Anda di halaman 1dari 4

Menghajar Rasa Malas

Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup anda. Karena dia normal
maka dia pun bisa diatasi. Tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak
berbeda dari biasanya sehingga anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang
hanya karena malas mengerjakannya.
1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah
kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya
tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih dan orang yang
tidak memiliki tujuan hidup biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah
menuliskan resolusi atau komitmen komitmen pencapaian hidup.
i sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan! resolusi! atau komitmen pencapaian
hidup. Maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-
ambingkan situasi di sekelilingnya. "osisi seperti ini membuatnya menjadi pasi#!
menunggu! tergantung pada situasi! dan cenderung menyerah pada nasib. alam
keadaan seperti ini! tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu.
Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan. biasanya tidak
memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik.
2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan hidup yang pasti! membuat resolusi! dan komitmen
pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi dengan tujuan yang samar-samar!
jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signi#ikan. $kan lebih baik lagi jika
tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran! seperti mencari cara yang
e#isien dan e#ekti# untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali
mengasah kemampuan atau ketrampilan supaya langkah yang diambil itu akan
membawa kita pada pencapaian tujuan secara e#ekti# dan e#isien. %ontoh& 'ika pada
tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan! maka sejak sekarang
aktivitas-aktivitas kita sudah harus di#okuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus
mengasah kemampuan mendiagnosa masalah! menemukan penyebab! menganalisis!
mengkomunikasikan gagasan! menawarkan solusi! dan memperbaiki kemampuan
presentasi.
3. Pergaulan Dinamis
"ara pemenang berkumpul dengan sesama pemenang! sementara para pecundang
cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. (ngkapan tersebut mengandung
kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para
pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah
orang yang sangat optimis! sibuk! giat bekerja! dan bersemangat mengejar prestasi.
emikian sebaliknya! sulit sekali bagi para pemegang prestasi tinggi untuk betah
berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik.
Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang
mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai
diserang kebosanan! putus asa! rasa enggan! apalagi berpikiran negati#. Sepintas!
berkeluh kesah dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. $da semacam
rasa pelepasan dari belenggu psikologis. )alau demikian! dalam situasi malas sedang
menyerang! mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong
satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. *ni bisa
menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme! keputusasaan! dan kemalasan
total.
'ika rasa malas mulai menyerbu kita! maka jangan berlama-lama duduk berdiam diri.
%ara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri
orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. ekati mereka yang
sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia optimis! termotivasi!
punya ambisi! berpikiran positi#! dan memiliki tujuan hidup pasti. (mumnya
memancarkan aura positi# kepada apapun dan siapapun di sekelilingnya. "ancaran
optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain! bahkan menularkan
semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.
Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan
mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positi# tersebut. Sekalipun seseorang
memiliki cita-cita atau impian yang besar jika kemalasannya mudah muncul! maka cita-
cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. 'adi! kalau $nda ingin
sukses jangan mempermudah munculnya rasa malas.
4. Ganti Kapan Selesainya engan Saya Mulai Se!arang
$pabila $nda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek! anda sebaiknya jangan
berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa
diselesaikan. Sebaliknya! #okuslah pada pikiran positi# dengan membagi tugas besar
tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan setiap kali anda bekerja& +Saya mulai sekarang,. %ara pandang ini akan
menghindarkan anda dari perasaan terbebani! stress! dan kesulitan. $nda membuat
sederhana tugas di depan anda dengan bertindak positi#. -okus anda hanya pada satu
hal pada satu waktu! bukan banyak hal pada saat yang sama.
". Ganti Saya #arus engan Saya $ngin
.erpikir bahwa anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang
perasaan terbebani dan anda menjadi malas mengerjakannya. $nda akan mencari
seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut. Satu tips yang bisa anda gunakan
adalah mengganti +Saya harus mengerjakannya, dengan +Saya ingin mengerjakannya,.
%ara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa anda
tidak harus melakukan pekerjaan yang anda tidak mau. $nda mau mengerjakan tugas
karena memang anda ingin mengerjakannya! bukan karena paksaan pihak lain. $nda
selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan anda sebaiknya dibuat
dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. *ntinya adalah tidak ada seorang pun di
dunia ini yang memaksa anda melakukan apa saja yang anda tidak mau lakukan.
%. &na 'u!an Manusia Sempurna
.erpikir bahwa $nda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan
membawa $nda dalam kondisi mental tertekan. $kibatnya anda mungkin akan malas
memulainya. $nda harus bisa menerima bahwa anda pun bisa berbuat salah dan tidak
semua harus sempurna. alam konteks pekerjaan! anda punya kesempatan untuk
melakukan perbaikan berulang kali. $nda selalu bisa negosiasi dengan bos anda untuk
meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal
yang kecil dan sederhana! kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. .erpikir bahwa
pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat anda memandang
pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.