Anda di halaman 1dari 21

Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 1

PENDAYAAN HIDRO DAN PENGGUNAAN DAYA HIDRO



I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menjelaskan prinsip pendayaan dan penggunaan daya hidro
2. Melakukan pengamatan (Kotak A-B), koefisien debit venture, II (Kotak B-
C) pendayaan hidro, III (Kotak D-E) penggunaan daya hidro.
3. Menyebutkan jenis-jenis alat ukur, fungsi dan klasifikasinya
4. Memahami karakteristik dasar pendayaan hidro, kecepatan spesifik,
bentuk geometri sudu/kipas
5. Memahami karakteristik dasar penggunaan daya hidro, kecepatan
spesifik, bentuk geometri sudu/kipas


II. LANDASAN TEORI
1. Pengertian Turbin
Turbin merupakan mesin penggerak dimana energi fluida
kerja digunakan langsung untuk memutar roda turbin.

Turbin air adalah turbin dengan air sebagai fluida kerja. Air
mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang lebih
rendah. Energi potensial yang dimiliki oleh air berangsur-angsur
berubah menjadi energi kinetic dalam proses aliran dalam pipa.

Di dalam turbin energi kinetik air diubah menjadi energy
mekanis, semakin besar perbedaan tekanan masukan dan
keluaran turbin kerja yang dihasilkan turbin makin besar.
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 2


Turbin Kaplan termasuk kelompok turbin air reaksi jenis
baling-baling (propeller). Keistimewaannya adalah sudut sudu
geraknya (runner) bisa diatur (adjustable blade) untuk
menyesuaikan dengan kondisi aliran saat itu yaitu perubahan
debit air. Pada pemilihan turbin didasarkan pada kecepatan
spesifiknya. Turbin Kaplan ini memiliki kecepatan spesifik tinggi
(high spesific speed). Turbin kaplan bekerja pada kondisi head
rendah dengan debit besar . Pada perancangan turbin Kaplan ini
meliputi perancangan komponen utama turbin Kaplan yaitu sudu
gerak (runner), sudu pengarah (guide vane), spiral casing , draft
tube dan mekanisme pengaturan sudut bilah sudu gerak.
Pemilihan profil sudu gerak dan sudu pengarah yang tepat untuk
mengasilkan torsi yang besar. Perancangan spiral casing dan draft
tube menggunakan persamaan empiris . Perancangan mekanisme
pengatur sudut bilah () sudu gerak dengan memperkirakan besar
sudut putar maksimum sudu gerak berdasarkan jumlah sudu,
debit air maksimum dan minimum. Turbin Kaplan ini dirancang
untuk kondisi head 4 m dan debit 5 m/s. Akhirnya dari hasil
perancangan turbin Kaplan ini didapatkan dimensi dari komponen
utama turbin yang diwujudkan ke dalam bentuk gambar kerja dua
dimensi.

Turbin Kaplan digunakan untuk tinggi terjun yang rendah,
yaitu di bawah 20 meter. Teknik mengkonversikan eerngi
potensial air menjadi energi mekanik roda air turbin dilakukan
melalui pemanfaatan kecepatan air. Roda air turbin Kaplan
menyerupai baling-baling dari kipas angin. Sudu roda jalan turbin
Kaplan mirip roda propeller yang letak sudunya terpisah jauh satu
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 3

dengan yang lain. Memperlihatkan kaskade ( cascade ) sudu roda
jalan turbin Kaplan beserta segitiga kecepatan pada bagian masuk
dan keluar sudu. Menurut persamaan euler :
H. g = ( )
Disini u = u = u, dan bila dibuat c = 0 berarti air dikeluarkan
tegak lurus, maka u = H . g/c . Bila c kecil harga u cukup besar.
Demikian pula dengan kecepatan putarnya. Bila kecepatan putar,
n, besar maka kecepatan spesifik, n , dapat dilaksanakan dengan
harga yang besar pula.

