Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN SISTEM MIKROPROSESSOR

Simulasi Rangkaian Cerdas Cermat Sederhana




OLEH :
DANI EKA MULYANA (21060112060006)
DINDA HAPSARI K (21060112083017)


PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya
terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan mata kuliah Sistem Mikroprosessor dengan judul Simulasi Rangkaian
Cerdas Cermat Sederhana. Kemudian shalawat serta salam penulis sampaikan
kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup
yakni Al-Quran dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Laporan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Sistem Mikroprosessor di
PSD III Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Penulis
mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang telah membantu penulis dalam
menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan laporan ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan
dalam penulisan laporan ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan laporan ini.

Semarang, Desember 2013



Penulis











BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Acara cerdas cermat atau kuis yang mengadu kecepatan dalam berfikir dan
menjawab pertanyaan sering diadakan, namun tempat persewaan tombol kuis
jarang ditemukan. Di stasiun televisi, perkembangan acara kian meningkat,
terutama diacara cerdas cermat atau kuis. Fasilitas pencatat nilai oleh operator
dan penentu grup yang menekan tombol sangat dibutuhkan. Tombol cerdas
cermat atau tombol kuis dapat digunakan untuk memfasilitasi acara cerdas
cermat atau kuis. Tombol tersebut dapat membantu mengetahui grup yang
menekan tombol. Dari kenyataan tersebut, penyusun mempunyai gagasan
membuat rangkaian yang berbasis mikrokontroler yang berjudul Simulasi
Rangkaian Cerdas Cermat Sederhana Berbasis Mikrokontroler ATmega16.
Sistem minimum yang digunakan adalah modul ATmega 16. ATmega16
memiliki empat port, yang masing-masing port memiliki delapan pin I/O.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat beberapa rumusan masalah
yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana membuat simulasi rangkaian cerdas cermat sederhana berbasis
mikrokontroler ATmega16, Resistor Packs, LED, Push Button dengan
menggunakan software Proteus dan CodevisionAVR ?
1.3 TUJUAN
Tujuan dibuatnya makalah Sistem Mikroprosessor ini diharapkan mampu :
a. Mempelajari komponen yang digunakan dalam pembuatan simulasi rangkaian
cerdas cermat dengan mikrokontroler ATmega16, LED, dan Resistor Packs, Push
Button.
b. Mempelajari fungsi dan cara kerja dari Mikrokontroler ATmega16, LED,
Resistor Packs, dan Push Button.
c. Menjelaskan cara kerja simulasi rangkaian cerdas cermat sederhana.


BAB II
DASAR TEORI

2.1 PENGERTIAN PROTEUS
Proteus adalah sebuah software untuk mendesain PCB yang juga
dilengkapi dengan simulasi PSpice pada level skematik sebelum rangkaian
skematik di-upgrade ke PCB sehingga sebelum PCBnya di cetak kita akan tahu
apakah PCB yang akan kita cetak apakah sudah benar atau tidak. Proteus mampu
mengkombinasikan program ISIS untuk membuat skematik desain rangkaian
dengan program ARES untuk membuat layout PCB dari skematik yang kita
buat.Software Proteus ini bagus digunakan untuk desain rangkaian
mikrokontroller). Proteus juga bagus untuk belajar elektronika seperti dasar-dasar
elektronika sampai pada aplikasi pada mikrokontroller.Software Proteus ini
menyediakan banyak contoh aplikasi desain yang disertakan pada
instalasinya.Sehingga memungkinkan kita bisa belajar dari contoh-contoh yang
sudah ada.
Fitur-fitur yang terdapat dalam Proteus adalah sebagai berikut :
1. Memiliki kemampuan untuk mensimulasikan hasil rancangan baik digital
maupun analog maupun gabungan keduanya.
2. Mendukung simulasi yang menarik dan simulasi secara grafis.
3. Mendukung simulasi berbagai jenis microcontroller seperti PIC 8051 series.
4. Memiliki model-model peripheral yang interactive seperti LED, tampilan
LCD, RS232, dan berbagai jenis library lainnya.
5. Mendukung instrument-instrument virtual seperti voltmeter, ammeter,
oscciloscope, logic analyser, dan lain-lainnya.
6. Memiliki kemampuan menampilkan berbagi jenis analisis secara grafis
seperti transient, frekuensi, noise, distorsi, AC dan DC, dan lain-lainnya.
7. Mendukung berbagai jenis komponen-komponen analog.
8. Mendukung open architecture sehingga kita bisa memasukkan program
seperti C++ untuk keperluan simulasi.
9. Mendukung pembuatan PCB yang di-update secara langsung dari program
ISIS ke program pembuat PCB-ARES.
ISIS dipergunakan untuk keperluan pendidikan dan perancangan. Beberapa fitur
umum dari ISIS adalah sebagai berikut :
1 Windows dapat dioperasikan pada Windows 98/Me/2k/XP dan Windows
terbaru.
2 Routing secara otomatis dan memiliki fasilitas penempatan dan penghapusan
dot.
3 Sangat powerful untuk pemilihan komponen dan pemberian properties-nya.
4 Mendukung untuk perancangan berbagai jenis bus dan komponen-komponen
pin, port modul dan jalur.
5 Memiliki fasilitas report terhadap kesalahan-kesalahan perancangan dan
simulasi elektrik.
6 Mendukung fasilitas interkoneksi dengan program pembuat PCB-ARES.
7 Memiliki fasilitas untuk menambahkan package dari komponen yang belum
didukung.

