Anda di halaman 1dari 11

SUHAN KEPERAWATAN VERTIGO

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Vertigo merupakan kasus yang sering ditemui. Secara tidak langsung kitapun pernah mengami vertigo ini. Kata
vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar. Vertigo termasuk kedalam gangguan
keseimbangan yang dinyatakan sebagai pusing, pening, sempoyangan, rasa seperti melayang atau dunia seperti
berjungkir balik. Kasus vertigo di Amerika adalah 6 orang tiap !"".""", dengan presentasi #anita lebih
banyak daripada pria. Vertigo juga lebih sering terdapat pada $sia yang lebih tua yaitu diatas %" tahun.
Vertigo merupakan salah satu kelainan yang dirasakan akibat mani&estasi dari kejadian atau trauma lain.
'isalnya adanya cidera kepala ringan. Salah satu akibat dari kejadian atau trauma tersebut ialah seseorang akan
mengalami vertigo. Kasus ini sebaiknya harus segera ditangani, karena jika dibiarkan begitu saja akan
menggangu system lain yang ada di tubuh dan juga sangat merugikan klien karena rasa sakit atau pusing yang
begitu hebat. (erkadang klien dengan vertigo ini sulit untuk membuka mata karena rasa pusing seperti terputar)
putar. *ni disebabkan karena terjadi ketidakseimbangan atau gangguan orientasi.
+leh karena itu, pembelajaran mengenai vertigo beserta asuhan kepera#atannya dirasa sangat penting dan
perlu. ,engan memiliki pengetahuan yang baik beserta pemberian asuhan kepera#atan yang benar, maka
diharapkan agar kasus vertigo ini dapat berkurang dan masyarakat bisa mengetahui akan kasus vertigo ini dan
bisa mengantisipati akan hal tersebut.
B. Tujuan Penulian
(ujuan dari penyusunan laporan pendahuluan tentang vertigo ini adalah agar mahasis#a mampu secara kogniti&,
a&ekti& serta motorik dalam menyusun asuhan kepera#atan pada klien vertigo. ,engan demikian, mahasis#a
bisa menerapkan asuhan kepera#aan yang sudah dibuat secara komprehensi& sehingga dapat membantu proses
penyembuhan klien secara tepat dan cepat.
BAB II
TIN!AUAN PUSTAKA
A. De"inii
Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di
ruangan. -anyak system atau organ tubuh yang ikut terlibat dalam mengatur dan mempertahankan
keseimbangan tubuh kita. Keseimbangan diatur oleh integrasi berbagai sistem diantaranya sistem vestibular,
system visual dan system somato sensorik .propioseptik/. $ntuk memperetahankan keseimbangan diruangan,
maka sedikitnya 0 dari 1 sistem system tersebut diatas harus di&ungsikan dengan baik. 2ada vertigo, penderita
merasa atau melihat lingkunganya bergerak atau dirinya bergerak terhadap lingkungannya. 3erakan yang
dialami biasanya berputar namun kadang berbentuk linier seperti mau jatuh atau rasa ditarik menjauhi bidang
vertikal. 2ada penderita vertigo kadang)kadang dapat kita saksikan adanya nistagmus. 4istagmus yaitu gerak
ritmik yang involunter dari pada bolamata. .5umban (obing. S.', 0""1/
Vertigo dapat adalah salah satu bentuk gangguan keseimbangan dalam telinga bagian dalam sehingga
menyebabkan penderita merasa pusing dalam artian keadaan atau ruang di sekelilingnya menjadi serasa
6berputar6 ataupun melayang. Vertigo menunjukkan ketidakseimbangan dalam tonus vestibular. 7al ini dapat
terjadi akibat hilangnya masukan peri&er yang disebabkan oleh kerusakan pada labirin dan sara& vestibular atau
juga dapat disebabkan oleh kerusakan unilateral dari sel inti vestibular atau aktivitas vestibulocerebellar.
.###.#ikipedia.com/
Vertigo adalah sensasi berputar atau pusing yang merupakan suatu gejala, penderita merasakan benda)benda
disekitarnya bergerak gerak memutar atau bergerak naik turun karena gangguan pada sistem keseimbangan.
.Arsyad Soepardi e&iaty dan 4urbaiti, 0""0/
B. Eti#l#gi
!. +tologi 0)6!8 kasus
a/ -enigna 2aro9ysmal 2ositional Vertigo .-22V/
b/ 'eniere ,esease
c/ 2arese 4 V*** $ni:bilateral
d/ +titis 'edia
0. 4eurologik 01)1"8 kasus
a/ 3angguan serebrovaskuler batang otak: serebelum
b/ Ataksia karena neuropati
c/ 3angguan visus
d/ 3angguan serebelum
e/ 3angguan sirkulasi 5;S
&/ 'ultiple sklerosis
g/ Vertigo servikal
1. *nterna kurang lebih 118 karena gangguan kardiovaskuler
a/ (ekanan darah naik turun
b/ Aritmia kordis
c/ 2enyakit koroner
d/ *n&eksi
e/ < glikemia
&/ *ntoksikasi +bat= 4i&edipin, -en>odia>epin, ?ana9,
. . 2sikiatrik @ %"8 kasus
a/ ,epresi
b/ Aobia
c/ An9ietas
d/ 2sikosomatis
%. Aisiologik
'elihat turun dari ketinggian.
