Anda di halaman 1dari 5

Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan yang berlebih dari kelenjar, dan stroma

disertai pembentukan vaskularisasi dan infiltrasi limfosit pada endometrium. Bersifat


noninvasif, yang memberikan gambaran morfologi berupa bentuk kelenjar yang irreguler
dengan ukuran yang bervariasi. Pertumbuhan ini dapat mengenai sebagian maupun seluruh
bagian endometrium. Hiperplasia endometrium ini diakibatkan oleh hiperestrinisme atau
adanya stimulasi unoppesd estrogen (estrogen tanpa pendamping progesteron / estrogen tanpa
hambatan). Kadar estrogen yang tinggi ini menghambat produksi onadotrpin (feedba!k
me!hanism). "kibatnya rangsangan terhadap pertumbuhan folikel berkurang, kemudian
terjadi regresi dan diikuti perdarahan. Pada #anita perimenopause sering terjadi siklus yang
anovulatoar sehingga terjadi penurunan produksi progesteron oleh korpus luteum sehingga
estrogen tidak diimbangi oleh progesteron. "kibat dari keadaan ini adalah terjadinya
stimulasi hormon estrogen terhadap kelenjar maupun stroma endometrium tanpa ada
hambatan dari progesteron yang menyebabkan proliferasi berlebih dan terjadinya hiperplasia
pada endometrium. $uga terjadi pada #anita usia menopause dimana sering kali mendapatkan
terapi hormon penganti yaitu progesteron dan estrogen, maupun estrogen saja.
%strogen tanpa pendamping progesterone (unoppesd estrogen) akan menyebabkan penebalan
endometrium. Peningkatan estrogen juga dipi!u oleh adanya kista ovarium serta pada #anita
dengan berat badan berlebih.
Klasifikasi
&enurut 'orld Health (rgani)ation ('H() dan the *nternational +o!iety of yne!ologi!
Pathologists terdapat , jenis hiperplasia yakni, simpel, kompleks, simpel atipik, dan
kompleks atipik. Klasifikasi ini didasarkan pada risiko progresi menjadi kanker endometrium.
-aktor utama menentukan hal tersebut ialah adanya sitologi atipik yang se!ara bermakna
meningkatkan kemungkinan menjadi kanker.
.. +impel hyperplasia, peningkatan jumlah kelenjar dengan bentuk regular ./. Kategori ringan
dan tak akan berakhir dengan keganasan sehingga penderita tetap masih bisa hamil.
0. +impel atipik hyperplasia, sama seperti komplek hiperplasi tetapi mengandung
sitologi atipik. 1aitu gambaran hiperkromatik,sel epitel yang membesar dengan
peningkatan rasio inti dengan sitoplasma 2/3.4/.
5. Kompleks "tipik hyperplasia, sama seperti simple atipik namun rasionya 06/356/.
Penigkatan kelenjar sedikit stroma endometrium, pola dan formasi kelenjar sangat
komplek dan irregular. kategori berbahaya, biasanya merupakan !ikal bakal terjadinya
kanker. *ni yang perlu di#aspadai.
,. Kompleks hyperplasia, peningkatan kelenjar sedikit stroma endometrium, pola dan
formasi kelenjar sangat komplek dan irregular 5/36/
Gejala dan tanda
Karena hiperplasia endometrium dan karsinoma endometrium mempunyai gejala perdarahan
abnormal maka dapat dilakukan anamnesis yang mengarah kepada keganasan untuk
menyingkirkan diagnosis karsinoma endometrium. Biasanya pada tipe hyperplasia tanpa
atipia bersifat asimtomatik. +elain itu dapat juga ditemukan gejala perdarahan setelah
menopause, vaginal dis!harge, kram pada abdominal ba#ah.
+iklus menstruasi tak teratur,
"menore ataupun menstruasi terus3menerus dan banyak.
+ering mengalami plek / sering menemukan noda3noda darah di pakaian dalam
+akit kepala, mudah lelah serta tidak bergairah saat beraktivitas
"nemia berat.
7ampak berkelanjutannya adalah bisa mengalami kesulitan hamil terserang anemia.
Hubungan suami3istri pun terganggu karena biasanya terjadi perdarahan yang !ukup parah.
Diagnosis
7iagnosis hiperplasia endometrium dapat ditegakkan dari pemeriksaan patologi anatomi dari
pemeriksaan jaringan yang berasal dari biopsi endometrium atau dilatasi kuretase (7 8 9)
Pemeriksaan Penunjang
+ebagai pemeriksaan gold standard hiperplasia endometrium adalah pemeriksaan patologi
anatomi dari biopsi endometrium, sedangkan pemeriksaan penunjang noninvasif yang dapat
dilakukan adalah ultrasonografi transvaginal, namun pemeriksaan ini belum dapat
menggantikan pemeriksaan patologi anatomi.
Pemeriksaan Ultrasonografi
Pada #anita pas!a menopause ketebalan endometrium pada pemeriksaan ultrasonografi
transvaginal kira kira : , mm. ;ntuk dapat melihat keadaan dinding !avum uteri se!ara lebih
