Anda di halaman 1dari 22

Osteologi Ruminansia

Osteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang


Berdasarkan bentuk tulang dibagi menjadi:

1. Tulang pipa(ossa longa)
Ciri-ciri:bentuk silindris memanjang dan kedua ujung membesar(epifise)
Contohnya:tulang paha(os femus) dan tulang lengan (os humerus)

2. Tulang pipih(Ossa plana)
Ciri-ciri:bentuk pipih,permukaan datar,dan bertugas melindungi bagian
tubuh yang lunak seperti otak dan alat-alat dalam
Contohnya:tulang belikat(os scapula) dan tulang panggul(os coxae)

3. Tulang pendek (ossa brevis)
Berdasarkan letak dan fungsinya, tulang dibago dalam 3 kelompok :
1. Axial Skeleton (kerangka sumbu)
Meliputi : tulang belakang (columna vertebralis), tulang rusuk (os costae),
tulang dada (os sternum), tulang kepala (ossa cranii)
2. Appendicular skeleton (tulang anggota gerak), dibedakan menjadi :
a.extremitas anterior, b.extremitas posterior
3. Viesceral skeleton (tulang yang berkembang dalam organ dalam atau organ
lunak), seperti : os penis (tulang kelamin jantan pada anjing), os cardis
(tulang jantung pada sapi)

Pada dasarnya kerangka tubuh hewan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

1. Ossa cranii, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a. bagian tengkorak : os ocipitale (tulang kepala belakang), os sphenoidale
(tulang baji), os othmoidale (tulang rapis), os parietale (tulang ubun-ubun),
os frontale (tulang dahi), os temporale (tulang pelipis)
b. Pars splanehno cranii : os morale (tulang pipi), os lacrimale (tulang air
mata), os nasale (tulang hidung), os premaxillare (tulang rahang atas
muka), os maxillare (tulang rahang atas), os mandibulare (tulang rahang
bawah)

2. Columna vertebralis (susunan tulang belakang), yang terdiri dari :
a. vertebrae cervicalis (ruas tulang leher)
b. vert ebrae thoracales (ruas tulang punggung)
c. vertebrae lumbales (ruas tulang pinggang)
d. vertebrae sacrales (ruas tulang kemudi)
e. vertebrae coccygeales (ruas tulang ekor)

3. Ossa castae (tulang-tulang rusuk), turut membentuk dinding sebelah lateral dari
ruang dada. Terdapat berpasangan kiri dan kanan. Jumlahnya sebanyak
ruas tulang punggung : pemamahbiak 13 pasang, kuda 18 pasang, babi
14 15 pasang, carnivore 13 pasang.

4. Ossa sternum (tulang dada), meliputi :
a. Manubrium sterni
b. Processus xiphoideus
c. Carpus sterni
d. Crista sterni

5.Ossa ekstremitas, dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a. Ossa ekstremitas thoracalis (tulang kaki muka) diantaranya : os scapula,
os humerus, os radius, os ulna, ossa carpi, ossa metacarpalia, digit (os
phalanx I, II,III)
b. Ossa ekstremitas pelvinae (tulang kaki belakang), diantaranya : os
coxae, os femur, os tibia, os fibula, ossa tarsi, ossa metatarsalia, digit (os
phalanx I,II,III)

Pembentukan Tulang

Pembentukan tulang rangka berkembang selama masa pertumbuhan
karena kemampuan sel osteocytes untuk menyimpan bone salts (terutama garam
kalsium) pada lamellar.

Tulang padat
Tulang keras ditemukan hampir pada semua dinding tulang dari tubuh dan
pada bagian ini, lamella tersusun di sekitar pembuluh darah. Beberapa sel disebut
osteoclasts yang berfungsi membongkar tulang yang telah tua saat osteocytes
memproduksi tulang yang baru.

Tulang trabecular
Tulang trabecular ditemukan di dalam rongga tengah pada hampir semua
tulang, terutama dalam bagian akhir dari tulang panjang (ossa longa ). Tulang
trabecular memiliki dua fungsi yakni :
- Memberikan kekuatan
- Memberikan jaringan

Tulang kerangka
Kerangka vertebrata terdiri dari bagian axial dan appendicular. Kerangka
appendicular meliputi tulang-tulang kedua kaki depan dan kedua kaki belakang.
Pada kerangka axial terdiri dari tulang vertebrae, tulang-tulang rusuk, tulang dada
dan tulang tengkorak.

Kerangka axial
Vertebrata diatur dalam vertebral column atau tulang belakang memanjang
dari dasar tulang tengkorak hingga ke ekor. Terdapat lima bagian yang dapat
dilihat dengan jelas dari vertebrae column.

1. Bagian Cervical
Cervical berfungsi khusus dalam pergerakan kepala ke segala arah.
Dua bagian pertama cervical vertebrae berfungsi khusus pada
pergerakan dorsoventral dan lateral. Bagian awal yang berperan
dalam pergerakan dorsoventral adalah atlas sedangkan bagian
depan yang berperan pergerakan lateral adalah axis.

2. Bagian Thoracic
Bagian ini berada pada gabungan atau ikatan antara tulang rusuk.
Pada mamalia, masing-masing tulang rusuk berhubungan dengan
dua tulang thoracic vertebrae. Pada bagian ventral ke belakang
(caudal), semua tulang rusuk tersambung dengan cartilagenous
costal arch pada tiap-tiap sisi. Costal arch bagian kanan dan kiri
menghubungkan bagian ventral dengan sternum (tulang dada) yang
mana juga menghubungkan persendian cartilago dengan semua
tulang rusuk cranial. Thorax memberikan perlindungan terhadap
thoracic dan organ abdominal bagian dalam serta ikatan otot-otot
yang penting bagi pernafasan juga otot-otot extrinsic dari kaki
depan.

