Anda di halaman 1dari 2

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA

TENTANG HUBUNGANSEKSUAL
PRANIKAH TERHADAP PENYAKIT
MENULAR SEKSUAL DI SMK KESEHATAN
SAHATA PEMATANGSIANTAR PERIODE


Tiamin Simbolon
(Program Studi Kebidanan
Pematangsiantar)



ABSTRAK

Pengetahuan yang kurang tentang
perilaku seksual yang benar dan aman akan
berisiko terjadinya penyakit menular seksual
(PMS), apalagi kaum remaja yang melakukan
hubungan seksual pranikah dengan sering
berganti-ganti pasangan. Untuk itu kaum muda
perlu mengumpulkan pengetahuan dalam
upaya meningkatkan status kesehatan agar
mereka dapat terhindar dari penyakit menular
seksual.Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengetahuan remaja tentang
hubungan seksual pranikah terhadap penyakit
menular seksual di SMK Kesehatan SAHATA
Pematangsiantar. Metode: Penelitian ini
bersifat deskriptif dengan menggunakan data
primer yang didapat dari hasil kuesioner yang
diajukan kepada responden, sampel yang
digunakan sebanyak 69 responden. Data yang
diperoleh melalui proses editing, coding dan
tabulating. Pada penelitian ini didapati 42 orang
(60,87%) responden dengan umur 16 tahun,
menganut agama kristen protestan 38 orang
(55,1%), responden dengan suku batak 53
orang (76,8%), 54 orang (78,3%) responden
tinggal diasrama, orang tua responden dengan
pendapatan sedang 35 orang (50,7%), 25
orang (36,2%) responden memperoleh
informasi dari orang tua , 34 orang ( 49,3%)
responden memiliki pengetahuan sangat baik
tentang definisi hubungan seksual pranikah,
pengetahuan responden tentang faktor
penyebab hubungan seksual pranikah yang
memiliki pengetahuan baik yaitu 33 orang
(47,8%), 31 orang ( 44,9%) responden memiliki
pengetahuan tidak baik tentang definisi
penyakit menular seksual , pengetahuan
responden tentang jenis penyakit menular
seksual yang memiliki pengetahuan Tidak baik
yaitu 31 orang (44,9%), 39 orang (56,5%)
responden memiliki pengetahuan sangat baik
tentang risiko melakukan hubungan seksual
terlalu dini. Dari penelitian ini diharapkan
kepada remaja untuk dapat memperluas
pengetahuan tentang hubungan seksual
pranikah terhadap penyakit menular seksual.