Parameter yang perlu dicatat:
1. Laju aliran (Q) [m
3
/s]
2. Tinggi tekanan, H [m]
3. Daya hidrolik, Ph [watt]
4. Efisiensi Turbin


2. Pengujian


Sebagai informasi praktis, diangkat dari kegiatan laboratorium
Mesin Fluida, berkenaan dengan pendayaan dan penggunaan daya hidro
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 4

Daya adalah energi per waktu [J/s=W]. Pendayaan adalah penambahan
sejumlah energi setiap detik ke fluida kerja (hidro), dan penggunaan
daya adalah memanfaatkan (menyerap) sebagian energi setiap detik
dari fluida kerja yang melintas.

Energi listrik diterima dan dikonversi oleh motor penggerak menjadi
energi poros, diteruskan melalui sudu-sudu (impeller )ke hidro menjadi
energi aliran hidro H [J/N]. Penambahan energi (kerja pompa) sebesar
Hp = HC-HB [J/N]. Selanjutnya energi aliran hidro dimanfaatkan untuk
memutar Turbin sebesar HT = HD-HE [J/N]. Neraca energi hidro adalah
HC- HB = (HC- HD)+ (HD- HE) + HA) + (HB- HA).

Karakteristik atau ciri khas operasi pendayaan hidro dapat
digambarkan dalam kurva hubungan antara sumbu X dengan sumbu Y
sebagai fungsi X. Operasi dilakukan pada putaran poros n= 1500 [rpm]
konstan dengan posisi sudu jalan (impeller) =12o. Bilangan peubah x
dalam bentuk laju alir volume dengan satuan liter per sekon atau setara
0,001 [m3/s]. Perubahan laju alir volume dikendalikan oleh katup
pengatur (2) gambar 1.3.dan monitor (podimeter) dengan lubang lintas
(orificemeter [7]) gambar 1.3. Sedangkan fungsi X atau sumbu Y
menunjukkan besaran energy total (Head ) dalam satuan [J/N], laju
energi (daya poros) dan laju energi (daya) hidro masing-masing Ps dan
Ph dengan satuan [kJ/s = kW], dan besarnya penambahan energi yang
diserap menjadi usaha (kerja) alir fluida atau dengan sebutan lain diberi
nama efisiensi sistem pendayaan hidro. Gambar karakteristik pendayaan
hidro disajikan pada gambar 1.5.
GAMBAR 2 (PENDAYAAN HIDRO)

Selanjutnya energi aliran hidro ini digunakan untuk
menggerakkan turbin yaitu : Energi potensial + energi (usaha
aliran) diubah menjadi energi kinetik. Energi kinetik hidro melalui
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 5

sudu-sudu jalan (runner) turbin diubah menjadi gerak rotasi
(putaran) roda turbin. Roda turbin dipasang menjadi satu dengan
porosnya. Selanjutnya energi yang tersimpan pada roda turbin
diteruskan oleh poros turbin ke penggunaan selanjutnya.

Dalam satuan SI (Le Systme International dUnits), head H
sering kali dinyatakan dalam energi spesifik Y, yaitu energi
Mekanik yang dikandung oleh aliran persatuan massa (1 kg zat
cair.) Satuan Y adalah [J/kg]. Persamaan energi dapat ditulis :
Y = gH = g. z +

(11)
Torsi yang bekerja pada poros pompa diteruskan oleh sudu-
sudu pada roda jalan sehingga menimbulkan kecepatan absolute
fluida
1
dan
2
dengan komponen tangensial
1
u dan
2
u. Torsi di
antara sisi bagian masuk (subskrip 1) dan sisi bagian keluar
(subskrip 2) dapat dihitung menggunakan persamaan :

T = m.r du/dt (12)

dengan m = massa fluida yang mengalir , r =jari-jari ( panjang
tuas), du/dt = besarnya perubahan( lihat gambar 1.6 )

Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 6



Torsi dan daya poros
(


) [Nm] (13)


) (


)
m/s=J/s=W] (14)

Kecepatan keliling
[m/s] (15)

Didapat persamaan Euler

[J/kg] (16)