ARES (Advanced Routing and Editing Software) digunakan untuk membuat
modul layout PCB. Adapun fitur-fitur dari ARES adalah sebagai berikut :
1 Memiliki database dengan tingkat keakuratan 32-bit dan memberikan resolusi
sampai 10 m, resolusi angular 0,1 derajat dan ukuran maksimum board sampai
10 m.
2 ARES mendukung sampai 16 layer.
3 Terintegrasi dengan program pembuat skematik ISIS, dengan kemampuan
untuk menentukan informasi routing pada skematik.
4 Visualisasi board 3-Dimensi.
5 Penggambaran 2-Dimensi dengan simbol library.

Proteus lebih memiliki kelebihan pada desainnya yang sederhana, sangat
mudah dan bagus digunakan untuk perancangan rangkaian mikrokontroller yang
akan sangat membantu digunakan oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah
berhubungan dengan mikrokontroller. Kelebihannya yang lain adalah sebelum
PCB dicetak skematiknya bisa disimulasikan dulu. Desain-desainnya bisa
digabungkan dan masih banyak lagi kelebihan yang dimiliki Proteus.

2.2 CODEVISIONAVR

Gambar 1. Program CodeVisionAVR
Code vision AVR merupakan Software untuk membuat code
program microcontroller AVR. kebanyakan programmer memakai software ini
karena fasilitas-fasilitas yang disediakan CodeVision AVR sangatlah
memudahkan bagi programmer dalam membuat code.HP InfoTech menyajikan
versi baru (lebih dari 9500 pengguna terdaftar) yang paling populer C Compiler
komersial untuk Atmel AVR.
CodeVision AVR merupakan sebuah software yang digunakan untuk
memprogram mikrokontroler sekarang ini telah umum. Mulai dari penggunaan
untuk kontrol sederhana sampai kontrol yang cukup kompleks, mikrokontroler
dapat berfungsi jika telah diisi sebuah program, pengisian program ini dapat
dilakukan menggunakan compiler yang selanjutnya diprogram ke dalam
mikrokontroler menggunakan fasilitas yang sudah di sediakan oleh program
tersebut. Salah satu compiler program yang umum digunakan sekarang ini adalah
CodeVision AVR yang menggunakan bahasa pemrograman C.
CodeVision AVR mempunyai suatu keunggulan dari compiler lain, yaitu
adanya codewizard, fasilitas ini memudahkan kita dalam inisialisasi
mikrokontroler yang akan kita gunakan.


2.3 MIKROKONTROLER ATmega16

Gambar 2. Mikrokontroler ATmega16
AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis
arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi
dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose,
timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal,
serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan
PWM internal. AVR juga mempunyai In-System Programmable Flash on-chip
yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam
sistem menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16. ATMega16 mempunyai
throughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat disainer sistem untuk
mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses.
Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain :
1. Advanced RISC Architecture
130 Powerful Instructions Most Single Clock Cycle Execution
32 x 8 General Purpose Fully Static Operation
Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
On-chip 2-cycle Multiplier
2. Nonvolatile Program and Data Memories
8K Bytes of In-System Self-Programmable Flash
Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
512 Bytes EEPROM
512 Bytes Internal SRAM
Programming Lock for Software Security
3. Peripheral Features
Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Mode
Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes
One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and
Capture Mode
Real Time Counter with Separate Oscillator
Four PWM Channels
8-channel, 10-bit ADC
Byte-oriented Two-wire Serial Interface
Programmable Serial USART
4. Special Microcontroller Features
Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
Internal Calibrated RC Oscillator
External and Internal Interrupt Sources
Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save,
Powerdown, Standby and Extended Standby
5. I/O and Package
32 Programmable I/O Lines
40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, and 44-pad MLF
6. Operating Voltages
2.7 - 5.5V for Atmega16L
4.5 - 5.5V for Atmega16


