P. 1
ATASI KELINCI DIARE

ATASI KELINCI DIARE

5.0

|Views: 2,790|Likes:
Dipublikasikan oleh suri ozawa

More info:

Published by: suri ozawa on Nov 16, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

ATASI KELINCI DIARE

Pakan wortel dan kangkung yang terlalu basah dapat berakibat diare pada kelinci. Oleh sebab itu, sebelum diberikan, sayuran dijemur sebentar setelah dicuci. Saat diberikan, pastikan tidak ada air meneters. Namun, bila diare terlanjur menyerang, Faisol Yusuf, peternak di Cipanas, Cianjur, mengobati dengan membiarkan kelincinya puasa selama sehari. Jika belum sembuh, Faisol memberikan kulit jagung bagian dalam yang mengandung sedikit air tetapi cukup serat untuk pakan. Dalam sehari kelinci pun sehat kembali

Selamat datang di Blog kami
Oeeng's Rabbit sebagai salah satu pencinta kelinci hias di Semarang menyediakan berbagai macam kelinci hias anakan maupun indukan. Kami juga melayani konsultasi namun HANYA via e-mail dan Y!M. Saran dan kritik yang membangun sangat berguna bagi kemajuan kami untuk melayani para pencinta kelinci hias di Semarang sekitarnya.
KAMIS, APRIL 23, 2009

Penyakit Kelinci dan Pengobatannya Bagian V ( Diare )
Penyakit ini sering kita sebut mencret. Kelinci yang mengalami mencret dapat sembuh dan dapt juga mengalami kematian. Apabila kita tidak menangani secara tepat maka akan berakibat pada kematian pada kelinci. Agar kita tepat dan cepat bertindak menangani penyakit ini, kita harus mengetahui jenis diare/mencret yang dialami pada kelinci. Ada beberapa jenis daire yang sering menyerang kelinci :

1. Diare Biasa dengan kotoran normal dan konsisten
• •

Gejala : kotoran normal dan tidak dimakan kelinci dengan kondisi fases keras dan kondisi kelinci selera makannya bagus Penyebab : Kegemukan, sakit gigi, Rematik, Radang sendi, penyakit kulit disekitar selakangan

2. Diare biasa dengan kotoran lembut, cair dan konsisten
• •

Gejala : kotoran lembut tidak dimakan dengan kondisi butiran fases keras dan kondisi kelinci bagus Penyebab : Perubahan makanan, tidak ada serat makan, pakan terlalu berair, stress

3. Kokidiasis

Gejala : kelinci mengalami diare bervariasi dengan dari fases cair hingga fases lembut tapi banyak. Hal ini berakibat kelinci jadi pendiam, berat badan menurun. Penyebab : parasit eimera , parasit ini muncul dikarenakan tempat yang sesak, kotor dan lembab. Parasit ini menyerang usus dan sistem pencernaan . Kelinci yang terinfeksi mengalami Oosista ( ini menyerang anakan kelinci diatas 21 hari dikarenakan kandang yang jorok pada waktu penggantian musim ) Pencegahan : (1) Kandang harus bersih dari kotoran sekecil apapun, (2) Kandang tidak boleh kotor, basah dan lembab pada musim kemarau, (3) Pindahkan kelinci ke kandang yang lain dan kandang diberi vaksin setiap sudut sampai bersih Pengobatan : (1) Untuk kelinci yang nafsu makannya baik, berikan obat sulpha khususu hewan dan berikan makanan yang bergizi , (2) Obat pediatric suspensian produk trimethoprim/sulfamethoxazole sesuai dosis, (3)Obat alami : 3 daun pupus jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang secukupnya, garam sepucuk sendok teh, adu satu sendok teh. Tumbuk daun-daun tersebut dan peras , diambil airnya dicampur dengan garam dan madu dengan air hangat. Berikan secara oral ke mulut kelinci dengan suntikan ( tanpa jarum)

4. Mucoid Enteropathy

Gejala : tidak ada fases keras , diare dan lendir bercampur, tidak ada fases yang keluar pada tahap berikutnya. Ciri-cirinya : perut kembung, badan membungkuk, pediam dan perut bersuara gemerutuk Penyebab : kelinci mengalami stress karena kondisi lingkungan yang tidak baik, udara terlalu panas, peralihan cuaca yang mendadak, perjalanan jauh, ancaman hewan buas, dan kelinci kalah dominan di satu kandang koloni. Kasus ini sering menimpa kelinci dibawah 2 bulan dan indukan kelinci yang menyusui. Pengobatan : Sebelum terjadinya penyakit ini alangkah baiknya dilakukan pencegahan terlebih dahulu. Untuk pengobatan baiknya dilakukan pengobatan secara alami seperti penanganan kokidiasis atau juga seperti penanganan penyakit kembung ( lihat pengobatan penyakit kembung )

