Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH PENDIDIDIKAN AGAMA ISLAM

KEISTIMEWAAN SHOLAT
DISUSUN OLEH :
AFRIKH NUR AZIZAH

(125070500111023)

EGA KURNIA SARI

(125070500111024)

ELSADAY PUTRI I

(125070500111020)

GYSTALIA JENNY R.S

(125070500111022)

VASHTI

(125070500111021)

PROGRAM STUDI FARMASI


FAMULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sholat menurut bahasa artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah,
sholat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri
dengan salam sesuai dengan persyaratan yang ada. Hukum sholat fardhu lima kali
sehari adalah wajib bagi semua orang yang telah dewasa atau akil baligh serta dalam
keadaan sadar atau tidak gila. Tujuan shalat itu sendiri adalah untuk mencegah
perbuatan keji dan munkar (QS Al-Ankabut :45).
Untuk melakukan shalat ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
1.

Beragama Islam.

2.

Berakal.

3.

Bisa membedakan baik dan buruk (mumayiz).

4.

Suci dari hadats dan najis

5.

Menutup aurat.

6.

Masuk waktu shalat.

7.

Menghadap kiblat

8.

Berniat.
Dalam sholat ada rukun-rukun yang harus kita jalankan, yakni :

1. Niat
2. Posisis berdiri bagi yang mampu
3. Takbiratul ihram
4. Membaca surat al-fatihah
5. Ruku / rukuk yang tumaninah
6. I'tidal yang tuma'ninah
7. Sujud yang tumaninah
8. Duduk di antara dua sujud yang tuma'ninah
9. Sujud kedua yang tuma'ninah
10. Tasyahud
11. Membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW
12. Salam ke kanan lalu ke kiri
Dalam melaksanakan ibadah salat, sebaiknya kita memperhatikan hal-hal yang
mampu membatalkan shalat kita, contohnya seperti :
1. Menjadi hadas / najis baik pada tubuh, pakaian maupun lokasi

2. Berkata-kata kotor / berbicara


3. Melakukan banyak gerakan di luar sholat bukan darurat
4. Gerakan sholat tidak sesuai rukun shalat
5. Tiba-tiba hilang akal
Ibadah shalat menjadi ibadah yang paling istimewa dibandingkan ibadah ibadah
lainnya, karena dapat dilihat dari segi penerimaan perintah sholat kepada Nabi Muhammad
SAW yang langsung dipanggil oleh Allah SWT dalam perjalanan Isra Miraj. Sedangkan
ibadah-ibadah yang lainnya disampaikan oleh Malaikat Jibril melalui wahyu yang diturunkan
oleh Allah. Begitu pentingnya shalat, maka shalat merupakan ibadah yang dihisab pertama
kali di akhirat. Sholat tidak dapat tergantikan, apabila puasa masih bisa diganti di lain hari,
maka jika tidak shalat sampai waktu shalat habis, maka shalat itu tidak akan tergantikan.
Selain itu, shalat memiliki keistimewaan-keistimewaan lain yang akan dibahas secara lanjut
dalam makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah ibadah shalat itu?
2. Apa keistimewaan sholat dari segi pahala?
3. Apa keistimewaan sholat dari segi kesehatan?
4. Apa akibat dari melalaikan sholat ?
1.3 Tujuan
1. Untuk memahami pengertian shalat
2. Untuk mengetahui keistimewaan-keistimewaan yang di dapat dalam sholat dari segi
pahala
3. Untuk mengetahui keistimewaan-keistimewaan yang di dapat dalam sholat dari segi
kesehatan
4. Untuk mengetahui akibat-akibat yang terjadi apabila melalaikan sholat
1.4 Manfaat
1. Dapat mengetahui keistimewaan-keistimewaan dalam sholat baik dari segi pahala
maupun kesehatan
2. Diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah shalat kita

