Anda di halaman 1dari 35

KEDOKTERAN KELUARGA

ASMA BRONKIALE
Fikiawati Triana 030.06.091
I Putu Eka D. S 030.07.109
Maria Priska Erlan 030.08.154
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. Nuriyah
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 31 tahun
Status Pernikahan : Menikah
Alamat :Dusun Perbotan RT 04/ RW 04,
Desa Kalisari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten
Magelang, Jawa tengah.
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh Tani dan Pengrajin Bambu

IDENTITAS KK
Nama : Tn. Slamet
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 38 tahun
Status Pernikahan : Menikah
Alamat :Dusun Perbotan, Desa
Kalisari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten
Magelang, Jawa tengah.
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh LepaS

DAFTAR ANGGOTA KELUARGA KANDUNG

No Nama Keduduk
an dalam
Keluarga
Jenis
Kelamin
Umur
(th)
Pendi
dikan
Pekerjaan Keterangan
1 Slamet KK L 38 Tamat
SD
Buruh
Lepas
Sehat
2 Nuriyah Istri KK P 31 Tamat
SD
Buruh
Tani dan
Pengrajin
Bambu
Sakit
3 Ahmad
Suriadi
Anak I L 21 SMA
kelas
1
Pelajar Sehat
DAFTAR ANGGOTA KELUARGA YANG TINGGAL
SERUMAH
No Nama Kedudukan
dalam
Keluarga
Jenis
Kelamin
Umur
(th)
Pendidikan Pekerjaan Keterangan
1 Slamet KK L 38 Tamat SD Buruh
Lepas
Sehat
2 Nuriyah Istri KK P 31 Tamat SD Buruh
Tani dan
pengrajin
bambu
Sehat
3 Ahmad
Suriadi
Anak I P 21 SMA kelas
1
Pelajar Sehat
POHON KELUARGA
ANAMNESIS
Anamnesis pada tanggal 19 April 2013 dan
dilakukan pemeriksaan ulang serta
pemberian edukasi pada pasien dan
keluarganya tanggal 3 Mei 2013 di Dusun
Perbotan Desa Kalisari Kecamatan
Tempuran, Kabupaten Magelang
ANAMNESIS
Keluhan Utama:
Sesak nafas sejak 3 hari yang lalu
Keluhan Tambahan:
Batuk berdahak
RPS :
Pasien mengeluh sesak nafas sejak 3 hari yang lalu.
Sesak dirasa semakin lama semakin berat. Sesak
terutama pada malam hari dan disertai bunyik ngiik.
Sesak timbul setelah melakukan aktivitas fisik dan
disaat kelelahan. Sesak nafas dirasa membuat
aktivitas menjadi terbatas


ANAMNESIS
Saat sesak, pasien merasa lebih nyaman bila
beristirahat. Selain itu pasien juga
mengeluhkan batuk berdahak yang muncul
bersamaan dengan sesaknya. Dahak
berwarna putih,dengan jumlah yang sedikit.
Os merasakan nyeri pada dada saat batuk
namun tidak ada keluhan nyeri pada bagian
dada kiri. Os juga menyangkal adanya
keluhan seperti jantung berdebar.

ANAMNESIS
Pasien menyangkal pernah terbangun dari tidur
karena sesak napas. Pasien tidur dengan
menggunakan satu bantal. Os mengaku sudah
minum obat yang didapatkan dari Puskesmas
dan keluhan dirasakan berkurang
Demam, mual, muntah, sakit kepala, bengkak di
kaki disangkal oleh pasien. BAB normal. BAK 5-
6 kali sehari, berwarna kuning, jernih, darah
tidak ada, tidak berpasir dan tidak nyeri.
Riwayat merokok dan kebiasan minum - minuman
beralkohol disangkal oleh pasien.


ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengaku pernah mengalami sakit yang
sama seperti ini sebelumnya sekitar 1 tahun
yang lalu dan dirawat di rumah sakit.
Riwayat darah tinggi, kencing manis, dan
penyakit jantung disangkal. Riwayat bersin
bersin terutama pagi hari, alergi makanan
serta obat-obatan atau debu disangkal.