Kata kunci : Pengetahuan, Remaja, Hubungan
seksual Pranikah, Penyakit Menular seksual.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada saat masyarakat dunia menjadi
semakin maju dan meningkat kesejahtraan
materialnya, kejahatan remaja juga meningkat.
Maka ironisnya, ketika Negara-negara dan
bangsa-bangsa menjadi lebih kaya dan
makmur, kemudian kesempatan untuk maju
bagi setiap individu menjadi semakin banyak,
kejahatan remaja justru semakin berkembang
dengan pesat. Misalnya, di Amerika Serikat,
80% remaja mengaku pernah melakukan
hubungan seksual, dan 92% remaja mengaku
terserang penyakit menular seksual yaitu
Acquired Immuno Deficiency Syndrome
(AIDS), (Kartono,2008).
World health organization (WHO)
melaporkan bahwa terdapat lebih dari 11 juta
kasus penyakit menular seksual (PMS) khusus
untuk jenis sifilis, klamidia, dan gonore saja.
Hasil data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
yang mengurus masalah HIV/AIDS mencatat
sekitar 39,4 juta kasus HIV/AIDS. Sekitar 8,2
juta ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dimana
2,3 juta orang adalah perempuan (Munir,2008).
Jumlah penderita yang terdata hanya sebagian
kecil, Prevalensi infeksi menular seksual di
Indonesia sangat tinggi ditemukan di kota
Bandung, yakni dengan prevalensi infeksi
gonore sebanyak 37,4%, chlamydia 34,5%, dan
syphilis 25,2%; Di kota Surabaya prevalensi
infeksi chlamydia 33,7%, syphilis 28,8% dan
gonorrhea 19,8%; Sedang di Jakarta prevalensi
infeksi gonorrhea 29,8%, syphilis 25,2% dan
chlamydia 22,7%.
Di Medan, kejadian syphilis terus
meningkat setiap tahun. Peningkatan penyakit
ini terbukti sejak tahun 2003 meningkat 15,4%
sedangkan pada tahun 2004 terus
menunjukkan peningkatan menjadi 18,9%,
sementara pada tahun 2005 meningkat menjadi
22,1%. Setiap orang bisa tertular penyakit
menular seksual. Kecenderungan kian
meningkatnya penyebaran penyakit ini
disebabkan perilaku seksual yang bergonta-
ganti pasangan, dan adanya hubungan seksual
pranikah dan diluar nikah yang cukup tinggi.
Kebanyakan penderita penyakit menular
seksual adalah remaja usia 15-29 tahun, tetapi
ada juga bayi yang tertular karena tertular dari
ibunya.Berdasarkan data Kemenkes hingga
akhir Juni 2010, terdapat 21.770 kasus AIDS
dan 47.157 kasus HIV positif. Persentase
pengidap usia 20-29 tahun mencapai 48,1
persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9
persen (Lestari, 2008).
Permasalahan kesehatan reproduksi
remaja termasuk pada saat pertama kali anak
perempuan mendapat haid/menarche yang bisa
berisiko timbulnya anemia. Pengetahuan yang
kurang tentang prilaku seksual yang benar dan
aman dapat berisiko terjadinya penyakit
menular seksual termasuk HIV/AIDS.
Seseorang berhak terbebas dari kemungkinan
tertular penyakit menular seksual yang bisa
berpengaruh terhadap fungsi organ reproduksi
(Widyastuti,2009).
Pada dasarnya, sebagian besar yang
mengalami kerugian akibat hubungan seks
diluar nikah adalah kaum perempuan.
Perasaan cinta yang dimiliki seorang
perempuan terlalu jauh dan berharap dapat
menjalin hubungan hingga pernikahan, inilah
yang menyebabkan remaja putri mau
melakukan hubungan seks diluar nikah. Bagi
perempuan, meskipun baru pertama kali
melakukan hubungan seksual, kemungkinan
hamil antara 20-25% (Dianawati,2006).
Dari hasil survey awal yang dilakukan
oleh penulis pada bulan September 2011,
terdapat remaja SMK Kesehatan SAHATA
Pematangsiantar sebanyak 69 orang yang
terdiri dari 2 jurusan yaitu 29 orang jurusan
Keperawatan dan 40 jurusan Farmasi, dan
berdasarkan tanya jawab yang dilakukan
penulis didapat 15 orang yang tidak memahami
tentang hubungan seksual pranikah terhadap
penyakit menular seksual, pada umumnya
mereka hanya mengetahui tentang HIV/AIDS
sedangkan untuk Sifilis, Klamidia, Gonoroe dan
Herpes pengetahuan mereka masih kurang.
Dari latar belakang diatas, Penulis
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang
Hubungan Seksual Pranikah Terhadap
Penyakit Menular Seksual Di SMK Kesehatan
SAHATA Pematangsiantar Periode September
2011 Februari 2012.
Tujuan Penelitian

1. Untuk Mengetahui gambaran
pengetahuan remaja di SMK Kesehatan
SAHATA Pematangsiantar tentang
hubungan seksual pranikah dan penyakit
menular seksual berdasarkan umur,
agama, suku, tempat tinggal,l pendapatan
orang tua dan sumber informasi.
2. Untuk mengetahui gambaran
pengetahuan remaja di SMK Kesehatan
SAHATA Pematangsiantar tentang
hubungan seksual pra nikah dan
penyakit menular seksual berdasarkan
Definisi Hubungan Seksual Pranikah,
Faktor penyebab terjadinya hubungan
seksual pranikah dan defenisi penyakit
menular seksual
3. Untuk mengetahui gambaran
pengetahuan remaja di SMK Kesehatan
SAHATA Pematangsiantar tentang
hubungan seksual pranikah dan penyakit
menular seksual berdasarkan Jenis
Penyakit Menular seksual dan Resiko
Melakukan Hubungan Seksual terlalu dini.

Metode Penelitian
Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif
yang bertujuan untuk menggambarkan
pengetahuan remaja tentang hubungan
seksual pranikah terhadap penyakit menular
seksual.
Lokasi penelitian ini dilakukan di SMK
Kesehatan SAHATA Pematangsiantar. Waktu
Survei awal yang dilakukan pada bulan
Agustus tahun 2011 dan pelaksanaan
penelitian akan dilakukan pada bulan
September 2011.
Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh remaja di SMK Kesehatan SAHATA
Pematangsiantar sebanyak 69 orang. Jumlah
sampel 69 orang dengan menggunakan
tehnik random (Acak). Tehnik random adalah
jenis sistematik sampling (tehnik random
sistematis), Jumlah sampel yang diinginkan
ada 69 orang remaja, maka intervalnya
adalah jumlah populasi dibagi sampel adalah
setiap elemen yang mempunyai nomor
kelipatan 3 yaitu 3, 6, 9, 12 dan seterusnya
sampai mencapai 69 orang remaja anggota
sampel.