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 HAKIKAT SHOLAT
Sholat secara Bahasa (Etimologi) berarti Do'a. Sedangkan secara Istilah/Syari'ah (T
erminologi), sholat adalah perkataan dan perbuatan tertentu/khusus yang dibuka/dimulai d
engan takbir (takbiratul ihram) diakhiri/ditutup dengan salam.
Sholat merupakan rukun perbuatan yang paling penting diantara rukun Islam yang l
ain sebab ia mempunyai pengaruh yang baik bagi kondisi akhlaq manusia. sholat didirikan
sebanyak lima kali setiap hari, dengannya akan didapatkan bekas/pengaruh yang baik bagi
manusia dalam suatu masyarakatnya yang merupakan sebab tumbuhnya rasa persaudaraan
dan kecintaan diantara kaum muslimin ketika berkumpul untuk menunaikan ibadah yang s
atu di salah satu dari sekian rumah milik Allah subhanahu wa ta'ala (masjid).
Melaksanakan sholat adalah wajib 'aini bagi setiap orang yang sudah mukallaf (terb
ebani kewajiban syari'ah), baligh (telah dewasa/dengan ciri telah bermimpi), dan 'aqil (ber
akal).
Allah berfirman:
"Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka hanya beribadah/menyembah
kepada Allah sahaja, mengikhlaskan keta'atan pada-Nya dalam (menjalankan) agama deng
an hanif (lurus), agar mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, demikian itulah ag
ama yang lurus". (Surat Al-Bayyinah:5).
Diantara sekian banyak bentuk ibadah dalam Islam, sholat adalah yang pertama kali
di tetapkan kewajibannya oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Nabi menerima perintah dari Al
lah tentang sholat pada malam mi'raj (perjalanan ke langit) tanpa perantara.
Anas berkata: "sholat diwajibkan kepada Nabi sebanyak 50 reka'at pada malam keti
ka beliau diperjalankan (isra'-mi'raj), kemudian dikurangi hingga menjadi tinggal 5 roka'at
kemudian ada yang menyerunya: Wahai Muhammad hal tersebut tidak seperti harapanku
namun bagimu yang 5 roka'at itu setara dengan 50 roka'at." (Dikeluarkan oleh Imam Ahm
ad, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).
Sholat disyari'atkan sebagai bentuk tanda syukur kepada Allah, untuk menghilangk
an dosa-dosa, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah, menggunakan
anggota badan untuk berbakti kepada-Nya yang dengannya bisa seseorang terbersih dari d
osanya dan tersucikan dari kesalahan-kesalahannya dan terajarkan akan ketaatan dan ketu
ndukan.

Allah telah menentukan bahwa sholat merupakan syarat asasi dalam memperkokoh
hidayah dan ketakwaan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: "Alif Laaam Miiim.
Kitab (Al Qur-an) tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi mereka yang be
rtakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat dan menafkahk
an sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al Baqarah : 1-2).
Di samping itu Allah telah mengecualikan orang-orang yang senantiasa memelihara
sholatnya dari kebiasaan manusia pada umumnya: berkeluh kesah dan kurang bersyukur,
disebutkan dalam fiman-Nya: "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah da
n kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan
ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat, yang mereka itu tetap menger
jakan sholat." (QS Al Ma'arij: 19-22).
Sholat merupakan salah satu rukun Islam setelah syahadatain. Dan amal yang palin
g utama setelah syahadatain. Barangsiapa menolak kewajibannya karena bodoh maka dia
harus dipahamkan tentang wajibnya sholat tersebut, barangsiapa tidak meyakini tentang w
ajibnya sholat (menentang) maka dia telah kafir. Barangsiapa yang meninggalkan sholat k
arena menggampang-gampangkan atau malas, maka wajib baginya untuk bertaubat kepad
a Allah.
Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Pemisah di antara kita dan mere
ka (orang kafir) adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya maka sungguh dia telah kafi
r." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).
Sholat dalam Islam mempunyai kedudukan yang tidak disamai oleh ibadah-ibadah l
ainnya. Ia merupakan tiangnya agama ini. Yang tentunya tidaklah akan berdiri tegak kecu
ali dengan adanya tiang tersebut. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegask
an: "Pondasi (segala) urusan adalah Islam, dan tiangnya (Islam) adalah sholat, sedangkan
yang meninggikan martabatnya adalah jihad fi sabilillah."(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan
Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Sholat merupakan kewajiban mutlak yang tidak pernah berhenti kewajiban melaksa
nakannya sekalipun dalam keadaan takut, sebagaimana firman Allah Ta'ala menunjukkan:
"Peliharalah segala sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Jika kamu dalam keadaan
takut (akan bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila
kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah) sebagaimana Allah telah mengajarkan
kepadamu apa yang belum kamu ketahui." (QS. AL-baqarah : 238 - 239).
Sholat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan Allah dan nantinya akan menjad
i amalan pertama yang dihisab di antara malan-amalan manusia serta merupakan akhir wa
siat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana disebutkan dalam sabdanya: "Sh

