Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

Roda gigi merupakan salah satu komponen mesin yang paling banyak
digunakan dalam bidang industry maupun bidang otomotif. Dalam suatu proses
permesinan, roda gigi mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu untuk
meneruskan kecepatan, daya atau torsi dari satu komponen mesin ke komponen
lainnya dan dikenal sebagai penggerak mekanis. Ada beberapa jenis penggerak
mekanis yang sering digunakan dalam kegiatan industri, seperti chain (rantai),
belt (sabuk), dan friction wheel drive (roda gesek). Namun di antara jenis
penggerak mekanis tersebut, roda gigi merupakan komponen yang paling banyak
digunakan karena beberapa kelebihannya, yaitu:
Tidak ada slip dalam pemindahan gaya (pada rasio putaran yang tetap,
tanpa tergantung pada besarnya beban) sehingga efisiensi tinggi
Umur dan reliabilitasnya tinggi
Mampu untuk menahan beban lebih
Perawatannya relatif mudah dan susunannya kompak
















BENTUK BENTUK KEGAGALAN RODA GIGI LURUS DAN
ANALISIS KERUSAKAN SERTA PERAWATANNYA

A. BENTUK BENTUK KEGAGALAN RODA GIGI

Kegagalan pada roda gigi dapat terjadi dalam berbagai modus atau bentuk.
Namun jika dilakukan maintenance yang baik maka setiap kegagalan tersebut
dapat dicegah.
Berbagai penyebab dan bentuk Kegagalan roda gigi adalah sebagai
berikut:
Tabel penyebab kegagalan roda gigi:


1. WEAR (KEAUSAN)

WEAR (KEAUSAN) adalah jenis kerusakan roda gigi dimana adanya
lapisan logam yang terlepas dari permukaan secara progresif. Tiga penyebab
paling umum keausan roda gigi adalah kontak logam karena kurangnya pelumas,
masuknya partikel abrasif dalam pelumas dan komposisi antara pelumas dengan
zat aditif lainnya.
Klasifikasi keausan (wear) :
1. Keausan adesif (adhesive wear)
Keausan adesif sulit untuk dideteksi. Keausan adesif ini terjadi sejak awal.
Karena tingkat keausan sangat rendah, mungkin diperlukan waktu jutaan
siklus agar keausan dapat terlihat.
a. MILD ADHESIVE WEAR MILD / POLISHING WEAR (keausan adesif
ringan)


b. Keausan adesif sedang (moderate adhesive wear)
Ketika beban dan kecepatan operasi lebih dari kondisi keausan ringan,
keausan sedang terjadi dengan tingkat yang lebih tinggi. Dimana Bagian
kusam tampak cerah dan mengkilap. Namun itu terjadi dalam jangka
panjang.


2. Keausan Abrasif (abrasive wear)
Keausan abrasif adalah alasan utama kegagalan roda gigi dimana
daerah operasi mesin tercemar bahan abrasif. Dimana bentuk, ukuran dan
konsentrasi material abrasif akan mempengaruhi tingkat keausan .
Contohnya adalah mesin pertambangan; pabrik semen.
Keausan abrasif diklasifikasikan menjadi 2 bentuk:
Keausan abrasif ringan / MILD ABRASION
masuknya partikel debu halus kedalam minyak pelumas. dimana tingkat
material terlepas sangat lambat.


Keausan abrasif berat/ MILD ABRASION
Keausan ini terjadi karena masuknya partikel abrasif yang lebih besar
dalam media pelumas dan konsentrasi yang lebih tinggi dari partikel.


