Anda di halaman 1dari 15

HUBUNGAN KEKERABATAN HEWAN

Nama : Atika Laeli Sukmawati


NIM : B1J010004
Romo!"a! : II
Kelom#ok : $
A%i%te! : Gol&'a Bi""e%t () *) N)
LA*+RAN *RAKTIKUM TAKS+N+MI HEWAN
KEMENTERIAN *EN(I(IKAN (AN KEBU(A,AAN
UNI-ERSITAS JEN(ERAL S+E(IRMAN
.AKULTAS BI+L+GI
*URW+KERT+
$01$
I) *EN(AHULUAN
A) Lata/ Belaka!"
Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke
dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runtut sesuai
dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya
hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan
cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik. Prinsip dan
cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu taksonomi adalah dengan
membentuk takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya
memiliki banyak persamaan ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek
atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun
perbedaan yang dapat diamati (ayr, !"#$).
%tudi kekerabatan merupakan salah satu aspek yang dipelajari dalam
taksonomi hewan. Kekerabatan mencakup dua pengertian, yaitu kekerabatan
filogenetik dan kekerabatan fenetik. Kekerabatan filogenetik adalah kekerabatan
yang didasarkan pada hubungan filogeni antara takson yang satu dengan takson
yang lain, sedangkan kekerabatan fenetik adalah kekerabatan yang didasarkan
pada persamaan dan perbedaan ciri&ciri yang tampak pada takson ('lifford dan
%tephenson, !"()). Penentuan kekerabatan fenetik dapat dilakukan secara
kualitatif dan kuantitaif. Kekerabatan fenetik secara kualitaif umumnya dilakukan
dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan ciri&ciri taksonomik
yang dimiliki oleh masing&masing takson. *leh ayr (!"#$), disebutkan bahwa
ciri taksonomik meliputi ciri morfologi, antomi, fisiologi, ekologi, dan geografi. 'iri
yang dibandingkan sebanyak mungkin paling tidak ada )+ ciri.
akin banyak jumlah ciri yang yang mirip antara dua takson yang di
bandingkan, berarti makin dekat hubungan kekerabatanya dan sebaliknya
semakin sedikit jumlah ciri yang mirip antara dua takson, berarti semakin jauh
hubungan kekerabatanya. ,asil perbandingan antara ciri yang mirip dengan
semua ciri yang digunakan berupa nilai rata&rata kemiripan ciri, sekaligus
menunjukan tingkat hubungan kekerabatan antara taksa yang dibandingakan.
-ilai rata&rata kemiripan ciri, selanjutnya dapat digunakan untuk membuat
fenogram (.juhanda, !"#!).
B) Tu0ua!
Tujuan pada praktikum kali ini adalah untuk menyusun karakter
morfologi yang digunakan sebagai dasar menentukan kekerabatan fenetik, serta
umtuk melakukan uji kekerabatan fenetik pada kelompok hewan (ikan).
II) MATERI (AN MET+(E
A. Mate/i
ateri yang diamati adalah empat species ikan antara lain, ikan layur
(Trichiurus savala), ikan lidah (Cynoglossus lingua), ikan lele (Clarias batrahus),
ikan kembung (Rastrellinger karagurta) dan ikan brek (Puntius javanicus) yang
telah dikoleksi atau masih dalam keadaan segar.
/lat&alat yang digunakan adalah perangkat lunak untuk analisis data
(-T%ys), buku gambar, bak preparat, pinset, sarung tangan, masker, dan alat
tulis.
B. Meto&e
1. .isiapkan 0 species ikan yang akan diamati
2. .icari ciri&ciri taksonomi ikan.
3. .icocokan semua cirri&ciri dengan masing&masing sampel 1angka (!)2
menunjukkan ada persamaan dan 1angka (+)2 menunjukkan tidak ada
persamaan.
4. .ihitung jumlah karakter (!) dan (+), dihitung dengan koefisien asosiasi.
