Anda di halaman 1dari 14

Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA

Langkah Pasti Menuju Sukses 8


BAB II
ELIMINASI GAUSS
2.1 Eliminasi Gauss
Pada bagian ini kita memberikan sebuah prosedur yang sistematis untuk
memecahkan sistem-sistem persamaan linier; prosedur tersebut didasarkan pada
pemikiran untuk mereduksi matriks yang diperbesar menjadi sebuah bentuk yang
cukup sederhana sehingga sistem persamaan dapat dipecahkan dengan
memeriksa sistem tersebut.
Pada langkah terakhir dari contoh 3 Bagian I, diperoleh matriks yang diperbesar
sebagai berikut.
1 0 0 1
0 1 0 2
0 0 1 3






Matriks pada bentuk di atas adalah sebuah contoh dari matriks yang dinyatakan
dalam bentuk eselon baris yang direduksi (reduced row-echelon form). Agar
berbentuk seperti ini, maka sebuah matriks harus mempunyai sifat-sifat berikut.
Sebuah matriks yang mempunyai sifat-sifat 1, 2, dan 3, dikatakan berada di dalam
bentuk eselon baris (row-echelon form).
Contoh 2.1
Matriks-matriks yang berikut berada dalam bentuk eselon baris yang direduksi.
0 1 2 0 1
1 0 0 4 1 0 0
0 0 0 1 3 0 0
0 1 0 7 , 0 1 0 , ,
0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 1 0 0 1
0 0 0 0 0

-






-


1. Jika sebuah baris tidak terdiri seluruhnya dari nol, maka bilangan tak nol
pertama di dalam baris tersebut adalah 1. (Kita namakan ini 1 utama).
2. Jika ada suatu baris yang terdiri seluruhnya dari nol, maka semua baris
seperti itu dikelompokkan bersama-sama di bawah matriks.
3. Di dalam sebarang dua baris yang berurutan yang tidak terdiri seluruhnya
dari nol, maka 1 utama di dalam baris yang lebih rendah terdapat lebih
jauh ke kanan daripada satu utama di dalam baris yang lebih tinggi.
4. Setiap kolom yang mengandung sebuah 1 utama mempunyai nol di
tempat lain.
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 9
Matriks-matriks yang berikut berada di dalam bentuk eselon baris.
0 1 2 6 0
1 4 3 7 1 1 0
0 0 1 1 0
0 1 6 2 , 0 1 0 ,
0 0 0 0 1
0 0 1 5 0 0 0
0 0 0 0 0



-





Untuk melihat bahwa suatu matriks di dalam bentuk eselon baris harus mempunyai
nol di bawah setiap 1 utama. Sebaliknya, sebuah matriks berada dalam bentuk
eselon baris yang direduksi harus mempunyai nol di atas dan di bawah setiap 1
utama.
Contoh 2.2
Misalkan bahwa matriks yang diperbesar untuk sebuah sistem persamaan-
persamaan linier telah direduksi oleh operasi baris menjadi bentuk eselon baris
yang direduksi seperti diberikan berikut ini. Selesaikanlah sistem tersebut.
(a)
1 0 0 5
0 1 0 2
0 0 1 4