3. Bagian Lumbar
Lumbar vertebrae dapat membedakan menurut proses
melintangnya yang dibangun dengan baik.

4. Bagian Sacral
Bagian sacral vertebrae melebur ke dalam gabungan tulang yang
disebut sacrum.

5. Bagian Coccygeal
Caudal vertebrae adalah bagian yang semakin menurun. Bagian ini
berfungsi sebagai tempat untuk penyisispan dari otot-otot yang
berguna di dalam pergerakan ekor.
Rangka pada mamalia dewasa dan unggas terdiri dari tulang primer (keras)
pada hewan yang baru lahir, porsi rangkanya masih terdiri dari tulang rawan.
Rangka dewasa berkembang selama pertumbuhan karena kemampuan selyang
disebut osteocytes untuk mendepositkan garam-garam tulang (secara prinsipnya
garam kalsium) di lamellar atau bagian sheet selama tulang berkembang.
Pentingnya fktor umum dalam mendirikan kekuatan yang menyebabkan
kebanyakan tulang berkembang dengan gravitasi yang sederhana. (Everett, etall.,
1985)

Tulang padat
Tulang padat ditemukan di kebanyakan dinding tulang tubuh dan disini
lamella dijelaskan mengelilingi silinder pada pembuluh darah pusat. Hal ini
pembuluh darah essensial unuk kehidupan esteocytes dan kandungn itu sendiri.
(Everett, etall., 1985)

Rangka Axial
Vertebatrae dibedakan menjadi vertebral column atau tulang belakang
yang memanjang dan dasar tengkorak (keseluruhan bagian caudal) sampai ekor.
Ada 5 bagian tertentu pada vertebral column, yakni bagian cervical, thoracic,
lumbar, sacral dan coccygeal. (Everett, etall., 1985)

Humerus
Humerus adalah tulang panjang, tulang dengan 2 ekstremias lebar.
Ekstremitas proximal humerus mempunyai keadaan yang terkemuka atau
tuberosities pada permukaan lateral dan medial untuk mengikat otot.
(Everett, etall., 1985)

Radius dan Ulna
Radius adalah slah satu tulang panjang. Kebanyakan pada livestock, radius
sumbu dengan lateral cudo ulna. (Everett, etall., 1985)
Ulna berkembang secara variabel pada spesies hewan tenak yang berbeda,
kecuali unggas yakni ulna berkembang lebih rendah daripada radius. (Everett,
etall., 1985)

Femur
Posisis femur analog dengan humerus, dijmana femur juga termasuk
tulang panjang. (Everett, etall., 1985)

Tibia dan Fibia
Tibia dan fibula juga termasuk tulang panjang, dibedakan dari tulang panjang
yang lain dan antara spesies yang pada dasarnya oleh tepi proximo cranial yang
luas. (Everett, etall., 1985)

Osteologi Sapi
13 Maret 2012 at 9:05 pm Tinggalkan komentar
Kerangka sapi terdiri atas unit kelompok tulang yang merupakan struktur hidup. Bentuk dan ukuran kerangka tubuh sangat bervariasi tergantung pada umur, jenis
kelamin, bangsa, dan jenis hewan. Keragka tersebut berfungsi melindungi organ dalam, sebagai cadangan mineral, memberikan bentuk atau perwujudan tubuh,
dan tempat perlekatan otot daging dan tulang rawan. Kurang lebih sepertiga berta tulang terdiri atas kerangka organic yang berupa jaringan fibrosa dan sel-sel.
Sedangkan dua pertiga lainnya terdiri atas komponen anorganik yang disimpan pada kerangka organik.
Dibawah ini akan kami paparkan gambar osteo sapi. Mulai dari osteo lengkap,kepala-leher, abdomen thorax,extremitas cranialis dan extremitas caudalis.
Osteo Sapi Lengkap

Osteo kepala leher
1. maxilla
2. mandibula
3. Atlas
4. axis
5. vertebra cervicalis VI
6. vertebra thoracica I
7. vertebra thoracica VII
8. vertebra thoracica XIII
9. vertebra lumbalis V
10. os sacrum
11. vertebrae coccgeae
12. costa I
13. costa XIII
14. cartilagines costales
15. sternum
16. scapula
17. humerus
18. ulna
19. radius
20. ossa cappi
21. os metacarpal
22. ossa digitorum manus
23. os coxae
24. os femoris
25. tibia
26. ossa tarsi
27. os metatarsal III et IV
28. ossa digitorum pedis

1. corpus ossis incisive
2. processus nasalis ossis incisive
3. foramina infraorbitalia
4. maxilla (facies facialis)
5. os nasale
6. incisura nasoincisiva
7. incisura nasalis
8. fissure nasolacrimalis
9. os lacrimale
10. fossa sacci lacrimalis
11. os zygomaticum
12. processus frontalis ossis zygomatici
13. processus temporalis ossis zygomatici
14. orcus zygomaticus
15. bulla lacrimalis
16. os frontale
17. processus zygomaticus ossis frontalis
18. processus cornualis
19. protuberantia intercornualis
20. fossa temporalis
21. linea temporalis
22. pars squamosa ossis temporalis
23. processus zygomaticus ossis temporalis
24. condylus occipitalis
25. porus acusticus externu
26. processus paracondylaris
27. foramen stylomastoideum
28. bulla tympanica
29. vagina processus styloidei














Osteo Abdomen Thorax
30. dens premolaris superior II
31. dens molaris superior I
32. dens molaris inferior II
33. dens molaris inferior I
34. dentes incisivi
35. margo interalveolaris
36. foramen mentale
37. ramus mandibulae
38. angulus mandibulae
39. processus coronoi dues
40. processus condylaris
41. orbita
42. tuber faciale

1. vertebra thoratica
2. costa II
3. processus spinosi
4. processus transverse
5. caput costae
6. tuberculum costae
7. arcus costalis
8. vertebra lumbalis II
9. vertebra lumbalis VI
10.os sacrum
11.os ilium
12. processus articularis cranialis cum processu mamillari
13.processus costarii























