Anda di halaman 1dari 16

I Made Kerta Duana, MPH

Disajikan dalam Pengenalan MK Dasar-Dasar K3


PS IKM FK UNUD
KESEHATAN
DAN KESELAMATAN KERJA
1975 Employement protective act/perlindungan
terhadap perusahaan yang melaksanakan K3

1883: di Inggris membuat peraturan untuk
perusahaan

1996: di Indonesia Permenaker pedoman
penerapan MK3

SEJARAH K3
1999 : British Standard Institution (BSI) membuat Committee
Technique ISO dan komite itu membuat standar
international non sertifikasi ILO dan BSI yang
saling melengkapi.

Hasilnya: standar Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(OHSAS 18001) (Occupational Health
Safety Association Standard)
SEJARAH K3
- 6000 orang meninggal / hari
- 15 orang / detik
- 2,2 juta orang / tahun sakit
akibat kerja + kecelakaan kerja

- Pekerja pria 2x lebih banyak
daripada wanita

- 350.000 orang meninggal karena
kecelakaan kerja
- Sisanya sakit akibat kerja
Kecelakaan ringan 45.234 kasus

Cacat sebagian 5.400 kasus

Cacat total 317 kasus

Kematian 1.049 kasus
Data dilaporkan
dan tercatat
Piramida Kecelakaan (Frank Bird)
Kematian/ Kec.Serius
Kecelakaan Ringan
Kerusakan Properti
Nyaris Celaka
Perbuatan &
Kondisi Tidak
Aman
Bahaya
Derajat K3 tinggi
Kelelahan kerja turun
Kenyamanan kerja naik
Ruang kerja nyaman
Efisiensi naik
Produktivitas kerja naik
dll
BIAYA DALAM PEMBUKUAN:
KERUSAKAN PROPERTI
(BIAYA YANG TAK
DIASURANSIKAN
BIAYA LAIN YANG
TAK DIASURANSIKAN
BIAYA KECELAKAAN DAN
PENYAKIT
Pengobatan/ Perawatan
Gaji (Biaya Diasuransikan
Kerusakan gangguan
Kerusakan peralatan dan perkakas
Kerusakan produk dan material
Terlambat dan ganguan produksi
Biaya legal hukum
Pengeluaran biaya untuk penyediaan
fasilitas dan peralatan gawat darurat
Sewa peralatan
Waktu untuk penyelidikan
Gaji terusdibayar untuk waktu yang hilang
Biaya pemakaian pekerja pengganti dan/ atau
biaya melatih
Upah lembur
Ekstra waktu untuk kerja administrasi
Berkurangnya hasil produksi akibat dari
sikorban
Hilangnya bisnis dan nama baik
Perundang -undangan K3
Higiene Industri
Pengendalian kecelakaan kerja
Penyakit akibat kerja
Hazard di tempat kerja
Manajemen K3
Sanitasi K3
Promosi K3
Dll
Memformulasikan peraturan dan tujuan
Memantau Kinerja Keselamatan dan
Kesehatan Kerja antara lain : inspeksi
Mengembangkan organisasi Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Melaksanakan program & prosedur
Memonitor hasil

a. Menetapkan kebijakan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja dan menjami komitmen
terhadap penerapan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di perusahaan

b. Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan,
dan masa sasaran penerapan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di perusahaan

c. Menerapkan kebijakan K3 secara efektif
dengan mengembangkan kemampuan dan
mekanisme pendukung yang diperlukan
untuk mencapai kebijakan, tujuan dan
sasaran

d. Mengukur, memantau dan mengevaluasi
kinerja K3 tindakan perbaikan dan
pencegahan

e. Meninjau secara teratur dan meningkatkan
pelaksanaan K3 diperusahaan secara
berkesinambungan dengan tujuan
meningkatkan kinerja K3 di perusahaan

215.000 perusahaan
Cakupan dengan tenaga K3 60%
Pencanangan program perusahaan
berbudaya K3 th 2015
Kebutuhan tenaga K3 di dunia tiap tahun
800.000org
Kebutuhan tenaga K3 di Indonesia tiap
tahun 5000 org
Data 2011, dipekerjakan 2000org masih
kurang 3000org
(Depnakertrans 2011)
TUJUAN:
KESEPADANAN PENGETAHUAN YANG DIPEROLEH
DENGAN FENOMENA DI LAPANGAN
MANAJEMEN, PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA,
IDENTIFIKASI DAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH

MANFAAT
KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN BAGI MAHASISWA
PERTUKARAN INFORMASI ANTARA AKADEMISI DAN
PRAKTISI

Sistem pelaksanaan/ruang lingkup magang
Pelaporan
Lokasi kerjasama magang
- Balai Hyperkes
- Peusahaan ( hotel, restoran, pabrik
keramik,
pabrik kayu, pabrik garmen, pabrik
minuman,
jasa diving,
- RS, Dinkes. Kesling,
- DKP, KKP,
dll

Selamat bergabung!!!!!!



TERIMAKASIH