$. %ani"etai Klinik
'ani&estasi klinis pada klien dengan vertigo yaitu 2erasaan berputar yang kadang)kadang disertai gejala
sehubungan dengan reak dan lembab yaitu mual, muntah, rasa kepala berat, na&su makan turun, lelah, lidah
pucat dengan selaput putih lengket, nadi lemah, puyeng .di>>iness/, nyeri kepala, penglihatan kabur, tinitus,
mulut pahit, mata merah, mudah tersinggung, gelisah, lidah merah dengan selaput tipis.
2asien Vertigo akan mengeluh jika posisi kepala berubah pada suatu keadaan tertentu. 2asien akan merasa
berputar atau merasa sekelilingnya berputar jika akan ke tempat tidur, berguling dari satu sisi ke sisi lainnya,
bangkit dari tempat tidur di pagi hari, mencapai sesuatu yang tinggi atau jika kepala digerakkan ke belakang.
-iasanya vertigo hanya berlangsung %)!" detik. Kadang)kadang disertai rasa mual dan seringkali pasien merasa
cemas.2enderita biasanya dapat mengenali keadaan ini dan berusaha menghindarinya dengan tidak melakukan
gerakan yang dapat menimbulkan vertigo. Vertigo tidak akan terjadi jika kepala tegak lurus atau berputar secara
aksial tanpa ekstensi, pada hampir sebagian besar pasien, vertigo akan berkurang dan akhirnya berhenti secara
spontan dalam beberapa hari atau beberapa bulan, tetapi kadang)kadang dapat juga sampai beberapa tahun.
2ada anamnesis, pasien mengeluhkan kepala terasa pusing berputar pada perubahan posisi kepala dengan posisi
tertentu. Secara klinis vertigo terjadi pada perubahan posisi kepala dan akan berkurang serta akhirnya berhenti
secara spontan setelah beberapa #aktu. 2ada pemeriksaan (7( secara umum tidak didapatkan kelainan berarti,
dan pada uji kalori tidak ada paresis kanal.
$ji posisi dapat membantu mendiagnosa vertigo, yang paling baik adalah dengan melakukan manuver
7allpike = penderita duduk tegak, kepalanya dipegang pada kedua sisi oleh pemeriksa, lalu kepala dijatuhkan
mendadak sambil menengok ke satu sisi. 2ada tes ini akan didapatkan nistagmus posisi dengan gejala =
!. 2enderita vertigo akan merasakan sensasi gerakan seperti berputar, baik dirinya sendiri atau lingkungan
0. 'erasakan mual yang luar biasa
1. Sering muntah sebagai akibat dari rasa mual
. 3erakan mata yang abnormal
%. (iba ) tiba muncul keringat dingin
6. (elinga sering terasa berdenging
B. 'engalami kesulitan bicara
C. 'engalami kesulitan berjalan karena merasakan sensasi gerakan berputar
D. 2ada keadaan tertentu, penderita juga bisa mengalami ganguuan penglihatan
.http=::pera#atyulius.blogspot.com/
D. K#&'likai
!. ;idera &isik
2asien dengan vertigo ditandai dengan kehilangan keseimbangan akibat terganggunya sara& V*** .Vestibularis/,
sehingga pasien tidak mampu mempertahankan diri untuk tetap berdiri dan berjalan.
0. Kelemahan otot
2asien yang mengalami vertigo seringkali tidak melakukan aktivitas. 'ereka lebih sering untuk berbaring atau
tiduran, sehingga berbaring yang terlalu lama dan gerak yang terbatas dapat menyebabkan kelemahan otot.
E. Pat#"ii#l#gi (an Pat)*a+
Vertigo disebabkan dari berbagai hal antara lain dari otologi seperti meniere, parese 4 V***, otitis media. ,ari
berbagai jenis penyakit yang terjadi pada telinga tersebut menimbulkan gangguan keseimbangan pada sara& ke
V***, dapat terjadi karena penyebaran bakteri maupun virus .otitis media/.
Selain dari segi otologi, vertigo juga disebabkan karena neurologik. Seperti gangguan visus, multiple sklerosis,
gangguan serebelum, dan penyakit neurologik lainnya. Selain sara& ke V*** yang terganggu, vertigo juga
diakibatkan oleh terganggunya sara& ***, *V, dan V* yang menyebabkan terganggunya penglihatan sehingga
mata menjadi kabur dan menyebabkan sempoyongan jika berjalan dan merespon sara& ke V*** dalam
mempertahankan keseimbangan.
7ipertensi dan tekanan darah yang tidak stabil .tekanan darah naik turun/. (ekanan yang tinggi diteruskan
hingga ke pembuluh darah di telinga, akibatnya &ungsi telinga akan keseimbangan terganggudan menimbulkan
vertigo. -egitupula dengan tekanan darah yang rendah dapat mengurangi pasokan darah ke pembuluh darah di
telinga sehingga dapat menyebabkan parese 4 V***.
2sikiatrik meliputi depresi, &obia, ansietas, psikosomatis yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada
seseorang. Sehingga menimbulkan tekanan darah naik turun dan dapat menimbulkan vertigo dengan
perjalanannya seperti diatas. Selain itu &aktor &isiologi juga dapat menimbulkan gangguan keseimbangan.
Karena persepsi seseorang berbeda)beda.
