Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN AKHIR

ANALISA KERUSAKAN & PERAWATAN MESIN


Modus, Penyebab Kegagalan, dan Perawatan Bantalan Gelinding

Oleh :

Kelompok II

Marco Adris 0810912084
Widodo Tirtana 0810911015
Risman P Simarmata 0810912025

Dosen : Dr. Eng. Meifal Rusli












JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Analisis kegagalan merupakan suatu usaha untuk mempelajari suatu
kegagalan di berbagai aspek seperti aspek mekanik dan aspek manusia agar
kegagalan tersebut tidak terulang lagi. Peralatan atau suatu komponen mesin akan
mengalami suatu kegagalan dengan sebab yang berbeda-beda. Untuk itu sangat
diperlukan suatu analisis kegagalan agar kita bisa lebih mengetahui faktor apa saja
yang dapat menyebabkan kegagalan pada komponen tersebut sehingga kita dapat
memikirkan perawatan yang harus dilakukan agar kegagalan tersebut tidak terjadi
lagi dan komponen mesin tersebut memiliki umur yang panjang.
Pada laporan ini, kita akan membahas tentang modus, kegagalan, dan
perawatan pada bantalan gelinding (bearing). Bantalan gelinding merupakan suatu
bagian atau komponen yang berfungsi untuk menahan atau mendukung poros agar
tetap pada kedudukannya. Komponen ini sangat penting fungsinya. Untuk, kita
perlu mengetahui kegagalan apa saja yang terjadi pada bearing dan perawatan
yang harus dilakukan agar memperkecil kemungkinan terjadinya kegagalan pada
bearing tersebut.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui modus, penyebab kegagalan pada bantalan gelinding
(bearing)
2. Untuk dapat memahami perawatan yang harus dilakukan pada bearing

1.3 Manfaat
Dengan mengetahui kegagalan yang terjadi pada bantalan gelinding, maka
kita dapat memahami perawatan yang harus dilakukan pada bearinng tersebut.
Perawatan tersebut akan berpengaruh terhadap umur pemakaian bantalan
gelinding (bearing) sehingga perusahaan atau industri tidak perlu
mengeluarkankan biaya yg cukup tinggi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Dasar Bantalan
2.1.1 Bantalan
Bantalan merupakan salah satu bagian elemen mesin yang
memegang peranan penting karena fungsi dari bnatalan yaitu untuk
menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami
gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan
poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.
Pada umumnya bantalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu :
1. Berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros
a. Bantalan luncur
Bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan
karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan
perantaraan lapisan pelumas.







Gambar 1. Bantalan Luncur

b. Bantalan Gelinding
Pada bantalan gelinding ini terjadi gesekan antara bagian yang
berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola,
rol, dan rol bulat.








Gambar 1. Bantalan Luncur


2. Berdasarkan arah beban terhadap poros
a. Bantalan radial (beban putar)
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu
poros
b. Bantalan aksial (beban tekan)
Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros


c. Bantalan Gelinding Khusus
Arah beban yang dapat ditumpu oleh bantalan gelinding khusus
adalah sejajar dan tegak lurus sumbu poros.

2.1.2 Bantalan Gelinding
Pada bantalan gelinding ini terjadi gesekan antara bagian yang
berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan
rol bulat. Bantalan gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban
kecil dari pada bantalan luncur, tergantung bentuk elemen gelindingnya.
Keuntungan dan Kerugian Bantalan Gelinding dibandingkan bantalan
luncur adalah :
Keuntungan
a. Gesekan mula yang jauh lebih kecil dan pengaruh yang lebih kecil
dari jumlah putaran terhadap tekanan.
b. Gesekan kerja lebih kecil sehingga penimbulan panas lebih kecil
pada pembebanan yang sama.
c. Penurunan waktu pemasukan dan pengaruh dari bahan poros.
d. Pelumasan terus-menerus yang sederhana dan hampir bebas
pemeliharaan serta jumlah bahan pelumas yang jauh lebih sedikit.
e. Ketelitian (presisi), pembebanan yang diijinkan dan perhitungan
dari umur kerja, berhubungan dengan pembuatan yang bermutu
tinggi dalam pabrik khusus sehingga memberikan keuntungan
dalam penggunaan suku cadang.
f. Kemampuan menahan beban kejut sesaat
g. Kebersihan
Kekurangan
a. Lebih berisik pada kecepatan yang sangat tinggi
b. Ketahanan rendah ke shock loading
c. Biaya awal yang lebih tinggi
d. Desain yang lebih rumit
Jenis-Jenis Bantalan Gelinding
1. Single row groove ball bearings
Bearing ini mempunyai alur dalam pada kedua cincinnya. Karena
memiliki alur, maka jenis ini mempunyai kapasitas dapat menahan beban
secara ideal pada arah radial dan aksial. Maksud dari beban radial adalah
beban yang tegak lurus terhadap sumbu poros , sedangkan beban aksial
adalah beban yang searah dengan sumbu poros.

