Anda di halaman 1dari 23

PROJECT COST MANAGEMENT

Project cost management adalah proses yang diperlukan untuk memastikan suatu proyek
dapat berjalan dan selesai dengan anggaran yang telah disetujui di awal. Ada empat proses
yang dilakukan untuk membuat project cost management, yaitu :

Project Cost
Management
1. Plan Cost Management
2. Estimate Cost
3. Determine Budget
4. Control Cost
1

[Type text]


7.1. Plan Cost Management
Plan cost management adalah proses untuk menetapkan kebijakan, prosedur, dan dokumentasi
perencanaan, pengelolaan, pengeluaran, dan pengendalian biaya proyek. Manfaat utama dari proses
ini adalah untuk membuat adanya penjagaan/pemantawan dan pengarahan tentang bagaimana biaya
proyek akan dikelola sepanjang proyek dilaksanakan.

2

[Type text]



7.1.1. Plan Cost Management : Input
7.1.1.1 Project management plan
Projek manajemen plan mengandung informasi yang digunakan untuk merancang cost management
plan, yang di dalamnya terdapat hal-hal dibawah ini, namun tidak terbatas pada hal tersebut :
Scope baseline.
Scope baseline mencakup pernyataan mengenai ruang lingkup proyek dan rincian dari WBS
mengenai estimasi pendanaan proyek yang dibutuhkan dan manajemen dana tersebut.
Schedule baseline.
Di dalam schedule baseline ditentukan kapan saja biaya proyek tersebut akan dikeluarkan.
Other information.
Biaya lain-yang terkait dengan penjadwalan, resiko projek, dan pengambilan keputusan dari
project management plan.
7.1.1.2 Project Charter
Di dalam project charter terdapat rekapitulasi anggaran yang berasal dari rincian biaya proyek yang
telah dikembangkan. Di dalam proyek charter juga terdapat persyaratan persetujuan proyek yang akan
mempengaruhi pengelolaan biaya proyek.
7.1.1.3 Enterprise environmental factors
Faktor dari lingkungan yang mempengaruhi perencanaan biaya, antara lain :
Budaya dan struktur organisasi dapat mempengaruhi manajemen biaya;
3

[Type text]

Kondisi pasar menggambarkan produk, layanan, dan hasil apa saja yang tersedia pasar dalam
negeri maupun luar negeri;
Nilai tukar mata uang untuk biaya proyek yang menggunakan sumber daya dari lebih dari satu
Negara, baik itu sumber daya manusia dan juga sumber daya alam.
Published Commercial Information, yakni informasi yang dikeluarkan lembaga resmi yang mana
didalamnya berisikan harga standar sumber daya terkini, termasuk harga tenaga kerja dan
harga standar untuk bahan dan peralatan.
sistem informasi manajemen proyek, yang menyediakan kemungkinan adanya alternatif untuk
management biaya yang mungkin lebih murah dan efisien.
7.1.1.4 Organizational process assets
Aset-aset perusahaan yang mempengaruhi proses perencanaan manajemen keuangan, diantaranya
sebagai berikut.
Prosedur Kontrol keuangan (misalnya, pelaporan waktu, pengeluaran yang diperlukan, kode
akuntansi, dan standar ketentuan kontrak);
Informasi historis yang bisa menjadi refrensi dalam pengerjaan proyek dan kajian pengetahuan
dasar;
database Keuangan prusahaan,
Estimasi biaya dan kebijakan-anggaran terkait, prosedur, dan pedoman.





7.1.2. Plan Cost Management : Tools and Techniques

7.1.2.1 Expert Judgement
Expert judgement, berpedoman pada informasi historis, yang akan memberikan pemahaman yang
berharga tentang kondisi lingkungan dan informasi dari proyek-proyek serupa sebelumnya. Expert
Judgement juga dapat menyarankan apakah akan menggabungkan metode-metode yang ada kemudian
bagaimana menyatukan perbedaan dari tiap-tiap metode tsb.
Penilaian didasarkan pada keahlian di area aplikasi, area pengetahuan, disiplin ilmu, industri, dll,
yang sesuai dengan kegiatan yang sedang dilakukan yang harus digunakan dalam pengembangan
perencanaan manajemen keuangan.
7.1.2.2 Analytical Techiques
Dalam mengembangkan perencanaan manajemen biaya ada beberapa opsi-opsi yang strategis yang
bisa menjadi pertimbangan untuk mendanai proyek tersebut seperti:
self-funding, yaitu sumber dana dikeluarkan secara mandiri yang berasal dari perusahaan
tersebut.
Funding with equity, yaitu pendanaan yang berasal dari sponsor ataupun investor, atau
Funding with debt, yaitu menggunakan pinjaman yang berasal dari bank, dll.
4

[Type text]

7.1.2.3 Meetings
Tim proyek dapat mengadakan pertemuan untuk mengembangkan perencanaan manajemen biaya.
Peserta pertemuan yang mungkin bisa dilibatkan diantaranya manajer proyek, sponsor proyek, anggota
tim proyek yang dipilih, para pemangku kepentingan yang dipilih, orang-orang yang bertanggung jawab
mengenai biaya proyek, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

