Anda di halaman 1dari 4

PROSES KOMUNIKASI

1. Apa yang dimaksud dengan proses komunikasi, keseimbangan dan proses


pengambilan keputusan dalam teori organisasi modern?

2. Apa alasannya organisasi formal diibaratkan sebagai sebuah kendaraan untuk


mencapai tujuan secara bersama?

3. Mengapa tidak ada suatu cara desain yang “ampuh’ untuk segala kondisi?

4. Apa peranan manajer proyek dalam organisasi proyek secara umum?

5. Bagaimana pendapat Scott dan Mitchell tentang pengertian kata pengaruh, sebutkan
contohnya!

6. Sebut dan terangkan 5 sumber atau basis yang diidentifikasikan oleh French dan
Roven!

7. Bagaimana tipe pendekatan teknik-teknik kreatip dalam pengambilan keputusan?

8. Bagaimana pula kritik terhadap teknik Brainstroms ? terangkan!

9. Apa yang dimaksud dengan proses Minaut dalam pengambilan keputusan?

10. Apa sebab timbulnya organisasi informal?

11. Apakah yang dimaksud dengan “jendela johari” dikembangkan oleh siapa?

12. Bagaimana maksud dari model teori proses motivasi kerja?

Jawab :

1. A. Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada


komunikannya, sehingga dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara
komunikan dengan komunikatornya.
b. Keseimbangan dalam teori organisasi modern adalah penyeimbangan mekanisme
yang dicapai dg jln menjaga hub. Struktural yang harmonis.

c. Proses pengambilan keputusan adalah variabel internal dalam suatu organisasi yg


tergantung pada pekerjaan2, harapan-harapan individu, motivasi dan struktur org.

2. layaknya suatu kendaraan yang memiliki mesin, dan sistem yang membuat kendaraan
tersebut berjalan, membawa penumpang sampai ke tempat tujuan. Itupun yang terjadi
dalam sebuah organisasi formal. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau
lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan
hubungan kerja yang rasional. Dengan begitu, orang-orang yang yang terlibat di dalamnya
akan saling berinteraksi, berkomunikasi, berkerja sama dan memberi pengaruh agar bisa
mencapai tujuan yang diinginkan dari organisasi tersebut.

3. karena setiap kondisi memiliki sebab yang berbeda-beda, faktor yang berbeda-beda,
yang menyebabkan suatu kondisi itu terbentuk. Dan bentuk kondisi yang tercipta itu memiliki
jalan keluar yang berbeda-beda pula, tergantung bagaimana tingkat kesulitan kondisi
tersebut. Kita tidak bisa memakai cara yang khusus untuk konsidi yang terbilang umum,
karena penafsirannya yang berbeda. Itulah mengapa tidak ada cara yang ampuh untuk
segala kondisi.

4. peranan manajer proyek adalah sebuah peranan yang di mana kontruksi nya sangat
besar dalam menentukkan keberhasilan proyek dari segi waktu, mutu, keamanan dan
kenyamanan yg optimal sehingga dari sisi ini dapat berkembang perusahaan nya tersebut.

5. Menurutu Scott dan Michael, proses pengambilan keputusan meliputi :


- proses pencarian / penemuan tujuan.
- formulasi tujuan.
- pemilihan alternatif atau strategi untuk mencapai tujuan
- mengevaluasi hasil-hasil.

6. Pendekatan French dan Raven


Pendekatan ini mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh, dan
pengaruh berdasarkan pada perubahan psikologis. Pengaruh adalah pengendalian yang
dilakukan oleh seseorang dalam organisasi terhadap orang lain, sedangkan kekuasaan
adalah pengaruh laten. French dan Roven menhidentifikasikan lima sumber atau basis
kekuasaan :
1. kekuasaan balas jasa ( reward power)
2. kekuasaan paksa (coercive power)
3. kekuasaan sah (legitimate power)
4. kekuasaan ahli (expert power)
5. kekuasaan panutan (referent power)

7. Teknik-teknik kreatif
Tipe teknik ini mencoba untuk memanfaatkan semua hal yang tersedia untuk
membantu individu dalam pengambilan keputusan kreatif. Dalam hal ini ada empat
pedoman sebagai alat bantu stimulasi kreatifitas yang cukup representatif yang
dikemukakan oleh Newman, Summer, dan Warren, yaitu :
1. Menyadari berbagai hambatan psikologis, terutama rintangan budaya dan
persepsual.
2. Mencoba merubah atribut-atribut dengan memusatkan perhatian pada suatu atribut
pada waktu tertentu terutama atribut kunci.
3. Waspada terhadap penemuan-penemuan tak sengaja.
4. Menyadari bahwa komputer mempunyai potensi untuk menjadi pelangkap otak
manusia dalam tahap-tahap tertentu proses kreatif.

8. Kritik terhadap teknik brainstorming :


- hanya dapat diterapkan pada masalah-masalah keputusan sederhana.
- sangat memakan waktu dan biaya
- hanya menghasilkan ide-ide dangkal.

9. Proses minaut dikembangkan oleh Kepner dan Tregoe.


Di sini diterapkan empat proses dasar yang rasional dalam penggunaan dan penyebaran
informasi mengenai masalah organisasi yang diterapkan sacara sistematik tentang:
(1) menilai dan menjelaskan
(2) sebab akibat
(3) melakukan pilihan
(4) mengantisipasi masa depan
Oleh karena itu, prosesnya dibedakan menjadi empat tipe :
(1) analisis situasi (pengenalan masalah, pemisahan masalah, penetapan prioritas, dan
penempatan)
(2) analisis persoalan (merumuskan, menguraikan, menyaring informasi, menguji sebab
yangmungkin dan melakukan verifikasi)
(3) analisis keputusan (merumuskan pernyataan keputusan, menentukan sasaran,
mengembangkan dan mengevaluasi alternative, dan menganalisa konsekuensi atau resiko)
(4) analisis persoalan potensial (mengidentifikasi daerah kritis/lemah, mengidentifikasi
persoalan potensial menyimpang, mengidentifikasi sebab yang mungkin dan
mengidentifikasi tindakan penanggulangan).

10. Adapun alasan utama terbentuknya organisasi informal adalah adanya kebutuhan-
kebutuhan penting yang bersifat manusiawi (human needs) yang harus dipenuhi oleh
organisasi formal. Berikut ini kebutuhan-kebutuhan yang mendasari terbentuknya organisasi
informal :
a. kebutuhan sosial
b. rasa memiliki dan pengenalan diri
c. pengetahuan tentang perilaku yang diterima
d. perhatian (simpati)
e. bantuan dalam pencapaija tujuan
f. kesempatan berpengaruh dan berkreasi
g. pelestarian nilai-nilai budaya
h. komunikasi dan informasi.

11. Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika
dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita.
Dikembangkan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955.

12.Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang


untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya suatu tujuan
tertentu. Atau dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat
menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu
kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik)
maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Tujuan dari motivasi ini, jika berhasil
dicapai akan memuaskan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Seberapa
kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas
perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam
kehidupan lainnya.
Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan
bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
(1) durasi kegiatan;
(2) frekuensi kegiatan;
(3) persistensi pada kegiatan;
(4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan;
(5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan;
(6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan;
(7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang
dilakukan;
(8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.