-



(b)
1 0 0 4 1
0 1 0 2 6
0 0 1 3 2

-





(c)
1 6 0 0 4 2
0 0 1 0 3 1
0 0 0 1 5 2
0 0 0 0 0 0

-







(d)
1 0 0 0
0 1 2 0
0 0 0 1






Penyelesaian:
(a) Sistem persamaan-persamaan yang bersangkutan adalah
1
2
3
5
2
4
x
x
x
=
= -
=
Dapat dilihat bahwa akan diperoleh nilai-nilai, untuk
1 2 3
5, 2, 4. x x x = = - =
(b) Sistem persamaan-persamaan yang bersangkutan adalah
1 4
2 4
3 4
4 1
2 6
3 2
x x
x x
x x
+ = -
+ =
+ =
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 10
Karena
1 2
, x x dan
3
x bersesuaian dengan 1 utama di dalam matriks yang
diperbesar, maka kita menamakannya variabel-variabel utama (leading variables).
Dengan memecahkan variabel-variabel utama tersebut dalam
4
x maka akan
memberikan:
1 4
2 4
3 4
1 4
6 2
2 3
x x
x x
x x
= - -
= -
= -
Karena
4
x dapat diberikan sebarang nilai, katakanlah t, maka kita mempunyai tak
terhingga banyaknya penyelesaian. Himpunan penyelesaian ini diberikan oleh
rumus-rumus:
1 2 3 4
1 4 , 6 2 , 2 3 , x t x t x t x t = - - = - = - =
(c) Sistem persamaan-persamaan yang bersangkutan adalah
1 2 5
3 5
4 5
6 4 2
3 1
5 2
x x x
x x
x x
+ + = -
+ =
+ =
Di sini variabel-variabel utama adalah
1 3
, x x dan
4
x . Dengan menyelesaikan
variabel-variabel dalam variabel lainnya maka akan memberikan
1 5 2
3 5
4 5
2 4 6
1 3
2 5
x x x
x x
x x
= - - -
= -
= -
Karena
5
x dapat diberikan sebarang nilai t, dan
2
x dapat diberikan sebarang niai s,
maka akan ada tak berhingga banyaknya penyelesaian. Himpunan penyelesaian
tersebut diberikan oleh rumus-rumus:
1 2 3 4 5
2 4 6 , , 1 3 , 2 5 , x t s x s x t x t x t = - - - = = - = - =
(d) Persamaan terakhir di dalam sistem persamaan-persamaan yang
bersangkutan adalah
1 2 3
0 0 0 1 x x x + + =
Karena persamaan ini tidak pernah dapat dipenuhi, maka tidak ada penyelesaian
untuk sistem persamaan tersebut.
Kita baru saja melihat bagaimana mudahnya memecahkan sebuah sistem
persamaan-persamaan linier, sekali matriksnya yang diperbesar berada dalam
bentuk eselon baris yang direduksi. Sekarang akan diberikan sebuah prosedur
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 11
langkah-langkah penyelesaian yang dinamakan eliminasi Gauss-Jordan, yang
dapat digunakan untuk mereduksi sebarang matriks menjadi bentuk eselon baris
yang direduksi.
Perhatikan contoh berikut ini:
0 0 2 0 7 12
2 4 10 6 12 28
2 4 5 6 5 1

-


-


- - -

0 0 2 0 7 12
2 4 10 6 12 28
2 4 5 6 5 1

-


-


- - -

2 4 10 6 12 28
0 0 2 0 7 12
2 4 5 6 5 1

-


-


- - -

1 2 5 3 6 14
0 0 2 0 7 12
2 4 5 6 5 1

-


-


- - -

Langkah 1. Perhatikan kolom yang paling kiri (garis vertikal) yang tidak
terdiri seluruhnya dari nol.
Kalau tak nol yang paling kiri
Langkah 2. Pertukarkanlah baris atas dengan sebuah baris lain, jika perlu,
membawa sebuah entri tak nol ke atas kolom yang diperoleh
pada langkah 1.
Baris pertama dan baris kedua di
dalam matriks terdahulu dipertukarkan.
Langkah 3. Jika entri yang sekarang ada di atas kolom yang didapatkan di
dalam Langkah 1 adalah a, kalikanlah baris pertama dengan 1/a
untuk memperoleh sebuah 1 utama.
Langkah 4. Tambahkanlah kelipatan yang sesuai dari baris atas kepada
baris-baris yang di bawah sehingga semua entri di bawah 1
utama menjadi nol.
Baris pertama dari matriks terdahulu
dikalikan dengan 1/2.
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 12
1 2 5 3 6 14
0 0 2 0 7 12
0 0 5 0 17 29