7.1.3. Plan Cost Management : Output
7.1.3.1 Cost Management Plan
Cost management plan adalah salah satu komponen dari project manajemen plan yang menjelaskan
bagaimana biaya proyek akan dirancang, diatur, dan dikendalikan. Bagaimana proses manajemen biaya
proyek dan juga tools and techniques yang terkait dengan hal ini akan didokumentasikan didalam cost
management plan tersebut.
Misalnya, di dalam cost management plan akan terdapat hal-hal sebagai berikut :
Ukuran unit .
Yaitu setiap unit yang digunakan dalam pengukuran ( seperti jam kerja, hari kerja , minggu kerja
yang dihitung dalam satuan waktu; atau satuan meter, liter, ton, kilometer, atau kubik sebagai
ukuran jumlah; atau lump sum yang dihitung dalam satuan mata uang) didefinisikan
berdasarkan jenis masing-masing sumber daya .
Tingkat presisi
Sejauh mana perkiraan biaya kegiatan akan dibulatkan ke atas atau ke bawah ( misalnya , US $
100,49 menjadi US $ 100, atau US $ 995,59 dibulatkan menjadi US $ 1.000 ) , berdasarkan
ruang lingkup kegiatan dan besaran yang digunakan di dalam proyek .

Tingkat akurasi
Rentang yang dapat diterima ( misalnya , 10 % ) yang digunakan dalam menentukan estimasi
biaya aktivitas yang realistis, dan bisa termasuk jumlah dari kontinjensi;
Organizational procedures link .
Di dalam work breakdown structure ( WBS ) terdapat framework yang berguna dalam
perencanaan manajemen biaya untuk menjaga konsistensi dari perencanaan biaya,
penyusunan anggaran , dan pengendalian biaya . Komponen WBS yang digunakan untuk
perhitungan biaya proyek disebut akun kontrol. Dan setiap akun control akan diberi kode unik
atau nomor akun yang dapat langsung terhubung untuk menampilkan sistem akuntansi
perusahaan.
Control Thresholds.
Ambang batas tersebut digunakan untuk menyatakan persentase penyimpangan yang terjadi
dari rencana awal. Apakah penimpangan tersebut masih bisa ditolerir atau tidak.

7.2. Estimate Cost
Estimate cost merupakan suatu perkiraan pengembangan sumber daya moneter yang diperlukan
untuk melengkapi kegiatan proyek.Keakuratan perkiraan proyek akan meningkat selama proyek
berlangsung melalui siklus hidup proyek.
5

[Type text]

Sebagai contoh, sebuah proyek dalam tahap inisiasi mungkin memiliki Rough Order of Magnitude
(ROM) yang memperkirakan keakuratan estimasi di kisaran -25% sampai +75%. Kemudian dalam
proyek, karena informasi lebih lanjut telah diketahui, estimasi definitif bisa dipersempit dalam kisaran
akurasi -5% sampai +10%. Hal ini terlihat seperti pada sistem PELITA (pembangunan lima tahun), ketika
proyek semakin mendekati finish maka keakuratan estimasi cost akan mendekati -5% sampai +10%.

7.2.1. Estimate Cost : Input
7.2.1.1. Cost Management Plan
Cost Managagement Plan menjelaskan bagaimana biaya proyek akan diatur dan dikontrol.
Termasuk kedalamnya adalah metode yang digunakan dan akurasi level akurasi yang termasuk dalam
aktivitas mengestimasi biaya.
7.2.1.2. Human Resource Management
Rencana pengelolaan sumber daya manusiamengatur mengenai perkiraan jumlahkepegawaian, tarif
personil, dan skill masing masing personil.
7.2.1.3. Scope Baseline
1. Project Scope Statement
Berisi Deskripsi product, kriteria produk yang diterima, key deliverables, Batasan proyek, asumsi,
dan constrain proyek.
2. Work Breakdown Structure
Berisi hubungan antara semua komponen proyek dan proyek deliverables.
6

[Type text]

3. WBS Dictionary
Berisi informasi detail mengenai deliverables dan deskripsi kerja tiap komponen di WBS yang
dibutuhkan untuk memproduksi setiap deliverable.
7.2.1.4. Project Schedule
Jenis dan kuantitas sumber daya dan jumlah waktu yang diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan
dari proyek ini adalahfaktor utama dalam menentukan biaya proyek . kegiatan jadwalsumber daya dan
jangka waktu masing-masing digunakan sebagai masukan kunci untuk proses ini . Perkiraan Kegiatan
Sumber Daya melibatkan menentukan ketersediaan staf , jumlah jam staf yang diperlukan , dan jumlah
material danperalatan yang dibutuhkan untuk melakukan penjadwalan kegiatan.
7.2.1.5. Risk Register
Daftar risiko harus mempertimbangkan biaya risk response. Risiko, yang dapat berupa ancaman atau
peluang biasanya berdampak pada aktivitas dan biaya proyek secara keseluruhan. Ketika proyek
mengalami kejadian risiko negatif, biaya jangka pendek proyek biasanya akan meningkat, dan kadang-
kadang akan ada keterlambatan dalam jadwal proyek. Dalam cara yang sama, tim proyek harus peka
terhadap peluang potensial yang dapat menguntungkan bisnis baik dengan langsung mengurangi biaya
kegiatan atau mempercepat jadwal.
7.2.1.6. Enterprise Enviromental Factors
Faktor-faktor lingkungan perusahaan yang mempengaruhi proses Biaya Perkiraan :
1. Market conditions.
Kondisi ini menggambarkan produk, layanan, dan hasil apa saja yang tersedia dalam pasar, dari
siapa, dan di bawah apa syarat dan kondisi.
2. Published commercial information.
Informasi tingkat biaya sumber daya sering tersedia dari database yang melacak keterampilan dan
biaya sumber daya manusia, dan memberikan biaya standar untuk material dan peralatan. Daftar
harga penjual yang diterbitkan adalah salah satu sumber informasi.
7.2.1.7. Organizational Process Assets
Aset proses organisasi yang mempengaruhi proses Biaya Perkiraan meliputi:
1. cost estimating policies,
cost estimating policies menggambarkan aturan-aturan dalam perencanaan dan perancangan
estimate cost, seperti pada General Service Administration .U.S (GSA).
Cost estimate policies yang ada pada GSA menetapkan bahwa cost estimate itu harus:
Accurate
Cost estimates must be risk-adjusted, based on an assessment of the most likely costs, and
properly adjusted for inflation.
Comprehansive
7