,. Pe&erikaan Penunjang
'eliputi uji tes keberadaan bakteri melalui laboratorium, sedangkan untuk pemeriksaan diagnostik yang
penting untuk dilakukan pada klien dengan kasus vertigo antara lain=
!. 2emeriksaan &isik
a/ 2emeriksaan mata
b/ 2emeriksaan alat keseimbangan tubuh
c/ 2emeriksaan neurologik
d/ 2emeriksaan otologik
e/ 2emeriksaan &isik umum
0. 2emeriksaan khusus
a/ E43
b/ Audiometri dan -AE2
c/ 2sikiatrik
1. 2emeriksaan tambahan
a/ Fadiologik dan *maging
b/ EE3, E'3
G. Penatalakanaan
-. Penatalakanaan %e(i
-eberapa terapi yang dapat diberikan adalah terapi dengan obat)obatan seperti =
a/ Anti kolinergik
Sul&as Atropin = ", mg:im
Scopolamin = ",6 mg *V bisa diulang tiap 1 jam
b/ Simpatomimetika
Epidame !,% mg *V bisa diulang tiap 1" menit
c/ 'enghambat aktivitas nukleus vestibuler
3olongan antihistamin
3olongan ini, yang menghambat aktivitas nukleus vestibularis adalah =
i. ,iphenhidramin= !,% mg:im:oral bisa diulang tiap 0 jam
ii. ,imenhidrinat= %")!"" mg: 6 jam.
Gika terapi di atas tidak dapat mengatasi kelainan yang diderita dianjurkan untuk terapi bedah. (erapi menurut
.;ermin ,unia Kedokteran 4o. !, 0""= C/ (erdiri dari =
a/ (erapi kausal
b/ (erapi simtomatik
c/ (erapi rehabilitati&
.. Penatalakanaan Ke'era*atan
a/ Karena gerakan kepala memperhebat vertigo, pasien harus dibiarkan berbaring diam dalam kamar gelap selama
!)0 hari pertama.
b/ Aiksasi visual cenderung menghambat nistagmus dan mengurangi perasaan subyekti& vertigo pada pasien
dengan gangguan vestibular peri&er, misalnya neuronitis vestibularis. 2asien dapat merasakan bah#a dengan
mem&iksir pandangan mata pada suatu obyek yang dekat, misalnya sebuah gambar atau jari yang direntangkan
ke depan, temyata lebih enak daripada berbaring dengan kedua mata ditutup.
c/ Karena aktivitas intelektual atau konsentrasi mental dapat memudahkan terjadinya vertigo, maka rasa tidak
enak dapat diperkecil dengan relaksasi mental disertai &iksasi visual yang kuat.
d/ -ila mual dan muntah berat, cairan intravena harus diberikan untuk mencegah dehidrasi.
e/ -ila vertigo tidak hilang. -anyak pasien dengan gangguan vestibular peri&er akut yang belum dapat
memperoleh perbaikan dramatis pada hari pertama atau kedua. 2asien merasa sakit berat dan sangat takut
mendapat serangan berikutnya. Sisi penting dari terapi pada kondisi ini adalah pernyataan yang meyakinkan
pasien bah#a neuronitis vestibularis dan sebagian besar gangguan vestibular akut lainnya adalah jinak dan
dapat sembuh. ,okter harus menjelaskan bah#a kemampuan otak untuk beradaptasi akan membuat vertigo
menghilang setelah beberapa hari.
&/ 5atihan vestibular dapat dimulai beberapa hari setelah gejala akut mereda. 5atihan ini untuk rnemperkuat
mekanisme kompensasi sistem sara& pusat untuk gangguan vestibular akut. .http=::niarahayuD.blogspot.com/
H. Au)an Ke'era*atan euai te#ri
-. Pengkajian (ata ke'era*atan
a/ Aktivitas : *stirahat
5etih, lemah, malaise, keterbatasan gerak, ketegangan mata, kesulitan membaca, insomnia, bangun pada pagi
hari dengan disertai nyeri kepala, sakit kepala yang hebat saat perubahan postur tubuh, aktivitas .kerja/ atau
karena perubahan cuaca.
b/ Sirkulasi
Fi#ayat hypertensi, denyutan vaskuler, misal daerah temporal, pucat, #ajah tampak kemerahan
c/ *ntegritas Ego
Aaktor &aktor stress emosional:lingkungan tertentu, perubahan ketidakmampuan, keputusasaan,
ketidakberdayaan depresi, kekha#atiran, ansietas, peka rangsangan selama sakit kepala, mekanisme
re&resi&:dekensi& .sakit kepala kronik/
d/ 'akanan dan cairan
'akanan yang tinggi vasorektiknya misalnya ka&ein, coklat, ba#ang, keju, alkohol, anggur, daging, tomat,
makan berlemak, jeruk, saus, hotdog, 'S3 .pada migrain/, mual:muntah, anoreksia .selama nyeri/, penurunan
berat badan
e/ 4eurosensoris
2ening, disorientasi .selama sakit kepala/, ri#ayat kejang, cedera kepala yang baru terjadi, trauma, stroke, aura H
&asialis, ol&aktorius, tinitus, perubahan visual, sensiti& terhadap cahaya:suara yang keras, epitaksis, parastesia,
kelemahan progresi&:paralysis satu sisi tempore, perubahan pada pola bicara:pola pikir, mudah terangsang, peka
terhadap stimulus, penurunan re&leks tendon dalam, papiledema.
&/ 4yeri: kenyamanan
Karakteristik nyeri tergantung pada jenis sakit kepala, misal migrain, ketegangan otot, cluster, tumor otak,
pascatrauma, sinusitis, nyeri, kemerahan, pucat pada daerah #ajah, &okus menyempit, &okus pada diri sendiri,
respon emosional : perilaku tak terarah seperti menangis, gelisah, otot)otot daerah leher juga menegang,
&rigiditas vokal.
g/ Keamanan
Fi#ayat alergi atau reaksi alergi, demam .sakit kepala/, gangguan cara berjalan, parastesia, paralisis, drainase
nasal purulent .sakit kepala pada gangguan sinus/.
h/ *nteraksi sosial
2erubahan dalam tanggung ja#ab:peran interaksi sosial yang berhubungan dengan penyakit
i/ 2enyuluhan: 2embelajaran
Fi#ayat hypertensi, migrain, stroke, penyakit pada keluarga, penggunaan alkohol:obat lain termasuk ka&ein,
kontrasepsi oral:hormone, menopause.