olat, sholat dan budak-budak yang kamu miliki." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad. Dishahihk
an oleh Syaikh Al-Albani). Sholat yang nantinya akan menjadi amalan terakhir yang hilan
g dari agama ini. Jika sholat telah hilang, berarti hilanglah agama secara keseluruhan. Unt
uk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan dengan sabdanya: "Tali-tali
(penguat) Islam sungguh akan musnah seikat demi segera berpegang dengan ikatan beriku
tnya (yang lain). Ikatan yang pertama kali binasa adalah hukum, dan yang terakhir kalinya
adalah sholat." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Al
bani).
Rukun sholat adalah setiap bagian sholat yang apabila ketinggalan salah satunya de
ngan sengaja atau karena lupa maka sholatnya batal (tidak sah).
1. Berdiri bagi yang mampu, bila tidak mampu berdiri maka dengan duduk, bila tidak ma
mpu duduk maka dengan berbaring secara miring atau terlentang.
2. Takbiratul Ihram () ketika memulai sholat
3. Membaca Al Fatihah
4. Rukuk
5. I'tidal
6. Sujud
7. Bangun dari sujud
8. Duduk diantara dua sujud
9. Tuma'ninah dalam setiap rukun
10. Tasyahud Akhir
11. Duduk Tasyahud Akhir
12. Shalawat atas Nabi pada Tasyahud Akhir
13. Tertib pada setiap rukun
14. Salam
Sedangkan hal yang wajib dalam sholat adalah bagian sholat yang apabila ketinggal
an salah satunya dengan sengaja maka sholatnya batal (tidak sah), tapi kalau tidak sengaja
atau lupa maka orang yang sholat diharuskan melakukan sujud sahwi.
Semua takbir selain takbiratul ihram
1. Melafadzkan : SUBHANA RABBIYAL A'DZIIM pada saat ruku'
2. Melafadzkan : SAMI'ALLAHULIMAN HAMIDAH bagi Imam dan pada saat sholat s
endiri
3. Melafadzkan : RABBANA WALAKAL HAMDU bagi Imam, makmum dan pada saat
sholat sendiri
4. Melafadzkan : SUBHANA RABBIYAL A'LA pada saat sujud

5. Melafadzkan : RABIGHFIRLII pada saat duduk diantara dua sujud


6. Tasyahud awal
7. Duduk Tasyahud awal
Hal yang sunnah dalam sholat adalah bagian sholat yang tidak termasuk dalam
rukun maupun wajib, tidak membatalkan solat baik ditinggalkan secara sengaja maupu
n lupa.
1. Mengangkat kedua tangan ketika takbir.
2. Membaca do'a istiftah/iftitah
3. Membaca ta'awudz ketika memulai qiro'ah (bacaan)
4. Membaca surat dari Al-Qur'an setelah membaca Al-Fatihah pada dua rakaat yang aw
al
5. Meletakkan dua tangan pada lutut selama rukuk
6. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri selama berdiri
7. Mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud selama sholat (kecuali waktu tasyahu
d- pent)
Adapun hal-hal yang membatalkan sholat yaitu :
1. Berbicara ketika sholat
2. Tertawa
3. Makan dan minum
4. Berjalan terlalu banyak tanpa ada keperluan
5. Tersingkapnya aurat
6. Memalingkan badan dari kiblat
7. Menambah rukuk, sujud, berdiri atau duduk secara sengaja
8. Mendahului imam dengan sengaja.
2.2 KEISTIMEWAAN SHOLAT SEGI PAHALA
Mengenai keutamaan dan keistimewaan shalat dapat kita perhatikan dari berbagai
ayat al-Quran dan Sunnah Rasul dan dapat pula
ditinjau dari berbagai hal, diantaranya :
1. Shalat lima waktu diwajibkan secara langsung pada malam Isra Miraj. Sebagaimana
telah kita ketahui perintah shalat lima waktu langsung diterima oleh Nabi SAW pada
waktu beliau di Israkan dan di-Mirajkan oleh Allah SWT. Yaitu diperjalankannya
beliau oleh-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dari
Masjidil Aqsa ke Sidratil Muntaha, suatu tempat yang ghaib yang tidak mungkin dapat