[Type text]

Cost estimates must be prepared at a level of detail that includes all pertinent costs and does
not double-count costs.
Well-Document
Cost estimates must be prepared with sufficient documentation to allow the estimates to be
easily repeated and traced to original sources through auditing.
Credible
Cost estimates must include some independent verification and validation, and must identify
the level of uncertainty associated with the estimates.
Curren
Cost estimates must be updated at regular intervals or after events that impact the underlying
assumptions of the estimates.

2. cost estimating template,

3. Informasi historis,
Informasi histris berisi document document project-poject sebelumnya yang memilki jenis project yan
sama.
4. Pelajaran.

7.2.2. Estimate Cost : Tools and Techniques

7.2.2.1 Expert Judgement
Penilaian ahli, dipandu oleh informasi historis, memberikan pemahaman yang berharga tentang
lingkungan dan informasi dari proyek-proyek serupa sebelumnya. Penilaian ahli juga dapat digunakan
8

[Type text]

untuk menentukan apakah akan menggabungkan metode estimasi dan bagaimana untuk menyesiaikan
perbedaan di antara mereka.
7.2.2.2 Analogous Estimating
Analog estimasi biaya menggunakan nilai-nilai seperti ruang lingkup, biaya, anggaran, dan durasi
atau ukuran skala tertentu sebagai ukuran, berat, dan kompleksitas dari proyek serupa sebelumnya
sebagai dasar untuk memperkirakan parameter yang sama atau pengukuran untuk proyek saat ini.
Ketika memperkirakan biaya, teknik ini bergantung pada biaya yang sebenarnya dari sebelumnya
proyek serupa sebagai dasar untuk memperkirakan biaya proyek ini. Analog estimasi biaya sering
digunakan untuk memperkirakan nilai ketika ada jumlah terbatas mengenai informasi proyek, misalnya,
dalam fase awal proyek.
7.2.2.3 Parametric Estimating
Estimasi parametrik menggunakan hubungan statistik antara data historis yang relevan dan variabel
lain untuk menghitung perkiraan biaya untuk pekerjaan proyek. Teknik ini dapat menghasilkan lebih
tinggi tingkat akurasi tergantung pada kecanggihan dan data yang mendasari dibangun ke dalam
model. biaya parametrik estimasi dapat diterapkan pada total proyek atau segmen proyek, dalam
hubungannya dengan metode estimasi lainnya.
7.2.2.4 Bottom-up Estimating
Metode memperkirakan komponen pekerjaan, Biaya paket pekerjaan individu atau kegiatan dengan
tingkat terbesar. Biaya rinci kemudian diringkas untuk tingkat yang lebih tinggi untuk tujuan pelaporan
dan pelacakan berikutnya. Biaya dan akurasi bottom-up memperkirakan biaya yang biasanya
dipengaruhi oleh ukuran dan kompleksitas aktivitas individu atau paket pekerjaan.
7.2.2.5 Three-Point Estimating
Keakuratan single-point perkiraan biaya kegiatan dapat ditingkatkan dengan mempertimbangkan
ketidakpastian estimasi dan risiko dan menggunakan tiga perkiraan untuk menentukan berbagai
perkiraan untuk biaya kegiatan ini:
1. Kemungkinan besar (cM). Biaya kegiatan, berdasarkan penilaian upaya realistis untuk pekerjaan
yang diperlukan dan setiap diperkirakan biaya.
2. Optimis (cO). Biaya aktivitas berdasarkan analisis skenario kasus terbaik untuk kegiatan tersebut.
3. Pesimistis (cP). Biaya aktivitas berdasarkan analisis skenario terburuk untuk kegiatan tersebut.
Analisis PERT (CE) , Expecting :
CE = (CO + 4 CM + CP) / 6
Analisis Triangular ::
CE = (CO + CM + CP) / 3
Perkiraan biaya berdasarkan tiga poin dengan distribusi diasumsikan memberikan biaya yang
diharapkan dan memperjelas berbagai ketidakpastian sekitar biaya yang diharapkan.
9

[Type text]