2.4 LED (Light Emitting Diode)

Gambar 3. LED (Light Emitting Diode)
LED atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen
elektronik yang tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. LED saat ini
sudah banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu permainan anak-anak,
untuk rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke
industri, untuk lampu emergency, untuk televisi, komputer, pengeras suara
(speaker), hard disk eksternal, proyektor, LCD, dan berbagai perangkat
elektronik lainnya sebagai indikator bahwa sistem sedang berada dalam proses
kerja, dan biasanya berwarna merah atau kuning. LED ini banyak digunakan
karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan beragam warna
yang ada dapat memperjelas bentuk atau huruf yang akan ditampilkan. dan
banyak lagi.
Pada dasarnya LED itu merupakan komponen elektronika yang terbuat dari
bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya. LED
merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan
dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan
P-N. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai
adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan
warna cahaya yang berbeda pula. Keunggulannya antara lain konsumsi listrik
rendah, tersedia dalam berbagai warna, murah dan umur panjang.
Keunggulannya ini membuat LED digunakan secara luas sebagai lampu indikator
pada peralatan elektronik. Namun LED punya kelemahan, yaitu intensitas cahaya
(Lumen) yang dihasilkannya termasuk kecil. Kelemahan ini membatasi LED
untuk digunakan sebagai lampu penerangan. Namun beberapa tahun belakangan
LED mulai dilirik untuk keperluan penerangan, terutama untuk rumah-rumah di
kawasan terpencil yang menggunakan listrik dari energi terbarukan (surya, angin,
hidropower, dll). Alasannya sederhana, konsumsi listrik LED yang kecil sesuai
dengan kemampuan sistem pembangkit energi terbarukan yang juga kecil.
2.5 RESISTOR PACKS

Gambar 4. Resistor Packs
R-Pack adalah suatu paket resistor yang didalamnya terdapat sejumlah
resistor. Resistor jenis ini dibuat dengan maksud mengurangi jumlah elemen
dalam suatu rangkaian elektronika, menurunkan kebutuhan tenaga kerja, dan
meningkatkan kemampatan integrasi rangkaian. Resistor terpadu dibuat dalam
dua jenis, yaitu SIP (Single in-line Package) yaitu resistor dengan kaki 1 baris,
dan DIP (Dual in-line Package) yaitu resistor dengan kaki 2 baris. Pada umumnya
jenis SIP lebih sering digunakan dibanding dengan jenis DIP. Resistor jenis ini
biasanya dibuat dengan nilai resistansi sampai dengan 500KOhm dengan batasan
daya mulai dari 125mW hingga 200mW.
2.6 SWITCH PUSH BUTTON

Gambar 5. Switch Push Button
Swich Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan
atau memisahkan bagian bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu
sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dn saklar
tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC (normally close) dan
NO (normally open).


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Langkah Kerja Membuat Simulasi Rangkaian Cerdas Cermat Sederhana :
1. Membuka program proteus, proteus yang saya pakai yaitu tipe Proteus 7
Professional.
2. Klik "Pick Devices" pada keyword ketikkan "ATmega16 kemudian klik
2x device ATmega16.
3. Kemudian mencari device lainnya yaitu Switch Push Button dengan nama
device "BUTTON" kemudian klik 2x device button tersebut.
4. Kemudian mencari device resistor lalu klik 2x device resistor tersebut.
5. Device terakhir yang digunakan adalah LED-BLUE kemudian klik 2x
device led-blue tersebut.
6. Membuat rangkaian seperti berikut.

Gambar 6. Simulasi Rangkaian Cerdas Cermat Sederhana
7. Membuat program yang akan dimasukkan pada ATMEGA16, disini penulis
menggunakan software CodeVisionAVR.
Berikut Program bahasa C, dengan menggunakan software Codevision