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga pasien yang
menderita keluhan yang sama seperti
pasien. Riwayat asma, alergi makanan dan
obat-obatan disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 89x/m
Suhu : 36,7
o
C
Pernapasan : 28x/menit
Tinggi badan : 153 cm
Berat badan : 61 Kg

PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-).
Telinga : Normotia, benjolan (-), udem (-), nyeri tekan (-)
Hidung : Normal, deviasi (-), sekret (-), tidak ada
kelainan kulit
Mulut : Bibir tidak kering, faring hiperemis (-)
Tenggorok : T
1-1,
faring hiperemis (-), granulasi (-), nyeri
telan (-)
Leher : Trakhea di tengah, pembesaran KGB (-/-)
PEMERIKSAAN FISIK
Thoraks
Paru paru
Inspeksi : Bentuk dada normal, simetris, gerak thoraks
pada pernafasan simetris, sama tinggi, tidak ada bagian
yang tertinggal
Palpasi : Gerak nafas simetris, sama tinggi, tidak ada
bagian yang tertinggal, vokal fremitus simetris kanan dan
kiri
Perkusi : Kedua hemitoraks berbunyi sonor, batas paru
hepar setinggi ics V garis midklavikularis kanan,
peranjakan paru positif kira-kira satu sela iga
Auskultasi : Suara napas vesikuler, rhonchi (-/-),
wheezing (+/+)
PEMERIKSAAN FISIK
Jantung
Inspeksi :Bentuk dada normal, simetris, iktus kordis tidak
terlihat.
Palpasi : Iktus cordis teraba di ics V 1 cm medial dari
garis midklavikularis kiri
Perkusi : Tidak ada nyeri ketuk, batas jantung kanan pada
garis sternalis kiri setinggi ics II-IV, batas paru lambung
setinggi ics VI garis aksilaris anterior, batas jantung kiri
setinggi ics V 1 cm medial garis midklavikularis kiri, batas
atas jantung kiri setinggi ics III pada garis midsternalis kiri
Auskultasi : Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-
), bunyi jantung tambahan (-)


PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
Inspeksi : Bentuk abdomen simetris, mendatar pada keadaan
statis/dinamis, rata.
Palpasi : Teraba lemas, defense muscular (-), tidak teraba
benjolan, tidak ada nyeri tekan dan nyeri lepas, tidak ada
pembesaran hepar dan lien, ballotemem ginjal kanan dan kiri (-).
Perkusi : Timpani di seluruh lapangan abdomenAuskultasi :
Bising usus 2x/menit.

Ekstremitas
Inspeksi : Bentuk normal simetris, sianosis (-/-), edema (-/-).
Palpasi : Suhu hangat, edema (-/-).
DIAGNOSIS
Sesak nafas e.c asma bronchiale


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Belum dilakukan pemeriksaan laboratorium
Dianjurkan untuk pemeriksaan rontgen
thoraks AP

PENATALAKSANAAN
Tatalaksana nonmedikamentosa :
Edukasi mengenai definisi asma, faktor resiko,
faktor pencetus serta pengobatannya serta
bagaimana cara mengatasi apabila terjadi
serangan asma dan bagaimana mencegah agar
serangan asma tidak terjadi
Edukasi pada keluarga agar mendukung pasien
secara penuh supaya pengobatan berhasil
Istirahat yang cukup dan hindari faktor pencetus
seperti aktifitas fisik yang berat

HASIL PENATALAKSANAAN MEDIS
Obat diminum setiap hari. Sesak berkurang, batuk menjadi sedikit
berkurang.Saat kunjungan rumah (Jumat, 3 Mei 2013), keadaan
kesehatan pasien baik, dan aktivitas harian berlangsung seperti
biasa.
Faktor pendukung :
Pasien patuh minum obat secara teratur
Faktor penghambat:
Aktifitas fisik yang berlebihan sebagai faktor pencetus hilang
timbulnya sesak yang dialami oleh pasien
Kondisi rumah yang kurang sehat
Rumah yang berdebu
Ventilasi kurang
Pencahayaan kurang

PERMASALAHAN PADA PASIEN
No Resiko & masalah
kesehatan
Rencana pembinaan Sasaran
1. Sesak dan batuk yang
diderita pasien
Pemberian obat dan edukasi
cara penggunaan obat serta
menghindari faktor pencetus
timbulnya gejala
Pasien dan
keluarga
(dukungan)
2. Kurangnya pengetahuan
dan kesadaran mengenai
penyakit yang dideritanya
Edukasi mengenai penyakit
pasien, faktor resiko, faktor
yang memperberat
Pasien dan
keluarga
(dukungan )
IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA
Fungsi Biologis
Dari wawancara dengan pasien diperoleh keterangan
bahwa pasien pernah mengalami hal seperti ini
sebelumnya.
Fungsi Psikologis
Pasien tinggal bersama suami dan seorang anak laki-laki.
Hubungan antara pasien dengan keluarga baik. Pasien
bekerja sebagai buruh tani dan pengrajin bambu yang
bekerja setiap hari. Anaknya seorang pelajar. Pasien
selalu berkumpul dengan keluarganya setiap hari saat
makan bersama dan shalat berjamaah. Pasien
mempunyai kepribadian yang cukup terbuka dan ramah
terhadap orang lain.

IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA
Fungsi Ekonomi
Biaya kebutuhan sehari-hari pasien dipenuhi
suami pasien. Pendapatan perbulan kira-kira Rp
400.000 Rp 500.000. Uang tersebut dipakai
untuk kebutuhan rumah tangga seperti makan,
pakaian,listrik serta pendidikan anak pasien.
Pasien memiliki kartu Jamkesmas
Fungsi Pendidikan
Pendidikan Pasien lulusan SD, pendidikan Kepala
keluarga lulusan SD Sedangkan anak pasien
duduk di kelas 1 SMA.

IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA
Fungsi Religius
Pasien dan keluarga memeluk agama Islam,
menjalankan ibadah agama secara rutin (shalat dan
mengaji). Penerapan nilai agama dalam keluarga
baik. Pasien rutin mengikuti acara yang diadakan di
masjid lingkungan rumahnya.
Fungsi Sosial dan Budaya
Pasien dan keluarga tinggal di desa Kalisari. Pasien
dan keluarga dapat diterima dengan baik di
lingkungan rumahnya. Komunikasi dengan tetangga
baik. Keluarga pasien aktif dalam kegiatan di
lingkungan rumahnya seperti pengajian.

IDENTIFIKASI FUNGSI KELUARGA
Pola Konsumsi Penderita
Frekuensi makan rata-rata 3x sehari. Pasien
biasanya makan di rumah. Jenis makanan
dalam keluarga ini kurang bervariasi. Variasi
makanan sebagai berikut : nasi, tahu, tempe,
sayur (kangkung dan bayam), air minum (air
putih dan teh). Pasien jarang mengkonsumsi
daging dan ikan, serta jarang minum susu. Air
minum berasal dari air PAMSIMAS yang
dimasak sendiri.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESEHATAN
Faktor Perilaku
Pasien seorang Ibu rumah tangga yang melakukan banyak aktivita dintaranya
mencuci, memasak, pergi ke sawah dan sebagai pengrajin bambu. Aktivitas
yang dilakukan pasien tanpa istirahat yang cukup dapat menjadi pencetus
timbulnya gejala sesak yang dialami.
Faktor Lingkungan
Pasien tinggal dalam rumah yang berdebu, sirkulasi udara yang tidak baik, dan
pencahayaan yang kurang. Dapur tidak mempunyai saluran pembuangan asap.
Sumber air dari PAMSIMAS dan dimasak sebelum dikonsumsi. Saluran
pembuangan air limbah ke lubang yang terletak di kebun, pembuangan sampah
dilakukan di kebun belakang rumah yang dibakar 1 minggu sekali
Faktor Sarana pelayanan kesehatan
Terdapat Puskesmas Tempuran yang berjarak kira-kira 7 km dan bidan desa
yang berjarak kira kira 1 km.
Faktor keturunan
Keluarga tidak ada sakit yang sama.

IDENTIFIKASI LINGKUNGAN RUMAH
Luas rumah pasien 9 x 6 m
2
, bentuk bangunan 1 lantai.
Rumah tidak mempunyai langit-langit, dinding semi
permanen, lantai terbuat dari semen yang diplester.
Pencahayaan di dalam rumah dan kamar kurang.
Ventilasi dan jendela yang kurang memadai, yaitu dengan
luas <10 % dan tidak dibuka. Sumber air bersih dari air
PAMSIMAS untuk minum maupun cuci dan masak. Air
minum dimasak sendiri. Jamban menggunakan jamban
umum yang jenisnya adalah jamban cemplung.
Kebersihan dapur baik dan dapur tidak memiliki cerobong
asap. Pembuangan air limbah ke lubang yang terletak di
kebun. Tempat sampah utama di halaman kebun, dan
setiap 1 minggu sekali sampah dibakar.
DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA
Fungsi Biologis
Tidak ada riwayat penyakit yang sama dalam keluarga
Fungsi Psikologis
Hubungan penderita dengan keluarga terjalin baik
Hubungan sosial dengan tetangga dan kerabat baik.
Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
Kesan sosial ekonomi kurang dilihat dari pendapatan kira kira
Rp 400.000-Rp 500.000 per bulan.
Fungsi Religius dan Sosial Budaya
Termasuk keluarga yang taat beragama.Hubungan keluarga dan
pasien dengan tetangga baik, komunikasi berjalan dengan
lancar.Tidak terdapat keterbatasan hubungan antara pasien dan
masyarakat.

DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA
Faktor Perilaku
Keluarga cukup peduli dengan kesehatan, pasien
dan keluarga memeriksakan diri ke Puskesmas bila
sakit.
Kesadaran keluarga akan perilaku hidup sehat
kurang.
Faktor Non Perilaku
Rumah dan lingkungan sekitar rumah kurang sehat.
Pasien tinggal di rumah yang pencahayaannya
kurang baik dan ventilasi udara di rumah kurang
sehingga sirkulasi udara kurang baik.


DIAGRAM REALITA PADA KELUARGA
Status
Kesehatan
Perilaku
Yankes
Genetik
Lingkungan
- Puskesmas
Tempuran
berjarak 6 km
- Bidan berjarak 1
km


Pasien punya banyak
aktivitas yang bisa
mencetuskan gejala



Rumah tempat tinggal:
Pencahayaan kurang
Ventilasi kurang
Lantai sebagian besar plester
kasar.
Tidak ada langit-langit.
Tidak ada tempat pembuangan
sampah, hanya dikumpulkan
dan dibakar di kebun.
Dinding rumah semipermanen.



Tanggal Kegiatan yang dilakukan Keluarga yang
terlibat
Hasil Kegiatan
19. April 2013
1. Melakukan pengamatan secara menyeluruh
terhadap pasien, keluarga dan
lingkungannya.
2. Melakukan anamnesis dan pemeriksaan
fisik terhadap keluhan pasien.
3. Edukasi tentang rumah sehat , perilaku
hidup sehat dan menghindari faktor
pencetus
4. Edukasi mengenai penyakit asma,
penyebabnya, faktor resiko, faktor
pencetus dan penanggulangannya.
Pasien
Pasien
Pasien
Pasien
Mendapatkan gambaran menyeluruh
tentang penyakit pasien, pola hidup,
serta faktor pencetus
Mendapatkan diagnosis kerja pasien
Meningkatkan pengetahuan pasien
mengenai rumah sehat, perilaku
hidup sehat dan pentingnya
menghindari faktor pencetus
Pengetahuan pasien terhadap
penyakitnya meningkat sehingga
pasien dapat menjalankan terapi
dengan baik
3 Mei 2013 1. Melakukan kunjungan rumah yang kedua
kalinya untuk mengamati dan menanyakan
kembali perkembangan keluhan pasien serta
edukasi mengenai penyakit dan
penganggulangan serta penghindaran faktor
pencetus dan edukasi mengenai rumah
sehat dan perilaku hidup sehat kepada
keluarga
Pasien dan
suami
Keluhan sesak yang dirasakan pasien
berkurang dan keluarga pasien juga
memahami hal yang dialami oleh
pasien
KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA
Tingkat pemahaman
Pemahaman terhadap pembinaan yang dilakukan cukup baik
Faktor pendukunng
Pasien dan keluarga memahami penjelasan penyakit yang
dialami, bagaimana penangulanganya dan bagaimana
menghindari sesak yang dialami serta pemahamaman tentang
rumah sehat, perilaku hidup bersih dan sehat.
Memiliki keinginan yang besar untuk sembuh sehingga
menjalankan segala edukasi yang telah diberikan.
Sikap keluarga yang kooperatif dan keinginan untuk hidup sehat.



KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA
Faktor penyulit
Pasien tetap rutin melakukan aktifitas fisik yang
berat seperti mencuci pakaian, pergi ke sawah,
membuat keranjang dari anyaman bambu dan
mencuci pakaian sehingga sesak timbul setelah
melakukan aktivitas tersebut
Indikator keberhasilan
Pasien dan keluarga pasien mengetahui faktor
pencetus penyakit yang di derita pasien serta
berusaha untuk mencegahnya.