3. Keausan kimia (chemical wear)
disebabkan oleh tindakan kimia dari minyak pelumas atau aditif.





2. PITTING OF GEARS ( CELAH PADA RODA GIGI)

Pitting adalah kegagalan karena kelelahan permukaan roda gigi. Hal ini
terjadi karena beban berulang dari permukaan gigi dan tegangan kontak melebihi
kekuatan lelah permukaan. Material di wilayah kelelahan akan terlepas dan celah
terbentuk. Celah itu sendiri akan menyebabkan konsentrasi tegangan dan segera
menyebar. Selanjutnya, beban yang lebih tinggi menyebabkan patah pada gigi
yang sudah lemah. Namun, proses kegagalan terjadi selama jutaan siklus berjalan.
Ada dua jenis pitting,
a. pitting awal
Pitting awal terjadi selama proses berjalan dimana di permukaan terdapat
celah sedalam 25 to 50 m. Kemudian, beban akan didistribusikan melalui
area permukaan yang lebih besar dan penurunan tegangan dapat
menghentikan kemajuan pitting.


b. progresif
jika beban yang tinggi dan tindakan perbaikan dari pitting awal tidak
mampu untuk menekan kemajuan pitting, maka pitting destruktif akan
terbentuk


Kegagalan yang berasal dari bawah permukaan:


3. PLASTIC FLOW
Plastic flow ini terjadi di permukaan gigi bila mengalami tegangan
kontak yang tinggi. Deformasi permukaan dapat terjadi di permukaan gigi
atau bawah permukaan. Biasanya itu terjadi pada bahan gigi lembut.


4. FRACTURE (patah)
adalah jenis paling berbahaya dari kegagalan gigi yang
menyebabkan cacat dari drive dan sering berpengaruh pada kerusakan
komponen lain (poros, bantalan, dll) dengan potongan-potongan gigi yang
patah. Kerusakan gigi mungkin merupakan hasil dari overloads tinggi dari
impak, overload yang berulang menyebabkan kelelahan siklus rendah, atau
beban berulang mengarah pada kelelahan siklus tinggi material.

5. TOOTH BREAKAGE (kerusakan gigi)
Tooth breakage ini terjadi karena Kegagalan kelelahan lentur
dimana terjadi selama periode waktu yang panjang. retak berawal di titik
paling lemah, biasanya pada akar gigi atau di fillet dimana konsentrasi
tegangan tinggi dan tegangan tarik tertinggi.



Kerusakan GIGI( TOOTH BREAKAGE ) disebabkan oleh:
BENDING FATIGUE
HIGH CYCLE FATIGUE
LOW CYCLE FATIGUE (OVER LOAD)

6. GEAR NOISE (Suara Pada Roda Gigi)
Suara gigi muncul karena beberapa alasan.diantaranya profil gigi,
kekasaran permukaan, dampak dari gigi saat sliding dan rolling gesekan; bantalan
dan putaran pelumas, Metode utama mengurangi kebisingan adalah:
meningkatkan finishing pada pembuatan gigi, gunakan roda gigi heliks,
memodifikasi profil dengan mengapit, meningkatkan rasio kontak, menyamakan
beban, dll.



B. ANALISIS KERUSAKAN DAN PERAWATAN RODA GIGI

Roda gigi adalah elemen mesin yang berfungsi mengirimkan gerak atau
mengubah kecepatan. Untuk bekerja dengan baik, roda gigi harus diperiksa secara
teratur agar tidak mengalami kerusakan baik pada roda gigi tersebut maupun
dampak pada komponen lainnya.
Salah satu cara untuk mengetahui dan mendeteksi kerusakan pada roda gigi
adalah dengan melakukan perawatan mesin berbasis pemantauan spectrum
getaran (vibration analysis ) yang lebih dikenal dengan predictive
maintenance. Dalam perawatan ini, kerusakan roda gigi bisa diketahui
berdasarkan ciri getaran tertentu yang ditimbulkannya tanpa harus membongkar
roda gigi tersebut.
Analisis spektrum getaran seringkali digunakan untuk mendeteksi gangguan
atau kerusakan pada roda gigi. Tujuannya yaitu untuk mengetahui kondisi roda
gigi dari data respon getaran yang diukur. Pada roda gigi fluktuasi gaya kontak
gigi dan cacat roda gigi adalah dua masalah utama yang menyebabkan terjadinya
getaran.
Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar. Sinyal
getaran yang dibangkitkan oleh setiap mesin atau struktur rekayasa (engineering)
mengalami getaran sampai derajat tertentu, dan rancangannya biasa memerlukan
pertimbangan sifat osilasinya. Hal ini mengandung informasi penting yang
berhubungan dengan kondisi mesin tersebut. Getaran yang terjadi memiliki ciri
khusus sehingga bisa ditentukan sumber getarnya. Oleh karena itu, respon getaran
bisa dijadikan sebagai informasi awal yang actual untuk menentukan kondisi
mesin.
Dalam menghubungkan kondisi mesin dengan getaran yang ditimbulkan perlu
diamati karakteristik sinyal getaran diantaranya :
a. Frekuensi
b. Amplitudo
c. Phasa

