Anda di halaman 1dari 9

Kesadahan

Nama Kelompok :

1. FAUZAN .M.B 1252010005
2. JAYANTI EKA.R 1252010006
3. FAUZIAH UMAHUK 1252010014
4. ALISIA LODONG 1252010035
5. FIRA LARAS.S 1252010042
6. AVISENA L.H 1252010046


JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS VETERAN JAWA TIMUR
2012





KESADAHAN



Kesadahan

Kesadahan berasal dari kata sadah yang berarti mengandung kapur, jadi kalau kesadahan
air adalah adanya kandungan kapur yang berlebih yang terdapat dalam air yang disebabkan oleh
lapisan tanah kapur yang dilaluinya. Jenis sumber air yang banyak mengandung sadah adalah air
tanah khususnya air tanah dalam.

A. Pengertian Kesadahan
Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penyebab air
menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca
2+
, Mg
2+
, atau dapat juga disebabkan karena
adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr
dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil.

Kesadahan Air
Pengertian kesadahan air adalah kemampuan air mengendapkan sabun, dimana sabun ini
diendapkan oleh ion-ion yang telah sebutkan diatas. Karena penyebab dominan/utama
kesadahan adalah Ca
2+
dan Mg
2+
, khususnya Ca
2+
, maka arti dari kesadahan dibatasi sebagai
sifat/karakteristik air yang menggambarkan konsentrasi jumlah dari ion Ca
2+
dan Mg
2+
, yang
dinyatakan sebagai CaCO
3
.
Air sadah menyebabkan sabun sukar berbuih karena ion-ion Ca
2+
dan Mg
2+
mengendapkan
sabun. Contoh reaksinya yaitu:

Ca
2+
+ 2CH
3
(CH
2
)16COO
-
(aq) Ca(CH
3
(CH
2
)16COO)
2
(s)

Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi dan lawannya
biasanya disebut air lunak atau air yang memiliki kadar mineral sangat rendah misalnya air
hujan.

Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air,
umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Air
sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air
lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan magnesium,
penyebab kesadahan juga bisa merupakan ionlogam lain maupun garam-
garam bikarbonat dan sulfat. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air
adalah dengan sabun. Dalam air lunak, sabun akan menghasilkan busa yang banyak. Pada air
sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Kesadahan
air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO
3
.

B. Analisis Kesadahan Air
Cara paling mudah untuk mengetahui air yang selalu anda gunakan adalah air sadar atau
bukan dengan menggunakan sabun. Ketika air yang anda gunakan adalah air sadah, maka
sabun akan sukar berbiuh, kalaupun berbuih, berbuihnya sedikit. Kemudian untuk mengetahui
jenis kesadahan air adalah dengan pemanasan. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan,
sabun tetap sukar berbuih, berarti air yang anda gunakan adalah air sadah tetap. Cara yang
lebih kompleks adalah melalui titrasi
Baik kalsium atau magnesium dapat bereaksi dengan EDTA membentuk senyawa
kompleks. Apabila dalam suatu sampel air terdapat ion-ion magnesium saja kemudian
ditambahkan indikator EBT maka ion magnesium(II) akan mengikat indikator EBT. (H3In)
menghasilkan kompleks berwarna merah (Mg-In), apabila larutan magnesium dititrasi dengan
EDTA maka kompleks Mg-In akan terputus dan membentuk kompleks Mg-EDTA yang lebih
stabil daripada kompleks Mg-In, sedangkan In berada dalam keadaan bebas berwarna biru.
Titrasi dihentikan ketika warna biru jelas telah terbentuk.

Mg
2+
+ HIn
2-
(biru) MgIn
-
(merah) + H
+

MgIn
-
(merah) + H
2
Y
2-
MgY
2-
+ HIn
2-
+ H
+

Ion kalsium(II) juga dapat bereaksi dengan EBT menghasilkan kompleks Ca-In, tetapi
kompleks ini kurang stabil jika dibandingkan dengan kompleks Mg-In. Sebaliknya kompleks
Ca-EDTA lebih stabil jika dibandingkan dengan kompleks Mg-EDTA.
Ini berarti bahwa jika dalam larutan hanya terdapat ion kalsium (II), dan kemudian
dititrasi dengan EDTA maka perubahan warna akan terjadi jauh sebelum titik akhir tercapai.
Untuk mengatasi kekurangan ini maka pada analisis kalsium ditambahkan sedikit magnesium
yang akan mengikat indikator lebih stabil.