.. Diagn#a Ke'era*atan
a. Fesiko jatuh b.d kerusakan keseimbangan .4. V***/
b. *ntoleransi aktivitas b.d tirah baring
c. Fesiko kurang nutrisi b.d tidak adekuatnya input makanan
d. 3angguan persepsi pendengaran b.d tinitus
e. Koping individu tidak e&ekti& b.d metode koping tidak adekuat
/. Inter0eni Ke'era*atan
a/ Fesiko jatuh b.d Kerusakan keseimbangan
(ujuan = Setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama !90 jam masalah risiko jatuh dapat teratasi.
Kriteria 7asil =
!/ Klien dapat mempertahankan keseimbangan tubuhnya
0/ Klien dapat mengantisipasi resiko terjadinya jatuh
Inter0eni Rai#nal
!. Kaji tingkat energi yang dimiliki klien
0. -erikan terapi ringan untuk
mempertahankan kesimbangan
1. Ajarkan penggunaan alat)alat
alternati& dan atau alat)alat bantu
untuk aktivitas klien.
. -erikan pengobatan nyeri .pusing/
sebelum aktivitas
!. Energi yang besar dapat memberikan keseimbangan pada tubuh saat
istirahat
0. Salah satu terapi ringan adalah menggerakan bola mata, jika sudah
terbiasa dilakukan, pusing akan berkurang.
1. 'engantisipasi dan meminimalkan resiko jatuh.
. 4yeri yang berkurang dapat meminimalisasi terjadinya jatuh.
b/ *ntoleransi aktivitas b.d tirah baring
(ujuan = setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama 190 jam masalah intoleransi aktivitas dapat teratasi.
Kriteria 7asil =
!/ 'eyadari keterbatasan energi
0/ Klien dapat termotivasi dalam melakukan aktivitas
1/ 'enyeimbangkan aktivitas dan istirahat
/ (ingkat daya tahan adekuat untuk beraktivitas
*ntervensi Fasional
!. Kaji respon emosi, sosial, dan spiritual
terhadap aktivitas
0. -erikan motivasi pada klien untuk
melakukan aktivitas
1. Ajarkan tentang pengaturan aktivitas
dan teknik manajemen #aktu untuk
mencegah kelelahan.
. Kolaborasi dengan ahli terapi okupasi
!. Fespon emosi, sosial, dan spiritual mempengaruhi kehendak klien
dalam melakukan aktivitas
0. Klien dapat bersemangat untuk melakukan aktivitas
1. Energi yang tidak stabil dapat menghambat dalam melakukan
aktivitas, sehingga perlu dilakukan manajemen #aktu
. (erapi okupasi dapat menentukan tindakan alternati& dalam
melakukan aktivitas.
c/ Fisiko kurang nutrisi b.d tidak adekuatnya input makanan
(ujuan = Setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama 190 jam maslah kurang nutrisi dapat sedikit teratasi.
Kriteria 7asil =
!/ Klien tidak merasa mual muntah
0/ 4a&su makan meningkat
1/ -- stabil atau bertahan
*ntervensi Fasional
!. Kaji kebiasaan makan yang disukai
klien
0. 2antau input dan output pada klien
1. Ajarkan untuk makan sedikit tapi
sering
. Kolaborasi dengan ahli gi>i
!. Kebiasaan makan yang disukai dapat meningkatkan na&su makan
0. $ntuk memantau status nutrisi pada klien
1. 'empertahankan status nutisi pada klien agar dapat meningkat atau
stabil.
. Ahli gi>i dapat menentukan makanan yang tepat untuk meningkatkan
kebutuhan nutrisi pada klien.
d/ 3angguan persepsi pendengaran b.d tinitus
(ujuan = Setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama 190 jam maslah gangguan perepsi sensori
pendengaran dapat teratasi.
Kriteria 7asil =
!/ Klien dapat mem&okuskan pendengaran
0/ (idak terjadi tinitus yang berkelanjutan
1/ 2endengaran adekuat
*ntervensi Fasional
!. Kaji tingkat pendengaran pada klien
0. 5akukan tes rinne, #eber, atau
s#abah untuk mengetahui
keseimbangan pendengaran saat
terjadi tinitus
1. Ajarkan untuk mem&okuskan
pendengaran saat terjadi tinitus
. Kolaborasi penggunaan alat bantu
pendengaran
!. 'engetahui tingkat kemaksimalan pendengaran pada klien untuk
menentukan terapi yang tepat.
0. 'engetahui keabnormalan yang terjadi akibat tinitus
1. 'empertahankan keadekuatan pendengaran
. 'emaksimalkan pendengaran pada klien
e/ Koping individu tidak e&ekti& b.d metode koping tidak adekuat
(ujuan = Setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama !90 jam masalah koping individu tidak e&ekti& dapat
teratsi.
Kriteria 7asil =
!/ Klien dapat menyadari bah#a dirinya mengalami gangguan pendengaran
0/ Klien dapat mengatasi dengan tindakan mandiri
*ntervensi Fasional
!. Kaji kemampuan klien dalam mempertahankan
keadekuatan pendengaran
0. -erikan motivasi dalam menerima keadaan &isiknya
1. Ajarkan cara mengatasi masalah pendengaran akibat
pusing yang diderita
. Kolaborasi pemberian antidepresan sedati&, neurotonik,
atau transIuili>er serta vitamin dan mineral.