Beberapa bulan yg lalu anak kelinci yg baru saya beli di sebuah peternakan kelinci di Jakarta Timur mengalami diare. Dia tewas dalam waktu kurang dari 48 jam sejak dibeli. Saya menyesal karena tidak bisa berbuat apa2. Waktu itu pengalaman dan pengetahuan saya dalam hal menangani diare belum ada. Untungnya anak kelinci yg satunya lagi, MollyBunny, mampu bertahan hingga sekarang. Beberapa minggu setelah tewasnya anak kelinci pertama, Molly juga terserang diare. Kotorannya berwarna hijau hitam, lembek dan bau sekali. Kali ini saya berikan obat diare Neo Kaolana (yg mengandung Kaolin dan Pektin). Dituang di sendok dan dipaksakan masuk ke mulutnya. Meskipun susah banget, tapi lumayan lah sedikit2 masuk juga. Tapi karena 1 hari ga sembuh juga, akhirnya langsung saja saya bawa ke dokter hewan. Sang dokter menyarankan obat jenis yg sama, tapi merk beda, lebih mahal , yaitu Kaopectate. Sebenarnya jenis2 obat itu adalah obat untuk manusia. Takaran yg dipakai seperti untuk anak bayi. Dgn berbekal suntikan plastik, saya dan suami mencekokkan obat sirup itu ke Molly. Ga tega sih melihatnya, mana dia meronta2 terus, tapi demi kebaikannya ya apa boleh buat. Harus ditega2in deh...Untungnya setelah 2 hari minum obat itu, Molly berhasil sembuh. Baru2 ini, Molly tiba2 terlihat tidak biasa, dia hanya jongkok sambil badannya mengkerut. Giginya berantukan menandakan dia sedang kesakitan, Saya langsung tahu dia sedang mengalami keram perut. Penyebabnya ga tahu. Mungkin aja masuk angin. Molly diam saja, ga mau makan, ga mau minum, atau begerak. Melihat begitu saya jadi sangat kuatir. karena kelinci saya yg duluMimiBunny, tewas dalam kurang dari 24 jam sejak menujukkan gejala yg sama. Saya langsung berdoa supaya Molly tidak mengalami nasib serupa. Mau dibawa ke dokter pun ga tahu ke dokter mana karena jarang dokter yg benar2 mengerti ttg kelinci. Tiba2 saya mendapat ide, saya pangku Molly sambil tangan saya yg satu memegangi perutnya dengan mksud menghangatkan perutnya.

Kan kalau anak kecil lagi kembung juga kita sering menghangatkan perutnya dengan minyak kayu putih. Setelah itu saya ambil botol selai lalu saya isi air hangat, dan saya tempelkan ke perutnya. Saya bisa mendengar perut Molly bunyi "gruduk gruduk... " selama proses itu,. Hmmm...berarti it works, pikir saya. Dan sekali lagi saya bersyukur pada Tuhan, setelah perutnya dipanaskan, dia terlihat mulai lincah dan tidak mengkerut lagi. Besoknya dia sudah bisa bermain lagi dengan temannya, si Dolfi. Jadi kalau anak kelinci / kelinci Anda mengalami diare, berikut tips yg perlu dilakukan : 1. Bersihkan kandangnya dgn karbol, bersihkan juga bulu2nya dari kotorannya. Pisahkan dari kelinci lain agar tidak menulari 2. Beri air minum yg cukup. Ada yg bilang minumannya justru harus dihentikan, tapi saya tidak setuju. Kelinci yg diare bisa mengalami dehidrasi yg justru sangat berbahaya baginya 3. Panaskan perutnya dengan botol air panas, kira 10 menit. Hati2 jangan sampai tumpah !! Ulangi 2 jam sekali 4. Tutupi sebagian kandangnya dengan koran/ kardus, untuk menghangatkan kandang/ mencegah masuk angin. Tapi ingat, harus ada ventilasinya. Kalau sudah sembuh, tidak perlu ditutupi koran lagi 5. Beri Kaopectate atau Neo Kaolana, atau apa saja yg mengandung Kaolin dan Pektin, lihat dosis anak2 Untuk mencegah diare : 1. jaga kebersihan makanan, minuman dan kandangnya 2. Beri sayuran, sebaiknya yg sudah dilayukan, untuk memenuhi kebutuhan serat kasar 3. Jauhkan benda2 berbahaya dari kelinci, maklum, mereka ga bisa lihat benda nganggur, langsung digigit2in dan ditelan Semoga bermanfaat

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->