menjelaskan #eng&asilan Kena #ajak
1enghitung besarnya penghasilan netto bagi 3& dalam negeri dan 0U dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu /
- 1enggunakan pembukuan
- 1enggunakan norma perhitungan penghasilan netto
Meng&i"ung peng&asilan kena pajak dengan !enggunakan pe!%ukuan ,
&embukan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk
mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, ke)ajiban, modal,
penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau
jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan
laba rugi pada setiap tahun pajak berakhir.
&erhitungan dengan menggunakan pembukuan dapat dirumuskan sebagai berikut /
13
Penghasilan Kena Pajak (WP Orang Pribadi) = enghasilan ne!!"
# P$KP
Penghasilan Kena Pajak (WP badan) = Penghasilan ne!!"
Meng&i"ung peng&asilan kena pajak dengan !enggunakan nor!a per&i"ungan
peng&asilan ne""o
1enghitung penghasilan kena pajak dengan menggunakan norma perhitungan
penghasilan netto besarnya penghasilan netto adalah sama besarnya dengan
(persentase% norma perhitungan penghasilan netto dikalikan dengan jumlah peredaran
usaha atau penerimaan bruto pekerja bebas setahun.
0# yang %ole& !enggunakan nor!a per&i"ungan ne""o adala& 0# orang
pri%adi yang !e!enu&i syara" se%agai %eriku" ,
- &eredaran bruto kurang dari ".B00.000.000'th
- 1engajukan permohonan dalam jangka )aktu 7 bulan pertama dari tahun buku.
- 1enyelenggarakan pencatatan.
I1. Meng&i"ung #eng&asilan (e"o Karya2an yang idak #unya 3sa&a
Untuk 3& ;& yang tidak melakukan kegiatan usaha'pekerjaan bebas, penghasilan
neto dihitung sesuai dengan selisih antara penghasilan bruto dengan biaya yang
diperkenankan secara fiskal untuk menjadi pengurang. <ontohnya, untuk 3& ;&
yang berstatus sebagai karya)an tetap (tidak melakukan pekerjaan bebas%, maka
penghasilan netonya dihitung dengan cara &enghasilan 0ruto (1 tahun% dikurangi
dengan biaya jabatan (besarnya 56 @ &enghasilan bruto, ma@imal =p 9 juta
pertahun%, dikurangi lagi dengan iuran pensiun atau jaminan hari tua (,.% atau yang
sejenis yang dibayarkan oleh karya)an tetap tersebut kepada dana pensiun yang
pendiriannya telah disahkan oleh 1enteri Keuangan. <ontoh lainnya, seseorang yang
menjual akti2a tetapnya (bukan barang dagangan%, misalkan sebuah lukisan untuk
hiasan di rumah, pada saat dia beli harga lukisannya sebesar =p 1 juta, kemudian dia
jual seharga =p # juta, maka penghasilan netonya adalah sebesar =p 9 juta ( =p # juta
- =p 1 ,uta%.
14
Untuk 3ajib &ajak ;rang &ribadi yang berstatus sebagai karya)an, berhak atas
penghasilannya yaitu gaji berupa biaya jabatan ' biaya pensiun yang diberikan kepada
pega)ai tetap atau pensiunan, untuk dijadikan sebagai pengurang dari penghasilan
bruto berupa gaji, tunjangan, uang lembur, premi asuransi ,&K, ,KK, ,K1, bonus dan
lain-lain, yang diterima pega)ai tetap. ,ika karya)an membayar premi ,aminan .ari
ua (,.% juga dapat dijadikan sebagai pengurang penghasilan bruto baik untuk
penghitungan &&h &asal $1 maupun perhitungan &&h ;rang &ribadi.
- &enghasilan bruto - biaya jabatan'biaya pensiun C penghasilan netto
Kepada ;rang &ribadi sebagai 3ajib &ajak (alam Negeri diberikan pengurangan
berupa #K# $#endapa"an idak Kena #ajak' yang besarnya &K& ditentukan
keadaan pada a)al tahun tak)im. Untuk penghasilan istri digabung, tambahan
seorang istri (hanya seorang istri% dilakukan dalam hal istri /
1. 0ukan karya)ati, tetapi mempunyai penghasilan dari usaha ' pekerjaan bebas yang
tidak ada hubungannya dengan usaha ' pekerjaan bebas suami, anak ' anak angkat
yang belum de)asa.
$. 0ekerja sebagai karya)ati pada pemberi kerja yang bukan sebagai pemotong pajak
)alaupun tidak mempunyai penghasilan dari usaha ' pekerjaan bebas.