!. 'engetahui batas maksimal kemampuan
pendengaran klien
0. Klien tidak mengalami depresi akibat keadaan
&isiknya
1. 2using yang terjadi dapat memunculkan tinitus
. +bat untuk mengatasi tinitus.
II. RIWA1AT KEPERAWATAN
!. Keluhan $tama
2using seperti berputar)putar, panas dingin, tidak na&su makan, tidak bisa tidur.
0. Fi#ayat 2enyakit Sekarang
Kurang lebih 0 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh kepala pusing berputar, nyeri kedua pipi
hingga sekitar mata, sakit bertambah saat pasien menunduk dan duduk, badan panas dingin, dan leher terasa
cengeng:pegel)pegel.
Kemudian diba#a ke puskesmas dan hasilnya tidak ada perubahan dan akhirnya diba#a ke FS$, Karanganyar
melalui $3,. 2asien terpasang in&us Fl 0"tpm, dan diambil sempel darah, (, = 00%:!0" mm7g, S = 1CJ;, FF =
09:menit.
1. Fi#ayat 2enyakit ,ahulu
Sebelumnya (n.S belum pernah mengalami penyakit ini, namun dulu pernah menderita penyakit hipertensi dan
pernah berobat ke (7( untuk operasi sinus maksilaris.
. Fi#ayat Kesehatan Keluarga
,idalam keluarga (n.S tidak ada yang memiliki penyakit yang sama seperti yang (n.S derita saat ini. 4amun
untuk hipertensi diduga didapatkan melalui keturunan, karena ayah dari (n.S juga mengalami penyakit
hipertensi.
3enogram =
%. Fi#ayat Kesehatan 5ingkungan
Kesehatan lingkungan (n.S cukup tera#at dan orang)orang disekitarnya paling umum memiliki penyakit
hipertensi namun untuk penyakit pusing hebat yang diderita (n.S tidak ada yang mengalami.
III. PENGKA!IAN POLA KESEHATAN ,UNGSIONAL
!. 2ola 2ersepsi dan 2emeliharaan Kesehatan
Klien mengatakan sehat itu sangat berarti bagi kehidupan. (anpa kesehatan orang tidak akan bisa melakukan
kegiatan sehari)hari, maka keluarga (n.S selalu memba#a anggota keluarga yang sakit ke tempat dokter untuk
diperiksa, bahkan sampai kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang rutin.
0. 2ola 4utrisi:'etabolik
KE(EFA43A4 SE-E5$' SAK*( SE5A'A SAK*(
Arekuensi 1 9 sehari 1 9 sehari
Genis 4asi putih, sayur, gorengan,
buah kadang)kadang, air
putih.
-ubur, kuah, air putih,
2orsi ! porsi habis K porsi
Keluhan (idak ada 'ual, tidak na&su makan,
dan lidah terasa pahit serta
tidak makan selama 1 hari
terhitung saat ! hari sebelum
masuk FS
Antropometri = -- = 6 kg, (- = !61 cm, *'( = 0,"C Kg:--
-iochemical = 7ct = 0 8 7b = !0,C g:d5
;linical sign =
Fambut = sedikit lengket, kusam, terdapat ketombe.
'ata = konjugtiva tidak anemis, pupil isokor, sclera tidak ikterik
Kulit = lembab, turgor kurang elastis.
2asien merasa mual muntah
,ietary history = 2asien tidak memiliki diet khusus. Selain itu pasien suka
makan kangkung dan sayur lodeh.
1. 2ola Eliminasi
Eliminasi Alvi .-A-/
KE(EFA43A4 SE-E5$' SAK*( SE5A'A SAK*(
Arekuensi !9 sehari 1 hari sekali
Konsistensi 5unak berbentuk Sedikit Keras
-au Khas Khas
Larna Kuning Kuning kecoklatan, tidak ada
darah
Keluhan (idak ada Sulit -A-
Eliminasi $rin
KE(EFA43A4 SE-E5$' SAK*( SE5A'A SAK*(
Arekuensi )69:hari 1)%9:hari
2ancaran Kuat lemah
Gumlah M0"" cc sekali -AK M0"" cc sekali -AK
-au Khas Amoniak
Larna Kuning jernih Kuning kecoklatan
2erasaan setelah -AK 5ega 5ega
Keluhan (idak ada (idak ada
(otal produksi urin M C"")!0"" cc:hari M6"")!""" cc:hari
A4A5*SA KESE*'-A43A4 ;A*FA4 SE5A'A 2EFALA(A4
*ntake +utput Analisa
'inum M!0"" cc
'akanan M0"" cc
*n&us %"" cc
$rine !""" cc
Aeses !"" cc
*L5 !" 9 6 kg N 6" cc
*ntake !D"" cc
+utput !B" cc
(otal !D"" cc (otal !B" cc -alance = intake @ output
. 2ola Akti&itas dan 5atihan
Ke&a&'uan 'era*atan (iri " ! 0 1
'akan:minum V
'andi V
(oileting V
-erpakaian V
'obilitas ditempat tidur V
-erpindah V
Ambulasi:F+' V
%. 2ola *strahat (idur
KE(EFA43A4 SE-E5$' SAK*( SE5A'A SAK*(
Gumlah jam tidur siang ) M O jam
Gumlah jam tidur malam C jam 1)% jam
2engantar tidur .penggunaan
obat tidur/
(idak ada Ada
3angguan tidur (idak ada sering terbangun karena nyeri
pada pipi, lingkungan kurang
tenang.