#include <mega16 .h>
#define regu_a PIND.5
#define regu_b PIND.6
#define regu_c PIND.7
#define lampu_a PORTB.0
#define lampu_b PORTB.1
#define lampu_c PORTB.2

void main(void)
{
DDRB=0xFF; //port B berfungsi sebagai output
DDRD=0x00; //port D berfungsi sebagai input

while(1){
while(regu_a==1){
lampu_a=1;
lampu_b=0;
lampu_c=0;
}
while(regu_b==1){
lampu_a=0;
lampu_b=1;
lampu_c=0;
}
while(regu_c==1){
lampu_a=0;
lampu_b=0;
lampu_c=1;
}} }
3.2 Cara Kerja Simulasi Rangkaian Cerdas Cermat Sederhana
Cara Kerja :
Jika tombol-A ditekan lebih dulu maka lampu regu A akan menyala, dan
selama regu A masih menekan tombolnya, meskipun regu B dan C menekan
tombol, Lampu pada regu B dan C tidak akan menyala, demikian juga jika Regu
B lebih dulu menekan tombol, maka lampu regu B akan menyala dan selama
regu B masih menekan tombolnya, meskipun regu A dan C menekan tombol,
maka lampu pada regu A dan C tidak akan menyala. Begitu juga sebaliknya
yang terjadi pada regu C. Jadi siapa yang lebih dulu menekan tombol, maka
lampunya yang akan menyala. Lampu akan mati semua apabila Juri menekan
tombol reset.

3.3 Hasil Pengamatan
REGU LOGIKA
A 1 0 0
B 0 1 0
C 0 0 1

Penjelasan :
Apabila pada regu A menekan bel terlebih dahulu, maka otomatis regu A
akan menyala lampunya dan bernilai logika 1, sedangkan regu B dan C tidak
akan bisa menyala selama regu A masih menekan bel sehingga bernilai
logika 0.
Apabila pada regu B menekan bel terlebih dahulu, maka otomatis regu B
akan menyala lampunya dan bernilai logika 1, sedangkan regu A dan C tidak
akan bisa menyala selama regu B masih menekan bel sehingga bernilai
logika 0.
Apabila pada regu C menekan bel terlebih dahulu, maka otomatis regu C
akan menyala lampunya dan bernilai logika 1, sedangkan regu A dan B tidak
akan bisa menyala selama regu C masih menekan bel sehingga bernilai
logika 0.













BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
1. Simulasi rangkaian cerdas cermat sederhana ini dapat berjalan dengan baik
menggunakan program Proteus dan CodeVisionAVR.
2. Bel bisa menyala karena menggunakan device LED. LED mendapat aliran
listrik yang mengalir dari anoda ke katoda sehingga menyebabkan LED
bisa menyala.
3. Ketika salah satu bel sudah dipencet dan menyala, maka bel yang lain tidak
akan bisa menyala, hal ini dikarenakan pada program bahasa C, ketika bel
pada salah satu regu bernilai logika 1 (menyala terlebih dahulu), maka pada
2 regu yang lain bernilai logika 0 (tidak akan bisa menyala ketika ada salah
satu regu yang masih memencet bel).
4.2 SARAN
Demikianlah makalah yang kami buat, dengan bekal pengetahuan dasar
tentang hal-hal yang kami sampaikan, diharapkan pembaca dapat mengerti
secara intens pada pembahasan yang dibicarakan. Namun kami sebagai
penyusun makalah ini menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah
ini, maka kami harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca guna untuk perbaikan makalah yang akan datang. Kami juga
berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca.






DAFTAR PUSTAKA
Abdul Haris Heryani. 2012. Mengenal Mikrokontroler AVR ATmega16.
http://generasincuri.blogspot.com/2011/01/mengenal-mikrokontroler-avr
atmega16.html diakses pada 1 Desember 2013.
Arif Verero. 2012. Tentang Resistor.
http://mekatronikasekayu.blogspot.com/2012/08/resistor.html diakses pada 1
Desember 2013.
Gestiyawati. 2011. Pengertian Push Button dan Relay
http://sugestiku.blogspot.com/2013/01/push-button-limit-switch-relay.html diakses
pada 1 Desember 2013.
Pratama Indrawan. 2013. Code Vision AVR. http://pratama-
22.blogspot.com/2012/07/codevisionavr.html diakses pada 1 Desember 2013.
Puguh Asmani. 2011. LED (Light Emitting Diode).
http://rasapas.wordpress.com/2011/03/04/8/ diakses pada 1 Desember 2013.
Rizky Riyadi. 2013. Proteus. http://rizkydoank13.blogspot.com/2013/04/pengertian-
proteus.html diakses pada 1 Desember 2013.
Rokhmad Astika. 2012. Rangkaian Cerdas Cermat dengan Mikrokontroler.
http://rokhmad.blogspot.com/2012/08/rangkaian-cerdas-cermat-dengan.html
diakses pada 1 Desember 2013.
Yoyok Sandi. 2013. Bel Cerdas Cermat Berbasis Mikrokontroler. http://spenix-
ei.blogspot.com/2013/07/bel-cerdas-cermat-berbasis.html diakses pada 1 Desember
2013.