C. Jenis-jenis Kesadahan Air
Pembagian Jenis Kesadahan Air sadah digolongkan menjadi dua jenis, berdasarkan jenis
anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+), yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap.
Berdasarkan sifatnya, kesadahan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Air sadah sementara
Air sadah sementara adalah air sadah yang mengandung ion bikarbonat (HCO
3-
), atau
boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium bikarbonat (Ca(HCO
3
)
2
) dan atau
magnesium bikarbonat (Mg(HCO
3
)
2
). Air yang mengandung ion atau senyawa-senyawa
tersebut disebut air sadah sementara karena kesadahannya dapat dihilangkan dengan
pemanasan air, sehingga air tersebut terbebas dari ion Ca
2+
dan atau Mg
2+

2. Air sadah tetap
Air sadah tetap adalah air sadah yang mengadung anion selain ion bikarbonat, misalnya
dapat berupa ion Cl
-
, NO
3-
dan SO
4
2-
. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi berupa
kalsium klorida (CaCl
2
), kalsium nitrat (Ca(NO
3
)
2
), kalsium sulfat (CaSO
4
), magnesium
klorida (MgCl
2
), magnesium nitrat (Mg(NO
3
)
2
), dan magnesium sulfat (MgSO
4
). Air yang
mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena kesadahannya tidak
bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan.

D. Tipe-tipe Kesadahan Air
Secara lebih rinci kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu: (1) kesadahan
umum(general hardness atau GH) dan (2) kesadahan karbonat (carbonate
hardness atau KH). Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pulatipe
kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai kesadahan total atau total hardness.
Kesadahan total merupakan penjumlahan dari GH dan KH, yaitu jumlah ion-ion Ca
2+
dan
Mg
2+
yang dapat ditentukan melalui titrasi EDTA dan menggunakan indikator yang peka
terhadap semua kation tersebut. Kesadahan total dapat juga ditentukan dengan menggunakan
jumlah ion Ca
2+
dan ion Mg
2+
yang dianalisa secara terpisah misalnya metode AAS.

(1). Kesadahan umumatau General Hardness merupakan ukuran yang menunjukkan
jumlah ion kalsium (Ca
2+
) dan ion magnesium (Mg
2+
) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya
ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif
sulit diukur sehingga diabaikan. Kesadahan Umum (GH) pada umumnya dinyatakan dalam
satuan ppm (part per million/satu persejuta bagian) kalsium karbonat (CaCO
3
), tingkat
kekerasan (dH), atau dengan menggunakan konsentrasi molar CaCO
3
. Satu satuan
kesadahan Jerman atau dH sama dengan 10 mg CaO (kalsium oksida) perliter air.
Kesadahan pada umumnya menggunakan satuan ppm CaCO
3
, dengan demikian satu satuan
Jerman (dH) dapat diekspresikan sebagai 17.8 ppm CaCO
3
. Sedangkan satuan konsentrasi
molar dari 1 mili ekuivalen = 2.8 dH = 50 ppm. Berikut adalah kriteria selang kesadahan
yang biasa dipakai:

0 4 dH, 0 70 ppm : sangat rendah (sangat lunak)
4 8 dH, 70 140 ppm : rendah (lunak)
8 12 dH, 140 210 ppm : sedang
12 18 dH, 210 320 ppm : agak tinggi (agak keras)
18 30 dH, 320 530 ppm : tinggi (keras)

(2). Kesadahan Karbonat (KH) merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion
bikarbonat (HCO
3
-
) dan karbonat (CO
3
2-
) di dalam air. Dalam aquarium air tawar, pada
kisaran pH netral, ion bikarbonat lebih dominan, sedangkan pada aquarium air laut ion
karbonat lebih berperan. KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari
kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H
+
). Oleh
karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat kemasaman,
kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk menunjukkan hal yang
sama. Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat kemasaman, KH berperan
sebagai agen pem-bufferan yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH. KH pada
umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan diekspresikan dalam
CaCO
3
seperti halnya GH. Jika CaCO
3
sebagai alkalinitas dan kesadahan, maka kesadahan
karbonat ditentukan sebagai berikut :
a. Alkalinitas kesadahan total
Kesadahan karbonat (mg/l) = kesadahan total (mg/l)
b. Alkalinitas < kesadahan total
Kesadahan karbonat (mg/l) = alkalinitas (mg/l)

Adapun kesadahan non karbonat ialah jumlah kesadahan akibat kelebihan kesadahan
karbonat. Kesadahan non karbonat = kesadahan total kesadahan karbonat kation. Kation
kesadahan non karbonat berikatan dengan anion-anion sulfat nitrat.

E. Dampak Kesadahan
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa
masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa
dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air sadah
yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah membentuk
gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar dihilangkan. Efek ini timbul karena ion 2+
menghancurkan sifat surfaktan dari sabun dengan membentuk endapan padat (sampah sabun
tersebut). Komponen utama dari sampah tersebut adalah kalsium stearat, yang muncul dari
stearat natrium, komponen utama dari sabun:

2 C
17
H
35
COO
-
+ Ca
2+
(C
17
H
35
COO)
2
Ca

Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah
kerugian. Pada industri yang menggunakan ketel uap, air yang digunakan harus terbebas dari
kesadahan. Hal ini dikarenakan kalsium dan magnesium karbonat cenderung mengendap
pada permukaan pipa dan permukaan penukar panas. Presipitasi (pembentukan padatan tak
larut) ini terutama disebabkan oleh dekomposisi termal ion bikarbonat, tetapi bisa juga
terjadi sampai batas tertentu walaupun tanpa adanya ion tersebut. Penumpukan endapan ini
dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air di dalam pipa. Dalam ketel uap, endapan
mengganggu aliran panas ke dalam air, mengurangi efisiensi pemanasan dan memungkinkan
komponen logam ketel uap terlalu panas. Dalam sistem bertekanan, panas berlebih ini dapat
menyebabkan kegagalan ketel uap. Kerusakan yang disebabkan oleh endapan kalsium
karbonat bervariasi tergantung pada bentuk kristal, misalnya, kalsit atau aragonit.