7.2.2.6 Reverse Analysis
Perkiraan biaya mungkin termasuk cadangan kontingensi (kadang-kadang disebut tunjangan
kontingensi) untuk memperhitungkan biaya ketidakpastian. Cadangan kontingensi adalah anggaran
dalam baseline biaya yang dialokasikan untuk risiko yang diidentifikasi. Cadangan kontingensi sering
dipandang sebagai bagian dari anggaran yang dimaksudkan untuk mengatasi known-unknowns yang
dapat mempengaruhi proyek. Cadangan kontingensi dapat diperkirakan untuk memperhitungkan
jumlah yang tidak diketahui ulang. Cadangan kontingensi dapat menyediakan suatu aktivitas tertentu,
untuk keseluruhan proyek. Cadangan kontingensi adalah persentase dari perkiraan biaya, nomor tetap,
atau dapat dikembangkan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif.
Perkiraan juga dapat diproduksi untuk jumlah cadangan manajemen yang akan didanai untuk proyek
tersebut. Cadangan Manajemen merupakan jumlah anggaran proyek ditahan untuk tujuan
pengendalian manajemen dan disediakan untuk pekerjaan yang tak terduga yang berada dalam
lingkup proyek. Cadangan manajemen dimaksudkan untuk mengatasi unknown unknown" yang dapat
mempengaruhi proyek. Cadangan manajemen tidak termasuk dalam baseline biaya tetapi merupakan
bagian dari kebutuhan anggaran proyek dan pendanaan secara keseluruhan. Ketika jumlah cadangan
manajemen yang digunakan untuk mendanai pekerjaan tak terduga, jumlah pengelolaan cagar
digunakan ditambahkan ke baseline biaya, sehingga membutuhkan suatu perubahan disetujui dengan
dasar biaya.
7.2.2.7 Cost of Quality
Menggambarkan semua biaya yang berkaitan dengan kualitas yang sesuai dengan persyaratan proyek.
7.2.2.8 Project Management Software
Aplikasi perangkat lunak manajemen proyek, spreadsheet terkomputerisasi, simulasi, dan alat
statistik yang digunakan untuk membantu estimasi biaya. Alat tersebut dapat menyederhanakan
penggunaan beberapa teknik estimasi biaya dan dengan demikian memfasilitasi pertimbangan cepat
alternatif perkiraan biaya.
7.2.2.9 Vendor Bid Analysis
Metode estimasi biaya dapat mencakup analisis apa proyek harus dikenakan biaya, berdasarkan
tawaran responsif dari vendor berkualitas. Ketika proyek diberikan kepada vendor di bawah proses
yang kompetitif, estimasi biaya tambahan pekerjaan mungkin diperlukan dari tim proyek untuk
memeriksa harga kiriman individu dan untuk mendapatkan biaya yang mendukung biaya total proyek
akhir.
Vendor bid analisis merupakan tawaran yang diberikan oleh vendor terpilih.
7.2.2.10 Group Decision-Making Techniques
Pendekatan berbasis tim, seperti brainstorming, Delphi atau teknik kelompok nominal, berguna untuk
melibatkan anggota tim untuk meningkatkan akurasi perkiraan dan komitmen terhadap munculnya
10

[Type text]

perkiraan. Dengan melibatkan sekelompok orang yang dekat dengan pelaksanaan teknis pekerjaan
dalam proses estimasi, informasi tambahan dan perkiraan akurat lebih mudah diperoleh.
Teori Delphi ini sangat baik yuntuk memecahkan masalah yang bersifat general, dimana rencana
kebijakan tersebut berkaitan erat dengan ahli-ahli bidang tertentu. Karena dari setiap ahli pada bidang
tertentu akan dapat mengeluarkan aspirasinya yang memiliki kemampuan dari segi yang dialaminya.
Selain itu, metode ini tidak memperhatikan nama dari ahli untuk mencegah pengaruh besar satu
anggota terhadap anggota lainnya, dan masing-masing responden memiliki waktu yang cukup untuk
mempertimbangkan masing-masing bagian dan jika perlu melihat informasi yang diperlukan untuk
mengisi kuisioner sehingga dapat menghindari tekanan sosial psikologi.
Delhpi mempunyai ciri-ciri:
1. Mengabaikan nama

2. Iterasi dan feedback yang terkontrol
3. Respon kelompok secara statistik

7.2.3. Estimate Cost : Output

7.2.3.1 Activity Cost Estimates
Activity cost estimates adalah penilaian kuantitatif tentang berapa banyak sumber daya yang
diperlukan untuk pelaksanaan proyek. Perkiraan biaya dapat disajikan dalam bentuk ringkasan atau
detail. Biaya yang diperkirakan untuk semua sumber daya yang diterapkan untuk estimasi biaya
aktivitas ini termasuk, namun tidak terbatas pada: tenaga kerja langsung, bahan, peralatan, layanan,
fasilitas, teknologi informasi, dan kategori khusus seperti biaya pembiayaan (termasuk beban bunga),
uang saku inflasi, nilai tukar, atau cadangan biaya kontingensi. Biaya tidak langsung, jika termasuk
dalam estimasi proyek, dapat dimasukkan pada tingkat kegiatan yang lebih tinggi.
7.2.3.2 Basis Of Estimater
Basis of estimates merupakan rincian pendukung atau dasar untuk perkiraan biaya. Dokumen
pendukung harus memberikan pemahaman yang jelas dan lengkap tentang bagaimana perkiraan biaya
tersebut berasal.
Rincian pendukung untuk kegiatan perkiraan biaya dapat mencakup:
1. Dokumentasi dasar perkiraan (yaitu, bagaimana dikembangkan)
2. Dokumentasi semua asumsi yang dibuat
3. Dokumentasi kendala
4. Indikasi kisaran perkiraan (misalnya, 10.000 (10%) untuk menunjukkan bahwa item tersebut
diperkirakan akan menelan biaya antara rentang nilai), dan
5. Indikasi tingkat kepercayaan dari perkiraan akhir.
11

[Type text]

7.2.3.3 Project Documents Updates
Memperbarui dokumen proyek apapun yang dipengaruhi oleh biaya biaya atau informasi yang
diperoleh.