-


-


- -

Keseluruhan matriks tersebut sekarang berada dalam bentuk eselon baris. Untuk
mencari bentuk eselon baris yang direduksi maka diperlukan langkah tambahan
sebagai berikut:
-2 kali Baris pertama dari matriks
terdahulu ditambahkan kepada baris
ketiga.
Baris pertama di dalam submatriks
dikalikan dengan - untuk
mendapatkan sebuah 1 utama
Langkah 5. Sekarang tutuplah baris atas di dalam matriks tersebut dan
mulailah sekali lagi dengan Langkah 1 yang dipakaikan kepada
submatriks yang masih sisa. Teruskanlah dengan cara ini
sampai keseluruhan matriks tersebut berada di dalam bentuk
eselon baris.
Kolom tak nol yang paling kiri di dalam
submatriks
1 2 5 3 6 14
0 0 2 0 7 12
0 0 5 0 17 29

-


-


- -

7
2
1 2 5 3 6 14
0 0 1 0 6
0 0 5 0 17 29

-


- -


- -

7
2
1
2
1 2 5 3 6 14
0 0 1 0 6
0 0 0 0 1

-


- -



-5 kali baris perama dari submatriks
ditambahkan kepada baris kedua dari
submatriks untuk mendapatkan
sebuah nol di bawah 1 utama.
7
2
1
2
1 2 5 3 6 14
0 0 1 0 6
0 0 0 0 1

-


- -



Baris atas di dalam submatriks ditutupi
dan kita kembali lagi ke Langkah 1.
Kolom tak nol yang paling kiri di dalam
submatriks yang baru
7
2
1 2 5 3 6 14
0 0 1 0 6
0 0 0 0 1 2

-


- -



Baris pertama (dan hanya baris
pertama) di dalam submatriks yang
baru dikalikan dengan 2 untuk
mendapatkan sebuah 1 utama
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 13
Matriks yang terakhir berada di dalam bentuk eselon baris yang direduksi.
Contoh 2.3
Pecahkanlah dengan menggunakan eliminasi Gauss-Jordan.
1 2 3 5
1 2 3 4 5 6
3 4 6
1 2 4 5 6
3 2 2 0
2 6 5 2 4 3 1
5 10 15 5
2 6 8 4 18 6
x x x x
x x x x x x
x x x
x x x x x
+ - + =
+ - - + - = -
+ + =
+ + + + =
Matriks yang diperbesar untuk sistem tersebut adalah:
Langkah 6. Dengan memulai dari baris tak nol terakhir dan bekerja ke arah
atas, tambahkanlah kelipatan yang sesuai dari setiap baris
kepada baris-baris yang di atas untuk mendapatkan nol di atas 1
utama.
1 2 5 3 6 14
0 0 1 0 0 1
0 0 0 0 1 2

-





7/2 kali baris ketiga dari matriks
terdahulu ditambahkan kepada baris
kedua.
1 2 5 3 0 2
0 0 1 0 0 1
0 0 0 0 1 2

-





-6 kali baris ketiga ditambahkan
kepada baris pertama
1 3 2 0 2 0 0
2 6 5 2 4 3 1
0 0 5 10 0 15 5
2 6 0 8 4 18 6

-


- - - -





1 2 0 3 0 2
0 0 1 0 0 1
0 0 0 0 1 2






5 kali baris kedua ditambahkan kepada
baris pertama
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 14
Dengan menambahkan -2 kali baris pertama kepada baris pertama dan baris
keempat maka akan memberikan:
Dengan mengalikan baris kedua dengan -1 dan kemudian menambahkan -5 kali
baris kedua kepada baris ketiga dan -4 kali baris kedua kepada baris keempat
maka akan memberikan:
Dengan mempertukarkan baris ketiga dan baris keempat dan kemudian
mengalikan baris ketiga dari matriks yang dihasilkan dengan 1/6 maka akan
memberikan bentuk
Dengan menambahkan -3 kali baris ketiga kepada baris kedua dan kemudian
menambahkan 2 kali baris kedua dari matriks yang dihasilkan kepada baris
pertama maka akan menghasilkan bentuk eselon baris yang direduksi.
Sistem persamaan yang bersangkutan adalah
1 2 4 5
3 4
1
6 3
3 4 2 0
2 0
x x x x
x x
x
+ + + =
+ =
=
1 3 2 0 2 0 0
0 0 1 2 0 3 1
0 0 5 10 0 15 5
0 0 4 8 0 18 6