F. Cara Menanggulangi Kesadahan
1. Pemanasan
Kesadahan Sementara dapat dihilangkan dengan jalan pemanasan. Dengan jalan pemanasan
senyawa-senyawa yang mengandung ion bikarbonat (HCO
3-
)akan mengendap pada dasar
ketel. Reaksi yang terjadi adalah :
Ca(HCO
3
)
2
(aq) > CaCO
3
(s) + H
2
O (l) + CO
2
(g)
Mg(HCO
3
)
2
(aq) > MgCO
3
(s) + H
2
O (l) + CO
2
(g)

2. Dengan Cara Kimia
Untuk membebaskan air dari kesadahan tetap, tidak dapat dengan jalan pemanasan
melainkan harus dilakukan dengan cara kimia, yaitu dengan mereaksikan air tersebut dengan
zat-zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu Na
2
CO
3
(aq)
atau K
2
CO
3
(aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion
Ca
2+
dan atau Mg
2+
.
CaCl
2
(aq) + Na
2
CO
3
(aq) > CaCO
3
(s) + 2NaCl (aq)
Mg(NO
3
)
2
(aq) + K
2
CO
3
(aq) > MgCO
3
(s) + 2KNO
3
(aq)
Dengan terbentuknya endapan CaCO
3
atau MgCO
3
berarti air tersebut telah terbebas dari ion
Ca
2+
atau Mg
2+
atau dengan kata lain air tersebut telah terbebas dari kesadahan.

3. Pengenceran
Pengenceran dengan menggunakan air destilasi (air suling/aquadest) dapat pula dilakukan
untuk menurunkan kesadahan. Air yang memiliki tingkat kesadahan yang tinggi, dapat
diencerkan dengan air yang bebas sadah.

4. Reverse osmosis (RO) atau deioniser (DI)
Cara yang paling baik untuk menurunkan kesadahan adalah dengan menggunakan
reverse
osmosis (RO) atau deioniser (DI). Celakanya metode ini termasuk dalam metode yang mahal.
Hasil reverse osmosis akan memilikikesadahan = 0, oleh karena itu air ini perlu dicampur
dengan air keran sedemikian rupa sehingga mencapai nilai kesadahan yang diperlukan.

5. Penggunaan asam-asam organic
Penurunan secara alamiah dapat pula dilakukan dengan menggunakan jasa asam-asam
organik (humik/fulvik) , asam ini berfungsi persis seperti halnya yang terjadi pada proses
deionisasi yaitu dengan menangkap ion-ion dari air pada gugus-gusus karbonil yang
terdapat pada asam organik (tanian). Beberapa media yang banyak mengandung asam-
asam organik ini diantaranya adalah gambut yang berasal dari Spagnum (peat moss), daun
ketapang, kulit pohon Oak, dll.
Proses dengan gambut dan bahan organik lain biasanya akan menghasilkan warna air
kecoklatan seperti air teh. Sebelum gambut digunakan dianjurkan untuk direbus terlebih
dahulu, agar organisme-organisme yang tidak dikehendaki hilang.

6. Penggunaan resin pelunak air (penukar ion)
Resin pelunak air komersial dapat digunakan dalam skala kecil, meskipun demikian
tidak efektif digunakan untuk sekala besar. Resin adalah zat yang punya pori yang besar
dan bersifat sebagai penukar ion yang berasal daripolysterol, atau polyakrilat yang
berbentuk granular atau bola kecil dimana mempunyai struktur dasar yang bergabung
dengan grup fungsional kationik, non ionik/anionik atau asam. Dalam prosoes ini natrium
(Na) pada umumnya digunakan sebagai ion penukar, sehingga pada akhirnya natrium akan
berakumulasi pada hasil air hasil olahan. Kelebihan natrium (Na) dalam air akuarium
merupakan hal yang tidak dikehendaki.

7. Penggunaan Zeolit
Zeolit adalah aluminosilikat berhidrat, alami atau buata, dengan struktur Kristal
berdimenci tiga terbuka, yang di dalam kisinya teerdapat molekul air. Air dapat diusih
lewat pemanasan dan zeolit kemudian dapat menyerap molekul lain yang ukurannya
cocok. Zeolit digunakan untuk memisahkan campuran lewat penyerapan terpilih
(selektif).