Gambar : Single row groove ball bearings

2. Double row self aligning ball bearings
Jenis ini mempunyai dua bola, masing-masing baris mempunyai alur
sendiri-sendiri pada cincin bagian dalamnya. Pada umumnya terdapat alur
bola pada cincin luarnya. Cincin bagian dalamnya mampu bergerak sendiri
untuk menyesuaikan posisinya. Inilah kelebihan dari jenis ini, yaitu dapat
mengatasi masalah poros yang kurang sejajar (misalignment).

Gambar : Double row self aligning ball bearings

3. Single row angular contact ball bearings
Berdasarkan konstruksinya, jenis ini ideal dengan beban radial. Bearing ini
biasanya dipasangkan dengan bearing lain, baik itu dipasang secara paralel
maupun bertolak belakang, sehingga mampu juga untuk menahan beban
aksial.

Gambar : Single row angular contact ball bearings

4. Double row angular contact ball bearings
Disamping dapat menahan beban radial, jenis ini juga dapat menahan
beban aksial dalam dua arah. Karena konstruksinya juga, jenis ini dapat
menahan beban torsi. Jenis ini juga digunakan untuk mengganti dua buah
bearing jika ruangan yang tersedia tidak mencukupi.

Gambar : Double row angular contact ball bearings

5. Double row barrel roller bearings
Bearing ini mempunyai dua baris elemen roller yang pada umumnya
mempunyai alur berbentuk bola pada cincin luarnya. Jenis ini memiliki
kapasitas beban radial yang besar sehingga ideal untuk menahan beban
kejut.

Gambar : Double row barrel roller bearings

6. Single row cylindrical bearings
Jenis ini mempunyai dua alur pada satu cincin yang biasanya terpisah.
Efek dari pemisahan ini, cincin dapat bergerak aksial dengan mengikuti
cincin yang lain. Hal ini merupakan suatu keuntungan, karena apabila
bearing harus mengalami perubahan bentuk karena temperatur, maka
cincinnya akan dengan mudah menyesuaikan posisinya. Jenis ini
mempunyai kapasitas beban radial yang besar pula dan juga cocok untuk
kecepatan tinggi.

Gambar : Single row cylindrical bearings




7. Tapered roller bearings
Dilihat dari konstruksinya, jenis ini ideal untuk beban aksial maupun
radial. Jenis ini dapat dipisah, dimana cincin dalamnya dipasang bersama
dengan rollernya dan cincin luarnya terpisah.

Gambar : Tapered roller bearings

8. Single direction thrust ball bearings
Bearing ini hanya cocok untuk menahan beban aksial dalam satu arah saja.
Elemennya dapat dipisah sehingga mudah melakukan pemasangan. Beban
aksial minimum yang dapat ditahan tergantung dari kecepatanny. Jenis ini
sangat sensitif terhadap ketidaksebarisan (misalignment) poros terhadap
rumahnya.

Gambar : Single direction thrust ball bearings

9. Double direction thrust ball bearings
Jenis ini sama seperti single direction thrust ball bearings, hanya saja
bearings ini dapat diberi beban aksial dalam dua arah. Bagian-bagiannya
pun juga dapat dipisahkan sehingga mudah dibongkar dan dipasang.