1. processus spinasi
2. costa II
3. cartilago costalis III
4. processus tranrversi
5. corpora vertebrarum
6. tuberositas processus
spinasi
7. tuberculum costae
8. caput costae
9. costa IX
10. foramina vertebralia
lateralia
11. foramina
intervertebralia
12. processus mamillares
13. manubrium streni
14. corpus streni
15. cartilage xiphoidea
16. arcus costalis
17. spatia interspinosa
18. spatia intercostalia




MAKALAH
ANATOMI DAN HISTOLOGI TERNAK
OESTEOLOGI
Dibimbing oleh : Nurul Isnaini, Dr. Ir., Ms

Oleh :
NAMA : HAPPY APRILLIA MAHARDIKA
NIM : 105050107111016




FAKULTAS PETERNAKAN
UNEVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah tentang
oesteologi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas tersluktur 1.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Nurul Isnaini, Dr. Ir., Ms selaku pembimbing mata kuliah Histologi anatomi
2. Semua pihak yang telah membantu dalam pelakanaan dan pembuatan laporan.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalal ini bermanfaat bagi kita semua, baik di masa sekarang
maupun yang akan dating. Amin.





Malang, Maret. 2011

Penulis

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya
dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula
dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal
atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamentum, tendon, otot, dan organ lainnya.

Oesteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang, mempelajari struktur, bentuk dan pertumbuhan tulang, Susunan tulang yang
membentuk rangka keras dari seekor hewan dinamakan skeleton. Tulang adalah materi yang keras dan kaku yang membentuk rangka
dalam pada hewan maupun manusia. Tubuh hewan dan manusia terdiri dari bermacam-macam tulang. Tubuh dapat memiliki bentuk karena
memiliki sitem gerak. Sitem gerak tersebut terdiri atas tulang, sendi dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. Sitem gerak
inilah yang memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak dan melakukan aktivitas lainnya.

Tulang, otot dan sendi ketiganya bersatu membentuk suatu kesatuan dan memiliki fungsi yang berbeda. Tulang merupakan alat gerak pasif.
Tulang tidak dapat digerakan jika tidak terdapat otot. Otot dikatakan sebagai alat gerak aktif. Otot inilah yang menggerakkan rangka.

Patah tulang atau frukture merupakan hal yang membahayakan bagi hewan maupun manusia, selain pengobatan yang sulit, waktu yang
perlukan untuk menyambung tulang memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu makanan yang mengandung kalsium sangat diperlukan
bagi manusia maupun hewan. Pada usia muda patah tulang yang mudah disambung kembali, sedangkan pada usia tua, penyembuhan
pada pada tulang memerlukan waktu yang lama.oleh kerena itu kita harus menjaga diri agar terhindar dari patah tulang.


B. Rumusan masalah

Beberapa rumusan masalah pada makalah ini antara lain mengenai

a. Apakah fungsi tulang pada hewan?
b. Macam-macam penggolongan bentuk tulang?
c. Gambar kerangka tulang pada sapi


C. Tujuan dan manfaat

Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui dan memahami struktur anatomi dan histologi fungsi tulang, macam-macam penggolongan
bentuk tulang dan gambar kerangka tulang pada sapi.






II. TINJAUAN PUTAKA

A. Fungsi tulang

Tulang merupakan materi yang keras dan kaku yang membentuk rangka dalam pada hewan maupun manusia. Susunan tulang yang
membentuk rangka keras dari seekor hewan dinamakan skeleton.
Fungsi dari skeleton dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Sebagai alat penunjang tubuh
2. Sebagai alat gerak yang pasif
3. Untuk melindungi organ tubuh yang lunak dan mudah rusak
4. Untuk member bentuk kepada tubuh hewan
5. Sebagai tempat pembuatan unsure- unsure darah. (alexa.blogspot, 2009)

Sedangkan menurut Drh. Komarudin (2007), tulang mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut:

1. Tempat menempelnya daging atau otot
2. Membentuk tubuh
3. Menegakan tubuh
4. Melindungi organ vital
5. Alat gerak pasif
6. Membentuk sel darah (etiology) pada tulang yang pipih

Menurut Ainul (2009), Sekleton terdiri dari Eksoskeleton dan Endoskeleton. Eksoskeleton adalah skeleton luar badan yang berasal dari
ektoderm. Endoskeleton adalah Skeleton dalam badan yang ditutupi oleh tisu lembut (otot). Tulang-tulang Vertebrata membentuk rangka
dalam (Endoskeleton) berfungsi :
1. Memberi bentuk tubuh.
2. Menahan dan menegakkan tubuh.
3. Melindungi dan menegakkan tubuh.
4. Sebagai tempat melekatnya otot rangka.
5. Sebagai alat gerak pasif.
6. Tempat pembentukan sel-sel darah (HEMOPOIESIS).
Skeleton ini berasal dari mesoderm kecuali notokord atau skeleton aksial primitif yang berasal dari endoderm. Bagian-bagian utama badan:
kepala; leher; badan; ekor; kaki.
Tulang rangka mempunyai dua fungsi utama:
1. menyokong badan (membenarkan pergerakan normal hanya pada kawasan
2. tertentu sahaja ie. sendi, terutamanya sendi sinovium)
3. melindungi struktur-struktur dalaman badan, cth. otak dilindungi oleh tengkorak,
4. jantung dan paru-paru dilindungi oleh tulang rusuk.

Dan fungsi tulang lainnya :

1. menghasilkan sel darah merah dalam sum-sum tulang dan menyimpan bahan
2. mineral kalsium dan fosforus. Bertindak sebagai organ hemopoietik.
3. pelekatan otot untuk pergerakkan.


