Anda di halaman 1dari 22

Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada sebuah sistem rem pada sebuah sepeda motor memegang kendali dalam
keselamatan berkendara (safety riding). Beragam sistem pengereman yang ada
sekarang ini membuat pengendara harus pintar dalam memilih sehingga
keselamatan pengendara bisa lebih terjamin. Salah satu sistem pengereman
sepeda motor Honda Blade yang ada adalah sistem pengereman cakram (Disk
Brake) untuk bagian depan dan Sistem Pengereman Tromol (Drum Brake) di
bagian belakang. Sistem rem cakram dinilai lebih efektif dalam mengurangi laju
kendaraan, tetapi beresiko bila sedang dalam kecepatan tinggi untul mengurangi
kecelakaan pada saat pengereman digunakanlah rem belakang sebagai option
untuk mengurangi laju dan penggunaan rem cakram depan sebagai penghentian
total.
Hal ini karena sistem rem cakram roda depan akan menentukan faktor
keselamatan pengendara jika akan berhenti tiba-tiba atau karena suatu hal yang
berbahaya hingga sepeda motor harus berhenti segera. Karena banyaknya jenis
sepeda motor yang ada sekarang, penulis memilih sepeda motor Honda Blade
sebagai objek analisis sistem pengereman. Selain jumlahnya yang cukup banyak
beredar di masyarakat, penulis juga dengan mudah mendapatkan sepeda motor ini
sehingga tidak menyulitkan dalam proses analisis nantinya.

1.2 Tujuan
Tujuan dari analisis sistem pengereman cakram ini adalah :
1. Mengetahui mekanisme sistem pengereman sebuah motor Honda Blade.
2. Menentukan braking capacity dari sistem pengereman cakram tersebut.
3. Menetukan jarak dan waktu pengereman yang aman.
4. Menentukan umur sistem pengereman cakram tersebut.

Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 2

5. Menetukan biaya yang dikeluarkan dalam pemakaian sistem pengereman
cakram ini pada sepeda motor Honda Blade.

.
1.3 Metode Penelitian
1.3.1 Studi literatur
Meliputi internet sebagai referensi dan buku panduan.
1.3.2 Pengamatan dimensi rem motor di lapangan
Hanya melakukan pengukuran tanpa melakukan penggantian
1.3.3 Analisis dengan rumus dari literatur
1.3.4 Diskusi dengan teman

1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dari Analisis Sistem Pengereman Cakram Roda Depan
Sepeda Motor Honda Blade adalah yang terkait :
1. Mekanisme kerja sistem dual pengereman ( cakram dan tromol)
2. Waktu & jarak pengereman yang aman.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan analisis ini dimulai dengan pendahuluan yang
berisi latar belakang dimulainya analisis ini, tujuan dari analisis itu sendiri,
metode yang digunakan penulis dalam menganalisis, batasan masalah yang akan
menjadi fokus utama, & sistematika penulisan laporan analisis tersebut.
Setelah itu, dilanjutkan dengan teori dasar yang mendukung proses analisis
ini. Kemudian, dilakukan pengolahan data yang diperoleh dari pengukuran
langsung dimensi & spesifikasi teknis sepeda motor itu sendiri yang kemudian
akan dianalisis hasilnya hingga didapat suatu kesimpulan yang menjawab dari
tujuan dilakukannya analisis ini.


Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 3

BAB II
TEORI DASAR
2.1 Sistem Pengereman Cakram Pada Sepeda Motor
Sistem pengereman cakram khususnya pada Sepeda Motor Honda
Blade adalah salah satu sistem pengereman yang dipakai pada kendaraan,
dalam hal ini sepeda motor. Dengan menggunakan piringan (disk) yang
terpasang pada roda, sistem ini akan bekerja ketika caliper yang digerakkan
oleh piston (dari handle bar) mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram
sehingga laju kendaraan pun melambat (gambar 1). Sistem pengereman
cakram ini kini banyak dipakai karena dinilai efektif dalam mengurangi laju
kendaraan.