7.3. Determine Budget
Determine budget adalah proses menggabungkan estimasi biaya kegiatan individu atau paket
pekerjaan untuk menetapkan cost baseline. Manfaat utama dari proses ini adalah menentukan cost
baseline terhadap kinerja proyek yang dapat dipantau dan dikendalikan.






Project budget atau anggaran proyek mencakup semua dana untuk melaksanakan proyek. Cost
baseline adalah versi menyetujui time-phased project budget, tetapi tidak termasuk cadangan
manajemen.

12

[Type text]

7.3.1 Determine Budget: Inputs

7.3.1.1 Cost Management Plan
Cost management plan adalah rencana manajemen biaya yang menggambarkan bagaimana
biaya proyek akan dikelola dan dikendalikan.
7.3.1.2 Scope Baseline
Project Scope Statement: keterbatasan formal dengan periode untuk pengeluaran dana proyek
oleh organisasi, dengan kesepakatan, atau dengan entitas lain seperti instansi pemerintah. Kendala
pendanaan ini tercermin dalam pernyataan ruang lingkup proyek.
Work Breakdown Structure: WBS menyediakan hubungan antara semua deliverable proyek
dan berbagai komponennya.
Kamus WBS: kamus WBS dan laporan rinci terkait pekerjaan memberikan identifikasi kiriman
dan deskripsi pekerjaan dalam setiap komponen WBS dibutuhkan untuk menghasilkan setiap
deliverable .

7.3.1.3 Activity Cost Estimates
Perkiraan tentang berapa banyak daftar kegiatan yang dikenakan biaya. Atau dalam arti lain
activity cost estimate adalah perkiraan biaya untuk setiap kegiatan dalam paket pekerjaan dikumpulkan
untuk mendapatkan perkiraan biaya untuk masing-masing paket pekerjaan.
7.3.1.4 Basis of Estimates
Basis of estimates adalah perkiraan biaya untuk setiap kegiatan dalam pekerjaan yang
dikumpulkan untuk mendapatkan perkiraan biaya untuk masing-masing pekerjaan. Rincian pendukung
untuk perkiraan biaya yang terkandung dalam dasar perkiraan harus menentukan asumsi-asumsi dasar
yang berhubungan dengan inklusi atau pengecualian dari biaya tidak langsung atau lainnya dalam
anggaran proyek.
7.3.1.5 Project Shedule
Jadwal proyek meliputi start dan finish tanggal yang direncanakan untuk kegiatan proyek,
tonggak, paket kerja, dan rekening kontrol. Informasi ini dapat digunakan untuk biaya agregat untuk
periode kalender dimana biaya yang direncanakan tersebut akan dikeluarkan.
7.3.1.6 Resource Calendars
Resource calendars merupakan informasi tentang sumber daya yg dikerahkan untuk proyek ini
dan kapan tersedianya sumber daya tersebut.
13

[Type text]

7.3.1.7 Risk Register
Risk register harus ditinjau untuk mempertimbangkan risk response biaya agregat. Update ke daftar
risiko disertakan dengan update dokumen proyek yang telah atau akan dibeli termasuk ketika
menentukan anggaran.
7.3.1.8 Agreements
Menentukan budget harus merujuk pada agreements info maupun cost yang berhubungan dengan
produk, servis, atau hasil yang telah atau akan dibeli termasuk ketika menentukan anggaran.
7.3.1.9 Organizational Process Assets
Aset proses organisasi yang mempengaruhi proses. Tidak terbatas pada:
a. Kebijakan formal dan informal biaya penganggaran terkait, prosedur, dan pedoman
b. Alat biaya penganggaran, dan
c. Pelaporan metode.

7.3.2 Determine Budget: Tools and Technique

7.3.2.1 Cost Aggregation
Mengagregasibiayadari tingkataktivitas ketingkatpaketpekerjaan. Hal ini karena biaya diukur, dikelola
dan dikendalikan pada tingkat paket pekerjaan selama daur hidup proyek. Menaagregasikan biaya
dapat ditunjukan dalam diagram parreto. Contohnya sebagai berikut :

7.3.2.2 Reserve Analysis
Teknik yang digunakan untuk menentukan cadangan realisti. Ini terdiri dari cadangan kontingensi dan
cadangan manajemen kontingensi.
7.3.2.3 Expert Judgment
Penilaian ahli dipandu oleh informasi history untuk memberikan pemahaman yang berharga tentang
lingkungan dan informasi dari proyek-proyek serupa sebelumnya. Expert Judment tersedia dari banyak
sumber, namun tidakterbataspada :
14

[Type text]

Unit unit lain dalam performing organization
Konsultan
Stakeholder, termasukkonsumen
Professional and technical assoclation
Industry groups

7.3.2.4 Historical Relationship
Historical relationship antara kegiatan tertentu dan biayanya dapat membantu menentukan
perkiraan yang lebih akurat.
Setiap hubungan historis dapat menghasilkan estimasi parametrik atau perkiraan analog yang
melibatkan penggunaan karakteristik proyek (parameter) untuk mengembangkan model matematis
untuk memprediksi total biaya proyek. Model tersebut dapat sederhana, misalnya: konstruksi rumah
hunian didasarkan pada biaya tertentu per kaki persegi ruang
Baik biaya dan akurasi model analog dan parametrik dapat sangat bervariasi. Mereka yang paling
mungkin untuk realible ketika:
Informasi historis yang digunakan untuk mengembangkan model akurat,
Parameter yang digunakan dalam model mudah diukur, dan
Model dapat terukur, sehingga dapat digunakan untuk proyek-proyek besar, proyek-proyek kecil,
dan fase proyek.
7.3.2.5 Funding Limit Reconciliation
Pengeluaran harus menyesuaikan dengan batasan dana yang telah disepakati pada proyek tersebut. Ini
dapat memungkinkan untuk penjadwalan ulang untuk meratakan tingkat pengeluaran sehingga
pengeluaran yang direncanakan tidakpernahmelebihi dana yang direncanakandiawal.