dijangkau oleh panca indera. Dalam peristiwa sangat penting itulah beliau menerima
kewajiban shalat lima waktu.
2. Shalat sebagai tiang agama.
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Umar ra
disebutkan bahwa shalat adalah merupakan tiang agama. Lengkapnya hadits ini
sebagai berikut : Shalat itu adalah tiang agama, siapa yang menegakkannya
berarti telah menegakkan agama dan siapa yang meninggalkannya berarti
merobohkan agama.
Dalam hadits lain disebutkan bahwa shalat adalah merupakan tonggak
agama Islam, demikian hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Bilal bin
Yahya. Shalat adalah kewajiban yang pertama kali difardhukan sebelum ibadatibadat badaniah yang lain.
3. Shalat adalah akhir wasiat Nabi.
Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Risalah ash-Shalah diterangkan
bahwa nabi Muhammad SAW mewasiatkan kepada umatnya mengerjakan
shalat dengan baik menjelang beliau wafat. Ingatlah akan Allah, ingatlah
akan Allah, terhadap shalat, dan terhadap hamba sahaya yang kau miliki.
Keistimewaan shalat sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu
akhir dari wasiat Nabi SAW, adalah sebagai berikut : Diantara akhir wasiat
Nabi ialah : Kerjakanlah shalat, lestarikanlah shalat, dan berbuat baiklah
kepada hamba sahayamu. (H.R. Ahmad).
Sayyidina Ali berkata : Akhir perkataan Nabi SAW adalah
:Peliharalah shalat dan bertaqwalah kepada Allah terhadap hamba
sahayamu. (H.R. Ahmad).
4. Shalat merupakan amal ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat.
Mengenai hal ini disebutkan sabda Nabi : Pertama kali dihisab dari
seorang manusia dihari kiamat adalah shalatnya, jika diterima maka
diterimalah amal-amal yang lain. Jika ditolak maka ditolaklah amal-amal
yang lain. (H.R. Thabrani).

Dalam sabdanya yang lain disebutkan : Yang mula-mula dicabut dari


manusia ialah amanah dan yang akhir tinggal dari agama mereka adalah
shalat. Betapa banyak mereka yang shalat, mereka tidak memperoleh apa-apa
dari shalatnya. (H.R. Hakim).
6.

Shalat merupakan syiar Islam dan merupakan dialog antara hamba dengan Tuhannya.
Dalam shalat seorang hamba melakukan dialog dengan Allah SWT misalnya
dalam bacaan doa iftitah, dalam al-Fatihah, dalam tasbih, dalam takbir dan
sebagainya. Dalam hadits disebutkan : Hamba Allah yang terdekat dengan Tuhannya
ialah pada saat ia bersujud maka perbanyaklah doa dalam sujud itu. (H.R.
Muslim).
Mengenai shalat sebagai syiar agama atau syiar Islam dapat kita ketahui dari
kegiatan shalat tersebut, dimana dijumpai banyak orang yang melakukan shalat
jamaah di masjid-masjid maka akan nampaklah syiar Islam. Hal ini adalah
merupakan peran penting di bidang dawah. Shalat juga menjalin hubungan sesama
manusia, dalam shalat berjamaah manusia satu sama lain saling mengadakan
hubungan sosial dan sebagainya, dan dalam shalat juga seorang manusia muslim
mendoakan manusia muslim lain. Seperti disebutkan dalam bacaan tasyahud
assalamualaina waala ibadilla hissolihin, kesejahteraan dan keselamatan atas
kami dan atas hamba-hamba Allah yang shaleh.

