Anda di halaman 1dari 4

BAB 7

KESIMPULAN DAN SARAN



Penelitian tentang rancangan sistem dan prosedur akuntansi yang mengacu kepada
pedoman standar akuntansi rumah sakit dari (Kepmenkes nomor 156, 2003)
didapatkan kesimpulan dan saran sebagai berikut.
7.1 Kesimpulan
1. Hasil penyusunan unsur laporan keuangan, terdiri dari necara, laporan
aktivitas, dan arus kas. Setiap unsur laporan keuangan yang sudah disusun
tersebut telah dilengkapi dengan akun yang telah dilengkapi dengan kode
rekening perkiraan yang sesuai dengan kebutuhan transaksi keuangan di RSB
Pura Raharja.
2. Penyusunan akun yang telah dilengkapi dengan kode rekening perkiraan dapat
dilakukan berdasarkan hasil penyusunan unsur laporan keuangan, yang terdiri
dari kode rekening kelompok aktiva, kelompok passiva, kelompok modal,
kelompok pendapatan, dan kelompok biaya.
3. Penyusunan sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi dan
jobdescription dari unit kerja bagian keuangan. Sistem pengendalian internal
mempunayi fungsi untuk memperjelas pemisahan tugas, tanggungjawab dan
wewenang dari setiap karyawan di bagian keuangan. Berikut adalah uraian
tugas dari setiap unit kerja.
a. Unit kerja kasir, merupakan pengelolaan atas semua transaksi pendapatan
sebagai kas masuk dan transaksi biaya sebagai kas keluar.


b. Unit kerja akuntansi, bertugas menyusun pembukuan atas semua transaksi
keuangan sampai dengan penyusunan laporan keuangan.
c. Unit anggaran & mobilisasi dana, bertugas untuk mencatat piutang sampai
realisasi pencairannya, dan penyusunan anggaran kerja yang dibutuhkan
oleh semua unit kerja di lingkungan RSB Pura Raharja, menjaga realisasi
penggunaan dana agar tetap sesuai dengan program anggaran yang sudah
direncanakan, dan bagaimana mengelola dana yang ada agar sesuai dengan
target perusahaan.
4. Transaksi pendapatan terdiri atas.
a. Sumber pendapatan berasal dari operasional yang berarti dari kegiatan
utama rumah sakit, dan non operasional yang berasal dari bukan kegiatan
utama rumah sakit;
b. Jenis pelayanannya berasal dari rawat jalan, rawat inap dan farmasi;
c. Bentuk transaksinya, berasal dari transaksi tunai dan transaksi kredit.
5. Dalam rangka penerimaan kas, dapat disusun 6 prosedur kerja yaitu.
a. Prosedur penerimaan kas rawat jalan secara tunai;
b. posedur penerimaan kas rawat jalan secara non tunai atau kredit ;
c. prosedur penerimaan kas rawat inap secara tunai;
d. prosedur penerimaan kas rawat inap secara non tunai atau kredit;
e. prosedur penerimaan kas farmasi secara tunai;
f. prosedur penerimaan kas farmasi secara non tunai atau kredit.
6. Penyusunan kebijakan akuntansi pendapatan, terdiri dari pengakuan,
pengukuran, dan penyajian terhadap setiap transaksi pendapatan yang


diberlakukan pada akun yang sudah dilengkapi dengan kode rekening
perkiraan yang berlaku di RSB Pura Raharja.
7. Rancangan sistem dan prosedur akuntansi pendapatan di RSB Pura Raharja
terdiri atas;
a. Transaksi pendapatan tunai
Dicatat dan dikelompokkan pada kode 4 yang berarti kelompok
pendapatan, dengan perincian;
Kode rekening 4.1.1 adalah Pendapatan rawat inap;
Keode rekening 4.1.2 adalah Pendapatan rawat jalan;
Kode rekening 4.1.3 adalah Pendapatan farmasi.
b. Transaksi pendapatan kredit
Dicatat dan dikelompokkan pada kode 1.1.2 yang berarti kelompok
piutang perawatan, dengan perincian:
Kode rekening 1.1.2.01 adalah Piutang rawat inap;
Kode rekening 1.1.2.02 adalah Piutang rawat jalan;
Kode rekening 1.1.2.03 adalah Piutang farmasi.
7.2 Saran
Untuk pengembangan dari hasil penelitian ini, maka dapat diberikan saran
sebagai berikut.
7.2.1 Saran bagi penelitian berikutnya
Dapat dilakukan penelitian yang sama untuk menyusun sistem dan prosedur
akuntansi keuangan antara lain seperti komponen aktiva, komponen passiva dan
modal


7.2.2 Saran bagi manajemen rumah sakit
Agar hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk kemanjuan organisasi RSB
Pura Raharja dimasa yang akan datang, maka disarankan sebagai berikut.
a. Hasil penelitian yang berbentuk rancangan sistem dan prosedur keuangan ini
dapat dijadikan ketetapan menjadi Standar Prosedur Operasional (SPO);
b. dibuatkan legalitas hukum berbentuk Surat Keputusan agar menjadi ketentuan
dan mengikat untuk dilaksanakan di internal organisasi RSB Pura Raharja.