7.3.3 Determine Budget: Outputs

7.3.3.1 Cost Baseline
Cost baseline meruakan anggaran proyek waktu yang bertahap, cost baseline ini tidak termasuk
cadangan manajemen apapun, cost baseline jugga menjadi dasar untuk dibandingkan dengan hasil
aktual.
15

[Type text]


Gambar diatas mengilustrasikan berbagai komponen anggaran proyek dan cost baseline.
Perkiraan biaya kegiatan ditambah dengan cadangan kontingensi dikumpulkan ke dalam biaya paket
pekerjaan. Estimasi biaya paket pekerjaan bersama dengan cadangan kontingensi dikumpulkan menjadi
control account. Penjumlahan dari control account menjadi cost baseline, cost baseline ditambah
dengan manajement reserve atau keperluan kantor menjadi project budget.
Karena perkiraan biaya yang membentuk cost baseline , yang terkait dengan jadwal kegiatan, ini dapat
menjadi kemungkinan tampilan waktu yang bertahap dari cost baseline, yang dapat ditampilkan dalam
bentuk S-kurva, yang diilustrasikan ;ada gambar dibawah ini.

7.3.3.2 Project Funding Requirements
Total kebutuhan dana dan kebutuhan dana periodik seperti kuartalan dan tahunan berasal dari cost
baseline . Cost baseline dapat mencakup pengeluaran yang diproyeksikan ditambah dengan anticipated
liabilities. Pendanaan sering kali terjadi dalam jumlah yang tidak kontinyu dan mungkin tidak
didistribusikan secara merata , seperti halnya pada gambar 7-9. Total biaya yang dibutuhkan adalah
yang termasuk kedalam cost baseline, management reserve dan lannya. Funding requerment dapat
termasuk kedalam sumber pendanaan.
16

[Type text]

7.3.3.3 Project Documents Updates
Dalam proses penentuan anggaran memungkinkan kita dapat memperoleh informasi baru tentang
biaya proyek, kita mungkin juga membuat keputusan anggaran yang mempengaruhi aspek lain dari
sebuah proyek di tengah perjalanan,seperti jadwal.Karena itu kita harus memperbaiki dokumen proyek
tersebut. Dokumen proyek yang dapat diperbarui banyak, tidak hanya terbatas pada :
Risk register
Perkiraan biaya aktivitas
Jadwal proyek


7.4. Control Cost
Pengendalian biaya proyek meliputi:
Mempengaruhi faktor yang menciptakan perubahan untuk biaya awal yang ditetapkan;
Memastikan bahwa semua permintaan perubahan secara tepat waktu;
Mengelola perubahan yang sebenarnya saat mereka terjadi;
Memastikan bahwa pengeluaran biaya tidak melebihi dana yang ditetapkan atas periode, atas
komponen WBS, aktivitas, dan total untuk proyek tersebut;
Pemantauan kinerja biaya untuk mengisolasi dan memahami perbedaan dari biaya awal yang
disetujui;
Pemantauan kinerja terhadap dana yang dikeluarkan;
Mencegah perubahan tidak disetujui dari yang termasuk dalam biaya atau penggunaan sumber
daya yang dilaporkan;
Menginformasikan stakeholder dari semua perubahan yang disetujui dan biaya yang terkait, dan
Membawa biaya overruns dalam batas yang dapat diterima.


Control Costs: Inputs, Tools & Techniques, and Outputs
17

[Type text]


Control Costs Data Flow Diagram

7.4.1. Control Cost: Inputs

7.4.1.1. Project Management Plan
Rencana manajemen proyek berisi informasi berikut yang digunakan untuk biaya kontrol:
Cost Baseline. Biaya awal dibandingkan dengan hasil aktual untuk menentukan apakah
perubahan, tindakan korektif, atau tindakan preventif diperlukan.
Cost Manajement Plan. Rencana biaya manajemen menggambarkan bagaimana biaya proyek
akan dikelola dan dikendalikan.
7.4.1.2. Project Funding Requirement
Kebutuhan dana suatu proyek yang dibentuk oleh Departemen/divisi Keuangan pada suatu organisasi
tertentu. Dalam hal ini termasuk kebutuhan yang diproyeksikan ditambah dengan biaya antisipasi.
7.4.1.3. Work Performance Data
Mencakup informasi tentang kemajuan proyek, menggambarkan status dan biaya kegiatan proyek
pada saat ini hingga akhir yang mencakup proyek dari awal sampai dengan selesai
7.4.1.4. Organizational Process Assets
Organizational Process Assets termasuk, namun tidak terbatas pada:
Kebijakan formal dan informal biaya kontrol terkait, prosedur, dan pedoman;
Alat pengendalian biaya
Metode Pemantauan dan pelaporan yang akan digunakan.