5. .ihitung kedekatan hubungan kekerabatan dengan koefisien asosiasi.


III) HASIL (AN *EMBAHASAN
A) Ha%il
Gama/ 1) .e!o"/am Huu!"a! Keke/aata! Lima S#e%ie% Ika!
Me!""u!aka! */o"/am Nt%1%
Coefficient
0.31 0.39 0.48 0.56 0.65

layur
kembung
brek
lele
lida
Tael $) Mat/ik Nilai Huu!"a! Keke/aata! A!ta/ S#e2ie% Ika!
-o %pecies / 3 ' . 4
! / 55555555 +,)6 +,7) +,0# +,00
$ 3 55555555 55555555 +,6( +,0" +.0"
6 ' 55555555 55555555 55555555 +,(+ +,0(
0 . 55555555 55555555 55555555 555555555 +,)#
) 4 55555555 55555555 55555555 55555555 55555555
Tael 3) Mat/ik Nilai *e!"elom#oka! *e/tama
-o %pecies '. / 3 4
! '. 555555 55555555 55555555 55555555
$ / +,0$ 55555555 55555555 55555555
6 3 +,$# 55555555 55555555 55555555
0 4 +,6( 55555555 55555555 55555555
-o %pecies /'. 3 4
! /'. 555555 55555555 55555555
$ 3 +,!" 55555555 55555555
6 4 +,$+ 55555555 55555555
'./4 3
'./4 555555 555555
3 +,+( 555555


B) *ema'a%a!
3erdasarkan hasil percobaan, menunjukkan bahwa hubungan
kekerabatan yang paling dekat adalah ikan kembung dan ikan brek, yang
ditunjukkan pada nilai koefisien asosiasi sebesar +,(+, ,ubungan kekerabatan
antara ikan kembung, ikan brek, dan ikan layur menunjukkan nilai koefisien
asosiasi +,0$. ,ubungan kekerabatan antara ikan kembung, ikan brek, ikan
layur, dan ikan lidah menunjukkan nilai koefisien asosiasi +,$+. %edangkan
hubungan kekerabatan paling jauh ditunjukkan antara ikan kembung, ikan brek,
ikan layur, ikan lidah dengan ikan lele yang menunjukkan nilai koefisien asosiasi
sebesar +,+(. 3esarnya nilai koefisien asosiasi pada fenogram menunjukkan
dekat jauhnya hubngan kekerabatan hewan. /dapun nilai fenogram berdasarkan
perhitungan nilai matrik perbandingan antara jumlah persamaan dengan jumlah
karakter yang digunakan. enurut .juhanda (!"#!), makin banyak jumlah ciri
yang yang mirip antara dua takson yang di bandingkan, berarti makin dekat
hubungan kekerabatanya dan sebaliknya semakin sedikit jumlah ciri yang mirip
antara dua takson, berarti semakin jauh hubungan kekerabatannya.
,ubungan kekerabatan hewan merupakan hubungan antara tiap
species yang memiliki asal&usul silsilah yang sama. Kekerabatan terbagi menjadi
dua, yaitu kekerabatan filogenetik dan kekerabatan fenetik. Kekerabatan
filogenetik dapat diketahui dari analisis kluster menggunakan metode UPGMA
cluster analisys melalui program Numerical Taxonomy and Multivariate ystem
!NT"#$ Kekerabatan fenetik adalah kekerabatan yang didasarkan pada
persamaan dan perbedaan ciri&ciri yang tampak pada takson ('lifford dan
%tephenson, !"()). enurut ,adiati et$ al$% ($++$), untuk menghitung koefisien
kemiripan genetik dan hubungan kekerabatannya dilakukan berdasarkan pada
en8im yang bersifat polimorfik.
enurut utiara ($++7), klasifikasi makhluk hidup memiliki tujuan sebagai
berikut 9
! mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri&ciri yang
dimiliki
! mendeskripsikan ciri&ciri suatu jenis makhluk hidup untuk
membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
! mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
! memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
3erdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki
manfaat seperti berikut.
! emudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat
beraneka ragam.
! engetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan
yang lain.
acam klasifikasi makhluk hidupmenurut %impson ($+!!), ada bermacam
sistem klasifikasi makhluk hidup. %istem klasifikasi ini berkembang mulai dari
yang sederhana hingga berdasar sistem yang lebih modern.
1) Si%tem a/ti4i%ial 5 uata!
%istem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan
ciri yang ditetapkan oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat
makhluk hidup. Penganut sistem ini di antaranya /ristoteles dan Theophratus
(6(+ %).
$) Si%tem !atu/al 5 alami
%istem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan
ciri struktur tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal
(anatomi) secara alamiah. Penganut sistem ini, di antaranya, 'arolus :innaeus
(abad ke&!#). :innaeus berpendapat bahwa setiap tipe makhluk hidup
mempunyai bentuk yang berbeda. *leh karena itu, jika sejumlah makhluk hidup
memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup tersebut sama
spesiesnya. .engan cara ini, :innaeus dapat mengenal !+.+++ jenis tanaman
dan 0.+++ jenis hewan.
3) Si%tem mo&e/! 64ilo"e!etik7
%istem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan
secara e;olusioner. 3eberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini
adalah sebagai berikut9
! Persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal
! enggunakan biokimia perbandingan. isalnya, hewan &imulus
'oly'hemus, dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan ('rab)
karena bentuknya seperti rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya
secara biokimia, terbukti bahwa hewan ini lebih dekat dengan laba&laba
(%pider). 3erdasarkan bukti ini, :imulus dimasukkan ke dalam golongan
laba&laba.
! 3erdasarkan genetika modern. <en dipergunakan juga untuk melakukan
klasifikasi makhluk hidup. /danya persamaan gen menunjukkan adanya
kekerabatan.
1) Ika! La1u/ 6Trichiurus savala7
:ayur merupakan ikan laut yang mudah dikenal dari bentuknya yang
panjang dan ramping. Ikan ini tersebar di banyak perairan dunia. =enis yang
ditemukan di Pasifik dan /tlantik merupakan populasi yang berbeda. >kuran
tubuhnya dapat mencapai panjang $ m, dengan berat maksimum tercatat ) kg
dan usia dapat mencapai !) tahun. Kegemarannya pada siang hari berkeliaran
di perairan dangkal dekat pantai yang kaya 'lankton krustasea. Pada waktu
malam ikan ini mendekat ke dasar perairan. :ayur mudah dijumpai di tempat
penjualan ikan di Indonesia. Ia juga menjadi ikan umpan. *rang =epang
menyebutnya tachiuo dan memakannya mentah (sebagai sashimi) atau dibakar.
*rang Korea menyebutnya galchi dan mengolahnya dengan digoreng atau
dibakar. Ikan ini disukai karena dagingnya yang kenyal, tidak terlalu amis, tidak
berminyak, serta mudah dilepas tulangnya (%aanin, !"7#).
Ikan :ayur (Trychiurus savala) tergolong kepada keluarga Trichiuridae,
bentuk tubuh panjang gepeng, ekornya panjang seperti pecut. Kulitnya tidak
bersisik, warnanya memutih keperak&perakkan sedikit kuning. %irip
punggungnnya satu, dimulai dari belakang kepala terus sampai di ekor, jumlah
jari&jari sirip lunaknya antara !0+&!)+ buah. %irip ekor tidak tumbuh, sirip dubur
terdiri dari sebaris duri&duri kecil yang lepas&lepas. Tidak mempunyai sirip perut
dan ikan ini bersifat karni;or (.juhanda, !"#!).