-


- - - -





1 3 2 0 2 0 0
0 0 1 2 0 3 1
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 6 2

-







1
3
1 3 2 0 2 0 0
0 0 1 2 0 3 1
0 0 0 0 0 1
0 0 0 0 0 0 0

-







1
3
1 3 0 4 2 0 0
0 0 1 2 0 0 0
0 0 0 0 0 1
0 0 0 0 0 0 0








Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 15
Dengan menyelesaikannya untuk variabel-variabel utama, maka kita memperoleh
1 2 4 5
3 4
1
6 3
3 4 2
2
x x x x
x x
x
= - - -
= -
=
Jika kita menetapkan nilai-nilai sebarang r, s, dan t berturut-turut untuk x
2
, x
4
, dan
x
5
, maka himpunan penyelesaian tersebut diberikan oleh rumus-rumus
1
1 2 3 4 5 6 3
3 4 2 , , 2 , , , x r s t x r x s x s x t x = - - - = = - = = =
Contoh 2.4
Untuk lebih memudahkan, maka untuk memecahkan sebuah sistem persamaan
linier adalah dengan mengubah matriks yang diperbesar ke dalam bentuk eselon
baris tanpa meneruskannya ke bentuk eselon baris yang direduksi. Bila hal ini
dilakukan maka sistem persamaan yang bersangkutan dapat diselesaikan dengan
sebuah cara yang disebut substitusi balik (back substitution). Metode ini akan
diuraikan dengan menggunakan sistem persamaan pada Contoh 2.3.
Dari perhitungan di dalam Contoh 2.3, maka sebuah bentuk eselon baris dari
matriks yang diperbesar tersebut adalah
Untuk menyelesaikan sistem persamaan yang bersangkutan
1 2 3 5
3 4 6
1
6 3
3 2 2 0
2 3 1
x x x x
x x x
x
+ - + =
+ + =
=
Maka kita meneruskannya sebagai berikut:
1 2 3 5
3 4 6
1
6 3
3 2 2
1 2 3
x x x x
x x x
x
= - + -
= - -
=
1
3
1 3 2 0 2 0 0
0 0 1 2 0 3 1
0 0 0 0 0 1
0 0 0 0 0 0 0