18

[Type text]

7.4.2. Control Costs: Tools and Techniques
7.4.2.1. Earned Value Management
Metodologi yang menggabungkan pengukuran ruang lingkup, jadwal, dan sumber daya untuk
menilai kemajuan dan kinerja proyek. EVM mendevelop dan memonitor 3 dimensi utama, yaitu:
Planned Value: anggaran dasar untuk pekerjaan yang dijadwalkan / anggaran resmi yang
direncanakan untuk pekerjaan yang harus dilakukan untuk suatu kegiatan atau komponen WBS,
tidak termasuk cadangan manajemen. Total PV ini kadang-kadang disebut sebagai performance
measurement baseline (PMB). Total planned value untuk proyek juga dikenal sebagai budget at
completion (BAC).
Earned value (EV) adalah ukuran dari pekerjaan yang dilakukan yang dinyatakan dalam anggaran
dasar untuk pekerjaan itu. EV diukur tidak dapat lebih besar daripada anggaran dasar PV untuk
komponen. EV ini sering digunakan untuk menghitung persen dari proyek selesai. Manajer
proyek memantau EV, baik secara bertahap untuk menentukan status saat ini dan secara
kumulatif untuk menentukan tren kinerja jangka panjang.
Actual cost (AC) biaya yang dikeluarkan untuk realisasi pekerjaan yang dilakukan pada kegiatan
selama periode waktu tertentu. Ini adalah total biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan
pekerjaan yang diukur EV. AC perlu sesuai dengan apa yang dianggarkan dalam PV dan diukur
dalam EV (misalnya, direct hours only, direct costs only, atau all costs termasuk indirect costs).
AC tidak akan memiliki batas atas, apa pun yang digunakan untuk mencapai EV akan diukur.

Variansi dari baseline yang akan dipantau:
Schedule variance (SV) adalah ukuran kinerja jadwal dinyatakan sebagai perbedaan antara
earned value dan planned value. EVM schedule variance adalah metrik yang dapat menunjukkan
kapan sebuah proyek tertinggal atau lebih cepat dari jadwal awal. The EVM schedule variance
akhirnya akan sama dengan nol ketika proyek selesai karena semua planned values akan telah
diterima. Persamaan: SV = EV PV
Cost variance (CV) adalah jumlah defisit atau surplus anggaran pada suatu titik waktu tertentu,
dinyatakan sebagai perbedaan antara earned value dan actual cost. Biaya varians di akhir dari
proyek ini akan menjadi perbedaan antara budget at completion (BAC) dengan jumlah aktual
yang dihabiskan. CV ini sangat penting karena menunjukkan hubungan kinerja fisik terhadap
biaya yang dihabiskan. Persamaan: CV = EV - AC.
Schedule Performance Index (SPI) adalah ukuran efisiensi jadwal dinyatakan sebagai rasio
earned value dengan planned value. Ini untuk menghitung seberapa efisien tim proyek dalam
menggunakan waktu.
Nilai SPI <1,0 menunjukkan sedikit pekerjaan yang selesai dari yang direncanakan.
Nilai SPI > 1,0 menunjukkan lebih banyak pekerjaan selesai dari yang direncanakan.
19

[Type text]

Persamaan: SPI = EV / PV
Cost Performance Index (CPI) adalah ukuran dari efisiensi biaya atas sumber daya yang
dianggarkan, dinyatakan sebagai rasio earned value dengan actual cost.
Nilai CPI <1,0 menunjukkan biaya melampaui untuk pekerjaan selesai.
Nilai CPI > 1,0 menunjukkan underrun biaya kinerja sampai saat ini. Persamaan: CPI = EV / AC

7.4.2.2. Forecasting
Sebagai kemajuan proyek, tim proyek dapat mengembangkan perkiraan untuk estimate at
completion (EAC) yang mungkin berbeda dari budget at completion (BAC). EAC biasanya didasarkan
pada biaya aktual yang dikeluarkan untuk pekerjaan yang telah diselesaikan, ditambah estimate to
complete (ETC) pekerjaan yang tersisa.
EAC forecast for ETC work performed at the budgeted rate. Metode EAC ini menerima kinerja
proyek aktual sampai saat ini (apakah menguntungkan atau tidak menguntungkan) yang diwakili
oleh actual costs dan memprediksi semua estimate to complete (ETC) yang akan dicapai pada
tingkat yang dianggarkan. Persamaan: EAC = AC + (BAC - EV)
EAC forecast for ETC work performed at the present CPI. Metode ini mengasumsikan apa proyek
memiliki berpengalaman sampai saat ini dapat diperkirakan akan terus berlanjut di masa depan.
Pekerjaan ETC diasumsikan dilakukan pada cumulative cost performance index (CPI) proyek
sampai saat ini. Persamaan: EAC = BAC / CPI
EAC forecast for ETC work considering both SPI and CPI factors. Dalam perkiraan ini, pekerjaan
akan dilakukan pada tingkat efisiensi yang mempertimbangkan indeks baik biaya dan jadwal
kinerja. Persamaan: EAC = AC + [(BAC - EV) / (CPI SPI)]

Earned Value, Planned Value, and Actual Costs
Dalam grafik tersebut dapat dilihat bahwa BAC merupakan biaya yang dianggarkan dari awal proyek
hingga proyek selesai. Total project budget yaitu BAC + Management Reserve. Berdasarkan Grafik, nilai
dari earned value samapi dengan data date kurang dibandingkan dengan planned value, atau dengan
kata lain proyek mengalami keterlambatan dibandingkan dengan jadwal yang direncanakan, sedangkan
actual cost proyek hingga data date melebihi dari planned value.
20

[Type text]

7.4.2.3. To-complete perfomance index (TCPI)
To-complete performance index (TCPI) adalah ukuran kinerja biaya yang diperlukan untuk dicapai
dengan sumber daya yang tersisa untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan, dinyatakan sebagai rasio
biaya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda untuk sisa anggaran. Jika BAC tidak lagi layak,
manajer proyek harus mempertimbangkan EAC dan menggantikan BAC dalam perhitungan TCPI .
Persamaan untuk TCPI berdasarkan BAC : ( BAC - EV ) / ( BAC - AC ).
Persamaan untuk TCPI berdasarkan EAC : ( BAC - EV ) / ( EAC - AC ) .