7. 0ekerja sebagai karya)ati pada lebih dari 1 (satu% pemberi kerja.
". 3arisan yang belum terbagi sebagai 3ajib &ajak menggantikan yang berhak, tidak
memperoleh pengurangan &K&.
5. 0agi masing-masing suami istri yang telah hidup berpisah untuk diri masing-
masing, maka &K& bagi 3ajib &ajak ;& diperlakukan seperti #K# 0aji%
#ajak "idak ka2in, sedangkan tanggungan sesuai dengan kenyataan sebenarnya
yang diperkenankan.
9. &K& untuk 3ajib &ajak yang melakukan pisah harta adalah sebesar &K&
masing-masing. Namun status ka)in dan tanggungan disertakan pada suami
sebagai kepala keluarga.
Besaran (ilai #endapa"an idak Kena #ajak per Januari -415
15
- Untuk diri 3ajib &ajak ;rang &ribadi C 4(= $.0$5.000,-
- ambahan untuk 3& yang sudah menikah C 4(= $.0$5.000,-
- ambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan suami
C4(= $".700.000,-
- Untuk setiap tambahan pada anggota keluarga sedarah atau hubungan keluarga
semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan
dengan jumlah paling banyak adalah 7 (tiga% orang untuk setiap anggota keluarga
C 4(= $.0$5.000,
1. Meng&i"ung #ajak eru"ang6 Kredi" #ajak #asal -16 -56-76 -8
1.1#asal -1
*aat terhutang &&h &asal $1 dibagi menjadi dua yaitu bagi penerima penghasilan dan
pemotong penghasilan. 0agi penerima penghasilan adalah pada saat dilakukan
pembayaran atau pada saat terutangny penghasilan yang bersangkutan. *edangkan
bagi pemotong &&h &asal $1 adalah akhir bulan dilakukannya pembayaran atau pada
akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan.
<ontoh *oal /
4khsan +lisyahbani adalah pega)ai tetap di & iurmas >ampung 4ndah. 4a
memperoleh gaji bulan (esember sebesar =p. $.500.000,00 menerima .= sebesar
=p. 1.000.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar =p. 50.000,00 sebulan. 4khsan
+lisyahbani menikah tetapi belum mempunyai anak (status K'0%. &&h &asal $1 atas
gaji dan .=/&enghasilan 0ruto setahun C 1$ @ $.500.000 C =p. 70.000.000.= C
=p. 1.000.000,umlah &enghasilan 0ruto C =p. 71.000.000&engurangan/
0iaya ,abatan C 56 @ 71.000.000 C =p. 1.550.000
4uran pensiun C 1$ @ 50.000 C =p. 900.000
otal &engurangan C =p. $.150.000
16
&enghasilan netto setahun C =p. $B.B50.000, &K& (K'0% setahun C =p. 1#.190.000,
&K& setahun C =p. 11.9!0.000, &&h &s. $1 terutang C 56 @ 11.9!0.000 =p. 5B".500,
&&h &asal $1 atas gaji&enghasilan 0ruto setahun C 1$ @ $.500.000 C =p.70.000.000
&engurangan /
0iaya ,abatan C 56 @ 70.000.000 C =p. 1.500.000
4uran pensiun C 1$ @ 50.000 C =p. 900.000
otal &engurangan C =p. $.100.000
&enghasilan netto setahun =p. $#.!00.000&K& (K'0% setahun C =p. 1#.190.000&K&
setahun C =p. 10.#"0.000&&h &s. $1 terutang C 56 @ 10.#"0.000 =p. 57#.000&&h
&asal $1atas gaji dan .= - &&h &asal $1 atas gaji/C =p. 5B".500- =p.57#.000C =p.
"#.500
1.-#asal --
/aa" eru"ang dan #elunasan9#e!ungu"an ##& #asal --
1. +tas impor barang terutang dan dilunasi bersamaan dengan saat
pembayaran 0ea 1asuk.
$. +tas pembelian barang terutang dan dipungut pada saat pembayaran.
7. +tas penjualan hasil produksi terutang dan dipungut pada saat penjualan.
". +tas penjualan hasil produksi dipungut pada saat penerbitan *urat
&erintah &engeluaran 0arang ((eli2ery ;rder%.
5. +tas pembelian bahan-bahan terutang dan dipungut pada saat pembelian.