Gambar : Double direction thrust ball bearings

























BAB III
KERUSAKAN DAN PERAWATAN
BEARING

3.1 Kerusakan Pada Bantalan Gelinding (bearing)
Berikut adalah penyebab terjadinya kerusakan atau kegagalan pada bantalan
gelinding serta cara mengatasinya :

1. Beban berlebih (Overloads)
Penyebab Solusi Gambar
Fatique
Premature
Mengurangi beban atau
mendesain ulang bantalan
dengan menggunakan
bantalan kapasitas yang
lebih besar


2. Perubahan Bahan atau Warna pada Rings, Balls, dan Cages
Penyebab Solusi Gambar
Overheating
Perubahan suhu
Bahan bantalan harus
memiliki koefisien ekspansi
termal rendah, sehingga
ketika bekerja dengan suhu
yang berbeda, tidak timbul
perubahan bahan


3. Adanya goresan pada permukaan lintasan cincin dalam
Penyebab Solusi Gambar
Pada saat
pemasangan, terdapat
kotoran pada bearing
Bersihkan bantalan
dengan menggunakan
kuas atau lap.


4. Normal Fatigue Failure
Penyebab Solusi Gambar
Bearing sudah
melebihi umur yang
telah ditentukan
Bearing harus diganti.


5. Retak
Penyebab Solusi Gambar
Beban yang terjadi
tidak ditumpu penuh
oleh bearing (cincin
luar dan cincin dalam
tidak akan mampu
menahan beban).
Fatigue
Bearing harus diganti.








6. Pergeseran ketika berputar (Freeting)
Penyebab Solusi Gambar
Porosnya lentur
Sebagian sisi cincin
luar suaiannya
longgar
Bearing harus diganti.


7. Misalignment
Penyebab Solusi Gambar
Poros Bengkok

Poros harus diganti.


8. Permukaan Lintasan Mengelupas (Flaking)
Penyebab Solusi Gambar
Fatique
Overload

Mengurangi beban atau
mendesain ulang
bantalan dengan
menggunakan bantalan
kapasitas yang lebih
besar






3.2 Perawatan atau Pemeliharaan Bearing
Untuk memastikan apakah bearing harus diganti atau tidak sangatlah
diperlukan pemekriksaan yang akurat. Cara yang pealing mudah adalah
mendengarkan suaranya ketika peralatan beroperasi atau bisa juga dengan
membandingkan dengan yang baru.
Langkah pemastian bisa dilakukan dalam 3 tahap yaitu :
1. Pemeriksaan Visual
Pada pemeriksaan ini yang perlu diperiksa adalah sisi samping dan
permukaan kerja dari tanda-tanda keausan. Disamping itu dapat juga
memeriksa geram atau kotoran yang terjadi dengan meraba atau melihat
grease yang ada di bearing.

Gambar : Pemeriksaan Visual
2. Pembersihan
Sebelum pemeriksaan fisik dilakukan, perlu dibersihkan terlebih dahulu
dengan cara menghilangkan semua kotoran yang ada di bearing.
Pembersihan dapat dilakukan secara manual yaitu dengan kuas atau lap.

Gambar : Pembersihan Bearing
3. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda keausan dan tanda
kerusakan fisik yang dibandingkan dengan bearing baru.
Pemeriksaan tersebut antara lain :

Bunyi
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara memegang cincin dalam
kemudian diputar cincin luarnya. Rasakan dengan perasaan dan
bandingkan dengan bearing baru.

Gambar : Pemeriksaan Bunyi pada Bearing
Pengukuran celah
Pemeriksaan celah dapat dilakukan dengan perasaan dengan cara
digoyang kearah aksial atau diukur dengan feeler gauge, kemudian
bandingkan dengan standar aksial yang diijinkan.

Gambar : Pemeriksaan Celah pada Bearing
Tanda Kerusakan Normal Fatique
Tanda ini menunjukkan bahwa bearing sudah melebihi umur yang
telah ditentukan. Jika pada bearing sudah terdapat tanda normal
fatique, maka bearing harus diganti.

Gambar : Pemeriksaan Normal Fatique
Kesalahan pemasangan pada rumah bearing
Flaking (flek) yang terdapat pada sisi yang bertolak belakang,
disebabkan oleh rumah bearing yang oval. Untuk mengatasinya,
rumah bearing digerinda lagi.

Gambar : Kesalahan pemasangan pada rumah bearing
Tanda kerusakan karena kotoran pada rumah bearing
Jika pada saat pemasangan terdapat kotoran pada bearing, maka
permukaan lintasan cincin dalam akan terlihat tanda-tanda goresan.

Gambar : Tanda kerusakan karena kotoran pada rumah bearing

Tanda kerusakan keretakan
Jika beban yang terjadi tidak ditumpu penuh oleh bearing, cincin
luar dan cincin dalam tidak akan mampu menahan beban dan akan
terjadi keretakan.