enurut %aanin (!"7#), klasifikasi Ikan layur adalah sebagai berikut9
Kingdom 9 /nimalia
Phylum 9 'hordata
'lass ? 9 /ctinopterygii
*rdo 9 Perciformes
@amily 9 Trichiuridae
<enus Trichiurus
%pecies 9 Trichiurus le'turus
$) Ika! Li&a' 6Cynoglossus lingua7
enurut %aanin (!"7#), klasifikasi ikan lidah adalah sebagai berikut9
Kingdom 9 /nimalia
Phylum 9 'hordata
'lass 9 /ctinopterygii
*rdo 9 Pleuronectiformes
@amily 9 'ynoglossidae
<enus 9 'ynoglossus
%pecies 9 Cynoglosus lingua
Ikan lidah merupakan ikan laut, secara morfologi ikan lidah memiliki bentuk
kepala yang dorso;entral, posisi mulut inferior, mulut relatif sempit dan tidak
dapat disembulkan, mata relati sempit dan terletak pada satu sisi, bentuk tubuh
pipih dorso;entral, tipe sisik sikloid relatif besar, dan bentuk luar sirip ekor yang
meruncing. enurut (Kottelat,!""6) ikan ini hidup dilaut tropika tetapi beberapa
terbatas hidupnya di air tawar. Kedua mata terletak disamping kiri badan. Tidak
memiliki sirip dada hanya sirip punggung yang berkembang. %irip punggung ,
dubur dan ekor bersatu. :ubang mulut pada ikan ini sempit dan gigi pada
sebelah badan yang tak berwarna lebih baik. =enis ikan lidah di Indonesia tidak
memiliki arti ekonomi penting karena jumlahnya yang sedikit dan besarnya tidak
seberapa (.juhanda, !"#!).
3) Ika! Kemu!" 6Rastrellinger brachysoma7
%aanin (!"7#), menyatakan bahwa dalam taksonomi mengklasifikasikan
ikan kembung jantan (comber canagorta) sebagai *rdo %combriformes, famili
%combridae, genus %comber, dan spesiesnya adalah comber canagorta. Ikan
kembung laki&laki tergolong ikan pelagik yang menghendaki perairan yang
bersalinitas tinggi. Ikan ini suka hidup secara bergerombol, kebiasaan makanan
adalah memakan plankton besarAkasar, 'opepode atau 'rustacea (Kriswantoro
dan %unyoto, !"#7).
Ikan kembung jantan (Rasterliger branchysoma) termasuk kedalam
kelas 'ondrichthyes yang memiliki rahang, tubuh bilateral simetris, mulutnya
terminal, dan memiliki tutup insang, Ikan kembung jantan (Rasterliger
branchysoma) juga memiliki liniea lateralis, rudimeter, finlet, memiliki lubang
hidung dua buah (dirhinous), bersisik dan tidak memiliki sungut. Ikan kembung
jantan (Rasterliger branchysoma) juga memiliki sirip punggung I, II sirip perut,
sirip pectoralis, sirip anal dan sirip ekor bercagak (.juhanda, !"#!).
4. Ika! Lele 6Clarias batrachus7
Kekerabatan yang paling dekat adalah ikan layur dan ikan kembung,
sedangkan hubungan kekerabatan yang paling jauh adalah ikan layur dan ikan
lele. akin banyak jumlah ciri yang yang mirip antara dua takson yang di
bandingkan, berarti makin dekat hubungan kekerabatanya dan sebaliknya
semakin sedikit jumlah ciri yang mirip antara dua takson, berarti semakin jauh
hubungan kekerabatanya (%okal dan %neath, !"76).