7. Shalat 5 waktu merupakan ibadah yang Allah Taala syariatkan kepada Nabi-Nya
shallallahu alaihi wasallam secara langsung tanpa perantara malaikat. Berbeda halnya
dengan kewajiban lainnya yang diwajibkan melalui perantara malaikat.
8. Shalat 5 waktu diwajibkan di langit sementara kewajiban lainnya diwajibkan di bumi.
Karenanya sangat pantas kalau shalat 5 waktu dikatakan sebagai ibadah badan yang
paling utama.
9. Shalat

waktu

akan

menghapuskan

semua

dosa

dan

kesalahan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda:








Shalat lima waktu dan shalat Jumat ke Jumat berikutnya adalah penghapus untuk
dosa antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar. (HR. Muslim no. 342)
Dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah

shallallahu

alaihi

wasallam

bersabda:

Tidaklah seorang muslim didatangi shalat fardlu, lalu dia membaguskan wudlunya
dan khusyunya dan shalatnya, melainkan itu menjadi penebus dosa-dosanya
terdahulu, selama dia tidak melakukan dosa besar. Dan itu (berlaku) pada sepanjang
zaman. (HR. Muslim no. 335). Pada kedua hadits di atas dikecualikan dosa-dosa
besar, karena memang dosa besar tidak bisa terhapus dengan sekedar amalan saleh,
akan tetapi harus dengan taubat dan istighfar. Karenanya, yang dimaksud dengan dosa
pada kedua hadits di atas adalah dosa-dosa kecil. Adapun patokan dosa besar adalah
sebagaimana

yang

diriwayatkan

dari

Ibnu

Abbas

radhiallahu

anhuma:

Dosa-dosa besar adalah semua dosa yang Allah akhiri dengan ancaman neraka atau
laknat atau kemurkaan atau adzab. (Riwayat Ibnu Jarir dalam tafsirnya terhadap
surah An-Najm: 32). Walaupun asalnya ada perbedaan antara dosa besar dengan dosa
kecil,

akan

tetapi

beliau

radhiallahu

anhu

juga

pernah

berkata:

Tidak ada dosa besar jika selalu diikuti dengan istighfar dan tidak ada dosa kecil
jika dia dilakukan terus-menerus.
10. Shalat tidak tergantikan. Ini perlu digaris bawahi sebagai sebuah ciri ke-khususan
Shalat. Bandingkan dengan ibadah lain. Puasa bisa diganti bila berhalangan dengan
alasan yang sesuai. Haji demikian juga, bahkan bisa dipindahkan ke orang lain untuk
pelaksanaannya. Tapi hal ini tidak berlaku dalam Shalat. Shalat zuhur tidak dapat
dikerjakan saat subuh dan juga tidak dapat ditunda hingga maghrib. Orang sakitpun
wajib shalat bahkan jika hanya matanya saja yang sanggup dilakukan. Qasar dan
jamak hanya berlaku dengan alasan khusus dan tidak bagi semua shalat (shalat subuh
tidak memiliki jamak maupun qasar)

2.3 KEISTIMEWAAN SHOLAT DARI SEGI MEDIS


Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakangerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis,
shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu
persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua
perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi

tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini
sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta
merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Begitu pula dengan shalat, ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk
metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun
mempunyai manfaat masing-masing.
1. Takbiratul Ihram Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu
melipatnya

di

depan

perut

atau

dada

bagian

bawah.

Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan
kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir
lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga
aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di
depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan
persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
2. Ruku

Ruku yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan
segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan
tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta
fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.
Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian
tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu
hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga
gangguan prostate dapat dicegah.
3. Itidal

Itidal merupakan variasi dari postur setelah ruku dan sebelum sujud. Gerakan
ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat
Itidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan
dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan
pencernaan.
4.

Sujud

Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak.
Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir

maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh
karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tumaninah, tidak tergesa-gesa agar
darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan
seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku maupun sujud
memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
5.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia


menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya
sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai
kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh,
gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih
untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada
di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya,
otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya.
Dengan kata lain, sujud yang tumaninah dan kontinu dapat memicu peningkatan
kecerdasan seseorang. Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup
untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam
otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut
memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan
memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah
diwajibkan dalam Islam. Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard
University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika
yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diam-diam melakukan
riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

6. Duduk

di

antara

sujud

Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru
(tahiyat akhir). Perbedaannya terletak pada posisi telapak kaki. Pada saat iftirosy,
tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius.
Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan
penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru sangat baik bagi pria sebab tumit
menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran
vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah
impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru menyebabkan seluruh
otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan
harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
7. Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat
untuk

bermanfaat

untuk

merelaksasikan

otot

sekitar

leher

dan

kepala

menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta


menjaga kekencangan kulit wajah.