baik maka dapat dilakukan pemeriksaan hysterosonografi dengan memasukkan !airan
kedalam uterus
Biopsy
7iagnosis hiperplasia endometrium dapat ditegakkan melalui pemeriksaan biopsi yang dapat
dikerjakan se!ara poliklinis dengan menggunakan mikrokuret. &etode ini juga
dapatmenegakkan diagnosa keganasan uterus.
Dilatasi dan Kuretase
7ilakukan dilatasi dan kuretase untuk terapi dan diagnosa perdarahan uterus.
Histeroskopi
Histeroskopi adalah tindakan dengan memasukkan peralatan teleskop ke!il kedalam uterus
untuk melihat keadaan dalam uterus dengan peralatan ini selain melakukan inspeksi juga
dapat dilakukan tindakan pengambilan sediaan biopsi untuk pemeriksaan histopatologi.
Diagnosis Banding
Hiperplasia mempunyai gejala perdarahan abnormal oleh sebab itu dapat dipikirkan
kemungkinan karsinoma endometrium, abortus inkomplit, leiomioma, polip.
Karsinoma endometrium
<eiomioma uteri
Polip endometrium
Tatalaksana
Pasien dengan hiperplasia dapat diterapi dengan terapi progestin atau histerektomi,
tergantung dari usia dan adanya keinginan untuk memiliki anak. 'anita3#anita muda dengan
hiperplasia sederhana seringkali berhasil diterapi dengan pil kontrasepsi oral, progesterone
periodik #ithdra#al atau progestin dosis tinggi. Histerektomi dianjurkan pada pasien dengan
hiperplasia atipikal kompleks. Pasien3pasien yang masih memiliki keinginan untuk memiliki
anak atau mereka yang memiliki masalah kesehatan lain yang menyulitkan operasi dapat
diterapi dengan progestin dosis tinggi sambil dia#asi dengan ketat melalui biopsi endometrial
yang diulang setiap 53= bulan.
>erapi progestin sangat efektif dalam mengobati hiperplasia endometrial tanpa atipi, akan
tetapi kurang efektif untuk hiperplasia dengan atipi. >erapi !y!li!al progestin
(medro?yprogesterone asetat .4304 mg/hari untuk ., hari setiap bulan) atau terapi !ontinuous
progestin (megestrol asetat 043,4 mg/hari) merupakan terapi yang efektif untuk pasien
dengan hiperplasia endometrial tanpa atipi. >erapi !ontinuous progestin dengan megestrol
asetat (,4 mg/hari) kemungkinan merupakan terapi yang paling dapat diandalkan untuk
pasien dengan hiperplasia atipikal atau kompleks. >erapi dilanjutkan selama 035 bulan dan
dilakukan biopsi endometrial 53, minggu setelah terapi selesai untuk mengevaluasi respon
pengobatan.
Biopsi endometrial berkala atau ;+ transvaginal dianjurkan untuk dilakukan pada pasien
dengan hiperplasia atipikal setelah terapi progestin, karena kemungkinan adanya kanker yang
tidak terdiagnosa pada 06/ dari kasus, 0@/ kemungkinan progresi ke arah kanker dan angka
kekambuhan yang tinggi setelah diterapi dengan progestin.
Pada pasien peri3 dan postmenopause dengan hiperplasia atipikal yang mengalami
kekambuhan setelah terapi progestin atau yang tidak dapat mentoleransi efek samping maka
dianjurkan untuk histerektomi vaginal atau abdominal.
Komplikasi
Progresi ke arah karsinoma endometrium mun!ul pada sekitar .4/ jenis hiperplasia atipikal
sederhana dan 543,4/ pada hiperplasia atipikal kompleks.
Prognosis
;mumnya lesi pada hiperplasia atipikal akan mengalami regresi dengan terapi progestin,
akan tetapi memiliki tingkat kekambuhan yang lebih tinggi ketika terapi dihentikan
dibandingkan dengan lesi pada hiperplasia tanpa atipi.
Penelitian terbaru menemukan bah#a pada saat histerektomi =0,6/ pasien dengan
hiperplasia endometrium atipikal yang tidak diterapi ternyata juga mengalami karsinoma
endometrial pada saat yang bersamaan. +edangkan pasien dengan hiperplasia endometrial
tanpa atipi yang di histerektomi hanya 6/ diantaranya yang juga memiliki karsinoma
endometrial.
Daftar Pustaka
.. Branson Kathleen H. angguan Aeproduksi 'anita. 7alamB +ylvia ". Pri!e, <orraine &.
'ilson. Patofisiologi Konsep Klinis Proses3Proses Penyakit. Colume 0. %disi =. $akartaB
%9D 044=B .0@03@5
0. Prajitno Aaden P. %ndometriosis. 7alamB *lmu kandungan. $akartaB P> Bina Pustaka
+ar#ono Pra#iroharjoD 0442B 5.,3.=
5. . anong '.-. .@@0. Buku "jar -isiologi Kedokteran. $akarta B Penerbit Buku Kedokteran
%9
,. 'iknjosastro H. .@@E. *lmu Kebidanan, $akarta, 1ayasan Bina Pustaka +ar#ono
Pra#irohardjo.
6. &o!htar A. .@@2. +inopsis (bstetri B (bstetri -isiologi, (bstetri Patologi. $akarta, %9.

Anda mungkin juga menyukai