Gambar 1. Sistem Rem Cakram Pada Motor Honda Blade




Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 4

Berikut komponen-komponen yang ada pada rem cakram :
1. Master rem
Master rem ini berfungsi sebagai penekan minyak rem. Karena sistem kerja
dari rem cakram adalah tekanan minyak rem terhadap kaliper rem. Di dalam
master rem ini ada beberapa komponen yang menempel. Yaitu :
Sebuah bak penampung minyak rem.
Kemudian handle sebagai penekan piston
Pegas sebagai memantul handle agar kembali ke posisi semula
Piston atau penekan.
Alat ini lah yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup lubang
aliran minyak rem yang ada di bak penampung.setelah membuka lubang
kemudian piston ini menekan minyak rem ke arah kaliper.
2. Selang
Selang ini berfungsi sebagai penyalur dari minyak rem yang mendapat
tekanan dari piston di kaliper.
3. Kaliper rem
Setelah minyak melalui selang kemudian berlanjut ke kaliper rem. Di kaliper
rem ini ada batang penekan atau piston lagi. Fungsinya untuk menekan kampas
rem atau sepatu rem.
Ada beragam jumlah piston dalam kaliper, ada yang menggunakan satu piston
saja ada dua, tiga bahkan empat. Tapi fungsinya tetap sama yaitu menekan
kampas rem.
4. kampas rem/sepatu rem
Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 5

Tekanan berlanjut ke kampas rem. Kampas biasanya terbuat dari
campuran asbes yang di bentuk sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan
gesekan dan cengraman yang sangat kuat terhadap piringan atau disc. Di dalam
sebuah kampas biasanya ada garis-garis atau alur. Fungsinya untuk mengurangi panas
akibat gesekan selain itu juga sebagai tempat pembuangan serpihan kampas yang
terkikis akibat gesekan.
1. Piringan (disc)
Tekanan dari kampas rem berlanjut di piringan cakram. Karena kedua kampas
rem menjepit dengan kuat sebuah piringan cakram maka terjadilah gesekan yang
mampu memperlambat laju kendaraan.
2. Minyak rem
Minyak rem sebagai media atau perantara tekanan.untuk kualitasnya minyak
rem biasanya diganti setiap 15.000 km atau 1.5 th sekali (dalam keadaan normal).
Master rem juga perlu di bersihkan. Hal ini untuk menjaga agar, reservoir tempat
minyak rem selalu bersih dan bebas karat. Angin yang masuk ke dalam master rem
atau pun selang minyak rem juga perlu di buang, untuk menjaga agar daya
pengereman maksimal.
Gambar 2.2 Geometri Area Kontak Sepatu Rem
Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 6

Untuk Menentukan besar torsi dan gaya normal rem cakram dapat digunakan
persamaan-persamaan berikut ini :
T =

. p. A. dA
T =

(r
0
+ r
1
) F
n
........................................... ( Pers. 1 )



F
n
=

. p . dA
F
n
= 2p
max
(r
0
- r
1
) ........................................... ( Pers. 2 )
Dimana : = Koefisien gesek rem
p = Gaya normal
r
0
= Jari-jari dalam
r
1
= Jari-jari luar
T = Torsi pengereman
F
n
= Gaya pengereman tangensial

2.2 Mekanisme Kerja Sistem Pengereman Cakram
Mekanisme kerja sistem ini adalah sebagai berikut :
1. Tangan (gaya) menarik handle bar hingga piston yang terletak di dekat pin
handle bar menekan fluida kerja (minyak rem).
2. Fluida kerja tersebut akan tertekan dan mengalir di dalam selang hingga
menekan sepasang piston pada caliper.
3. Piston pada caliper tersebut akan menekan brake pads sehingga brake pads
pun akan menekan piringan (disk).
4. Dalam kondisi brake pads yang diam & piringan yang berputar inilah
terjadi perbedaan kecepatan relative antar keduanya sehingga hal ini akan
menimbulkan gesekan pada piringan & membuat laju kendaraan akan
berkurang.
Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 7


2.3 Sistem pengereman Tromol
Konstruksi rem tromol umumnya terdiri dari komponen-komponen
seperti: sepatu rem (brake shoe), tromol (drum), pegas pengembali (return
springs), tuas penggerak (lever), dudukan rem tromol (backplate), dan
cam/nok penggerak

2.4 Sistem pengereman Tromol Pada Sepeda Motor
Sistem rem digunakan untuk memperlambat ataupun menghentikan sepeda motor.
Selain itu sistem rem juga berfungsi sebagai alat pengaman dan menjamin
pengendaraan yang aman. Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi
energi panas. Umumnya,rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan
penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect)
diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek / benda.