-







Langkah 1. Selesaikanlah persamaan-persamaan tersebut untuk variabel-
variabel utama.
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 16
Dengan mensubstitusikan
1
6 3
x = ke dalam persamaan kedua maka akan
menghasilkan
1 2 3 5
3 4
1
6 3
3 2 2
2
x x x x
x x
x
= - + -
= -
=
Dengan mensubstitusikan
3 4
2 x x = - ke dalam persamaan pertama maka akan
menghasilkan
1 2 4 5
3 4
1
6 3
3 4 2
2
x x x x
x x
x
= - - -
= -
=
Jika kita memberikan nilai-nilai sebarang r, s, dan t berturut-turut untuk x
2
, x
4
, dan
x
5
maka himpunan penyelesaian tersebut diberikan oleh rumus-rumus
1
1 2 3 4 5 6 3
3 4 2 , , 2 , , , x r s t x r x s x s x t x = - - - = = - = = =
Ini sesuai dengan penyelesaian yang diperoleh pada Contoh 2.3.
2.2 Sistem Persamaan Linier Homogen
Tiap-tiap persamaan linier mempunyai satu penyelesaian, atau tak terhingga
penyelesaian, atau tidak mempunyai penyelesaian sama sekali.
Sebuah sistem persamaan linier dikatakan homogen jika semua suku konstan
sama dengan nol; yakni sistem tersebut mempunyai bentuk
11 1 12 2 1
21 1 22 2 2
1 1 2 2
0
0
0
n n
n n
m m mn n
a x a x a x
a x a x a x
a x a x a x
+ + + =
+ + + =
+ + + =
L
L
M M M M
L
Langkah 2. Dimulai dengan persamaan bawah dan bekerja ke arah atas,
substitusikan berturut-turut setiap persamaan ke dalam semua
persamaan yang di atasnya.
Langkah 3. Tetapkanlah nilai-nilai sebarang kepada setiap variabel yang tak
utama.
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 17
Tiap-tiap sistem persamaan linier homogen adalah sistem yang konsisten, karena
1 2
0, 0, , 0
n
x x x = = = L selalu merupakan sebuah penyelesaian. Penyelesaian
tersebut dinamakan penyelesaian trivial (trivial solution); jika ada penyelesaian
lain, maka penyelesaian lain tersebut dinamakan penyelesaian tak trivial (non
trivial solution).
Karena sebuah sistem persamaan linier homogen harus konsisten, maka akan ada
satu penyelesaian atau tak hingga banyaknya penyelesaian. Karena salah satu
diantara penyelesaian ini adalah penyelesaian trivial, maka kita dapat membuat
pernyataan yang berikut.
Untuk sebuah sistem persamaan linier homogen, maka salah satu dari pernyataan
berikut ini adalah benar.
1. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial
2. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyaknya penyelesaian yang tak
trivial sebagai tambahan kepada penyelesaian trivial tersebut.
Sebuah sistem persamaan linier homogen dipastikan mempunyai penyelesaian
yang tak trivial yakni, bilamana sistem tersebut melibatkan lebih banyak bilangan
yang tidak diketahui daripada banyaknya persamaan.
Contoh 2.5
Selesaikan sistem persamaan linier homogen berikut dengan menggunakan
eliminasi Gauss Jordan.
1 2 3 5
1 2 3 4 5
1 2 3 5
3 4 5
2 2 0
2 3 0
2 0
0
x x x x
x x x x x
x x x x
x x x
+ - + =
- - + - + =
+ - - =
+ + =
Matriks yang diperbesar untuk sistem tersebut adalah
2 2 1 0 1 0
1 1 2 3 1 0
1 1 2 0 1 0
0 0 1 1 1 0

-


- - -


- -



Dengan mereduksi matriks ini menjadi bentuk eselon baris yang direduksi, maka
diperoleh:
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 18
1 1 0 0 1 0
0 0 1 0 1 0
0 0 0 1 0 0
0 0 0 0 0 0








Sistem persamaan yang bersangkutan adalah
1 2 5
3 5
4
0
0
0
x x x
x x
x
+ + =
+ =
=
Dengan memecahkannya untuk variabel-variabel utama maka akan menghasilkan:
1 2 5
3 5
4
0
x x x
x x
x
= - -
= -
=
Maka himpunan penyelesaiannya akan diberikan oleh:
1 2 3 4 5
, , , 0, x s t x s x t x x t = - - = = - = =
Perhatikan bahwa penyelesaian trivial didapatkan bila s=t=0.
Contoh 2.5 menggambarkan dua hal yang penting mengenai cara memecahkan
sistem persamaan-persamaan linier homogen. Yang pertama, tidak satupun dari
ketiga operasi baris elementer tersebut yang dapat mengubah kolom nol terakhir di
dalam matriks yang diperbesar tersebut, sehingga sistem persamaan yang
bersesuaian dengan bentuk eselon baris yang direduksi dari matriks yang
diperbesar harus juga merupakan sebuah sistem homogen (lihat sistem (1) pada
Contoh 2.5). Yang kedua, bergantung pada apakah bentuk eselon baris yang
direduksi dari matriks yang diperbesar mempunyai satu baris nol, maka banyaknya
persamaan di dalam sistem yang direduksi sama dengan atau lebih kecil daripada
banyaknya persamaan di dalam sistem aslinya. Jadi jika sistem homogen yang
diberikan mempunyai m persamaan dengan n bilangan yang tidak diketahui dan m
< n, dan jika ada r baris yang tak nol di dalam bentuk eselon baris yang direduksi
dari matriks yang diperbesar maka kita akan mempunyai r < n; jadi sistem
persamaan yang bersesuaian dengan bentuk eselon baris yang direduksi dari
matriks yang diperbesar akan terlihat seperti
(1)
Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 19
1
2
() 0
() 0
0
() 0
k
k
kr
x
x
x
+ S =
+ S =
=
+ S =
L
L
L M
(2)
Dimana
1 2
, ,
k k kr
x x x L adalah variabel-variabel utama dan () S menyatakan jumlah
yang melibatkan ke n - r variabel yang masih sisa. Dengan memecahkannya
untuk variabel-variabel utama maka akan memberikan
1
2
()
()
()
k
k
kr
x
x
x
= - S
= - S
= - S
M
Kita dapat memberikan nilai-nilai sebarang kepada variabel-variabel utama pada
ruas kiri dan dengan demikian akan mendapatkan tak hingga banyaknya untuk
sistem tersebut.
Teorema 1. Sebuah sistem persamaan linier homogen dengan lebih banyak
bilangan yang tak diketahui daripada banyaknya persamaan selalu mempunyai
tak terhingga banyaknya untuk sistem tersebut.
Latihan
1. Yang manakah dari matriks berikut yang merupakan bentuk eselon baris yang
direduksi?
(a)
1 0 0
0 0 0
0 0 1