Gambar : Retak pada Bearing
Tanda kerusakan creep
Kerusakan creep pada sisi bearing, terjadi karena ketidaktepatan
toleransi suaian antara cincin dalam dengan poros atau cincin luar
dengan lubangnya, hal ini menyebabkan bearing akan bergeser.

Gambar : Tanda kerusakan creep
Kerusakan freeting
Freeting terjadi karena sebagian sisi cincin luar suaiannya longgar,
sehingga terjadi pergeseran ketika berputar. Hal ini dapat
disebabkan karena porosnya lentur.

Gambar : Kerusakan freeting
Dibeberapa tempat, biasanya jika bearing sudah dilepas dari lubang atau
porosnya sudah pasti bearing itu diganti. Hal ini sangat merugikan karena belum
tentu bearing tersebut rusak. Bisa saja bearing rusak bukan karena
pengoperasiannya, melainkan karena cara membukanya yang tidak tepat.
Untuk itu diperlukan ketelitian dan skill dalam melepas bearing, jangan
sampai juga poros atau lubang jadi rusak karena pelepasan yang salah.









BAB IV

Damage Appearance Cause Action
Wear *Small
indentations
around
The raceway and
rolling element.
Dull, worn
surfaces
*Grease
discoloured green
*Lack or
cleanliness
before
And during
mounting
operation
*inffective
seals
*lubricant
contaminated
by worn
Particles from
brass cage
*Do not unpack
bearing until just
Before it is to be
mounted. Keep
Workshop clean
and use clean
tools.
*Check and
possibly
imporove the
sealing
*always use
fresh, clean
lubricant. Wipe
the grease
nipples. Filter
the oil
Indentations *Indentations in
the receways of
both rings with
spacing equal to
the distance
between
The rolling
element
*Mounting
pressure to the
wrong ring
*excessively
hard drive-up
on tapered
seating
*overloading
while not
running
*applay the
mounting
pressure to the
ring with the
interference fit
*follow
carefully the
SKF instructions
concerning
mounting
bearing on
tapered seating
*avoid
overloading or
use bearings
with higher
basic static load
ratings.
Smearing Scored and
discoloured roller
ends and flange
faces
Sliding under
heavy axial
loading
andwith
inadequate
lubrication
More suitable
lubricant
Surface
Distress
Initially the
damage is not
visible to the
naked eye.
Amore advanced
stage is marked
by small, shallow
creaters with
crystalline
fracture surfaces.
Inadequate or
improper
lubrication
Improve
lubiction
Corrosion Greyish black
streaks across the
raceways, mostly
coinciding with
the rolling
element spacing.
At a later stage,
pitting of
raceways and
other surfaces of
Pressence of
water, moisture
or corrosive
substances in
the bearing
over a long
period of time
Improve sealing,
use lubricant
with better
rustinhibiting
properties.
the bearing
Damge
caused by
the passage
of Electric
current
*dark brown or
grayish black
fluiting or craters
in raceways and
roller. Balls have
dark
discolouration
only. Sometimes
zigzag burns in
ball bearings
raceways.
*localized burns
in raceways and
on rolling
elements
*passage of
electric current
through
rotating bearing
*passage of
electric current
through non-
rotating bearing
*Re-route the
current to by-
pass the bearing.
Use insulated
bearings
*Re-route the
current to by-
pass the bearing.
When welding,
arrange earthing
to prevent
current passing
through the
bearing use
insultated
bearing
Flaking *Heavily marked
path pattern in
raceways of both
rings
*flaking usually
in the most
heavily loaded
zone
*Preloding on
account of fits
being to tight
*excessive
drive-up on a
tapered seating
*single row
angular contact
ball bearings or
taper roller
bearings
adjusted to give
excessive
preload
*temperature
*after the fits or
select bearing
with larger
internal
clearance
*do not drive
the bearing so
far up its tapered
seating. Follow
carefully the
instruction given
by SKF.
*Re-adjust the
bearingsto
obtain lighter
differential
between inner
and outer rings
to great
preload
*select bearing
with larger
internal
clearance
Cracks Blows, with
hammer or
hardened
chisel, have
been directed
against the ring
when the
bearing was
beaing mounted
Always use a
soft drift or
mounting
sleeve. Never
subject the
bearing to direct
hits.


Reference from : SKF ( Product Information 401)