Klasifikasi ikan lele menurut %aanin (!"7#) sebagai berikut9
Kingdom 9 Animalia
Phyllum 9 'hordata
Kelas 9 Pisces
%ub&klas 9 Teleostei
*rdo 9 *stariophysi
%ub&ordo 9 %iluroidea
@amilia 9 'lariidae
<enus 9 Clarias
'ecies ( Clarias batrachus
8) Ika! B/ek 6Puntius javanicus7
Ikan Tawes 3rek mudah dikenali dengan ciri&ciri fisik warna biru pada
punggung dan sisik perak, serta sirip anal dengan warna merah menyala. Ikan ini
diketahui bisa mencapai bobot maksimal 0 ons atau kira&kira sebesar telapak
tangan orang dewasa. Tapi sangat jarang ditemui dengan bobot 0 ons, rata&rata
ikan yang tertangkap pemancing dan penjala hanya seberat ! ons hingga $
ons. Tawes 3rek memijah (musim kawin) pada musim kemarau dengan cuaca
dingin. .engan sekali memijah bisa menghasilkan antara )+ ribu hingga !++ ribu
telur yang siap menetas. .engan rentang satu tahun dari penetasan, lar;a ikan
sudah menjadi ikan dewasa yang siap kawin. Pengamatan yang saya lakukan
ketika memancing di sungai&sungai pedalaman =awa, ikan ini menyebar luas di
hulu sungai %erayu, sungai Klawing, sungai Progo, sungai 3rantas hingga sungai
'iliwung dan sungai&sungai besar lain (%aanin, !"7#).
Klasifikasi Ikan 3rek menurut %aanin (!"7#) 9
Kingdom 9 /nimalia
@ilum 9 'hordata
Kelas 9 /ctinopterygii
*rdo 9 'ypriniformes
@amili 9 'yprinidae
<enus 9 Puntius
%pesies 9 Puntius javanicus
/nalisis filogenetik adalah pusat untuk banyak penelitian daerah dalam
biologi dan biasanya melibatkan diidentifikasi homolog urutan, beberapa
mereka keselarasan, rekonstruksi dan filogenetik representasi grafis dari pohon
filogen disimpulkan. ,al ini terutama dirancang untuk ahli biologi dengan
pengalaman tidak ada di filogeni, tetapi juga dapat memenuhi
kebutuhan spesialisB yang pertama akan menemukan up&to&date alat dirantai
dalam pipa filogeni untuk menganalisis data mereka dengan cara yang
sederhana dan kuat, sementara para spesialisasikan dapat dengan mudah
membangun dan menjalankan canggih analisis (.ereeper, $++#).
I-) KESIM*ULAN (AN SARAN
A) Ke%im#ula!
3erdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut9
1. ,ubungan kekerabatan dibagi menjadi dua yaitu kekerabatan filogenetik dan
kekerabatan fenetik.
2. ,ubungan kekerabatan yang paling dekat adalah ikan kembung dan ikan
brek sedangkan yang paling jauh adalah ikan layur dan ikan lidah.
B) Sa/a!
Praktikan lebih berhati&hati dalam mengamati spesimen, karena preparat
spesimen mudah rusak dan lebih teliti dalam penghitungan koefisien asosiasi
dan lebih memahami proses pembuatan fenogram..
(A.TAR RE.ERENSI
'lifford dan %tephenson. !"(). /n Introduction to -umerical 'lassification.
/cademic Press, -ew Cork.
.juhanda, T. !"#!. /natomi dari 4mpat %pecies ,ewan Dertebrata. /rmico,
3andung.
.ereeper, /. 4t al. $++#. Phylogeny.fr9 robust phylogenetic analysis for the non&
specialist. -ucleic /cids Eesearch, $++#, Dol. 67.
,adiati, %. murdaningsih, /., 3aihaki F -. Eostini. $++$. Dariasi Pola Pita dan
,ubungan Kekerabatan -anas 3erdasarkan /nalisis Iso8im. )uriat
Dol.!6 ($) 9 7)&($.
ayr, 4rnest. !"#$. Principles of %ystematic Goology. Tata c<raw&,ill
Publishing 'ompany, -ew .elhi.
utiara, T., 4rnawati., iarsyah, ., :u;fiati, .. $++7. Ilmu Pengetahuan /lam
untuk %/ dan /K kelas H. 4rlangga. =akarta.
%aanin, ,. !"7#. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan I. 3ina Tjipta, 3andung.
%impson, . <. $+!!. Plant %ystematics. 4lse;ier /cademic Press. 'anada.