B. Macam-macam penggolongan bentuk tulang

Penggolongan bentuk bentuk tulang ada 4, yaitu :

1. Ossa longa ( tulang panjang ). Bentuknya silindris, panjang dengan kedua ujung membesar. Bagian tengah yang silindris dinamakan
corpus ( diaphyse ), sedangkan kedua ujungnya extremitates ( epiphyse ). Ossa longa terdapat pada tulang- tulang kaki dan bertugas
sebagai alat pengumpil atau alat penunjang tubuh.
2. Ossa plana ( tulang pipih ). Bentuknya pipih, bertugas untuk melindungi bagian tubuh yang lunak seperti otak, jantung dan paru- paru.
3. Ossa brevia ( tulang pendek ). Tulang- tulang ini mempunyai panjang, tinggi dan lebar yang hampir sama. Fungsinya adalah untuk
mencegah benturan atau untuk mengurangi pergeseran dan perubahan arah dari tendon.
4. Ossa irregularia ( tulang berbentuk tak teratur ). Kelompok tulang ini berbentuk tak teratur
alexa.blogspot

Contoh-contoh bentuk tulang menurut drh. Komarudin, (2007), anataralain adalah :
1. Ossa longa ( tulang panjang ) adalah tulang paha (os. Femur)
2. Ossa plana ( tulang pipih ) adalah adalah tulang tengkorak (os. Cranium) dan tulang rusuk (os. Costae)
3. Ossa brevia ( tulang pendek ) adalah tulang jari (os.phalanx)
4. Ossa irregularia ( tulang berbentuk tak teratur ) adalah tulang rawan. Contonya tulang pada daun telinga












C. Gambar Kerangka tulang sapi






Gambar diambil dari : PENGENALAN ANATOMI TOPIKAL RANGKA & SENDI oleh Dr. Donny Yawah, institut Haiwan Kluang













III. PENUTUP

A. Pembahasan dan Kesimpulan
Dari beberapa tinjuan pustaka diatas dapat disimpulkan bahwa oesteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang, mempelajari
struktur, bentuk dan pertumbuhan tulang, Susunan tulang yang membentuk rangka keras dari seekor hewan dinamakan skeleton. Fungsi
tulang antara lain sebagai :
1. Tempat menempelnya daging atau otot
2. Membentuk tubuh
3. Menegakan tubuh
4. Melindungi organ vital
5. Alat gerak pasif
6. Membentuk sel darah (etiology) pada tulang yang pipih
Bentuk-bentuk tulang dapat dikelompokan menjadi 4 macam, yaitu
1. Ossa longa ( tulang panjang ) contohnya pada tulang paha (os. Femur)
2. Ossa plana ( tulang pipih ) contohya pada tulang tengkorak (os. Cranium) dan tulang rusuk (os. Costae)
3. Ossa brevia ( tulang pendek ) contohnya pada tulang jari (os.phalanx)
4. Ossa irregularia ( tulang berbentuk tak teratur ) yaitu pada tulang rawan. Contonya tulang pada daun telinga

Kerangaka pada umumnya di bagi menjadi 3 bagian, yaitu tulang tengkorak (os.cranium), tulang punggung (os. Vertebrae) dan tulang kaki
(os. Extramnitas).
tulang tengkorak (os.cranium) terdiri dari
1. Os. Frontales (tulang dahi)
2. Os. Nasales (tulang hidung)
3. Os. Lacrimales (tulang air mata)
4. Os. Maxilares (tulang rahang atas)
5. Os. Cornuales (tulang tanduk)
6. Os. Occipitals (tulang pangkal leher)
7. Os. Mandibulares (tulang rahang bawah)
8. Os. Tempolares (tulang pelipis)
9. Os. Palatum (tulang langit-langit)

tulang punggung (os. Vertebrae) terdiri dari :
1. Os. Vertebrae cervitales (tulang leher)
Yang terdapat :
a. Os. Atlas
b. Os. Axis
c. Os.vertebrae III
d. Os.vertebrae VI
e Os.vertebrae V
f. Os. Verterbrae cervicales VI
2. Os. Vertebrae thoracales (tulang punggung dada)
3. Os. Vertebrae lumbales (tulang punggung pinggang)
4. Os. Vertebrae sacrum (tulang kemudi)
5. Os. Caccigeales (tulang ekor)
6. Os. Costae (tulang rusuk)
7. Os. Sternum (tulang dada)

Tulang kaki (os. Extreminitas)
Terbagi menjadi anterior dan posterior

Anterior: Posterior:
Os. Scaplua Os. Coxae
Os. Humerus Os. Femur
Os. Radius/ulna Os. Tibia/fibula
Ossa. Carpi Ossa. Tarsi
Os. Metacarpalia Os. Metatarsalia
Os. Phalanx I Os. Phalanx I
Os. Phalanx II Os. Phalanx II
Os. Phalanx III Os. Phalanx III


















DAFTAR PUSTAKA

Alexa. 2009 Oestelogi. Moslem.blog. http/ file:///D:/tugas/osteologi.html

Donny, Yawah. 2007. PENGENALAN ANATOMI TOPIKAL RANGKA & SENDI Institut Haiwan Kluang

Komarudin. 2007. Anatomi dan Histologi Ternak. Pelaihari, Kalimantan Selatan

Mahbubillah, Ainul. 2009. Struktur Hewan Sistem Rangka. Lamongan.
http/ file:///D:/tugas -struktur-hewan-sistem_01.html