<ontoh soal /
&. +A+1 <=4*&A, memiliki nomor +&4, melakukan impor 0ahan 0aku
1akanan dari +merika *erikat dengan perincian sebagai berikut /
.arga 0ahan 1akanan U*D 15,000.00
+suransi U*D 1,000.00
0iaya +ngkut U*D ",000.00
.arga &abean U*D $0,000.00
17
&engutan /
0ea 1asuk $06 U*D ",000.00
0ea 1asuk ambahan 106 U*D $,000.00
(ILAI IM#.R U*D $9,000.00
+pabila pada tanggal impor (sesuai dokumen impor / (Pemberitahuan Impor
Barang) nilai kurs U*D 1.00 C =p 10.000,00 maka /
(asar pengenaan &&h &asal $$ / U*D $9,000.00 @ =p 10.000,00 C =p
$90.000.000,00
&&h &asal $$ yang harus dipungut / =p $90.000.000,00 @ $,56 C =p 9.500.000,00
1.5#asal -5
*aat terutangnya &&h &asal $7 adalah saat yang terjadi lebih dahulu antara
pembayaran atau terutangnya penghasilan. *aat pembayaran adalah saat
dilakukannya pemindahbukuan dana suatu pihak kepada pihak lain, sedangkan
saat pengakuan terutangnya penghasilan adalah saat dilakukannya
pemindahbukuan dana dari akun harta ke akun hutang.
*aat terutangnya penghasilan antara lain /
1. &ada saat jatuh tempo, seperti / bunga dan se)a:
$. *aat tersedia untuk dibayarkan, seperti / gaji dan di2iden:
7. *aat yang ditentukan dalam kontrak'perjanjian atau faktur, seperti / royalti,
imbalan jasa teknik'jasa manajemen'jasa lainnya:
". *aat tertentu lainnya.
<ontoh soal /
&ada tanggal $0 juni $010, &. +A+1 <=4*&A membayar bunga atas pinjaman
membayarkan bunga kepada &. *+10+> <;>EK sebesar =p B0.000.000,-
&&h pasal $7 yang harus dipotong oleh & +A+1 <=4*&A adalah /
156 @ =p B0.000.000 C =p 1$.000.000,-
18
*aat terutang / akhir bulan dilakukan pembayaran yaitu pada tanggal 71 +gustus
$010
*aat &enyetoran / paling lambat 10 ,uli $010
*aat &elaporan / paling lambat $0 ,uli $010
1.7#asal -7
&ajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang diluar negeri yang dapat
dikreditkan terhadap pajak yang terutang di 4ndonesia hanyalah pajak yang langsung
dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh 3&
<ontoh soal /
& Kartika berkedudukan di ,akarta pada tahun pajak $009 memperoleh penghasilan
bersih sebagai berikut/
- di negara + memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar
=p$00.000.000 (tarif pajak yang berlaku $56%
- di negara 0 memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar =p700.000.000
(tarif pajak yang berlaku 706%
- di negara < memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar =p"00.000.000
(tarif pajak yang berlaku "06%
- di dalam negeri memperoleh laba usaha sebesar =p100.000.000
1. menghitung total penghasilan kena pajak/
penghasilan dari negara + =p $00.000.000
penghasilan dari negara 0 =p 700.000.000
penghasilan dari negara < =p "00.000.000
penghasilan dari dalam negeri =p 100.000.000
total penghasilan kena pajak =p1.000.000.000
19
1. menghitung total &&h terutang
106 @ =p50.000.000 C =p 5.000.000
156 @ =p50.000.000 C =p #.500.000
706 @ =p!00.000.000 C =p$#0.000.000
otal pajak terutang =p$B$.500.000
1. menghitung &&h maksimum yang dapat dikreditkan
dari negara + C (=p$00.000.000 / =p1.000.000.000% @ =p$B$.500.000 C
=p59.500.000
dari negara 0 C (=p700.000.000 / =p1.000.000.000% @ =p$B$.500.000 C
=pB".#50.000F
dari negara < C (=p"00.000.000 / =p1.000.000.000% @ =p$B$.500.000 C
=p117.000.000F
1. menghitung &&h yang dibayar atau terutang di >N
&&h terutang di negara + C $06 @ =p$00.000.000 C =p "0.000.000F
&&h terutang di negara 0 C 706 @ =p700.000.000 C =p !0.000.000
&&h terutang di negara < C "06 @ =p"00.000.000 C =p190.000.000