2.3 AKIBAT DARI MELALAIKAN SHOLAT


Para ulama seringkali membahas masalah ini tatkala memasuki bahasan shalat,
apakah orang yang meninggalkan shalat bukan lagi muslim, alias kafir. Kalau
mengingkari kewajiban shalat, tidak diragukan lagi kafirnya. Namun yang dibahas adalah
jika ia tidak memiliki amalan shalat, padahal mengaku muslim (di KTP), artinya ia
meninggalkan shalat takaasulan(malas-malasan).
Sebagian

orang

memahami

bahwa

Imam

Asy Syafii rahimahullah tidak

mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat. Namun yang tepat dalam hal ini, Imam
Syafii adalah di antara ulama yang menyatakan kafirnya. Sedangkan kesimpulan bahwa
beliau tidak mengkafirkan, itu tidak secara nash dari beliau. Dan sebenarnya hanya
kesimpulan dari para ulama madzhab Syafii karena melihat indikasi dari perkataan
beliau, bukan dari perkataan Imam Syafii secara tegas. (Lihat perkataan Syaikh Amru
bin Abdul Munim Salim dalam kitab Al Manhaj As Salafi inda Asy Syaikh
Nashiruddin Al Albani)
Imam Ath Thohawi rahimahullah telah menyandarkan perkataan bahwa
Imam Asy Syafii menyatakan meninggalkan shalat itu kafir. Ath Thohawi berkata
dalam Musykilul Atsar (4: 228),
, ,
, ,
Para ulama telah berselisih pendapat dalam masalah hukum meninggalkan
shalat sebagaimana yang pernah kami sebutkan. Sebagian ulama ada yang
menyatakan orang yang meninggalkan shalat berarti murtad dari Islam dan ia pun
harus dimintai taubat. Jika tidak bertaubat, ia dibunuh. Di antara ulama yang
berpendapat seperti ini adalah Imam Asy Syafii rahimahullah.
Setelah kami rujuk dan mendapat pelajaran dari saudara kami Abul Jauzaa
akhirnya kami kurang setuju dengan pernytaaan Syaikh Amru di atas. Karena
ternyata Ath Thohawi keliru dalam hal ini. Yang benar mengenai pendapat Imam
Asy Syafii, beliau tidak mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat karena
malas-malasan sebagaimana dinukilkan dalam Al Umm dan kami copy dari tulisan
saudara kami Abul Jauzaa.
Asy-Syaafiiy rahimahullah berkata,


:



:











:









:














:
































Barangsiapa yang meninggalkan shalat wajib bagi orang yang telah masuk
Islam (muslim), dikatakan kepadanya : Mengapa engkau tidak shalat ?. Jika ia
mengatakan : Kami lupa, maka kita katakan : Shalatlah jika engkau
mengingatnya. Jika ia beralasan sakit, kita katakan kepadanya : Shalatlah
semampumu. Apakah berdiri, duduk, berbaring, atau sekedar isyarat saja. Apabila
ia berkata : Aku mampu mengerjakan shalat dan membaguskannya, akan tetapi
aku tidak shalat meskipun aku mengakui kewajibannya. Maka dikatakan
kepadanya : Shalat adalah kewajiban bagimu yang tidak dapat dikerjakan orang
lain untuk dirimu. Ia mesti dikerjakan oleh dirimu sendiri. Jika tidak, kami minta
engkau untuk bertaubat. Jika engkau bertaubat (dan kemudian mengerjakan shalat,
maka diterima). Jika tidak, engkau akan kami bunuh. Karena shalat itu lebih agung
daripada zakat [Al-Umm, 1/281. Disebutkan juga oleh Al-Baihaqiy dalam
Marifatus-Sunan wal-Aatsaar, 3/117].

.