(b)
0 1 0
1 0 0
0 0 0






(c)
1 1 0
0 1 0
0 0 0






(d)
1 2 0 3 0
0 0 1 1 0
0 0 0 0 1
0 0 0 0 0








(e)
1 0 0 5
0 0 1 3
0 1 0 4






(f)
1 0 3 1
0 1 2 4




Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 20
2. Yang manakah dari matriks berkut yang merupakan bentuk eselon baris?
(a)
1 2 3
0 0 0
0 0 1






(b)
1 7 5 5
0 1 3 2

-



(c)
1 1 0
0 1 0
0 0 0






(d)
1 3 0 2 0
1 0 2 2 0
0 0 0 0 1
0 0 0 0 0








(e)
2 3 4
0 1 2
0 0 3






(f)
0 0 0
0 0 0
0 0 0






3. Dalam setiap bagian misalkanlah bahwa matriks yang diperbesar untuk sebuah
sistem persamaan linier telah direduksi oleh operasi baris menjadi bentuk
eselon baris yang direduksi seperti yang diberikan. Carilah penyelesaian dari
sistem persamaan linier tersebut
.
(a)
1 0 0 4
0 1 0 3
0 0 1 2






(b)
1 0 0 3 2
0 1 0 1 4
0 0 1 1 2



-



(c)
1 5 0 0 5 1
0 0 1 0 3 1
0 0 0 1 4 2
0 0 0 0 0 0

-







(d)
1 2 0 0
0 0 1 0
0 0 0 1






4. Dalam setiap bagian misalkanlah bahwa matriks yang diperbesar untuk sebuah
sistem persamaan linier telah direduksi oleh operasi baris menjadi bentuk
eselon baris yang direduksi seperti yang diberikan. Pecahkanlah sistem
tersebut.
(a)
1 2 4 2
0 1 2 1
0 0 1 2

-


- -



(b)
1 0 4 7 10
0 1 3 4 2
0 0 1 1 2



- - -



(c)
1 5 4 0 7 5
0 0 1 1 7 3
0 0 0 1 4 2
0 0 0 0 0 0

- - -







(d)
1 2 2 2
0 1 3 3
0 0 0 1






Buku Panduan Belajar Aljabar Linear STMIK TRIGUNA DHARMA
Langkah Pasti Menuju Sukses 21
5. Pecahkanlah setiap sistem persamaan berikut dengan menggunakan eliminasi
Gauss Jordan.
(a)
(b)
(c)
6. Pecahkanlah setiap sistem persamaan dalam Latihan 5 dengan menggunakan
eliminasi Gauss.
1 2 3
1 2 3
1 2 3
2 8
2 3 1
3 7 4 10
x x x
x x x
x x x
+ + =
- - + =
- + =
1 2 3
1 2 3
1 2 3
2 2 2 0
2 5 2 0
7 7 0
x x x
x x x
x x x
+ + =
- + + =
- + + =
2 1
2 2 2 2
2 4 1
3 3 3
x y z w
x y z w
x y z w
x w
- + - = -
- - - = -
- + - + =
- = -