(ari perhitungan di atas kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan adalah
(ari negara + =p "0.000.000
(ari negara 0 =p B".#50.000
(ari negara < =p117.000.000
otal kredit pajak >N =p$7#.#50.000
1.8#asal -8
0esarnya angsuran &&h &asal $5 harus dihitung sesuai dengan ketentuan. &ada
umumnya, cara menghitung &&h &asal $5 didasarkan kepada data *& ahunan tahun
sebelumnya. +rtinya, kita mengasumsikan bah)a penghasilan tahun ini sama dengan
20
penghasilan tahun sebelumnya. entu saja nanti akan ada perbedaan dengan kondisi
sebenarnya ketika tahun pajak sekarang sudah berakhir. *elisih tersebutlah yang kita
bayar sebagai kekurangan pajak akhir tahun. Kekurangan bayar akhir tahun ini biasa
dinamakan &&h &asal $!. +pabila selisihnya menunjukkan lebih bayar, maka kondisi
ini dinamakan restitusi atau 3ajib &ajak meminta kelebihan pembayaran pajak yang
telah dilakukan.0esarnya angsuran pajak dalam tahun berjalan yang harus dibayar
sendiri oleh 3ajib &ajak untuk setiap bulan (&&h &asal $5 ayat 1% adalah sebesar &&h
yang terutang menurut *& ahunan &&h ahun &ajak yang lalu dikurangi dengan/
a. &&h yang dipotong sebagaimana dimaksud dalam &asal $1 dan pasal $7 serta
b. &&h yang dipungut sebagaimana dimaksud dalam &&h &asal $$: dan
c. &&h yang dibayar'terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan sebagaimana
dimaksud dalam &&h &asal $", dibagi dua belas atau banyaknya bulan dalam
bagian tahun pajak
Con"o& peng&i"ungan angsuran ##& #asal -8 aya" 1 %agi 0aji% #ajak orang
pri%adi,
&ajak &enghasilan yang terutang untuk tuan +li berdasarkan *& ahunan &&h tahun
$00! sebesar =p 50.000.000,00. &ajak yang telah dipotong atau dipungut oleh pihak
ketiga serta yang terutang atau dibayar di luar negeri dalam tahun $00! adalah
sebagai berikut/
&emotongan &&h &asal $1 melalui pemberi kerja sebesar =p 15.000.000,00
&emotongan &&h &asal $$ oleh pihak lain sebesar =p 10.000.000,00
&emotongan &&h &asal $7 oleh penyelenggara kegiatan sebesar =p
$.500.000,00
&embayaran pajak di luar begeri sebesar =p #.500.000,00 seluruhnya dapat
dikreditkan (sebagai &&h &asal $"%
+ngsuran &&h &asal $5 ayat 1 untuk tahun $010 adalah/
&&h terutang berdasar *& tahunan &&h tahun $00! =p 50.000.000,00
Kredit pajak/
&&h &asal $1 =p 15.000.000,00
&&h &asal $$ =p 10.000.000,00
21
&&h &asal $7 =p $.500.000,00
&&h &asal $" =p #.500.000,00
otal kredit pajak =p 75.000.000,00 -
(asar penghitungan angsuran =p 15.000.000,00
0esarnya angsuran pajak yang harus dibayar sendiri oleh 3ajib &ajak setiap bulan (&&h
&asal $5 ayat 1% dalam tahun $010 adalah/
=p 15.000.000,00 / 1$ C =p 1.$50.000,00
1I. Meng&i"ung ##& yang Masi& :arus Di%ayar #asal -;9-<A dan Angsuran ##&
#asal -8 "a&un Berjalan
1I.1 ##& #asal -;
+pabila pajak yang terutang untuk suatu tahun tahun pajak ternyata lebih besar
dari pada kredit pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal $B ayat (1%, kekurangan
pembayaran pajak yang terutang harus dilunasi sebelum *urat &emberitahuan
&ajak &enghasilan disampaikan.
&asal $B ayat (1% berbunyi /
0agi 3& dalam negeri dan 0U, pajak yang terutang dikurangi dengan kredit
pajak untuk tahun pajak yang bersangkutan, berupa /
a. &emotongan pajak atas penghasilan dari kegiatan dibidang impor atau
kegiatan usaha di dalam &asal $1.
b. &emungutan pajak atas penghasilan dari kegiatan dibidang impor atau
kegiatan usaha di bidang lain sebagaimana dimaksud dalam &asal $$.
c. &emotongan pajak atas penghasilan berupa de2iden, bunga, royalti, se)a,
hadiah, dan penghargaan, dan imbalan jasa sebagaimana dimaksud dalam
pasal $7.