2erasaan #aktu bangun
Kondisi mata
4yaman
(idak berkantung
'asih merasa ngantuk
-erkantung
6. 2ola Kogniti& P 2erseptual
Klien dapat berbicara dengan lancar, melihat seperti berputar)putar, menja#ab pertanyaan dengan tepat saat
ditanya, penciuman baik, lidah terasa pahit, merasa mual)mual, dapat mengidenti&ikasi tes raba, merasa
badannya panas dingin. Selain itu klien juga merasa nyeri.
2 = nyeri karena vertigo,
Q =seperti ditarik)tarik,
F= kedua pipi sampai sekitar mata,
S = D
( = saat menundukkan dan duduk
B. 2ola persepsi Konsep ,iri
a. 3ambaran diri:citra tubuh
2asien tidak suka dengan pusing yang seakan menarik #ajahnya.
b. *deal diri
2asien mengatakan ingin cepat sembuh dan dapat segera pulang.
c. 7arga diri
(n.S mengatakan malu dengan istrinya karena tidak bisa mena&kahi istrinya karena keadaan sakit yang dia
alami saat ini.
d. 2eran diri
(n.S mengatakan saya tidak bisa bekerja lagi. $ntuk saat ini justru istri saya yang harus bekerja untuk biaya
pera#atan di rumah sakit.
e. *dentitas diri
(n.S mengatakan dia sebagai kepala keluarga didalam keluarganya, yang seharusnya dapat memberikan
sandang, papan, dan pangan.
C. 2ola Seksual dan Seksualitas
(n.S mengatakan terkadang masih melakukan hubungan dengan istrinya jika kondisi mereka memungkinkan.
D. 2ola 2eran dan 7ubungan
7ubungan dengan kelurga harmonis dan tidak ada maslah yang mengakibatkan kekacauan dalam rumah
tanggannya. 7ubungan dengan masyarakat sekitar juga baik sehingga saat salah satu anggota #arga ada yang
sakit mereka saling menjenguk.
!". 2ola 'anajemen dan Koping Stres
Saat terjadi nyeri pasien hanya mampu menahan nyeri dan berusaha untuk tidur. Karena (n.S sakit yang
berusaha membayar biaya pera#atan adalah istrinya.
!!. Sistem 4ilai dan Keyakinan
4y.S mengatakan yakin bah#a suaminya dapat sembuh, 4y.S selalu berdoa agar suaminya lekas diberikan
kesembuhan.
IV. PE%ERIKSAAN ,ISIK
!. Keadaan:2enampilan $mum
Kesadaran = ;omposmentis
((V =
a/ (, = !B":!"" mm7g
b/ 2erna&asan =
) Arekuensi = 009:menit
) *rama = teratur
c/ Suhu = 1CJ;
d/ 4adi =
) Arekuensi = D69:menit
) *rama = teratur
) Kekuatan = kuat
0. 2emeriksaan Aisik 7ead to (oe
a. Kepala, Fambut = #arna hitam sedikit beruban, rambut lengket, dan kusam, tidak ada kutu, terdapat
ketombe.
b. 'ata =
) 2alpebra = tidak udem, tidak petosis
) Konjungtiva = konjungtiva tidak anemis
) 2upil = isokor
) Sclera = tidak ikterik
) Fe&lek terhadap cahaya = R
) (idak menggunakan alat bantu penglihatan.
c. 7idung = lembab, bersih, tidak ada perna&asan cuping hidung
d. 'ulut = bibir lembab, mukosa mulut sedikit kotor, tidak ada saria#an
tidak ada gigi berlubang.
e. (elinga = sedikit kotor, sedikit serumen, kadang)kadang terjadi tinitus.
&. 5eher = tidak terjadi pembesaran kelenjar lim&e, tidak terjadi kaku
Kuduk
g. ,ada =
!/ 2aru)paru
)*nspeksi = -entuk dada simetris
)2alpasi = Vocal premitus getaran kanan kiri sama
)2erkusi = Sonor pada seluruh lapang paru
)Auskultasi = Vesikuler pada seluruh area paru, tidak ada suara na&as tambahan, inspirasi lebih pendek dari
ekspirasi.
0/ Gantung
)*nspeksi = *ctus cordis tidak tampak
)2alpasi = *; teraba di *;S % mid clavicula
)2erkusi = 2ekak, kon&igurasi jantung dalam batas normal
)Auskultasi = tidak ada bunyi tambahan.
h. Abdomen =
)*nspeksi = #arna sa#o matang, jaringan parut tidak
terlihat, umbilicus kotor.
)Auskultasi = 1"9:menit
)2erkusi = thympani
)2alpasi = tidak ada nyeri tekan
V. PE%ERIKSAAN PENUN!ANG
7ari:(anggal: Gam Genis 2emeriksaan Keterangan 7asil
Senin, 00 oktober 0"!0
"D."" L*-
!. Fo (hora9
0. Fo Sinus 2aranasal
1. EK3
(idak ada bercak)bercak, tidak ada &raktur ic
2enebalan mukosa sinus maksilaris duplek
(idak ada kelainan jantung
VIII. PRIORITAS DIAGNOSA
!. Fesiko jatuh b.d 3angguan keseimbangan 4 V***
0. 7ipertermi b.d Ketidake&ekti&an kerja hipotalamus
1. 3angguan rasa nyaman .nyeri akut/ b.d Agen cedera biologi
. 3angguan pola tidur b.d Aisiologi .nyeri seperti berputar)putar/
%. Fesiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d (idak adekuatnya intake makanan.