7.4.2.4. Performance reviews
Membandingkan kinerja biaya dari waktu ke waktu, jadwal kegiatan atau paket pekerjaan dan dana
diperkirakan dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang berjalan.
Variance analysis
Seperti yang digunakan dalam EVM , adalah penjelasan ( penyebab , dampak, dan korektif
tindakan ) untuk biaya ( CV = EV - AC ) , jadwal ( SV = EV - PV ) , dan varians pada penyelesaian (
VAC = BAC - EAC ). Analisis lebih lanjut dapat dilakukan untuk menentukan penyebab dan
tingkat varians relatif terhadap baseline jadwal dan tindakan korektif atau pencegahan yang
diperlukan.
Trend analysis
Analisis Trend mengkaji kinerja proyek dari waktu ke waktu untuk menentukan apakah kinerja
meningkat atau memburuk. Teknik analisis grafis berguna untuk memahami kinerja sampai
saat ini dan dibandingkan dengan tujuan kinerja masa depan dalam bentuk BAC dibandingkan
EAC dan tanggal penyelesaian .
Earned value performance
Membandingkan pengukuran kinerja dengan jadwal aktual dan kinerja biaya. Jika EVM tidak
digunakan, maka analisis biaya dasar terhadap biaya yang sebenarnya untuk pekerjaan yang
dilakukan digunakan untuk perbandingan kinerja biaya.
21

[Type text]

7.4.2.5. Project Management Software
Perangkat lunak yang dirancang khusus untuk membantu dalam perencanaan, pemantauan,
dan pengendalian kinerja proyek, termasuk kinerja biaya. Project management software sering
digunakan untuk memantau tiga dimensi EVM (PV, EV, dan AC), untuk menampilkan tren grafis, dan
untuk meramalkan berbagai kemungkinan hasil proyek akhir.
7.4.2.6. Reserve Analysis
Analisis cadangan untuk mengantisipasi hal-hal lain selama penggunaan budget proyek. Reserve
analysis digunakan untuk dan menentukan apakah cadangan ini masih dibutuhkan atau tidak.
Cadangan tersebut dapat digunakan seperti yang direncanakan untuk menutupi risiko peristiwa atau
kontinjensi lainnya. Jika peristiwa risiko kemungkinan tidak terjadi, cadangan kontingensi yang tidak
terpakai dapat dihapus dari anggaran proyek.

7.4.3 Control Costs: Outputs
7.4.3.1 Work Performance Information
Menunjukkan bagaimana kegiatan proyek yang benar-benar berkembang dalam kaitannya
dengan jadwal dan anggaran yang direncanakan. Perhitungan CV, SV, CPI, SPI, TCPI, dan nilai-nilai VAC
untuk komponen WBS, khususnya work package dan control account, didokumentasikan dan
dikomunikasikan kepada para pemangku kepentingan.
7.4.3.2 Cost Forecasts
Perubahan pada biaya dasar yang telah disetujui. Jumlah ini umumnya direvisi hanya dalam
menanggapi perubahan lingkup. Nilai EAC terhitung atau nilai EAC bottom-up didokumentasikan dan
dikomunikasikan kepada para pemangku kepentingan.
7.4.3.3 Change Request
Analisis kinerja proyek dapat mengakibatkan permintaan perubahan cost baseline atau komponen
lain dari rencana manajemen proyek. Change requests dapat mencakup tindakan preventif atau
korektif, dan diproses untuk review dan disposisi melalui proses Integrated Change Control
7.4.3.4 Project Management Plan Updates
Terdiri dari :
Cost baseline
Perubahan baseline biaya digabungkan dalam menanggapi perubahan yang disetujui dalam
lingkup,
sumber aktivitas, atau perkiraan biaya. Dalam beberapa kasus, varians biaya bisa begitu parah
sehingga biaya dasar diperlukan revisi untuk memberikan dasar yang realistis untuk
pengukuran kinerja.
Cost management plan
22

[Type text]

Perubahan terhadap program manajemen biaya, seperti perubahan untuk mengontrol batas
atau tingkat akurasi tertentu yang diperlukan dalam pengelolaan biaya proyek, dimasukkan
dalam menanggapi umpan balik dari stakeholder terkait.
7.4.3.5 Project Documents Updates
Pembaruan dokumen biaya proyek untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam melaksanakan
proyek. Terdiri dari Cost estimates, dan Basis of estimates.
7.4.3.6 Organizational Process assets updates
Aset proses organisasi yang dapat diperbaharui meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
1. Penyebab varians.
2. Tindakan korektif yang dipilih dan alasan
3. Database keuangan, dan
4. Jenis-jenis pelajaran dari pengendalian biaya proyek.