22
d. &ajak yang dibayar atau terutang atas penghasilan dari luar negeri yang
boleh dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam pasal $".
e. &embayaran yang dilakukan oleh 3& sendiri sebagaimana dimaksud
dalam pasal $5.
f. &emotongan pajak atas penghasilan sebagaimana dimaksud dalam &asal
$9 ayat (5%.
##& -; akan di=a"a" pada saa" pe!%ua"an jurnal penyesuaian pada
ak&ir periode.
##& -; akan di=a"a" se%agai u"ang ##& -; se%esar kas yang !asi&
&arus di%ayar a"au di=a"a" se%agai pajak di%ayar di!uka jika ada
kele%i&an pe!%ayaran pajak $pp& pasal -<'.
#ajak di%ayar di!uka yang "ela& di=a"a" di"u"up direlasifikasikan ke
dala! %e%an pajak kini.
Be%an pajak "anggu&an di&i"ung %erdasarkan %eda "e!porer yang
!un=ul
#ajak "eru"ang dala! sa"u "a&un $dala! akun"ansi dise%u" %e%an
pajak kini' di&i"ung dari #eng&asilan kena pajak dikalikan dengan
"arif.
#ajak "eru"ang dala! sa"u "a&un pajak ini dikurangi dengan pajak
yang "ela& di%ayar di!uka akan !eng&asilkan pajak kurang %ayar
##& -;.
##& -; !erupakan u"ang pajak peng&asilan yang akan !un=ul di
nera=a perusa&aan pada ak&ir "a&un pelaporan.
Jurnal yang di%u"u&kan adala&
Be%an pajak $&asil per&i" fiskal' +++
23
#ajak di%ayar di!uka $--.-56-8' +++
3"ang pajak peng&asilan $-;' +++
Angsuran ##& pasal -8 "a&un %erjalan
>.- #asal -<A
+pabila pajak yang terutang untuk suatu tahun ternyata lebih kecil dari jumlah kredit
pajak sebagaimana dimaksud dalam &asal $B ayat (1%, maka setelah dilakukan
pemeriksaan, kelebihan pembayaran pajak dikembalikan setelah diperhitungkan
dengan utang pajak berikut sanksi-sanksinya.
*esuai pasal $5 ayat (#% UU &&h, penghitungan &&h pasal $5 bagi 3& baru,
0U1N,0U1(, dan 3& tertentu ditetapkan oleh mentri keuangan.
a. +ngsuran &&h pasal $5 bagi 3& baru
3& baru adalah 3& orang pribadi atau badan yang baru pertama kali memperoleh
penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dalam tahun pajak berjalan. 0esarnya
angsuran &&h pasal $5 setiap bulan untuk 3& baru dihitung berdasarkan
penerapan tariff umum atas penghasilan neto sebulan yang disetahunkan, dibagi
1$.
b. besarnya angsuran pph pasal $5 setiap bulan bagi 3& bank atau se)a guna usaha
dengan hak opsi adalah sebesar jumlah pajak penghasilan yang dihitung
berdasarkan penerapan tarif umum atas laba-rugi fiscal menurut laporan keuangan
tri)ulan terakhir yang disetahunkan dikurangi pajak penghasilan pasal $" yang
dibayar atau terutang diluar negeri untuk tahun pajak yang lalu, dibagi 1$.
c. 0esarnya angsuran &&h pasal $5 untuk 3& 0U1N,0U1( dengan nama dalam
bentuk apapun adalah sebesar pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan tariff
umum atas laba-rugi fiscal menurut rencana kerja dan anggaran pendapatan
(=K+&% tahun pajak yang bersangkutan yang telah disahkan rapat umum
24
pemegang saham dikurangi dengan pemotongan dan pemungutan pph pasal $$ dan
pasal $7 serta pph pasal $" yang dibayar atau terutang diluar negeri tahun pajak
yang lalu, dibagi 1$.
d. 0esarnya angsuran &&h &asal $5 untuk 3& masuk bursa dan 3& lainnya yang
berdasarkan ketentuan diharuskan membuat laporan keuangan berkala, adalah
sebesar pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas
laba-rugi fiscal menurut laporan keuangan berkala terakhir yang disetahunkan
dikurangi dengan pemotongan dan pemungutan &&h &asal $$ dan &asal $7 serta
&&h &asal $" yang dibayar atau terutang diluar negeri untuk tahun pajak yang lalu,
dibagi 1$.
e. 0esarnya angsuran pajak penghasilan pasal $5 untuk 3& orang pribadi pengusaha
tertentu, ditetapkan sebesar 0,#56 dari jumlah peredaran bruti setiap bulan dari
,asing-masing tempat usaha.
25