Anda di halaman 1dari 2

Non- Maleficence

Tidak berbuat yang merugikan (non-maleficence). Praktik Kedokteran haruslah


memilih pengobatan yang paling kecil risikonya dan paling besar manfaatnya.
Misalnya segera melakukan pemeriksaan kerana kecurigaan. Kaidah ini pula
penting terutama sekali ketika waktu-waktu emergensi atau gawat darurat.
Kaidah ini bermaksud tidak menimbulkan bahaya atau kecederaan kepada
pasien dari segi fizikal atau psikologis. Prinsip non-maleficence ini boleh
digambarkan dengan kata ini yaitu “primum non nocere” iaitu pertama jangan
menyakiti. Prinsipo ini menjadi suatu kewajipan apabila:

• Pasien berada dalam keadaan yang sangat berbahaya atau berisiko


kehilangan sesuatu yang sangat penting seperti nyawa atau anggota
badan.
• Tindakan dokter tadi ialah yang paling efektif pada waktu itu.
• Manfaat bagi pasien adalah lebih berbanding manfaat kepada dokter.

Ciri-ciri kaidah Non-Maleficence ialah:

• Menolong pasien yang emergensi


• Mengobati pasien yang luka
• Tidak membunuh pasien
• Tidak menghina atau memanfaatkan pasien
• Tidak memandang pasien sebagai obyek
• Tidak membahayakan kehidupan pasien kerana kelalaian
• Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan atau
kerumahsakitan yang merugikan pihak pasien atau keluarganya
• Memberikan semangat hidup
• Melindungi pasien dari serangan
• Manfaat bagi pasien lebih banyak daripada kerugian dokter

Contoh dalam skenario ialah:

• “maka dr. Tenar melakukan pemeriksaan EKG karena kecurigaan terjadi


penyempitan pembuluh darah jantung”
• “Ibu Menor tak sempat dilakukan pengukuran tekanan darahnya, langsung
diberikan resep sakit kencing yang sudah langganan ia derita 5 tahun ini.
Dr. Tenar hanya memeriksa sekilas dan menyalin resep dari catatan medis
yang disodorkan zoster”
Definisi

Bioetika berasal dari kata ‘bios’ yang berarti hidup atau segala sesuatu yang
menyangkut kehidupan, dan kata ‘ethicos’ yang berhubungan dengan etika atau
moral. Pada awalnya bioetika dikemukakan oleh V.P Potter, munculnya konsep
ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah-masalah yang timbul dari kecerobohan
manusia seperti polusi lingkungan yang berkembang cepat, sehingga
menyebabkan lingkungan bumi beserta sistem ekologinya berada dalam bahaya.
Masalah lingkungan ini mengancam kelestarian manusia di muka bumi. Pada
saat itu bioetika merupakan ilmu untuk mempertahankan hidup dalam
mengatasi kepunahan lingkungan dan mengatasi kepunahan manusia.

Dalam perkembangannya bioetika cenderung mengarah pada penanganan issu-


issu tentang nilai-nilai dan etika yang timbul karena perkembangan ilmu dan
teknologi serta biomedis yang cepat selama 15 tahun terakhir. Misalnya di
bidang medis, bioetika hanya mengarah pada ketentuan atau kode-kode tentang
hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan dalam tindakan medis seperti
seperti transplantasi, kloning, aborsi, bayi tabung dan lain-lain. Jadi pengertian
bioetika di atas berbeda dengan konsep awal yang diperkenalkan oleh Potter,
yaitu etika yang diterapkan dalam menghadapi masalah-masalah lingkungan.

Bioetika adalah studi interdisiplin tentang masalah-masalah yang ditimbulkan


oleh perkembangan biologi dan kedokteran, baik dalam skala mikro, serta
dampaknya pada masyarakat sistem nilai kini dan di masa yang akan datang.
(Abel, 1997)

Bioetika adalah studi disiplin yang berkaitan dengan moralitas pelayanan


kesehatan, yang menyangkut dokter, pasien, institusi pelayanan kesehatan, dan
kebijakan pelayanan kesehatan. (McCullough, 1994)