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur semua organisme makhluk
hidup. Sedangkan histologi berasal dari kata histon, yang artinya kumpulan beberapa sel yang
mempunyai satu atau lebih ke khususan fungsi yang membentuk jaringan. Jadi histologi adalah
ilmu yang mempelajari tentang jaringan tubuh (Anonim, 2009).
Osteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kerangka (skeleton). Osteologi berasal
dari kata os dari bahasa latin dan osteon dari bahasa yunani yang artinya adalah tulang. Tulang
merupakan bagian tubuh atau organ dari suatu individu yang mulai tumbuh dan berkembang
sejak masa embrional. Sistem tulang merupakan salah satu hasil perkembangan dari sel-sel
mesoderm pola bangunan tubuh suatu individu ditentukan oleh kerangka yang disusun dari
puluhan atau ratusan tulang. Tulang-tulang tersebut membentuk suatu susunan atau kelompok
yang disebut dengan Kerangka. Dalam melaksanakan fungsinya dilengkapi dengan tulang rawan
(Cartilago) dan Ligamenta (pita pengikat) (Anonim, 2012).
Skeleton termasuk tulang, rawan, gigi dan sendi. Rangka struktur yang keras biasanya
terdiri dari tulang dan rawan. Struktur ini menyokong dan melindungi tisu-tisu yang lembut.
Tulang dibentuk terutamanya melalui Intramembranous ossification yang mana tulang leper
terbentuk, atau melalui Endochondra formation seperti pembentukan tulang panjang. Tulang
terdiri daripada sel-sel dalam matrik interselular dipanggil Osteoid. Tulang terdiri daripada 1/3
bahan organik dan 2/3 bahan tak organik (Rere ardaniya, 2012).
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pratikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dan memahami seksama sistem rangka pada vertebrata serta fungsi-
fungsinya.
2. Untuk mengetahui letak otot pada hewan ternak secara anatomi
3. Untuk mengetahui bagian dari sistem
4. Untuk mengetahui bentuk dan letak dari tulang-tulang atau sistem rangka ternak










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Kerangka Ternak
Osteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kerangka (skeleton). Osteologi berasal
dari kata os (Latin) dan osteon (Yunani) yang berarti tulang. Tulang merupakan bagian tubuh
atau organ dari suatu individu yang mulai tumbuh dan berkembang sejak masa embrional. Sistem
pertulangan merupakan salah satu hasil perkembangan dari sel-sel mesodem (Tim Dosen, 2013).
Periosteum adalah membranefibrosa yang melapisi permukaan tulang, kecuali
didaerah kartilagoartikularis. Periosteum bertanggung jawab dalam peningkatan diameter tulang
dan berfungsi dalam proses penyembuhan tulang yang patah. Endosteum merupakan membrane
afibrosa yang membatasi rongga sungsum dan kanal-kanalosteonalKkanalis Heversi) pada tulang
(Anonim, 2010).
Skeleton termasuk tulang, rawan, gigi dan sendi. Rangka struktur yang keras biasanya
terdiri dari tulang dan rawan. Struktur ini menyokong dan melindungi tisu-tisu yang lembut.
Tulang dibentuk terutamanya melalui intramembranous ossification yang mana tulang leper
terbentuk, atau melalui endochondra formation seperti pembentukan tulang panjang. Tulang
terdiri dari pada sel-sel dalam matrik interselular dipanggil osteoid. Tulang terdiri daripada 1/3
bahan organik dan 2/3 bahan tak organik (Kusnadi, 2002).
Tulang terdiri atas tulang keras (Os) dan tulag rawan (Cartilago). Semua tulang
dibungkus oleh selaput jaringan ikat yan disebut periost. Tulang kerangka terbagi menjadi empat
golongan menurut bentuk dan pekerjaannya, tetapi pembagian ini tidak memenuhi semuanya,
karena beberapa tulang misalnya tulang rusuk tidak mudah digolongkan pada salah satu dari
keempat golongan tersebut (Frandson, 1992).
Menurut Anonim (2010), berdasarkan bentuk tulang dibagi menjadi:
1. Tulang pipa (Ossa longa)
Ciri-cirinya adalah berbentuk silindris memanjang dan kedua ujung membesar (epifise).
Contohnya: tulang paha (os femus) dan tulang lengan (os humerus)
2. Tulang pipih (Ossa Plana)
Cirri-cirinya adalah berbentuk pipih, permukaan datar dan bertugas melindungi bagian tubuh
yang lunak seperti otak dan alat-alat dalam. Contohnya: tulang belikat (osscapula) dan tulang
panggul (os coxae).
3. Tulang pendek (Ossa Brevis)
Berdasarkan letak dan fungsinya, tulang dibagi dalam 3 kelompok :
a. Axial Skeleton (kerangka sumbu)
Meliputi; tulang belakang (columna vertebralis), tulang rusuk (os costae), tulang dada
(os sternum), tulang kepala (ossa cranii).
b. Appendicular skeleton (tulang anggota gerak), dibedakan menjadi extremitas
anterior dan extremitas posterior.
c. Viesceral skeleton (tulang yang berkembang dalam organ dalam atau organ lunak), seperti; os
penis (tulang kelamin jantan pada anjing), os cardis (tulang jantung pada sapi) .
Menurut Anonim (2012), pada dasarnya kerangka tubuh hewan dibagi menjadi beberapa
bagian yaitu :
1. Ossa cranii, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a. Bagian tengkorak; os ocipitale (tulang kepala belakang), os sphenoidale (tulang baji), os
othmoidale (tulang rapis), os parietale (tulang ubun-ubun), os frontale(tulang dahi), os
temporale (tulang pelipis).
b. Pars splanehno cranii; os morale (tulang pipi), os lacrimale (tulang air mata), os nasale (tulang
hidung), os premaxillare (tulang rahang atas muka), os maxillare(tulang rahang atas), os
mandibulare (tulang rahang bawah).
2. Columna vertebralis (susunan tulang belakang), yang terdiri dari :
a. Vertebrae cervicalis (ruas tulang leher)
b. Vertebrae thoracales (ruas tulang punggung)
c. Vertebrae lumbales (ruas tulang pinggang)
d. Vertebrae sacrales (ruas tulang kemudi)
e. Vertebrae coccygeales (ruas tulang ekor)
3. Ossa castae (tulang-tulang rusuk), turut membentuk dinding sebelah lateral dari ruang dada.
Terdapat berpasangan kiri dan kanan. Jumlahnya sebanyak ruas tulang punggung; pemamah biak
13 pasang, kuda 18 pasang, babi 14-15 pasang, carnivore 13 pasang.
4. Ossa sternum (tulang dada), meliputi :
a. Manubrium sterni
b. Processus xiphoideus
c. Carpus sterni
d. Crista sterni
5. Ossa ekstremitas, dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a. Ossa ekstremitas thoracalis (tulang kaki muka) diantaranya : os scapula, os humerus, os radius,
os ulna, ossa carpi, ossa metacarpalia, digit (os phalanx).
b. Ossa ekstremitas pelvinae (tulang kaki belakang), diantaranya : os coxae, os femur, os tibia, os
fibula, ossa tarsi, ossa metatarsalia, digit (os phalanx).
B. Sistem Perototan Ternak
Jaringan otot merupakan bagian yang penting yang menyusun beberapa organ pada tubuh
ternak. Secara garis besar ada tiga tipe otot, yaitu: otot polos, otot jantung dan otot
skeletal. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ
tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi
otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat
memanjang dan memendek (Anonim, 2010).
Sistem otot adalah sistem organ pada hewan dan manusia yang berfungsi untuk membuat
makhluk hidup dapat bergerak. Unggas dan seperti halnya mamalia memiliki tiga jenis otot yaitu
Otot Polos, Otot Jantung, dan Otot Rangka.