BAB IV PE%BAHASAN
A. Pengkajian
,ilakukan dengan cara #a#ancara.'enggali in&ormasi dari pasien langsung .Autoanamnesa/ dan in&ormasi
dari keluarga pasien .Alloanamnesa/ serta dengan data)data dari rekam medik pasien yang selalu digunakan
dalam segala aspek atau tindakan yang pernah dilakukan terhadap pasien.
'enurut 2ro&.,r.Sullies *ka#ati, Apt Vertigo disebabkan karena gangguan keseimbangan di telinga bagian
dalam atau mungkin di otak. -entuk paling sering dari vertigo adalah -enign 2aro9ymal 2ositional Vertigo
.-22V/, yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala
ke arah tertentu. Genis seperti ini umumnya tidak berat dan dapat teratasi. 2ada umunya penderita akan
merasakan sensasi gerakan seperti berputar, baik dirinya sendiri atau lingkungan yang berputar. Selain itu,
kadang ada juga yang disertai gejala mual muntah, berkeringat, dan gerakan mata yang abnormal. 3ejala ini
bisa terjadi dalam satuan menit atau jam, dapat bersi&at konstan atau episodik .kadang)kadang/. Ada pula yang
merasakan telinga berdenging, gangguan penglihatan, lemah, sulit bicara, atau kesulitan berjalan.*ka#ati, 0"!"/
4amun pada pasien yang menjadi kasus kelolaan ini mengalami pusing yang berputar)putar serta bagian sekitar
mata seperti ditarik)tarik kedalam. Suhu tubuh yang selalu tinggi dan derajat angkanya naik turun tapi tetap
konstan termasuk kedalam hipertermi. 2asien merasakan tubuhnya menggigil dan banyak mengeluarkan
keringat. Selama sakit na&su makan pasien turun, hal itu dikarenakan adanya mual muntah yang dirasa pasien.
5ima hari pasien hanya minum air putih dan enggan untuk mengkonsumsi nasi. 7erannya dengan kondisi lemah
yang dialami pasien ini masih dapat melakukan A,5 secara mandiri, meskipun nyeri .pusing/ yang dialami ini
lebih hebat dari nyeri yang dialami sebelumnya. 2asien juga memiliki ri#ayat pengobatan penyakit sinus yang
dideritanya sejak beberapa tahun yang lalu.
2emeriksaan &isik pada pasien dengan vertigo meliputi =
!. 4istagmus
0. 2emeriksaan neurologis dengan perhatian khusus pada =
a/ 2osturogra&i = tes Fomberg yang dipertajam, past)pointing test, 'anuver 4ylen)-arany atau ,i9)7allpike
b/ (es kalorik
c/ Sara&)sara& kranal
d/ Aungsi motorik dan sensorik
1. 2emeriksaan penunjang meliputi =
a/ 5aboratorium = darah lengkap, pro&il lipid, asam urat, dan hemostasis
b/ Aoto Fontgen servikal
c/ 4euro&isiologi sesuai indikasi = EE3 .elektroense&alogra&i/, E43 .elektronistagmogra&i/, E'3
.elektromiogra&i/, -AE2 .-rainstem Auditory Evoked 2otential/ dan audiometri
d/ 4euroimaging seperti ;( scan, 'F*, dan ateriogra&i untuk mengetahui keadaan lesi atau tidaknya bagian
kepala yang mempengaruhi sara&.
.,e#anto, dkk.0""D/
2ada pasien kelolaan hanya dilakukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium untuk mendukung diagnosa pada
pasien, karena dilihat dari tanda)tanda yang ada pasien positi& menderita vertigo.
B. Diagn#a
Setiap pasien dengan vertigo pasti memiliki keluhan yang berbeda)beda antara satu dengan yang lainnya.
4amun sebagian besar pasien mengalami kejadian yang sama. $ntuk keluhan yang berbeda akan memunculkan
diagnosa kepera#atan yang berbeda pula. -erikut adalah diagnosa kepera#atan utama pada pasien dengan
vertigo
!. Fisiko terhadap cedera berhubungan dengan perubahan mobilitas karena gangguan cara berjalan dan vertigo.
0. Kerusakan penyesuaian berhubungan dengan ketidakmampuan merubah gaya hidup yang diperlukan karena
si&at vertigo yang tidak dapat diperkirakan
1. Fisiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan haluaran cairan, perubahan masukan, dan
obat.
. Kurang pera#atan diri = makan, mandi:higiene, berpakaian:berdandan, toileting, berhubungan dengan dis&ungsi
labirin dan episode vertigo.
%. Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap, atau perubahan pada status kesehatan dan e&ek
ketidakmampuan dari vertigo. .-aughman,0"""/
,ari berbagai diagnosa diatas hanya ada satu yang sesuai dengan diagnosa kepera#atan pada pasien kasus
kelolaan yaitu risiko terhadap cedera. 4amun diagnosa lain bertolak belakang. Karena pada kasus kelolaan
muncul diagnosa sebagai berikut =
!. Fesiko jatuh b.d 3angguan keseimbangan 4 V***
,iagnosa ini diambil karena pada pasien selalu akti& untuk melakukan A,5 sendiri seperti ke kamar mandi
yang dilakukan secara mandiri tanpa ada seseorang yang menga#alnya. Sehingga resiko kemungkinan untuk
jatuh sangat besar terkait dengan kondisi pasien yang lemah dan merasa pusing seperti berputar.
0. 7ipertermi b.d Ketidake&ekti&an kerja hipotalamus
2ada pasien mengalami panas dan keluar keringat dingn serta suhu tubuh pasien selalu tinggi.