Dalam analisa getaran dikenal pula definisi lain untuk frekuensi, yang diberi
notasi f dan didefinisikan sebagai jumlah siklus per satuan waktu. Satuan yang
umum digunakan untuk f adalah siklus per menit (cpm) atau siklus per detik (cps,
Hz).
Analisis getaran dapat digolongkan empat tahap setiap tahapan analisis tidak
dapat diabaikan, karena antara satu dan yang lainnya saling mendukung. Adapun
empat tahap tersebut adalah :
1. Pengubahan getaran menjadi sinyal listrik.
Getaran diubah menjadi sinyal listrik melalui tranduser. Dalam tahap ini
perlu ditentukan jenis tranduser, penguat sinyal dan penempatan tranduser.
2. Penguraian sinyal listrik menjadi komponen-komponennya.
Tahap ini adalah yang paling penting, sinyal listrik dalam domain waktu
yang merupakan sinyal acak, ditransformasikan kedomain frekuensi yang
disebut sebagi spectrum linier dapat diproses lebih lanjut untuk kegunaan
misalnya menentukan respon frekuensi. Proses tersebut menggunakan
Mechanical Signature Analyszer (MSA) dan computer.
3. Mengidentifikasi sumber getaran.
Setiap sumber getaran mem punyai karateristik sinyal yang tertentu yang
diturunkan dari model teoritis. Hasil teoritis tersebut memungkinkan
dikorelasikan dengan hasil pengukuran.
4. Tindak lanjut dan dokumentasi
Pada tahapan ini getaran yang tidak diizinkan, maka perbaikan perlu
dilaksanakan. Jika getaran masih dibawah tingkat getaran yang diizinkan
maka data dari hasil analisis perlu disimpan sebagai catatan kondisi mesin.
Karakteristik Frekuensi Roda gigi :
a. Frekuensi Gear Mesh
Frekuensi ini adalah frekuensi pokok yang selalu dikaitkan dengan
pasangan roda gigi.
b. Frekuensi Pribadi
Frekuensi pribadi roda gigi muncul apabila frekuensi gaya impuls yang
diakibatkan oleh cacat pada roda gigi sama dengan frekuensi pribadinya.

c. Sidebands
Sideband bukanlah istilah khusus yang menggambarkan salah satu ciri
getaran pada system roda gigi. Sideband biasa terjadi pada bantalan atau
pada komponen mesin yang berputar lainnya.
d. Backlash
Backlash adalah factor yang penting pada operasi gear. Semua gear harus
mempunyai ukuran tertentu dari backlash untuk mengijinkan toleransi
dalam kekonsentrisan dan bentuk gigi. Ketidak cukupan backlash
menyebabkan kerusakan lebih awal yang dipegaruhi oleh beban berlebih.
Terlalu banyak backlash meningkatkan kontak dan mengurangi umur dari
gear set.

Gambar Tanda atau bentuk kerusakan pada gear :



(a) Backlash yang berlebihan akan mengubah jarak sideband
(b) Gigi patah akan mengubah amplitudo sideband.