a. Otot Polos
adalah otot yang membangun organ yang tidak dapat di kontrol misalnya saluran
pencernaan. Otot polos juga di temukan di dalam pembuluh darah usus, dan organ lain yang
tidak berada di bawah perintah otak.
Otot polos tampak tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam sel otot polosnya tersusun
melingkar dan lapisan sebelah luar sel otot polosnya tersusun memanjang dan berinti sel. Ciri-
ciri otot polos, Sel-sel berbentuk spidal- Inti di tengah- Serabut-serabut retikuler transversal
menghubungkan sel-sel otot. Berdekatan danmembentuk suatu kelompok sehingga menjadi unit-
unit fungsional, Fungsi otot polos,Mengontrol segala aktivitas motor (gerak) alat dalam
(visceral) dan Mengelola tekan darah di seluruh tubuh.
b. Otot Jantung
Merupakan otot yang membangun jantung. Otot jantung juga merupakan otot yang tidak dapat diperintah, kontraksinya tidak
tergantung pada actor luar (ekstrinsik). Otot jantung terdiri dari tiga bentuk otot, yaitu otot atrial, otot ventricular, dan serabut otot purkinje.
Bentuk otot atrial dan otot vetrikular kontraksinya sama seperti ototskelet karena mengandung syncytium. Sedangkan serabut otot purkinje
kontraksinya sangat lemah karena hanya mengandung sedikit elemen kontraktil. Kontraksi otot jantung adalah ritmik dan terus menerus,
karena jantung mempunyai centrum otomasi. Ciri-ciri otot jantung, adanya cakram intercalated (intercalated disk). Fungsinya, sebagai
penyusun organ jantung
c. Otot Rangka
Merupakan otot yang membangun sebagian besar tubuh. Serabut otot pada penampang memanjangnya tampak sebagai pita-
pita panjang yang tersusun sejajar satu sama lainnya. Intinya berbentuk lonjong, jumlahnya banyak dan terdapat di tepi serabut tepat di
bawah sarkolema. Miofibri serabut otot rangka mengandung keping-keping gelap dan terang secara berurutan dan pada tiap myofibril
letaknya pada ketinggian yang sama. Diantara serabut-serabut otot terdapat jaringan ikat kendur yang di sebut endomisium. Ciri-cirinya,
selnya berbentuk serabut, inti terletak di bawah permukaan sel dengan arah aksis panjang serabut-serabut otot, membrane sel otot di sebut
sarkolema, lapisan permukaannya menyatu membentuk tendon dipersarafi oleh satu ujung syaraf terletak pada bagian tengah serat
(Anonim, 2012).
Menurut Genneser (1994), adanya fibril serta pola susunannya maka otot dibedakan
menurut morfologinya, yakni :
1. Otot polos ( Smooth muscle)
2. Otot serat melintang (Striated muscle), meliputi:
a. Otot kerangka (Skeletal muscle), yang dibagi menjadi:
1. Otot pucat (White muscle)
2. Otot merah (Red muscle).
b. Otot jantung (Cardiac muscle).

Sel-sel khusus jaringan otot memiliki bangun khusus yang dikaitkan dengan aktivitas
kontraksi. Bentuknya memanjang membentuk serabut. Berdasarkan bentuk serta bangunnya, sel
otot disebut serabut otot. Tetapi serabut otot tentu berbeda dengan serabut jaringan ikat karena
serabut jaringan ikat bersifat ekstraseluler. Serabut otot tersusun dalam berkas, sumbunya paralel
dengan arah kontraksi. Dalam serabut otot banyak terdapat fibroprotein dalam sarkoplasma yang
mudah menyerap zat warna untuk sitoplasma. Terdapat tiga jenis otot yaitu : otot polos
yang merupakan bagian kontraktil dinding alat jeroan, otot skelet (otot rangka) yang melekat
pada tubuh, berorigo dan berinsersio pada bungkul tulang dan otot jantung yang merupakan
dinding jantung. Dengan gambaran mikroskopik, pada sayatan memanjang otot kerangka dan
otot jantung pada miofibrilnya terdapat garis-garis melintang yang khas sedangkan pada otot
polos tidak (Dellman 1989).
Daging tersusun atas serabut-srabut otot yang sejajar dan terikat bersama-sama oleh suatu jaringan ikat. Susunan daging dari
serabut otot, bagian luar otot terbungkus oleh membrane transparan yang disebut epimisium. Lapisan epimisium ini terdiri dari jaringan
ikat yang berupa serabut-serabut kalogen dan elastin (Anonim, 2011).





BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu Dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
Hari/tanggal : Sabtu, 12 januari 2013
Pukul : 11.00 Wita- Selesai
Tempat : Laboratorium Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin, Samata- Gowa.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah peralatan bedah, ember dan
nampan
2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah yaitu satu ekor ternak kambing
dan air bersih.
C. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapakan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Memotong kambing dan menggulitinya.
3. Mengamati kerangka penyusun tubuh, yang meliputi kerangka columna vertebralis, os
coctae, penyusun ekstremitas anterior dan posterior.







































BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Sistem Kerangka Ternak (Oesteology)

Sumber: Gambar Sistem Kerangka Ternak Kambing (Anonim, 2013).

2. Sistem Perototan Ternak (Histology).
Sumber: Gambar sistem perototan ternak (Anonim, 2013).
Keterangan:
1. Plexus barcialis 12. M. pectoralis profundus
2. M. latissimus dorsi 13. M. scalenus dorsalis
3. Membri toracici 14. Mm. pectorals superficiales/
4. M. trapezius/pars cervicalis M. Pectoralis transversus
5. M. Rhomboideus thoracis
6. M. Serratus ventralis thoracis
7. M. Serratus ventralis caudalis
8. M. Retcactor costae
9. M. Latissimus dorsi
10. Fascia M. obliauss externus abdominis
11. M. oblignus externus abdominis
B. Pembahasan
1. Sistem Kerangka Ternak (Oesteology)
Tengkorak (kranin) adalah bagian skeleton yang membentuk kerangka dasar kepala
disebut kranium. Fungsi tengkorak yaitu sebagai pelindung otak, penyokong berbagai organ dan
membentuk awal saluran sistema digestoria dan sistema respiratoria. Tengkorak terdiri
dari nasal, mandibula, maksila, lakrima, coranoid process dan occipital. Atap bagian atas
dibentuk oleh maksila danpremaksila yang membentuk dentis dan oleh maksila as.
palatina. Bagianventrolateral oral dilengkapi oleh mandibula. Mandibula berporos pada
bagian as temporale, di depan lubang telinga. Semua dentis bagian bawah
pada mandibulamerupakan tempat perekatan otot yang berperan dalam proses penguyahan dan
penelanan.
Ujung medial skapula bersendi dengan menubrium. Ujung lateral clavicula bersendi
dengan acromion. Acromion adalah sudut di sebelah caudal dan dua sudut di
sebelah cranial pada sudut cranial lateral dataran sendi, yang bersendi dengan humerus.
Vertebrae cervicalis yang pertama disebut atlas. Atlas tidak mempunyaiprocessus
spinous dan carpus menjadi satu dengan aksis, penggunaan seperti gigi.Vertebralis
cervicalis yang kedua disebut aksis. Aksis mempunyai spinosum processus yang lebar, tetapi
tidak tinggi Vertebrae thoracales, costae dan sternummembentuk throrax. Sternum terdiri
atas manubrium sterni, carpus dan processus xipoideus. Vertebrae thoracalis ditandai
dengan processus spinous yang sangat berkembang. Processus spinous membentuk pangkal
pada prominesia dorsalia yang dikenal sebagai wither pada bagian bawah bahu.
Pada semua mamalia, karpus merupakan daerah yang komplek yang terdiri dari dua
deret tulang kecil. Deretan proximal disebut radial
(profundial ke lateral),intermediet dan ulnar. Metakarpus merupakan daerah disebelah distal
karpus. Pada kambing karpus merupakan hasil tulang metakarpus yang ke tiga dan ke empat.
Suatu alur vertikal pada metakarpus menunjukkan fungsi kedua tulang tersebut.
Ujungproximal femur yang berbentuk bulat bersendi dengan os coxae. Ujung distal
femurbersendi dengan ujung proximal tibia. Daerah ventral ujung kedua tulang yang bertemu ini
terdapat patella. Ujung proximal fibula bersendi dengan ujung proximal tibia. Distal
fibula menempel pada kedua ujung distal tibia.
Kedua ujung distal ini merupakan persendian dengan trachlea tali.Trachlea tali ialah
bangunan berupa kerekan pada talus. Talus ialah salah satu dariossa tarsalia. Ossa
tarsalia bersendi satu dengan yang lain. Ossa tarsalia terdiri atastalus, proteulus, os cuboideum,
os naviculare (os scapoideum) dan tiga ossa cuneiforinia. Talus bersendi
dengan calcaneus dan raviculare calcaneus bersendi juga dengan os cuboideum. Os
raviculare bersendi juga dengan ketiga ossa coneiformia. Os cuboideum juga ossa
cuneiformie di ujung distal bersendi dengan ujung proximal 5 ossa metatarsalia. Di sebelah os
metatarsalia berturut-turut terdapat dua palanges. Di sebelah os metatarsale yang lain berturut-
turut terdapat tiga palanges. Waktu berdiri, yang menapak tanah ialah tuber calcanei (tonjolan
keplanter pada calcaneus) dan capita osseum metatarsalium (distal ossa metatarsalia). Pada
kaki ada lengkung longitudinal dan lengkung tranversal.
Jari pertama kaki tidak dapat disisikan.
Profundingulum membri inferiotis terdiri atas sepasang os coxae. Satucoxae ialah hasil
tumbuh melekatnya tulang, yaitu os illium, os ischii dan os pubis. Sepasang os coxae ini bersama
dengan os sacru merupakan pelvis. Antara kedua os coxae di sebelah ventral disebut symphysis
ossium pubis. Pelvis ini kira-kira membentuk sesuatu yang pada dasarnya ada pada lubang, os
coxae pada suatu cekung pada tempat tumbuh melekatnya ketiga tulang ujung proximal femur.
Di daerah sacral ada 5 vertebrae sacrales yang telah saling tumbuh melekat sehingga terjadi satu
tulang, yaitu os sacrum daerah cocigleal dimana ada 3 vertebrae cocygleeales yang telah
mengalami reduksi dan kadang tumbuh melekat hinggaoccygis.
2. Sistem Perototan Ternak (Histology)
Didalam tubuh hewan termasuk kambing terdapat lebih dari 600 otot berbeda dalam hal
bentuk, ukuran dan aktivitasnya. Otot juga berbeda dalam hubunganya dengan tulang, tulang
rawan atau ligamentum dalam hal kandungan darah, saraf dan dalam hal hubungannya dengan
jaringan-jaringan lain.
Otot hewan berubah menjadi daging setelah pemotongan karena fungsi fisiologisnya
telah terhenti. Otot merupakan komponen utama penyusun daging. Daging juga tersusun oleh
jaringan ikat, epitelial, jaringan saraf, pembuluh darah dan lemak, jadi daging tidak sama dengan
otot.
Beberapa jenis otot pada hewan termasuk kambing, antara lain adalah :
1. Otot trapezius merupakan otot pipih berbentuk segitiga yang mempunyai origopada garis
tengah dorsal dari kepala sampai ke belakang di daerah vertebrae lumbar dan insersionya
terutama pada spina skapula. Otot trapezius secara keseluruhan juga mendukung
melekatnya scapula pada tubuh.
2. Otot serratus ventralis merupakan otot yang paling besar dan otot utama yang menghubungkan
alat gerak bagian depan dengan tubuh. Ukuran otot ini besar dan bentuknya seperti kipas.
3. Otot lattisimus dorsi merupakan otot yang berbentuk segitiga lebar, mempunyai origo
pada prosessus spinosa vertebra torasik dan lumbar dengan perantaraanaponeurosis. Otot ini
juga berperan untuk menarik kaki depan ke arah belakang atau jika kaki itu tetap, maka badan itu
akan ke depan atau maju.
4. Otot longissimus. Otot ini dapat dibagi menjadi beberapa segmen tergantung pada lokasi, yaitu
di daerah lumbar yang disebut longissimus lumborum, pada daerah thoraks disebut longissimus
thoracis, pada daerah serviks disebut longissimus cervicis, longissimus capitis dan longissimus
atlantis.
5. Otot ekstensor carpii rassss. Otot ini merupakan otot ekstensor terbesar untukkarpus. Otot ini
berpangkal pada epikondyl lateral humerus menuju ujung proximal daerah metacarpal. Peran
utama otot ini adalah gerak estensi karpus.
6. Otot fleksor carpii radialis. Otot ini berpangkal dari sisi medial permukaan volarkaki
depan. Origo otot ini adalah pada epikondyl medial (fleksor) humerus dan insersianya pada
permukaan volar ujung proksimal metacarpus.
7. Otot gluteus medius. Otot ini adalah otot ekstensor yang kuat. Origo otot ini terletak pada sayap
tulang illium dan insersionya pada frokauter mayor dari tulang femur, yang merupakan lever
yang menjulur di atas sendi pinggul, sehingga menggerakan bagian lain dari kaki belakang ke
arah belakang.
8. Otot bisep femoris, semiteninosus dan semimembranosus. Otot-otot tersebut merupakan otot
ekstensor pada pinggul yang disebut dengan hamstring muscle. Batas-batas antar otot ini dapat
diketahui dengan adanya alur-alur vertikal pada bagian otot tersebut.




BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah bahwa kerangka kambing terdiri
dari nasal, mandible, maxilla, lacrima,coronoid process, occipital, atlas, axis, scapula, sternum,
humerus, sstifle join, olecanon processus, radius, ulna, carpus, metacarpus, phalanges, digiti,
cartilage spinous process, spinous process, sterna, asternal, lumbar, transverse process, illium,
ischium, pubis, femur, patella, tibia, tarsusmetatarsus, sacral dan cocygeal vertebrae.
Perototan kambing terdiri dariseperempat bagian depan dan seperempat bagian
belakang. Seperempat bagian depan terdiri dari transverse process of cervical vertebrae,
infranspinatus, suprapinatus, logissimus dorsi, triceps brachii, pectoralis, lattissimus dorsi,
serratus ventralis, extensor carpii radialis, flexor carpii radialis dan flexor carpii ulnalis.
Seperempat bagian belakang terdiri darigluteus medius, flank, tensor vascialata, vactus lateralis,
semitendinosus, semimembranosus, biceps femoris, triceps femoris, gastrocnemius,
tendoarciles danlateral.
B. Saran
Adapun saran yang praktikan sampaikan kepada pembaca adalah semoga dengan
adanya laporan ini pembaca dapat mengetahui dengan saksama sistem
kerangka(Osteologi) pada vertebrata, serta fungsi-fungsinya dan mengetahui lebih dalam letak
otot pada hewan ternak tersebut.















DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009. Otot dan Kerangka. http://mujahidforworld.blogspot.com/ (Diakses tanggal 11 januari
2013).

. 2010. Makalah Anatomi. http://edipermadi.wordpress.com. (Diakses tanggal 11 januari 2013).

. 2012. Pengertian Jaringan Otot Disertai Beserta Jaringan otot. http:// organisai.org/. (Diakses
tanggal 11 januari 2013).

Delman, HD. 1989. Buku Teks Histology Veteriner 1. EGC: Jakarta.

Frandson, R.d. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada, university press: Jakarta.

Genneser, F. 1994. Buku Teks Histology Jilid 1 . Binapura aksara : Jakarta.

Kusnadi. 2002. Biologi. Piranti Darma Kalokatama: Jakarta.

Tim dosen, 2011. Penuntun Anatomi dan Fisiologi Ternak . jurusan ilmu peternakan fakultas sains dan
teknologi, universitas islam negeri alauddin Makassar.