1. 3angguan rasa nyaman .nyeri akut/ b.d Agen cedera biologi
Kemungkinan pada pasien terjadi cedera pada bagian syara&nya karena dari hasil pemeriksaan Fontgen sinus
mengalami penebalan dan kemungkinan dapat menganggu sara& nervus vestibularis sehingga timbul nyeri tiba)
tiba dan terjadi vertigo.
. 3angguan pola tidur b.d Aisiologi .nyeri seperti berputar)putar/
Karena tingkat nyeri yang skalanya tinggi .skala nyeri pasien D/. Sangat mengganggu pola tidur pasien.
2asienpun susah untuk memulai tidur. -ahkan tidur malam hanya dirasakan kurang lebih 0 jam saja.
%. Fesiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d (idak adekuatnya intake makanan.
(imbulnya mual disertai muntah menjadi alasan utama untuk menegakan diagnosa resiko nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh. Selain itu disertai adanya intake yang tidak stabil karena pasien hanya minum banyak dan
tidak makan selama lima hari.
D. Inter0eni
Sasaran pasien mencakup tetap bebas dari setiap cedera yang berkaitan dengan ketidakseimbangan dan atau
jatuh = menyesuaikan pada modi&ikasi gaya hidup untuk mengurang ketidakmampuan dan menguatkan kontrol
dan kemandirian, mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, tidak mengalami ansietas yang
berkelanjutan serta mampu untuk melakukan A,5 .-aughman, 0"""/
2ada rencana kepera#atan lebih menekankan pada rencana kepera#atan untuk mengatasi diagnosa yang
muncul lebih dominan. 2era#at lebih mengutamakan tindakan mandiri pera#at daripada tindakan kolaborasi.
'eskipun tindakan mandiri pera#at lebih kecil presentase untuk mencapai keberhasilan, namun jika tetap
dilakukan secara berangsur)angsur akan menciptakan kesembuhan atau sedikit teratasinya keluhan yang
muncul.
2ada pasien kasus kelolaan lebih diutamakan untuk mengatasi resiko jatuh karena bahaya dari jatuh akan
memunculkan komplikasi yang serius pada pasien serta menambah keluhan yang dirasa pasien. $ntuk
mengatasi nyeri .pusing/ dilakukan setelah hipertermi dapat teratasi. Karena lebih mudah mengatasi hipertermi
daripada nyeri yang muncul. $ntuk mengatasi nyeri .pusing/ akan dilakukan proses terapi sederhana. 3angguan
pola tidur akan dilakukan tindakan pemberian lingkungan yang nyaman dan resiko nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh akan lebih ditekankan pada pemberian pendidikan kesehatan pada pasien untuk mengubah
kebiasaan makan serta pemberian motivasi tetap makan karena kesembuhan dimulai dari nutrisi yang baik.
BAB V
PENUTUP
A. Kei&'ulan
Setiap penyakit yang sama memiliki mani&estasi yang berbeda)beda. Seperti halnya pada penyakit vertigo ini
yang memunculkan diagnosa kepera#atan yang berbeda karena setiap diagnosa yang ditegakkan diambil dari
dasar keluhan pasien. (eori dan praktek adalah hal yang berhubungan, jika pada berbagai literatur telah
disampaikan mengenai penyakit vertigo yang memberikan tanda dan gejala sesuai penyakit. (ernyata sebagian
besar tanda dan gejala itu sama dengan realitas yang ada. 4amun menurut pendapat pro&.,r.Sullies *ka#ati, Apt
yang mengatakan bah#a vertigo dengan jenis pusing yang berputar dapat diatasi dengan mudah mungkin beda
penatalaksanaanya. -ukti nyata pasien dengan vertigo -22V tidak mudah untuk disembuhkan. 2asien pernah
mengalami penyakit yang sama sebelumnya dan sempat sembuh tapi tidak dapat sembuh total. 2asien telah
diberikan berbagai obat selama kurang lebih satu minggu untuk mengatasi pusing yang dideritanya namun
hasilnya pasien tetap merasa pusing, meskipun pusing yang dideritanya sedikit turun.
B. Saran
2asien dengan penyakit apapun pasti ada kalanya obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. +leh
karenanya jika pasien dengan vertigo ini sulit untuk disembuhkan hendaknya setiap tindakan kepera#atan baik
mandiri pera#at maupun kolaborasi harus dilakukan secara bertahap dan jangan sampai berhenti. 2asien vertigo
ini telah merasakan nyeri atau pusingnya sedikit turun setelah diberikan injeksi. ,ari in&ormasi pasien tersebut
kita dapat memberikan terapi obat injeksi sesuai yang telah diberikan pada pasien agar nyeri yang dirasakan
tidak kembali ke episode nyeri a#al yang dirasakan.
DA,TAR PUSTAKA
-aughman, ,iane ;.0""".Kepera#atan 'edikal)-edah -uku Saku dari -runner T Suddarth.Gakarta = E3;
,e#anto, 3eorge...Uet al.V.0""D.2anduan 2raktis ,iagnosis T (ata 5aksana 2enyakit Sara&.Gakarta = E3;
*ka#ati, Sullies.0"!".Fesep 7idup Sehat.Yogyakarta = Kanisius
Santosa, -udi.0""%.2anduan ,iagnosa Kepera#atan 4A4,A 0""%)0""6.Alih bahasa.Gakarta = 2rima 'edika
Lilkinson, Gudith '.0""B.-uku Saku ,iagnosis Kepera#atan dengan *ntervensi 4*; dan Kriteria 7asil
4+;.Gakarta = E3;

Anda mungkin juga menyukai