Head( energi per satuan berat) ;

[Nm/N=J/N] (17)

Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 7

Selanjutnya persamaan Euler menyatakan bahwa kecepatan
keliling U yang sama, besarnya head pada dasarnya tergantung
pada besarnya
1
u, hal ini menunjukkan besarnya sudut sudu
mempunyai pengaruh. Jika v
1
tegak lurus u
1
maka
1
u = 0
persamaan menjadi lebih sederhana :

(18)

Persamaan tersebut di atas dapat digunakan pada Fan,
Blower. Selanjutnya untuk Turbin dapat dijelaskan sebagai berikut:



Gambar 1.7 Kisi-kisi (deretan) sudu, gaya pada profil
sudu, segitiga kecepatan masuk dan segitiga kecepatan keluar,
bagan sudu roda jalan turbin Kaplan [sumber]

Bentuk selengkapnya persamaan Euler untuk turbin adalah
H = (u
1
.c
1
u u
2
.c
2
u) / (g . t)*J/N+ (19)

Bila cu
2
= 0, untuk pengeluaran air yang tegak lurus, bentuknya
dipermudah menjadi :
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 8

H = (u
1
. cu
1
) / (g . t ) [J/N] (20)

Yang membedakan Pompa dan Turbin adalah arah alir fluida, yaitu
untuk pompa , arah alir fluida dari hilir ke hulu dan untuk turbin
arah alir fluida dari hulu ke hilir.

3. Alat Ukur
1. Flow Meter
Laju aliran sistem diukur dengan plat orifice yang telah
dikalibrasi yang terletak antara keluaran pompa dan masukan
turbin. Perbedaan tekanan statis hulu dan hilir merupakan
prinsip pengukuran laju aliran.
Untuk memudahkan pengukuran P, tiap-tiap tekanan
statis dan hilir plat orifice dihubungkan dihubungkan ke suatu
manometer dengan skala yang langsung menunjukan
pembacaan laju aliran air.

2. Manometer Bourdon
Tekanan yang bekerja pada tabung spiral head diukur dengan
alat ini. Perbedaan tekanan manometer masukan dan
keluaran memberikan tinggi tekanan turbin.

3. Torsi
Torsi turbin diukur dengan bantuan strain gauge yang
dipasang pada plat dasar dynamometer. Ujung lain
menyentuh stator mesin listrik. Dengan strain gauge, gaya
pada mesin dapat diukur dengan kalibrasi torsi.

Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 9

4. Kecepatan
Kecepatan turbin menggunakan induksi listrik yang terletak di
ujung poros. Cek merek ini dengan stroboskop. Dengan
demikian parameter yang diperlukan dapat diukur sehingga
karakterisitik turbin dapat dicari.

III. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Peralatan Utama
a. Turbin francis dengan pompa aksial.
b. Orifice
c. Manometer
d. Meter torsi
e. Meter kecepatan.

2. Persiapan Percobaan
a. Periksa kedudukan alat ukur apakah sudah semestinya.
b. Cek angka nol pada setiap meter
c. Kalibrasi meter torsi
d. Periksa rangkaian listrik apakah seperti gambar rangkaian
pengujian.
e. Lakukan operasi turbin dengan daya membesar atau mengecil.
f. Beban torsi turbin diperbesar dengan mengatur beban generator.

3. Prosedur Pengujian
a. Kalibrasi meter torsi, laju aliaran, dan meter tekanan.
b. Buat tabel pengujian.
c. Atur sudu pompa seperti yang dikehendaki.
d. Pilih dan atur sudut pengarah dan sudut sudu turbin pada sudut
yang dikehendaki.
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 10

e. Yakinkan supply sumber listrik tersedia dengan cara membuka
katup pompa penuh dan tutup pipa keluaran pompa.
f. Jalankan pompa, putaran rendah setelah beberapa menit
mematikan dan kemudian tekan saklar on pompa kecepatan
tinggi.
g. Sambungkan hubungan generator ke beba, buka katup pompa
pelan-pelan sampai penuh dan pada saat bersamaan bebani
generator sampai maksimum. Atur juga potensiometer sampai
diperoleh beban maksimu. Dengan pembebanan maksimum
putaran turbin akan mengecil.
h. Catat data yang dihasilkan.
i. Naikkan kecepatan turbin (150 rpm lebih cepat) dengan
menurunkan beban sampai putaran maksimum tecapai.
j. Ulangi langkah di atas untuk sudut sudu maupun sudut pengarah
yang berbeda.
k. Amati kavitasi yang terjadi.










Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 11

IV. PERHITUNGAN
1. MENGHITUNG C
2

Diameter 1 = 0.5 m
Diameter 2 = 0.4 m
A1 = 0.196 m
2

A2 = 0.1256 m
2

Sehingga K, = (

= 7.45356
Sehingga C
2
= k



Dan dimasukkan data-data hasil praktikum, maka didapatkan hasil
perhitungan sebagai berikut:

Posisi Kipas
(B)
Massa
(Kg)
Panjang
Lengan (m)
Putaran
(rpm)
Laju Aliran
(L/s)
Delta H
(m)
C
2
(m/s)
1 1 0,4 1000 26 0,006 0,57735
2 1 0,4 1000 52 0,02 1,054093
3 1 0,4 1000 53 0,015 0,912871
4 1 0,4 1000 54 0,017 0,971825
5 1 0,4 1000 55 0,018 1
6 2 0,4 1000 59 0,022 1,105542
7 2 0,4 1000 65 0,025 1,178511
8 2 0,4 1000 70 0,03 1,290994
9 3 0,4 1000 76 0,036 1,414214
10 3 0,4 1000 81 0,043 1,545603
11 3 0,4 1000 86 0,045 1,581139
12 4 0,4 1000 81 0,055 1,748015
13 4 0,4 1000 97 0,06 1,825742
14 4 0,4 1000 100 0,065 1,900292
15 6 0,4 1000 104 0,068 1,943651





Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 12

2. MENGHITUNG C
1

Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:

C
1
=



Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

Delta H
(m)
C
2
(m/s)
C
1
(m/s)
0,006 0,57735 0,369975
0,02 1,054093 0,67548
0,015 0,912871 0,584983
0,017 0,971825 0,622762
0,018 1 0,640816
0,022 1,105542 0,708449
0,025 1,178511 0,755209
0,03 1,290994 0,82729
0,036 1,414214 0,906251
0,043 1,545603 0,990448
0,045 1,581139 1,01322
0,055 1,748015 1,120156
0,06 1,825742 1,169965
0,065 1,900292 1,217738
0,068 1,943651 1,245523














Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 13

3. MENGHITUNG V
2

Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
V
2
= A
2
.C
2

Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

A
2
(m
2
)
C
2

(m/s)
V
2
(m
3
/s)
0.1256 0,57735 0,072515
0.1256 1,054093 0,132394
0.1256 0,912871 0,114657
0.1256 0,971825 0,122061
0.1256 1 0,1256
0.1256 1,105542 0,138856
0.1256 1,178511 0,148021
0.1256 1,290994 0,162149
0.1256 1,414214 0,177625
0.1256 1,545603 0,194128
0.1256 1,581139 0,198591
0.1256 1,748015 0,219551
0.1256 1,825742 0,229313
0.1256 1,900292 0,238677
0.1256 1,943651 0,244123













Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 14

4. MENGHITUNG Cd
Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
Cd =



Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

V
0
x 10
-3

(m
3
/s)
V
2
(m
3
/s)
Cd
26 0,072515 0,358546
52 0,132394 0,392767
53 0,114657 0,46225
54 0,122061 0,442401
55 0,1256 0,437898
59 0,138856 0,424901
65 0,148021 0,439127
70 0,162149 0,431702
76 0,177625 0,427867
81 0,194128 0,417251
86 0,198591 0,433051
81 0,219551 0,368935
97 0,229313 0,423002
100 0,238677 0,418977
104 0,244123 0,426016














Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 15

5. MENGHITUNG R
E1

Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
Re
1
=



Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

V
1
(m
2
/s)
D
1
(m)
C
1
(m/s)
Re
1

8 x 10
-1
0.5 0,369975 231234,7
8 x 10
-1
0.5 0,67548 422174,8
8 x 10
-1
0.5 0,584983 365614,1
8 x 10
-1
0.5 0,622762 389226
8 x 10
-1
0.5 0,640816 400510,2
8 x 10
-1
0.5 0,708449 442780,7
8 x 10
-1
0.5 0,755209 472005,8
8 x 10
-1
0.5 0,82729 517056,5
8 x 10
-1
0.5 0,906251 566407
8 x 10
-1
0.5 0,990448 619029,8
8 x 10
-1
0.5 1,01322 633262,2
8 x 10
-1
0.5 1,120156 700097,8
8 x 10
-1
0.5 1,169965 731228,3
8 x 10
-1
0.5 1,217738 761086,5
8 x 10
-1
0.5 1,245523 778451,9












Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 16


6. MENGHITUNG R
E2

Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
Re
2
=



Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

V2
(m3/s)
D
2
(m)
C
2
(m/s)
Re
2

0.072515 0.4 0,57735 288675,1
0.132394 0.4 1,054093 527046,3
0.114657 0.4 0,912871 456435,5
0.122061 0.4 0,971825 485912,7
0.1256 0.4 1 500000
0.138856 0.4 1,105542 552770,8
0.148021 0.4 1,178511 589255,7
0.162149 0.4 1,290994 645497,2
0.177625 0.4 1,414214 707106,8
0.194128 0.4 1,545603 772801,5
0.198591 0.4 1,581139 790569,4
0.219551 0.4 1,748015 874007,4
0.229313 0.4 1,825742 912870,9
0.238677 0.4 1,900292 950146,2
0.244123 0.4 1,943651 971825,3













Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 17


7. MENGHITUNG P
S

Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
Ps = 2 L m g n/60

Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:

L (m) m (Kg) g (m/s
2
) n (rpm) Ps (watt)
0.4 7 9.81 1000 2872,05
0.4 7 9.81 1000 2872,05
0.4 7 9.81 1000 2872,05
0.4 7 9.81 1000 2872,05
0.4 7 9.81 1000 2872,05
0.4 6 9.81 1000 2461,76
0.4 6 9.81 1000 2461,76
0.4 6 9.81 1000 2461,76
0.4 6 9.81 1000 2461,76
0.4 7 9.81 1000 2872,05

8. MENGHITUNG P
H

Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
Ph =
Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:


(kg/m
3
)

(m/s
2
)
H
4
(m) H
5
(m)
V
0

(L/s)
Ph (Watt)
997.1 9.81 1,8288 0,6096 45 536
997.1 9.81 1,8288 0,6096 50 596
997.1 9.81 1,8288 0,6096 55 655
997.1 9.81 1,8288 0,6096 60 715
997.1 9.81 1,8288 0,6096 65 774
997.1 9.81 1,8288 0,6096 70 834
997.1 9.81 1,8288 0,6096 75 894
997.1 9.81 1,8288 0,6096 80 953
997.1 9.81 1,8288 0,6096 85 1.013
997.1 9.81 2,1336 0,6096 90 1.340
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 18


9. MENGHITUNG EFISIENSI
Didapatkan dengan memasukkan data ke persamaan berikut:
=



Sehingga didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:


(Watt)

(Watt)


536 2872,05 0,186664

596 2872,05 0,207404

655 2872,05 0,228144

715 2872,05 0,248885

774 2872,05 0,269625

834 2461,76 0,33876

894 2461,76 0,362957

953 2461,76 0,387154

1.013 2461,76 0,411351

1.340 2872,05 0,466659






Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 19

Pendayaan hidro, efisiensi dan efektivitas ini dipengaruhi alpha dan betha

Alpha Betha N
56 1.6 0.578391
57 2.2 0.500988
28 2.9 0.444
53 2.3 0.433793
49 3.2 0.296378
43 3.5 0.248084
48 4.9 0.231545
55 4.8 0.206406
50 4.4 0.20376
49 4.6 0.190529


V. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
Pembahasan:
Dalam praktikum yang dilakukan, terdapat beberapa sumber kesalahan yang
mempengaruhi nilai data yang didapat. Sumber-sumber kesalahan tersebut
adalah :
Kondisi beberapa alat ukur yang sudah rusak.
Ketidak telitian alat ukur dalam pembacaan data.
Rusaknya 3 rumah lampu yang menyebabkan adanya perbedaan data
karena pengambilan data yang diambil harus tertunda dan kemudian
diulangi.
Adanya pengaruh kavitasi pada turbin.
Tidak dilakukan kalibrasi pada setiap alat ukur yang dipakai.


Pada praktikum pendayaan dan penggunaan daya hidro ada tiga sesi
praktikum. Yang pertama yaitu melakukan praktikum pengambilan data untuk
menghitung koefisien debit venture.
Pada praktikum kedua yaitu melakukan pengambilan data untuk
menghitung pendayaan hidro. Pada pendayaan hidro ini untuk melihat hubungan
antara turbin pompa dengan pembukaan katup.
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 20

Pada praktikum terakhir Yaitu melakukan pengambilan data untuk
perhitungan penggunaan daya hidro. pada pendayaan hidro, efisiensi dan
efektivitas ini dipengaruhi alpha dan betha.
Kapitasi pada turbin dapat diamati berdasarkan nilai Reynoldnya. Karena
Semakin besar nilai Reynoldnya maka aliran suatu fluida akan semakin turbulen
sehingga kemungkinan besar menghasilkan gelembung-gelembung yang
menyebabkan kavitasi semakin besar. Berdasarkan data yang kami dapat bahwa
semakin cepat suatu aliran fluida maka semakin tinggi nilai Reynoldnya dan
begitu pula semakin tinggi pula terjadinya kavitasi.
Berdasarkan posisi dan terhadap Daya Hidro. Didapat bahwa Daya Hidro yang
tertinggi di dapat pada posisi = 49
0
dan = 4.6
0
.
Pada praktikum yang kami lakukan , nilai putaran turbin di buat konstan pada
1080 rpm. Sedangkan ketika aliran airnya diubah. Torka secara otomatis berubah
dan untuk mendapatkan putaran turbin tetap di 1080 rpm, maka nilai dan
diatur. Sehingga dapat disimpullkan bahwa putaran turbin dipengaruhi oleh laju
aliran air, dan .
Dari perhitungan dapat diketahui daya input yang besar yang diberikan
menghasilkan daya output yang kecil hal ini disebabkan oleh rugi-rugi yang besar,
kerugian yang besar akan menyebabkan efisiensi turbin yang kecil. Faktor-faktor
yang menyebabkan kerugian yang besar adalah
1. KerugianGesekan.
2. KerugianCelah(Clearance Loss)
3. Kerugian luar(External Loss).
4. Kerugian padaMoving Blades.
5. Kerugian pada uap meninggalkan moving blades (Leaving
Velocity/Carry Over Loss).
6. Kerugian pada Katup Governor.
Kesimpulan
1. Semakin banyak Debit maka daya input pada turbin semakin besar
2. semakin tinggi nilai Reynoldnya dan begitu pula semakin tinggi pula
terjadinya kavitasi.
3. Putaran berbanding lutus terhadap daya output, putaran yang semakin
tinggi akan menyebabkan daya output juga tinggi. Namun efisiensi turbin
yang sangat kecil disebabkan karna adanya rugi-rugi daya.
4. Pada percobaan ini di dapat putaran turbin yang berubah-ubah yang
disebabkan oleh governor pada turbin, governor turbin disini masih
dioperasikan secara manual sehingga perubahan beban menyebabkan
Pendayaan Hidro & Penggunaan daya Hidro | 21

perubahan putaran, beban yang semakin banyak maka putaran akan
turun begitu juga dengan tegangan yang didapat.