Gambar 4. Putaran Rotasi Pada Rem Tromol

Torsi Pengereman :
T
B
= . P
1
. b . r
2
(cos
1
- cos
2
)
Untuk 2 sepatu maka :
T
B
= 2{ . P
1
. b . r
2
(cos
1
- cos
2
)} ................. ( Pers. 4 )
Untuk menghitung jumlah momen dari gaya normal terhadap tumpuan O
1

Gambar 3. Mekanisme Kerja Sistem Pengereman Cakram
Pada Sepeda Motor Honda Blade
Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 8

M
N =


p
1.
b.r.oo
1
[ (
2
-
1
) +


(sin2
1
- sin2
2
) ] .... ( Pers. 5 )
Jumlah momen dari gaya gesek terhadap tumpuan O
2

M
F
= . p
1
. br [ r (cos
1
- cos
2
) +

(cos2
2
cos2
1
)] ... ( Pers. 6 )
Untuk sepatu utama dan sekunder, Momen terhadap tumpuan O
1

F
1
x L = M
N
- M
F
F
2
x L = M
N
- M
F
....... ( Pers. 7 )





Gambar 5. Komponen-komponen Rem Tromol


Pada sepeda motor sistem rem yang digunakan adalah rem tromol atau rem
cakram. Untuk pengoperasian rem tromol biasanya menggunakan cara pengoperasian
mekanikal atu menggunakan tuas. Sedangkan rem cakram ada yang menggunakan
mekanik dan ada yang menggunakan model hidrolis.
- Rem tromol Rem tromol pada sepeda motor komponen utamanya adalah
menggunakan tromol atau drum yang di tekan oleh kanvas.

Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 9



Gambar 6. Sepatu Rem/Brake Shoe


Komponen rem tromol
- kanvas rem - anchor pen
- cam - per pembalik
- tromol/ drum
komponen rem tromol depan sepeda motor apabila di urutkan seperti gambar dibawah


cara kerja rem tromol pada sepeda motor

1. sebelum rem bekerja.


Gambar 7. Cara Kerja Rem Tromol

Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 10



Pada saat tuas rem belum di tarik / di injak maka rem belum bekerja. Di antara
tromol dan kanvas rem masih ada celah dan tidak bersinggungan. Per pengembali
kanvas masih belum meregang.



2. setengah pengereman



Gambar 8. Cara Kerja Rem Tromol




Apabila tuas rem ditarik setengah maka akan mulai terjadi pergerakan pada
komponen rem. Cam akn bergerak memutar dan kanvas akan bergerak keluar
sehingga akan mulai bergesekan dengan drum/ tromol. Terjadilah gesekan kecil
dan rem bekerja sedikit.







Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 11

3. rem bekerja penuh



Gambar 9. Cara kerja Rem Tromol


Pada saat rem tuas rem di tarik penuh maka akan terjadi gesekan yang kuat
antara tromol dan kanvas rem. Cam memutar maksimal dan penekanan pada kanvas
rem dengan tromol kuat sehingga dengan adanya gaya gesekan yang kuat akan
mampu menghentikan putaran tromol. Per pengembali juga meregang maksimal.

4. Pelepasan rem


Gambar 10. Cara Kerja Rem Tromol
Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 12

Saat pelepasan rem adalah dimana tuas dilepas dan kembali pada posisi
semula. Per pengembali kanvas bekerja untuk mengembalikan kedudukan kanvas
seperti pada saat belum bekerja. Gesekan antara kanvas dan tromol tidak ada.


















Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 13

BAB III
PENGOLAHAN DATA

3.1 Dimensi Rem Cakram
No Komponen Ukuran Satuan

Rem Cakram

1. Piringan (Disk)
Diameter luar 200 mm
Diameter dalam 110 mm
Lingkaran (lubang) kecil 8 mm
2. Brake Pads (Sepatu Rem)
Tebal 6 mm

Sudut
1
75 Derajat

Sudut
2
105 Derajat
3. Clearence (sepatu rem dengan piringan) 2 mm

Rem Tromol
1. Diameter Tromol dalam 110 mm
2. Brake Shoes (Kanvas Rem)


Ketebalan kampas rem 4,5 mm

Lebar daerah pengereman 25,5 mm

Sudut kontak
1
30 derajat

Sudut kontak
2
150 derajat

Jarak F1 dan F2 pada tumpuan O
1
dan O
2
86 mm




Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 14

3.2 Spesifikasi Teknik Motor
Berikut, data spesifikasi teknik sepeda motor Honda Blade.
Parameter Nilai Satuan
Daya (N) 12,462 HP
Putaran (n) 8000 rpm
Torsi Maksimum (T) 88 kgf.cm
Tekanan (p) 690 kPa

3.3 Perhitungan Sistem Pengereman
Sistem Rem Cakram
Diketahui : r
1
= 115 mm = 11,5 cm
r
2
= 55 mm = 5,5 cm
p = 4 kgf = 0,4
Ditanya : Gaya normal dan Torsi pengereman ?
Jawab :
a). Gaya Normal
F
n
= 2 . p
max
( r
0
r
1
) .......................... ( Pers. 2 )
F
n
= 2 . 4 . ( 11,5 5,5 )
= 150,796 kg.cm
b). Torsi Pengereman
T =

(r
0
+ r
1
) F
n
...................................... ( Pers. 1 )
T =

. 0,4 . (11,5 + 5,5) . 150,796


Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 15

= 512,7 kg.cm

Sistem Rem Tromol
Diketahui : b = 25,5 mm = 2,55 cm
r = 55 mm = 5,5 cm
L = 8,6 cm = 0,4
p
1
= 4 kg
Ditanya : Torsi Pengereman dan besarnya F
1
dan F
2
?
Jawab :
a). Torsi pengereman
T
B
= .p
1
. r
2
( cos
1
- cos
2
) .......................... ( Pers. 3 )
= 0,4 . 4 . 2,55 . (5,5)
2
( cos 30
0
- cos 150
0
)
= 123,42( )
= 213,77 kg.cm
b). Total pengereman untuk 2 sepatu rem
T
B
= 2 [ .p
1
. r
2
( cos
1
. cos
2
)] .......................... ( Pers. 4 )

= 2 . 213,77
= 427,54 kg.cm
c). Besar gaya F
1
dan F
2

OO
1
=

= 4,965 cm ........................... ( Pers. 5 )


Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 16

1
= 30
0
= 30 x


2
= 150
0
= 150 x


= 0,524 rad = 2,618 rad

d). Jumlah momen dari gaya normal terhadap tumpuan O
1

M
N
=

. p
1
.b . r . OO
1 .
[ (
1 -

2
) +

( sin 2
1 -
sin 2
1
) ] .... ( Pers. 6 )
=

. 4 .2,55 . 5,5 . 4,965


.
[ ( 2,618 0,524 ) +

( sin 60
-
sin 300

) ]
= 139,27 . 2,96
= 412,24 kg.cm
e). Jumlah momen dari gaya gesek terhadap tumpuan O
2
M
F
= . p
1
.b .
.
[ r (
1 -

2
) +

( cos 2
2 -
cos 2
2
) ] ..... ( Pers. 7 )
= . 4 . 2,55 .
.
[ 5,5 (cos 30 cos 150 ) +

( cos 300

cos 60 )
= 4,08 . ( 9,526 + 0 )
= 38,866 kg.cm






Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 17

f). Untuk sepatu rem utama, ambil momen tumpuan dari O
1

F
1
. l = M
N
- M
F
.......................... ( Pers. 8 )
F
1
. 8,6 = 412,24 - 38,866
=



= 43,42kg
g). Untuk sepatu rem sekunder, ambil momen tumpuan dari O
2

F
2
. l = M
N
+ M
F
.......................... ( Pers. 9 )
F
2
. 8,6 = 412,24 + 38,866
=


= 52,45 kg








Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 18

BAB IV
ANALISIS DATA
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa setelah didesain ulang dengan
material yang agak mahal (di tabel mendapat nilai III) yakni Hard steel or sintered
metal with oil film menghasilkan performa yang sangat baik. Dengan berat
pengendara 57 kg dan gaya tekan tuas rem 6 kgf, maka didapatkan data umur
pemakaiannya yang mencapai 418, 835 jam, atau 1 tahun 1 bulan, 23 hari.
Dengan gaya sebesar ini, untuk mengehentikan sepeda motor dari laju 110
km/jam, pengendara sepeda motor hanya membutuhkan waktu 0,296 detik dan
jarak 4,528 meter.
Bila rem pada roda belakang tidak ikut dioperasikan, maka motor akan
mengalami slip dimana ban depan sudah berhenti namun ban belakang masih
melakukan dorongan pada kendaraan. Hal ini akan menyebabkan pengendara
terlempar ke depan. Hal ini bisa diantisipasi dengan memperkecil gaya yang
diberikan kepada tuas pengereman.




Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 19

BAB V
KESIMPULAN & SARAN
1. Sistem pengereman depan yang digunakan pada Motor Honda Blade 110 adalah
Cakram hidrolik dengan piston ganda
2. Cara kerja sistem pengereman depan pada sepeda motor ini menggunakan sistem
hidrolik. Tuas handle bar diberi gaya yang akan mendorong piston pada handle
dan menekan oli ke calliper. Dengan menggunakan persamaan hidrolik maka
akan didapatkan gaya tekan yang lebih besar pada calliper yang akan mendorong
piston pada calliper dan menekan pada set sehingga memberikan gaya gesek
pada piringan cakram.
3. Dengan gaya pengereman yang sama pada handle bar sebesar 6 F [kgf], rem
cakram akan menghasilkan daya pengereman (braking capacity) = 220,38 kgf
[kgf.cm]. Daya pengereman ini cukup besar sehingga daya pengereman pada
sistem pengereman ini bisa dikategorikan cukup baik.
4. Pada kecepatan yang cukup tinggi (sekitar 110 km/jam) sistem pengereman
menghasilkan braking time 0,296 s dan braking distance 4,528 meter. Hal ini
menunjukkan sistem pengereman ini baik dan cukup sesuai untuk digunakan
pada sepeda motor yang memiliki akselerasi yang baik ini.
5. Dengan asumsi kecepatan pemakaian rata-rata 50 km/jam, pada kondisi kering
maupun basah, umur pemakaian rem (Lb) berkisar 418,835 jam pemakaian.
6. Dengan asumsi kecepatan pemakaian rata-rata 50 km/jam, biaya yang
dikeluarkan per jam pemakaian pada kondisi basah maupun adalah kering
sebesar Rp 78 / jam.




Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 20



DAFTAR PUSTAKA

Niemann, G. E. 1978. Machine Elements. Springer-Verlag.

Norton, R. L. 1996. Machine Design. Prentice Hall : Worchester.

Shigley, E. 1989. Mechanical Engineering Design. Prentice Hall.

http://www.mkm-honda.com/produk/supra-x-125-r/spesifikasi.html


















Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 21

Lampiran


SPESIFIKASI TEKNIK BLADE 110R
Spesifikasi Standart
Panjang X lebar X tinggi : 1855 x 709 x 1071 mm
Jarak sumbu roda : 1221 mm
Jarak terendah ke tanah : 147 mm
Berat kosong : 96,8 kg
Tipe rangka : Tulang Punggung
Tugas Elemen Mesin II ( spesifikasi rem motor honda blade ) 22

Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun Shock Breaker Ganda
Ukuran ban depan : 70/90 17 M/C 38P
Ukuran ban belakang : 80/90 17 M/C 44P
Rem depan : Cakram Hidrolik Piston Tunggal
Rem belakang : Tromol
Kapasitas tangki bahan bakar: 3,7 Liter
Tipe mesin : 4 Langkah,SOHC
Diameter x langkah : 50 x 55,6 mm
Volume langkah : 109,1 cc
Perbandingan kompresi : 9,0 : 1
Daya maksimum : 8,46 PS/ 7500 rpm
Torsi maksimum : 0.86 Kgfm / 5500 rpm
Kapasitas minyak pelumas mesin : 0,8 liter
Kopling Otomatis : Ganda, otomatis, sentrifugal, tipe basah
Gigi transmsi : 4 kecepatan rotari
Pola pengoperan gigi : Rotari/ bertautan tetap
Starter : Electric starter & kick starter
Aki : MF Battery, 12V 3,5 Ah
Busi : ND U20EPR9S, NGK CPR6EA-9S
Sistem pengapian : DC CDI, Battery