Anda di halaman 1dari 1

Gejala yang terdapat pada pasien :

1. Perilaku aneh
2. Bicara kacau
3. Marah-marah tanpa sebab dan membahayakan
4. Waham yang bizar
5. Halusinasi audiotorik
6. Disfungsi social dan pekerjaan



Skizofrenia dapat terjadi akibat gangguan pada neurotransmitter di otak yaitu dopamine
dan serotonin. Pada mesolimbic pathway serotonin bekerja menginhibisi dopamine,
tertapi karena kadarnya rendah terjadi peningkatan dopamine sehingga muncul gejala
positif contohnya bicara kacau, waham, halusinasi dan perilaku aneh. Di mana
mesolimbic pathway berjalan dari tegmental arena menuju ke sistem limbik. Sistem
limbik berperan pada memori, sikap, emosi, kesadaran dan proses stimulus. Pada
mesocortical dan nigrostriatal pathway kerja serotonin adalah menstimulasi kerja dari
dopamine, akibat dari kurangnya serotonin maka dopamine pada jalur ini akan menurun
sehingga terjadi gejala negatif dan gejala ekstrapiramidal. Contohnya seperti penarikan
diri yang memungkinkan adanya disfungsi social dan pekerjaan. Dimana mesocortical
pathway berjalan dar tagmental menuju ke arena frotal korteks yang mengatur kognisi,
fungsi social, komunikasi dan respon terhadap stress sehingga pada pasien skizofrenia
dapat juga mengalami gangguan kognitif yang dapat menyebabkan disfungsi pekerjaan.
Nigrostriatal pathway berjalan dari substansi nigra ke basal ganglia untuk fungsi gerakan.

Pada skizoafektif terjadi kombinasi antara skizofrenia dan gangguan mood atau suasana
hati yang berat (depresi atau mania). Dari gejala pasien yang marah-marah dan
membahayakan maka pasien menunjukan skizoafektif tipe depresi. Menurut hipotesis
amina biogenik, depresi disebabkan karena berkurangnya senyawa monoamine terutama
noradrenalin dan serotonin. Seperti yang kita ketahui pada pasien skizofrenia juga
terdapat kurangnya serotonin yang mingkin berhubungan dengan depresi. Serotonin
berfungsi sebagai pengatur mood terutama untuk anxietas, behavior atau tingkah laku,
nafsu makan dan sirkulasi serebral pada migraine sehingga apabila terjadi kelainan pasien
akan mengalami gangguan mood dan tingkah lakunya. Pasien bisa menjadi marah-marah
dan berperilaku aneh. Teori lain menyebutkan bahwa kontrol emosi diperoleh dari
keseimbangan antara serotonin dan adrenalin. Serotonin mempunyai fungsi regulasi
terhadap noradrenalin yang menentukan kondisi emosi pasien. Apabila kadar serotonin
pasien rendah dan noradrenalin rendah maka pasien akan mengalami depresi.
NB : untuk skizofrenianya sama kayak diatas