Menghadiri shalat Jumat adalah wajib. Barangsiapa yang meninggalkan
kewajiban karena meremehkannya, maka ia akan mendapatkan akibat buruk,
kecuali Allah memaafkannya. Sebagaimana jika seseorang meninggalkan shalat
hingga lewat dari waktunya, maka ia pun akan mendapatkan akibat yang buruk,
kecuali jika Allah memaafkannya [Al-Umm, 1/228. Disebutkan juga oleh AlBaihaqiy dalam Marifatus-Sunan wal-Aatsaar, 2/528].
Kalam terakhir dari Imam Syafii terlihat jelas bahwa beliau tidak
mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan. Demikian
pula pendapat ulama madzhab Syafii. Silakan pembaca merujuk pembahasan Abul
Jauzaa di sini. Semoga Allah membalas amalan beliau dengan pahala melimpah
yang telah berusaha untuk meluruskan saudaranya yang keliru.
Namun sekali lagi, kami kurang setuju dengan pendapat terakhir dari Imam
Syafii yang kami nukil terakhir karena pendapat ini menyelisihi berbagai dalil dari
Al Quran, hadits dan ijma (kesepakatan) para sahabat.
Allah Taala berfirman,



Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyianyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan
menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.
(QS. Maryam : 59-60)
Ibnu Masud radhiyallahu anhuma mengatakan bahwa ghoyya dalam ayat
tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang
tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31)
Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini yaitu sungai di Jahannamsebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa
nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya
bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat
orang muslim yang berdosa. Tempat ini (ghoyya) yang merupakan bagian neraka
paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir.
Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,










(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah
meninggalkan shalat. (HR. Muslim no. 257).
Umar bin Khottob mengatakan,








Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat. Saat Umar
mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang
sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan
shalat adalah kafir termasuk ijma (kesepakatan) sahabat.
Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat
dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabiin, Abdullah
bin Syaqiq. Beliau mengatakan,










- - -





Dulu para shahabat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tidaklah
pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir
kecuali shalat. Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin
Syaqiq Al Aqliy seorang tabiin dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini

bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat)


hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal
Kitab, hal. 52)
Ibnul Qayyim mengatakan, Tidakkah seseorang itu malu dengan
mengingkari pendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir,
padahal hal ini telah dipersaksikan oleh Al Kitab (Al Quran), As Sunnah dan
kesepakatan sahabat. Wallahul Muwaffiq (Hanya Allah-lah yang memberi taufik).
(Ash Sholah, hal. 56)
Adapun orang yang kadang shalat, kadang tidak, ini dihukumi telah
melakukan dosa besar bahkan satu shalat saja yang ditinggalkan itu lebih besar dari
dosa zina, dosa membunuh, dosa meminum minuman keras dan dosa besar lainnya.
Rincian akan hal ini telah dibahas di rumaysho.com dalam tulisan: Dosa
Meninggalkan Shalat Limat Waktu Lebih Besar dari Dosa Berzina.

BAB IV
PENUTUP
4.1.

Kesimpulan

Dari pembahasan-pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sholat adalah


perkataan dan perbuatan tertentu/khusus yang dibuka/dimulai dengan takbir (takbiratul
ihram) diakhiri/ditutup dengan salam. Beberapa keistimewaan sholat dalam segi
pahala, yaitu Shalat lima waktu diwajibkan secara langsung pada malam Isra Miraj,
shalat sebagai tiang agama, shalat adalah akhir wasiat Nabi, shalat merupakan amal
ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, shalat merupakan syiar Islam dan
merupakan dialog antara hamba dengan Tuhannya, dan sebagainya. Sedangkan
keistimewaan sholat dari segi kesehatan yaitu gerakan-gerakan dalam sholat mulai
dari takbiratul ihram, rukuk, hingga salam mampu menjadikan seseorang lebih sehat
lagi karena gerakan-gerakan yang ada dalam sholat dapat membuat aliran darah
semakin lancar sehingga oksigen didistribusikan semakin maksimal. Namun saat
seseorang melalaikan ibadah sholat ini dihukumi telah melakukan dosa besar bahkan
satu shalat saja yang ditinggalkan itu lebih besar dari dosa zina, dosa membunuh, dosa
meminum minuman keras dan dosa besar lainnya.

4.2.

Saran
Sebagai seorang yang telah baligh dan beranjak dewasa hendaknya kewajiban
ibadah sholat harus dilaksanakan dengan sugguh-sugguh dan secarah istiqamah,
yaitu semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah. Karena apabila seorang yang
telah baligh dan dewasa tidak menjalankan ibadah sholat serta lalai dalam sholatnya
sama halnya ia telah melakukan dosa besar setara dosa zina, dosa membunuh, dosa
meminum minuman keras dan dosa besar lainnya.